27 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 3093

Jual Sabu, Oknum Guru Divonis 9 Tahun Penjara

VONIS: Majelis hakim membacakan putusan terhadap dua terdakwa kasus sabu, secara virtual di PN Medan, Selasa (14/9).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dian Alfanur Matondang SPd alias Komar (41) diganjar hukuman selama 9 tahun penjara. Oknum guru asal Tanjungpura, Langkat ini bersama Zulham Efendi alias Ogut (37) terbukti bersalah mengedarkan sabu seberat 1,4 kilogram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 4, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (14/9).

VONIS: Majelis hakim membacakan putusan terhadap dua terdakwa kasus sabu, secara virtual di PN Medan, Selasa (14/9).

Hakim Ketua Abdul Kadir dalam amar putusannya menyatakan, kedua terdakwa telah memenuhi unsur bersalah sebagaimana Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Sub Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mengadili, menjatuhkan terdakwa Zulham Efendi dan Dian Alfanur Matondang oleh karenanya dengan pidana penjara masing-masing selama 9 tahun, denda Rp1 miliar, subsider 4 bulan penjara,” tegasnya.

Menurut majelis hakim, hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran Narkotika. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Atas putusan tersebut, baik jaksa penuntut umum (JPU) Yusuf Dona Wibisono maupun penasihat hukum terdakwa kompak menyatakan pikir-pikir. Putusan hakim lebih ringan dari tuntutan JPU, yang semula menuntut kedua terdakwa selama 16 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

Diketahui, kasus bermula pada 18 November 2020, petugas Kepolisian Dit Resnarkoba Polda Sumut mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa terdakwa Komar sering mengedarkan Narkotika jenis sabu di Jalan Medan-Banda Aceh, Kecamatan Tanjungpura. Menanggapi informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengamanan (undercover buy) dan memesan sabu kepada terdakwa sebanyak 3 ons dengan harga Rp50 juta per onsnya.

Selanjutnya, petugas yang menyamar sebagai pembeli sepakat bertemu dengan terdakwa untuk transaksi sabu di Tanjung Pura. Lalu tiga hari kemudian, Sabtu 21 November 2020, petugas berangkat ke lokasi yang telah disepakati.

Kmudian petugas yang menyamar sebagai pembeli datang menjumpai terdakwa Komar dengan mengendarai mobil, lalu terdakwa Komar masuk kedalam mobil yang dikendarai petugas, sedangkan Ogut mengikutinya dari belakang dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario.

Setelah sampai di Pondok Santai, terdakwa Ogut dan Komar menyerahkan sabu tersebut kepada petugas yang menyamar sebagai pembeli. Dan petugas lainnya yang mengikuti dari belakang langsung melakukan penangkapan terhadap keduanya beserta barang bukti 300 gram.

Selanjutnya, petugas menginterogasi terdakwa Komar dan mengaku bahwa masih ada barang sabu seberat 1 kg yang disimpan di rumah terdakwa Komar di Desa Pekan Tanjung Pura, Kecamatan Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

Setelah sampai ke lokasi, petugas menggeledah rumah terdakwa Komar dan menemukan 1 bungkus plastik berisikan sabu seberat 1.000 gram, tepatnya di atas kereta sorong yang ditutupi dengan menggunakan kain. Selain itu, petugas juga menemukan 1 bungkus narkotika jenis sabu yang dibungkus dengan plastik seberat 184 gram dari dalam tas pancing terdakwa Komar. (man/azw)

Aksi Viral di Medsos, Pencuri Kotak Infaq Masjid Ditangkap

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pencuri kotak infaq di Masjid Jami Sentosa, Jalan Sentosa Lama, Kelurahan Sei Kera Hulu, Medan Perjuangan, diringkus Tim Reskrim Polsek Medan Timur, Selasa (14/9).

Kedua pencuri yang diamankan berinisial MF (20) warga Jalan Sentosa Lama, Gang Antara, Kelurahan Sei Kera Hulu, Medan Perjuangan dan RF (16) warga Jalan Kapten Muslim, Medan Helvetia.

Kapolsek Medan Timur Kompol M Arifin, mengatakan, kedua pencuri ditangkap setelah aksinya membawa kabur kotak infaq milik Masjid Jami Sentosa terekam kamera CCTV atau pemantau belum lama ini. Selanjutnya, video aksi keduanya tersebar dan viral di media sosial (medsos).

“Petugas kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya meringkus kedua pelaku saat bermain game online di warnet Jalan Sentosa Lama,” kata Arifin, Rabu (15/9).

Arifin menyebutkan, dari tangan kedua pelaku, petugas mengamankan kotak infaq yang mereka bawa kabur. “Kedua pelaku sudah ditahan dan tengah menjalani pemeriksaan penyidik untuk proses hukum lebih lanjut,” ujarnya singkat.

Sementara itu, tersangka MF mengakui telah mencuri kotak infaq di Masjid Jami Sentosa bersama rekannya RF. “Uang hasil dari mencuri kotak infaq itu kami pakai buat main game di warnet. Kami baru sekali ini mencuri di masjid,” akunya. (ris/azw)

Sidang Dugaan Penggelapan Harta Warisan, Korban Merasa Dibohongi Terdakwa

SUMPAH: Saksi korban Jong Nam Liong, disumpah untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan penggelapan harta warisan.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang Perkara dugaan penggelapan harta warisan orangtua senilai ratusan miliar, dengan terdakwa David Putranegoro alias Lim Kwek Liong (63) berlangsung panas di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (14/9) sore. Dalam sidang tersebut, dihadirkan saksi korban yakni Jong Nam Liong yang tak lain saudara kandung terdakwa.

