Home Blog Page 1260

7 Oknum TNI Diduga Bekingi Eksekusi Rumah Warga di Medan Area

KETERANGAN: Hartanta Sembiring (tengah) selaku kuasa hukum pemilik rumah Sulimin, memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (10/8) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tujuh oknum TNI diduga membekingi terduga pelaku berinisial TNS, mengeksekusi sebidang rumah di Jalan Amplas No 52, Kelurahan Sei Rengas, Kecamatan Medan Area, Rabu (9/8) malam.

Atas hal tersebut, Hartanta Sembiring, SH SpN didampingi Viski Umar Hajir Nasution, SH MH dan Dedek Juliansyah Leo Putra, SH selaku kuasa hukum Sulimin selaku korban mengatakan, bahwa rumah milik kliennya itu dibeli melalui KPR pada tahun 2010. Kemudian pada tahun 2018, Sulimin pindah rumah namun alat-alat perabot masih berada di rumah tersebut.

Tanpa ada pemberitahuan, lanjut Hartanta, TNS yang diduga menjadi dalang dibalik eksekusi rumah tersebut, melakukan penutupan akses masuk rumah.

“Jadi setelah dia merusak pagar, dia langsung memasang tembok setinggi 2 meter lebih, jadi kita gak bisa lagi mengambil barang kita, melakukan aktivitas di rumah kita,” ungkap Hartanta, kepada wartawan, Kamis (9/8) malam.

Pada eksekusi rumah tersebut, tujuh oknum TNI berseragam dan perangkat pemerintahan setempat, juga hadir di lokasi tersebut.

“Selain oknum TNI, ada juga pihak dari kecamatan dan kelurahan. Tapi gak bisa buat apa-apa, padahal kita sudah bilang tolong dilarang tetapi tetap dilakukan,” bebernya.

Ditanya mengenai kehadiran oknum TNI tersebut, tujuh pria berseragam loreng hijau itu hanya mengatakan adanya perintah.

“Kita gak tahu, yang pasti dia ada (oknum TNI), dan kemudian dia bilang perintah, kita minta surat perintah dia gak bisa menunjukkan,” kata Hartanta.

Atas perbuatan tersebut, Sulimin melalui Kuasa Hukumnya Hartanta Sembiring telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sumut.

“Atas permasalahan tersebut, kami telah mengadukan permasalahan tersebut ke Polda Sumut tentang tindak pidana pengrusakan,” tegasnya.

Selain itu, mereka juga akan melaporkan 7 oknum TNI tersebut ke Denpom I/5 BB karena telah membantu mengeksekusi sebidang rumah tanpa dapat menunjukkan surat tugasnya.

“Hari Jumat akan kami laporkan (7 oknum TNI) ke Denpom I Bukit Barisan,” urainya.

“TNI ikut terlibat dalam hal ini, ini sudah mafia tanah ini, kami tidak pernah ada terima apapun, klien kami juga tidak pernah melihat ada gugatan dan putusan pengadilan, tiba-tiba diambil secara paksa tanah dan bangunan ini,” sambungnya.

Dalam peristiwa ini, Hartanta berharap, agar perbuatan melawan hukum yang dilakukan terduga pelaku dapat dilakukan tindakan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

“Harapan kami, atas tindakan-tindakan yang sudah menyimpang dan melawan hukum tersebut agar dapat dilakukan tindakan sebagaimana ketentutan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Terpisah, Kapendam I/BB Kolonel Inf Rico J Siagian menanggapi perihal keberadaan 7 oknum TNI tersebut, menjawab akan mengecek hal tersebut. “Nanti kita cek. Tks atas infonya pak,” tandasnya singkat. (man/ram)

Burnley vs Mancester City: Adu Taktik Guru & Murid

SUMUTPOS.CO – Juara bertahan Manchester City akan dijamu tim promosi Burnley di Turf Moor pada pekan pertama Premier League 2023/2024, Sabtu (12/8) dini hari pukul 02:00 WIB. Meski berstatus tuan rumah, namun Burnley mendapatkan tekanan besar, karena langsung bertemu sang juara bertahan Liga Inggris di laga pembuka.

