Home Blog Page 4030

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS Temukan Amunisi dan Sukucadang Senjata

PENYISIRAN: Prajurit Pos Workwana Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini dari Batalyon Infanteri Raider 100/Prajurit Setia melakukan penyisiran yang kerap dilakukan rutin secara berkala.

BINJAI, SUMUTPOS.CO- Prajurit Pos Workwana Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini dari Batalyon Infanteri Raider 100/Prajurit Setia melakukan penyisiran yang kerap dilakukan rutin secara berkala. Hasilnya, mereka menemukan amunisi dan sukucadang atau onderdil senjata.
Penyisiran dilakukan di Jalan Linfas Workwana-Wambes yang berjarak 70 meter dari Pos Workwana, beberapa waktu lalu. Ini disampaikan Komandan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS, Mayor M Zia Ulhaq dari Kampung Workwana, Distrik Arso, Kabupaten Keerom, Papua, dalam keterangan tertulis yang diterima Sumut Pos, Selasa (22/9).
“Upaya pelaksanaan sweeping, merupakan salah satu tugas pokok kami yang gencar dilakukan oleh pos-pos Satgas Yonif Raider 100/PS. Ternyata, memberikan hasil berupa penemuan amunisi dan spare part senjata, yang kemungkinan digunakan oleh OTK untuk menyebarkan teror ataupun aksi kejahatan baik kepada aparat TNI-Polri maupun masyarakat di sekitarnya,” jelas dia.
“Kegiatan ini akan terus kami gencarkan baik berupa pelaksanaan sweeping, patroli keamanan dan lain sebagainya untuk menurunkan grafik tindak kejahatan yang dapat merugikan bangsa dan negara. Selain itu, juga untuk mencegah terjadinya praktek penyelundupan barang-barang terlarang berupa minuman keras, senjata api, munisi dan juga satwa yang dilindungi, yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” tambah perwira menengah dengan pangkat melati 1 emas di pundaknya ini.
Sertu Touhadi selaku Wakil Komandan Pos Workawana memimpin pelaksanaan penyisiran dengan anggota berjumlah 14 prajurit. Penyisiran dilakukan pada malam hari pukul 22.30 WIT.
“Kegiatan sweeping tersebut sengaja kami laksanakan pada malam hari guna meminimalisir tindakan kejahatan dan transaksi barang ilegal dengan memanfaatkan situasi di malam hari,” beber Komandan Yonif Raider 100/PS ini.
Temuan tersebut, urai dia, diperoleh prajurit yang bertugas sebagai tim pengamanan berawal dari melihat sepeda motor melaju dari arah Tami menuju Arso. Tiba-tiba, berhenti sekitar jarak 50 meter dari posisi tim pengamanan.
Oleh prajurit tim pengamanan menaruh rasa curiga yang kemudian mendatangi pengendara sepeda motor tersebut. Namun, pengendara dimaksud melarangnya untuk mendekat dengan dalih tengah buang air kecil.
Meski demikian, prajurit dari Pos Workwana tetap menunggunya. Tak lama berselang, pengendara sepeda motor jenis metik dengan nomor polisi PA 6211 DK, menghampiri prajurit untuk dilakukan pemeriksaan. Namun, pemeriksaan tidak ada ditemukan hal menonjol.
Dan pengendera sepeda motor tersebut melanjutkan perjalanan menuju Kota Arso. “Setelah pemeriksaan, prajurit Pos Workwana curiga terhadap kegiatan yg sebelumnya dilakukan pengendara motor tersebut. Selanjutnya Wadan Pos memerintahkan 4 orang personel untuk memeriksa tempat pengendara sepeda motor tersebut buang air. Hasilnya ditemukannya sebuah bungkusan plastik popok bayi yang diletakkan antara pinggir jalan dan parit. Selanjutnya personel Pos Workwana mengamankan bungkusan tersebut ke Pos,” tandasnya.
Hasil dari penemuan bungkusan tersebut berupa sukucadang senjata laras sedang atau pendek siap dirakit 2 buah, per Senjata 2 buah, kamar Mu rakitan 5 buah, picu rakitan 4 buah, Mukal 5,56 16 butir, Mukal 38 3 butir, Mukal pistol 7,62 2 butir dan Mu SMR 1 butir. Kemudian barang lainnya berupa obat Bodrex 2 papan, remote motor dan kacamata hitam.
Ini merupakan hasil dari penemuan tersebut yang kemudian dilaporkan dan diserahkan oleh Wadanpos Workwana kepada komandan atas. (ted)

Deteksi Corona, 500 Warga Tapteng Diswab

SWAB TES: Petugas Dinkes Tapteng melakukan swab tes terhadap pegawai dan staf di Puskesmas Sarodik, Senin (21/9).

TAPTENG, SUMUTPOS.CO-Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dinkes Tapteng) melaksanakan swab tes massal terhadap 500 orang masyarakat untuk mendeteksi dan mencegah penyebaran Covid-19.

Kepala Dinkes Tapteng, Hj. Nursyam ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/9) mengatakan, kegiatan swab massal dilaksanakan selama lima hari sejak 21-25 September 2020.

Pelaksanaan swab massal ini merupakan program Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 di daerah melalui kegiatan 3T, yaitu Testing (Pemeriksaan), Tracing (Pelacakan), dan Treatment (Pengobatan).