SUMPAH: Saksi korban Jong Nam Liong, disumpah untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan penggelapan harta warisan.istimewa/sumutpos.

Saksi Jong Nam mengungkapkan, ia mengaku di sodorkan sebuah kertas oleh terdakwa David dan dimintai tandatangan. “Waktu itu gak ada tulisan katanya (terdakwa) bagi-bagi uang tandatangan itu,” katanya, dihadapan Hakim Ketua Dominggus Silaban.

Belakangan ia akhirnya tahu tentang Akta Perjanjian Kesepakatan Nomor : 8 tanggal 21 Juli 2008, yang ditandatangani oleh Ayahnya Alm Jong Tjing Boen. Padahal katanya, sejak tanggal 30 Juni sampai 5 September 2008, Alm Jong Tjing Boen berada di Singapura dalam rangka pengobatan.

“Di Rumah Sakit Mount Elisabeth Singapura Kondisinya udah koma, ngomong aja udah gak bisa. Masuk Mount Elisabet langsung diopname enggak bangun lagi,” katanya.

Dengan nada terbata-bata, saksi Korban Jong Nam Liong mengatakan bahwa ia merasa dibohongi oleh saudara kandungnya sendiri atas adanya akta tersebut. Menjawab pertanyaan majelis hakim yang diketuai Dominggus Silaban, korban mengaku tidak ada mendapat pesan apapun dari Almarhum ayahnya terkait seluruh harta warisan tersebut.

“Dia (terdakwa David) pembohong, enggak ada pesan (Almarhum Ayahnya) terkait harta warisan,” katanya sambil menunjuk terdakwa yang turut hadir di persidangan itu.

Menjawab pertanyaan Hakim anggota Dahlia Panjaitan, terdakwa mengaku merasa dirugikan atas adanya Akta Perjanjian Kesepakatan Nomor : 8 tanggal 21 Juli 2008 tersebut.

Sebab Akta Perjanjian tersebut katanya, menjadikan terdakwa sebagai pengendali atau yang dipercayakan untuk menyimpan maupun untuk melakukan jual beli, dari bagian harta peninggalan milik Alarhum ayahnya. “Rugi karena dibuat 30 tahun rumah enggak boleh dijual,” bebernya.

Namun beberapa pertanyaan dari Jaksa maupun majelis hakim tidak dapat saksi korban jawab karena lupa. Saksi korban pun sempat memohon kepada majelis hakim menunda sidang untuk minum obat karena penyakitnya kambuh.

Sementara itu, usai sidang kuasa hukum saksi korban Longser Sihombing mengatakan Jong Nam Lion dapat dikatakan dalam pendidikan sangatlah kurang.

“Sewaktu di BAP di Kepolisian saja dibutuhkan waktu yang panjang dan harus berbicara sangat sederhana.

Sehingga wajar jika di dalam persidangan sangat tidak fasih dalam berbicara ditambah lagi faktor usia yang sudah mencapai 70 tahunan,” katanya. (man/azw)

Leicester vs Napoli: Unjuk Kualitas

TERBAIK: Menjamu Napoli di Stadion King Power menjadi momen bagi Jamie Vardy dan kawan-kawan mengembalikan performa terbaiknya.

SUMUTPOS.CO – Big match bakal tersaji di matchday pertama Grup C Europa League 2021/2022. Leicester City akan menjamu Napoli di Stadion King Power, Jumat (17/9) dini hari pukul 02.00 WIB.

TERBAIK: Menjamu Napoli di Stadion King Power menjadi momen bagi Jamie Vardy dan kawan-kawan mengembalikan performa terbaiknya.

Keduanya belum pernah bertemu dalam pertandingan resmi. Hal itu membuat duel ini diprediksi berjalan panas. Leicester dan Napoli akan memanfaatkan duel nanti sebagai ajang unjuk kualitas.

Sayangnya, jelang laga ini, Jamie Vardy dkk sedang mendapatkan aura negatif pasca dipermalukan Manchester City di kompetisi Liga Inggris. Bermain di kandang sendiri, pasukan Brendan Rodgers harus rela menelan kekalahan dengan skor 0-1, karena gol tunggal dari Bernardo Silva.

Duel meladeni Napoli ini bisa menjadi kesempatan bagi The Foxes untuk memperbaiki performa dan kembali ke jalur kemenangan. “Kami masih sangat kompetitif. Saya hanya kecewa ketika tidak bisa memanfaatkan kesempatan meskipun ada peluang. Dengan sedikit keberuntungan yang didapatkan (Manchester City) atas gol itu, kami mengambil pelajaran dari laga tersebut,” ujar Brendan Rodgers, manajer Leicester City, dikutip laman resmi klub. Sementara, Napoli diyakini cukup percaya diri dalam menjalani lawatan ke Inggris. Pasalnya, I Partenopei baru saja menggasak Juventus 2-1 di Serie A, Sabtu (11/9). Kalidou Koulibaly menjadi pahlawan kemenangan Napoli setelah berhasil mencetak gol penentu pada menit ke-85. Hasil itu membuat Napoli saat ini bertengger di posisi tiga klasemen dengan koleksi sembilan poin dari tiga laga.