Faktor bermain di kandang sendiri, tampaknya tidak akan terlalu berpengaruh untuk The Clarets –julukan Burnley Pasalnya, materi pemain mereka cukup berbeda dibandingkan The Citizens.

City sendiri pastinya mengincar poin penuh di partai perdana EPL 2023/2024. Pekan lalu mereka kembali gagal menjuarai FA Community Shield sehingga bisa jadi akan menumpahkan amarah pada Burnley.

Duel Burnley vs Manchester City juga bakal menjadi arena pertarungan taktik antara murid dan guru. Vincent Kompany, pelatih The Clarets, adalah legenda Manchester City yang mendapatkan banyak ilmu dari Pep Guardiola, juru taktik City yang mengincar 4 trofi EPL beruntun.

City tak hanya diunggulkan dari faktor kualitas pemain dan tim dalam laga kontra Burnley. Jika melihat catatan mereka di laga pembuka EPL sejak ditangani Pep Guardiola, The Citizens memang meyakinkan.

Pasalnya, dari 7 laga perdana kompetisi selama bersama Pep, City menang 6 kali dan hanya kalah sekali. Satu-satunya kekalahan itu terjadi pada awal Liga Inggris 2021/2022 saat Manchester City bertandang ke markas Tottenham Hotspur dengan skor 1-0.

Selebihnya, City sangat superior dengan torehan 6 kemenangan. Bahkan 5 laga di antaranya didapat di laga tandang. Catatan gol dalam 6 kemenangan Man City itu juga sangat meyakinkan. Mereka bisa mengemas 14 gol dan hanya kebobolan 2 gol.

Jika ditambah dengan kekalahan di markas Spurs, gawang City hanya bobol 3 kali dari 7 partai pembuka musim EPL. Artinya, rata-rata kebobolan mereka hanya 0,42 gol. Di luar rekor apik itu, Manchester City memang sedang butuh kemenangan.

Apalagi setelah dikalahkan Arsenal di Community Shield 2023 melalui adu penalti. Raihan poin penuh atas Burnley, akan sangat berguna menjaga mental bermain skuad The Citizens jelang laga Piala Super Eropa 2023 melawan Sevilla, Kamis 17 Agustus pukul 02.00 WIB.

Di sisi lain, Manchester City menyadari laga melawan Burnley tidak akan mudah. Pasalnya, The Clarets dilatih Kompany, sosok yang 11 musim membela City sebagai pemain. Kompany berjasa mempersembahkan 4 trofi Premier League. “Bakal menyenangkan (bisa) melawan Vincent. Ia menjalani musim yang bagus tahun lalu dan Burnley sangat layak promosi ke Premier League. Kami tahu laga ini tidak akan mudah,” ucap pemain City, Sergio Gomez, dikutip laman resmi klub.

Burnley menyadari bahwa mereka tidak diunggulkan di laga ini. Tapi, dalam sepak bola, apa pun bisa saja terjadi. The Clarets berharap dukungan suporter dapat memacu mereka bisa mencuri poin di laga ini. “Laga ini akan sulit, tapi apa pun bisa terjadi ketika kami main di kandang sendiri. Saya pikir akan ada atmosfer luar biasa yang diciptakan fans kami di laga pembuka nanti,” kata pemain Burnley, Johann Gudmundsson, dikutip situs web klub. (bbs/adz)

Sambut HUT RI, Bupati Dairi Beri Tali Asih Ke Anggota LVRI Sumbul

TALI ASIH: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu memberi tali asih kepada anggota ataupun ahli waris LVRI di Kecamatan Sumbul sambut HUT RI ke-78 tahun 2023.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO- Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, menyerahkan tali asih kepada sejumlah anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) di Kecamatan Sumbul, Kamis (10/8/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Jumat (11/8/2023) mengatakan, pemberian tali asih dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 tahun 2023 ini.

