Home Blog Page 3918

Dirut Baru PDAM Tirtanadi Dievalusi per Enam Bulan

WAWANCARA: Dirut PDAM Tirtanadi Sumut, Kabir Bedi diwawancarai wartawan usai dilantik. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
WAWANCARA: Dirut PDAM Tirtanadi Sumut, Kabir Bedi diwawancarai wartawan usai dilantik. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi langsung melantik Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi pilihannya, Kabir Beni, usai menjadi yang teratas dalam seleksi pimpinan direksi di BUMD tersebut, di Rumah Dinas Gubsu Jl. Jenderal Sudirman Medan, Selasa (10/110).

WAWANCARA: Dirut PDAM Tirtanadi Sumut, Kabir Bedi diwawancarai wartawan usai dilantik. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.
WAWANCARA: Dirut PDAM Tirtanadi Sumut, Kabir Bedi diwawancarai wartawan usai dilantik. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Kali ini Edy tidak main-main, dalam jangka waktu setahun Kabir Beni harus mampu merealisasikan target sesuai perencanaannya, jika tidak akan dicopot dari jabatannya tersebut. Pun demikian, dalam jangka waktu enam bulan ke depan, kinerja Kabir juga bakal dievaluasi Gubsu.

“Jaminannya enam bulan gak benar (kinerja tidak memuaskan, Red), saya ganti lagi. Saya evaluasi per enam bulan, dan jika tak ada progres yang bisa dipastikan untuk menyejahterahkan rakyat dengan air bersih kita ini, kita cari orang yang cocok. Jika tak cocok lagi, saya suruh wartawan aja yang jadi dirut PDAM,” katanya menjawab wartawan usai pelantikan.

Edy mengaku tau persis saat ini kemampuan atau ketersediaan air bersih di Kota Medan dan sekitarnya, masih sangat minim. Akan tetapi ia menyebut, menuntaskan persoalan dimaksud tidak semudah membalik telapak tangan.

“Untuk itu kasih kesempatan kepada dia untuk konsolidasi pembenahan ke organisasi ke dalam. Disamping itu dia juga harus tau kebutuhan rakyat yang harus segera mendapat air bersih. Pastinya bertahap tidak bisa langsung sekaligus,” katanya.

Namun, kata dia lagi, yang perlu dilihat ke depan adalah progres dari perencanaan yang telah disusun sebelumnya. Kemudian antara perencanaan, penganggaran, dan implementasinya harus sejalan sebagai sebuah tujuan menyejahterakan rakyat di bidang kebutuhan air bersih.

“Kedua untuk dirut (kinerjanya akan ditopang) oleh tiga orang direksi. Dan pastinya tidak mungkin tanpa kemampuan finansial mampu mendongkrak ini semua. Tetapi ini juga adalah bisnis, tak bisa uang APBD (melalui penyertaan modal) digunakan cuma-cuma untuk itu. Karena salah satu tuntutan untuk dirut ini adalah, menyejahterakan rakyat di air bersihnya dan kedua pendapatan asli daerah sebab PDAM adalah perusahaan,” tegas Edy.

Gubsu juga menekankan, soal target PAD PDAM Tirtanadi Sumut mesti terukur dalam hal realisasinya. “Ini pasti, sebab itu kewajiban. Karena setiap saat kita laporkan dan pertanggungjawabkan juga ke DPRD,” pungkasnya.

Sementara itu Kabir Bedi menyatakan kesediaannya membawa perubahan di PDAM Tirtanadi sebagaimana yang diinstruksikan Gubsu Edy untuk meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat. Beberapa langkah yang akan dilakukan adalah menekan tingkat kebocoran (losses) air Tirtanadi, dan juga siap menarik investor. “Menurunkan tingkat kebocoran air Tirtanadi dulu. Itu nomor satu yang paling gampang dilakukan,” kata dia.

Langkah berikutnya adalah meng-uprating Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Tirtanadi. Selanjutnya menyinkronkan program antara provinsi dan nasional. “Karena kita tahu juga ada SPAM Regional itu yang dapat bantuan dari pusat,” sebutnya.

Intinya dalam tempo lima tahun paling lambat, lanjut Kabir, ia akan menaikkan kapasitas produksi air minum Tirtanadi menjadi sebesar 12.000 liter per detik dari saat ini yang hanya sekitar 6.400 liter per detik.

Menurutnya dengan produksi hanya 6.400 liter per detik, hanya mampu melayani sekitar 50% coverage area. “Itulah permasalahan utama. Jadi kalau kita berbicara hitungan ideal, agar pelanggan dilayani secara baik, kita harus mengejar 10.000 hingga 12.000 liter per detik,” terangnya.

Soal modal, juga tak luput dari rencana kinerjanya. Ia tidak akan bergantung dari penyertaan modal Pemprov Sumut. Ia akan membentuk tim untuk mengevaluasi dan mencari alternatif pembiayaan-pembiayaan yang menguntungkan bagi seluruh pihak. Bahkan beberapa diantaranya calon investor sudah di depan mata. “Jadi kita sudah ada alternatif, beberapa program mengundang investor, nanti pola-polanya sudah ada, tapi belum bisa kita sampaikan di sini.

Terkait modal, kalau diperhatikan bisnis PDAM Tirtanadi adalah entity bisnis. Setiap entity bisnis itu harus selalu mendapatkan profit, di mana profit tersebut harus lebih besar daripada bunga kalau kita berbicara bunga bank. Nah kemungkinan nanti kita ke depan ada juga, akan dibicarakan lebih lanjut untuk melaksanakan pengembangan instalasi melalui peminjaman-peminjaman dari institusi keuangan, tapi nanti akan ada tahapan-tahapan selanjutnya,” paparnya. (prn/ila)

Mesin ADM Resmi Beroperasi, Kecepatan Tergantung Server

MESIN ADM: Seorang wanita beranjak pergi usai menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Medan, Selasa (10/11). Mesin ini sudah mulai dioperasikan sejak kemarin.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Medan secara resmi mengoperasikan pelayanan pencetakan dokumen kependudukan secara mandiri, melalui mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Medan, Selasa (10/11).

MESIN ADM: Seorang wanita beranjak pergi usai menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Medan, Selasa (10/11). Mesin ini sudah mulai dioperasikan sejak kemarin.
MESIN ADM: Seorang wanita beranjak pergi usai menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) di kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Medan, Selasa (10/11). Mesin ini sudah mulai dioperasikan sejak kemarin.

Peresmian itu dilakukan langsung Kadisdukcapil Provinsi Sumut, Ismael P Sinaga dan Kadisdukcapil Kota Medan, Zulkarnain. Peresmian ditandai dengan uji coba pencetakan dokumen administrasi kependudukan masyarakat yang hadir pada Selasa (10/11) pagi kemarin.

Namun memang, kecepatan pencetakan dokumen kependudukan masih tergantung keberadaan sinyal server. “Tadi ada kendala jaringan, server dukcapil Jakarta. Nanti kami upayakan agar ada keringanan jaringan untuk mempermudah,” ujar Ismael di Kantor Disdukcapil Medan, Jalan Iskandar Muda, Medan, Selasa (10/11).

