Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga minyak goreng bersubsidi Minyakita di Kota Medan mengalami lonjakan signifikan. Di sejumlah pasar, harga Minyakita bahkan telah menyentuh angka Rp22 ribu per liter, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700 per liter.
Kondisi ini memicu keresahan masyarakat, terutama kalangan ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang bergantung pada minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari. Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Medan memastikan akan segera menggelar operasi pasar guna menstabilkan harga dan menjaga ketersediaan stok di tengah meningkatnya permintaan menjelang hari besar keagamaan.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, UKM dan Perdagangan Kota Medan Hendra Ridho Siregar, mengatakan kenaikan harga Minyakita dipicu tingginya permintaan masyarakat menjelang Iduladha. “Kita sudah konfirmasi ke Bulog, untuk stok masih aman. Harga melambung karena tingginya permintaan pasar,” ujar Hendra, Minggu (16/5/2026).
Meski harga mengalami kenaikan tajam, Hendra memastikan hingga saat ini stok Minyakita di Kota Medan masih dalam kondisi aman. Pemerintah, kata dia, terus berkoordinasi dengan Bulog dan distributor agar distribusi minyak goreng bersubsidi tetap berjalan lancar.
Untuk mengendalikan harga di pasaran, Pemko Medan akan menggelar operasi pasar di sejumlah kelurahan. Skema distribusi dilakukan berdasarkan permintaan dari wilayah yang membutuhkan pasokan tambahan.
“Jadi begitu ada permintaan dari kelurahan, kita yang menyurati langsung Bulog. Setelah itu nanti barangnya turun untuk dipasarkan di kelurahan,” katanya.
Namun demikian, Hendra mengingatkan masyarakat agar membeli Minyakita sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu kelangkaan di tingkat pengecer.“Permintaannya tetap harus yang wajar sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Selain memastikan distribusi berjalan baik, Pemko Medan juga memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah praktik-praktik curang seperti penimbunan maupun permainan harga oleh oknum tertentu.
Hendra menyebut pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan Kota Medan terus melakukan monitoring ke pasar-pasar tradisional maupun pusat distribusi.“Dari pengawasan kita memang tidak ada ditemukan adanya penimbunan, jadi murni memang tinggi permintaan pasar,” ujarnya.
Meski belum ditemukan praktik penimbunan, Pemko Medan tetap mengingatkan para distributor dan pedagang agar tidak memanfaatkan situasi dengan menjual Minyakita jauh di atas harga wajar.
“Kalau imbauan selalu kita sampaikan, begitu juga pengawasan. Namun kondisi di lapangan tidak bisa juga kita prediksi,” katanya.
Menurut Hendra, operasi pasar menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi menjelang Iduladha. “Makanya dengan Operasi Pasar ini, kebutuhan Minyakita bisa terpenuhi,” pungkasnya.
Lonjakan harga Minyakita sendiri menjadi perhatian serius karena minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat yang permintaannya cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan. Selain kebutuhan rumah tangga, kenaikan harga juga berdampak pada pelaku UMKM kuliner yang mulai mengeluhkan biaya produksi yang meningkat. (map/ila)

