33 C
Medan
Wednesday, July 17, 2024

Tiga Badan Usaha Berebut Kelola Trans Mebidang

Bus Trans Mebidang parkir di Jalan Imam Bonjol Medan. Tiga perusahaan berebut mengelolanya.
Bus Trans Mebidang parkir di Jalan Imam Bonjol Medan. Tiga badan usaha berebut mengelolanya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga badan usaha transportasi Sumut berebut memenangkan tender mengelola Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mebidang (Medan, Binjai, Deliserdang).

“Bus ini akan dikelola oleh pihak ketiga. Karena tidak boleh kami yang mengoperasikannya. Saat ini memang belum ditentukan siapa pemenangnya karena harus ada keputusan dari Gubernur Sumut mengenai kelayakan badan usaha. Itu ada timnya sendiri. Minimal harus ada 3 pilihan badan usaha. Tapi saya nggak bisa kasih tahu badan usahanya apa aja,” ujar Kabid Darat Dishub Sumut, Darwin Purba.

Yang pasti, kata Darwin, sesuai dengan tujuannya bus ini diharapkan bisa menekan angka kemacetan di tiga kab/kota tersebut. “Saat ini pertumbuhan transportasi darat di Kota Medan sudah pesat sekali. Kepemilikan kendaraan pribadi pun meningkat. Macet akhirnya tak terhindarkan. Untuk itu kita mau mengajak masyarakat agar mau mengguaAkan fasilitas umum. Tapi fasilitas umum yang memiliki kualitas baik,” ujar Darwin.

Untuk mendukung operasional tentu harus dibangun prasarana. Berdasarkan data yang diperoleh, adapun rencana lintasan/rute Trans Mebidang terbagi dalam 2 koridor. Khusus di Kota Medan, akan dibangun 15 halte. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Renward Parapat mengemukakan alokasi anggaran untuk membangun halte sebesar Rp1,2 miliar.

“Ada 15 titik, namun hanya 10 titik yang pembuatan lokasi baru sedangkan sisanya hanya dilakukan rehab karena memanfaatkan halte yang sudah ada,”ujar Renward.

Kepala Bidang Lalulintas (Kabid Lalin) Dishub Medan, Suriono menambahkan 10 titik halte baru akan dibangun di sepanjang Jalan SM Raja. Halte yang akan dibangun nanti memiliki tinggi 2 meter, lebar 1,1 meter dan panjang sekitar 6 meter.

“Halte akan dibangun di badan jalan sehingga tidak perlu menempuh proses ganti rugi lahan dengan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pembangunan dan renovasi sejumlah halte untuk mendukung operasional ditargetkan rampung akhir tahun ini. “Saat ini baru masuk proses pemberkasan untuk lelang terbuka, sekitar pertengahan bulan Oktober pekerjaan sudah dapat dimulai,” jelasnya. (win/dik/prn/smg)

Bus Trans Mebidang parkir di Jalan Imam Bonjol Medan. Tiga perusahaan berebut mengelolanya.
Bus Trans Mebidang parkir di Jalan Imam Bonjol Medan. Tiga badan usaha berebut mengelolanya.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga badan usaha transportasi Sumut berebut memenangkan tender mengelola Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mebidang (Medan, Binjai, Deliserdang).

“Bus ini akan dikelola oleh pihak ketiga. Karena tidak boleh kami yang mengoperasikannya. Saat ini memang belum ditentukan siapa pemenangnya karena harus ada keputusan dari Gubernur Sumut mengenai kelayakan badan usaha. Itu ada timnya sendiri. Minimal harus ada 3 pilihan badan usaha. Tapi saya nggak bisa kasih tahu badan usahanya apa aja,” ujar Kabid Darat Dishub Sumut, Darwin Purba.

Yang pasti, kata Darwin, sesuai dengan tujuannya bus ini diharapkan bisa menekan angka kemacetan di tiga kab/kota tersebut. “Saat ini pertumbuhan transportasi darat di Kota Medan sudah pesat sekali. Kepemilikan kendaraan pribadi pun meningkat. Macet akhirnya tak terhindarkan. Untuk itu kita mau mengajak masyarakat agar mau mengguaAkan fasilitas umum. Tapi fasilitas umum yang memiliki kualitas baik,” ujar Darwin.

Untuk mendukung operasional tentu harus dibangun prasarana. Berdasarkan data yang diperoleh, adapun rencana lintasan/rute Trans Mebidang terbagi dalam 2 koridor. Khusus di Kota Medan, akan dibangun 15 halte. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Medan, Renward Parapat mengemukakan alokasi anggaran untuk membangun halte sebesar Rp1,2 miliar.

“Ada 15 titik, namun hanya 10 titik yang pembuatan lokasi baru sedangkan sisanya hanya dilakukan rehab karena memanfaatkan halte yang sudah ada,”ujar Renward.

Kepala Bidang Lalulintas (Kabid Lalin) Dishub Medan, Suriono menambahkan 10 titik halte baru akan dibangun di sepanjang Jalan SM Raja. Halte yang akan dibangun nanti memiliki tinggi 2 meter, lebar 1,1 meter dan panjang sekitar 6 meter.

“Halte akan dibangun di badan jalan sehingga tidak perlu menempuh proses ganti rugi lahan dengan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, pembangunan dan renovasi sejumlah halte untuk mendukung operasional ditargetkan rampung akhir tahun ini. “Saat ini baru masuk proses pemberkasan untuk lelang terbuka, sekitar pertengahan bulan Oktober pekerjaan sudah dapat dimulai,” jelasnya. (win/dik/prn/smg)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/