Jelang laga ini, Leicester dilaporkan harus bermain tanpa bek multi talenta, James Justin lantaran cedera. Selain itu, Wesley Fofana dan Nampalys Mendy juga dipastikan tidak bisa ikut menghadapi Napoli karena cedera. Selebihnya, tidak ada masalah lain yang menghambat formasi starting eleven racikan Brendan Rodgers. Sedangkan arsitek Napoli, Luciano Spalletti dikabarkan harus mengistirahatkan gelandang Diego Demme dan kiper Alex Meret yang cedera. Masih ada keraguan akan kehadiran gelandang Stanislav Lobotka dan striker Dries Mertens di tubuh tim Napoli. (bbs/adz)

2022, Lapangan Merdeka Dikosongkan, Pemko Medan Mulai Benahi Kota Lama Kesawan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tahun depan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan mulai menata Kota Lama Kesawan. Selain menata bangunan bersejarah di kawasan Kesawan, Pemko juga akan mengembalikan Lapangan Merdeka Medan ke fungsi awalnya, dengan merelokasi semua yang ada di atasnya, termasuk Merdeka Walk.

KEPALA Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT mengatakan, pengembalian fungsi Lapangan Merdeka kepada fungsi awalnya sebagai cagar budaya dan ruang terbuka hijau adalah bentuk keseriusan Pemko Medan menata kawasan Kota Lama Kesawan. Sebab nantinya, kawasan Kesawan, Lapangan Merdeka, Kantor Pos, dan Stasiun Besar Kereta Api Kota Medan akan dibuat terhubung satu sama lain atau terintegrasi.

“Lapangan Merdeka akan dikosongkan tahun depan. Betul-betul dibuat sebagai lapangan murni. Semua yang ada di atasnya akan dipindahkan, mulai dari Merdeka Walk, Pos Polantas, Pos Dishub Medan, Pos Dinas Kebersihan dan Pertamanan, kios pedagang buku, semuanya. Intinya, Lapangan Merdeka harus kosong. Itu salah satu bagian penting dari penataan kawasan Kesawan. Jadi Kesawan, Lapangan Merdeka, Kantor Pos, dan Stasiun Kereta Api ini bagian yang tak terpisahkan. Kalau mau ditata, ya harus secara keseluruhan,” kata Benny kepada Sumut Pos, Rabu (15/9).

Lantas, ke manakah Merdeka Walk akan dipindahkan atau direlokasi? Pasalnya, hingga saat ini kontrak kerjasama Merdeka Walk dengan Pemko Medan masih tersisa beberapa tahun lagi. “Ada beberapa opsi yang diberikan Pak Wali untuk Merdeka Walk, dan itu sudah mulai dikomunikasikan. Pertama, akan direlokasi ke Gedung Warenhuis yang juga akan kita bangun tahun depan, dananya dari CSR (Corporate Social Responsibility),” ungkap Benny.

Kedua, lanjut Benny, Merdeka Walk ditawarkan untuk pindah ke lokasi bawah tanah atau basement Lapangan Merdeka yang akan dibangun. “Berdasarkan rancangan yang ada, Lapangan Merdeka akan dibangun dengan memiliki basement atau tempat parkir bawah tanah,” jelas Benny.

Selain sebagai penataan parkir di kawasan Lapangan Merdeka Medan, basement ini juga akan difungsikan sebagai pusat sentra jajanan dan Merdeka Walk dimungkinkan untuk pindah ke basement tersebut. “Selain jadi tempat parkir, ruang bawah tanah Lapangan Merdeka juga akan jadi lahan relokasi untuk para pedagang buku. Kalau untuk tempat pedagang buku itu sepertinya sudah fix. Sedangkan untuk Merdeka Walk, opsi pertama yaitu di Gedung Warenhuis, itu masih yang paling memungkinkan,” bebernya.

Saat ini, kata Benny, Pemko Medan sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dan DPRD Sumut untuk membicarakan soal anggaran pembangunan Lapangan Merdeka Medan tersebut. Pasalnya, anggaran pembangunan Lapangan Merdeka Medan direncanakan akan bersumber dari APBD Sumut Tahun Anggaran 2022. “Ini sedang kita urus pengajuannya ke provinsi. Rencananya nanti dibangun dari APBD Provinsi Tahun 2022. Kalau kita hitung-hitung, sejauh ini anggarannya memungkinkan bila dari APBD Provinsi,” sebut Benny.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution telah memimpin rapat terkait paparan desain revitalisasi Lapangan Merdeka yang dilakukan secara langsung oleh Hartono Architect di Ruang Rapat I kantor Wali Kota Medan, Selasa (14/9) sore. Turut hadir dalam pertemuan itu, Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, dan Kepala Bappeda Kota Medan Benny Iskandar, Anggota DPRD Sumut Akbar Himawan Buchari, dan arsitek Suhardi Hartono.

Dalam rapat itu, Bobby Nasution mengatakan, revitalisasi tersebut diharapkan mampu menciptakan keterhubungan antara Kesawan, Lapangan Merdeka, dan Stasiun Kereta Api. Disebutkannya pula, revitalisasi ini juga harus membuat Lapangan Merdeka menjadi lebih bermanfaat. Diharapkan, persoalan parkir di kawasan tersebut bisa terpecahkan melalui revitalisasi itu, yakni dengan membangun tempat parkir terpusat di bawah tanah.

Sementara, Anggota DPRD Sumut Akbar Himawan Buchari, mengaku mendukung dan berharap revitalisasi Lapangan Merdeka ini dapat segera terwujud. Anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan Kota Medan ini mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pembahasan R-APBD Sumut 2022. Dalam pembahasan R-APBD itu, ada bantuan keuangan Pemerintah Provinsi ke Pemerintah Kabupaten/Kota.

