45 Penyelam Berbusana Batik Kibarkan Merah Putih di Bawah Air Ponggok

JAKARTA – Sebanyak 45 penyelam dari wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta menggelar upacara pra-peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten, kemarin (9/8). Mereka membentangkan bendera Merah Putih raksasa.

Mengutip Radar Solo, Grup Jawa Pos, tak sekadar mengenakan pakaian selam, para penyelam juga memadukannya dengan balutan busana batik ecoprint khas Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Jumlah 45 personel penyelam disesuaikan dengan simbol tahun kemerdekaan Indonesia: 1945. Beni, salah satu petugas pengibar bendera di bawah air, mengungkapkan, tantangan utama melakukan upacara di dalam mata air alami adalah menjaga daya apung (buoyancy).

“Kalau terlalu ke dasar, pergerakan kaki bisa membuat pasir naik dan air menjadi keruh, sehingga mengganggu dokumentasi,” ujar penyelam 32 tahun itu.

Penyelam lainnya, Tere Artika, juga bangga bisa bergabung. “Kuncinya memang pada keseimbangan buoyancy tadi. Ditambah lagi, kostum kita menggunakan batik ecoprint spesial dari Pedan Klaten,” kata penyelam 20 tahun itu.

Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok Nor Wasilah menjelaskan, upacara pra-peringatan HUT RI ini dirancang untuk menunjukkan kreativitas anak bangsa sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah. “Upacara bendera itu tidak hanya bisa dilakukan di darat, tetapi di dalam air pun bisa,” tutur Nor Wasilah.

Dia juga menyoroti penggunaan busana ecoprint yang terbuat dari bahan-bahan alami sebagai wujud kebanggaan atas kekayaan sumber daya alam Indonesia. “Kostumnya memakai ecoprint berbahan alami. Kita angkat sisi natural Indonesia yang kaya akan potensi,” tambahnya.

Seluruh wisatawan yang berada di lokasi turut mengambil sikap hormat kepada bendera saat prosesi pengibaran berlangsung, diiringi lagu kebangsaan.

“Bagus banget aksi mereka di dalam air,” puji Anisa, salah seorang pengunjung. (jpc/tri)

JAKARTA – Sebanyak 45 penyelam dari wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta menggelar upacara pra-peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di Umbul Ponggok, Polanharjo, Klaten, kemarin (9/8). Mereka membentangkan bendera Merah Putih raksasa.

Mengutip Radar Solo, Grup Jawa Pos, tak sekadar mengenakan pakaian selam, para penyelam juga memadukannya dengan balutan busana batik ecoprint khas Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten.

Jumlah 45 personel penyelam disesuaikan dengan simbol tahun kemerdekaan Indonesia: 1945. Beni, salah satu petugas pengibar bendera di bawah air, mengungkapkan, tantangan utama melakukan upacara di dalam mata air alami adalah menjaga daya apung (buoyancy).

“Kalau terlalu ke dasar, pergerakan kaki bisa membuat pasir naik dan air menjadi keruh, sehingga mengganggu dokumentasi,” ujar penyelam 32 tahun itu.

Penyelam lainnya, Tere Artika, juga bangga bisa bergabung. “Kuncinya memang pada keseimbangan buoyancy tadi. Ditambah lagi, kostum kita menggunakan batik ecoprint spesial dari Pedan Klaten,” kata penyelam 20 tahun itu.

Direktur BUMDes Tirta Mandiri Ponggok Nor Wasilah menjelaskan, upacara pra-peringatan HUT RI ini dirancang untuk menunjukkan kreativitas anak bangsa sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah. “Upacara bendera itu tidak hanya bisa dilakukan di darat, tetapi di dalam air pun bisa,” tutur Nor Wasilah.

Dia juga menyoroti penggunaan busana ecoprint yang terbuat dari bahan-bahan alami sebagai wujud kebanggaan atas kekayaan sumber daya alam Indonesia. “Kostumnya memakai ecoprint berbahan alami. Kita angkat sisi natural Indonesia yang kaya akan potensi,” tambahnya.

Seluruh wisatawan yang berada di lokasi turut mengambil sikap hormat kepada bendera saat prosesi pengibaran berlangsung, diiringi lagu kebangsaan.

“Bagus banget aksi mereka di dalam air,” puji Anisa, salah seorang pengunjung. (jpc/tri)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru