24 C
Medan
Friday, January 23, 2026
Home Blog Page 4473

Akhir Tahun, RS Pirngadi akan Dibangun

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PIRNGADI: Suasana di RSU Pirngadi Medan. Rumah sakit ini terganggu biaya operasionalnya hingga tak mampu membayar gaji honorernya akibat klaim belum dibayar BPJS Kesehatan.
PIRNGADI: Suasana di RSU Pirngadi Medan.
PIRNGADI: Suasana di RSU Pirngadi Medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sepanjang tahun 2020 Pemerintah Kota (Pemko) Medan sedang berfokus untuk melakukan pembangunan di berbagai sektor. Namun Pemko Medan telah mengklasifikasikannya ke dalam 3 hal prioritas, yakni sektor Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur. Berbagai rencana pembangunan pun telah masuk ke dalam agenda Pemko Medan hingga agenda nasional dan ditargetkan untuk dapat terealisasi di tahun ini.

“Sejak tahun lalu kita memang sudah targetkan akan memprioritaskan 3 sektor itu, yakni Kesehatan, Pendidikan dan Infrastruktur. Ada yang merupakan agenda kita, agenda provinsi dan agenda nasional,” ucap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Irwan Ritonga kepada Sumut Pos, Rabu (19/2).

Dikatakan Irwan, saat ini agenda nasional untuk pembangunan di Kota Medan yang pasti akan berjalan di tahun 2020 adalah terminal terpadu Amplas. “Di tahun ini Terminal Amplas yang pasti akan dibangun, anggarannya sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan. Untuk terminal Pinangbaris sepertinya tahun ini juga, tapi menyusul,” ujarnya.

Sedangkan untuk proyek pembangunan lainnya yang merupakan agenda nasional, kata Irwan, masih merupakan usulan dari Pemko Medan dan belum mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat. “Yang sudah kita usulkam ke pusat ada banyak, misalnya Underpass Glugur, Underpass Aksara dan termasuk Pasar Akbar sendiri. Dulu pemerintah pusat meminta kita untuk menyediakan lahan untuk pembangunan pasar Aksara, sudah kita sediakan, tetapi belum juga dibangun,” katanya.

Di sektor Kesehatan, Irwan mengatakan, pembangunan RSUD Pirngadi telah bersifat mendesak. Hingga saat ini Pemko Medan pun tengah berupaya untuk mencari solusi lain dari pembangunan rumah sakit tersebut setelah belum kunjung mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat.

“Ini lagi diupayakan lewat sistem KPBU, sedang berproses. Kita kejar target supaya paling lama di akhir tahun pembangunan RSUD Pirngadi sudah bisa dilakukan. Tetapi bila pada akhirnya KPBU juga tidak bisa dilakukan, maka rencananya kita akan menggunakan APBD Kota Medan dengan cara Multi Years, atau dibangun secara bertahap dengan anggaran yang bertahap pula,” jelasnya.

Di sektor lainnya, tidak adanya SMP Negeri di salah satu kecamatan di Medan Utara cukup menjadi perhatian bagi Pemko Medan. Pemko juga berencana untuk membangun sekolah SMP Negeri di kawasan tersebut.

“Kalau saya gak salah di Kecamatan Medan Deli tidak ada SMP Negerinya, itu yang sedang diupayakan. Beberapa waktu yang lalu kita sudah minta untuk disediakan lahan untuk dibangun sekolah SMP disana, tetapi ternyata ukuran dan letak lahannya tidak memenuhi standar, jadi saat ini sedang dicari lahan untuk sekolah itu,” pungkasnya. (map/ila)

Kondisi Bayi Kembar Siam Dempet Perut Terus Membaik

TIDUR: Bayi kembar siam dempet perut tampak tertidur di ruangan NICU RSUP H Adam Malik Medan. Keduanya tengah dilakukan perawatan intensif.
TIDUR: Bayi kembar siam dempet perut tampak tertidur di ruangan NICU RSUP H Adam Malik Medan. Keduanya tengah dilakukan perawatan intensif.
TIDUR: Bayi kembar siam dempet perut tampak tertidur di ruangan NICU RSUP H Adam Malik Medan. Keduanya tengah dilakukan perawatan intensif.
TIDUR: Bayi kembar siam dempet perut tampak tertidur di ruangan NICU RSUP H Adam Malik Medan. Keduanya tengah dilakukan perawatan intensif.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kondisi bayi kembar siam dempet perut asal Dusun Sei Kelapa II, Desa Tanjung Haloban, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik, Medan.

Meski dirawat, kondisi kedua bayi yang lahir dari pasangan Supono (32) dan Nur (25) ini terus membaik. “Kondisi si kembar semakin membaik. Berat badannya terus naik, awalnya 2.600 gram saat lahir sekarang naik menjadi 5.640 gram,” ungkap Kasubbag Humas RSUP HAM Rosario Dorothy Simanjuntak (Rosa), Kamis (20/2).

Kata Rosa, bayi kembar siam yang merupakan anak pertama dan kedua tersebut kini sudah tak memakai alat bantu kesehatan, salah satunya ventilator atau alat bantu pernapasan. Padahal, sebelumnya kedua bayi masih bergantung alat-alat kesehatan tersebut. “Sebelumya kan pakai ventilator, tapi sekarang sudah tidak lagi. Minumnya juga sudah normal, minum ASI, kalau kurang ditambah susu formula,” jelas Rosa.

Pun begitu, Rosa mengaku, belum ada pemeriksaan mendetail soal organ tubuh kedua bayi. Hal itu lantaran bayi yang lahir dengan panjang 39 cm ini mengalami masalah berat badan. “Si kembar masuk dengan kondisi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Jadi, fokus dokter masih untuk menaikkan berat badan dan memperbaiki kondisinya dulu,” ucap Rosa.

Diutarakan dia, saat ini usia bayi kembar siam dempet perut tersebut sudah 2 bulan lebih. Untuk biaya perawatannya sudah mencapai Rp 210 juta yang ditanggung BPJS Kesehatan. “Orangtuanya peserta BPJS Kesehatan, jadi biayanya ditanggung dan enggak ada yang dibebankan. Terkecuali, biaya hidup orangtuanya selama di Medan tentunya ditanggung sendiri dan termasuk biaya pampers serta kebutuhan bayi lainnya,” paparnya.