Anggara mengatakan, dalam pertemuan, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu mendoakan semua anggota LVRI supaya di masa tuanya sehat-sehat serta bahagia bersama anak cucu mereka.

Eddy juga mengajak semua yang hadir pada pertemuan tetap menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga perjuangan para pahlawan tidak sia-sia, katanya.

“Tali asih yang kami bawa atau serahkan ini, tidak besar nilainya. Tetapi ini ketulusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi menghargai anggota LVRI yang ada di Kecamatan Sumbul ini,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua LVRI Kecamatan Sumbul, Paulus Hutabalian mengaku terharu dan menyampaikan apresiasi kepada Bupati Dairi dan rombongan, ya b hadir memberikan perhatian berupa penyerahan tali asih.

“Semoga tali asih diserahkan memberikan kebahagian kepada semua anggota LVRI di Kecamatan Sumbul,” ungkapnya.

Anggara menambahkan, adapun tali asih diserahkankan ke LVRI yakni berupa beras 10 kilogram, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kilogram, susu 1 kotak, payung, selimut 1 buah, dan uang saku Rp100.000.

Hadir Kepala Dinas Pendidikan, Jonni Walin Purba, Kepala Dinas Kesehatan, Henry Manik dan lainya. (rud/ram)

 

 

TALI ASIH: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu memberi tali asih kepada anggota ataupun ahli waris LVRI di Kecamatan Sumbul sambut HUT RI ke-78 tahun 2023.Istimewa.

Terima Audiensi KSPSI, Bupati Dairi Ingin SDM Lokal Diprioritaskan

AUDENSI: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu diabadikan saat menerima audensi KSPSI membahas kemitraan dengan Pemkab Dairi.Istimewa.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menerima audiensi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) cabang Kabupaten Dairi di Sidikalang, Kamis (10/8/2023).

Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Anggara Sinurat, Jumat (11/8/2023) mengatakan, dalam pertemuan tersebut, Bupati Dairi, banyak menerima masukan salahsatunya masalah Omnibuslaw UU Cipta Kerja Nomor 6 tahun 2023.

Selanjutnya, rencana membangun kemitraan dengan pemerintah sebagai fasilitator guna memberdayakan anggota KSPSI pada perusahaan yang ada di Dairi.

Sekretaris KSPSI, Maruba Sianturi mengatakan, 3 federasi pekerja yakni Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP), Serikat Pekerja Bangunan Umum (SPBU) dan Serikat Pekerja Transport Indonesia (SPTI) meminta komitmen Pemkab Dairi sebagai fasilitator bagi KSPSI dan perusahaan yang ada di Dairi.

“Kami ingin kemitraan antara KSPSI, Pemkab Dairi dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Kami ingin ada kemitraan yang baik,” ujarnya.

Menjawab masukan disampaikan KSPSI, Eddy KA Berutu, mendukung aspirasi disampaikan konfederasi pekerja supaya menjadi perhatian perusahaan salahsatunya PT Dairi Prima Mineral (PT DPM).

Menurut Eddy, sewajarnya perusahaan memberi kesempatan untuk putra/putri lokal menjadi tenaga kerja jika perusahaan pertambangan timbal dan seng itu beroperasi.

Perusahaan wajib terbuka masalah kebutuhan tenaga kerja supaya kita bisa mempersiapkan SDM termasuk para mitra seperti KSPSI.

“Jika memungkinkan putra-putri Dairi yang ada di perantauan bisa kembali membangun kampung halamannya. Bumi kita diolah, semestinya kita pun ada terlibat didalamnya,” tegasnya.