Selama lima hari ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri menargetkan minimal 10.000 sampel swab yang diperoleh dari kabupaten/kota di Sumut, dan setiap harinya minimal 2.000 spesimen sampel swab untuk diperiksa di laboratorium. “Menindaklanjuti instruksi Bupati Tapteng, kami melakukan swab massal terhadap 500 orang masyarakat,”kata Nusyam.

Sebelumnya, pada Senin 21 September 2020, sebanyak 52 orang jajaran Puskesmas Sarudik dan tenaga medis dilakukan swab. “Kemudian dilanjutkan swab terhadap personel TNI AD di Makodim 0211/TT pada siang pukul 13.30 WIB hingga sore,” katanya.

“Sedangkan kemarin, Selasa (22/9) pihaknya melakukan swab di Mapolres Tapteng dan masyarakat yang kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19,”sambung Nusyam, sembari mengatakan petugas kesehatan di Rumah Sakit dan Puskesmas, fasilitas pelayanan umum lainnya, serta pusat jual/beli seperti Pasar/Onan juga menjadi fokus pelaksanaan swab massal.

Kadis Kesehatan Tapteng sebelumnya mengatakan, Bupati Tapanuli Tengah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 2370/4431/IX/2020 Tanggal 18 September 2020 tentang pelaksanaan swab massal Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Dijelaskannya, surat edaran Bupati tersebut ditujukan kepada Forkopimda Tapteng, Sekretaris Daerah Tapteng, Pimpinan OPD, Camat, Direktur RSUD Pandan, dan Pimpinan Puskesmas seluruh Tapteng.

“Melalui Surat Edaran Bupati ini, masing-masing instansi dapat mempersiapkan nama-nama yang akan dilakukan swab tes oleh petugas Dinkes selama seminggu ini. Hasil swabnya akan dimasukkan ke Viral Transport Media (VTM) untuk dikirim ke Laboratorium RT-PCR. Ini merupakan salah satu upaya mencegah dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah,” ucap Nursyam. (mag-8/han)

Puluhan Guru Ikuti Pelatihan Teknik Menulis Berita, Peserta: Gimana Caranya Mencari Ide Berita?

PEMATERI PELATIHAN: Pelatihan menulis berita bersama awak redaksi Harian Sumut Pos dan Tanoto Foundation Sumut melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (22/9). Webimar ini diikuti para guru mitra Program Pintar yang berasal dari Batubara, Asahan, Karo, dan Kota Pematangsiantar.nggota DPRD Deliserdang, Maya Shynta Sianturi foto bersama Ketua Yayasan Sosial Budhi Amal Luhur, Kok Ginto Sianturi dan lainnya.

“Gimana caranya mencari ide berita? Kalau sudah ada ide, gimana caranya mengembangkan topiknya? Berapa paragraf minimal dalam menulis sebuah berita? Bagaimana cara mengambil foto yang baik?”

PEMATERI PELATIHAN: Pelatihan menulis berita bersama awak redaksi Harian Sumut Pos dan Tanoto Foundation Sumut melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (22/9). Webimar ini diikuti para guru mitra Program Pintar yang berasal dari Batubara, Asahan, Karo, dan Kota Pematangsiantar.nggota DPRD Deliserdang, Maya Shynta Sianturi foto bersama Ketua Yayasan Sosial Budhi Amal Luhur, Kok Ginto Sianturi dan lainnya.
PEMATERI PELATIHAN: Pelatihan menulis berita bersama awak redaksi Harian Sumut Pos dan Tanoto Foundation Sumut melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (22/9). Webinar ini diikuti para guru mitra Program Pintar yang berasal dari Batubara, Asahan, Karo, dan Kota Pematangsiantar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Itu antara lain sejumlah pertanyaan yang diajukan para guru saat mengikuti pelatihan menulis berita bersama awak redaksi Harian Sumut Pos dan Tanoto Foundation Sumut.

Dalam pelatihan melalui aplikasi Zoom Meeting, Selasa (22/9) tersebut, para guru mitra Program Pintar yang hadir berasal dari Batubara, Asahan, Karo, dan Kota Pematangsiantar.

Dame Ambarita, Pemimpin Redaksi Harian Sumut Pos selaku pemateri utama dalam webinar secara ringkas memaparkan teknik mencari, menemukan, dan menulis berita.

“Mencari ide untuk tulisan jurnalistik itu bisa dimulai dari menemukan peristiwa. Misalnya, topiknya belajar daring di kalangan murid-murid di tengah pandemi Covid-19. Jika sudah menemukan peristiwa, kumpulkan data melalui teknik wawancara, observasi, dan studi literatur. Apa saja data yang perlu dikumpulkan? Cara mudahnya, data dikumpul lewat pertanyaan 5 W plus 1 H Yaitu Who, What, When, Where, Why, and How,” paparnya memulai materi dasar-dasar jurnalistik untuk para guru.

Selain wawancara, data juga dihimpun melalui kemampuan observasi, seperti mengamati situasi lapangan. Dalam topik daring tadi, amati respon murid dan guru selama pembelajaran, situasi lapangan saat belajar, kesulitan yang muncul, dan seterusnya.