Berkaitan dengan itu, Akbar meminta Pemko Medan untuk segera mengajukan proposal disertai surat pengantar dari Wali Kota agar bantuan keuangan provinsi ke Medan dapat dialokasikan guna mendukung revitalisasi Lapangan Merdeka. Akbar juga mengharapkan, agar proposal dan rancangan rinci revitalisasi itu dapat diterima dalam satu bulan ini.

Sebelumnya, arsitek Suhardi Hartono memaparkan, pendekatan yang akan dilakukan dalam revitalisasi ini adalah history urban landscape. Sedangkan konsep utamanya adalah pelestarian ruang kota bersejarah dan konteks dinamika rancang kota kontemporer.

Di samping itu, lanjutnya, revitalisasi ini mempertahankan signifikansi sejarah dan karakter Lapangan Merdeka, termasuk mempertahankan keberadaan pohon-pohon tua di sana. Dalam revitalisasi ini, juga dirancang tempat parkir yang akan dibangun di bawah tanah.

Investasi Bisa Tumbuh

Terpisah, Akademisi dari Prodi Admistrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara, Nana Dyki Dirbawanto SE MBA mengatakan, penataan Kota Lama Kesawan berpotensi menumbuhkan investasi dan bisnis di Kota Medan. “Kita mendorong Pemko Medan agar membuka peluang selebar-lebarnya bagi pihak swasta untuk ikut serta dalam penataan Kota Lama Kesawan, termasuk Gedung Warenhuis,” ungkap Nana.

Apalagi, lanjut dia, Pemko Medan juga melibatkan penanaman modal asing (PMA), maka dianggap suatu hal yang dapat dibenarkan, karena tujuan penataan Kesawan agar menjadi merek Kota Medan ke depan. Keberhasilan penataan sejumlah kota tua di Indonesia, terangnya, di antaranya Jalan Braga di Bandung, Kota Lama di Semarang, dan Kota Tua di Jakarta tidak terlepas dari dukungan swasta.

Ia melanjutkan, kini ketiga kawasan kota tua di Pulau Jawa tersebut menjadi merek dan daya tarik dalam mendatangkan wisatawan, sehingga berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“Saya menilai langkah wali kota menata kawasan kota lama di Medan sudah tepat dan memang harus dilakukan. Tapi, pihak swasta dilibatkan. Kita tidak bisa lagi cuma mengandalkan APBD maupun APBN, karena anggarannya terbatas,” terang dia.

Nana yang merupakan lulusan Universitas Negeri Semarang (S1) dan Institut Teknologi Bandung (S2) itu menerangkan salah satu upaya harus dilakukan Pemkot Medan agar swasta tertarik berinvestasi, yakni jaminan keamanan. “Swasta harus merasa yakin, jika investasi di Kota Medan benar-benar terjamin. Selain itu, pembenahan birokrasi terutama dalam proses perizinan,” tutur Nana Dyki Dirbawanto. (map/bbs)

Bobby Diminta Tak Perpanjang Kontrak Merdeka Walk

REVITALISASI: Desain revitalisasi Lapangan Mereka yang akan dibangun dengan mempertahankan nilai sejarah dan dilengkapi tempat parkir bawah tanah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – ASPIRASI berbagai kalangan terus mengemuka menyikapi upaya banding Wali Kota Medan, Bobby Nasution atas putusan Pengadilan Negeri Medan terkait Lapangan Merdeka Medan (LMM) sebagai cagar budaya (CB). Selain menyayangkan, menantu Presiden Joko Widodo juga diingatkan untuk berani bertindak tegas untuk kepentingan umum.

REVITALISASI: Desain revitalisasi Lapangan Mereka yang akan dibangun dengan mempertahankan nilai sejarah dan dilengkapi tempat parkir bawah tanah.

“Dia kan baru (jadi wali kota) sehingga tak ada beban. Begitu putusan pengadilan, harusnya dia ikut. Malah naik dia punya marwah dan profil. Terkhusus di kalangan pengiat heritage dan pusaka. Toh nanti diresmikan LMM sebagai CB, dia juga yang teken,” ujar pemerhati heritage Kota Medan, Rizali Harris Nasution kepada Sumut Pos, Rabu (15/9).

Ia memisalkan cerita serupa seperti yang pernah terjadi di Penang, Malaysia. Tatkala ada class action kepada gubernur Penang, terhadap bangunan-bangunan heritage yang mau dirubuhkan untuk perubahan tata ruang dan wilayah di sana. “Namun gubernurnya kalah. Yang tadinya bangunan mau diruntuhkan akhirnya tidak jadi. Malah akhirnya direstorasi dan pemerintahnya ikut. Artinya dia akan dikagumi orang. Dengan keputusan itu, bukan berarti jabatannya sebagai gubernur lantas turun. Sama halnya seperti Bobby, harga dirinya tidak lantas turun jika mengindahkan putusan PN Medan,” kata founding father Kelompok Humaniora dan Pokmas Mandiri itu.

Ia menilai, upaya banding ini terindikasi ada masukan yang tidak pas dari sekeliling Bobby. Karena ada bahasa upaya banding ini terkait kontrak para tenant di sana. “Memang secara hukum, karena sudah kontrak dia tidak bisa diusir begitu saja. Tapi bisa ada beberapa langkah yang dilakukan. Pertama menyatakan dengan tegas, bahwa kontrak tidak lagi diperpanjang,” ujar Rizali.

