29 C
Medan
Friday, December 13, 2024
spot_img

PDAM Diminta Percepat Relokasi Utilitas

Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Pengendara sepeda motor melintasi sisi jalan proyek pengerjaan Under Pass di Jalan Titi Kuning Medan, Senin (26/2)

SUMUTPOS.CO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Provinsi Sumut diminta merespon cepat relokasi utilitas mereka di sekitar proyek Underpass Katamso-Delitua.

“Kita tentu sangat menyayangkan jika ada stakeholder yang tidak mendukung pembangunan underpass ini. Kita minta PDAM punya respon cepat karena utilitas mereka masih jadi kendala pada proyek tersebut,” ujar Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Medan, Jumadi kepada Sumut Pos, Senin (26/2).

Jumadi mengatakan, setiap pembangunan bersumber dari APBN di Kota Medan harus didukung penuh pemda dan stakeholder terkait. Hal ini penting agar geliat pembangunan di Kota Medan bisa terselenggara dengan baik. “Bukan tidak mungkin ketika ada proyek lain yang mau dilakukan di Sumut atau Medan, melihat lambatnya stakeholder terkait mendukungnya maka pusat tidak lagi memberi kucuran dana,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Komisi D yang kini duduk di Komisi B ini menambahkan, sejatinya proyek underpass ini sangat prestius dan menjadi yang pertama di luar pulau Jawa. Apalagi Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, dinilainya sedikit tertinggal dari sisi pembangunan seperti kota lain.

“Coba lihat Palembang, Bandung ataupun Makassar. Kita sebenarnya jauh tertinggal dari sisi pembangunan. Itu karena apa? Lantaran pemda dan stakeholdernya lambat membantu dan mendukung proyek yang ada tersebut,” katanya seraya menyarankan, bila perlu Gubsu Erry Nuradi menegur direksi PDAM kalau lambat memindahkan relokasi mereka.

Kepala Sekretariat PDAM Provinsi Sumut, Jumirin, saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah mengerjakan relokasi utilitas yang crossing (persimpangan) antara Jalan Brigjend Zein Hamid dan Brigjend Katamso. “Untuk tahap awal ini kami memang fokuskan pengerjaan di situ,” ungkapnya.

Jumirin membenarkan ada tiga titik utilitas mereka di sekitar proyek underpass. Untuk itu setelah tahap awal di bagian crossing tuntas dipindahkan, akan mengerjakan dua titik lainnya. “Laporan dari tim yang menangani itu, progresnya sudah 50 persen. Itu untuk relokasi yang dibagian crossing,” katanya.

Pihaknya tetap komit dengan pembangunan yang ada di Kota Medan, terlebih proyek Underpass Katamso-Delitua ini. Bahkan komitmen relokasi di tiga titik utilitas mereka, bisa cepat untuk terlaksana. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak balai dan pelaksana proyek untuk memindahkan utilitas tersebut. Kami juga mendukung penuh agar pekerjaan ini cepat selesai dilakukan. Apalagi kita sesama pemerintah, koordinasi dan komunikasi terus dilakukan,” pungkasnya. 

Triadi Wibowo/Sumut Pos_
Pengendara sepeda motor melintasi sisi jalan proyek pengerjaan Under Pass di Jalan Titi Kuning Medan, Senin (26/2)

SUMUTPOS.CO – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Provinsi Sumut diminta merespon cepat relokasi utilitas mereka di sekitar proyek Underpass Katamso-Delitua.

“Kita tentu sangat menyayangkan jika ada stakeholder yang tidak mendukung pembangunan underpass ini. Kita minta PDAM punya respon cepat karena utilitas mereka masih jadi kendala pada proyek tersebut,” ujar Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Medan, Jumadi kepada Sumut Pos, Senin (26/2).

Jumadi mengatakan, setiap pembangunan bersumber dari APBN di Kota Medan harus didukung penuh pemda dan stakeholder terkait. Hal ini penting agar geliat pembangunan di Kota Medan bisa terselenggara dengan baik. “Bukan tidak mungkin ketika ada proyek lain yang mau dilakukan di Sumut atau Medan, melihat lambatnya stakeholder terkait mendukungnya maka pusat tidak lagi memberi kucuran dana,” ujarnya.

Mantan Wakil Ketua Komisi D yang kini duduk di Komisi B ini menambahkan, sejatinya proyek underpass ini sangat prestius dan menjadi yang pertama di luar pulau Jawa. Apalagi Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, dinilainya sedikit tertinggal dari sisi pembangunan seperti kota lain.

“Coba lihat Palembang, Bandung ataupun Makassar. Kita sebenarnya jauh tertinggal dari sisi pembangunan. Itu karena apa? Lantaran pemda dan stakeholdernya lambat membantu dan mendukung proyek yang ada tersebut,” katanya seraya menyarankan, bila perlu Gubsu Erry Nuradi menegur direksi PDAM kalau lambat memindahkan relokasi mereka.

Kepala Sekretariat PDAM Provinsi Sumut, Jumirin, saat dikonfirmasi mengaku pihaknya sudah mengerjakan relokasi utilitas yang crossing (persimpangan) antara Jalan Brigjend Zein Hamid dan Brigjend Katamso. “Untuk tahap awal ini kami memang fokuskan pengerjaan di situ,” ungkapnya.

Jumirin membenarkan ada tiga titik utilitas mereka di sekitar proyek underpass. Untuk itu setelah tahap awal di bagian crossing tuntas dipindahkan, akan mengerjakan dua titik lainnya. “Laporan dari tim yang menangani itu, progresnya sudah 50 persen. Itu untuk relokasi yang dibagian crossing,” katanya.

Pihaknya tetap komit dengan pembangunan yang ada di Kota Medan, terlebih proyek Underpass Katamso-Delitua ini. Bahkan komitmen relokasi di tiga titik utilitas mereka, bisa cepat untuk terlaksana. “Kami terus berkoordinasi dengan pihak balai dan pelaksana proyek untuk memindahkan utilitas tersebut. Kami juga mendukung penuh agar pekerjaan ini cepat selesai dilakukan. Apalagi kita sesama pemerintah, koordinasi dan komunikasi terus dilakukan,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru

/