BANJIR: Kondisi banjir kiriman Sungai Padang merendam rumah warga di empat kelurahan di Kota Tebingtinggi, Senin (28/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penanganan banjir di Kota Medan, Binjai, Deliserdang (Mebidang) bahkan Kota Tebingtinggi, hingga kini belum diketahui progresnya sudah sejauh mana. Pasalnya, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, hingga kini belum mau buka suara terkait penanganan banjir tersebut.
BANJIR: Kondisi banjir kiriman Sungai Padang merendam rumah warga di empat kelurahan di Kota Tebingtinggi, Senin (28/12).
Meski demikian, Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi menyatakan, perbaikan tanggul yang jebol beberapa waktu lalu, terkhusus di kawasan Kompleks De Flamboyan, Tanjung Selamat, Deliserdang, masih dalam tahap pengerjaan. Di samping itu, diakui dia, normalisasi terhadap aliran Sungai Belawan di kawasan tersebut memang harus segera dilakukan.
Menurut Edy, banjir yang kembali melanda kawasan tersebut pada Sabtu (26/12), lantaran kondisi tanah berada di dataran yang lebih rendah dari permukiman sekitarnya. “Pertama, memang tanahnya itu rendah. Kedua, sungai itu harus di normalisasi. Ketiga, tanggul harus dibenahi,” kata Edy menjawab wartawan, Senin (28/12).
Terkait perbaikan tanggul, Edy menyebutkan, itu merupakan kewenangan dari BWSS II. Ia pun berharap masyarakat di Kompleks De Flamboyan agar bersabar hingga tanggul yang masih dalam tahap perbaikan itu selesai dikerjakan. “Selama itu tidak dilakukan (diperbaiki), tak akan siap masalah banjir. Siapa yang berwenang? Itulah BWS. Sedang dikerjakan oleh BWS, tak mungkin serta merta langsung selesai. Banjir ini juga akumulasi dari tahun ke tahun,” katanya.
Kepala BWSS II, Maman Noprayamin terkesan tak kooperatif ketika ditanya wartawan terkaait tindak lanjut penanganan banjir ini. Berulang kali dilayangkan konfirmasi via WhatsApp dan dihubungi ke nomor selulernya, ia ogah menggubris. Padahal terlihat pada aplikasi tersebut, pesan sudah dibaca dan nomornya juga aktif.
Sebelumnya, Menteri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimoeljono pada Senin (7/12) lalu mendatangi kompleks De Flamboyan untuk melihat langsung kondisi tanggul jebol, yang mengakibatkan permukiman warga tersebut mengalami banjir besar. Basuki didampingi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Kepala BWSS, II Maman Noprayamin terlihat beberapa kali berdiskusi sembari melihat peta grafis sungai. Usai meninjau, Basuki pun mengaku ada dua hal yang sedang dilakukan Kementerian PUPR, pertama memperbaiki tanggul yang jebol untuk mengantisipasi air di aliran Sungai Belawan kembali memasuki Kompleks De Flamboyan.
“Pertama bikin groundsill di hilir, meninggikan dasar sungai supaya arus sungai tak terlalu deras. Tidak menghantam kiri-kanan tebing. Tebingnya juga saya kira ini tidak dibuat terlalu proper, tidak proper karena kelihatannya tidak ada pemadatan. Nanti akan kita padatkan,” katanya.
Kemudian langkah kedua yang segera dilakukan yakni, pihaknya akan melakukan normalisasi aliran Sungai Belawan. “Mudah-mudahan untuk tanggul darurat ini 3 minggu selesai,” ujarnya.
Lagi, Banjir Kiriman Rendam Tebingtinggi
Sementara, hujan deras yang mengguyur wilayah hulu Sungai Padang, tepatnya di daerah Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, Minggu (27/12) malam, mengakibatkan banjir kiriman yang merendam ratusan rumah di empat kelurahan wilayah Kota Tebingtinggi. Banjir kiriman tersebut mulai memasuki pemukiman warga, Senin (28/12) dini hari pukul 02.00 WIB.
Wilayah yang terendam meliputi Kelurahan Bandar Utama, Kelurahan Sri Padang dan Kelurahan Badak Bejuang dan Kelurahan Bandar Sakti. Ada sekitar 850 rumah warga yang terendam banjir kiriman Sungai Padang di empat kelurahan tersebut.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tebingtinggi, Wahid Sitorus membenarkan banjir kiriman Sungai Padang telah menggenangi tiga kelurahan yang ada di Kota Tebingtinggi. “Namun pagi ini banjir kiriman telah surut, diharapkan kepada warga untuk terus waspada mengantisipasi banjir kiriman karena wilayah hulu sungai masih diguyur hujan deras. Warga juga diharapkan terus bisa mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19 saat banjir,” cetusnya.
Masih menurut Wahid, diperkirakan ada 850 rumah diempat kelurahan yang terendam banji kiriman, tapi kondisi air saat ini sudah surut dan warga bisa beraktivitas kembali. “Diperkirakan sesuai data banjir kemarin, ada ratusan rumah terendam, sekitar 850 rumah, terkait jumlah yang pasti datanya belum kami terima dari pihak kelurahan yang terendam banjir,” bilang Wahid.
