Home Blog Page 13541

100 untuk Pedrosa

ESTORIL-Dani Pedrosa menorehkan catatan khusus dalam balapan MotoGP Portugal. Keberhasilan Pedrosa finis ketiga membuatnya meraih podium ke-100 dalam kariernya.

Pedrosa kembali naik podium seusai balapan di Sirkuit Estoril, Minggu (6/5). Pebalap Repsol Honda ini menyelesaikan lomba di belakang Casey Stoner dan Jorge Lorenzo.

“Ini adalah balapan yang benar-benar sulit dari awal, kecepatannya sangat tinggi dari lap pertama sampai lap terakhir. Casey menjalani balapan yang bagus dan sangat kuat,” ungkap Pedrosa di situs resmi MotoGP.

“Tiga balapan selalu di podium secara umum sangat bagus. Namun, dalam tiga balapan kami kehilangan sesuatu. Jadi, mari coba lagi di balapan berikutnya,” katanya.

Podium di Estoril ini adalah yang ke-100 dalam karier Pedrosa di ajang balap motor grand prix. Rinciannya adalah 17 podium di kelas 125cc, 24 di kelas 250cc, dan 59 di kelas MotoGP. Di antara 100 podium itu, Pedrosa 38 kali tampil sebagai pemenang.

“Bisa mencapai podium ke-100 sangat mengagumkan dan itu menunjukkan seberapa cepat waktu berjalan. Saya sangat senang untuk itu dan saya ingin berterima kasih kepada semua tim saya dan sponsor selama waktu itu dan khususnya Honda karena saya bersama mereka di sepanjang karier saya,” tutur rider berusia 26 tahun ini.

Sementara itu mantan juara dunia Valentino Rossi mengungkapkan bahwa hasil di Estoril membuktikan jika Ducati mampu melakukan sesuatu yang istimewa pada balapan berikutnnya.

Finis ketujuh di Estoril menjadi capaian terbaik Rossi musim ini. Dari dua seri sebelumnya, ia cuma finis di posisi 10 dan 9. “Ini sudah pasti menjadi balapan yang lebih baik dari sebelumnya. Di dalam balapan aku bisa menerapkan performa bagus di sesi latihan bebas karena pada hari Jumat lalu kami memulai dari titik awal yang lebih baik dan aku bisa bersiap dengan cara yang normal,” papar Rossi di Autosport.

Rossi kali ini memulai balapan dari posisi 9. Ia kemudian berhasil menuntaskan balapan lebih baik dan finis di peringkat 7. Hasil itu membuat Rossi kini mengoleksi 22 poin untuk duduk di posisi sembilan.

“Kali ini aku lebih cepat dari awal, aku bisa mengambil posisi (untuk naik peringkat) dan secara konstan berada dalam kisaran waktu yang kami harapkan. Sekarang inilah potensi kami,” ungkapnya.

“Balapan ini juga memberi kami perasaan yang lebih menyenangkan, juga informasi dan optimisme untuk lebih meningkatkan performa di Le Mans,” simpul Rossi. (bbs/jpnn)

Kalah, tapi Lorenzo Ukir Rekor

Dua rekor sirkuit baru lahir di MotoGP Portugal. Catatan itu ditorehkan dua orang pebalap berbeda, meski keduanya bukan pemenang dalam balapan.
Balapan di Estoril, Minggu (6/5/2012) malam WIB, berhasil dimenangi oleh Casey Stoner. Ini adalah kali pertama pebalap Repsol Honda itu meraih kemenangan MotoGP di Estoril.

Kalau Stoner meraih kemenangan pertama di Estoril, Hector Barbera berhasil mencatatkan rekor baru dalam hal top speed. Melaju dengan kecepatan 335,9 km/jam, pebalap Pramac Ducati itu dicatat situs MotoGP sudah mengukir rekor top speed di Estoril.

Untuk urusan mematahkan rekor kecepatan maksimal, Barbera sebenarnya juga sudah melakukan itu pada seri pembuka di MotoGP Qatar. Kecepatan 342,3 km/jam yang ia buat di atas Ducati Desmosedici GP12 pun sudah tercatat sebagai top speed di Losail.

Sial untuk Barbera, meski sudah dua kali mengukir rekor baru di lintasan MotoGP era 1.000cc ia bahkan belum bisa finis di posisi lima besar. Setelah finis di posisi 9 di Losail, ia kemudian finis di posisi 10 di Jerez dan Estoril. (bbs/jpnn)

Pencari Kenyon Hentikan Pertandingan

PERTANDINGAN playoff NBA antara Los Angeles Lakers dan Denver Nuggets terganggu dengan masuknya seorang penonton wanita ke dalam lapangan.
Wanita tersebut masuk lapangan saat point guard Nuggets, Ty Lawson, tengah menggiring bola. Wasit langsung menghentikan pertandingan dan petugas menggiring si wanita keluar.