Secara hukum upaya banding ini, lanjut dia, merupakan hak wali kota dan perlu dihormati. Tapi akan lebih baik karena ini untuk kepentingan umum dan Bobby tidak punya beban apapun, kata Rizali, tidak perlu lakukan banding. “Saya khawatir kalau dia banding ini, kalau kalah lagi, akan ada gugatan lain supaya (tenant di Merdeka Walk) itu dikosongkan. Tentu lebih repot lagi kan. Bagus dia menyetujui putusan pengadilan, lantas kepada para tenant dia katakan kontrak tidak lagi diperpanjang dan akan diselesaikan secara bertahap. Apalagi sebuah kontrak menyangkut hukum yang tentu harus dihormati,” kata tokoh penggerak UKM di Sumut berlatarbelakang dokter tersebut.

Dari kaca matanya, LMM punya dua sisi. Pertama, LMM merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda. Kedua, memiliki sisi historis dan punya peranan untuk kemerdekaan Bangsa Indonesia. “Sebenarnya ini momen bagi Bobby untuk menunjukan siapa dia. Keberpihakan dia ke mana. Sekarang ini orang masih ragu sama dia. Apa sih sebenarnya yang mau dia buat untuk Medan? Sebab aksi ketok-ketok bangunan yang dia lakukan belakangan pun, tidak berlanjut kita dengar sampai hari ini,” ungkap Rizali.

Jika Medan mampu melestarikan sejarah dan heritage-nya, bukan tidak mungkin dapat menyamai Malaka dalam aspek tersebut. Termasuk untuk mendongkrak pendapatan asli daerah dari sisi objek wisata. “Jika kita bandingkan seperti di Malaka, di Johor, peninggalan sejarah seperti itu justru dijadikan sebagai objek turis. Di Malaka, misalnya, bukannya hebat kali. Cuma ada dua atau tiga meriam diletak di situ. Tapi orang datang ke situ buat foto-foto seharian. Bayangkan kita mau habiskan uang kita ke sana, hanya untuk berfoto di situ, naik becak lihat bangunan merah, kemudian minum cendol di pinggir jalan. Kayak tak ada aja cendol di sini (Medan), tapi orang happy,” urainya. (prn)

Penderita Covid di Sumut Tersisa 4.627 Orang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penanganan Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus menunjukkan perbaikannya. Tercatat, dari hasil yang diperoleh, jumlah kasus aktif yang ada terus mengalami penurunan seiring meningkatnya kasus sembuh dan turunnya penambahan kasus konfirmasi positif.

Berdasarkan perhitungan yang dilakukan melalui data Kemenkes RI melalui BNPB, jumlah kasus aktif Covid-19 di Sumut pada Rabu (15/9) ini mengalami penurunan hingga 2.525 poinn

Artinya jumlah penderita Covid-19 di Provinsi Sumut berkurang signifikan dari hari sebelumnya yakni sebesar 7.152 menjadi tinggal 4.627 orang.

Angka itu didapatkan dari penambahan kasus baru positif yang hanya sebesar 250 orang, sehingga totalnya naik dari 102.185 menjadi 102.435 orang. Kemudian untuk angka kesembuhan bertambah 2.725, sehingga totalnya naik dari 92.397 menjadi 95.122 orang.

Kemudian, untuk kasus kematian didapatkan penambahan 50 orang, sehingga totalnya naik dari 2.636 menjadi 2.686 orang. Untuk dari data tersebut maka diketahui bahwasanya kasus aktif Covid-19 Sumut kini tinggal 4.627 orang.

BOR Turun

Sementara, tingkat okupansi tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) pasien Covid-19 di rumah sakit di Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami penurunan. Sebelumnya sempat menyentuh di angka 40 persen lebih, kini turun di kisaran 20 persen.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumut dr Nelly Fitriani mengungkapkan, berdasarkan data isian tempat tidur Covid-19 rumah sakit yang melaporkan, tingkat utilisasi tempat tidur Covid-19 di Sumut sebesar 27,59 persen. Sedangkan tempat tidur isolasi 18,28 persen.

“Selama dua minggu terakhir, BOR Covid-19 Sumut terus mengalami penurunan setiap harinya. Pada awal bulan ini, ICU Covid-19 sempat di angka 43,92 persen. Namun, saat ini turun menjadi 27,59 persen. Begitu juga dengan isolasi Covid-19, pada awal bulan ini mencapai 34,24 persen. Tetapi, kini turun di angka 18,28 persen,” ungkap Nelly, Rabu (15/9).

Nelly menyebutkan, penurunan juga terjadi terhadap BOR Covid-19 Kota Medan. Sebelumnya berkisar 50 hingga 40 persen, kini hanya sekitar 30 hingga 20 persen. “Untuk Kota Medan, saat ini tempat tidur ICU Covid-19 sebesar 31,23 persen dan tempat tidur isolasi 24,62 persen. Sebelumnya, pada awal bulan ini ICU Covid-19 sempat mencapai 53,16 persen dan isolasi 43,82 persen,” sebutnya.

Lebih lanjut Nelly menyampaikan, berdasarkan peta risiko BOR Covid-19 rumah sakit di Sumut, saat ini kondisinya masih ‘kuning’ (hati-hati) dan ‘hijau’ (dipantau). Selain itu, terdapat juga kondisi yang masih ‘merah’ (darurat). “Kondisi kuning dan hijau ada di 31 kabupaten/kota, sedangkan merah hanya 2 kabupaten/kota,” tukasnya.

Berdasarkan data yang dilaporkan rumah sakit secara online itu juga, saat ini di RSUP Haji Adam Malik tersedia 62 bed ICU Covid-19 dan 12 bed terpakai serta isolasi 216 bed dan 53 bed terpakai. Kemudian, RSUD dr Pirngadi Medan tersedia 9 bed ICU dan 4 terpakai serta 139 bed isolasi dan 18 terpakai.