Pada prinsipnya, Pemkab Dairi menerima masukan disampaikan KSPSI selama memungkinkan untuk dilakukan serta tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda), Surung Charles Bantjin, Asiten Perekonomian dan Pembangunan, Swasta Ginting, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Budianta Pinem, Ketua KSPSI Gomgom Panggabean, Ketua SPKEP, Apries Tumanggor dan Ketua SPBU, Wanjuneven Manurung.(rud/ram)

MAXstream Telkomsel Luncurkan Film Genre Horor “Primbon”

Telkomsel melalui MAXstream berkolaborasi dengan Cakra Film Indonesia dan MAXIMA Pictures dalam perilisan film "Primbon" yang tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Agustus 2023.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO  – Melanjutkan komitmennya sebagai digital lifestyle driver yang konsisten menghadirkan ragam konten digital berkualitas untuk mendukung gaya hidup digital pelanggan, Telkomsel melalui MAXstream berkolaborasi dengan Cakra Film Indonesia dan MAXIMA Pictures dalam perilisan film “Primbon” yang tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 10 Agustus 2023. Hadir dengan genre horor bernuansa kearifan lokal, film “Primbon” merupakan film ke-8 produksi MAXstream yang tayang di bioskop Tanah Air selama 2023.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana menjelaskan, “Sebagai hasil kolaborasi bersama para pegiat dan talenta kreatif perfilman Tanah Air, film “Primbon” menjadi bukti nyata komitmen Telkomsel dalam membuka semua peluang kemajuan di setiap fase kehidupan masyarakat dengan konsisten menghadirkan lebih dari 300 ragam konten video orisinal berkualitas untuk mendukung gaya hidup digital pelanggan yang maksimal. Melalui MAXstream, platform video yang menjadi the home of Indonesian quality content sekaligus produser film yang hadir untuk semua penikmat film maupun sineas dalam negeri, Telkomsel meluncurkan film ke-8 yang tayang di bioskop Tanah Air selama 2023. Setelah sebelumnya berkolaborasi untuk perilisan film ‘Perjanjian Ghaib’, MAXstream kembali bekerja sama dengan Cakra Film Indonesia dan MAXIMA Pictures dalam film ‘Primbon’. Kami berharap, penayangan film yang sarat akan unsur budaya dan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat ini juga dapat diterima dengan baik oleh para penonton, khususnya bagi para penikmat film bergenre horor.”

Mengambil latar lokasi utama di Jawa Tengah yang mengangkat nuansa kearifan lokal tentang “primbon” sebagai bagian dari budaya dan kepercayaan masyarakat Indonesia, film ini disutradarai oleh Rudi Soedjarwo dan diperankan oleh sejumlah aktor dan aktris ternama, seperti Happy Salma, Nugie, Flavio Zaviera, Chicco Kurniawan, Azela Putri, Jajang C. Noer, Oppie Andaresta, Septian Dwi Cahyo, hingga Ony Seroja Hafiedz.

Film “Primbon” mengambil kisah dari kejadian hilangnya seorang anak bernama Rana (Flavio Zaviera), yang diyakini telah meninggal dunia saat melakukan pendakian gunung bersama temannya, Janu (Chicco Kurniawan). Namun, sang ibu, Dini (Happy Salma), tidak dapat menerima kenyataan tersebut dan dengan teguh memegang keyakinan bahwa putrinya masih hidup. Keajaiban terjadi ketika Rana kembali pulang setelah sebuah tahlilan. Mereka yang hidup dengan mengandalkan primbon sebagai pegangan, percaya bahwa Rana yang kembali ini bukanlah manusia. Siapa kah yang sebenarnya kembali pulang ke rumah? Misteri ini yang menjadi daya tarik film dengan rangkaian jalur cerita yang seru.

Telkomsel Ajak Pelanggan di Kota Medan Nobar Film Primbon

Secara spesial, Telkomsel juga mengajak para pelanggan setia mengikuti kegiatan nobar Premier film Primbon di kota Medan (8/8). Kegiatan ini digelar di bioskop XXI Center Point Mall yang juga dihadiri oleh sejumlah pemain film tersebut seperti Nugie dan Azela Putri. Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi Telkomsel kepada para pelanggan setia yang telah menggunakan produk dan layanan Telkomsel di kota medan. Sebagai leading digital telco company terdepan di Indonesia, Telkomsel konsisten menghadirkan beragam hiburan terdepan serta produk dan layanan yang memberikan nilai tambah serta sesuai dengan prinsip customer centricity.