Salah seorang warga Jalan Anturmangan, Kelurahan Sri Padang, Kecamatan Rambutan, Kota Tebingtinggi, Erwan mengatakan banjir kiriman mulai masuk kepemukiman warga pada Senin (28/12 dini hari, kondisi banjir tidak terlalu parah, ketinggian air hanya 10 centimeter hingga 40 centimeter. (prn/ian)
LAYANI: Petugas BPJS Kesehatan melayani peserta yang membutuhkan informasi. Pasien Corona tidak ditanggung oleh program BPJS Kesehatan.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah sudah memutuskan untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan ini berlaku mulai tahun baru atau Januari 2021.
Ilustrasi.
Hal ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomo 64/2020, di mana pemerintah memutuskan untuk mengurangi bantuan iuran tiap peserta BPJS Kesehatan Kelas 3 Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) atau kelas mandiri hanya menjadi Rp7.000 per orang, dari sebelumnya bantuan iuran dari pemerintah sebesar Rp16.500 setiap bulan.
Diketahui sbelumnya, iuran peserta BPJS Kelas 3 mandiri adalah sebesar Rp42.000, dengan adanya bantuan subsidi dari pemerintah Rp16.500, maka setiap bulan peserta mandiri harus membayar Rp25.500. Namun dengan adanya keputusan Perpres 64/2020, maka Peserta BPJS Kesehatan Kelas 3 mandiri mulai 2021, harus membayarkan iurannya menjadi Rp35.000 per bulan atau naik Rp9.500.
irektur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani menjelaskan, pengurangan bantuan besaran iuran yang dilakukan pemerintah, dalam rangka untuk menyesuaikan kebijakan fiskal APBN Tahun Anggaran 2021.
Pengurangan bantuan iuran dari pemerintah juga dalam rangka untuk keberlanjutan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan sudah diamanatkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020. “Peran pemerintah nyata untuk membantu masyarakat yang kurang mampu khususnya, serta pengelolaan JKN secara komprehensif,” ujar Askolani, Senin (28/12).
Sementara itu, untuk peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI), pemerintah tetap membayarkan iuran PBI bagi 40 persen atau 96 juta masyarakat miskin sebesar Rp42.000. Dalam pembayaran iuran peserta PBI di tahun 2021, akan ada kontribusi pemerintah daerah (Pemda) Provinsi sebesar Rp2.000 sampai Rp2.200 tergantung kapasitas fiskal daerah.
Pada tahun depan, menurut Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muttaqien, tarif iuran BPJS Kesehatan tetap mengacu pada Perpres 64/2021. Kendati demikian, ada perubahan di dalam peserta mandiri atau peserta PBPU dan BP Kelas 3, karena besaran iuran pemerintah yang tadinya sebesar Rp 16.500 per orang setiap bulan, di tahun depan bantuan besaran iuran hanya Rp 7.000 per orang setiap bulan.
Dengan demikian, berikut daftar iuran BPJS Kesehatan 2021 yang mengacu pada Perpres Nomor 64 Tahun 2020 yakni Kelas 1 Rp150.000, Kelas 2 Rp100.000, dan Kelas 3 Rp35.000.
Perlu diketahui, tidak ada denda keterlambatan pembayaran iuran terhitung mulai 1 Juli 2016. Denda dikenakan apabila dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan diaktifkan kembali, peserta yang bersangkutan memperoleh pelayanan kesehatan rawat inap.
Sementara untuk besaran denda pelayanan sebesar 2,5 persen, dari biaya diagnosa awal pelayanan kesehatan rawat inap dikalikan dengan jumlah bulan tertunggak dengan ketentuan; Jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan. Besaran denda paling tinggi Rp30 juta. Dan bagi Peserta PPU pembayaran denda pelayanan ditanggung oleh pemberi kerja. (bbs/adz)
SOSIALISASI: Tim Satgas Covid-19 Kota Medan foto bersama pengunjung di Medan Zoo.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – MENJELANG libur akhir tahun 2020, diperkirakan sejumlah objek wisata bakal ramai dikunjungi masyarakat yang akan mengisi waktu liburaan mereka. Karenanya, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan akan memperketat penggawasan protokol kesehatan (prokes) di lokasi wisata guna mencegah penyebaran virus Corona di Kota Medan.
SOSIALISASI: Tim Satgas Covid-19 Kota Medan foto bersama pengunjung di Medan Zoo.
Tak berbeda dengan momen libur Natal kemarin, tim Satgas Covid-19 Kota Medan akan melakukan peningkatan pengawasan di sejumlah lokasi yang dinilai berpotensi dapat mengumpulkan massa dan menyebabkan penularan virus. “Untuk libur Tahun Baru fokusnya sama, perbedaan hanya sedikit. Kalau di Natal ada fokus ibadah Natal di gereja, sisanya semua fokusny sama,” kata Kepala Satpol PP Kota Medan, Muhammad Sofyan kepada Sumut Pos, Senin (28/12).
Menurut Sofyan, adapun beberapa lokasi yang menjadi fokus bagi pihaknya seperti pusat-pusat perbelanjaan, tempat hiburan, restoran, kafe, terminal, dan pool bus. Selain itu, karena liburan panjang, pihaknya juga fokus melakukan pengawasan ke tempat-tempat kunjungan wisata di Kota Medan seperti Kebun Binatang (Medan Zoo), kolam renang dan lainnya.
“Namanya orang berlibur, tentu banyak yang mengunjungi tempat-tempat itu. Artinya, ada potensi penyebaran di sana. Nah, di situlah kita menjalankan fungsi kita dalam menindak pelanggaran atas Perda yang ada,” ujarnya.