Wanita itu kemudian ditahan karena menerobos masuk dan dibawa untuk menjalani pemeriksaan.  Hal ini diungkap oleh anggota kepolisian Denver, Todd Erickson, yang bertugas sebagai keamanan di Pepsi Center, tempat pertandingan berlangsung.

Menurut Erickson, ia tengah berada di sekitar bangku pemain Denver saat si wanita menerobos masuk. “Saya melihat ia masuk lapangan dan berpikir buruk,” kata Erickson.

Ia langsung mengejar si wanita dan memintanya kembali ke tempat duduknya. Si wanita malah bertanya kepada Erickson, “Mana Si Kenyon?”
Kenyon yang dimaksud adalah mantan pemain Denver Nuggets, Kenyon Martin yang kini bermain untuk LA Clippers. (bbs/jpnn)

Tak Ada Klarifikasi PSMS Pilih WO

MEDAN-PT LPIS belum juga menjawab permohonan PSMS untuk menggelar laga kontra Persiraja Banda Aceh di stadion netral, Rabu (9/5) mendatang. Jika tak ada jawaban, skuad berjuluk Ayam Kinantan pilih Walk Out (WO).

Manajer tim PSMS Doli Siregar mengaku, belum ada klarifikasi lanjutan dari PT LPIS terkait pemindahan venue laga Persiraja kontra PSMS di ajang Piala Indonesia.

“Saya intens berkomunikasi dengan PT LPIS lewat telepon. Saat ini mereka sedang menggelar rapat khusus membahas itu. Jadi belum ada klarifikasi resmi boleh atau tidak. Padahal deadlinenya hari ini (Kemarin). Tidak mungkin kami menunggu sampai besok (Hari ini), tidak ada sisa waktu untuk persiapan,” ungkapnya, Senin (7/5).

Doli menegaskan, tempat netral menjadi satu-satunya opsi pertandingan tersebut. “Solusinya memang venue harus di tempat netral. Ya, minimal di Stadion Harapan Bangsa, bukan Lampineung. Karena kalau di Dhirmutala jarak antara tribun penonton dengan lapangan masih jauh. Jika PT LPIS memutuskan harus di kandang Persiraja, kami tidak mau,” tegasnya.

Keengganan PSMS menggelar pertandingan di tempat tidak netral mengisyaratkan PSMS memilih WO. “Bukan WO, tapi tidak mau bertanding dan lebih baik dilakukan penjadwalan ulang. Soalnya masih rentan terjadi hal serupa kan? Kami masih terus menunggu hingga malam nanti (Kemarin),” kata Doli.
Jika PT LPIS memberi keputusan untuk menggelar laga di tempat netral, lanjut Doli, maka PSMS akan langsung bertolak ke Banda Aceh usai duel kontra Semen Padang, kemarin (7/5) malam. “Pertandingan menghadapi Persiraja kan 9 Mei. Kalau sudah diputuskan dipindah ke Dhirmutala misalnya, usai transit di Medan, tim akan langsung ke Aceh,” ujarnya.

Sementara, pelatih PSMS Fabio Lopez yang dikonfirmasi tetap berpendapat, pihaknya lebih baik menunggu Persiraja di leg kedua, Rabu (23/5) mendatang, di stadion Teladan.

Jika tak diizinkan PT LPIS, PSMS bakal fokus menggelar persiapan menghadapi Persija Jakarta di Madiun, Minggu (13/5) mendatang. Persija merupakan lawan PSMS terakhir di partai tandang, dan lima pertandingan berikutnya PSMS bakal menggelar pertandingan di Stadion Teladan. (saz)

Pendidikan Modal Utama Kemajuan Bangsa

Wali Kota Medan Apel Pagi di SMA Negeri 21 Medan

Di era globalisasi pendidikan memegang peranan penting, khususnya dalam meningkatkan kemampuan kompetitif bangsa. Pemerintah Kota (Pemko) Medan selalu menempatkan pembangunan pendidikan menjadi bagian prioritas pokok dalam rencana pembangunan Kota Medan, baik melalui kebijakan strategis maupun dari sisi anggaran, dan belanja anggaran pendidikan.

Dalam apel pagi di SMA Negeri 21 Medan, di Jalan Selambo, Medan Amplas, Senin (7/5). Wali Kota Medan, Drs H Rahudman Harahap MM menegaskan, anggaran pendidikan di Kota Medan rata-rata sudah diangka 30 persen sejak diberlakukan aturan perundang-undangan tentang pendidikan.
Hadir dalam acara apel pagi itu, Kepala Dinas Pendidikan DR Rajab Lubis MSc, kepala Sekolah SMAN-21 Drs Salon Sinaga MSi dan para guru serta sejumlah pimpinan SKPD jajaran Pemko Medan.

