Soal Ongkos Haji, Komnas Haji Sebut Kemenhaj di Posisi Terjepit

JAKARTA – Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) saat ini berada di posisi sulit. Sebab, terjepit dua kondisi yang saling berlawanan: antara tugas menurunkan biaya haji dan kemungkinan naiknya ongkos penerbangan.

Presiden Prabowo Subianto, kata Mustolih, mengharapkan biaya haji tahun depan lebih rendah dibandingkan biaya haji 2026. “Di sisi lain, biaya komponen penyelenggaraan haji justru mengalami kenaikan,” katanya kemarin (22/9).

Salah satu yang dia soroti adalah ancaman kenaikan biaya penerbangan haji imbas kenaikan harga avtur yang terjadi belakangan ini. Diperkirakan, khusus untuk ongkos penerbangan, ada potensi kenaikan sekitar Rp 5 juta dibanding haji 2026. Pada haji 2026, biaya penerbangan haji dipatok sekitar Rp 32 juta. “Kemenhaj harus bisa membuka skema atau upaya-upaya baru,” katanya.

Misalnya, segera membuka beauty contest untuk maskapai-maskapai di luar Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Sehingga, Kemenhaj mendapatkan variasi penawaran harga tiket penerbangan haji.

Masih Negosiasi

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriawan menyatakan, pemerintah masih melakukan negosiasi dengan maskapai untuk mendapatkan biaya penerbangan yang lebih efisien. Negosiasi telah dilakukan berulang kali, baik melalui pertemuan langsung maupun secara daring.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada finalisasi,” ujar Ian.

Ian mengakui, harga bukan satu-satunya pertimbangan. Kemenhaj harus memastikan setiap skema penerbangan yang dipilih tetap mampu menjamin pelayanan, kenyamanan, dan keamanan jemaah. Selain itu, juga keterjangkauan bagi para jemaah saat masa pelunasan nanti. (jpg/ila)

JAKARTA – Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengatakan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) saat ini berada di posisi sulit. Sebab, terjepit dua kondisi yang saling berlawanan: antara tugas menurunkan biaya haji dan kemungkinan naiknya ongkos penerbangan.

Presiden Prabowo Subianto, kata Mustolih, mengharapkan biaya haji tahun depan lebih rendah dibandingkan biaya haji 2026. “Di sisi lain, biaya komponen penyelenggaraan haji justru mengalami kenaikan,” katanya kemarin (22/9).

Salah satu yang dia soroti adalah ancaman kenaikan biaya penerbangan haji imbas kenaikan harga avtur yang terjadi belakangan ini. Diperkirakan, khusus untuk ongkos penerbangan, ada potensi kenaikan sekitar Rp 5 juta dibanding haji 2026. Pada haji 2026, biaya penerbangan haji dipatok sekitar Rp 32 juta. “Kemenhaj harus bisa membuka skema atau upaya-upaya baru,” katanya.

Misalnya, segera membuka beauty contest untuk maskapai-maskapai di luar Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Sehingga, Kemenhaj mendapatkan variasi penawaran harga tiket penerbangan haji.

Masih Negosiasi

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj Ian Heriawan menyatakan, pemerintah masih melakukan negosiasi dengan maskapai untuk mendapatkan biaya penerbangan yang lebih efisien. Negosiasi telah dilakukan berulang kali, baik melalui pertemuan langsung maupun secara daring.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada finalisasi,” ujar Ian.

Ian mengakui, harga bukan satu-satunya pertimbangan. Kemenhaj harus memastikan setiap skema penerbangan yang dipilih tetap mampu menjamin pelayanan, kenyamanan, dan keamanan jemaah. Selain itu, juga keterjangkauan bagi para jemaah saat masa pelunasan nanti. (jpg/ila)

Artikel Terkait



Terpopuler

Artikel Terbaru