Terkait surat edaran (SE) Wali Kota Medan Nomor 556/8906 tentang penutupan sementara dan pembatasan jam operasional tempat usaha jasa pariwisata yang dibatasi sampai pukul 21.00 WIB atau jam 9 malam, Sofyan mengatakan, pihaknya juga fokus dalam melakukan pengawas terkait hal tersebut. “Oh, itu juga kita lakukan sejak 24 Desember yang lalu sampai 31 Desember nanti. Kan memang begitu dalam surat edarannya, maka kita tertibkan yang melanggar sampai tanggal 31 Desember nanti. Sanksi bagi yang masih membuka usahanya di atas jam 9 malam, tentu selain kita tegur juga akan langsung kita bubarkan,” tegasnya.
Terpisah, Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Medan, Arjuna Sembiring mengatakan, jika Tim Satgas Covid memang akan meningkatkan pengawasannya menjelang libur tahun baru. “Karena itu, di libur tahun baru ini kita juga meminta kepada masyarakat Kota Medan untuk tidak melakukan perjalanan, khususnya ke luar kota atau luar daerah bila memang tidak ada kepentingan yang sangat mendesak. Kalaupun harus pergi, maka protokol kesehatannya harus diperhatikan betul,” kata Arjuna.
Selain itu, Pemko Medan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) dalam mengawasi perjalanan dari dan keluar Kota Medan. “Harapannya supaya dapat mencegah tingginya lonjakan perjalanan masuk maupun keluar Kota Medan,” tuturnya.
Pemko Medan berharap, libur tahun baru di tengah pandemi ini dapat dimanfaatkan untuk kumpul bersama keluarga di rumah dan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah dan melakukan kegiatan-kegiatan perayaan pergantian tahun di malam tahun baru seperti tahun-tahun sebelumnya. “Itu sebabnya, Pemko Medan mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, bahwa tidak ada pertanyaan malam tahun baru seperti tahun-tahun yang lalu,” tegasnya.
Seperti diketahui, libur Natal 2020 telah berakhir pada Minggu, 27 Desember 2020 yang lalu. Dalam waktu dekat ini, masyarakat di tanah air, termasuk di Kota Medan akan menikmati libur panjang selanjutnya. Tak berbeda dengan total jumlah hari libur pada momen Natal yang lalu, kali ini masyarakat kembali akan menikmati liburan selama 4 hari, yakni libur cuti pengganti Idul Fitri pada Kamis 31 Desember 2020, libur Tahun Baru pada Jumat 1 Januari 2021 dan libur akhir pekan atau weekend pada Sabtu dan Minggu yang jatuh pada tanggal 2 dan 3 Januari 2021.
54.510 Orang Naik Kereta Api
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara melayani 54.510 penumpang pada masa libur Natal 2020 untuk keberangkatan 18 hinggga 27 Desember 2020. Namun sejak 18 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021, sebanyak 64.958 lembar tiket sudah terjual.
Menurut Manager Humas PT KAI Divre I Sumut, Mahendro Trang Bawono, pihaknya menyediakan 7.306 tempat duduk setiap harinya. Dengan begitu, selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sejak 18 Desember 2020 hingga 6 Januari 2021, total jumlah tepat duduk yang disediakan PT KAI Divre I Sumut sebanyak 147.200 kursi.
Diprediksinya, pada masa angkutan Nataru akan mengalami peningkatan jumlah penumpang dibanding masa angkutan biasanya. “Hal ini dikarenakan sebagian masyarakat memilih berlibur akhir tahun menggunakan transportasi kereta api . PT KAI Divre I Sumut diprediksi akan mengangkut 81.416 penumpang pada masa Angkutan Nataru tahun ini. Angka ini meningkat 18 persenn jika dibandingkan dengan jumlah penumpang yang diangkut pada periode 6-25 November 2020 yang hanya sebanyak 69.275 penumpang,” jelas Mahendro kepada Sumut Pos, Senin (28/12) siang.
Di tengah pandemi Covid-19, Mahendro mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan dan melaksanakan pelaksanaan layanan kepada penumpang tahun ini akan sangat berbeda dibanding angkutan Nataru tahun sebelumnya. “Di wilayah Divre I Sumut telah dilakukan segala persiapan dari segi layanan di stasiun dan di atas KA sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19, kesiapan kehandalan sarana dan prasarana. Kemudian, keamanan serta antisipasi lainnya guna menciptakan perjalanan KA yang aman, nyaman, sehat dan selamat,” tutur Mahendro.
Masa Angkutan Nataru 2020/2021, Divre I Sumut akan menjalankan 34 Kereta api, terdiri dari 24 perjalanan KA Srilelawangsa relasi Medan – Binjai (PP), 6 perjalanan KA Putri Deli relasi Medan – Tanjung Balai (PP), 2 perjalanan KA Siantar Ekspress relasi Medan – Siantar (PP), dan 2 perjalanan KA Sribilah relasi Medan – Rantau Prapat (PP). “Sedangkan untuk armada sarana lokomotif yang siap operasi sebanyak 29 lokomotif dan 91 kereta,” tandas Mahendro.
Pemudik di KNIA Capai 10.761 Orang
Empat hari menjelang libur Tahun Baru 2021, penumpang di Kualanamu International Airport (KNIA), Deliserdang, cukup ramai, Minggu (27/12). Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 10.761 orang.
Pelaksana Tugas Manajer Branch Communication & Legal Angkasa Pura II Paulina Simbolon mengatakan, kedatangan penumpang pada hari itu jauh lebih banyak dibanding Hari Sabtu (26/12), sebannyak 7.556 orang. Ia menjelaskan, dari 10.761 orang jumlah penumpang mudik itu, 5.755 orang kedatangan dan 5.006 orang keberangkatan. “Para penumpang tersebut berasal dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTB, Papua, dan Batam,” ujar Paulina seperti dilansir Antara.