Ismael menyebutkan, Kota Medan menjadi pilot project dari adanya mesin ADM pertama di Sumut tersebut. Ia berharap, nantinya daerah-daerah lain yang memiliki wilayah luas juga dapat mengadakan mesin ADM tersebut. “Desember nanti akan ada ADM satu unit lagi untuk Kota Medan, bantuan dari Gubesu untuk Pemko Medan. Rencananya diletakkan di Medan Utara,” ungkapnya.

Pjs Wali Kota Tanjungbalai ini berharap, agar ADM di Disdukcapil Medan dapat beroperasi selama 24 jam. “Layaknya ATM yang operasionalnya 24 jam, nanti tinggal diatur ada yang menjaga. Masyarakat yang mau mencetak dokumen kependudukan di ADM sudah lebih dahulu memohon dan mendapatkan user id dan password, jadi tinggal melakukan pencetakan. Memang ada kapasitas jumlah dokumen yang dicetak,” katanya.

Ismael sekaligus memuji kinerja dari Disdukcapil Kota Medan yang dari hari ke hari terus membenahi pelayanannya dalam kepengurusan dokumen kependudukan yang dimilikinya.

“Kita apresiasi kinerja dari Disdukcapil Kota Medan. Harapannya, adanya mesin ADM ini dapat semakin mempermudah masyarakat Kota Medan dalam mengurus dokumen kependudukannya di Disdukcapil Kota Medan,” pungkasnya.

Zul mengajak semua pihak, khususnya masyarakat Kota Medan, untuk menjaga keberadaan dan fungsi dari mesin ADM tersebut dengan baik. Bila ada kendala dalam pengoperasiannya, diharapkan masyarakat dapat melaporkannya kepada petugas yang ada dan tidak melakukan hal-hal yang sifatnya merusak.

“Bila ada kendala tolong melapor ke petugas, jangan mesin nya dirusak. Kita apresiasi kinerja Pemko Medan atas pengoperasian ADM ini. Kami menyambut baik beroperasinya mesin ADM ini. Sekali lagi, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini bantuan dari Gubsu juga akan datang untuk Pemko Medan, untuk Disdukcapil Medan yang akan kita letakkkan di Medan Utara,” tandasnya.

Terpisah, Kadisdukcapil Kota Medan, Dr Drs Zulkarnain MSi, mengatakan bahwa mulai kemarin, pihaknya telah resmi mengoperasikan mesin ADM sebagai salah satu bukti peningkatan pelayanan yang memuaskan dan membahagiakan kepada masyarakat. Mesin ADM juga sebagai bukti bahwa Pemko Medan terus berusaha untuk menciptakan pelayanan pengurusan dokumen kependudukan yang cepat, mudah, tanpa perantara dan gratis.

“Setelah mendaftar secara Online dan mendapatkan pin, masyarakat bisa langsung mencetaknya dengan menggunakan mesin ADM ini. Cepat, mudah, tanpa biaya dan pastinya tanpa perantara atau calo,” katanya.

Diharapkan Zul, masyarakat dapat mulai memanfaatkan mesin yang sengaja diletakkan di bagian depan kantor Disdukcapil Medan di Jalan Iskandar Muda Kota Medan tersebut. Masyarakat diharapkan dapat segera mengurus segala bentuk dokumen kependudukan yang dibutuhkannya, bukan menunggu hingga dokumen tersebut dibutuhkan hingga bersifat mendesak.

“Mesin ini dapat mencetak KTP, KK, Akta Kelahiran, KIA dan dokumen kependudukan lainnya. Mari kita manfaatkan pelayanan ini dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Pantauan Sumut Pos, sejumlah masyarakat yang datang ke kantor Disdukcapil Kota Medan begitu antusias dalam menggunakan mesin ADM tersebut. Sejumlah masyarakat pun tampak berhasil mencetak sejumlah dokumen kependudukan, seperti KIA dan KK.

Terpisah, Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Administrasi Kependudukan (Adminduk), direncanakan akan merampungkan pembahasan ranperda pada akhir November ini. Dan direncanakan, Desember mendatang Kota Medan bakal memiliki Perda Adminduk baru.

“Jika tidak ada halangan, kita akan merampungkan akhir bulan (November) ini. Desember kita akan jadwalkan melalui Bamus,” kata Ketua Pansus Adminduk DPRD Medan, Parlindungan Sipahutar saat ditanya wartawan, Selasa (10/11).

Parlindungan mengatakan, ada beberapa cacatan penting dari Ranperda Adminduk ini, diantaranya soal tidak adanya pungutan apapun dalam pengurusan administrasi.”Bahwa pasal dalam draft ranperda, seluruh urusan administrasi kependudukan ini tidak ada lagi dikutif biaya alias gratis,” ungkapnya.

Parlindungan juga mengatakan, Pansus sepakat tidak menjadikan Perda ini sebagai penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) meskipun ada denda terkait keterlambatan pengurusan Akta Kelahiran.

“Denda untuk keterlambatan itu tidak dimaksudkan sebagai upaya menghasilkan PAD. Denda itu kita buat sebagai pengingat warga agar segera mengurus adminsitrasi kependudukan,” jelasnya.

Meski begitu, Pansus Adminduk juga tengah mencari formulasi lain dalam memberikan efek jera bagi masyarakat yang lalai mengurus keperluan administrasi kependudukannya.”Denda itu kita harapkan menjadi pelecut warga agar tertib mengurus administrasi kependudukannya,” ucapnya.

Pembahasan selanjutnya, pansus juga memungkinkan mencari alternatif lain terkait denda dan Sanksi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Zulkarnain Lubis mengatakan, banyak substansi yang tidak tercover di Perda 01 tahun 2010.”Jika di perda sebelumnya tidak diatur KTP elektronik, maka diperda ini diatur. Kemudian menyangkut dokumen KIA diperda ini juga dibahas, kemudian banyak juga persyaratan mengalami revisi ,” pungkasnya. (map/ila)

Pahlawan Nasional ke-12 asal Sumut, Gubernur Pertama Sumut, SM Amin

PAHLAWAN: Gubernur Sumut pertama, SM Amin Nasution, menjadi pahlawan nasional ke-12 asal Sumut.
PAHLAWAN: Gubernur Sumut pertama, SM Amin Nasution, menjadi pahlawan nasional ke-12 asal Sumut.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara dan Riau yang pertama, Sutan Muhammad Amin Nasution (SM Amin), menjadi pahlawan nasional ke-12 asal Sumut. Gelar Pahlawan Nasional dianugerahkan oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/11), bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional. Selain SM Amin, ada lima tokoh lainnya yang juga menjadi Pahlawan Nasional.

PAHLAWAN: Gubernur Sumut pertama, SM Amin Nasution, menjadi pahlawan nasional ke-12 asal Sumut.
PAHLAWAN: Gubernur Sumut pertama, SM Amin Nasution, menjadi pahlawan nasional ke-12 asal Sumut.