Rahudman menyebutkan, pendidikan merupakan modal utama dalam mewujudkan kemandirian serta kematangan mental untuk dapat berkompetisi seiring dengan derasnya arus globalisasi. Untuk itu, para anak didik agar terus belajar dan belajar, sehingga mampu meningkatkan kualitas anak didik yang kompetitif dan berdaya saing.

Di kesempatan itu, Rahudman meminta kepada para anak didik untuk menjauhi semua aspek-aspek yang berkaitan dengan kenakalan remaja, khususnya kenakalan Gang Motor. Selanjutnya, diusia pelajar sebaiknya bersungguh-sungguh sehingga menjadi anak yang berguna bagi diri sendiri, orang tua, masyarakat serta bangsa dan negara. Pemko Medan bekerja sama dengan Polresta Medan menyediakan sarana penyaluran bakat bagi masyarakat yang memiliki minat dalam berkenderaan.

“Saya sangat memahami guru merupakan subsistem mutu utama pendidikan, keberhasilan proses pembelajaran yang bermutu, baik sebagai pemberdayaan kemampuan, maupun dari sisi kesanggupan sebagai indikator keberhasilan lebih banyak ditentukan oleh guru,” ujarnya.  Lebih lanjut, Rahud man , sangat mengharapkan agar guru selalu menjalankan fungsinya dengan lebih professional, baik dalam peningkatan kemampuan in telektual secara akademis, pengetahuan spesialisasi, pengetahuan praktis yang secara keseluruhannya bermanfaat bagi anak didik. Selain itu, para guru lebih kreatif dalam melakukan pendekatan metode pengajaran kepada siswa, sehingga siswa dalam proses pembelajaran tidak merasa terintimidasi oleh sekolah atau dalam suasana belajar yang selalu tidak menyenangkan.

“Pemko Medan melalui Dinas Pendidikan akan membenahi infrastruktur SMAN-21, seperti masalah banjir yang terjadi di halaman sekolah, perlu dicarikan solusinya, bagaimana agar air tidak menggenang, serta mengakomodir apa yang kurang, ini semua agar anak didik bisa belajar dengan tenang dan nyaman,” cetusnya.

Di akhir sambutannya, Rahudman memberikan apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru yang telah melaksanakan tugas mulia memberikan pendidikan kepada anak didik, meningkatkan kualitas pendidikan, dan kesejahteraan para guru masih jauh yang diharapkan, tapi pemerintah Kota Medan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan para guru. (adl)

Serapan Anggaran di Disdik Medan Rendah

Dalam rapat evaluasi realisasi anggaran per tri wulan di Gedung DPRD Medan beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan dalam periode Januari sampai Maret hanya mampu menggunakan 0,65 persen APBD.

Ketua Komisi B DPRD Medan Surianda Lubis SAg menilai penggunaan anggaran itu sangat minim. Mengingat total anggaran yang dialokasikan untuk pendidikan Kota Medan mencapai 26 persen dari total APBD per tahun.

“Bila dibandingkan dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Medan yang mampu menggunakan anggaran pertriwulan mencapai 15 persen, anggaran yang digunakan Disdik Medan masih sangat kecil,” katanya.

Menurut politisi PKS itu, pelaksanaan program-program yang telah disetujui untuk dijalankan tidak akan efektif, serta dikhawatirkan akan terjadi penumpukan program di akhir tahun.

“Seperti yang sudah-sudah, saya khawatir untuk mencapai target anggaran dinas tersebut, pada akhir tahun membuat program-program yang tidak berkualitas. Sehingga mengurangi mutu pendidikan Kota Medan,” cetusnya.

Surianda berharap, Disdik Kota Medan mampu meningkatkan penggunaan dana APBD yang telah disetujui Desember 2011, untuk dialokasikan ke program yang mampu menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan.

Dia mencontohkan, pemerataan standarisasi pendidikan dalam setiap level jenjang pendidikan dari SD sampai SMA. Sarana dan prasana serta SDM tenaga pendidik diratakan kualitasnya.

“Dengan adanya pemerataan, maka tidak ada lagi sekolah yang perlu dibangun berulang-ulang, sementara masih ada sekolah yang belum tersentuh pembangunan, juga tidak akan ada lagi sekolah yang diunggulkan karena tenaga didik dan fasilitasnya lebih baik,” katanya.
Contohnya lagi, dia menambahkan, menjalankan program yang mampu memberi bekal pada anak didik agar mampu bersaing dalam dunia kerja yang tersedia di pemerintah daerah.