Sebelumnya, penumpang mudik Tahun Baru 2021 di KNIA, Sabtu (26/12) diperkirakan mencapai 7.556 orang dan pesawat sebanyak 83 unit. Kedatangan penumpang mudik tersebut sedikit berkurang bila dibanding dengan hari-hari sebelumnya.
Dari 7.556 orang jumlah penumpang itu, yakni 3.356 orang kedatangan dan 4.200 orang keberangkatan. Sedangkan, dari 85 unit jumlah pesawat di Bandara Kualanamu, yakni 36 unit kedatangan, dan 47 unit keberangkatan. Sementara, jumlah kargo di Bandara Kualanamu mencapai 193.936, yakni 19.867 kedatangan dan 173.969 keberangkatan. (map/gus/bbs)
TINJAU GEREJA: Plt Kabag Agama Setda Kota Medan, Agus Mariono meninjau pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) jelang berlangsungnya kegiatan ibadah pada malam Natal, Kamis (24/12). Hasilnya, pihak gereja telah menerapkan prokes dengan baik.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pascallibur Natal 2020, Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) belum menemukan lonjakan kasus baru virus corona. Penambahan kasus baru Covid-19 di Sumut relatif masih masa dengan penemuan kasus baru harian yang terjadi.
TINJAU GEREJA: Plt Kabag Agama Setda Kota Medan, Agus Mariono meninjau pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) jelang berlangsungnya kegiatan ibadah pada malam Natal, Kamis (24/12). Hasilnya, pihak gereja telah menerapkan prokes dengan baik.
ANGKA kesembuhan pasien Covid-19 di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mengalami peningkatan setiap minggunya. Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut Mayor Kes dr Whiko Irawan SpB menyampaikan, tercatat saat ini angkanya sudah mencapai sebesar 84,66 persen.
“Angka kesembuhan ini meningkat 0,56 poin dari minggu sebelumnya yang sebesar 84,10 persen,” ungkapnya, Senin (28/12).
Berbanding sebaliknya, terhadap angka kematian, Whiko menyebutkan, persentasenya terus mengalami penurunan. Saat ini, tercatat sebesar 3,77 persen atau menurun 0,01 poin dari minggu sebelumnya sebesar 3,78 persen.
Sementara itu, berdasarkan update yang dilakukan akumulasi angka kesembuhan sudah mencapai 15.162 orang. Kemudian angka konfirmasi positif sebanyak 17.892 orang dan penderita yang meninggal sebanyak 674 orang. “Dari data ini diketahui, jumlah penderita atau kasus aktif Covid-19 yang ada di Sumut ada sebanyak 2.056 orang. Jumlah ini terdiri dari 1.489 penderita yang melakukan isolasi mandiri dan 567 melakukan isolasi di rumah sakit,” jelasnya.
Namun begitu, Whiko mengaku, Pemerintah Provinsi Sumut terus mengimbau agar masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuat perayaan malam pergantian tahun baru 2021. Sebab hal itu dikhawatirkan dapat menimbulkan kerumunan yang berpotensi menyebarkan Covid-19.
“Karena kita harus terus berupaya tetap sehat tanpa Covid-19. Untuk itu kita harus selalu laksanakan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari serta meningkatkan imun dengan makan teratur, istirahat yang cukup serta berolahraga dan mengkonsumsi vitamin,” pungkasnya.
Terpisah Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut dr Aris Yudhariansyah memaparkan, pada Senin (28/12) didapatkan 82 kasus baru dari 15 Kabupaten/Kota di Sumut. Jumlah terbesar didapatkan dari Kota Medan dengan 38 orang, Deli Serdang 19 orang dan Serdang Bedagai sembilan orang.
Sedangkan terhadap angka kesembuhan, didapatkan penambahan sebanyak 83 orang dari 6 Kabupaten/Kota. Penambahan terbanyak diperoleh dari Kota Medan dengan 34 orang, diikuti Gunung Sitoli dengan 23 orang dan Tapanuli Utara 13 orang. Selanjutnya pada angka kematian didapatkan penambahan dua orang. Masing-masing diperoleh dari Kota Medan dan Batu Bara.
“Perkembangan Covid-19 Sumut tetap harus disadari bahwa masih berada pada masa pandemi. Dengan masih adanya ditemukan penderita positif yang baru setiap harinya, maka tetap dibutuhkan kewaspadaan dan konsistensi untuk melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Untuk itu, tetap terapkan protokol kesehatan secara ketat guna memutus rantai penularan virus corona. Paling tidak, dengan menjalankan 3M yakni menggunakan masker, menjaga jarak dan hindari kerumunan, serta mencuci tangan dengan sabun,” tandasnya.
3 Kabupaten Kembali ke Zona Hijau
Sebelumnya, Aris Yudhariansyaah juga mengungkapkan, ada tiga kabupaten di Sumut yang kembali ke zona hijau yakni Kabupaten Nias Utara, Nias Barat, dan Nias Selatan. Menurutnya, ketiga kabupaten di Kepulauan Nias tersebut kembali ke zona hijau karena tidak ada penambahan kasus Covid-19. “Terhitung sejak pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember 2020, hingga kini, tidak ada penambahan kasus Covid-19 di kabupaten itu,” ujar Aris.