Untuk lebih melengkapi tulisan, bisa melakukan riset data atau studi literatur tentang topik yang ditulis. Misalnya, pendapat para ahli tentang tips belajar daring yang baik, pendapat ahli psikolog tentang tantang belajar daring, dan seterusnya.

“Jika ingin berita yang lebih lengkap dan dalam, cari narasumber dua atau tiga orang. Misalnya, guru dua orang, plus murid atau orangtua, ditutup dengan pendapat kepala sekolah atau pengawas pendidikan. Selanjutnya, organisir seluruh data yang dikumpul tadi, pilih angle paling menarik, paling kuat, atau paling baru. Pemilihan angle paling kuat dan menarik tadi akan membantu menentukan pemilihan judul dan penulisan lead berita,” terang Dame.

Jika tidak ada peristiwa, gimana cara menemukan topik berita?

Cara lainnya adalah dengan mengikuti isu-isu terkini. Misalnya kebutuhan akan kuota internet saat belajar daring, dan apa solusinya. Apa pendapat guru soal penyederhanaan kurikulum, dan seterusnya.

Boleh juga dengan menemukan masalah sehari-hari, mewawancarai figur yang menonjol untuk dijadikan sumber berita, sejarah, budaya, dan seterusnya.

“Tapi ingat, tidak semua peristiwa layak dijadikan sebagai berita. Ada parameter tertentu yang harus dipenuhi, agar suatu kejadian dalam masyarakat dapat diberitakan,” ungkap Dame.

Nilai sebuah berita, lanjutnya, bisa dirangkum dalam 10 rukun. Yakni, Kehangatan: semakin baru semakin tinggi nilai beritanya. Signifikan: mempengaruhi hidup orang banyak, Magnitude: skala peristiwa, Proximity: kedekatan jarak dan emosi, Prominence, Asas keterkenalan, Human interest, Unik, Konflik, Eksklusif, dan Kebijakan redaksional.

Setelah memilih angle paling kuat dan menarik, saran Dame, mulailah menuangkan data yang dihimpun tadi lewat tulisan. Mulai dengan judul, dateline, teras berita, tubuh berita, dan diakhiri dengan ekor (ending).

“Penulisan Straight News biasanya menggunakan piramida terbalik, yaitu yang terpenting di bagian paling atas, dan yang kurang penting di bagian paling bawah. Sehingga pembaca bisa menangkap pesan yang hendak disampaikan lewat judul dan lead. Berbeda dengan tulisan feature, yang teknik penulisannya secara paralel, yakni menyebar info-info penting di seluruh badan berita,” lanjutnya.

Masih membahas seputar dunia jurnalistik, Dame menyebutkan, seorang wartawan yang baik harus memiliki vitalitas, rasa ingin tahu, skeptis, kepekaan, dan rasional. “Tapi dalam hal menulis isu-isu pendidikan, bapak-ibu perannya masuk dalam kategori sebagai jurnalisme warga. Bukan jurnalis profesional,” tegasnya.

Jurnalisme warga sebaiknya tetap mengikuti kaidah-kaidah penulisan jurnalistik, yakni tidak beropini subjektif, berimbang, tidak menuliskan berita bohong, finah, cabul, tidak menyinggung prasangka SARA, dan seterusnya.

“Di atas semuanya, tugas utama jurnalisme adalah mengabdi pada kebenaran dan loyal pada kepentingan publik. Untuk mengejar kebenaran itu, lakukan disiplin veririkasi dengan melakukan cek, ricek, dan triple cek. Jangan biasakan memuat berita gosip yang tidak dikonfirmasi,” pungkasnya.

Di dalam pelatihan ini, peserta juga dibekali dengan Dasar-Dasar Fotografi Jurnalistik, yang disampaikan oleh Triadi Wibowo Putra, redaktur foto harian Sumut Pos. Triadi menyampaikan, sebuah informasi yang diperlihatkan melalui foto, terlebih dahulu harus menggali data, baik sebelum maupun sesudah pemotretan.

“Foto yang memiliki nilai berita juga harus memperhatikan teknis dan beberapa unsur dari fotografi, sebagai pendukung penuh dalam menyampaikan informasi. Di antaranya, ketepatan sebuah momen yang tercipta dalam bidikan kamera. Semakin langka moment yang tercipta, semakin tinggi nilai Point Of Interest (POI)-nya, sama dengan pokok pikiran sebuah tulisan”, ungkapnya.

Pelatihan ini digelar organisasi filantropy Tanoto Foundation, bekerja sama dengan Sumut Pos, dengan tujuan untuk menyebarluaskan praktik baik mendukung pemerintah dalam meningkatkan prestasi siswa Indonesia.

“Satu strategi dalam membina guru-guru adalah agar mampu menulis dan mempublikasikan peningkatan kualitas pendidikan lewat media massa,” kata Yusri Nasution, Koordinator Tanoto Foundation Sumatera Utara, pada sambutan pembukaan acara pelatihan.

“Kami sangat berterimakasih hampir lebih dari dua tahun Sumut Pos telah mendukung Merdeka Belajar melalui pemberitaan dan penyebaran praktik-praktik baik Program PINTAR Tanoto Foundation. Dalam memaksimalkan penyebaran Praktik Baik Pendidikan di wilayah mitra kabupaten dan kota, diperlukan agen-agen perubahan melalui pembentukan fasilitator komunikasi,” katanya.

Tanoto ingin memaksimalkan potensi Fasilitator Daerah (FASDA) Pembelajaran, yang berasal dari unsur guru SD/MI dan SMP/MTs 5 mata pelajaran utama.

“Melalui pelatihan penulisan praktik baik sebagai bentuk penyaluran publikasi atas apa yang dilakukan guru, serta respons terhadap kebutuhan akan adanya penulis-penulis handal hasil dari pembelajaran,. Di mana pandemi Covid-19 ini mengharuskan siswa belajar jarak jauh. Diharapkan para fasilitator dapat menulis opini dan artikel untuk media massa yang berkaitan dengan Program PINTAR seperti MIA, PIT, MASUK, MIKiR, dan lain sebagainya,” pungkas Yusri.

Di akhir acara, para peserta menyampaikan ketertarikannya dalam menulis. Misalnya Nurgayah Hasibuan, fasilitator guru dari Asahan, mengatakan dirinya sering memiliki ide untuk ditulis. Tapi bingung cara menuangkannya ke dalam tulisan. Ia juga kesulitan mengembangkan ide itu menjadi sebuah cerita yang menarik untuk dibaca orang lain.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, sekarang saya merasa lebih percaya diri untuk mulai menulis,” katanya seraya tersenyum manis. (rel/mea/azw)

Jalan Desa Bulanjulu-Pertumbuken Tertimbun Longsor

LONGSOR: Kadis PUPR Karo, Edward  dan Mitcon Purba saat turun ke lokasi longsor di Jalan Desa Bulanjulu-Pertumbuken, Selasa (22/9).

KARO, SUMUTPOS.CO-Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Karo, Senin (21/9) malam, mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Bulanjulu-Pertumbuken (Buntu), Kecamatan Barusjahe, Kabupaten Karo, longsor.

Meski tak ada korban jiwa dan luka, peristiwa ini menyebabkan akses menuju Desa Pertumbuken dan sebaliknya, putus total hingga Selasa (22/9) pagi. Pasalnya, material tanah, kayu dan bambu menutup jalan utama.

Karena tak bisa dilewati, malam itu warga maupun pengendara tak bisa keluar dari Desa Pertumbukan. Demikian sebaliknya, warga yang ingin pulang terpaksa meninggalkan kendaraan di Desa Bulanjulu, dan berjalan kaki sekitar 2 Km menuju Desa Pertumbuken.

Hujan terus yang mengguyur, ditambah lokasi longsor yang gelap dan curam. Warga tak mungkin melakukan pembukaan jalan. Selasa (22/9) pagi, Pemerintah Desa Pertumbuken mengajak warganya bergotong royong untuk membuka jalan dari tanah longsor.

 Dengan peralatan seadanya seperti cangkul dan parang, warga bahu-membahu menyingkirkan material longsor yang menutupi badan jalan.  Dalam kesempatan tersebut, warga juga mengapresiasi aksi cepat, tanggap dan peduli Kadis PUPR Kabupaten Karo, Edward Pontianus Sinulingga, ST. Dimana pasca mendapat laporan terjadinya  longsor, Dinas PUPR langsung menurunkan satu alat berat dan truk ke lokasi.

 Alhasil, dengan bantuan alat berat tersebut, dalam hitungan jam, material longsor berhasil  disingkirkan, hingga arus lalu lintas dua arah kembali normal. Selain menurunkan alat berat, Edward didampingi Kabid Bina Marga Hendra Mitcon Purba juga menyempatkan waktunya turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan.

  Dalam kesempatan itu, warga melalui Kepala Desa Pertumbuken, Rudi Iskandar Sembiring melaporkan penyebab longsor karena tak adanya saluran drainase di sisi jalan. Alhasil saat hujan deras, air meluber dari Desa Bulanjulu melewati jurang.

 Karena terus terkikis, jurang pun rubuh dan menutupi jalan di bawahnya. Untuk menghindari kejadian serupa, warga meminta Dinas PUPR membangun saluran drainase di lokasi. Jika drainase  itu telah dibangun, air dipastikan bisa langsung diarahkan ke sungai (lau biang).

 Jika tak segera dibuatkan saluran drainase, warga kawatir longsor akan terus terjadi hingga mengancam keselamatan mereka. Apalagi saat ini Kabupaten Karo tengah dilanda musim hujan. Selain saluran drainase, warga juga meminta jalan tersebut dilebarkan. Karena kondisinya saat ini sangat sempit dan rusak. Kondisi itu jelas membahayakan pengendara, karena jalan tersebut menurun dengan jurang curam di kedua sisi. Bukan itu saja, air yang meluber juga cepat merusak jalan.  Menanggapi permintaan tersebut, Edward menegaskan pihaknya sudah menampung dan akan menindaklanjuti permintaan warga. Untuk penanganan sementara,  Edward meminta operator alat berat untuk mengorek saluran drainase.

“Sebelum dibangun secara permanen, untuk sementara ini kita korek dulu saluran darainasenya. Dengan demikian air bisa langsung dialirkan ke sungai,” tegasnya. Hingga kemarin sore, alat milik Dinas PUPR Karo masih melakukan pengorekan saluran drainase sementara di lokasi. (deo/han)

Kaum Ibu Kreatif Binjai Belajar Tanaman Hidroponik

BELAJAR: Hj. Lisa Andriani Lubis ikut memantau emak-emak yang belajar tanam hidroponik.