MAXstream sendiri merupakan platform video dari Telkomsel yang menayangkan beragam konten hiburan digital dalam bentuk video-on-demand dan memproduksi film yang dapat dinikmati di berbagai kanal penayangan, mulai dari bioskop, platform Over the Top (OTT), hingga Free to Air (FTA). Sejak peluncurannya pada 2018, MAXstream telah menghadirkan lebih dari 300 konten film dan serial orisinal, diunduh oleh sebanyak 34 juta pelanggan, dan kini telah mencatatkan jumlah active user sebanyak 11 juta pelanggan.

Informasi lebih lanjut berbagai konten MAXstream dapat diakses melalui laman telkomsel.com/maxstream, media sosial @MAXStream.tv, serta aplikasi MAXstream di Play Store & App Store.(rel)

Poldasu Kembali Gerebek Pangkalan LPG 3 Kg di Sunggal, 3 Karyawan Diamankan, Pemilik Berhasil Lolos

Poldasu kembali gerebek Pangkalan LPG 3Kg, di Jalan Masjid Dusun V, Kelurahan Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Selasa (8/8). Istimewa/Sumut Pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyidik Subdit II/Indag Direktorat Reskrimsus Polda Sumut menggerebek pangkalan LPG 3 kilogram (Kg) bersubsidi di Jalan Masjid Dusun V, Kelurahan Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Selasa (8/8), sekira pukul 14.00 WIB.

“Pangkalan bernama Alysia Rivanola Amelia melakukan pengoplosan LPG 3Kg bersubsidi ke tabung gas 12 Kg nonsubsidi,” jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi didampingi Direktur Reskrimsus, Kombes Pol Teddy Marbun, Kamis (10/8).

Menurutnya, pengungkapan gudang pengoplosan itu dilakukan atas informasi masyarakat. Petugas mengamankan tiga orang pekerja berinisial, MN, RSB dan BM, telah dilakukan penahanan. “Ketika itu didapati tiga karyawan sedang melakukan pemindahan isi gas dari tabung 3 Kg bersubsidi ke tabung 12 Kg nonsubsidi,” terang Hadi.

Namun, sambungnya, seorang mandor pangkalan gas berinisial H berhasil lolos, dan pemiliknya sedang dalam pengejaran.

Dari pangkalan itu disita barang bukti 160 LPG ukuran 12Kg nonsubsidi terisi gas, 300 tabung LPG 3Kg subsidi dalam keadaan kosong, 58 tabung 12Kg dalam proses pengisian, 137 tabung, 3 yang berisi dan proses pengisian.

Kemudian, lanjutnya, 52 tabung ukuran 3Kg dalam keadaan berisi sebagai bahan baku, 1 tabung 50Kg dalam keadaan kosong, 1 kotak jarum suntik untuk yang berisi 62 buah jarum, 1 ember berisi es batu, 2 obeng dan 1 plastik berisi segel dan karet penutup tabung gas.

Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Teddy Marbun menjelaskan, tersangka beraksi sudah 1 tahun dan berpindah tempat untuk menghindari petugas.

Dalam praktiknya, tersangka memindahkan isi 4 tabung 3 Kg ke tabung 12 Kg.”Mereka selalu berpindah-pindah tempat. Di lokasi pertama 6 bulan, dan lokasi kedua 6 bulan. Dalam waktu 10 jam mereka dapat memindahkan 400 sampai 800 tabung 3 Kg ke tabung 12 Kg dengan jumlah 100 sampai 200 tabung,” jelas Teddy Marbun.

Dia menegaskan, estimasi keuntungan perbulan mencapai puluhan juta rupiah.”Estimasinya, 1 tabung gas seharga Rp15.000 sampai Rp20.000. Satu tabung gas 12Kg butuh 4 tabung gas 3Kg. Sementara 1 tabung gas 12Kg dijual Rp220.000,” katanya.

