DAIRI – Musibah kebakaran melanda permukiman warga di Desa Lau Kersik, Kecamatan Gunung Sitember, Kabupaten Dairi, Minggu (9/8/2026) malam. Sedikitnya tujuh unit rumah semi permanen hangus dilalap si jago merah, sementara dua rumah lainnya terpaksa dibongkar petugas untuk mencegah kobaran api merembet ke bangunan lain.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material yang dialami para korban diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena sebagian besar bangunan beserta harta benda di dalamnya tidak sempat diselamatkan.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran (UPT Damkar) Kabupaten Dairi, Amudi Situmeang Parulian, SKom, MM, membenarkan kejadian tersebut.
“Sebanyak tujuh rumah semi permanen hangus terbakar. Untuk memutus penyebaran api agar tidak semakin meluas, petugas terpaksa merusak dua rumah warga sebagai sekat,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Tujuh rumah yang terbakar masing-masing milik Trumen Pinem (49), Bagem Sinulingga (65), Nanda Sinuraya (80), Ham Dani Manik (50), Kadir Tarigan (65), Emi Irilam Sari Sidabutar (53), dan Kario Berutu (35).
Sementara dua rumah yang dibongkar petugas untuk membuat jalur pemutus api merupakan milik Rivai Sembiring (35) dan Dani Pinem (47).
Menurut Amudi, laporan kebakaran diterima dari warga pada malam hari. Menindaklanjuti laporan tersebut, UPT Damkar Dairi langsung mengerahkan 18 personel beserta tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Siaga Tigalingga dan Pos Sidikalang menuju lokasi kejadian.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati api telah membesar dan dengan cepat menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya karena sebagian besar bangunan merupakan rumah semi permanen yang mudah terbakar.
Petugas kemudian berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan upaya penyekatan dengan membongkar dua rumah yang berada di jalur rambatan api. Langkah tersebut dilakukan agar kobaran api tidak meluas ke permukiman warga lainnya.
Setelah berjibaku selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Kondisi di lokasi pun dipastikan aman dari potensi kebakaran susulan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Petugas juga masih melakukan pendataan terhadap total kerugian yang dialami para korban.
Pemerintah bersama aparat terkait mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, terutama pada malam hari, dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak meninggalkan sumber api yang dapat memicu kebakaran.(rud/ila)

