25 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Ini Kata Bobby Nasution Terkait Viral Pengendara Sepeda Motor Jatuh di Jalan Sudirman Karena Licin

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, angkat bicara atas viralnya video sejumlah sepeda motor yang tergelincir akibat licinnya Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan persimpangan Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara.

Bobby mengatakan, bahwa dirinya telah mengecek langsung kondisi jalan licin tersebut pada Senin (20/11/2023) malam karena lokasinya yang dekat dengan rumah dinasnya. Hasil pantauan dan informasi yang ia dapatkan dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, jalan tersebut belum selesai dikerjakan

“Pengerjaan jalan itu memang belum selesai. Kemarin ada miskomunikasi antara Dishub, Polrestabes (Medan) dan Dinas SDABMBK. Jalan itu dibuka untuk uji coba, uji coba bukan untuk dilakukan oleh masyarakat, melainkan oleh internal. Tapi setelah uji coba internal, nggak tertutup kembali,” ucap Bobby kepada awak media usai sidang Paripurna DPRD Medan, Selasa (21/11/2023).

Ditegaskan Bobby, bahwa jalan tersebut bukan dipasang keramik, melainkan beton yang dibentuk atau diberi motif keramik.

“Itu informasi yang di media sosial mengatakan bahwa itu dikeramik, itu tidak benar. Boleh memberikan informasi, tapi jangan hoax,” ujarnya.

Bobby juga menjelaskan, jalan yang dibeton tersebut merupakan fungsi rekonstruksi intersection yang dilakukan, salah satunya sebagai area perlambatan karena di situ ada persimpangan dan traffic light guna memastikan para pengendara kendaraan bermotor mengikuti rambu-rambu lalu lintas yang ada.

“Jadi konsepnya, itu kawasan perlambatan. Namun kita bukan hanya mau membuat titik perlambatan saja, tetapi nilai estetikanya juga kita perhatikan,” katanya.

Begitu mengetahui jalan yang dibangun dengan APBD Kota Medan dengan nilai Rp1,7 Miliar itu terbuka dan dilintasi pengendara, Bobby pun langsung meminta agar jalan tersebut segera ditutup kembali.

Sebelumnya, Kadis SDABMBK Medan, Topan O.P Ginting, menegaskan bahwa jalan tersebut bukan dipasang keramik ataupun granit seperti informasi yang beredar di masyarakat. Akan tetapi, jalan tersebut merupakan jalan beton yang dibentuk atau diberi motif sehingga terlihat seperti keramik atau granit.

“Jadi perlu saya tegaskan, itu dibeton, bukan keramik atau granit. Setelah kita beton, kita beri motif sehingga terlihat seperti granit,” ucap Topan Ginting kepada Sumut Pos, Selasa (21/11).

Diterangkan Topan, pembangunan jalan tersebut sejatinya belum selesai sehingga belum bisa dilintasi. Sebab setelah diberi motif layaknya granit, jalan tersebut akan diberikan obat khusus agar tidak licin dan bisa berfungsi layaknya jalan beton lainnya.

“Pembangunan jalan itu kan sebenarnya memang belum selesai, karena belum kita beri obat khususnya. Kemudian jalan itu kan sebenarnya sudah kita tutup sebagai tanda bahwa belum bisa dilintasi, tapi tiba-tiba ada yang buka, nggak tahu kita siapa yang buka. Lalu di lintasi, ya licin lah, kan memang belum selesai,” ungkapnya.

Selanjutnya, jelas Topan, jalan aspal yang berbatasan langsung dengan jalan beton bermotif granit tersebut baru saja selesai diaspal.

“Saat terkena hujan, jalan beton itu terpapar solar yang terkandung dalam aspal tersebut sehingga mengakibatkan jalan bermotif granit yang kita bangun menjadi licin,” jelasnya.

Untuk itu, tegas Topan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Polrestabes Medan dan Dinas Perhubungan Kota Medan untuk kembali menutup dan menjaga jalan tersebut agar tidak dilintasi sebelum selesai dikerjakan.

“Saat ini jalannya sudah kita tutup kembali. Kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman di kepolisian dan Dishub Medan agar dijaga sehingga tidak dilintasi sebelum selesai kita kerjakan,” tegasnya.

Lantas, kapan jalan tersebut akan selesai dikerjakan dan dapat dilintasi? Topan Ginting memastikan bahwa pihaknya akan bekerja cepat untuk menyelesaikannya. Ia menargetkan jalan beton bermotif granit tersebut akan selesai dalam waktu satu pekan kedepan.

“Minggu depan selesai kita kerjakan. Jadi sementara ini kita mohon kerjasama agar tidak ada yang membuka penutup jalan yang telah dipasang dan tidak melintasi jalan tersebut sampai selesai dikerjakan,” pungkasnya.

Terpisah, Fraksi PKS DPRD Kota Medan turut menyikapi viralnya Jalan Motif beton di kawasan protokol Kota Medan yang nyaris membahayakan pengendara karena licin.

“Fraksi PKS mendapat laporan dari masyarakat dan sudah viral di media sosial terkait pembangunan jalan di Simpang Jalan Sudirman. Dimana jalan tersebut dibangun dengan beton motif. Dari pantauan kami di lapangan, sudah banyak korban naik sepeda motor yang terpeleset,” ucap Abdul Latif Lubis.

Sebagai upaya tidak timbulnya korban yang lebih banyak, Fraksi PKS meminta Pemko Medan melakukan perbaikan.

“Kami berharap agar Pemerintah Kota Medan segera melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut, mengingat status jalan tersebut adalah Jalan Kota Medan. Kami berharap perbaikan jalan yang dilakukan dapat memberikan kenyamanan pengguna kendaraan,” tuturnya.
(map/ram)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan, Bobby Nasution, angkat bicara atas viralnya video sejumlah sepeda motor yang tergelincir akibat licinnya Jalan Jenderal Sudirman, tepatnya di depan persimpangan Rumah Dinas Gubernur Sumatera Utara.