GUBERNUR Sumut, Edy Rahmayadi, mengatakan sebelumnya sudah ada 11 pahlawan nasional dari Sumut. Orang pertama asal Sumut yang mendapatkan gelar pahlawan adalah Jenderal Besar AH Nasution. Kemudian, disusul Teuku Muhammad Hasan dan Sisingamangaraja XII.

“Kiras Bangun yang keempat, yang kelima FL Tobing, yang keenam Tengku Amir Hamzah, ketujuh Adam Malik, kedelapan DI Panjaitan, sembilan Zainul Arifin, sepuluh TB Simatupang, sebelas Jamin Ginting. Dan sekarang yang kedua belas, SM Amin Nasution,” kata Edy  saat melakukan syukuran pemberian gelar pahlawan kepada SM Amin di rumah dinas Gubsu, Selasa (10/11)n

Edy mengatakan hingga kini masih ada 10 nama yang sudah diusulkan menjadi pahlawan nasional. Di berharap dengan penambahan pahlawan nasional dari Sumut ini dapat menjadi rakyat Sumut menjadi bangga. “Masih ada 8 sampai 10 yang sedang dikaji, diuji, untuk dijadikan pahlawan nasional asal dari Sumatera Utara. Kita harapkan ini bisa menjadikan kebanggaan masyarakat Indonesia, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang sangat menghormati pahlawannya,” ungkap Edy didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah.

Edy juga mengajak warga Sumut untuk bersuka cita atas penganugerahan SM Amin sebagai Pahlawan Nasional. “Saya dan kita semua warga Sumut selayaknya bersuka cita dan syukur yang setinggi tingginya atas penganugerahan SM Amin sebagai Pahlawan Nasional,” ujarnya.

Menurutnya, penganugerahan SM Amin Nasution sebagai pahlawan nasional bisa menjadi motivasi rakyat Sumut. Semangat juang SM Amin yang membela bangsanya perlu diteladani oleh generasi muda Sumut.

Menghormati pahlawan bukan hanya sekadar membangun patung atau sejenisnya. “Itu adalah motivasi kita rakyat-rakyat khususnya Sumut, begitu banyaknya pahlawan asal Sumut yang memperjuangkan Republik Indonesia lahir di tahun 1945. Semangat jiwa juang ini yang mencintai bangsanya memperjuangkan negaranya yang saat itu dijajah Belanda,” kata Edy.

Mengenai Hari Pahlawan, Gubernur mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan sebaik-baiknya. “Mengenang hari pahlawan adalah bukti rasa terima kasih kita terhadap pengorbanan dan karena jasa-jasa mereka, sekarang kita dapat menikmati hidup seperti saat ini. Mari kita teruskan semangat juang para pahlawan dan mengisi perjuangan mereka sehingga pada gilirannya bangsa ini semakin makmur dan maju,” pungkasnya.

Banyak Berjasa

Dikutip dari Wikipedia, Sutan Mohammad Amin Nasution adalah juga seorang penulis dengan nama pena Krueng Raba Nasution. Ia juga merupakan Tokoh Pergerakan Sumpah Pemuda, pengacara dan penulis.

Suami dari Cut Maryam ini lahir di Lhoknga, Aceh Besar-Aceh pada tanggal 22 Februari 1904, dari pasangan Muhammad Taif dan Siti Madina. Ayah lima anak ini meninggal umur 89 tahun di Jakarta, persisnya pada 16 April 1993.

Sejarawan Unimed Ichwan Azhari mengatakan, pengajuan SM Amin sebagai Pahlawan Nasional sudah dilakukan sejak tahun 2009. Gubernur Sumut masa itu adalah Syamsul Arifin. Seminar pertamanya dilakukan di Gedung Binagraha Sumut.

SM Amin memiliki banyak jasa bagi Indonesia. Ia aktif di organisasi kepemudaan, salahsatunya membentuk organisasi Jong Sumatera. Ia juga berperan pada Sumpah Pemuda.

SM Amin juga pengacara. Daripada menjadi pengacara Belanda, SM Amin lebih memilih menetap di Aceh menjadi guru dan pengacara. “Dia tidak mau jadi pengacara Belanda, dia adalah sarjana hukum. Dia pergi ke Aceh menjadi guru dan pengacara, dia ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa dibangun dari daerah,” kata Ichwan.

Kata Ichwan, kepakaran SM Amin di bidang hukum pernah diakui Adnan Buyung Nasution dan Mahfud MD. “SM Amin juga penulis tangguh, ia menulis 15 buku. Bukunya dijadikan referensi oleh Adnan Buyung Nasution dan Mahfud MD di bidang hukum. Kata Adnan Buyung Nasution, SM Amin merupakan Pahlawan Nasional yang sangat penting,” ujar Ichwan.

SM Amin adalah Gubernur Sumut pertama yang dilantik Presiden Soekarno pada tahun 1947. Pada tahun itu pula Ia ditangkap oleh Belanda, lantaran Belanda saat itu belum menganggap Republik Indonesia adalah pemerintahan yang sah.

SM Amin juga sebagai fasilitator pembelian pesawat dari sumbangan masyarakat Aceh. Dia juga menolak menggunakan uang Belanda saat itu. Kemudian membuat uang sendiri pada tahun 1949. “Uang tersebut dicetak di Bukittinggi. Uang itu bukan hanya jadi alat tukar, melainkan juga sebagai alat perjuangan,” ujar Ichwan.

Ahli Waris SM Amin, Aman Nasution, berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut yang telah mengajukan SM Amin sebagai Pahlawan Nasional. “Saya atas nama keluarga SM Amin, saya ucapkan terima kasih atas usulan dari pemerintah daerah supaya SM Amin diangkat sebagai pahlawan nasional,” kata Aman.

Turut hadir Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting, Kapolda Sumut Martuani Sormin, Pangdam I/BB Irwansyah (diwakili).

Virtual

Sebelumnya, Gubernur dan Forkopimda Sumut juga mengikuti upacara peringatan Hari Pahlawan secara virtual di Pendopo Rumah Dinas Gubernur. Upacara dilaksanakan langsung dari Makam Pahlawan Kalibata Jakarta dipimpin oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dan disiarkan melalui aplikasi siaran TVRI/ Youtube

Upacara dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes), yakni sebelum memasuki ruangan dilakukan pengecekan suhu tubuh terlebih dahulu dan menggunakan masker.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Drs Martuani Sormin MSi, mengatakan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November merupakan kegiatan rutin tahunan, dalam rangka memperingati jasa-jasa Pahlawan yang telah memberikan kontribusi bagi Negara Indonesia. (rel/prn/mag-1)

MAXstream Rilis Serial Horor Orisinal Terbaru Berjudul “Dibalik Lubang Kunci”

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – MAXstream, platform market place konten video on-demand (VOD) terdepan dan berkualitas dari Telkomsel terus berinovasi menghadirkan ragam konten hiburan berkualitas terbaru yang siap menghibur masyarakat Indonesia. Selain menyuguhkan tontonan hiburan yang menginspirasi, MAXstream turut menghadirkan sejumlah konten serial original, salah satunya yang dirilis pada tanggal 06 November 2020 bergenre horor dengan judul Dibalik Lubang Kunci.

Hingga kini, aplikasi MAXstream telah diunduh lebih dari 20 juta kali baik melalui Google Play Store maupun App Store. MAXstream memiliki 60 saluran televisi, baik lokal maupun internasional, 13 video partner, dan lebih dari 10.000 koleksi video.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, kehadiran beragam konten original MAXstream menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dari Telkomsel sebagai leading digital telco company untuk mendorong adopsi gaya hidup digital di tengah masyarakat secara menyeluruh dan berkesinambungan.

“Seiring berjalannya waktu, MAXstream telah menjadi wadah untuk mendukung kemajuan industri perfilman dan kreativitas anak bangsa serta menjadi bagian dari upaya Telkomsel untuk menciptakan ekosistem digital inklusif yang berkelanjutan di Indonesia. Serial Dibalik Lubang Kunci ini menjadi perwujudan nyata Telkomsel dari untuk terus mendukung pengembangan kreativitas anak bangsa melalui kerja sama dengan penulis Melly Goeslaw dan sineas kenamaan Tanah Air. Kami berharap Dibalik Lubang Kunci ini akan memperkaya tontonan masyarakat yang dihadirkan di MAXstream,” ungkap Nirwan.

Serial Dibalik Lubang Kunci sendiri merupakan serial bergenre drama, horor, dan misteri besutan Teman Teman Production House Ceria Entertainment dengan penulis Melly Goeslaw sebagai pemilik ide cerita. Serial “Dibalik Lubang Kunci” akan hadir sebanyak lima episode dengan durasi waktu 30 menit untuk masing-masing episodenya.

Serial yang dibintangi oleh Wafda, Kinaryosih, Michelle Joan, Salsabila Zahra, Randa Septian, Melly Goeslaw, dan Anto Hoed ini bercerita mengenai sebuah keluarga bahagia yang baru saja pindah ke rumah baru di suatu kawasan pelosok yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Namun, siapa sangka jika kebahagiaan keluarga tersebut hanya bersifat semu, setelah satu persatu dari anggota keluarga mengalami teror yang mengerikan di rumah tersebut.

Dibalik Lubang Kunci menambah panjang daftar serial horor yang ada di MAXstream. Sebelumnya, MAXstream Original sudah menyuguhkan serial dengan genre horor berjudul “Journal of Terror: Afterlife” karya Ceppy Gober dan “Nawangsih” karya Melly Goeslaw. Terlepas dari serial horor, MAXstream juga menyuguhkan tontonan menarik lainnya buat kamu yang tidak menyukai serial seram, di antaranya “Negeri 5 Menara”, serial komedi romantis “Cerita Dokter Cinta”, “Critical Eleven”, dan masih banyak lagi.

Sebagai platform one-stop service VoD, MAXstream tidak hanya menampilkan tontonan hiburan berupa film dan serial, melainkan juga sejumlah konten yang menginspirasi masyarakat Indonesia, seperti salah satunya program “Wisuda Online 2020”. Program yang diciptakan untuk merayakan kelulusan di tengah situasi pandemi itu menampilkan deretan pembicara inspiratif dari berbagai macam latar belakang, mulai dari Nadiem makarim hingga Najwa Shihab.

Demi memuaskan kebutuhan masyarakat Indonesia akan tayangan musik menarik, MAXstream juga memiliki bermacam program konser musik dari musisi papan atas, di antaranya “Konser 25 Tahun Berkarya Melly Goeslaw dan Anto Hoed”, “Konser Galau – Rossa & Nagita Slavina”, “Konser The Baldys – Semesta Bercinta”, dan “Whoop Fest”.

Selain movie series dan juga konser, MAXstream menyuguhkan tayangan bincang- bincang edukasi yang memberikan informasi terbaik, terkini dan terpercaya, dikemas dalam sebuah konsep yang mudah dipahami dan diharapkan menjadi referensi bagi generasi muda Indonesia, diantaranya “Meet the experts”, “Vidi O Call” dan “Passion Project”.

Membawa konsep tayangan keluarga, memberikan tayangan kehidupan sebuah keluarga merupakan salah satu cita – cita MAXstream agar tercipta konten yang menarik dan sangat dekat lingkupnya dengan kehidupan sehari – hari. MAXstream menghadirkan tayangan menarik dari beberapa keluarga di Indonesia seperti “Gen Halilintar Family Show”, “ RANS Family show” serta akan lebih banyak lagi family show yang akan segera tayang di aplikasi MAXstream.

Hingga kini, aplikasi MAXstream telah diunduh lebih dari 20 juta kali baik melalui Google Play Store maupun App Store. MAXstream memiliki 60 saluran televisi, baik lokal maupun internasional, 13 video partner, dan lebih dari 10.000 koleksi video. MAXstream juga telah meluncurkan Paket Entertainment MAXstream seharga Rp 69.000 yang dapat diaktifkan oleh pengguna untuk mengakses HBO GO, VIDIO, dan VIU dengan kuota 7 GB melalui aplikasi MyTelkomsel, aplikasi MAXstream, atau dengan menghubungi menu akses UMB *363*465.

“Dengan hadirnya tayangan “Dibalik Lubang Kunci” dan sederet serial original lainnya, kami berharap bisa memberikan tayangan yang menghibur sekaligus bisa memberikan nilai tambah bagi pelanggan melalui prinsip customer-centric yang senantiasa ditanam di setiap konten. Ke depannya Telkomsel, melalui MAXstream, akan terus bergerak maju dan berupaya untuk terus berkomitmen menjadi “The Home of Entertainment” bagi pelanggan dengan memperkaya konten original yang berkualitas, seraya membuka kesempatan yang luas bagi sineas dan insan kreatif Tanah Air dalam menghadirkan konten berkualitas yang tayang di platform MAXstream,” pungkas Nirwan.

Seratusan Santri dan Santriwati Sambut Kedatangan Bobby Resmikan RQMB

BERSAMA: Bobby Nasution bersama santri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seratusan santri dan santriwati Rumah Quran Medan Berkah (RQMB) menyambut hangat kedatangan Bobby Afif Nasution, Senin (09/11) malam. Kehadiran calon Wali Kota Medan nomor 2 itu memang sudah ditunggu-tunggu untuk meresmikan berdirinya RQMB di Jalan Bajak III, Gang Wahyu No.12 Medan.

Kedatangan Bobby, disambut Ketua Partai Gelora Sumut Heriansyah dan Ketua Gelora Kota Medan Muhammad Nasir beserta jajaran pengurus dan kader. Bobby juga sempat dikalungi bunga oleh yang mewakili santri sebagai bentuk terimakasih atas kehadirannya.

Menantu Presiden Jokowi ini pun sangat mengapresiasi berdirinya RQMB sebagai landasan karakter anak-anak dan generasi Islam di Kota Medan.

“Kita juga ingin Alquran sebagai landasan karakter Kota Medan,” kata Bobby sebelum meresmikan RQMB.

Bobby juga mendukung berdirinya RQMB. Bahkan udah 45 RQMB berdiri di Kota Medan.

“Inisiasi berdirinya Rumah Quran Medan Berkah ini merupakan niat yang sangat mulia. Semoga kebaikan ini menjadi berkah. Semoga ini terus didirikan sampai ke tingkat lingkungan,” kata Bobby.

Sementara itu, Ketua Partai Gelora Sumut Heriansyah mengajak masyarakat untuk menjadikan hidup dengan penuh keberkahan.

“Walau hidup sederhana, tapi kita hidup berkah. Semoga di kepemimpinan Bobby-Aulia, keberkahan itu terus ada. Berkah kotanya, sejahtera warganya,” katanya.

Hadir dalam kesempatan itu pemilik RQMB Khairul Yaqin Harahap dan sejumlah tokoh masyarakat. (map)

Angka Kesembuhan Covid-19 di Medan Lampaui Penularan, Pernah Terpapar Bukan Berarti Kebal

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jumlah penularan Covid-19 di Kota Medan mulai melandai. Bahkan dalam sepekan terakhir, jumlah pasien aktif Covid-19 yang dirawat, terus mengalami penurunan. Hal ini mempertegas, jika angka kesembuhan terus meningkat dan melampaui angka penularan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan mengungkapkan, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Medan sudah tembus ke angka 7.046 kasus pada Senin (9/11) sore. Namun begitu, kata Mardohar, angka kesembuhan juga mengalami kenaikan secara signifikan. Dari 7.046 kasus positif tersebut, 5.535 diantaranya dinyatakan sembuh dan 306 lainnya meninggal dunia.

“Sedangkan pasien yang dirawat, tinggal 1.237 orang. Jumlah yang dirawat ini terus menurun, artinya jumlah pasien Covid-19 aktif terus menurun di Kota Medan,” kata Mardohar kepada wartawan di Posko Satgas Covid-19 Medan, Selasa (10/11).

Bila dibandingkan dengan data yang diperoleh dari Satgas Covid-19 Kota Medan satu pekan yang lalu, angka pasien aktif Covid-19 di Kota Medan yang dirawat memang terus mengalami penurunan. Di mana pada Senin (2/11) lalu, terkonfirmasi positif sebanyak 6.877 kasus, sembuh 5.148, meninggal 302 dan pasien aktif atau yang dirawat ada sebanyak 1.383 kasus.

“Jadi kalau dibandingkan berdasarkan data Senin (2/11) lalu, Senin (9/11) kemarin ini banyak perubahan positif. Karena angka kesembuhan mencapai 355 orang atau lebih banyak dari angka penularan yang hanya 169 orang, lalu pasien yang dirawat juga turun 146 orang. Sedangkan yang meninggal bertambah 4 orang dalam satu pekan, artinya dalam satu minggu (7 hari), tidak setiap hari ada kasus kematian karena Covid-19 di Medan,” jelasnya.

Namun begitu, Satgas Covid-19 Kota Medan memgakui jika saat ini Kota Medan masih berada di kawasan zona merah. Pemko Medan pun mengimbau, agar semua pihak tidak lengah dengan kondisi penularan yang belum menurun secara signifikan.

Dijelaskan Mardohar, saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan, seseorang yang sudah sembuh dari Covid-19 tidak akan pernah terpapar lagi oleh virus tersebut. Faktanya, anggapan itu keliru. Artinya, orang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 masih berpotensi untuk terkena kembali. “Informasi yang menegaskan bahwa orang yang sudah pernah terpapar Covid-19, maka akan kebal terhadap Covid-19, itu adalah informasi yang salah” tegasnya.

Mardohar mengungkapkan, orang yang sudah pernah terpapar Covid-19 masih bisa terpapar kembali dengan Covid-19 sepanjang yang bersangkutan tidak menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Sepanjang yang bersangkutan menerapkan Prokes, maka potensi untuk terpapar Covid-19 ini akan sangat kecil terjadi,” jelasnya.

Mardohar juga menampik adanya informasi, kamar rawat inap di semua rumah sakit di Kota Medan sudan penuh akibat banyaknya Pasien Covid-19. Faktanya saat ini, banyak kamar rawat inap rumah sakit yang kosong karena pasien aktif Covid-19 semakin menurun. “Tapi kita jangan sampai lengah, sebab Covid-19 ini datangnya tidak terduga dan kita tidak bisa mendeteksi orang yang terpapar Covid-19 atau Orang Tanpa Gejala (OTG),” imbaunya.

Di sisi lain, lanjut Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kota Medan ini, Pemko Medan terus meningkatkan strategi pemutusan rantai penyebaran virus, salah satunya dengan meningkatkan testing, tracing dan isolasi melalui puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Medan. “Karena ketiga hal itu adalah langkah penting untuk menanggulangi virus ini. Lalu, 41 Puskesmas kita juga terus melakukan edukasi sosial, baik digolongan organisasi, pendidikan, para pelaku usaha dan kalangan lainnya,” pungkasnya.

Di Sumut Positif 13.894, Sembuh 11.370

Jumlah penderita suspek Covid-19 di Sumut juga mengalami penurunan signifikan. Jubir Satgas Covid-19 Sumut, dr Aris Yudhariansyah menyebutkan, berdasarkan data mereka, angka positif Corona bertambah 76 orang, sedangkan yang sembuh sebanyak 67 orang.

Kini, total terkonfirmasi positif menjadi 13.894 orang dari hari sebelumnya 13.818 orang. “Penambahan (poisitif) terbanyak dari Kota Medan 22 orang. Kemudian, Tapteng 13, Paluta 8, Asahan 6, Sibolga 5, Padangsidimpuan dan Pakpak Bharat 4, Langkat 3, Binjai, Karo, dan Labuhanbatu 2. Selanjutnya, Humbahas, Sergai, Tebing Tinggi, Deli Serdang, dan Labusel 1,” sebut Aris, Selasa sore.

Untuk angka kesembuhan, sambung Aris, bertambah 67 orang. Saat ini, totalnya menjadi 11.370 orang dari hari sebelumnya 11.303 orang. “Kasus sembuh paling banyak didapatkan dari Deliserdang 48 orang. Lalu, Tapteng 15, dan Nias Barat 4,” ujarnya.

Terkait penambahan angka meninggal, Aris membeberkan, bertambah 3 orang dan saat ini jumlahnya menjadi 569 orang. Penambahan 3 kasus meninggal tersebut diperoleh dari Deli Serdang 2 orang dan Sibolga 1 orang. “Jumlah tertinggi yang meninggal dunia masih berasal dari Medan 294 orang. Disusul, Deli Serdang 82, Simalungun dan Binjai 20, Karo dan Langkat 15, Asahan 12, serta Tebing Tinggi 11,” bebernya.

Ia menuturkan, kasus suspek berkurang 17 orang sehingga jumlahnya 626 dari sebelumnya 643. “Penurunan kasus suspek didapatkan dari Sibolga 8, Medan 7, dan Tapteng 3. Sementara Sergai bertambah 1 orang,” tuturnya.

Aris menambahkan, pandemi Covid-19 di Sumut masih terus berlangsung. Karena itu, masyarakat diminta konsiten dan bersemangat untuk memutus rantai penularan corona dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan atau perilaku 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, serta menjaga jarak dan hindari kerumunan. Selain itu, tingkatkan imunitas tubuh dengan olahraga teratur, istirahat yang cukup, makan makanan bergizi serta konsumsi vitamin.

“Masyarakat diharapkan menjadikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebagai bagian dari kebutuhan hidup. Dengan menerapkan protokol kesehatan, berarti kita telah menjaga diri kita dan keluarga kita dari virus corona,” tukasnya. (map/ris)

Cegah Klaster Baru Covid-19, Dandim 0208/AS Wajibkan Personel Jaga Patroli

Komandan Kodim (Dandim) 0208/AS, Letkol Inf Sri Marantika Beruh SSos.
Komandan Kodim (Dandim) 0208/AS, Letkol Inf Sri Marantika Beruh SSos.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Guna meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan (Prokes) di masa pandemi Covid-19, personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0208/AS melakukan patroli rutin di tempat-tempat keramaian.

Komandan Kodim (Dandim) 0208/AS, Letkol Inf Sri Marantika Beruh SSos.
Komandan Kodim (Dandim) 0208/AS, Letkol Inf Sri Marantika Beruh SSos.

Patroli ini dilakukan personel jaga di markas Kodim dan Koramil setiap malam, mulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB, dengan memberikan edukasi dan pendisiplinan bagi masyarakat dalam penerapan Prokes di masa kebiasaan baru ini.

“Patroli ini bertujuan untuk mencegah munculnya klaster-klaster baru Covid-19 di masyarakat,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0208/AS, Letkol Inf Sri Marantika Beruh, S.Sos kepada wartawan, kemarin (8/11).

Disebutnya, setiap personel jaga baik di Makodim maupun Koramil diinstruksikan untuk mengalokasikan waktunya setiap malam melakukan patroli ke tempat-tempat yang banyak orang berkerumum, terkhusus kafe atau tempat hiburan malam, agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan.

“Kebijakan ini kami lakukan sebagai tindak lanjut atas kepedulian pimpinan Mayjen Irwansyah selaku Pangdam I Bukit Barisan yang terus berupaya  membangkitkan semangat anggotanya, agar berinovasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Dengan begitu diharapkan, program pemerintah terbantu dan terlaksana,” katanya.

Selain itu, dia juga berharap, dengan edukasi dan pendisiplinan penerapan Prokes ini dapat menimbulkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan protkol kesehatan yakni 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak atau menghindari kerumunan. “Sekali lagi saya katakan, ini demi menghindari penyebaran Covid-19,” tegasnya.

Selain patroli rutin, lanjutnya, kepedulian Pangdam I/BB kepada masyarakat juga dilakukan melalui lomba karya jurnalistrik (LKJ) penanganan Covid-19. Untuk itu, sebagai satuan jajaran Kodam I/BB, Kodim 0208/AS wajib ikut menyukseskannya. “Dengan ikut menjadi peserta lomba, berarti kita dari Kodim 0208/AS berperan memberikan informasi kepada masyarakat akan bahaya Covid-19. Dan hal ini juga menjadi laporan setiap Kodim termasuk Kodim 0208/AS ke Pangdam I/BB,” pungkasnya.

Sementara, Bintara Jaga (Ba Jaga) Peltu Suriadi mengatakan, mereka hanya melakukan perintah Dandim 0208/AS dalam melakukan kegiatan patroli ke masyarakat sembari menyosialisasikan prokes, seperti menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan air mengalir sebagai salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Covid-19.

“Semoga pelaksanaan kegiatan patroli rutin ini dapat membantu pemerintah dalam memutus rantai  penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat. Tapi perlu juga kesadaran masyarakat dalam mentaati prokes dan kebiasaan baru. Kalau tidak, usaha yang dilakukan akan sia-sia,” tandasnya. (rel/adz)

Gugat Hasil Pilpres AS 2020: Seberapa Besar Peluang Menang Donald Trump?

Calon Presiden AS, Joe Biden dan Donald Trump berseteru dalam Pilpres.
Calon Presiden AS, Joe Biden dan Donald Trump berseteru dalam Pilpres.

SUMUTPOS.CO – Tetap mengklaim menang. Bahkan melayangkan gugatan karena merasa dicurangi. Pertarungan Donald Trump melawan Joe Biden dalam Pemilu Amerika Serikat 2020 memasuki babak baru.

Calon Presiden AS, Joe Biden dan Donald Trump berseteru dalam Pilpres.
Calon Presiden AS, Joe Biden dan Donald Trump berseteru dalam Pilpres.

Berdasarkan hasil penghitungan suara Pemilu AS yang dilakukan The Associated Press, hingga Senin (9/11) malam, Joe Biden menang dengan suara elektoral 290, sedangkan Trump 214. Total suara yang diraih Biden sebanyak 75.404.182, sementara Trump 70.903.094.

Tak jauh berbeda, Peta Hasil Pemilu AS 2020 yang dilansir VOA juga menunjukkan kemenangan Biden atas Trump. Biden mengantongi 279 suara elektoral, dan Trump 214.

Namun melalui akun twitternya, Donald Trump mengklaim dirinyalah pemenang Pemilu Amerika 2020. “Saya memenangkan pemilihan ini, dengan suara yang banyak.”

Jauh sebelum pemungutan suara Pilpres AS digelar, Donald Trump telah menyatakan menentang hasil pemilu yang ia klaim penuh kecurangan, bila kalah. Bahkan jelang kemenangan Biden diumumkan, tim kampanye Trump telah mengajukan gugatan hukum di tiga negara bagian yang menjadi medan pertempuran sengit kedua kandidat, yakni Pennsylvania, Michigan, dan Georgia.

Trump juga menyatakan siap membawa sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Agung, dan tim kampanyenya meminta donor Republik untuk mendanai upaya hukum itu. Ketua Komite Nasional Republik, Ronna McDaniel berkata, “Pertarungan belum berakhir. Kami ada di dalamnya.”

Saat ini, tim kampanye Trump tengah menggalang dana dari para pendukungnya, yang menurut halaman webnya akan digunakan untuk membayar utang kampanye dan menggugat hasil pemilu ke MA. Partai Republik tengah berupaya untuk menggalang dana sedikitnya US$ 60 juta (sekitar Rp 852,9 miliar) untuk membiayai tuntutan hukum yang diajukan Donald Trump atas hasil pemilu AS.

“Mereka menginginkan 60 juta dolar,” kata seorang donatur untuk Partai Republik yang menerima permohonan dari tim kampanye Trump dan Komite Nasional Partai Republik (RNC).

Dua sumber lainnya menyebut tim kampanye Trump menginginkan dana sebesar US$ 100 juta (sekitar Rp 1,4 triliun) untuk komite penggalangan dana bersama yang dikelola tim kampanye dan RNC—suatu tanda bahwa skala tuntutan hukum Trump mungkin akan lebih besar.

Ketiga sumber tersebut memberikan keterangan kepada Reuters tanpa ingin disebutkan identitasnya karena terkait isu yang sensitif. Tim kampanye Trump dan RNC belum memberikan komentar mereka mengenai masalah ini.

Halaman donasi yang ditautkan ke situs web Trump mendorong sumbangan ke “Satgas Pertahanan Pemilu Trump-Pence.” Halaman itu berbunyi, “Presiden Trump membutuhkan ANDA untuk melangkah dan untuk memastikan kami memiliki sumber daya untuk melindungi integritas Pemilu!”

Namun, dalam cetakan kecil di bawah halaman, dikatakan bahwa 60% dana akan digunakan untuk “penghentian utang pemilihan umum,” dan 40% sisanya akan digunakan untuk rekening operasional Komite Nasional Republik.

Menurut laporan Forbes, Mahkamah Agung AS saat ini sedang mempertimbangkan apakah harus membatalkan aturan batas deadline surat suara via pos di Pennsylvania. Dalam aturan itu, pengadilan di Pennsyvlania membolehkan surat suara datang hingga tiga hari usai pemilu. Meski begitu, jika suara yang datang terlambat menjadi tidak sah, maka itu belum tentu cukup untuk Trump mengalahkan Joe Biden.

Kubu Trump juga menggugat supaya suara via pos yang kurang bukti identifikasi agar tidak dihitung. Pemilih diberi kesempatan untuk memperbaikinya pada 10 hingga 12 November. Tetapi suara itu belum dihitung sehingga tak berpengaruh pada perhitungan suara yang masih mengunggulkan Joe Biden.

Saat ini Joe Biden memiliki 290 suara elektoral, dan bila ditambah Georgia akan mencapai 306. Apabila Trump bisa mengubah hasil di Georgia, Michigan, dan Wisconsin, melalui gugatannya, maka Joe Biden terancam kehilangan angka minimal 270 untuk menjadi presiden.

“Ada laporan-laporan hal yang tidak reguler di beberapa kabupaten Wisconsin yang menimbulkan keraguan serius tentang validitas hasil-hasilnya,” ujar manajer kampanye Trump, Bill Stepien.

Petinggi Partai Republik yakin pertarungan Trump versus Biden akan berlanjut ke meja hijau. Salah satunya adalah Tom Spencer yang terlibat dalam sengketa antara George W. Bush dan Al Gore pada Pemilu AS 2000. George W. Bush akhirnya menang.

Tom Spencer memprediksi hakim Brett Kavanaugh, John Roberts, dan Amy Coney Banett yang diangkat Donald Trump akan berpengaruh pada sengketa ini. Tiga-tiganya sempat bekerja di kubu Bush pada sengketa pemilu AS 2000.

“Masalah besarnya adalah bagaimana Hakim Barrett akan memutuskan,” ucap Spencer.

Time menyebut gugatan hukum mungkin tak akan berpengaruh jika selisih suara tidak setipis yang dikira. Jika ada ribuan suara yang dinyatakan tidak valid, itu belum tentu mengubah hasil final.

Saat ini, kemenangan Joe Biden baru berdasarkan perhitungan versi media, belum pengumuman resmi. Pakar hukum dari Ohio State University menyebut suara masih dihitung. Bisa saja selisih suara semakin melebar dan tak perlu mengulang sengketa pemilu antara George W. Bush dan Al Gore.

“Ini masih mungkin margin suara kemenangan di negara-negara bagian yang sengit akan cukup tegas sehingga tidak akan menjadi litigasi seperti Bush vs Gore,” ungkap Spencer.

Tim kampanye Joe Biden menyebut gugatan Donald Trump ke pengadilan terhadap hasil pemilu Amerika Serikat 2020 tidaklah berguna. Gugatan Trump dituding bersifat oportunitis.

“Ini untuk menciptakan peluang bagi mereka untuk memberi pesan palsu tentang apa yang terjadi di proses pemilihan,” ujar Bob Bauer, ahli hukum di kubu Joe Biden, seperti dilansir AP News, Senin (9/11).

Bob Bauer juga berkata, tim Donald Trump “terus-terusan menuding adanya hal yang tidak regular, kegagalan sistem, dan kecurangan tanpa adanya basis.”

Sejauh ini, Donald Trump protes kecurangan pada pemerintah negara bagian dan layanan pos AS.

Salah satu upaya Donald Trump adalah perhitungan suara dihentikan agar tidak menghitung suara yang baru ada sesusah hari pencoblosan tanggal 3 November. Tim Joe Biden meminta agar perhitungan tetap dilanjutkan.

Tim Joe Biden mengambil slogan “Count Every Vote” (hitung setiap suara). “Rakyat tidak akan dibungkam, di-bully, atau menyerah. Setiap suara harus dihitung,” ujar Joe Biden via Twitter.

Dalam pidato kemenangan di Wilmington, Delaware, pada 7 November Joe Biden turut menyampaikan pesan kepada pemilih dan suporter Trump. Ia menyerukan persatuan dan rekonsiliasi.

“Sekarang untuk Anda semua yang memilih Presiden Trump, saya memahami kekecewaan Anda malam ini. Saya sendiri telah kehilangan beberapa kali, tapi sekarang mari saling memberi kesempatan,” kata Biden, dikutip dari CNN.

Mantan wakil presiden itu mengatakan sudah waktunya kedua belah pihak “saling mendengarkan lagi”.

Namun, kubu Donald Trump belum menerima kekalahan. Sang miliarder nyentrik itu sendiri mengklaim bahwa dirinyalah yang memenangi pemilu.

Ia juga menyebut bahwa “pemilu belum usai”, dan sejumlah gugatan hukum dari kubunya akan disiapkan. (lp6)

Sinabung 2 Kali Muntahkan Awan Panas

AWAN PANAS: Kubah lava gunung Sinabung semburkan awan panas yang ditaksir hingga 700 derajat celsius.
AWAN PANAS: Kubah lava gunung Sinabung semburkan awan panas yang ditaksir hingga 700 derajat celsius.

KARO, SUMUTPOS.CO – Gunung Sinabung di Kabupaten Karo kembali mengalami peningkatan aktivitas vulkanik, Selasa (10/11). Informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Gunung Sinabung kembali mengalami aktivitas awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 2.500 meter dan tinggi kolom abu mencapai 2.000 meter.