BINJAI,SUMUTPOS.CO- Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) memberi pelatihan kepada ibu-ibu Kreatif Binjai tata cara menanam tanaman hidroponik, Senin (21/9).

Koordinator Perkumpulan ibu-ibu Kota Binjai, Desmirat Nensi Lubis menjelaskan, belajar tanam hidroponik dilatar belakangi sulitnya ekonomi di masa pandemi Covid-19.

 “Kami kaum emak-emak awalnya kumpul-kumpul. Biasalah, emak-emak ceritanya soal belanja. Banyak yang curhat sulit ekonomi dan ingin cari tambahan,” kata Nensi.

 Dari cerita itu, lanjut Nensi, muncul ide untuk belajar tanaman hidroponik. “Kami yang terdiri dari beberapa orang memanggil guru untuk belajar. Setelah mendapatkan ilmunya, barulah kami kumpulkan ibu-ibu di Kota Binjai untuk diberi pengetahuan tentang tenaman  hidroponik,” ujar dia.

 “Alhamdulillah, dua bulan berjalan, ibu-ibu Binjai tampak antusias. Kami sudah laksanakan di Kecamatan Binjai Timur, Selatan, Utara, dan Barat,” tambahnya.

 Dia menambahkan, pihaknya memilih tanaman hidroponik karena dapat memanfaatkan lahan yang tidak besar. Selain itu, media atau wadah untuk menanamnya dapat memanfaatkan barang bekas.

 “Hidroponik ini bisa dipanen dalam waktu yang cepat. Dari awal semai hingga panen, hanya butuh waktu 22 hari. Yang terpenting, air pada tanaman tetap terjaga dan terkena matahari,” bebernya.

 Untuk tanaman yang ditanam, terdiri dari kangkung, sawi, dan bayam. “Kita pilih yang mudah dan cepat dulu. Nanti kalau sudah berjalan, akan kita kembangkan ke tanaman tomat dan lainnya,” ungkap Nensi.

 Menurut dia, tujuan dari kegiatan ini agar emak-emak dapat terbantu di tengah ekonomi sulit akibat pandemi Covid-19. “Kami berharap emak-emak yang sudah belajar dapat menerapkannya di rumah masing-masing,” kata dia.

Kepada Pemerintah Kota khususnya Ketua TP PKK, Hj Lisa Andriani Lubis, dia mengucapkan terima kasih atas dukungan program tersebut. “Tanpa dukungan bu Lisa, program ketahanan pangan di tengah pandemi tidak bisa berjalan dengan baik,” ujar dia.

 Sementara, Ketua TP-PKK sekaligus Bakal Calon Wali Kota Binjai, Hj Lisa Andriani Lubis mengatakan, dengan menjalankan tanaman hidroponik, kaum ibu dapat memanfaatkan waktu luang di masa pandemi.

 “Tanaman hidroponik ini jika ditekuni bisa menjadi ladang ekonomi. Dengan begitu kaum ibu sudah masuk dalam katagori mandiri. Selain dapat dikonsumsi sendir, tanaman hidroponik juga sehat karena tidak memakai kimia,” pungkasnya. (ted/han)

Smartwatch, Investasi Cerdas saat Pandemi

Menjaga Kesehatan di Tengah Fenomena Sepeda

CEO RADATIME.CO.ID, Hendra Kesuma

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Berawal dari alat transportasi manual, saat ini Sepeda telah menjelma sebagai Lifestyle di tengah masyarakat. Apalagi saat pandemi saat ini, sepeda menjadi olahraga favorit yang dianggap paling cocok dilakukan.

CEO RADATIME.CO.ID Hendra Kesuma, mengatakan bahwa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda global telah menyumbang kenaikan minat dan permintaan yang signifikan atas sepeda.

“Wajar saja, karena Physical Distancing membuat sejumlah keterbatasan dalam beraktivitas, terutama komunikasi tatap muka, interaksi hingga olahraga yang mengharuskan untuk terjadinya kontak fisik secara langsung,” ucap Hendra kepada Sumut Pos, Selasa (22/9).

Namun seiring meningkatnya popularitas olahraga ini, hal-hal yang tidak dikehendaki juga bermunculan, seperti masalah kesehatan jantung atau potensi kecelakaan.

“Hal ini sering disebabkan oleh kurangnya monitor atau program olahraga yang tidak terencana dengan baik, dan hal ini tentu harus dikontrol dengan baik,” ujarnya.

Dijelaskan Hendra, monitor atau pengontrolan menjadi sangat penting, terutama untuk mengoptimalkan keselamatan dan hasil yang ingin dicapai dalam berolahraga. Sebagai contoh adanya kontrol terhadap detak jantung, rute, program olahraga, durasi, intensitas sampai bahkan sampai kepada program diet yang sedang dijalankan.

Menurut berbagai sumber, kecepatan detak jantung orang dewasa saat beristirahat adalah 60–100 kali per menit. Ketika berolahraga, detak jantung akan meningkat secara signifikan. Rumus umum untuk menghitung batas aman ketika berolahraga adalah ‘220 – usia Anda saat ini’.