Sementara, Supono, ayah dari bayi tersebut mengatakan, ia dan istrinya sudah mengetahui kalau anaknya lahir kembar siam sejak usia kandungan 5 bulan setelah diperiksa. (ris/ila)

Namun demikian, awalnya sempat tidak percaya. “Ketika pemeriksaan kandungan usia 7 bulan, hasilnya tetap anak kami itu bayi kembar siam karena lengket. Lalu, kami dirujuk ke sini (RSUP HAM) untuk melahirkan supaya berjalan lancar,” ujarnya.

Ia mengaku, selama istrinya mengandung tidak pernah merasakan keluhan lain. Gejalanya, sama seperti pada umumnya wanita hamil. “Harapan saya tentu istri dan kedua anak saya bisa sehat,” imbuhnya.

Diketahui, Nur (25), warga Labuhanbatu melahirkan bayi kembar siam dempet perut berjenis kelamin laki-laki pada Senin, 9 Desember 2019 lalu. Bayi yang lahir dengan operasi sesar tersebut langsung dirawat di Ruang Perinatologi RSUP HAM. Bayi tersebut lahir pukul 10.15 WIB secara sesar. Jenis kelaminnya laki-laki, dengan berat badan 2.600 gram. (ris/ila)

23-24 Februari, Golkar Sumut Gelar Musda X

MUSDA: Ketua SC Musda X DPD Partai Golkar Sumut, Sangkot Sirait didampingi Wakil Ketua Golkar Sumut, Samsir Pohan saat temu pers di kantor DPD Golkar Sumut, Kamis (20/2).
MUSDA: Ketua SC Musda X DPD Partai Golkar Sumut, Sangkot Sirait didampingi Wakil Ketua Golkar Sumut, Samsir Pohan saat temu pers di kantor DPD Golkar Sumut, Kamis (20/2).

Penjaringan Balon Ketua Dibuka Hari Ini

MUSDA: Ketua SC Musda X DPD Partai Golkar Sumut, Sangkot Sirait didampingi Wakil Ketua Golkar Sumut, Samsir Pohan saat temu pers di kantor DPD Golkar Sumut, Kamis (20/2).
MUSDA: Ketua SC Musda X DPD Partai Golkar Sumut, Sangkot Sirait didampingi Wakil Ketua Golkar Sumut, Samsir Pohan saat temu pers di kantor DPD Golkar Sumut, Kamis (20/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD Partai Golkar Sumut telah menetapkan jadwal Musyawarah Daerah (Musda) X di Hotel JW Marriott pada 23 dan 24 Februari 2020. Dalam Musda ini, akan dipilih ketua DPD Partai Golkar untuk lima tahun ke depan. Karenanya, Panitia Musda telah menyusun beberapa persyaratan untuk siapa saja yang berminat menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut periode 2020-2025 mendatang.

Ketua Steering Committee Musda X DPD Partai Golkar Sumut, Sangkot Sirait, menyebut proses dimulai pada penjaringan bakal calon Ketua DPD Golkar Sumut. “Penjaringan dimulai Jumat (21/2) sampai Sabtu (22/2) atau sehari sebelum Musda yang akan digelar 23 Februari 2020,” ujar Sangkot, didampingi Wakil Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Samsir Pohan dan Wakil Ketua Bidang Media Apri Budi di Kantor DPD Golkar Sumut, Jalan KH Wahid Hasyim, Medan, Kamis (20/2).

Sangkot menjelaskan, untuk bisa ditetapkan sebagai bakal calon, maka harus memenuhi beberapa syarat yang sudah ditentukan Juklak Musda Golkar Sumut. Di antaranya pernah menjadi pengurus Golkar di tingkat provinsi, kabupaten/kota atau organisasi yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar. “Minimal lima tahun sebagai pengurus,” tegasnya.

Kemudian, memiliki pendidikan minimal strata satu yang ditunjukkan dengab ijazah asli. Syarat berikutnya, yakni aktif terus selama lima tahun di kepengurusan Golkar dan tidak pernah menjadi pengurus parpol lain. “Syarat lainnya yakni pernah mengikuti pendidikan kaderisasi Partai Golkar dibuktikan dengan sertifikat kaderisasi,” tuturnya.

Kemudian, disiplin atau tidak tercela. Memiliki kapabilitas dan sanggup bekerja secara kolektif dengan jajaran Golkar. “Tidak pernah terlibat organisasi terlarang atau G30S/PKI,” tandas Sangkot.

Syarat lainnya, tidak memiliki hubungan sedarah atau garis lurus dengan anggota parpol lain dan anggota DPR/DPRD dari partai lain. “Jika ini semua terpenuhi, maka baru bisa diputuskan sebagai bakal calon,” kata Sangkot.

Untuk kemudian ditetapkan sebagai calon, maka syarat tersebut harus ditambah dengan surat dukungan 30 persen dari pemilik suara di Musda Golkar Sumut. “Jika semua syarat itu dipenuhi baru bisa dikatakan sebagai calon,” kata Sangkot.

Pihaknya membuka seluas-luasnya bagi kader Golkar yang ingin mendaftar sebagai bakal calon dan calon Ketua DPD Golkar Sumut. “Intinya kami ditugaskan menggelar Musda secara demokratis sesuai aturan organisasi. Apalagi memang Plt Ketua Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia merupakan orang yang taat aturan,” tukas Sangkot.

Dengan sejumlah persyaratan yang dimumkan panitia, lantas bagaimana peluang atau kans Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah alias Ijeck yang berniat menjadi Ketua DPD Partai Golkar Sumut. Sebab, Ijeck belum pernah menjadi pengurus dan bukan kader dari Partai Golkar.

Ijeck sendiri enggan memberikan pernyataan terkait pencalonan dirinya di Musda X DPD Partai Golkar Sumut. “Inikan acara Nasdem, nanti ya,” ujar Ijeck singkat saat ditemui pada acara peresmian Kantor DPW Nasdem Sumut, Kamis (20/2) siang.

Sebelumnya, Plt Ketua DPD Golkar Sumut Ahmad Doli Kurnia mengatakan, pihaknya ingin membuat Musda se-demokratis mungkin. “Kita akan membuat Musda ini sedemokratis mungkin. Tapi juga tetap harus memenuhi aturan-aturan organisasi, untuk menjadi pengurus, jadi pemimpin di Partai Golkar dari tingkat pusat sampai kecamatan itu sudah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Nanti kita berdasarkan itu aja,” kata Doli, Rabu (19/2).