Berdasarkan data buku APBD 2012, anggaran yang dialokasikan untuk Disdik Kota Medan sendiri mencapai Rp1,077 triliun. Anggaran tersebut kemudian dibagi ke dalam dua alokasi, anggaran belanja langsung Rp 817 miliar dan anggaran belanja tidak langsung Rp260 miliar. (adl)

Revans Tak Sepadan

Liverpool vs Chelsea

MUSIM ini The Reds  (julukan Liverpool) memiliki kesempatan memboyong dua tropi, jika tiga hari lalu tak kalah dari Chelsea pada partai final FA Cup yang berlangsung di Stadion Wembley.

Sayangnya, menghadapi finalis Liga Champios itu The Reds kebobolan dua gol lewat aksi Ramires (11’) dan Didier Drogba (52’) hanya mampu membalas lewat satu gol yang dilesakkan Andy Carrol (64’). Dengan hasil itu maka The Blues (julukan  Chelsea) sukses menyamai pencapaian The Reds yang telah tujuh kali merengkuh tropi FA Cup.

Nah, tak perlu menunggu waktu yang terlalu lama bagi The Reds untuk melakukan revans atas kekalahan di partai final FA Cup tadi. Apalagi, kekalahan di partai final itu terasa  kian menyakitkan jika melihat pencapaian The Reds yang dalam dua pertemuan di musim ini selalu menang di kandang  The Blues, yakni ketika keduanya berlaga di ajang Premier League (1-2) dan pentas Carling Cup (0-2).

“Sebelum pertandingan itu (final FA Cup) kami begitu optimis dapat memenanginya. Dua kemenangan di ajang Premier League dan Carling Cup membuat kami sangat yakin dapat mengulanginya (meraih kemenangan, Red). Tapi, kini kami kecewa,” bilang Kenny Dalglish, tactician Liverpool.
King Kenny (panggilan akrab Kenny Dalglish) pantas kecewa sebab jikapun pada pertandingan dini hari nanti mampu mengalahkan Chelsea tetap saja kemenangan itu tak mampu mengembalikan tropi FA Cup yang telah terlepas. Di sisi lain, posisi The Reds yang kini menempati peringkat kesembilan dengan poin 49 sangat tak memungkinkan untuk didongkrak hingga bisa menembus kelompok empat besar agar bisa berlaga di ajang Liga Champions musim depan. Sungguh ironis untuk sebuah tim sebesar dan setenar Liverpool.

“Kami tahu ini tak berarti apa-apa lagi.  Tapi kami harus mengalahkan mereka,” tandas Dalglish.
Apa yang diungkapkan Dalglish ini diamini     sang kapten. Bahkan secara tegas Steven Gerrard mengatakan bahwa raihan tiga angka di Stadion Anfield wajib hukumnya bagi The Anfield Gank.

“Kami mampu mengalahkan mereka di (Stamford) Bridge. Karenanya meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri bukanlah sesuatu yang mustahil. Kami akan membuat mereka kembali terluka (kalah, Red) seperti saat kami dua kali mengalahkan mereka di (Stamfiord) Bridge akhir tahun lalu,” tegas pemain berjuluk Stevie G itu.

Sikap tak  kalah optimis juga dimiliki kubu Chelsea. Apalagi kini The Blues menempati peringkat keenam dengan poin 61, atau tertinggal lima angka dari Tottenham yang menempatiperingkat keempat dan terpaut empat angka  atas Newcastle yang menduduki peringkat kelima. Artinya, jika Chelsea memenangkan dua laga tersisa, maka Chelsea berpeluang menempati peringkat keempat dan berlaga di ajang Liga Champions musim depan.
“Kemenangan itu (final FA Cup) tak membuat pemain lupa diri. Itu penting karena kami masih memiliki pertandingan yang harus dimenangkan,” bilang Roberto Di Matteo, tactician Chelsea.

Sayangnya, meski Di Matteo memiliki ambisi yang membubung  namun pria berkebangsan Italia ini tak dapat menampik fakta jika The Blues kerap pulang sebagai pecundang  jika tanding di Anfield.

Lihatlah, dari 74 pertemuan yang terjadi di Anfield, tuan rumah menang 47 kali dan hanya kalah 11 kali, dengan 16 pertandingan lainnya berakhir imbang. (*)

Hardy Mulyono Jenguk Syamsul

Mantan Sekretaris DPD Partai Golkar PG Sumatera Utara (Sumut), Hardy Mulyono mengaku sedang menjenguk mantan Gubernur Sumatera Utara (Gubsu). Hal ini diungkapkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut saat dikonfirmasi Sumut Pos terkait ancaman Pengganti Antar Waktu (PAW) oleh DPP Golkar terhadapnyan

Saat pertama dikonfirmasi, Hardy enggan mengangkat telepon. Alasannya, dia tengah menjenguk Syamsul Arifin yang tengah sakit di Jakarta. “Saya lagi menjenguk Pak Syamsul sakit di Jakarta,” kata Hardy melalui layanan pesan pendek ke ponsel Sumut Pos.

