DPRD Kota Medan meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tak terkecuali perangkat kewilayahan, mulai dari kecamatan hingga kelurahan untuk mentabulasi kebutuhan skala prioritas pembangunan di Medan Utara.
Hal itu harus dilakukan untuk menindaklanjuti komitmen Wali Kota Medan dalam mengalokasikan 35 persen APBD Kota Medan Tahun 2027 untuk pembangunan wilayah Medan Utara.
“Kebijakan 35 persen APBD untuk Medan Utara tentunya sangat kita apresiasi, mengingat banyaknya keluhan masyarakat terkait infrastruktur, banjir rob, peningkatan kualitas masyarakat, pendidikan, hingga layanan kesehatan,” ucap Saipul Bahri.
Wakil rakyat dari Dapil Medan Utara itu menegaskan, kepling dan lurah serta OPD terkait harus segera melakukan pendataan dan koordinasi lintas sektoral.
“Kepling, lurah dan camat, masing-masing harus punya proposal pengajuan kebutuhan. Kepling, lurah dan Camat berperan memperkuat koordinasi serta mengawal realisasi program pembangunan di lapangan,” ujarnya.
Semua itu, sambung Saipul, demi kepentigan umum serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Medan Utara. Diharapkan, semua pihak dapat mendukung program ini guna percepatan peningkatan pembangunan secara keseluruhan.
Selama ini, kata Saipul, masyarakat Medan Utara merasa ‘dianaktirikan’. Segala kebutuhan pembangunan selalu kerap dikesampingkan.
“Maka tak heran jika keributan dan tawuran antar warga sering terjadi. Semua itu tidak terlepas dari masalah ekonomi dan sosial,” ungkap Saipul asal politisi Nasdem itu seraya menyebut ke depan masyarakat Belawan tidak lagi merasa terasing di tempatnya sendiri tetapi ikut merasakan pembangunan secara utuh.
Memang saat ini, lanjut Saipul, beragam persoalan sangat kompleks terjadi di Medan Utara, mulai dari rumah tidak layak huni, drainase dan banjir, fasilitas sekolah, bantuan sosial, rumah ibadah, UMKM, fasilitas kesehatan, hingga kebutuhan tempat pemakaman umum (TPU).
Ditambahkan Saipul, guna memaksimalkan program Wali Kota Medan itu, perusahaan dan badan usaha, lembaga serta institusi yang ada di wilayah Medan Utara harus ikut mendukungnya.
“Seluruh perusahaan supaya lebih proaktif upaya dan solusi peningkatan pembangunan di Medan Utara,” pungkasnya.(map/azw)