Dia mengaku belum bisa memastikan, apakah Ijeck sudah memenuhi syarat sebagai calon ketua atau belum. Menurutnya, hal itu baru bisa diketahui setelah berkas masuk. “Nanti kita lihat, kita belum bisa memastikan. Nanti ketahuan dia memenuhi syarat atau tidak kalau data-datanya sudah masuk,” ujar Doli.

Dia mengatakan, Golkar Sumut sudah mengirim surat ke DPP soal Musda. Selain itu, Doli juga bicara soal status Ijeck di Golkar. “Setahu saya, Pak Ijeck belum pernah jadi kader Golkar,” tutur Doli.

Golkar Sumut sebelumnya telah menggelar rapat pleno dan menyepakati bakal menggelar musyawarah daerah. Sejumlah nama pun masuk bursa calon ketua DPD Golkar Sumut. Wakil Ketua DPD Golkar Sumut Samsir Pohan menyebut, setidaknya ada dua nama yang mencuat. Mereka ialah Wagub Ijeck dan Wakil Ketua DPRD Sumut Yasyir Ridho.

Ijeck sendiri sudah menyatakan siap maju sebagai calon ketua Golkar Sumut. “Saya siap untuk maju dalam pencalonan,” kata Ijeck, Senin (17/2).

Namun Ijeck dinilai sulit memenuhi syarat untuk menjadi calon ketua. Syarat itu antara lain pernah menjadi pengurus Golkar, aktif di kegiatan Golkar hingga mendapat dukungan dari 30 persen pemilik suara. “Syaratanya itu kalau mau jadi ketua mesti lah dia pernah jadi pengurus satu periode.

Pernahnya kapan? Bisa entah 10 tahun lalu, yang penting pernah dan menunjukkan dia di Golkar 5 tahun ini aktif di Golkar udah itu aja. Sesudah itu ya biasalah bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa. Jadi Bang Musa Rajekshah ini nggak dapatnya itu,” kata Sekretaris DPD Golkar Sumut, Amas Muda Siregar, Rabu (19/2). (mbc/dtc)

Bursa Balon Wali Kota Medan: NasDeam Dukung Bobby

TANDATANGAN: Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh didampingi Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar menandatangani prasasti peresmian gedung baru Partai NasDem Sumut, di Jl HM Yamin Medan, Kamis (20/2).
TANDATANGAN: Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh didampingi Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar menandatangani prasasti peresmian gedung baru Partai NasDem Sumut, di Jl HM Yamin Medan, Kamis (20/2).
TANDATANGAN: Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh didampingi Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar menandatangani prasasti peresmian gedung baru Partai NasDem Sumut, di Jl HM Yamin Medan, Kamis (20/2).
TANDATANGAN: Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh didampingi Gubsu Edy Rahmayadi dan Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar menandatangani prasasti peresmian gedung baru Partai NasDem Sumut, di Jl HM Yamin Medan, Kamis (20/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Langkah Bobby Afif Nasution menuju Pilkada Medan 2020 semakin mantap. Setelah mendapat sinyal dukungan dari PDIP, Gerindra, dan Partai Golkar, kini giliran Partai Nasional Demokrat (NasDem) memberi sinyal serupa kepada menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini.

KETUA Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh mengatakan, partainya mendukung penuh pencalonan Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan. Apalagi, berdasar hasil survey internal NasDem, Bobby diketahui lebih baik di antara para pesaingnya. Seperti Plt Wali Kota Medan, Akhyar Nasution, dan Wakil Ketua DPRD Medan, Ikhwan Ritonga.

“Bobby sudah jelas, kita memberikan dukungan sepenuhnya. Hasil surveinya baik sekali, bahkan terlalu baik menurut saya,” kata Surya Paloh menjawab wartawan dalam jumpa pers, usai meresmikan gedung baru DPW NasDem Sumut, Kamis (20/2).

Secara konkrit dan detil, Surya tidak menyebut mengapa indikator survey suami Kahiyang Ayu itu lebih baik dibanding kompetitor lain. Dia hanya menyatakan, kemungkinan besar karena elektabilitas para pesaing Bobby yang lebih rendah. “Mungkin kompetitornya belum terlalu menonjol kali ya. Itu yang saya lihat sampai sejauh ini. Tak tahulah perkembangan ke depannya. Kalau menurut saya, sampai hari ini Bobby lebih baik,” katanya.

Lantas, bagaimana dengan elektabilitas atau hasil survey terhadap Akhyar Nasution sebagai balon petahana yang juga mendaftar via NasDem? Surya kembali menyebut, sesuai hasil survey yang dilakukan, nilai Bobby masih berada di atas politisi PDI Perjuangan Sumut tersebut. “Ya kan kita bisa lihat dari parameter-parameter survey yang ada (Bobby paling tinggi gradenya). Itu jelas itu,” imbuh Surya.

Pada prinsipnya, NasDem tetap akan mengusung kader atau pengurus partai sebagai pasangan calon di Pilkada serentak 2020. Namun tak menutup kemungkinan membuka koalisi bersama parpol lain. Surya menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengumumkan resmi pasangan calon yang akan diusung ke publik. Menurutnya, dibutuhkan penelitian secara seksama sebelum memutuskan nama-nama tokoh yang ikut berkompetisi.

“Secepatnyalah saya pikir. Kan ada tim (penjaringan Pilkada), dan sudah ada masuk ke saya rekomendasinya. Ada dua aspek yang penting bagi partai ini ketahui (terhadap sosok yang ingin maju), yakni aspek elektabilitas dan aspek kapabilitas,” katanya.

Meski sudah ada pernyataan langsung dari Ketua Umum Partai NasDem terkait pencalonan Bobby Nasution sebagai Wali Kota Medan, namun Ketua DPD Partai Nasdem Kota Medan, Afif Abdillah mengaku masih menunggu dukungan tertulis. “Kalau Pak Surya Paloh yang bicara kita ikut. Tapi, sampai hari ini belum ada secara tertulis dukungan itu,” ujarnya saat ditemui usai peresmian gedung baru Kantor DPW Partai Nasdem Sumut, di Jalan HM Yamin, Medan, Kamis (20/2).

Ia mengatakan Rabu, 19 Februari 2020, pengurus Nasdem di Sumut makan malam bersama Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh. Bobby Nasution, kata dia, ikut hadir dalam pertemuan makan malam itu. “Tapi di sana, tak ada dan belum ada bicara dukung-mendukung, makan malam biasa aja,” jelasnya.

“Kita paling tidak nunggu SK (surat keputusan), kalau sudah ada resmi, tertulis kita bisa bergerak. Kalau belum ada tertulis, nanti dibilang maju kali kita,” sebutnya.

Menurutnya, dukungan kepada pasangan calon kepala daerah bisa berubah meski sudah ada dukungan tertulis. “Yang tertulis saja bisa berubah, apalagi belum,” tuturnya.

Ketua DPP Partai Nasdem, Charles Meikyansah, mengatakan, dari 270 daerah yang akan mengikuti pilkada, ada sekitar 10 persen yang sudah dikeluarkan rekomendasinya. Rekomendasi itu menyebar di sejumlah daerah, bukan hanya di Jawa, tapi juga di luarJawa. “Di Sulawesi sudah banyak yang kami keluarkan,” ungkap dia saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan kemarin (20/2).

Charles tidak hafal secara detail daerah mana saja yang sudah dikeluarkan. Yang jelas, untuk kota-kota besar, masih ada yang belum dikeluarkan. Misalnya, Kota Solo, Medan dan Surabaya. Sampai sekarang rekomendasi untuk tiga kota besar itu belum diterbitkan.

Namun, kata dia, sudah ada kecondongan politik untuk mengusung calon. Di Kota Solo misalnya, Charles mengatakan bahwa partainya kemungkinan akan mengusung putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Menurut dia, Gibran merupakan sosok muda yang mencuri perhatian masyarakat. Ke depannya akan semakin banyak anak muda yang menjadi pemimpin.

Di Kota Medan, lanjut anggota DPR RI itu, Nasdem condong untuk mengusung menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution. Sama dengan Gibran, Bobby adalah sosok muda yang menyita perhatian masyarakat. Daerah membutuhkan anak muda sebagai pemimpin. “Gibran dan Bobby kemungkinan, tapi masih menunggu rekomendasi,” tutur Charles.

PAN Optimis Tetap Usung Calon Sendiri

Sementara, Partai Amanat Nasional (PAN) tidak mau latah mendukung Bobby Nasution. Ketua DPD PAN Kota Medan HT Bahrumsyah menegaskan, saat ini partainya masih tetap pada pendiriannya, mengusung kadernya sendiri sebagai Calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Medan.

Menurutnya, menciptakan sosok sebagai calon kepala daerah adalah tugas setiap partai, hingga partai tidak hanya menjadi pengusung dari partai-partai politik lainnya. “Kita tetap optimis, PAN akan tetap memprioritaskan kadernya sebagai calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Medan. Walaupun kita membutuhkan koalisi untuk bisa mengusung satu paslon, tapi kita yakin akan ada partai politik yang nantinya akan setuju dengan langkah kami ini,” kata Bahrumsyah kepada Sumut Pos, Kamis (20/2).

Menurutnya, terpilihnya Zulkifli Hasan sebagai Ketua Umum PAN, tidak serta merta mengubah arah dukungan partainya. Sebab, PAN punya mekanisme sendiri dalam mengusung paslon pada proses pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah. “PAN ini partai kader, kita punya mekanisme dalam menentukan siapa yang akan diusung. Walaupun tetap saja, bila memang ingin mendukung kadernya sendiri, maka tetap harus melihat kemampuan dari kadernya sendiri dan tidak menutup diri dengan tokoh nonkader yang punya potensi untuk diusung,” ujarnya.

Terkait arah dukungan partai lain yang mulai condong ke Bobby, Bahrum menilai hal itu sah-sah saja. Namun ia justru mengaku, PAN tidak mau ikut-ikutan dengan partai lain. “Semua partai punya sikap masing-masing, sah-sah saja, dan kita tidak mau mengomentari partai lain. Tetapi di PAN, kembali lagi, kita punya mekanisme yang harus diikuti,” katanya.

Soal sosok yang akan diusung, Bahrum mengaku, hingga kini partainya belum menentukan siapa yang akan diusung. Tetapi, komunikasi politik PAN baik di tingakat pusat hingga daerah terus berjalan. “PAN selalu terbuka dan terus menjalin komunikasi dengan semua pihak, termasuk dengan partai-partai politik maupun tokoh-tokoh yang berkeinginan dan kita nilai berpotensi untuk maju di Pilkada Medan,” tandasnya.

Resmikan

Sementara itu, kehadiran Surya Paloh di Kota Medan untuk meresmikan gedung baru DPW NasDem Sumut di Jalan HM Yamin Medan, Kamis (20/2). Surya menyampaikan rasa sukacita dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa telah berdiri gedung baru sebagai sumber energi pihaknya memajukan bangsa dan negara ini. “Peresmian gedung baru ini tentu atas rida Allah SWT. Sumut sebagai basis utama NasDem, melalui gedung baru ini saya percaya akan berikan obor penerangan untuk seluruh wilayah nusantara,” katanya.

Ia berpesan kepada seluruh kader dan pengurus partai, untuk selalu meningkatkan kapasitas dan merubah pola pikir ke arah lebih positif melalui gerakan restorasi yang digelorakan NasDem sejak awal berdiri. “Saya berharap partai ini lebih besar dan menjadi pemenang di pemilu mendatang (2024) melalui gerakan restorasi. Ini yang ditunggu rakyat. Indonesia sudah punya fasilitas yang beradab.

Kita punya demografi yang baik. Sumber daya alam kita juga sangat melimpah. Indonesia sebenarnya bisa menjadi negara super power. Tapi persyaratan itu masih kurang. Salah satunya cara berpikir kita ke depan. Misi besar partai ini membawa perubahan tersebut,” ungkapnya.

Mindset perubahan itu menurut dia perlu diubah agar Indonesia menjadi negara super power. “Dari yang penuh kepura-puraan (munafik) menjadi keseriusan, dari yang malas menjadi disiplin. Kita tidak boleh lagi terjebak dari pikiran pikiran yang sempit. Nilai-nilai kebangsaan sudah selesai bagi NasDem. Sumut adalah contoh kultur budaya di Indonesia.

Maka untuk itu konsolidasi restorasi terus kita lakukan. Ada kearifan lokal, adat istiadat dan budaya. Jangan karena tuntutan zaman kita kehilangan jati diri. Indonesia adalah Indonesia. Saya yakin kehadiran gedung baru ini menjadi motivasi kawan-kawan. Saya yakin juga akan ada lagi peresmian kantor-kantor baru NasDem setelah di Sumut,” katanya.

Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar melaporkan, gedung baru NasDem Sumut yang bertepatan diresmikan pada tanggal cantik hari itu, berdiri di atas tanah seluas 500 meter dengan bangunan empat lantai. Ia menyebut gedung baru adalah satu-satunya kantor parpol di Sumut yang memiliki lift.

“Lebih spesial lagi dalam gedung iji kita memiliki ruang pemenangan. Kantor sayap partai juga ada semua di sini. Ada auditorium dengan kapasitas 500 orang. Dilengkapi dengan sistem teknologi terbaik, genset, dan lainnya. Kecanggihan teknologi ini sebagai pemenangan NasDem 2024,” katanya.

Gubsu Edy Rahmayadi yang hadir di acara itu mengucapkan selamat kepada seluruh kader NasDem atas peresmian gedung baru tersebut. Diharapkannya NasDem menjadi salah satu parpol yang ikut memajukan Indonesia, termasuk meningkatkan kualitas demokrasi di republik ini. “Baru NasDem yang punya gedung di Sumut ini. Yang saya tahu, partai cuma punya kantor tapi ini NasDem punya gedung.

Saya ucapkan selamat kepada NasDem atas peresmian gedung barunya. Karena saya termasuk diusung dari NasDem sebagai gubernur Sumut,” katanya. Turut hadir Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Wagubsu Musa Rajekshah, sejumlah kepala daerah di Indonesia dan Sumut, pengurus DPP, DPW dan DPD NasDem serta tamu undangan lainnya. (prn/lum/map)

Rekrut Komcad, Latihan Militer 3 Bulan, Kemenhan Targetkan 25.000 Milenial

“Sekarang masih dalam proses pembahasan akhir di Setneg. Begitu PP-nya selesai, kita segera sosialisasi.”

Bondan Tiara Sofyan,
Dirjen Potensi
Pertahanan Kemenhan

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menargetkan sebanyak 25.000 milenial bergabung dalam komponen cadangan (Komcad) pertahanan negara. Rencananya, dalam rekrutmen tahap pertama nantinya akan menyasar kalangan milenial usia 18-35 tahunn

“Harapannya seperti itu (rekrut 25 ribu milenial). Apakah nanti akan tercapai dalam berapa tahun, nanti tergantung anggarannya,” ujar Dirjen Potensi Pertahanan Kemhan, Bondan Tiara Sofyan, di kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (20/2).

Bondan menjelaskan perekrutan warga sipil dalam komcad dilakukan berdasarkan Undang-Undang tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara (PSDN). Dalam UU PSDN, komcad disiapkan untuk mobilisasi guna memperbesar dan memperkuat kekuatan serta kemampuan komponen utama atau TNI dalam menghadapi ancaman militer. Hanya saja, pembukaan rekrutmen tersebut masih menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Komcad yang kini tengah dibahas oleh Kementerian Sekretriat Negara.

Bondan menginginkan PP Komcad dapat segera terbit dengan harapan dapat langsung membuka pendaftaran setelah Idul Fitri 2020 mendatang. “PP-nya masih dalam proses, sudah selesai harmonisasi (antar kementerian/lembaga) sekarang masih dalam proses pembahasan akhir di Setneg. Begitu PP-nya selesai, kita segera sosialisasi,” kata dia.

Adapun kampanye perekrutan Komcad sendiri akan dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. “Kita coba segala macam tadi, lewat vlog, kita masuk lewat medsos, kemudian lewat konser,” kata Bondan.

Bondan menegaskan rekrutmen tersebut bersifat terbuka alias siapa saja boleh mendaftar. Asalkan, memenuhi syarat. “Nanti ada syarat-syaratnya. Setelah lulus seleksi, ada latihan dasar militer selama tiga bulan, setelah itu kemudian baru diangkat Komcad. Setelah itu kembali ke profesi semula,” kata Bondan.

Bondan menambahkan, anggota Komcad nantinya akan mendapatkan keterampilan usai menjalani pelatihan selama tiga bulan. Mereka juga akan mendapat hak seperti uang saku kendati hanya terbatas. “Sesuai dengan latihan dasar militer secara semuanya sama, karena latihan itu sama semua tingkat. Kemudian dia mendapat perlengkapan perorangan, jaminan kesehatan dan asuransi,” jelas Bondan.

Menurut Bondan, saat ini bentuk ancaman terhadap bangsa tidak hanya dalam bentuk konvensional. Melainkan banyak pula yang datang dari dari dunia maya. “Kesadaran bahwa ancaman untuk negara ini datang dari mana saja dan khususnya sekarang ini medsos bisa memantik,” imbuhnya.

Kasus yang pernah terjadi di antaranya seperti upaya mengusik Pancasila sebagai simbol negara. Maka, sebagai bentuk bela negara, situasi itu harus dilawan agar tidak terus dikembangkan oleh oknum-oknum tertentu.

“Ketika Pancasila kita diutak-utik, ketika Pancasila kita di-challange, bahwa itu harus diganti dengan yang lain, enggak bisa. Itu kuncinya, kita harus jaga Pancasila kita,” pungkas Bondan.

Sebelumnya, Kemenhan akan membuka pendaftaran program Komponen Cadangan (Komcad). Komcad ini nantinya akan difungsikan sebagai pelapis TNI ketika Indonesia mengalami situasi darurat seperti perang atau sejenisnya.

“Komponen cadangan ini untuk pertama kalinya diatur secara legal memiliki dasar hukum kuat dan akan dioperasionalkan,” kata Bondan.

Bondan meminta publik memahami program Komcad ini. “Komcad itu bukan wajib militer, Komcad adalah untuk memperkuat komponen utama TNI,” imbuhnya. Penggunaan Komcad tidak bisa sembarangan. Harus ada keadaan darurat terlebih dahulu. Penggunaannya pun harus dengan izin Presiden dan DPR RI.

“Komcad akan ada komandan dan ada latihan penyegaran secara reguler, sehingga dia akan dipantau terus,” pungkasnya.

