SERAHKAN: Bupati Langkat, Terbit Rencana PA menyerahkan bantuan kepada guru di Ponpes Modern Darul Ulum Al-Muhajirin, Desa Padang Cermin, Langkat.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO-Sejak dahulu hingga kini, Langkat telah dikenal masyarakat dunia sebagai negerinya para ulama. Karena itulah, Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat tidak menginginkan kerelegiusan tersebut punah dari Negeri Bertuah ini
Hal itu disampaikan Bupati Langkat, Terbit Rencana PA saat bertindak sebagai Inspektur Upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2020, di Ponpes Modern Darul Ulum Al Muhajirin, Desa Padang Cermin, Kamis (22/10)
Melalui amanah masyarakat yang diberikan selama lima tahun, dirinya mengupayakan masyarakat Langkat semakin religius, melalui pencapaian visi misinya. Salah satu upaya nyata tersebut, adalah mendukung sekaligus memberikan motivasi kepada para guru dan santri yang ada di Kabupaten Langkat.
Sebagai bukti nyata, memberangkatkan 1 orang guru naik haji serta mengumrohkan 6 orang santri Pesantren secara gratis dari dana pribadi. Ibadah haji diberikan kepada Kepala Sekolah Aliyah Ponpes Modern Darul Ulum Al- Muhajirin, Yayuk Susanti.
Bupati Langkat juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan ruang kelas Ponpes Modern Darul Ulum Al- Muhajirin, dengan kapasitas 2 lantai terdiri dari 24 lokal.
Bupati Langkat dalam arahannya mengatakan, peran dan fungsi para lulusan pondok pesantren telah memberikan pengabdian yang besar, dalam masa perjuangan meraih dan mengisi kemerdekaan.
Hal ini adalah kebanggaan bangsa, yang diharapkan menjadi motivasi yang kuat, bagi pimpinan yayasan, pimpinan pondok, para tenaga pendidik serta seluruh santri agar menjaga integritas kemuliaan pondok pesantren, sehingga tetap menjadi kebanggaan umat dan bangsa.
“Atas nama pribadi dan pemerintah, saya ucapkan selamat Hari Santri kepada seluruh keluarga besar Pondok Pesantren yang ada di Langkat, semoga Pesantren tetap dan terus menjadi kebanggaan ummat, dalam mencetak generasi muda yang kuat secara iman, ilmu dan amal. Sehingga kereligiusan Langkat tetap terawat dan terjaga,” imbuhnya
Bupati Langkat juga berpesan kepada para santri, untuk terus belajar dengan tekun, membekali diri dengan ilmu dan akhlak, menjaga adab dengan seutuhnya.
Bupati Terbit Rencana PA juga mengajak seluruh pesantren di Langkat ikut serta dalam upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19, dengan menjadi contoh tauladan mematuhi anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan.
“Mari sama kita patuhi Prokes Covid-19, serta bersama berdoa meminta pertolongan Allah SWT, agar wabah ini lekas berakhir dan kita semua sehat. Sehingga terwujudnya santri sehat Indonesia kuat, sesuai dengan tema yang diusung,”kata Bupati
Kakan Kemenag Langkat Zulfan Efendi, usai upacara mengatakan pelaksanaaan upacara ini dengan menerapkan Prokes Covid-19, serta berterimah kasih kepada Bupati Langkat beserta jajaran, yang telah hadir pada peringatan HSN.
Peringatan HSN yang dilaksanakan setiap 22 Oktober ini, kali ini dirangkaikan zikir dan doa bersama dengan para santri untuk mendoakan bangsa ini segera terbebas dari Covid-19.(yas/han)
Workshop: Kegiatan Webinar Media Workshop BPJS Kesehatan, Kamis (22/10). Kegiatan ini juga membahas soal vaksin gratis untuk peserta PBI.M IDRIS/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selain tenaga kesehatan (nakes) dan aparat keamanan, peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan juga akan mendapatkan vaksin Covid-19 secara gratis. Namun, peserta PBI yang bakal mendapatkan vaksin tersebut setelah diverifikasi.
Workshop: Kegiatan Webinar Media Workshop BPJS Kesehatan, Kamis (22/10). Kegiatan ini juga membahas soal vaksin gratis untuk peserta PBI.M IDRIS/sumutpos.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Raden Pardede, dalam webinar Media Workshop BPJS Kesehatan, Kamis (22/10). “Peserta BPJS yang PBI diproyeksikan diberikan vaksin Covid-19 gratis dan akan diverifikasi,” kata Raden.
Menurut dia, melalui program JKN-KIS masyarakat diberikan jaminan kesehatan. Dengan jaminan kesehatan tersebut, masyarakat dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan rasa aman. Ini tentunya berdampak positif dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Keberadaan jaminan kesehatan tersebut menjadi penting untuk menjaga semangat dan harapan kepada masyarakat. Jika kondisi kesehatan masyarakat menurun dan harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan mereka memiliki jaminan untuk pengobatan,” ungkapnya.
Diutarakan Raden, langkah yang dilakukan pemerintah tersebut merupakan strategi utama dalam menghadapi pandemi Covid-19, yakni menyelamatkan kehidupan dari segi kesehatan dan juga mata pencaharian. Dalam upaya menerapkan dua strategi tersebut, salah satunya lewat peran BPJS Kesehatan sebagai upaya membantu pemerintah menghadapi Covid-19.
“BPJS menjadi salah satu pipa program penanganan Covid-19 ini. Jadi BPJS memberikan kepada kita data-data (Penerima Bantuan Iuran, rumah sakit, nakes) itu dan kemudian kita bisa menyalurkan bantuan sosial kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Raden.
Raden menyebutkan, BPJS Kesehatan juga berperan penting menyediakan basis data untuk rumah sakit dan nakes dalam melakukan klaim biaya perawatan Covid-19 serta membantu arus khas dari rumah sakit.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga memiliki peran dalam menerapkan protokol kesehatan yang bisa mengurangi potensi penularan di rumah sakit. “Dalam penerapan 3 M juga, kami pikir BPJS berperan sekali yang melakukan pengalihan pelayanan dari konvensional ke layanan digital. Jadi terima kasih juga digitalisasi yang dilakukan oleh BPJS, itu sangat menolong sekali sehingga tentu akan mengurangi penularan,” papar Raden.
Dikatakannya, agar BPJS Kesehatan dapat aktif terlibat dalam urusan vaksin nantinya. Keterlibatan ini berhubungan dengan data-data untuk penentuan target prioritas (tenaga kesehatan), penerima target vaksin yang menerima bantuan pemerintah, dan penentuan titik-titik penyaluran (lokasi, rumah sakit, dan puskesmas).
“Kami merencanakan supaya BPJS Kesehatan secara aktif nanti dilibatkan di dalam melakukan analytical dari data-data ini semua. Data-data tersebut kebetulan BPJS sudah punya sistem pendataan yang sudah bagus, karena sudah mengelola data dalam jumlah yang sangat besar sekali sekitar 230 juta. Maka, data-data vaksinasi ini nanti akan kita combine dengan data-data BPJS dan kita minta supaya nanti sistem pengelolaan datanya ini pun bersama-sama dilakukan di BPJS,” terangnya.
Terpisah, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumut dan Aceh, Mariamah yang dikonfirmasi wartawan terkait program vaksin Covid-19 gratis kepada peserta PBI tersebut, belum bisa menyampaikan lebih lanjut. Ia menyatakan, belum mendapatkan arahan dari pemerintah pusat. “Masih menunggu,” ujarnya singkat.
Media Workshop BPJS Kesehatan itu diikuti oleh semua Kantor BPJS Kesehatan termasuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Medan dan Sumut, serta 700-an media di Indonesia baik nasional maupun daerah. Workshop dijadwalkan berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat (22-23 Oktober 2020).
Acara ini membahas mengenai isu-isu terkini mengenai JKN-KIS. Harapan dari kegiatan ini, semua media bisa memperoleh informasi yang sama dan lengkap tentang program JKN-KIS.
Pada hari pertama (Kamis, 22/10), ada beberapa materi yang disampaikan dengan tema Menjaga Keberlangsungan Program JKN KIS. Beberapa narasumber yang menyampaikan materi yakni, Prof Hasbullah Thabrany (Chief Party, USAID Healrh Financing Activity), Yustinus Prastowo (Staf Menteri Keuangan RI Bidang Komunikasi Strategis), Kunto Ariawan (Kasatgas Direktorar Penelitian dan Pengembangan Kedeputian Pencegahan KPK), Adang Bachtiar (Ketua Tim Kendali Mutu Kendali Biaya), Agus Pambagio (Pengamat Kebijakan Publik).
Sedangkan pada tema kedua adalah Peran Jaminan Sosial Kesehatan di Era Covid-19 dengan narasumber, TB A Choesni (Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial), Prof Budi Hidayat (Pakar Asuransi Kesehatan), Raden Pardede (Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional).
Staf Khusus Menteri Keuangan RI Bidang Komunikasi Strategis, Yustinus Prastowo menegaskan, dukungan pemerintah terhadap program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS) cukup nyata.
“Dukungan pemerintah cukup nyata dalam program JKN KIS, kita lihat peserta PBI (penerima bantuan iuran) itu sampai 30 September 2020 mencapai 96,4 juta jiwa dan PBPU kelas III mencapai 35,99 juta jiwa. Kalau ditotal lebih dari 125 juta dibantu oleh pemerintah. Begitu juga insentif nakes yang akan diberikan Maret hingga Desember 2020 nanti dan diperpanjang di 2021 sekitar untuk pusat 235,8 ribu Nakes dan daerah 137,7 ribu nakes,” kata Yustinus.
Kemudian, jika dilihat dari profil kepesertaan, maka universal total health coverage JKN KIS itu sudah sangat bagus, lebih dari 90 persen penduduk tercover, dalam waktu sekitar 7 tahun. “Perdebatannya bukan sekedar naik atau tidaknya iuran, karena prinsip dari JKN KIS adalah yang mampu membayar iuran lebih tinggi untuk menolong yang lain, dan yang tidak mampu dibayar iurannya oleh negara,” kata dia.
Untuk itu, demi membangun kesinambungan program tersebut dibangun ekosistem program JKN KIS. “Ini yang kemarin ramai-ramai dengan Perpres yang direvisi, kita bersyukur secara legal ini sah, dan secara legitimate ini kuat karena sudah diuji materil di MA dan ditolak, artinya Perpres 64/2020 ini sah. Legitimate karena programnya berpihak kepada rakyat,” katanya lagi.
Pembangunan ekosistem program JKN KIS itu adalah skema asuransinya menjadi wajib dan lebih diperkuat, manfaatnya dijamin dengan pertumbuhan dasar kesehatan, lalu direview manfaat, iuran dan lainnya. “Meskipun ada kenaikan iuran tapi itu untuk golongan yang mampu, yang tidak mampu disubsidi negara sebagai penerima bantuan iuran dan kelas III disubsidi juga oleh negara karena sebagian iurannya dibayar pemerintah,” tuturnya.
Yustinus juga menyampaikan, di masa pandemi Covid-19, pemerintah meningkatkan alokasi anggaran kesehatan. “Sesuai Perpres 72/2020 alokasi anggaran kesehatan naik signifikan, hampir dua kali lipat dari Rp113 T menjadi Rp212,5 T, ini belum pernah terjadi dalam sejarah kita, alokasi anggaran kesehatan sebesar ini,” ujarnya.
Dari anggaran Rp212,5 T tersebut, lanjutnya, untuk anggaran JKN untuk penanganan Covid-19 yakni sebesar Rp87,5 T. “Kemudian di dalamnya ada bantuan iuran JKN sebesar Rp3 T, untuk mengantisipasi pemindahan ke kelas III atau menjadi peserta PBI. Ini menjadi komitmen pemerintah,” bebernya.
Sementara, Prof Hasbullah Thabrany selaku Chief of Party USAID Health Financing Activity menyampaikan pentingnya program JKN KIS dan esensi Undang-undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN). “Dalam hidup ini semua ada risiko, maka perlu ada manajemen risiko yang dikelola secara nasional,” ujar Hasbullah. (ris)
BANJIR: Pengendara motor melintasi genangan banjir di Komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, Kamis (22/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ribuan rumah terendam banjir di Komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kamis (22/10). Genangan banjir diakibatkan dari air kiriman anak sungai pembuangan kawasan industri modern (KIM), dan tertutupnya akses saluran pembuangan air, serta air hujan kemudian ditambah luapan air pasang laut.
BANJIR: Pengendara motor melintasi genangan banjir di Komplek Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, Kamis (22/10).
Air mencapai ketinggian selutut orang dewasa mulai terjadi sejak subuh. Akibatnya, air yang membanjiri pemukiman buruh diduga bercampur kotoran limbah mengakibatkan kulit gatal – gatal.
Salah satu warga, Samsul Lubis mengatakan, selama 2 hari hujan yang melanda Kota Medan, kawasan pemukiman tempat tinggal mereka menjadi tergenang banjir. Musibah banjir yang melanda seluruh masyarakat yang umumnya berprofesi buruh pelabuhan, bukan hanya disebabkan hujan.
Tetapi, air kiriman yang berasal dari KIM, serta normalisasi drainase dan penyaluran pembuangan air belum dibangun, dan akses pintu air belum terbangun ditambah dengan pasang laut yang meluap dari Seruwai. “Kami sudah sering kebanjiran. Ini bukan karena hujan saja, tapi air kiriman dari KIM. Bahkan, air itu terkandung limbah pabrik, makanya banyak warga yang kena gatal – gatal,” keluh Samsul.
Dijelaskan pria berusia 45 tahun ini, masalah banjir di Komplek TKBM, sudah pernah ditinjau pejabat dari Pemko Medan. Harapannya akan ada normalisasi drainase dengan membangun pembuangan air dan pintu air. Kenyataannya, program itu belum juga terealisasi.”Program itu sampai sekarang tidak jelas. Kami mau masalah banjir di tempat tinggal kami ini segera dicari solusinya,” ungkap Syamsul.
Tokoh masyarakat di Komplek TKBM ini mengaku, genangan air banjir yang kerap melanda tempat tinggal mereka, telah mengganggu aktivitas masyarakat. Selain masalah kesehatan dan perabotan rumah tangga yang rusak akibat genangan air. “Kami sangat dirugikan, kami tidak kerja dan banyak barang kami tergenang air. Bahkan, kami terserang penyakit gatal – gatal. Kami ingin ini segera dipikirkan oleh pemerintah,” keluh Samsul.
Sementara itu, Camat Medan Labuhan, Rudy Asriandi mengatakan, sebelum musibah banjir itu terjadi, pihaknya sudah melakukan pengerukan areal pembuangan air, hanya saja, banjir yang terjadi bersamaan dengan turunnya air pasang laut. “Seluruh air tumpah ke wilayah itu, bahkan, anak sungai dari KIM juga mengalir ke wilayah itu. Makanya genangan air terjadi di kawasan itu,” terangnya.
Rudy mengaku, ia bersama masyarakat terus melalukan upaya normalisasi kawasan resapan air agar genangan air tidak lagi meluap ke Komplek TKBM, bahkan telah menurunkan alat berat untuk mengorek anak sungai yang tersumbat.”Kalau masalah air pasang ini sudah lama terjadi, sehingga air meluap ke sana. Tapi, kita terus berusaha mencari solusinya,” pungkas Rudy Asriandi. (fac/ila)
IMBAU:
Personel Polsek Patumbak mendatangi seorang pedatang dan memberikan imbauan untuk memakai masker. Imbauan itu dilakukan saat menggelar operasi Yustisi di Jalan Selamat, Kelurahan Sitirejo III, Medan Amplas, Kamis (22/10).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Polsek Patumbak bersama Koramil dan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) menggelar operasi yustisi penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 di beberapa wilayah hukum Polsek tersebut, Kamis (22/10).
IMBAU:
Personel Polsek Patumbak mendatangi seorang pedatang dan memberikan imbauan untuk memakai masker. Imbauan itu dilakukan saat menggelar operasi Yustisi di Jalan Selamat, Kelurahan Sitirejo III, Medan Amplas, Kamis (22/10).
Dalam operasi yang sekaligus membagikan masker tersebut, mengingatkan kepada warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dalam aktivitas sehari-hari. Sebab masih banyak warga yang tidak patuh terhadap protokol kesehatan tersebut.
“Operasi yustisi ini dalam rangka penertiban dan pendisiplinan protokol kesehatan adaptasi kebiasaan baru dalam menghadapi pandemi Covid-19. Hal ini tak lain untuk mencegah penularan virus corona,” kata Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fahcreza.
Disebutkannya, dalam operasi itu petugas melakukan pengecekan protokol kesehatan terhadap masyarakat atau pengendara yang melintas. Hasilnya, masih didapati atau dijumpai masyarakat yang tidak patuh. “Saat melakukan razia di seputaran Jalan Selamat Kelurahan Sitirejo III, ada warga yang tidak memakai masker saat keluar rumah maupun saat berkendara,” ucapnya.
Menurut Arfin, kesadaran masyarakat masih kurang terhadap protokol kesehatan yaitu menggunakan masker. Oleh karena itu, mau tidak mau diberikan sanksi disiplin hingga administratif oleh petugas Satpol PP. “Sanksi yang diberikan oleh petugas berupa push up, menyanyikan lagu Indonesia Raya, bahkan KTP ditahan KTP. Di sisi lain, memberikan masker sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, diharapkan ke depan masyarakat lebih peduli untuk bekerja sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan selalu mematuhi protokol kesehatan. Antara lain, pakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun, hindari kerumunan dan jaga jarak. (ris/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Bank Indonesia mencatat pertumbuhan investasi di Sumatera Utara (Sumut) pada triwulan III tertahan akibat nyaris tidak adanya investasi di sektor properti, jasa transportasi dan sektor perkaretan. Penurunan ini dipicu turunnya permintaan akibat pandemi Covid-19.
“Investasi di sektor properti, jasa transportasi dan perkaretan sangat minim dan bahkan nyaris tidak ada. Hal ini membuat terhambatnya penambahan investasi di Sumut pada triwulan III,” sebut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan, Rabu (21/10).
Wiwiek menjelaskan minimnya investasi khususnya di tiga sektor itu merupakan dampak pandemi Covid-19. Kondisi tersebut, membuat permintaan properti, karet dan jasa transportasi melemah. Dengan permintaan yang melemah, pelaku usaha menahan atau menunda investasi.
“Harapannya, pada triwulan IV pandemi Covid-19 semakin mereda sehingga investasi bertumbuh tinggi,” tutur Wiwiek.
Menurut data, Wiwiek mengungkapkan hingga triwulan II total nilai investasi Sumut sudah mencapai Rp19, 028 triliun. Total investasi sebesar Rp19,028 triliun itu terbesar dari PMDN Rp9,847 triliun dan PMA Rp9,181 triliun.
Dia menjelaskan, investasi PMDN di Sumut pada 2020 masih tetap terbesar pada sektor industri makanan, konstruksi dan jasa.”Besarnya investasi PMDN hingga triwulan II itu didorong lonjakan investasi selama April-Juni,” pungkasnya. (gus/ram)
Nenek Siti menceritakan Haji Darma Wijaya adalah sosok sederhana, yang bukannya dilayani justru melayani jemaah haji khususnya orang tua berusia lanjut atau lansia.
SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Walaupun harus menempuh perjalanan yang jauh dengan melewati jalanan yang rusak, Haji Darma Wijaya (Wiwik) tetap menempuhnya demi menjumpai nenek Hajjah Siti Safiah.
Hajjah Siti Safiah dan alm Haji Abdullah Hanafiah adalah jemaah haji yang berangkat dari kelompok terbang (kloter) 6 bersamaan dengan Haji Darma Wijaya di tahun 2018 silam.
Nenek dan kakek yang tinggal di Desa Kotarih, Sedang Bedagai ini berangkat haji atas bantuan moral dan “ringan tangan” nya Pak Wiwik yang selalu membantu pasangan lansia ini selama melaksanakan Ibadah Haji di Tanah Suci Makkah.
Saat menyambut kedatangan paslon Bupati nomor 1 di Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2021-2024, terlihat air mata yang menggenangi mata nenek siti.
Rasa haru, bahagia, sedih dan terkejut bercampur di benak nenek yang sudah berusia 76 tahun itu. Jari jemarinya yang sudah tak lagi mulus menyambut kedatangan Wiwik. Pelukan hangat sengaja dihadiahi sang nenek untuk calon bupati yang diusung 7 parpol itu.
Di matanya tergenang air mata yang mengingatkannya saat berangkat haji dengan suaminya 2 tahun lalu. Sembari duduk santai dikediamannya, Nenek Siti menceritakan Haji Darma Wijaya adalah sosok sederhana, yang bukannya dilayani justru melayani jemaah haji khususnya orang tua berusia lanjut atau lansia.
“Pak Darma Wijaya selama di tanah suci selalu memperhatikan masyarakatnya yang Lansia. Bahkan bapak ini selalu mendorong suaminya alm. Haji Abdullah Hanafiah yang duduk dikursi roda,” jelasnya saat menerima kunjungan mendadak dari Haji Darma Wijaya.
Namun Allah berkehendak lain, Haji Abdullah Hanafiah meninggal dunia tak lama ini. Belum sampai 100 hari atok Abdullah meninggal karena sakit yang dideritanya.
“Walaupun dia Wakil Bupati saat itu, Pak Wiwik bukannya dilayani malah melayani. Sosok rendah hati dan suka menolong melekat pada dirinya yang sederhana,” sambungnya.
Bahkan dirinya selalu menolak pertolongan Pak Wiwik karena menganggap dirinya tak layak disorong sosok Wakil Bupati saat itu.
“Terimakasih pak karena sudah bersusah payah membantu kami saat melaksanakan Ibadah Haji dan terimakasih juga sudah hadir kerumah saya yang sederhana. Saya berharap agar bapak dapat membawa perubahan di Serdang Bedagai ini kedepannya,” harapnya.
Usai lepas kangen dengan nenek siti dan melihat foto kenangan dengan Alm. Tok Abdullah yang tergantung di dinding rumahnya, Wiwik berpamitan.
Sekali lagi, pelukan hangat dari sang nenek sengaja menjadi hadiah yang tak terlupakan oleh sosok Wiwik.
Kali ini, tak hanya menggenang, air matapun mengalir membasahi pipi sang nenek yang sudah tak mulus lagi. Tak lupa ia panjatkan doa agar pak wiwik selalu dilindungi Allah SWT.
Nenek Siti bukanlah satu satunya orang yang dibantu pak wiwik ditanah suci. Kakek Karta Miharji warga kecamatan Pantai Cermin juga menceritakan hal yang sama.
Itulah sosok Darma Wijaya yang sederhana. Tak pilih kasih, dia selalu menolong orang yang membutuhkannya. Sosok ini yang harusnya memimpin Serdang Bedagai kedepan. Sebab Serdang Bedagai butuh sosok pemimpin yang energik, merakyat, sederhana dan suka menolong. (rel)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO– PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai bagian dari Sub Holding gas Pertamina berkomitmen terus pengembangan infrastruktur pemanfaatan gas bumi. Kini, PGN telah mengelola 96% infrastruktur gas bumi dan melayani lebih dari 417.000 pelanggan di sektor industri komersial, rumah tangga, UMKM, pembangkit listrik, dan transportasi (SPBG).
Seiring dengan perluasan utilisasi gas bumi, PGN menerapkan program Sapta PGN untuk memperkuat kinerja operasional dan melayani kebutuhan gas bumi secara terintegrasi. Apalagi tantangan-tantangan pengelolaan bisnis gas bumi di era digital, juga memerlukan inovasi dalam melalui digitalisasi. Oleh karena itu, PGN melakukan transformasi digital dengan mengembangkan aplikasi digital untuk mendukung kegiatan operasional dan pencapaian visi misi perusahaan.
Direktur Komersial PGN Faris Aziz mengungkapkan bahwa PGN menggunakan model 4C (Change, Competitor, Company, dan Customer) untuk melakukan pemeetaan dan merumuskan strategi transformasi digital yang bisa mendukung kinerja bisnis PGN. Namun dalam penerapan model 4C, PGN fokus pada value “Change” yang sangat relevan dengan transformasi digital.
“PGN memiliki Integrated Control System (ICS) yang mendukung operasional perusahaan. Dalam hal ini, ICS difokuskan pada operasional terkait dengan pelayanan gas bumi untuk seluruh pelanggan. Di mana pelayanan harus memberikan kepuasan bagi pelanggan, seiring dengan mindset pelanggan sudah berubah dalam penggunaan gas bumi. Adanya perubahan pola penggunaan gas oleh pelanggan, mengharuskan PGN melakukan penyesuaian untuk meningkatkan kepuasan pelanggan,” jelas Faris, (22/10/2020).
Faris mengungkapkan bahwa dengan menggunakan ICS, PGN melakukan otomatisasi dan digitalisasi sistem yang dapat mempersingkat waktu dan melakukan efisiensi dalam operasional cost.
ICS mengubah pengelolaan data manual menjadi online secara real time. Data diperoleh mulai dari stasiun gas bumi, masuk ke AMR, AVE semacam software yang berfungsi untuk menarik data dari divisi yang terhubung dengan pelanggan. Kemudian masuk ke dalam gas management application, di mana terdapat aplikasi-aplikasi digital yang dapat mempermudah pelanggan PGN maupun dari sisi PGN. Adapaun aplikasi-aplikasi tersebut diantaranya PGN Mobile, E-NOL, dan Sales Force.
“PGN Mobile adalah suatu aplikasi yang bebasis monile tersedia di Google Play dan Appstore. Ini menjadi kemudahan bagi pelanggan gas PGN untuk mendapatkan informasi tentang tagihan, pemakaian gas, dan digunakan PGN untuk melakukan edukasi kegiatan promosi. Saat ini sekitar 25.943 pelanggan sudah menggunakan PGN Mobile,” jelas Faris.
Singkatnya, dalam PGN Mobile, pelanggan bisa mengakses informasi tentang tagihan bulanan, informasi pemakaian gas secara real time, dan detail pemakaain gas dilihat dari jam, harian, dan bulanan.
Selanjutnya, E-NOL (Online GAS Agreement Management) adalah aplikasi untuk memproses persetujuan berlangganan gas atau amandemen pelanggan gas. Jadi, bagi masyarakat yang ingin menjadi pelanggan baru PGN, sudah bisa dilakukan online. Selain itu, pelanggan lama yang ingin merubah ketentuan berlangganan, sudah bisa diubah melalui E-NOL.
“Dengan adanya E-NOL dapat mempercepat waktu pemrosesan, meminimalkan terjadinya human error, memudahkan dalam menelusuri dokuman, dan lebih ramah lingkungan karena paperless,” imbuh Faris.
Selanjutnya aplikasi Sales Force yang dipakai PGN sejak tahun 2018 untuk mencatat dan memonitor sales activity secara online dan terintegrasi. Alur Sales Force dimulai dari Sales Activity mulai dari advertise atau pengenalan produk dan bisnis PGN kepada pelanggan sampai dengan manage customer relationship.
Dari dua hal tersebut akan menghasilkan suatu dashboard yang menampilkan sales progress, real time sales, integrated sales, customer magement monitoring, dan progress penyambungan pipa gas. Aplikasi ini dapat diakses oleh Head Office Sales dan Sales Cost yang ada di area-area penjualan gas PGN.
Direktur Teknologi dan Infrastruktur PGN Redy Ferryanto menambahkan selain aplikasi digital untuk kepentingan komersial dan terkait dengan pelanggan, PGN juga memiliki aplikasi digital untuk mensupport aspek operasional dan teknikal di perusahaan yaitu SCADA. Aplikasi SCADA berfungsi untuk melakukan monitong penyaluran gas bumi dan akuisisi data dari setiap stasiun gas bumi yang ada di seluruh Indonesia secara real time.
Dari SCADA juga bisa dilakukan proses maupun control dalam mengendalikan tekanan gas bumi dan pengendalian aliran gas. Redy menjelaskan, SCADA berguna pada sisi safety, karena bisa digunakan dalam penanganan ketika terjadi emergency shutdown valve dan gangguan teknis lainnya.
Kemudian, PGN memiliki aplikasi SIPGAS (Sistem Informasi Penyaluran Gas) atau Gas Management system yang berisi data-data seperti volume, temperature, nilai kalori, komposisi, tekanan gas, dan sebagainya untuk memudahkan Tim Teknis PGN dalam memonitor pergerakan gas bumi dan infrastruktur penunjangnya.
“DIGIO (Digital Infrastrukture Geophical Information System) merupakan salah satu aplikasi pemetaan digital yang membantu kami dalam pemetaan infrastruktur gas bumi. Kita bisa melihat pipa transmisi dan distribusi, sehingga sangat membantu dalam melakukan monitoring dan kegiatan operation and maintenance infrastruktur gas,” jelas Redy.
Bagi PGN, transformasi digital sangat penting untuk keberlanjutan bisnsi perusahaan ke depannya. Secara berkelanjutan, PGN senantiasa mengembangkan inovasi berbasis digital dalam menjalankan bisnis gas bumi seiring dengan kemajuan teknologi. Mengingat aspek penguasaan teknologi menjadi salah satu pondasi utama untuk keberhasilan pemanfaatan gas bumi di seluruh sektor. (rel/ram)
Calon Bupati-Wakil Bupati SerdangBedagai nomor urut 1, H Darma Wijaya-Adlin Tambunan (Dambaan), mendapat dukungan dari umat Katolik Perbaungan.
SERDANGBEDAGAI, SUMUTPOS.CO – Umat Katolik Rayon 2 Perbaungan menyatakan dukungan terhadap pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati SerdangBedagai nomor urut 1, H Darma Wijaya-Adlin Tambunan (Dambaan). Hal itu disampaikan langsung ketika bertemu dengan Adlin Tambunan di restoran Ayam Cabe Hijau Presto, Simpang Tiga Perbaungan, Rabu (21/10)
Ketua Rayon 2 Perbaungan, Risman Damanik mengatakan, Umat Katolik solid mendukung paslon Bupati-Wakil Bupati SerdangBedagai nomor urut 1. Hal itu dilakukan karena umat Katolik sendiri merasa kurang puas terhadap pembangunan jalan di wilayah Perbaungan selama 15 tahun terakhir.
Risman menjelaskan, Rayon 2 Katolik itu terdiri dari empat stasi yakni, Gereja Santo Martinus Perbaungan, Gereja Santo Yosef Cinta Air, Gereja Santo Yohanes Pembabtis Ara Payung dan Gereja Santo Petrus Kuala Lampa.
Menurutnya, Jalan di Perbaungan, Kabupaten Sergai sungguh jauh berbeda dengan kabupaten yang di sebelahnya yakni Kabupaten Deliserdang. Ia menilai jalan di Kabupaten Deliserdang jauh lebih baik karena pembangunan jalan sudah jauh lebih bagus dan merata.
Hal lain yang semakin memantapkan umat Katolik Perbaungan untuk mendukung Paslon No Urut 1, karena Dambaan menjanjikan untuk memberikan honor bagi guru sekolah minggu yang beragama Kristen. Selain itu, juga bisa disekolahkan lebih tinggi lagi menurut agama Kristen.
“Guru sekolah minggu kan terkendala selama ini. Lalu bagaimana guru sekolah minggu bisa beriman, jika tidak mempunyai pengetahuan mengajar? Itu juga perlu diperhatikan pemerintah,” kata bapak Damanik.
Risman Damanik juga berharap kepada pemerintahan selanjutnya agar tetap mudah dalam memberikan izin pembangunan gereja. “Jujur lah, saya sudah beberapa kali membangun gereja, izin itu nggak terlalu sulit karena memang pun kami memenuhi syaratnya. Tapi kita nggak tau ke depannya gimana ya kan. Ya kalau bisa lebih gampang lagi lah syaratnya ,” kata Risman.
Risman juga berharap dalam pembangunan gereja, pemerintahan di masa yang akan mendatang diharapkan memberikan sumbangan pembangunan gereja. Menurutnya, karena selama ini pembangunan gereja di Perbaungan selalu atas dasar swadaya umat saja.
“ Kita juga harus peduli dengan pemerintah. Ke depannya itu kalau ada pembangunan dan peresmian gereja, kita harus mengundang pemerintah setempat seperti camat, bupati supaya bersinergi ,” kata Risman. (rel)
Hadirkan program Apresiasi Pelanggan melalui RAGINA ( Racing Poin Akhir Tahun )
Khusus untuk Para Pelanggan Telkomsel di Area Sumatera, dengan mengumpulkan kupon undian melalui penukaran 20 Telkomsel POIN
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Telkomsel Kembali menghadirkan Program Apresiasi Pelanggan di Sumatera dengan berbagai macam promo dan program undian sebagai bentuk terima kasih atas kesetiaan dan loyalitas tersebut. Menjelang momen akhir tahun, program undian untuk para pelanggan dengan Racing Poin Akhir Tahun (RAGINA).
General Manager Sales Regional Sumbagut, Ihsan menyampaikan “Program ini diselenggarakan selain bentuk kesetiaan dan apresiasi dari kami, juga sebagai penyemangat bagi para pelanggan di tengah kondisi yang penuh tantangan seperti saat ini. Kami juga berusaha untuk terus meningkatkan kualitas bagi seluruh pelanggan setia kami agar tetap nyaman dan menikmati berbagai layanan program yang kami berikan sebagai layanan operator seluler”.
RAGINA sendiri merupakan program undian khusus yang ditujukan bagi para pelanggan Telkomsel di Area Sumatera (Sumatera Bagian Utara, Tengah dan Selatan) dengan mengumpulkan kupon undian yang didapat melalui penukaran 20 Telkomsel POIN. Program ini dimulai pada 1 Oktober 2020 dan akan berlangsung hingga 31 Desember 2020. Pengumuman pemenang akan berlangsung pada minggu ke-2 bulan Januari 2021 di website www.telkomsel.com.
Hadiah yang disiapkan Telkomsel pada program ini juga cukup menarik, yakni sebanyak 3 unit sepeda motor Suzuki GSX 150. Para pelanggan yang ingin mengikuti undian RAGINA ini caranya cukup mudah, yaitu dengan ketik RAGINA kemudian kirim ke 777. Telkomsel tidak membatasi banyaknya POIN yang ditukarkan dan semakin banyak POIN yang ditukarkan, maka semakin besar pula kesempatan bagi para pelanggan untuk memenangkan hadiah.
“Harapan kami dengan adanya program ini, para pelanggan mendapatkan apresiasi atas loyalitas dan kesetiaan karena selama ini telah memilih Telkomsel sebagai operator yang memenuhi kebutuhan telekomunikasi serta digital mereka dan kami juga berharap RAGINA menjadi program penutup yang manis di tahun 2020. Kedepannya, Telkomsel akan selalu konsisten menghadirkan program-program menarik sehingga kesetiaan dan loyalitas tersebut dapat terus meningkat” ujar Ihsan(*)
Ryan Charland, President Director and CEO Manulife Indonesia, saat peluncuran MiSmart Insurance Solution (MiSSION) Syariah Manulife Indonesia
Ryan Charland, President Director and CEO Manulife Indonesia, saat peluncuran MiSmart Insurance Solution (MiSSION) Syariah Manulife Indonesia.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Memenuhi kebutuhan proteksi berbasis Syariah, Manulife Indonesia meluncurkan MiSmart Insurance Solution (MiSSION) Syariah. Solusi perlindungan jiwa syariah terjangkau ini tersedia mulai dari Rp300 ribuan per bulan.
MISSION Syariah menyasar berbagai kalangan nasabah, terutama para milenial, yang membutuhkan produk inovatif untuk perlindungan jiwa dan kesehatan yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Produk ini juga dilengkapi dengan Manfaat Loyalitas total 750% dari Kontribusi Dasar di tahun pertama Polis, dibayarkan di akhir tahun ke-10 dan akhir tahun Polis ke-25.
“Berdiri sejak tahun 2009, Unit Syariah Manulife Indonesia terus berinovasi untuk senantiasa memenuhi harapan nasabah. Menyadari meningkatnya permintaan akan asuransi syariah, kami mengembangkan MiSSION Syariah sebagai solusi yang sesuai untuk seluruh masyarakat Indonesia. Tidak hanya memberikan keamanan finansial kepada pemegang polis dan keluarganya, MISSION Syariah juga berlandaskan prinsip tolong-menolong dan berbagi risiko, yaitu saat terjadi klaim dari para nasabah maka klaim tersebut dibayarkan dari dana Tabarru yang dikelola dan diadministrasikan oleh Manulife sebagai operator yang mewakili nasabah,” kata Ryan Charland, President Director and CEO Manulife Indonesia.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Juli 2020, tercatat tingkat penetrasi asuransi Syariah di Indonesia masih kurang dari 1%. Hal inilah yang memicu Manulife untuk terus mengembangkan dan menyediakan solusi perlindungan Syariah yang komprehensif untuk memenuhi kebutuhan keluarga Indonesia.
Survei Manulife terhadap nasabah asuransi di Indonesia yang dilakukan saat pandemi[1] juga menyebutkan bahwa sebanyak 72% nasabah yang telah memiliki asuransi mengatakan bahwa mereka berencana membeli tambahan polis asuransi dalam 18 bulan ke depan. Hal ini jauh lebih tinggi dari hasil rata-rata terhadap negara kawasan survei lainnya di Asia, yakni sebesar 62%. Sebesar 30% responden di Indonesia mempertimbangkan untuk membeli produk asuransi jiwa dan kesehatan di tengah pandemi.
“MiSSION Syariah adalah solusi 3-in-1 yang mengedepankan prinsip syariah sekaligus menyediakan perlindungan jiwa dan investasi, dengan perlindungan kesehatan sebagai asuransi tambahan (rider),” jelas Karjadi Pranoto, Direktur dan Chief of Employee Benefits and Sharia, Manulife Indonesia. “Dengan pengelolaan dana yang profesional, produk ini akan membantu masyarakat Indonesia dalam merencanakan dan melindungi masa depan mereka, sehingga mereka dapat mencapai impian dan melindungi kesejahteraan mereka.”
MiSSION Syariah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Manulife Indonesia untuk memprioritaskan karyawan, pelanggan, dan komunitas pada tahun 2020. Meski di tengah pandemi, Manulife tetap berkomitmen kuat untuk memenuhi kebutuhan finansial masyarakat Indonesia dan keluarganya. (rel)