Jokowi: Tetap Waspada

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mensyukuri capaian positif Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Hal itu terlihat dari data yang menunjukkan tren penurunan kasus Covid-19. Meskipun demikian, pemerintah selalu waspada terhadap tekanan yang selalu muncul.

“Kasus Covid-19 terus menunjukkan tren penurunan. Kita sangat optimistis tetapi kita juga tetap harus selalu waspada,” ujarnya secara virtual, Rabu (15/9).

Menurutnya, Indonesia tidak masuk dalam 10 besar jumlah kasus tertinggi di dunia dengan jumlah penduduk terbesar di dunia. Hal itu menjadi salah satu capaian positif.

Jokowi memaparkan, kasus harian di Indonesia terus mengalami penurunan, dari puncaknya pada 15 Juli lalu dengan 56.000 kasus menjadi 2.577 kasus pada 13 September 2021. Bahkan, penurunan yang signifikan tersebut jauh melebihi negara-negara tetangga di ASEAN.

Tingkat keterisian rumah sakit juga turun, dimana keterisian tempat tidur atau BOR nasional Indonesia ada di angka 13,8 persen. BOR Wisma Atlet yang dulu sempat di angka 92 persen saat ini sudah turun menjadi 7 persen.

Ia memaparkan, per 12 September 2021 angka positivity rate harian berada di 2,64 persen. Angka tersebut lebih baik dari dunia di angka 8,34 persen. Sementara, angka kesembuhan Indonesia mencapai 94,03 persen, di atas rata-rata dunia yang hanya 89,59 persen.

Sedangkan terkait vaksinasi, jumlah orang yang divaksinasi sudah mencapai 72,76 juta orang atau 34,94 persen. Jika dilihat dosis yang sudah disuntikkan berada di angka 42,2 persen. Meskipun demikian, protokol kesehatan Covid-19 harus tetap diterapkan. “Kita akan terus meningkatkan vaksinasi, kecepatan vaksinasi, tetapi kita harus selalu waspada, kita harus selalu disiplin terhadap protokol kesehatan, selalu memakai masker,” pungkasnya. (ris/jpc)

Sejak Jadi Gubsu, Harta Edy Turun Rp8 Miliar

MENJAWAB: Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi menjawab wartawan soal isu perselingkuhan Wabup Humbahas, Oloan P Nababan dengan salah seorang ASN Pemprovsu, usai Salat Zuhur di Masjid Agung Medan, Kamis (26/8).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merilis harta kekayaan penyelenggara negara baru-baru ini. Khusus Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi, melalui situs e-LHKPN KPK, Jumat (10/9), diketahui mengalami penurunan usai menjadi Gubsu sejak 2018. Penurunan tercatat hingga Rp8 miliar.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.

Berdasarkan situs e-LHKPN KPK, Edy Rahmayadi pertama kali melaporkan hartanya sebagai Gubsu pada 5 Maret 2019. Harta yang dilaporkan merupakan kekayaan Edy pada 2018.

Dalam LHKPN periodik 2018, Edy tercatat memiliki 15 bidang tanah dan bangunan dengan total nilai Rp15,9 miliar. Tanah tersebut tersebar di Medan, Bogor, Delisedang, Binjai, serta Kampar, Riau.

Edy juga tercatat memiliki harta berupa dua unit mobil yakni Honda Jazz 2011 dan Honda Jazz 2015. Totalnya berjumlah Rp360 juta. Dia tercatat memiliki harta bergerak lain Rp193 juta serta kas dan setara kas Rp7,1 miliar. Hartanya berjumlah Rp23.631.963.468 (Rp23,6 miliar).

Pada LHKPN periodik 2019, Edy tercatat memiliki 15 bidang tanah dan bangunan bernilai Rp15,9 miliar. Edy juga tercatat masih memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp193 juta.

Edy tercatat tak lagi memiliki kendaraan pada LHKPN 2019. Selain itu, harta berupa kas dan setara kas Edy tercatat berkurang menjadi Rp 645 juta. Dia tercatat tak memiliki utang. Total harta Edy pada 2019 berjumlah Rp16.743.729.194 (Rp16,7 miliar).

Selanjutnya Edy tercatat menyerahkan LHKPN periodik 2020 pada 1 Februari 2021. Pada tahun ini, harta Edy yang dilaporkan juga berkurang. Dia melaporkan memiliki 12 bidang tanah dan bangunan pada 2020. Total nilainya berjumlah Rp12,1 miliar.

Bahkan mantan Pangkostrad itu tetap tak memiliki alat transportasi pada LHKPN 2020. Dia tercatat masih memiliki harta bergerak Rp193 juta. Edy tercatat memiliki kas dan setara kas Rp3 miliar dan tak memiliki utang. Total harta Edy pada 2020 berjumlah Rp15.396.212.690 (Rp15,3 miliar).

Lantas seperti apa persepsi publik atas kabar tersebut? Dari aspek politik, menurut pengamat politik, Faisal Riza, masyarakat tidak perlu mengalihkan perhatian soal berkurangnya harta Gubsu Edy. Melainkan tetap fokus mengawasi dan menuntut kinerja, apa lagi sekarang pengendalian pandemi ini serius harus ditangani.

“Saya melihatnya begini. Pertama, kita apresiasi laporan soal harta kekayaan Gubsu ini. Yang penting, kurangnya harta tidak mengurangi konsentrasi bekerja untuk masyarakat,” katanya menjawab Sumut Pos, Rabu (15/9).