Namun, ketika wawancara melalui pesan pendek, Hardy tak menjelaskan alasan kehadirannya di Jakarta selain menjenguk Syamsul yang sakit. Dia hanya menjawab terkait ancaman PAW tersebut. “”Terserah mereka-mereka yang sedang berkuasa saja. Tidak Ada masalah itu,” jawabnya ketika diberi pertanyaan tentang ancaman PAW dan apakah ancaman itu, menurutnya, cocok dialamatkan Partai Golkar?

Jika benar jabatan anggota dewannya dicopot oleh Golkar, Apa rencana ke depan yang akan dilakukannya? Apakah akan pindah ke partai lain atau masih akan bergelut di bidang politik atau bidang lain, atau jangan-jangan memang dirinya sudah berniat hendak keluar dari Golkar?

Untuk beberapa pertanyaan itu, Hardy kembali menunjukkan kepasrahannya. Pria yang biasa berpenampilan plontos ini, mengatakan perjalanan hidupnya ke depan mutlak diserahkannya kepada Tuhan, dan dia tidak ingin berandai-andai.
“Biar saja Tuhan yang mengatur perjalanan hidup kita. Kita jalani saja,” tuturnya.

Namun, saat ditanya apakah benar dirinya akan melakukan gugatan atas reposisi jabatannya di DPD Golkar Sumut oleh DPD dan DPP PG, Hardy tidak menjawabnya. Begitu juga dengan keberadaannya di Jakarta. (ari)

Awas, Ada 15 Ribu Senpi Ilegal di Sumut

MEDAN-Komplotan perampok bersenjata api (senpi) berhasil dibekuk pihak Poldasu. Seorang anggota mereka ditangkap di Labuhanbatu, Minggu (6/5) lalu. Kejadian ini seakan menegaskan penggunaan senpi ilegal begitu marak. Dan, hal ini sesuai dengan data yang menyatakan ada 15.000 senpi ilegal di wilayah Sumut.

Data ini dikemukakan oleh Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane secara khusus kepada Sumut Pos, kemarin di Jakarta. Diperkirakan Pane, 15.000 pucuk senjata api ilegal memang beredar di Sumut. Besarnya angka peredaran senpi ilegal ini, salah satunya disumbang oleh kebijakan Mabes Polri pada 2000 hingga 2002 lalu. Untuk Sumut, setidaknya izin pemberian senpi dikeluarkan mencapai 3.000 lebih.
“Tapi meski kemudian saat era Kapolri Sutanto memerintahkan agar senpi-senpi ini ditarik kembali, tidak ada seorang pun yang mengembalikan,” katanya.

Senjata-senjata api yang memperoleh izin ini, dipastikan kemudian menjadi ilegal. Karena izinnya tidak lagi diperpanjang dan diperkirakan dipegang oleh sejumlah pengusaha, terutama pengusaha perkebunan yang cukup banyak di Sumut atau bahkan telah berpindah tangan.

Parahnya lagi, ternyata setelah era Sutanto berakhir, secara diam-diam Mabes Polri justru mengeluarkan kebijakan dengan menjadikan pendapatan dari pajak senpi masuk dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). “Itu sampai Rp1,5 juta per senjata api per tahunnya,” tambahnya.

Akibatnya, menurut Neta, dapat dipastikan angka peredaran senpi semakin tidak terbendung. Terutama di Sumut, karena IPW meyakini senjata-senjata ilegal dari sisa-sisa konflik di Aceh, juga masuk ke Sumut. Demikian juga senpi selundupan dari negara-negara tetangga seperti dari Filipina Selatan dan Kamboja. “Karena secara geografis, Sumut bersebelahan dengan negara tetangga. Nah senjata selundupan ini masuk ke Indonesia lewat Malaysia,”ungkap Neta yang meyakini senpi ilegal juga berasal dari senjata para purnawirawan dan senjata rakitan.

Besarnya angka 15.000 senpi ilegal yang beredar di Sumut ini menurut Neta kemudian, diperoleh karena secara teori, angka 3.000 di kali lima celah-celah masuknya senpi ilegal ke Sumut. Sementara ketika bicara secara nasional, angkanya benar-benar sangat luar biasa. Karena selain izin yang dikeluarkan Mabes Polri tahun 2000 hingga 2002 lalu yang mencapai 17.000 pucuk senpi bagi sipil, masih dikali lima sumber-sumber senpi ilegal lainnya. Sehingga jumlahnya mencapai 85.000 pucuk. Dan itu belum termasuk izin-izin yang baru. Untuk itu Neta meminta Kapolda Sumut, harus segera berani mengambil tindakan nyata. “Saya yakin kalau ada kemauan dari Kapolda, pasti bisa. Contohnya di Jawa Tengah, itu gencar dilakukan operasi penertiban senjata api. Karena kalau dibiarkan, ini sangat berbahaya. Di DKI Jakarta saja, itu dipastikan rata-rata tiap minggu satu aksi kejahatan menggunakan senjata api. Nah di Sumut sendiri angka ini saya kira tidak jauh berbeda,” jelasnya.