Bagi Komcad yang telah mengikuti pelatihan militer, selama tidak ada keadaan darurat, maka mereka akan kembali ke rutinitas seperti warga sipil biasanya. Sedangkan atribut kemiliterannya akan ditinggalkan di batalion untuk dikenakan suatu saat ketika mendapat tugas. (bbs/kps)

Evakuasi 74 ABK Diamond Princess, KRI dr Soeharso Siap Jemput WNI

BERSANDAR KRI dr Soeharso-990 bersandar di Dermaga Madura Ujung, Koarmada II, Surabaya. KRI ini siap untuk menjemput WNI yang menjadi ABK di kapal Pesiar Diamond Princess.
BERSANDAR KRI dr Soeharso-990 bersandar di Dermaga Madura Ujung, Koarmada II, Surabaya. KRI ini siap untuk menjemput WNI yang menjadi ABK di kapal Pesiar Diamond Princess.
BERSANDAR KRI dr Soeharso-990 bersandar di Dermaga Madura Ujung, Koarmada II, Surabaya. KRI ini siap untuk menjemput WNI yang menjadi ABK di kapal Pesiar Diamond Princess.
BERSANDAR KRI dr Soeharso-990 bersandar di Dermaga Madura Ujung, Koarmada II, Surabaya. KRI ini siap untuk menjemput WNI yang menjadi ABK di kapal Pesiar Diamond Princess.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah menyatakan akan mengevakuasi 74 warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di kapal pesiar Diamond Princess yang kini berlabuh di Yokohama, Jepang. Jika penjemputan menggunakan jalur laut, pemerintah akan mengerahkan KRI dr Soeharso-990.

Kemarin kapal rumah sakit tersebut telah siap. Ratusan personel serta berbagai sarana dan prasarana tersedia di kapal yang kini bersandar di Dermaga Madura Ujung, Koarmada II, Surabaya, tersebut. “Ada beberapa opsi yang akan dikonsultasikan dengan presiden. Intinya, kami berkomitmen untuk evakuasi mereka sesegera mungkin,” kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy Kamis (20/2).

Muhadjir membeberkan beberapa opsi yang tengah dipertimbangkan pemerintah. “Pertama dijemput dengan kapal laut dengan dihitung kelemahan atau keuntungannya. Atau melalui udara, juga diperhitungkan hambatan, efisiensi, dan efektivitas. Detailnya belum bisa lebih jauh, akan dilaporkan ke presiden dulu. Prosedurnya sama dengan standar WHO,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah tidak dapat mengevakuasi WNI yang positif Covid-19 (nama resmi virus corona baru). “Yang sakit dalam perawatan otoritas Jepang,” katanya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos, perjalanan laut dari Indonesia ke Jepang memakan waktu 14 hari. Begitu pula sebaliknya. Terkait dengan rute perjalanan, ada dua rencana. Pertama, kapal berangkat dari Surabaya ke Yokohama, Jepang. Sesampai di Jepang, evakuasi dilakukan. Proses evakuasi dan pemenuhan logistik memakan waktu tiga hari. Setelah itu, kapal kembali ke Indonesia.

Tetapi, sebelum menuju Surabaya, kapal terlebih dahulu bersandar di Natuna. Di lokasi itu, dilakukan pengecekan kesehatan kepada seluruh WNI. Proses karantina dilakukan selama beberapa hari. Namun, jika lama perjalanan atau karantina di dalam kapal sudah lebih dari 14 hari, seluruh WNI itu tak perlu lagi mampir ke Natuna, melainkan dari Yokohama langsung menuju Surabaya. Sebab, semua WNI dinyatakan negatif virus korona.

Rencananya, 153 personel diterjunkan. Sarana dan prasarana telah tersedia di kapal yang berukuran 122 meter x 22 meter itu. Antara lain, 1 ruang isolasi, 5 ruang tindakan, 2 ruang perawatan, 1 ruang farmasi, dan elevator. Setiap ruang perawatan terdiri atas 20 tempat tidur. Sistem sirkulasi udara di ruang tersebut sangat steril. Ruang perawatan hanya digunakan untuk pasien yang positif virus korona.

Menteri Kesehatan dr Terawan Agus Putranto menilai, persiapan TNI sudah sangat memenuhi syarat. Mulai jumlah personel hingga ruang perawatan dan peralatan medis. Begitu juga skema rute perjalanan. Meski begitu, dia belum bisa memutuskan penjemputan WNI melalui jalur laut atau udara. “Kalau dari segi persiapan, sudah tidak ada masalah. Tapi, ada beberapa langkah yang harus dibahas. Secepatnya saya langsung laporkan hasil pengecekan kapal ini kepada presiden. Keputusan ada di beliau (presiden, Red),” katanya.

Diketahui, beberapa negara telah mengevakuasi warga negaranya yang menjadi penumpang Diamond Princess, setelah mereka yang dinyatakan sehat boleh meninggalkan kapal yang sempat dalam karantina itu. Setidaknya 500 orang telah meninggalkan kapal pesiar mewah tersebut. Para penumpang yang diizinkan meninggalkan kapal adalah rombongan pertama yang hasil tesnya menunjukkan negatif serta tidak memperlihatkan gejala apapun selama masa karantina.

Menurut media Jepang yang mengutip keterangan sejumlah pejabat kesehatan, proses disembarkasi akan berlanjut selama beberapa hari mendatang. Orang-orang yang hasil tesnya negatif namun berada di dalam kabin bersama dengan orang yang terinfeksi harus tetap berada di kapal untuk menjalani masa karantina tambahan.

Kordinator Fungsi Penerangan KBRI Tokyo, Eko Junor, menyampaikan informasi tertulis bahwa ada total empat orang WNI anak buah kapal dari Diamond Princess yag terdeteksi virus corona. Dua orang dirawat di rumah sakit di Chiba dan dua lagi di Tokyo.

Pihak KBRI juga menunggu hasil tes yang menyatakan 74 WNI lainnya telah selesai masa karantinanya. Keterangan ini memperbarui keterangan sebelumnya yang diberikan oleh Menlu Retno Marsudi di Jakarta.

Kabar terbaru, dua orang positif Covid-19 yang terinfeksi corona di kapal pesiar mewah Diamond Princess dikabarkan tewas, Kamis (20/2). Namun sayangnya belum ada konfirmasi lebih lanjut soal identitas pasien meninggal. Termasuk apakah itu salah satu dari warga negara Indonesia (WNI) yang positif corona di kapal tersebut.