AWAN PANAS: Kubah lava gunung Sinabung semburkan awan panas yang ditaksir hingga 700 derajat celsius.
AWAN PANAS: Kubah lava gunung Sinabung semburkan awan panas yang ditaksir hingga 700 derajat celsius.

Kepala Bidang (Kabid) Mitigasi Gunungapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendra Gunawan, mengatakan aktivitas awan panas yang terjadi kemarin tercatat sebanyak dua kali. “Awan panas pertama kali terjadi sekitar pukul 14.22 WIBn

Selanjutnya terjadi lagi aktivitas awan panas guguran sekitar pukul 16.50 WIB. Untuk awan panas kedua ini, terjadi dengan jarak luncur lebih jauh, tepatnya sejauh 2.500 meter,” katanya.

Arah luncuran awan panas ini masih sama dengan sebelumnya. “Tadi kembali terjadi lagi aktivitas awan panas guguran sejauh 2.500 meter, ke arah timur-tenggara,” katanya.

Jika dilihat aktivitas Gunung Sinabung belakangan ini, pihaknya melihat ada penurunan aktivitas kegempaan dari beberapa waktu sebelumnya. “Memang 4 hari terakhir aktivitas Sinabung mengalami penurunan. Ini dilihat dari menurunnya jumlah kegempaan yang terjadi di Sinabung. Namun demikian kubah lava yang diperkirakan mencapai 1,5 juta kubik itu dapat mengancam terjadinya awan panas guguran. Jadi warga diimbau waspada,” katanya.

Meskipun terlihat adanya penurunan jumlah gempa, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada. Pasalnya, dengan adanya kubah lava yang semakin terlihat saat ini, potensi terjadinya awan panas guguran dan erupsi masih cukup tinggi.

Gunung Api Sinabung masih berstatus Siaga Level 3. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan diimbau tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.

Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar. (kps)

Dugaan Suap DAK APBN, Bupati Labura Ditahan KPK

DITAHAN: Bupati Labuhanbatu Utara, Kharuddin Syah Sitorus mengenakan rompi tahanan KPK.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Labuhanbatu Utara (Labura) Kharuddin Syah Sitorus (KSS) sebagai tersangka kasus pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN-P 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara. Lembaga antirasuah juga menetapkan Wakil Bendahara Umum PPP 2016-2019, Puji Suhartono (PJH) sebagai tersangka. Keduanya pun langsung ditahan KPK.

DITAHAN: Bupati Labuhanbatu Utara, Kharuddin Syah Sitorus mengenakan rompi tahanan KPK.
DITAHAN: Bupati Labuhanbatu Utara, Kharuddin Syah Sitorus mengenakan rompi tahanan KPK.

Penetapan tersangka terhadap keduanya merupakan pengembangan perkara dugaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan tahun anggaran 2018. Perkara tersebut diawali dengan operasi tangkap tangan (OTT) dengan barang bukti Rp400 juta pada 4 Mei 2018 lalu.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara ini ke penyidikan pada tanggal 17 April 2020 dan menetapkan tersangka,” kata Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/11).

KPK menduga, Kharuddin yang akrab disapa Haji Buyung ini memberikan suap senilai total SGD 290.000 untuk mengurus DAK pada APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara. Suap tersebut diberikan melalui Kepala Badan Pengelola Pendapatan Daerah Pemkab Labuhanbatu Utara, Agusman Sinaga kepada mantan Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Yaya Purnomo dan mantan Kepala Seksi DAK Fisik pada Ditjen Perimbangan Keuangan pada Kemenkeu, Rifa Surya.

Selain itu, sambung Lili, Haji Buyung melalui Agusman juga diduga mentransfer uang sebesar Rp100 juta ke rekening bank atas nama Puji Suhartono. “Dugaan Penerimaan uang oleh Tersangka PJH (Puji) tersebut terkait pengurusan DAK pada APBN 2018 untuk Kabupaten Labuhanbatu Utara,” cetus Lili.

Menurut Lili, kedua tersangka langsung dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan, terhitung sejak 10 November hingga 29 November 2020 mendatang guna kepentingan penyidikan. Khaeruddin akan mendekam di Rutan Polres Jakarta Pusat, sementara Puji bakal menjalani penahanan di Polres Jakarta Timur. “Untuk kepentingan penyidikan, pada hari ini setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 45 orang saksi dan juga kepada para tersangka,” ujar Lili.

Sebelumnya dalam kasus ini, KPK telah menetapkan enam tersangka, di antaranya dua mantan Anggota DPR RI Amin Santono dan Sukiman, mantan Kasie Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Yaya Purnomo; mantan Pelaksana Tugas dan Penjabat Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Natan Pasomba; kemudian dua pihak swasta bernama Eka Kamaluddin dan Ahmad Ghiast.

Keenam tersangka tersebut telah divonis bersalah oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor. Selain itu, KPK juga telah menetapkan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman yang perkaranya saat ini masih dalam tahap penyidikan. “Sekali lagi, KPK mengingatkan pada seluruh penyelenggara negara di Pusat dan Daerah agar melakukan pengelolaan keuangan negara secara bertanggung jawab dan hati-hati. Karena uang yang dikelola tersebut adalah hak masyarakat,” tegas Lili.

Atas perbuatannya, Haji Buyung disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, Puji disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 KUHP.

Pernah Akui Terima Uang Korupsi PBB

Selain terjerat kasus pengurusan DAK, nama Buyung juga sempat masuk pusaran kasus korupsi pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sektor perkebunan. Dalam persidangan sebagai saksi dalam kasus korupsi PBB di Pengadilan Tipikor Medan pada 24 Agustus lalu, Buyung mengakui pernah menerima uang Rp545 juta.

Uang tersebut bersumber dari kasus korupsi biaya pemungutan PBB sektor Perkebunan yang diterima Pemkab Labura Tahun Anggaran 2013-2015. Namun, ia menyatakan sudah mengembalikan uang korupsi itu. “Uang itu tidak semua saya pegang. Misalnya 100 persen, 60 persennya sama saya, dan 40 persennya untuk Wakil Bupati,” kata Buyung di persidangan saat itu.

Buyung beralasan, pengambilan uang itu sudah sesuai dengan aturan dari Dirjen Keuangan.

Buyung menyebutkan, uang tersebut sudah dikembalikan ke kas Pemkab Labura, sehingga dia tidak ada menikmati uang tersebut.

Mendengar pengakuan Buyung, hakim anggota Syafril Batubara lantas mengatakan bahwa Buyung bisa dijadikan tersangka. “Kamu tadi bilang sudah dikembalikan. Kamu tahu kalau dua orang ini juga dikembalikan uangnya. Ya sudah, berarti bisa jadi kan, orang yang sudah mengembalikan uang tetap bisa dijadikan tersangka. Betulkan pak jaksa,” kata hakim Syafril sembari menoleh ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Robertson.

Seperti diketahui, Buyung terpilih dua periode sebagai Bupati Labura pada 2010-2015 dan 2016-2021. Ia juga pernah menjabat sebagai Anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu (2004–2009) dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (2009–2010). (jpc/trb)