Disebutkannya, sebelumnya jumlah kasus orang yang terpapar virus corona di Kabupaten Nias Selatan sebanyak 82 orang. Sebanyak 80 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 2 orang lagi masih menjalani isolasi. “Untuk kasus di Kabupaten Nias Utara, dari 10 akumulasi kasus terkonfirmasi, terdapat 9 pasien yang sembuh dan Nias Barat dari jumlah akumulasi 16 kasus konfirmasi, secara keseluruhan sudah sembuh,” jelasnya.
Menurutnya, ada 2 kabupaten yang berada pada zona kuning (risiko sedang) Covid-19, dan jika ditangani secara baik maka akan kembali ke zona hijau. Kedua kabupaten itu adalah Padang Lawas serta Padang Sidimpuan. “Untuk Padang Lawas dari jumlah terkonfirmasi sebanyak 50 orang, sebanyak 41 orang di antaranya dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia. Sebanyak 6 orang lagi sedang menjalani isolasi,” jelasnya.
Begitu juga dengan kasus terkonfirmasi di Kota Padangsidimpuan, dari 191 kasus konfirmasi 178 orang sembuh dan 9 orang meninggal. Sebanyak 4 orang lagi masih menjalani isolasi.
Gubsu: Terimakasih Rakyat Sumut
Sementara, Gubsu Edy Rahmayadi memberi apresiasi tinggi kepada seluruh rakyat Sumut, terutama selama pelaksanaan Natal, karena masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Terimakasih kepada rakyat Sumut. Rakyat kita semakin paham, dan rasa toleransinya semakin bagus,” katanya menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubsu, Senin (28/12).
Menurut Edy, kondisi itu membuktikan bahwa masyarakat Sumut sudah semakin dewasa, sehingga bisa saling menghargai kegiatan-kegiatan ibadah dari masing-masing umat beragama. Di samping itu, mantan Pangkostrad pun merasa salut dengan kepatuhan para umat kristiani yang melaksanakan ibadah Natal di gereja dengan menerapkan protokol kesehatan.
Sebab bila tingkat kesadaran masyarakat tetap tinggi, ia optimis angka penularan virus Corona di Sumut akan semakin menurun. Apalagi, saat ini pertambahan pasien Covid-19 di Sumut tetap konsisten di angka 70-an orang setiap harinya. “Mereka diberitau agar tetap melakukan 3M. Berarti rakyat sudah cukup mengerti dan memahami. Kita berharap dapat akan terus ditingkatkan, sehingga Covid-19 ini reda, bahkan tiada di Sumut,” ujarnya.
Sementara untuk malam pergantian tahun nanti, Gubsu kembali ingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak menggelar kegiatan yang justru dapat melanggar protokol kesehatan. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap berdiam di rumah, sembari berdoa agar pandemi Covid-19 di Sumut bisa berakhir.
“Saya berharap tidak ada kegiatan-kegiatan berlebihan di malam tahun baru. Kita bersyukur kepada Tuhan saja dari rumah masing masing. Atau kalau memang perlu ke tempat ibadah, harus tetap perhatikan protokol kesehatan, 3 M, yaitu menyuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak,” tegasnya.
2021, Anggarkan Covid-19 Tetap Dialokasikan
Pada tahun 2021, Pemprov Sumut tetap mengalokasikan anggaran untuk penanganan Covid-19 khususnya bidang kesehatan apabila kondisi Covid-19 belum membaik. Karena kesehatan menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Pemprov Sumut.
“Kesehatan prioritas, berarti kita menyiapkan kembali dana mengantisipasi tentang kondisi kesehatan. Kesehatan jelas dampaknya ekonomi,” kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi usai mengikuti Refleksi Akhir Tahun APBN 2020 secara virtual, di Rumah Dinas Gubernur, Senin (28/12).
Selain itu, kata Gubsu, Pemprov Sumut juga akan mengupayakan segala kekurangan di bidang pangan, seperti stok bawang merah, bawang putih, cabai dan sebagainya. “Kekurangan ini harus kita bahas kembali,” katanya.
Gubernur mengakui, akibat pandemi Covid-19 pelaksanaan pembangunan, khususnya beberapa program prioritas pembangunan Sumut terganggu. Dana APBN tahun 2020 untuk Sumut sebesar Rp7 triliun yang terdiri dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang sudah direncanakan pun harus disesuaikan dengan kondisi pandemi. “Program prioritas itu ada ketenagakerjaan yang harus kita bangkitkan, pertanian, peternakan, pariwisata, serta infrastruktur. Itu semua terganggu akibat adanya Covid-19. Kita tidak boleh berhenti, kita hadapi ini dengan seksama dan harus bahu-membahu serta bergandengan tangan sehingga kita mampu keluar dari kesulitan ini,” ujar Edy Rahmayadi.
Di atas rata-rata nasional
Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengapresiasi pertumbuhan ekonomi di Sumut yang saat ini berada di atas rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi Sumut triwulan III berada di posisi minus 2,60% year on year (yoy), sementara nasional berada di posisi minus 3,49 % (yoy).
“Kuartal ketiga di Sumut minus 2,60 persen, lebih tinggi dari nasional minus 3,49 persen. Terima kasih kepada Pak Gubernur atas leadership-nya, namun ini perlu terus diperhatikan sebab Sumut memiliki peran penting yang signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera,” kata Hadiyanto.