“Jika Anda berusia 25 tahun, batas maksimum detak jantung adalah 220 – 25, artinya 195 bpm adalah batas aman detak jantung saat berolahraga,” jelasnya.

Sedangkan berdasarkan data dari American Heart Association, rentang aman adalah 60% – 80% dari batas maksimal yaitu 117 bpm – 156 bpm. Pengontrolan detak jantung sangatlah vital sewaktu melakukan kegiatan olahraga, karena notabene tujuan utama dari olahraga adalah kesehatan.

Lantas, bagaimana cara mengukur detak jantung dan memastikannya tetap berada dalam batas aman saat berolahraga? Salah satu cara cerdas untuk mengontrol detak jantung adalah menggunakan alat yang bisa berada disisi pemakai dengan nyaman saat berolahraga.

“Yaitu smartwatch. Sebagai jam tangan yang sudah memiliki banyak fitur canggih, saat ini smartwatch telah berkembang dan memiliki beragam fungsi penting, salah satunya mengukur detak jantung,” jawabnya.

Adapun cara kerja smartwatch, yaitu memberikan indikasi detak jantung yang normal saat berolah raga dan memberikan peringatan jika indikasinya mulai menunjukan resiko yang bisa membahayakan jantung.

“Selain detak jantung, informasi seperti kalori, jarak tempuh, peta, notifikasi telepon/WA, program latihan, reminder bahkan sampai gerakan tangan sewaktu berenang bisa terdeteksi,” ungkapnya.

Di zaman serba canggih ini, dukungan teknologi banyak membantu kelancaran berbagai aktivitas. Smartwatch pun bertransformasi sebagai Investasi cerdas dalam menjaga kesehatan ditengah fenomena bersepeda dan bagi para pecinta olahraga lainnya untuk memastikan manfaat yang optimal dari giat olahraga yang dilakukan, terutama pada tujuan keselamatan dan kesehatan.

“Tentunya harapan kita, agar setiap orang yang berolahraga bisa melakukannya secara tepat kadar, sehat, tujuan tercapai dan bahagia. Karena setiap momen yang terjaga dengan baik adalah untuk masa depan yang berharga,” pungkasnya. (map/ram)

Disparbud Ajak Pelaku Wisata Tingkatkan PAD Langkat

PEMAPARAN: Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Langkat, Hj. Nur Elly Heriani Rambe memberikan pemaparan kepada pelaku wisata di Kabupaten Lngkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO-Pemerintah Kabupaten Langkat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Langkat mengajak para pelaku pariwisata dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dirangkai dalam kegiatan temu ramah yang digelar di aula Kantor Camat Sei Bingai dan Kantor Camat Salapian, Senin (21/9).

Kadis Parbud Langkat, Hj. Nur Elly Heriani Rambe mengatakan, kegiatan temu ramah tersebut juga dilakukan sosialisasi Perda Kabupaten Langkat No.2 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha, yakni tempat rekreasi dan olahraga serta Perbup Langkat No.31

tahun 2020, tentang perubahan tarif retribusi tempat rekreasi dan olahraga.

Tujuannya, untuk mengajak para pelaku wisata ikut serta dalam peningkatan PAD Langkat di sektor pariwisata.

Menurut Kadis Parbud, perkembangan sektor pariwisata akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di sekitar objek wisata.

“Majunya sektor pariwisata di suatu daerah, akan meningkatkan pendapatan daerah, serta  membuka lapangan kerja yang cukup besar. Hal ini juga untuk mewujudkan visi  misi Bupati dan wakil Bupati Langkat di sektor pariwisata,” terangnya.

Pada kesempatan itu, para pelaku wisata juga menyampaikan beragam aspirasi, di antaranya perbaikan jalan menuju objek wisata, pemasangan rambu rambu petunjuk arah jalan, pengolahan sampah di objek wisata, tersedianya jalan setapak yang bagus dan program kegiatan peningkatan sumber daya manusia pariwisata di objek wisata.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kadis Parbud mengaku akan segera memperjuangkan aspirasi yang masuk ke ranah Dinas Pariwisata dan kebudayaan. Sementara, untuk aspirasi yang bukan tupoksi Disparbud, akan dikordinasikan dengan instansi terkait.

“Misalnya untuk perbaikan prasarana jalan, akan diteruskan ke OPD yang membidanginya yakni Dinas PU,”terangnya.

Kegiatan temu ramah itu juga dihadiri Kepala Cabang PT Jasa Raharja Putera, Bambang Tri Ilhamsyah. Bambang memaparkan, kegunaan dan pentingnya asuransi bagi wisatawan  yang berkunjung ke objek wisata. “Keselamatan wisatawan dapat dicover dalam bentuk asuransi. asuransi sangat penting untuk melindungi pengunjung di tempat-tempat wisata dan area wisata dari hal-hal yang tidak kita inginkan,”jelasnya. (yas/han)

Eks Kader PAC PDIP Perbaungan Dukung Beriman-Trendi

DIABADIKAN: Salmiah Eks kader PAC PDIP Perbaungan, diabadikan bersama Ali Amran Sekretaris Tim pemenangan Beriman -Trendi didampingi ketua HIMASDAT Sergai, Syahril Matondang, Selasa (22/9).