Bobby mengatakan, bahwa dirinya telah mengecek langsung kondisi jalan licin tersebut pada Senin (20/11/2023) malam karena lokasinya yang dekat dengan rumah dinasnya. Hasil pantauan dan informasi yang ia dapatkan dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan, jalan tersebut belum selesai dikerjakan

“Pengerjaan jalan itu memang belum selesai. Kemarin ada miskomunikasi antara Dishub, Polrestabes (Medan) dan Dinas SDABMBK. Jalan itu dibuka untuk uji coba, uji coba bukan untuk dilakukan oleh masyarakat, melainkan oleh internal. Tapi setelah uji coba internal, nggak tertutup kembali,” ucap Bobby kepada awak media usai sidang Paripurna DPRD Medan, Selasa (21/11/2023).

Ditegaskan Bobby, bahwa jalan tersebut bukan dipasang keramik, melainkan beton yang dibentuk atau diberi motif keramik.

“Itu informasi yang di media sosial mengatakan bahwa itu dikeramik, itu tidak benar. Boleh memberikan informasi, tapi jangan hoax,” ujarnya.

Bobby juga menjelaskan, jalan yang dibeton tersebut merupakan fungsi rekonstruksi intersection yang dilakukan, salah satunya sebagai area perlambatan karena di situ ada persimpangan dan traffic light guna memastikan para pengendara kendaraan bermotor mengikuti rambu-rambu lalu lintas yang ada.

“Jadi konsepnya, itu kawasan perlambatan. Namun kita bukan hanya mau membuat titik perlambatan saja, tetapi nilai estetikanya juga kita perhatikan,” katanya.

Begitu mengetahui jalan yang dibangun dengan APBD Kota Medan dengan nilai Rp1,7 Miliar itu terbuka dan dilintasi pengendara, Bobby pun langsung meminta agar jalan tersebut segera ditutup kembali.

Sebelumnya, Kadis SDABMBK Medan, Topan O.P Ginting, menegaskan bahwa jalan tersebut bukan dipasang keramik ataupun granit seperti informasi yang beredar di masyarakat. Akan tetapi, jalan tersebut merupakan jalan beton yang dibentuk atau diberi motif sehingga terlihat seperti keramik atau granit.

“Jadi perlu saya tegaskan, itu dibeton, bukan keramik atau granit. Setelah kita beton, kita beri motif sehingga terlihat seperti granit,” ucap Topan Ginting kepada Sumut Pos, Selasa (21/11).

Diterangkan Topan, pembangunan jalan tersebut sejatinya belum selesai sehingga belum bisa dilintasi. Sebab setelah diberi motif layaknya granit, jalan tersebut akan diberikan obat khusus agar tidak licin dan bisa berfungsi layaknya jalan beton lainnya.

“Pembangunan jalan itu kan sebenarnya memang belum selesai, karena belum kita beri obat khususnya. Kemudian jalan itu kan sebenarnya sudah kita tutup sebagai tanda bahwa belum bisa dilintasi, tapi tiba-tiba ada yang buka, nggak tahu kita siapa yang buka. Lalu di lintasi, ya licin lah, kan memang belum selesai,” ungkapnya.

Selanjutnya, jelas Topan, jalan aspal yang berbatasan langsung dengan jalan beton bermotif granit tersebut baru saja selesai diaspal.

“Saat terkena hujan, jalan beton itu terpapar solar yang terkandung dalam aspal tersebut sehingga mengakibatkan jalan bermotif granit yang kita bangun menjadi licin,” jelasnya.

Untuk itu, tegas Topan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Polrestabes Medan dan Dinas Perhubungan Kota Medan untuk kembali menutup dan menjaga jalan tersebut agar tidak dilintasi sebelum selesai dikerjakan.

“Saat ini jalannya sudah kita tutup kembali. Kita sudah berkoordinasi dengan teman-teman di kepolisian dan Dishub Medan agar dijaga sehingga tidak dilintasi sebelum selesai kita kerjakan,” tegasnya.

Lantas, kapan jalan tersebut akan selesai dikerjakan dan dapat dilintasi? Topan Ginting memastikan bahwa pihaknya akan bekerja cepat untuk menyelesaikannya. Ia menargetkan jalan beton bermotif granit tersebut akan selesai dalam waktu satu pekan kedepan.

“Minggu depan selesai kita kerjakan. Jadi sementara ini kita mohon kerjasama agar tidak ada yang membuka penutup jalan yang telah dipasang dan tidak melintasi jalan tersebut sampai selesai dikerjakan,” pungkasnya.

Terpisah, Fraksi PKS DPRD Kota Medan turut menyikapi viralnya Jalan Motif beton di kawasan protokol Kota Medan yang nyaris membahayakan pengendara karena licin.

“Fraksi PKS mendapat laporan dari masyarakat dan sudah viral di media sosial terkait pembangunan jalan di Simpang Jalan Sudirman. Dimana jalan tersebut dibangun dengan beton motif. Dari pantauan kami di lapangan, sudah banyak korban naik sepeda motor yang terpeleset,” ucap Abdul Latif Lubis.

Sebagai upaya tidak timbulnya korban yang lebih banyak, Fraksi PKS meminta Pemko Medan melakukan perbaikan.

“Kami berharap agar Pemerintah Kota Medan segera melakukan perbaikan terhadap jalan tersebut, mengingat status jalan tersebut adalah Jalan Kota Medan. Kami berharap perbaikan jalan yang dilakukan dapat memberikan kenyamanan pengguna kendaraan,” tuturnya.
(map/ram)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/