Untuk itu Neta berharap pemerintah dalam hal ini kepolisian harus bertindak cepat mengatasi ini. “Apapun alasannya, sipil tidak boleh memegang senjata. Jadi harus tegas dan harus segera menarik kembali senjata-senjata ini. Kalau orang yang dimaksud tidak mau mengembalikan, dia dapat dikenakan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), karena melanggar UU Darurat. Itu ancamannya sampai 15 tahun penjara,” tambahnya.

Anggota Komplotan Perampok Bersenpi Ditangkap

Sebelumnya, seorang dari komplotan perampok bersenpi yang kerap beraksi merampok truk bermuatan sawit di kawasan Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum), dibekuk Sub Direktorat (Subdit) III, Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sumatera Utara di daerah Labuhan Batu, Minggu (6/5).
Pelaku adalah Misnan (56) warga Buluh Cina Kelurahan Siderejo, Labuhan Batu.

Kepala Subdit III Reskrimum Polda Sumatera Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi Andry Setiawan mengatakan, pelaku berperan sebagai supir (driver) dan sudah menjadi DPO. “Sebelumnya salah seorang rekan pelaku (Sangkot) sudah tertangkap di Polsek Perdagangan wilayah hukum Polres Serdangbedagai,” ungkap Andry saat ditemui di ruangannya, Senin (7/5).

Andry menambahkan, untuk barang bukti yang terdahulu sudah ada, seperti uang hasil penjualan dan yang lainnya. Menurut Andry, pelaku terdiri dari 4 orang dengan modus menyewa mobil rental dan kemudian menyetop supir truk. Selanjutnya supir truk ditodong dengan senjata api, lalu dibuang ke daerah perkebunan sawit dan kemudian truknya diambil beserta muatannya.

Lebih lanjut Andry mengatakan, kejadiannya pada tanggal 2 Desember 2011 lalu, kemudian dikembangkan hingga akhirnya pelaku berhasil dibekuk. “Dia mengakui 5 kali sudah melakukan aksi ini, dan perannya sebagai driver,” ucap Andry.

Andry menambahkan, pelaku akan dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara. Sementara, dua pelaku lainnya masih dalam pengejaran pihaknya.

Terpisah, Misnan mengakuinya bahwa aksi tersebut ia lakukan karena terpaksa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. “Terpaksa bang. Pekerjaan sebagai supir truk tidak mencukupi. Apalagi orangtua saya sakit,” ujarnya kepada wartawan saat diwawancarai di ruang penyidik Subdit III Reskrimum Polda Sumut.(gir/ari)

Kader Bakar Baju Golkar

Sekretaris DPD yang Baru Sembunyi Dalam Mobil

MEDAN-Konflik di DPD Partai Golkar Sumut makin panas. Seratusan massa yang mengaku sebagai kader partai berlambang pohon beringin itu membakar baju partai tepat di depan kantor DPD Golkar Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim Medan.

Bahkan, Sekretaris DPD Partai Golkar Sumut yang baru terpilih HM Hanafi Harahap SH sampai bersembunyi dalam mobil.
Kejadian ini terjadi pada Senin (7/5) kemarin sekira pukul 10.00 WIB. Saat itu mobil Hanafi Harahap telah tiba di kantor. Namun, karena ada unjuk rasa dengan membakar atribut partai seperti baju, Hanafi mengurungkan niatnya untuk keluar.

Ratusan massa yang tak puas karena ada pemecatan 12 Pengurus DPD Partai Golkar Sumut oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar diketahui datang dari Deliserdang. Mereka datang dengan menumpang 6 angkutan kota. Selain membakar baju Golkar, mereka juga melakukan orasi yang intinya mengecam keputusan DPP Golkar tersebut.

“Kami meminta pada DPP Partai Golkar untuk mencabut SK DPP Partai Golkar No.170/DPP/Golkar/V/2012 tentang susunan kepengurusan DPD I Partai Golkar Sumut hasil revitalisasi karena telah melukai hati para kader daan simpatisan partai Golkar di Sumut,” teriak koordianator aksi, Sumabolo’o.