Selain itu, Hadiyanto berharap kepada pemerintah daerah dan kementerian/lembaga untuk segera mengeksekusi program dan kegiatan APBD 2021, sehingga dapat mempercepat penanganan Covid-19 di daerah. Menurutnya peran belanja negara sangat penting mendorong percepatan penanganan Covid-19. “Diharapkan semua kementerian, lembaga dan Pemda dapat menjalankan langkah strategis guna mempercepat penanganan Covid-19 di daerah,” ujar Hadiyanto.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pembendaharaan (DJPb) Kemenkeu Provinsi Sumut Tiarta Sebayang mengatakan, refleksi tersebut diadakan sebagai sarana untuk melakukan evaluasi performa APBN 2020, serta pemberian masukan pelaksanaan anggaran 2021. “2020 merupakan tahun yang ekstraordinary dan luar biasa. Tahun ini kita bekerja luar biasa keras dibanding dengan tahun sebelumnya. Kita menyadari dampak Covid-19 sampai saat ini belum menggembirakan,” kata Tiarta. (ris/prn)
PAPARKAN: Pelaku penganiayaan pengusaha toko besi bersama istrinya saat dihadirkan dalam pemaparan kasus di Mapolrestabes Medan, Senin (28/12).M IDRIS/sumut pos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Po King Liang alias Ayung, pengusaha toko besi, dihajar pegawainya, Suwendi (27), hingga kritis. Selain menganiaya, Suwendi juga mengambil uang belasan juta rupiah dan sejumlah barang berharga milik bosnya tersebut.
PAPARKAN: Pelaku penganiayaan pengusaha toko besi bersama istrinya saat dihadirkan dalam pemaparan kasus di Mapolrestabes Medan, Senin (28/12).M IDRIS/sumut pos.
Aksi penganiayaan dilakukan lantaran pegawai tersebut merasa sakit hati sering dihina tokenya. Namun, perbuatan Suwendi akhirnya terbongkar Satreskrim Polrestabes Medan dan ditangkap setelah dilaporkan korban. Di samping itu, polisi juga menangkap istri Suwendi, Tiara Syah Putri (18), karena ikut terlibat.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menjelaskan, aksi Suwendi dilakukan saat Ayung berada di rumahnya Jalan Gatot Subroto Lingkungan IV No. 156/128, Sei Sikambing C II, Medan Helvetia, pada Kamis (17/12) sekira pukul 18.30 WIB. “Awalnya korban (Ayung) melihat bayangan hitam berlari seperti manusia di lantai 2 rumahnya. Karena penasaran, korban kemudian mencari tahu dan naik ke lantai 2 hingga kembali ke lantai bawah lalu masuk ke gudang,” ujar Riko didampingi Kasatreskrim Kompol Martuasah Tobing dalam keterangan pers di Mapolrestabes Medan, Senin (28/12).
Saat berada di dalam gudang, ternyata pelaku Suwendi sudah menunggu dan langsung memukul punggung korban dengan menggunakan besi satu kali. Korban pun berbalik badan dan hendak melakukan perlawanan. Akan tetapi, pelaku kembali menyerang secara membabi buta menggunakan besi hingga mengenai kepala korban dan jatuh lalu pingsan.
Melihat korban tak sadarkan diri, pelaku bergerak cepat mengambil uang di dalam rumahnya dan barang-barang berharga. “Pelaku mengambil uang tagihan sebesar Rp11 juta yang berada di dalam kantong plastik hitam dan uang Rp4,5 juta dari dalam dompet korban. Selain itu, beberapa perhiasan hingga handphone dan selanjutnya melarikan diri,” terang Riko.
Setelah pelaku kabur, korban yang pingsan tak berapa lama sadarkan diri. Korban kemudian menghubungi abangnya, Po Kie Siung untuk meminta pertolongan agar segera datang. Setibanya di rumah korban, Po Kie Siung mencari adiknya dan berhasil ditemukan di lantai bawah dalam keadaan pingsan dengan bibir, leher dan kening memar. “Abang korban kemudian melarikan adiknya ke rumah sakit dan saat ini masih dirawat atau diopname di Rumah Sakit Royal Prima. Setelah itu, melalui keluarga korban melaporkan kejadian yang dialami ke Satreskrim Polrestabes Medan,” jelas Riko.
Riko mengaku, dari laporan tersebut dibentuk tim untuk melakukan penyelidikan. Pada Jumat (18/12) sekira pukul 18.30, tim mendapat informasi bahwasanya pelaku sedang mengisi bensin sepeda motor di SPBU Jalan Tengku Amir Hamzah.
“Personel bergerak cepat menangkap pelaku yang sedang bersama istrinya. Pelaku lalu diintrogasi dan mengakui perbuatannya,” kata Riko.
Menurut dia, berdasarkan keterangan pelaku, aksi nekatnya dilakukan karena merasa dendam dihina oleh korban. “Pelaku sering dihina oleh korban. Akan tetapi, ini baru pengakuan awal atau sementara. Jadi, nanti kita dalam lagi untuk motifnya,” pungkas Riko. (ris/azw)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (PN) Medan mengklaim sepanjang tahun 2020, menyelamatkan uang negara sebesar Rp1,3 miliar lebih dan denda Rp150 juta. Ini disampaikan Kepala Kajari Medan, melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Bondan Subrata.
“Di bidang barang bukti, jumlah yang telah berhasil disetor ke negara dari hasil lelang barang rampasan sejumlah Rp1.264.100.000,” ungkap Bondan melalui pesan siaran, Senin (28/12).
