Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas akhirnya angkat bicara soal ketidakhadirannya dalam peresmian Bus Rapid Transit (BRT) Medan-Binjai-Deli Serdang (Mebidang) di Terminal Tipe B Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (19/8/2026) lalu.
Ketidakhadiran Rico sebelumnya menuai kritik dari Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ihwan Ritonga. Menjawab sorotan tersebut, Rico menegaskan dirinya tidak hadir karena pada waktu bersamaan harus meresmikan galeri UMKM. Untuk menghadiri peresmian BRT Mebidang, ia mengutus Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap.
“Intinya kemarin kami meminta Pak Wakil untuk menghadiri peresmian BRT Mebidang dikarenakan saya pada saat itu harus meresmikan adanya galeri UMKM,” ujar Rico saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (24/8/2026).
Menurut Rico, peresmian galeri UMKM tersebut juga merupakan agenda penting. Kehadirannya dimaksudkan sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kota Medan terhadap para pelaku UMKM. “Ini bentuk dukungan kita kepada pelaku UMKM kita,” katanya.
Meski tidak hadir secara langsung pada peresmian BRT Mebidang, Rico membantah anggapan bahwa Pemko Medan tidak mendukung program transportasi massal tersebut. Ia menegaskan Pemko Medan tetap memberikan dukungan penuh terhadap pengoperasian BRT yang menghubungkan kawasan Medan, Binjai, dan Deli Serdang itu.“Kita dukung lah pelaksanaan program BRT Mebidang, harus itu,” tegasnya.
Rico mengatakan, dukungan Pemko Medan bukan sekadar pernyataan. Sebelum peresmian BRT Mebidang, pihaknya bahkan telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, untuk membahas pelaksanaan program tersebut di Kota Medan.
“Kami sudah hadir ke Dirjen Perhubungan Darat beberapa waktu yang lalu, sebelum peresmian, untuk bagaimana supaya BRT ini bisa dengan baik berjalan,” ujarnya.
Menurut Rico, kehadiran BRT Mebidang merupakan perubahan penting dalam sistem transportasi masyarakat. Pemerintah, kata dia, harus ikut memastikan masyarakat dapat beradaptasi dengan penggunaan transportasi umum sebagai bagian dari pola mobilitas baru.
“Karena ini adalah moda transportasi yang baru, di mana masyarakat akan mengubah cara berkehidupannya dengan menggunakan transportasi umum. Tentunya pasti kita dukung,” pungkasnya.
Sebelumnya, ketidakhadiran Rico dalam peresmian BRT Mebidang mendapat sorotan dari Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra, Ihwan Ritonga. Ihwan mengaku kecewa karena Wali Kota Medan tidak hadir dalam acara peresmian yang dihadiri Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution tersebut.“Kalau Wali Kota Medan tidak hadir, pastinya kita kecewa,” ujar Ihwan kepada Sumut Pos, Jumat (21/8/2026).
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Medan itu menilai program BRT Mebidang merupakan langkah strategis dalam pembenahan transportasi di Sumatera Utara, khususnya untuk wilayah Medan, Binjai, dan Deliserdang.
Karena itu, menurutnya, kepala daerah di kawasan Mebidang seharusnya memberikan perhatian serius terhadap program tersebut. “Pak Gubernur kan sangat semangat soal beginian, tapi tiba-tiba Wali Kota Medan diundang malah nggak datang,” katanya.
Ihwan mengatakan Pemprov Sumut telah mengundang para kepala daerah terkait, termasuk Wali Kota Medan, Wali Kota Binjai, dan Bupati Deli Serdang. Karena itu, ia menyayangkan Rico hanya mengutus Wakil Wali Kota Medan untuk menghadiri acara tersebut.
“Persoalan tidak dihadiri oleh Wali Kota Medan dan hanya dihadiri Wakil Wali Kota Medan, tentu sangat kita sayangkan. Padahal, BRT Mebidang itu adalah program yang sangat strategis untuk mendorong dan membantu masyarakat di bidang transportasi, khususnya masyarakat Sumut yang bekerja di kawasan Mebidang ini,” ujarnya.
Ihwan sebelumnya mengaku belum mengetahui alasan ketidakhadiran Rico. Namun, ia menilai undangan resmi untuk kegiatan peresmian tersebut semestinya mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Medan.
“Saya nggak tahu ya kenapa alasannya nggak datang. Tapi kalau nggak datang dengan alasan ada tugas lain, nah itu saya kira salah ya, karena ini undangan resmi dari Pak Gubernur. Saya kira Pak Gubernur saja hadir, tapi Wali Kota nggak hadir, tentu sangat kita sayangkan,” jelasnya.
Politikus Gerindra itu menambahkan, BRT Mebidang merupakan program strategis yang manfaatnya juga akan dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Medan. Karena itu, ia berharap seluruh pemerintah daerah di kawasan Mebidang memberikan dukungan terhadap pengembangan transportasi massal tersebut.“Konyol lah kalau tidak mendukung program strategis seperti itu,” pungkasnya. (map/ila)