Kata Riza, paling terpenting lagi adalah, kinerja Gubsu Edy harus terus meningkat guna mewujudkan visi misinya bersama wakilnya, Musa Rajekshah (Ijeck), yakni “Sumut Aman, Maju, dan Bermartabat”, sebagaimana pula sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Sumut 2018-2023. Apalagi, pasangan berakronim Eramas saat Pilgubsu 2018 lalu, memiliki sisa jabatan dua tahun lagi memimpin Provinsi Sumut.

“Ya (harus meningkatkan kinerjanya). Secara singkat memang bisa menuai simpati publik dan berpengaruh, (tapi) secara elektoral apa iya memang begitu? Belum tentu. Tergantung persepsi masing-masing orang. Kalau saya sih gak tertarik,” pungkas dosen Universitas Islam Negeri Sumut (UINSU) tersebut.

Sedangkan pemerhati transparansi keuangan di Sumut menilai, kabar berkurangnya harta kekayaan Gubsu Edy ini, cukup menarik. “Saya pikir ini cukup menarik. Apabila di daerah lain kekayaan (pejabat di daerah) bertambah, tapi untuk beliau (Edy Rahmayadi) justru berkurang,” ujar mantan sekretaris Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Sumut, Elfenda Ananda.

Dari sisi operasional, menurut dia, kepala daerah punya biaya operasional yang jumlahnya besar. Terlebih semua kebutuhan kepala daerah ditanggung oleh dana APBD.

“Selain itu beliau punya pendapatan insentif dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang resmi diatur dalam Undang-undang. Akan tetapi mungkin saja, Gubsu punya kebutuhan pribadi yang tidak diketahui oleh publik selama tiga tahun ini,” tutup pria yang akrab disapa El tersebut. (prn)

Ternyata, Ada 5 Orang Perampok Toko Emas Simpang Limun, Sebelum Merampok, 3 Pelaku Tinjau Lokasi

Pemaparan: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memaparkan aksi perampokan toko emas Pasar Simpang Limun di Mapolda Sumut, Rabu (15/9). dewi s lubis/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi perampokan dua toko emas di Pasar Simpang Limun Medan, ternyata dilakukan oleh lima orang. Perampokan itu juga dilakukan dengan perencanaan yang begitu matang. Hal itu diungkap Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat konferensi pers di Mapolda Sumut, Rabu (15/9).

Pemaparan: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak memaparkan aksi perampokan toko emas Pasar Simpang Limun di Mapolda Sumut, Rabu (15/9). dewi s lubis/sumut pos.

Kapolda mengungkapkan identitas kelima tersangka perampokan tersebut. Yakni, Farel (21) ,warga Jalan Garu I Gang Manggis, Medan Amplas; Hendrik Tampubolon (38), warga Jalan Paluh Kemiri Lubukpakam, Deliserdang. Kemudian Paul (32), warga Jalan Menteng VII Gang Horas, Medan Denai; Prayogi alias Bejo (26), warga Jalan Bangun Sari Lingkn II Medan Johor, dan Dian.

Dikatakan Irjen Panca, tersangka Hendrik yang diduga sebagai otak perampokan, tewas ditembak petugas, dikarenakan berusaha kabur dan melakukan perlawanan. Dijelaskan Kapolda, ide perampokan itu disampaikan Hendrik kepada tersangka Dian. Lalu, Hendrik meminta Dian untuk mencari orang, guna melakukan aksi perampokan tersebut. “Setelah 3 orang ditemukan, yakni Paul , Farel dan Prayogi alias Bejo. Maka dipertemukanlah 3 orang ini dengan Hendrik,” ungkap Panca.

Penetapan lokasi perampokan di Pasar Simpang Limun juga merupakan ide Hendrik. “Kemudian sebelum perampokan, mereka melakukan observasi. Peninjauan ke lapangan. Kapan itu? Tepat pada 25 Agustus 2021 sekitar siang hari,” beber Kapolda.

Tersangka Paul, Farel, Prayogi mendatangi Pasar Simpang Limun melihat sasarannya, menentukan dan memperhatikan toko yang akan jadi sasarannya. “Kemudian setelah itu mereka kembali dan melaporkan hasil observasinya kepada Hendrik. Dan direncanakanlah perampokan pada esok harinya,” terang Panca.

Jadi, lanjut Panca, dari fakta yang ditemukan hasil penyelidikan, perampokan ini terencana dengan baik. “Karena sebelum melakukan, mereka observasi. Kedua, mereka melakukan persiapan yang matang antara lain, seluruh pelaku menggunakan atau melapisi tangannya dengan plaster kain atau hansaplas. Apa tujuannya, yakni agar sidik jarinya tak terlihat oleh polisi,” sambung Kapolda.

Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti beberapa unit sepeda motor, dan beberapa unit telepon genggam, dan empat pucuk senjata api di antaranya 3 FM rakitan dan satu senjata api laras panjang, serta emas hasil perampokan seberat 6,5 kg senilai Rp6,5 miliar.

Panca menambahkan, polisi masih melakukan penyelidikan lainnya yang diduga ikut terlibat. “Kita masih melakukan penyelidikan lebih dalam,” tegasnya.