Selain itu, lanjutnya, pada tahun 2020 ini Kejari Medan melakukan pemusnahan barang bukti yang telah berkekuatan hukum tetap
“Kegiatan pertama dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2020 terhadap perkara yang telah inckracht periode sampai dengan Juni 2020 total 1.008 perkara. Sedangkan Kegiatan kedua dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2020 terhadap perkara yang telah inckracht periode sampai dengan November 2020 total 816 perkara,” urainya.
Sedangkan di bidang perdata dan tata usaha negara, jumlah penyelamatan/pemulihan keuangan negara selama tahun 2020 senilai Rp103.717.963.395 .
“Itu berasal diantaranya dari penyerahan Prasarana Sarana dan Utilitas Perumahan, tunggakan pajak (piutang pajak) Pemerintah Kota Medan; Pajak hotel, Pajak restoran, Ketidakpatuhan perusahaan menunggak iuran BPJS (Ketenagakerjaan),” ucapnya lagi.
Untuk bidang intelijen, sebagai langkah preventif penegakan hukum dilaksanakan giat penyadaran hukum melalui penyuluhan/penerangan hukum jaksa masuk sekolah, jaksa menyapa, video pendek penyuluh hukum dimana keseluruhan kegiatan dilaksanakan ditengah Pandemi Covid-19 melalui sarana virtual sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.
“Produk intelijen berupa laporan informasi harian dan laporan informasi khusus masing-masing sebanyak 123 laporan dan 126 laporan,” ungkap Bondan.
Lanjutnya lagi, dalam mendukung suksesnya pelaksanaan Pilkada Serentak, Kejari Medan memiliki Posko Pemilukada antara lain untuk memonitoring potensi AGHT sebelum, pada hari H dan pasca kegiatan Pilkada serentak 2020.
“Jajaran intelijen Kejari Medan juga melaksanakan hitung cepat pada hari H pemungutan suara dengan persentase hasil mendekati 97 persen dari hasil pleno KPU seluruh laporan kegiatan tertuang dalam e-book data pilkada kota Medan,” pungkas Bondan.
Kejari Medan juga melaksanakan penegakan hukum dengan menyeimbangkan tindakan pencegahan/preventif dan represif sebagaimana arahan Jaksa Agung Republik Indonesia. (man/azw)
DISEMAYAMKAN:Jenazah Ari Lolo Angkat saat disemayamkan di rumah duka di Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ari Lolo Angkat (19) korban hanyut di bendungan Gabe Las Sungai Lae Simbelin, ditemukan tewas, Sabtu (26/12). Remaja yang tinggal di Desa Sumbul Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi itu sebelumnya dikabarkan tiga hari menghilang.
DISEMAYAMKAN:Jenazah Ari Lolo Angkat saat disemayamkan di rumah duka di Dairi.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
Mayat korban pertama kali ditemukan oleh seorang penyelam yang didatangkan dari Pematangsiantar bernama Arabi Damanik dibantu warga setempat sekitar 500 meter dari tempat korban di kabarkan hanyut.
Usai di evakuasi dari dalam sungai mayat korban selanjutnya dibersihkan dan dibawa ke rumah duka.
Isak tangis orangtua korban dan keluarga serta famili pecah saat menyambut kedatangan mayat korban di rumah dua.
Mewakili pihak keluarga korban, Nasir Angkat kepada wartawan mengatakan, pihak keluarga ikhlas dengan kematian korban, sehingga mayat korban tidak dilakukan visum ke RSUD Sidikalang.
Sebelumnya, korban dikabarkan hanyut, saat sedang mandi bersama dua temannya, yakni Abdul Majid (19) warga jalan Kopi Sidikalang dan Ramadan Angkat (20) Warga Asmil Sidikalang. Ketiganya berenang di Bendungan Gabe Las, sungai Lae Simbelin, Kamis (24/12). Entah kenapa, korban hanyut dan sempat menghilang selama tiga hari sebelum akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa. (rud/azw)
TERSANGKA: Pelaku bajing lonjat yang pernah viral dan ditangkap kepolisian, beberapa waktu lalu.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) tidak akan menahan pengendara lalu lintas yang menggunakan jalan tol, apabila menabrak orang. Hal ini terkait dengan aksi bajing loncat yang kerap beroperasi di jalan tol dan sudah sangat meresahkan.
TERSANGKA: Pelaku bajing lonjat yang pernah viral dan ditangkap kepolisian, beberapa waktu lalu.
Demikian dikatakan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin kepada wartawan di Mapolda Sumut, Senin (28/12). “Modus baru pencurian bajing loncat saat ini adalah sengaja menyeberang di jalan tol, dan pura-pura tertabrak. Setelah itu, kawanannya akan langsung menghampiri mobil dan membawa senjata tajam untuk mencuri,” ujarnya.
Menurut Martuani, tidak ada hukum lalu lintas yang diberlakukan terhadap peristiwa tersebut. Lantaran, fasilitas penyeberangan warga sudah disediakan pengelola jalan tol. Seharusnya tidak nekad menyeberangi jalan tol.
“Modus baru bajing loncat sekarang pura-pura menyebrang dan tertabrak. Kalau lakalantas di jalan tol tidak ada hukumnya bila ini tejadi,” katanya.
Ia mengakui, pihaknya merasa heran melihat kasus bajing loncat di Sumut, dikarenakan beroperasi di siang hari. “Peristiwa ini baru ditemui di Sumut dan tidak ada di daerah lain,” sebutnya.