Pemerintah Diminta Buka Data

Sementara, Anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah membuka data WNI yang sembuh dari virus corona. Hal itu, kata dia, diperlukan untuk membuat masyarakat tidak khawatir dengan wabah tersebut. “Cuman kalau menurut saya sih kalau memang sudah betul-betul sembuh kita ingin dipublikasilah,” kata Saleh.

“Selama inikan ditutup-tutupi kayaknya ya, kita enggak tau identitasnya orang mana kampungnya di mana, keluarganya siapa kan belum ketahuan,” sambungnya.

Saleh menilai, pengungkapan data itu diperlukan untuk memberi bukti pada masyarakat bahwa memang virus corona bisa disembuhkan. Sehingga masyarakat tidak takut dengan virus corona. “Jadi itu yang menyebabkan warga kita malah justru apatis kita harus tetap optimis bahwa kita sebagai bangsa punya ketahanan yang khusus terkait penanggulangan penyakit,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang WNI di Singapura yang dinyatakan positif terjangkit virus corona jenis baru (COVID-19) telah sembuh. Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan Singapura, Selasa (18/2), ada lima orang yang ke luar rumah sakit setelah sembuh dari corona, salah satunya WNI. “Lima orang yang sebelumnya terinfeksi virus COVID-19 hari ini dinyatakan sudah keluar dari rumah sakit (kasus 5, 8, 21, 38, dan 76). Secara keseluruhan, sudah ada 29 orang yang telah dinyatakan sembuh dari infeksi dan meninggalkan rumah sakit,” demikian bunyi keterangan tersebut.

WNI yang sebelumnya dinyatakan positif virus corona teridentifikasi sebagai kasus ke 21. Ia merupakan seorang wanita yang bekerja sebagai seorang asisten rumah tangga di kediaman seorang wanita asal Singapura yang juga terpapar virus corona. WNI tersebut diketahui tidak pernah melakukan penerbangan ke China sebelumnya. (ian/c11/oni)

Sektor Pariwisata Terdampak Wabah Corona, Toilet & Air Bersih Jadi Sorotan

RAKOR: Wagubsu Musa Rajekshah disela-sela rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Rabu (19/2).
RAKOR: Wagubsu Musa Rajekshah disela-sela rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Rabu (19/2).
RAKOR: Wagubsu Musa Rajekshah disela-sela rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Rabu (19/2).
RAKOR: Wagubsu Musa Rajekshah disela-sela rapat koordinasi (Rakor) di Kantor Kementerian Kemaritiman dan Investasi, Rabu (19/2).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sektor pariwisata menjadi sektor paling berdampak dari wabah virus corona (Covid 19). Virus ini diprediksi memukul sektor pariwisata di Indonesia, termasuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Untuk itu, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan rapat koordinasi untuk menangkal dampak virus corona. Hadir sejumlah menteri antara lain Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Menteri Komunikasi dan Informatika George G Plate, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Bagus Puruhito, Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Musa Rajekshah, Dirut Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, bupati sekawasan Danau Toba, Kadis Pariwisata Sumut Ria Telaumbanua, dan lainnya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mengatakan, penyebaran virus corona yang menyerang sejumlah negara, sangat berpotensi mengancam bidang sektor Parawisata Indonesia, temasuk Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba. Karenanya, setiap daerah diminta menjaga dan meningkatkan kualitas kebersihan infrastruktur di kawasan pariwisata. Beberapa yang jadi sorotan adalah kualitas toilet dan penyaluran air bersih.

Sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, akan lebih sering melakukan Rakor setiap daerah dengan tujuan lebih fokus dalam melakukan percepatan pengembangan lima destinasi super prioritas yaitu Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika dan Labuan Bajo. “Pembangunan di lima destinasi super prioritas harus kita kebut, makanya kita nanti akan sering rapat per daerah. Jadi nanti saya fokus satu-satu, tiap minggu saya cek per daerah, sehingga nanti betul-betul bagus,” ujarnya.

Selain itu, Menko mengharapkan dukungan dari Basarnas, BNPB dan Menteri Kesehatan harus ada di setiap destinasi super prioritas. Hal ini supaya para turis merasa nyaman dan aman. “Jadi nanti semuanya harus ada. Jadi ketika terjadi sesuatu dapat segera ditangani,” katanya.

Terkait rencana kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Toba, Luhut dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama berharap agar para bupati yang menjadi spot tinjau itu agar lebih menyiapkan dalam penyambutan, baik kesenian tari maupun kebersihannya.

Usai Rakor, Wagub Sumut Musa Rajekshah menyampaikan, Pemprov Sumut akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak lainnya dalam upaya percepatan pembangunan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi super prioritas. “Kita sangat mendukung upaya pemerintah pusat untuk percepatan pembangunan kawasan Danau Toba. Karena kita juga ingin pembangunan kawasan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas segera rampung dan banyak dikunjungi wisatawan, sehingga berdampak positif terhadap perekonomian Sumut,” ujar Ijeck ketika diwawancarai.

Menteri Pariwisata Segera Kunjungi Karo

Sementara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio beniat mengunjungi Kabupaten Karo,untuk melihat langsung potensi wisata yang ada di sana dan masuk dalam program Kawasan Startegis Pariwisata Nasional (KSPN). “Saya dengar Kabupaten Karo banyak objek unggulan yang dapat dijadikan daya pikat pariwisata. Jika ada waktu dan kesempatan, akan saya kunjungi,” kata Wishnutama saat berbincang dengan Bupati Karo Terkelin Brahmana, usai rapat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Rabu (19/2).

Wishnutama meminta Pemkab Karo memfokuskan mengelola salah satu desa wisata dari 40 desa wisata yang ada. “Bupati Karo mengungkapkan tadi, telah memiliki destinasi desa wisata 40 objek. Tidak perlu banyak dikelola, namun fokuskan ke salah satu desa wisata dulu,” katanya.

Menyikapi niat Menteri Wishutama akan berkunjung ke Karo, Bupati Karo Terkelin Brahmana mengaku siap menyambutnya. “Ini suatu penghargaan bagi masyarakat Karo khususnya, jika betul-betul Pak Menteri datang,” kata Terkelin.

Mengenai saran dari Menteri Wishutama soal desa wisata, Terkelin mengaku akan melaksanakannya. “Sesuai arahan Menteri Pariwisata maka kita akan fokus kepada salah desa wisata untuk dikembangkan nantinya,” katanya.