Sumabolo’o juga mendesak DPP Golkar untuk mengeluarkan Surat Perintah (intruksi) kepada DPD I Partai Golkar agar segera melaksanakan Musdalub Partai Golkar Sumut guna menetapkan susunan kepengurusan DPD I Partai Golkar Sumut yang sesuai dengan keinginan kader dan simpatisan. “Apabila ini tidak diindahkan maka kami akan menurunkan aksi massa yang lebih besar lagi untuk melakukan aksi serupa di kantor ini,” tegasnya.

Dianggap Massa Bayaran

Aksi ini berdurasi singkat, berlangsung hanya beberapa menit saja. Massa langsung bergerak pulang karena tidak seorang pun pengurus Partai Golkar Sumut yang menemui mereka.

“Itu bukan simpatisan ataupun kader Partai Golkar. Itu adalah massa bayaran yang dengan sengaja diturunkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk menjelek-jelekan citra Partai Golkar,” ujar Hanafi Harahap usai aksi.

Hanafi Harahap juga menyesalkan aksi yang dilakukan massa, yang dinilainya seperti petinju pukul lalu lari. “Revitalisasi bukan dari kemauan DPD atau kemauan kader. Kami menyesalkan adanya pihak-pihak yang membonceng. Unjuk rasa itu liar, seperti main tinju main pukul lari,” ujar Hanafi Harahap.
Dianggap sebagai massa bayaran, menurut Hanafi Harahap, terlihat jelas dengan baju Golkar yang masih baru. Jadi, kaos sengaja dibeli untuk dibakar. “Kami akan melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian. Untuk segera diselesaikan secara hukum karena kami menilai mereka telah membakar atribut Partai Golkar,” tegas Hanafi.

Leo Nababan: Usut Tuntas!

Dari Jakarta, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar, Leo Nababan dengan tegas menyatakan, pelaku aksi unjuk rasa yang sampai membakar atribut partai di depan kantor DPW Sumut, dipastikan orang suruhan.

“Saya sudah cek kebenarannya, itu yang melakukan aksi tidak ada yang merupakan anggota kita. Itu merupakan orang suruhan,” katanya.
Untuk itu, Golkar akan mendalami terlebih dahulu kasus ini terlebih dahulu. Termasuk kemungkinan untuk membawanya ke tingkat hukum. “Untuk itu kita berharap kasus ini untuk diperiksa secara mendalam, sehingga diketahui siapa otak dibalik aksi pembakaran atribut ini. Kalau ada yang coba-coba dari anggota kita, maka kita akan beri sanksi yang tegas,” sambungnya.

Menurut Leo, adalah merupakan hak setiap orang untuk masuk maupun keluar dari sebuah partai politik. Demikian juga dengan kader-kader yang berasal dari Partai Golkar. “Jangan merusak atribut partai dong,” tegasnya.

Karena hal tersebut menurutnya, sudah merupakan pelanggaran hukum yang berlaku. Untuk itu secara khusus ia mengingatkan para kader, terutama yang saat ini masih duduk sebagai anggota DPRD yang berasal dari Partai Golkar. “Kalau masih anggota DPRD, kita minta untuk tetap bekerja sebagaimana yang telah ditetapkan. Kalau tidak loyal, kami (DPP) pikir ulang untuk melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW),”ungkapnya yang memastikan bahwa pemecatan kedua belas anggota DPD Golkar Sumut beberapa waktu lalu, sudah merupakan keputusan partai. Dan itu sah ditandatangani oleh Ketua Umum Partai Golkar, Abruzial Bakrie.

“Jadi saya minta para kader untuk tetap menjaga kekompakan dan soliditas partai. Kalau ada yang coba-coba (melakukan aksi-aksi menentang kebijakan partai), kita akan beri sanksi tegas,” ancam Leo. (rud/gir)

Palar Nainggolan Tetap Diproses

Bebas Setelah Ketangkap Main Leng di Lapangan Golf

MEDAN-Palar Nainggolan dan tiga rekannya memang sudah dipulangkan usai ketangkap main judi leng pada Sabtu (5/5) lalu. Namun, proses hukum terhadap anggota DPRD Sumut yang juga mantan Ketua DPD Partai Demokrat Sumut tersebut dipastikan tidak berhenti.

Hal ini diungkapkan Kanit Judisila Polresta Medan, AKP Edi Safari. “Keempatnya memang pulang, tapi proses hukum tetap berlanjut,” ucapnya kepada Sumut Pos, Senin (7/5).

Palar dan tiga rekannya ketangkaap saat main judi jenis leng di Lapangan Golf Martabe Tuntungan. Mereka hanya dijerat pasal 303 Bis. Kini mereka sudah dipulangkan dan wajib melapor setiap harinya.

Edi Safari, menambahkan Surat Diberitahu Penyeledikan Tersangka (SDPT) tetap dilakukan oleh pihaknya, sehingga proses hukum terus dilakukan kepada orang yang melanggar hukum. Edi pun mengatakan berkas kasus Palar dkk akan secepatnya diserahkan ke Kejaksaan Negeri Medan.