Dijelaskannya, aksi para perampok jalanan di Pasar Simpang Limun pada hari, Kamis (26/8) lalu ini cukup menyita perhatian publik. Kawanan perampok bersenjata api itu, sempat meletuskan senjata apinya di sekitar lokasi kejadian saat melarikan diri agar warga tak mengejar mereka. Usai merampok, komplotan tersebut langsung kabur dengan menggunakan sepeda motor. “Untuk kasus ini para tersangka diancam dengan, Pasal, 365 Ayat 2 4e dan 2e, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara Paul, seorang pelaku, mengaku diajak Hendrik. Paul juga mengaku sudah dua kali berurusan dengan polisi dan pernah mendekam di Rutan Tanjunggusta selama 1 tahun 6 bulan atas kasus penggelapan Handphone dan pencurian sepeda motor (Curanmor) dengan hukuman 3 tahun penjara.

Paul juga mengungkapkan, kalau dirinya berperan sebagai penghubung. Dia mengaku kalau yang tiga temannya tersebut, dirinya yang mengenalkan dengan Hendrik. (dwi)

Ubah Mindset Konsumtif: Prioritaskan Kebutuhan, Mulailah Berinvestasi

ASAHAN, SUMUTPOS.CO—Pemicu perilaku konsumtif di online antara lain disebabkan karena mengikuti tren, ada diskon, dan terpengaruh promosi iklan. Hal ini penting dipahami masyarakat terutama yang menggandrungi belanja online pada platform-platform digital yang tersedia.

KEBEBASAN: Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo RI diselenggarakan di Kabupaten Asahab, Sumut, mengangkat tema besar “Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”, pada 20 Agustus 2021. (IST)

“Cara untuk menghilangkan budaya konsumtif di antaranya menabung, membuat anggaran, prioritaskan kebutuhan, dan mulailah berinvestasi,” kata Kepala Dewan Kesehatan Rakyat Sumatera Utara, Sugianto saat menjadi pemateri dalam Webinar Gerakan Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumut pada Jumat, 20 Agustus 2021.

Memberikan materi bertajuk “Peran Literasi Digital Untuk Mengubah Mindset Konsumtif Menjadi Produktif” di sesi Budaya Digital, Sugianto juga menjabarkan cara menjadi produktif dengan internet antara lain pasarkan produk UMKM melalui online, bergabung di komunitas, meriset konsumen, memanfaatkan internet untuk mencari peluang bisnis, mitra dan mentor, mengamati para pesaing, dan harus berinovasi dalam menciptakan produk.

Menyambung pernyataan Sugianto, Asril Pramutadi, Dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), menyampaikan pentingnya kecakapan digital yang mesti dimiliki masyarakat selama berselancar di dunia maya. Ia menjabarkan sesuai tema yang diangkat, yakni “Positif, Kreatif dan Aman di Internet”.

Positif itu adalah, kata dia belajar secara terus menerus, menjadi seorang ahli, menciptakan hal yang rutin setiap pagi dan mempunyai rencana strategi. Kreatif, lanjut Asrul adalah belajar sesuatu yang baru, belajar dari orang sukses, menjadi seorang yang bisa mengatasi masalah, mendokumentasikan, mengambil foto-foto, dan mengumpulkan, terbuka dan sadar, selalu optimis, antusias dan selalu bersemangat.

“Terakhir adalah Aman, yaitu selalu waspada, selalu positif, saling menghargai dan bijak,” ujarnya berbicara di sesi Kecakapan Digital.

Menguatkan materi Asrul, Virna Lim selaku Chairwoman of Sobat Cyber Indonesia, melalui tema “Main Aman Saat Belanja Online”, memberi tips agar aman belanja online antara lain situsnya dapat dipercaya, baca dengan cermat kebijakan situs belanja, waspada dengan barang murah, baca deskripsi dahulu, pilih pembayaran yang paling aman, simpan bukti transaksi dan selalu gunakan perangkat pribadi.

Menurut dia, saat pandemi Covid 19 membawa dampak perubahan yang sangat signifikan terhadap dunia online, salah satunya adalah peningkatan terhadap belanja online. “Kenapa harus online shop? Karena murah, mudah dan praktis tetapi tetap dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk menipu di platform belanja online,” pungkasnya.

Sementara Abdul Karim, Dosen AMIK STIEKOM Sumut, sebagai pemateri di sesi Etika Digital, menyampaikan tema bertajuk “Etika Pelayanan Dalam Berbisnis Digital”. Ia menjelaskan etika dalam berbisnis online antara lain sikap santun dan ramah kepada pembeli, membalas semua pertanyaan, tidak menyalahgunakan data pembeli, jujur dalam menulis deskripsi barang yang dijual, membungkus (packing) yang rapi.

Menurutnya, hal ini karena bisnis tidak hanya bertujuan untuk profit melainkan perlu memertimbangkan nilai-nilai manusiawi, apabila tidak akan mengorbankan hidup banyak orang, sehingga masyarakat pun berkepentingan agar bisnis dilaksanakan secara etis. “Bisnis saat ini dilakukan dalam persaingan yang sangat ketat maka dalam persaingan bisnis tersebut, orang yang bersaing dengan tetap memerhatikan norma-norma etis pada iklim yang semakin profesional justru akan menang,” urai dia.

Webinar diakhiri Theresia Jeniffer Sheren, seorang musisi yang menyimpulkan hasil webinar dari tema yang sudah diangkat oleh para narasumber.

Adapun sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, kegiatan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya SDM yang memiliki talenta digital. Berkenaan dengan itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera pada 77 kabupaten/kota dari Aceh hingga Lampung.

Ditjen Aptika memiliki target hingga 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital, yakni secara spesifik dimulai pada 2021.
Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta internet yang semakin masif oleh masyarakat, sehingga implementasi program literasi digital di daerah perlu terus digalakkan. (rel/dek)