Dikatakannya, bahwa pihaknya tetap komit dalam memberantas praktik pengoplosan gas. Pemilik pangkalan Alysia Rivanola Amelia yang telah diketahui identitasnya masih dalam pengejaran. “Pemilik pangkalan itu sedang dalam pengejaran,” katanya.

Terkait adanya keterlibatan oknum dalam pengoplosan gas 3 Kg ini, Teddy mengatakan masih dalam penyelidikan. (dwi/ila)

Santri Dukung Ganjar Gelar Pelatihan Fardu Kifayah di Ponpes Simalungun

Satri Dukung Ganjar saat menggelar pelatihan fardu kifayah di Ponpes Nurul Iman, Desa Silau Dunia, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (10/8).

SIMALUNGUN, SUMUTPOS.CO – Ibadah merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Ilahi. Melalui ibadah, manusia bisa berinteraksi langsung dengan Tuhan. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar kesempurnaan dalam beribadah dapat tercipta. Salah satunya dengan memahami bagaimana tata cara pelaksanaan ibadah itu sendiri.

Hal ini yang kemudian menginspirasi sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) Sumatera Utara (Sumut) untuk menghelat pelatihan fardu kifayah di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Iman, Desa Silau Dunia, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (10/8).

Sebelum pelatihan dimulai, sukarelawan terlebih dahulu menggelar sosialisasi sosok Ganjar Pranowo. Kemudian dilanjutkan dengan doa bersama untuk kemashlahatan negeri juga agar Ganjar Pranowo terpilih jadi Presiden 2024-2029.

“Kami melakukan kegiatan pelatihan fardu kifayah dan doa bersama. Pelatihan itu sendiri cukup penting di tengah-tengah masyarakat karena menjadi salah satu ilmu yang harus benar-benar dipahami dan dapat diaplikasikan kami sebagai santri ataupun alumni pesantren,” ujar Koordinator Wilayah SDG Sumut, Randi Hermawan.

Nantinya, kata Randi, para santri secara tidak langsung akan mengemban tanggung jawab terkait fardu kifayah seperti tata cara mengkafani jenazah di mata masyarakat.

Karena itu, diharapkan santri dan santriwati yang mengikuti pelatihan dapat mengaplikasikan ilmu tersebut kelak saat mereka telah terjun ke tengah-tengah masyarakat.

“Melalui pelatihan ini harapan saya kepada pondok pesantren dan santri/santriwati mereka mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diberikan pemateri tadi dan dapat diaplikasikan di tengah-tengah masyarakat,” jelas Randi.

Para peserta yang ikut pelatihan tampak antusias menyaksikan penyampaian materi dan praktik fardu kifayah mengkafani jenazah.

Salah satu santri, Lukman mengatakan pelatihan itu sangat bermanfaat untuk lebih memperdalam pengetahuan mereka.

“Tanggapan saya ya bagus dengan pelatihan supaya pas tamat kami bisa menunjukkan hasil santri kita belajar. Biar kami bisa mengaplikasikan ke masyarakat untuk tanda kita bahwa bisa menjadi santri,” ungkap Lukman.

Selain mengedukasi para peserta melalui pelatihan, Santri Dukung Ganjar juga hadir memberikan sejumlah bantuan untuk keberlangsungan proses belajar mengajar di Ponpes Nurul Iman.

Adapun bantuan yang diberikan, yaitu berupa 40 sak semen untuk pembangunan ponpes. Menanggapi itu, Pengasuh Ponpes Nurul Iman Basri Parapat mengucapkan rasa terima kasihnya kepada simpatisan Ganjar Pranowo tersebut.

“Alhamdulillah sangat bermanfaat untuk kami, terutamanya untuk santri-santri kami di sini. Begitu juga sama semen tadi, mudah-mudahan sangat membantu untuk kami untuk melanjutkan pembangunan yang ada di pesantren ini,” kata Basri.

“Harapannya yang terbaik saja untuk Bapak Ganjar,” lanjut dia. (rel/tri)