PernyataanEdi dipertegas lagi oleh Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Yoris Marzuki. Katanya, biar pun pelaku judi leng tidak ditahan, termasuk Palar Nainggolan. Tapi, kasusnya tetap diproses. “Keempat pelaku yang diamankan oleh pihaknya, wajib lapor setiap hari ke komando,” tegasnya.
DPRD Sumut Heboh

Di Gedung DPRD Sumut, sejumlah wakil rakyat terkejut akibat ulah kader Partai Demokrat tersebut. Seperti anggota DPRD Sumut dari Partai Golkar, Isma Fadly Ardhya Pulungan.

“Iya? Ya Allah, ada-ada saja. Saya nggak tahu. Polisi pun ada-ada saja, main leng pun ditangkap. Lokasi-lokasi judi lainnya juga banyak, tapi tak ditangkap,” sebutnya.

Lebih lanjut, Isma mengaku bertanya-tanya, apakah permainan leng yang dilakukan Palar Nainggolan, memang diikuti dengan taruhan uang.
“Benar itu? Ada isinya (pakai uang, Red) itu? Ya Allah, ada-ada saja,” tutupnya.

Sedangkan itu, kolega Palar Nainggolan di Fraksi Demokrat DPRD Sumut, Sopar Siburian menjelaskan, apa yang dilakukan Palar bukanlah tindak pidana berat. Itu dibuktikan dari pasal yang dikenakan adalah pasal tindak pidana ringan, sehingga Palar Nainggolan bisa dilepas oleh polisi dengan tidak ditahan. Karena pasalnya ringan yakni 303 bis.

Dia merinci Pasal 303 ini ada dua, dan yang dikenakan adalah pasal yang ringan ancamannya empat tahun. “Sebenarnya, itu hanya iseng-iseng saja dan sumir. Dilakukan tidak di suatu lokasi atau markas judi. Artinya ringan. Jadi lagi sial saja,” ujarnya.

Badan Kehormatan Segera Agendakan Rapat

Terpisah, seorang anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Sumut, Amsal Nasution menerangkan, BK DPRD Sumut akan merapatkan dan membahas persoalan itu. Dan akan segera mengkonfirmasi atau klarifikasi terhadap yang bersangkutan.

“Kami belum bisa mengklarifikasi. Kami mencermati proses yang ada di kepolisian dan hargai prosesnya. Yang jelas, kami akan membahas dan merapatkannya lagi, dan menunggu proses di kepolisian,” terang anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS.

Amsal memaparkan, persoalan kode etik tidak sedetail dengan proses pidana di kepolisian.”Kami tidak terlalu detail soal kode etik, ini hanya menyangkut moralitas. Bisa diberi peringatan, teguran tertulis dan sebagainya,” tambahnya lagi.

Kelanjutan dari proses etik di DPRD Sumut, Amsal menyebutkan, pada prosesnya hasil rapat di BK DPRD Sumut, akan diberikan ke Partai Demokrat Sumut, untuk ditindaklanjuti partai.

Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Muslim Muis menerangkan dengan tidak ditahannya Palar Nainggolan, menunjukkan polisi tidak konsisten. Karena selama ini, penjudi kecil-kecilan saja seperti pembeli togel, dengan nyata-nyata langsung ditahan dan diproses secara hukum.

“Itu pidana, harus dilimpahkan ke kejaksaan dan pengadilan dan segera disidangkan. Kalau pasal bis, memang ada pasal pengecualian di bawah empat tahun. Itu juga sifatnya diskresi polisi. Artinya, bisa ditahan sebenarnya. Tapi ini nyatanya tidak ditahan. Dengan tidak ditahan seperti itu, dikhawatirkan bisa menghilangkan barang bukti, mengulangi tindak pidana dan lain sebagainya. Ini juga menandakan, polisi tidak konsisten,” sebutnya.

Dia meminta polisi itu harus konsisten. Pemain togel saja ditahan, mengapa dalam kasus yang melibatkan anggota DPRD Sumut tidak ditahan. “Artinya polisi tidak konsisten,” tegasnya.

Muslim menambahkan, BK DPRD Sumut harus segera menindaklanjuti dan membahas persoalan ini secepatnya. Dengan tidak ditahannya pelaku judi tersebut, bukan menandakan kasus pidana tersebut berhenti.

Selanjutnya, dia menyatakan, sebaiknya pihak dari Kapolri, Komisi Yudisial (KY), Kejaksaan Agung serta institusi penegak hukum pusat, untuk mengawasi persoalan ini, karena rentan tidak diproses disebabkan pelakunya adalah kader partai penguasa. (gus/ari)