SERGAI, SUMUTPOS.CO-Eks kader PAC PDI Perjuangan Kecamatan Perbaungan Salmiah (50), menyatakan dukungan kepada pasangan Bersama Soekirman dan Tengku Muhamad Ryan Novandi (Beriman-Trendi) pada Pilkada Sergai yang digelar pada 9 Desember mendatang.

Sikap dukungan itu disampaikan Salmiah karena posisinya sebagai pengurus Bendahara di PAC PDI Perjuangan Kecamatan Perbaungan dikeluarkan, tanpa ada surat pemberitahuan terlebih dahulu,” kata Salmiah, kepada Sumut Pos, Selasa (22/9).

“Masih ada lagi kader-kader PDI Perjuangan lainnya yang dikeluarkan begitu saja tanpa ada surat pemberitahuan maupun pemecatan yang diterima,”ungkapnya.

“Disini, sebagai kader apa kesalahan kami pun gak tahu, tapi kami siap mengundurkan diri dari pengurusan PAC PDIP Perbaungan,”sambungnya.

Salmiah yang pernah mendapat piagam Sertifikat Kaum Pembela Wanita dari DPP PDIP, mengajak seluruh kader-kader PAC PDI Perjuangan yang merasa sakit hati tanpa sebab musabab dikeluarkan dari kepengurusan untuk merapatkan barisan mendukung dan memenangkan pasangan Beriman – Trendi.

“Insya Allah, akan saya ajak saudara-saudara maupun teman-teman eks kader PDIP untuk bergabung mendukung pasangan Beriman – Trendi,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris tim pemenangan pasangan Beriman – Trendi, Ali Amran didampingi ketua HIMASDAT Sergai Syahril Matondang mengucapkan terima kasih kepada eks kader PDIP yang telah menyatakan sikap untuk bergabung dan mendukung pasangan Beriman – Trendi.

“Tentunya, dukungan Eks kader PDIP ini akan kita terima. Karena dukungan ini tak terlepas dari tim relawan HIMASDAT Sergai,” kata Ali Amran.

Ali Amran berharap kepada ketua tim relawan HIMASDAT Sergai bersama eks kader PDIP, agar bersiap dan bergandeng tangan memenangkan pasangan Beriman – Trendi.

Selain itu, mengenai arahan dan bimbingan selanjutnya akan dibentuk tupoksinya masing-masing.

“Di sini, kami menaungi 57 tim relawan se-Kabupaten Sergai,” sebut Ali Amran.

Kepada ketua tim relawan HIMASDAT sudah pasti mengetahui teknis dan juknis hal-hal apa saja yang harus dilaksanakan sampai yang kita usung ini menang,” bilang Ali Amran.

“Mudah-mudahan dengan bergabungnya mantan fungsionaris PAC PDIP Perbaungan ini menambah keyakinan, bahwa perjuangan kami bersama mantan kader PDIP akan membuahkan hasil yang cukup baik,”

Dengan bergabungannya eks kader PAC PDIP Perbaungan mulai hari ini menjadi satu keluarga didalam tim pemenangan Beriman – Trendi.

Ali Amran pun meminta, kepada relawan yang telah bergabung segala satu hal kabar baik maupun kabar buruk agar segera memberitahukan kepada ketua tim relawan HIMASDAT.

“Adapun tujuan mana tahu ada kabar suka maupun duka jadi seluruh tim bisa mengetahuinya,” tuturnya. (sur/han)

Polisi ‘Kembangkan’ Pembunuh Asiong, Geledah Dua Rumah di Marelan

PENGGELEDAHAN: Jatanras Polda Sumut melakukan penggeledahan rumah di Marelan untuk pengembangan kasus kematian Asiong, Selasa (22/9).
PENGGELEDAHAN: Jatanras Polda Sumut melakukan penggeledahan rumah di Marelan untuk pengembangan kasus kematian Asiong, Selasa (22/9).

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Unit Jatanras Polda Sumut melakukan pengembangan kasus pembunuhan Jefri Wijaya alias Asiong dengan melakukan penggeledah dua rumah di Marelan, Selasa (22/9).

PENGGELEDAHAN: Jatanras Polda Sumut melakukan penggeledahan rumah di Marelan untuk pengembangan kasus kematian Asiong, Selasa (22/9).
PENGGELEDAHAN: Jatanras Polda Sumut melakukan penggeledahan rumah di Marelan untuk pengembangan kasus kematian Asiong, Selasa (22/9).

Pengembangan kasus pembunuhan mayat yang ditemukan di jurang dekat Desa Ndaulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, telah menetapkan 5 tersangka.

Jatanras Polda Sumut menggeledah rumah di Pasar IX, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhandeli dan Pasar 3 Timur Gang Alif, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan.

Puluhan petugas berpakaian dinas dan preman melakukan penggeledahan di dua orang tersebut. Sejumlah barang yang diduga sebagai alat bukti melakukan pembunuhan diamankan polisi.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edi Safari yang ditemui dilokasi mengatakan, pihaknya hanya membantu untuk mendampingi proses pengembangan yang sedang berlangsung.

Sementara itu, salah satu perwira Poldasu yang ada dilokasi enggan memberikan komentar saat ditemui wartawan.