Dikatakan Terkelin, dalam rapat tersebut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kemenko Maritim dan Investasi membahas langkah mitigasi, manajemen tanggap darurat di KSPN/Pariwisata Super Prioritas, dan peningkatan inbound capacity, serta persiapan untuk kunjungan Ratu Belanda, juga hasil kunjungan Tim Lintas Kementerian/Lembaga ke 39 spot kawasan Danau Toba pada 4 hingga 7 Februari 2020 lalu. (prn/deo)

2 Maling Mobil Bonyok Diamuk Massa di Marelan

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Dua pelaku pencurian mobil babak-belur dihajar massa, setelah mobil curiannya menabrak tembok di Jalan Pasar 4 Timur, Lingkungan 28, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (20/2) pagi.

Kedua pelaku menjadi amukan massa masing-masing Indra Saputra (36), warga Gang Permai, Pasar 5, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, dan Daniel Simanjuntak (21), warga Lorong 7, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan.

Awalnya, pemilik mobil Avanza BK 1127 QA, Doni Syahputra (32) warga Pasar IV, Lingkungan 28, Kecamatan Medan Marelan, memarkirkan mobilnya di depan rumah.

Setelah beberapa waktu, Doni melihat mobilnya sudah tidak ada lagi. Lantas, ia mengecek GPS yang telah terpasang di mobilnya. Lewat hape, ia melacak mobil tersebut. Ternyata posisi mobilnya belum jauh kabur dari kawasan rumahnya.

Dengan cepat, korban cepat bersama masyarakat melakukan pengejaran sambil berteriak: “maling!”

Melihat mereka dikejar, pelaku gugup dan menabrak tembok pembatas rumah warga.

Puluhan warga yang emosi langsung memukuli kedua pelaku hingga babak-belur.

Berselang beberapa saat, personil Polsek Medan Labuhan dan Koramil 10/ML datang ke lokasi mengamankan kedua pelaku.

“Mobil itu ‘kan ada GPS-nya. Makanya langsung kami kejar,” cerita Doni Syaputra, pemilik mobil.

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Edy Safari membenarkan adanya pencurian mobil. (fac)

Wanita Pecandu Narkoba Ketangkap saat Main Judi di Kamar Kos

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Merliana (43), wanita yang kos di Jalan Taqwa Gang Guru, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, tak bisa berkutik LAGI saat petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan menggerebek kamar kosnya, Sabtu malam (15/2) sekitar pukul 22.00 WIB. Dari tangannya, polisi menyita sejumlah barang bukti narkoba beserta perlengkapan alat hisapnya.

Informasi diperoleh Kamis (20/2), sebelum digerebek, awalnya Merliana tengah bermain judi kartu dengan 5 pria di kamar kosnya. Saat tengah asik bermain judi, ternyata kamar mereka digerebek sejumlah petugas polisi yang dikabarkan dari Satres Narkoba Polrestabes Medan.

Lima pria yang belum diketahui identitasnya berhamburan melarikan diri menghindar dari sergapan polisi. Namun, Merliana malah mengumpulkan atau mengutip uang taruhan judi. Buntutnya, wanita itu pun ditangkap polisi.

Setelah ditangkap, selanjutnya polisi melakukan penggeledahan di kamarnya. Alhasil, ditemukan 1 paket kecil sabu, bong dan pipet. Polisi pun memboyong Merliana untuk proses hukum lebih lanjut.

Salahseorang warga sekitar, Mora, membenarkan adanya polisi yang melakukan penggerebekan di kamar kos tersebut. Namun pria ini tak mengetahui secara detail. “Ada penggerebekan pas malam Minggu (Sabtu malam, 15/2) di kamar kos itu. Sempat heboh juga. Informasinya hanya seorang wanita dibawa polisi, sedangkan yang lain berhasil kabur sebelum digerebek,” ujarnya.

Kasatres Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Sugeng Riyadi, tak bisa dikonfirmasi. (ris)

Pemuda Tanjungbalai Didakwa, Miliki 3.000 Pil Ekstasi

Ekstasi-Ilustrasi.
Ekstasi-Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Indra Syahputra Marpaung (26) warga Desa Sei Apung Jaya, Dusun V, Kecamatan Tanjungbalai, didakwa atas kasus kepemilikan 3.000 butir pil ekstasi, di ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan, Kamis (19/2).

Dalam dakwaan JPU, Lince Rosmini, disebutkan pada 9 September 2019, Irwan Syahputra Marpaung (DPO) abang kandung terdakwa meminta terdakwa menjemput pil ekstasi di Jalan Sudirman Km 3 Pantai Johor Tanjungbalai, tepatnya di depan Pintu Indomaret Panca Karsa.

“Atas perintah abang kandungnya, terdakwa pergi menuju rumah Deni (berkas terpisah), agar menjemput ekstasi. Abangnya menjanjikan apabila berhasil mengantarkan ekstasi, upah akan dibagi dua,” kata JPU di hadapan majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik.

Terdakwa tertarik dan pergi mengemudikan sepeda motor milik abangnya menuju ke rumah terdakwa Deni, untuk menemani dirinya menjemput ekstasi. Terdakwa mengatakan, apabila berhasil, upah yang dijanjikan akan dibagi rata dengan terdakwa Deni.

“Setelah sampai di lokasi, terdakwa menghubungi seorang laki-laki yang telah diperintahkan abangnya, dan menyuruh masuk ke dalam Indomaret Panca Karsa Kota Tanjung Balai,” ucap JPU.

Atas perintah si laki-laki, terdakwa Indra dan Deni masuk ke dalam Indomaret. Di sana, si laki laki memberikan 1 buah tas ransel warna hitam kepada terdakwa.

Setelah menerima barang tersebut, terdakwa Indra dan Deni menuju pintu keluar Indomaret. Namun ketika hendak keluar dari Indomaret, petugas Ditresnarkoba Poldasu sudah menunggu dan langsung menangkap keduanya.

Dari dalam tas ransel warna hitam, petugas menemukan 3.000 pil ekstasi dengan berat 982 gram.

Atas perbuatannya, terdakwa diancam Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) subs Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dijerat dengan hukuman pidana penjara maksimal seumur hidup atau hukuman mati.

Setelah pembacaan dakwaan, Majelis Hakim yang diketuai Erintuah Damanik SH melanjutkan sidang dengan keterangan saksi kepolisian dari Ditresnarkoba Polda Sumut. (man)