Ia meminta kepada seluruh jajaran Kepolisian Resor (Polres) dan Kepolisian Sektor (Polsek) agar dapat bergerak cepat mengamankan para pelaku kejahatan ini.
“Bila perlu, para pelaku ditembak mati, lantaran sudah meresahkan masyarakat. Saya perintahkan untuk mem berikan ketegasan tepat dan terukur,” tegasnya.
Sementara, posko bajing loncat di Jalan Rumah Potong Hewan, Lingkungan 5 Mabar, Kecamatan Medan Deli sudah nonaktif sejak dua Minggu lalu.
Saat dikonfirmasi ke Camat Medan Deli, Fery Suheri membenarkan bahwa posko saat ini dinonaktifkan hingga akhir tahun. “Benar sementara posko dinonaktifkan dan mungkin di awal tahun 2021 akan kami buat lagi,” ungkap Fery kepada wartawan, Senin (28/12).
Berdasarkan informasi dari Fery bahwa satu di antara alasan nonaktifnya posko ini lantaran kurangnya personel jaga. “Kita baru nonaktif karena ada beberapa peraturan baru dan kita kekurangan personel. Jadi nanti kita fokuskan kembali untuk posko,” ujarnya.
Walau sudah dinonaktifkan, Fery mengatakan tetap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan patroli. “Kita tetap berkoordinasi dengan pihak polsek untuk patroli di sekeliling KA. Karenakan polsek dan Koramil juga turut membantu posko ini. Kepling pun tetap rutin patroli, walaupun tidak ada jadwal khusus tapi itu sudah jadwal pantauan,” ujar Fery.
Tambahnya, Fery juga mengingatkan pengendara untuk selalu berhati-hati saat melintasi wilayah rawan bajing loncat dan tidak ragu akan menindaklanjuti jika ada aksi bajing loncat yang tertangkap. “Lebih berhati-hatilah. Mudah-mudahan tidak ada masalah karena selama ini tetap kita awasi. Kalaupun tiba-tiba mereka melakukan kegiatan seperti itu lagi, segera kita lakukan tindakan ke Polsek,” pungkasnya.
Sebelumnya, posko bajing loncat ini didirikan setelah viralnya aksi bajing loncat di Jalan Rumah Pinggir Hewan tepatnya pinggir rel Mabar yang akhirnya mendapat respon dari pihak Kecamatan Medan Deli, Medan. (mag-1/bbs/azw)
RAPAT TTG: Dinas PMK Kota Tebingtinggi melaksanaan kegiatan Inovasi TTG dan Desain Batik Tebingtinggi.
TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (PMK) laksanakan lomba inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Posyantek Kecamatan se Kota Tebingtinggi, Rabu (23/12) di Aula Dinas PMK Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi.
RAPAT TTG: Dinas PMK Kota Tebingtinggi melaksanaan kegiatan Inovasi TTG dan Desain Batik Tebingtinggi.
Wali Kota Tebingtinggi melalui Juru Bicara Pemko Tebingtinggi, Dedi Parulian Siagian menjelaskan, selain lomba inovasi Teknologi Tepat Guna Posyantek (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna), Dinas PMK juga menggelar lomba Desain Motif Batik Kota Tebingtinggi Tahun 2020.
“Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan ketentuan Pasal 12 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2010 tentang, Pemberdayaan Masyarakat Melalui Teknologi Tepat Guna Tingkat Kota,” jelas Dedi.
Menurutnya, kegiatan ini adalah salah satu upaya pengembangan dan penerapan Teknologi Tepat Guna dalam meningkatkan daya saing sumber daya masyarakat Kota Tebingtinggi. Ungkap Dedi, peserta dalam perlombaan ini terdiri dari masyarakat kelurahan se Kota Tebingtinggi dan pelajar tingkat SD dan SMA. (ian/han)
Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Dairi, Rahmatsyah Munthe.RUDY SITANGGANG/7SUMUT POS.
DAIRI, SUMUTPOS.CO – Jumlah warga Dairi yang terkonfirmasi positif corona virus disiase 2019 (Covid-19) terus meningkat. Data diperoleh hingga, Sabtu (26/12), sebanyak 30 warga di sejumlah kecamatan terkonfirmasi positif Covid-19.
Ketua Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 Dairi, Rahmatsyah Munthe.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.
Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, Rahmatsyah Munthe, Minggu (27/12) membenarkan, angka penularan Covid-19 di Dairi masih tinggi. Rahmatsyah mengatakan, sekarang muncul kluster baru yakni keluarga serta satuan kerja / pekantoran.
Rahmatsyah menerangkan, data hingga, Sabtu (26/12), warga terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 30 orang yang tersebar di 4 kecamatan, yakni Sidikalang sebanyak 21 orang, Sitinjo 6 orang, Gunung Sitember 2 orang serta di kecamatan Silima Pungga-Pungga 1 orang dan kontak erat sebanyak 70 orang.
Dari 30 orang terkonfirmasi positif itu, terdapat satu orang pejabat eselon II (Kepala Dinas) serta pejabat eselon III termasuk 7 orang tenaga medis serta staf administrasi di rumah sakit umum daerah (RSUD) Sidikalang.
Rahmatsyah mengatakan, untuk memutus mata rantai penularan Covid-19, Pemkab Dairi melalui Satgas terus melakukan himbauan kepada masyarakat agar tetapi mematuhi protokol kesehatan yakni memakai masker, sering mencuci tangan, menjaga jarak serta memakan makanan bergizitserta rajin berolahraga untuk menjaga stamina / imun tubuh, ungkapnya. (rud/han)