“Nanti aja bang, kita masih melakukan pengembangan. Bapak Kapoldasu yang berkompeten memberikan keterangan,” kata perwira berpakaian preman.

Perlu dijeskan, tewasnya Jefri Wijaya alias Asiong pertama diketahui istrinya, Lisa dengan cara disiksa dan dibakar oleh pelaku.

“Suami saya disiksa, dibakar hidup-hidup. Saya katakan demikian karena melihat bagian pahanya. Dalam badannya hancur. Begitu juga kepalanya,” ujarnya.

Wanita yang mempunyai tiga anak ini pun mengisahkan kronologi terakhir kali ia berkomunikasi dengan Asiong. Suaminya pergi dari rumah untuk nongkrong di sebuah warung waralaba sekitar pukul 12.00 WIB.

“Setelah dari sana, saya telepon suami. Katanya dia mau ke showroom ambil mobil yang hendak dijual. Mobil Terios yang mau dijual. Terus suami pesan ke saya untuk sembayang, biar cepat laku mobilnya,” ujar Lisa mengingat percakapan mereka kala itu.

Masih di hari yang sama, Lisa menceritakan ia butuh uang untuk membayar biaya renovasi kanopi rumah. Namun, panggilan telepon via WhatsApp (WA) ke Asiong sebanyak 2 kali tak berbalas.

“Terus anak kami paling besar chat papinya dan dibalas. Terus saya bilang, kok aku telepon dan chat gak dibalas? Sekitar pukul 16.00 WIB, itu dia bales WA, dia bilang sedang lobi loh (jual Terios),” sebutnya.

Masih dikatakan Lisa, Asiong sempat pulang ke rumah sekitar pukul 16.30 WIB. Namun, saat itu Lisa sedang tidur, sehingga tak sempat bertemu Asiong.

“Saya tanya anak-anak ke mana, enggak ada yang tahu. Sekitar pukul 19.00 WIB, kutelepon untuk jemput anak-anak, namun tidak diangkatnya,” ucapnya.

Lisa menjelaskan, status WhatsApp suaminya terakhir online pukul 18.45 WIB. Ia pun menunggu kepulangan suaminya hingga pukul 01.00 WIB dini hari.

Sekitar pukul 03.00 WIB, Lisa mendengar suara seperti seseorang sedang menggunakan raket nyamuk. Kala itu, Lisa beranggapan bahwa itu adalah suaminya.

Biasanya suami saya di bawah nyelekat nyamuk dulu baru masuk kamar. Jadi udah kedengaran suara, dalam hatiku udah pulangnya ini. Jadi kutunggu, namun kok gak naik-naik. Perasaanku dia udah buka pintu, tapi pintunya gak terbuka dan gak ada dia,” pungkasnya. (fac/azw)

Pembunuh Janda Anak 2 Warga Bromo Terungkap, Pelakunya Ditangkap

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kasus dugaan pembunuhan terhadap Fitri Yanti (44), janda dua anak, akhirnya terungkap. Dugaan sebelumnya pelaku merupakan suami sirinya ternyata terbukti. Pelaku adalah Fery Pasaribu (49), yang dibekuk di Riau oleh personel Polsek Tapung Polda Riau. Informasi diperoleh, dikabarkan pelaku ditangkap dari tempat persembunyian di rumah kerabatnya.

Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky Pripurna Atmaja belum bersedia memberikan keterangan. Sementara, Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan pelaku telah ditangkap.

Kata Tatan, pelaku tersebut sudah dijemput dan dalam proses perjalanan menuju Medan. “Nanti akan dirilis,” ujarnya singkat kepada wartawan, Selasa (22/9). Sebelumnya kepada wartawan, Kapolsek Percut Seituan AKP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan, hasil penyelidikan sementara terkait kasus itu, korban merupakan istri-siri dari pelaku.

Di sisi lain, pelaku masih memiliki istri sah. “Dugaan sementara, (pelaku) suami sirinya. Korban dengan suami sahnya sudah cerai,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (4/9).

Ricky melanjutkan, pelaku dan korban sudah 3 tahun berumah tangga. Namun, dari hubungan keduanya belum dikarunia anak. Sedangkan dari suami pertama korban, memiliki tiga anak (1 laki-laki dan 2 perempuan) yang sudah dewasa. Tapi, anak korban yang laki-laki sudah berumah tangga dan sudah punya anak.

“Keterangan keluarganya, korban selama empat bulan terakhir tinggal bersama orangtuanya di Jalan Bromo Gang Bahagia karena sering bertengkar dengan pelaku. Sebelumnya, mereka (korban dan pelaku) tinggal di Pasar V Tembung,” ujarnya.

Diketahui, Fitri Yanti ditemukan tewas mengenaskan bersimbah darah di parit kawasan Jalan Mahoni Pasar 2 tanah garapan Desa Bandar Klippa, Percut Seituan, Minggu (30/8) pagi. Terdapat luka sayatan di leher warga Jalan Bromo Gang Bahagia, Medan Area ini.

Mayat perempuan itu ditemukan warga sekitar tempat kejadian perkara dengan posisi keadaan telungkup. Dalam hitungan menit, warga langsung berkerumun dan geger. Tak lama, petugas dari Polsek Percut Sei Tuan yang mendapat kabar tiba di lokasi kejadian.(ris/azw)