Home Blog Page 5141

116 Calhaj Gagal Berangkat, Kuota Diserahkan ke Pusat

sutan siregar/sumut pos LEPAS: Calhaj kloter 22 saat dilepas dari Asrama Haji Medan, menuju ke Tanah Suci, Senin (5/8). Kloter 22 merupakan kloter terakhir pemberangkatan dari Embarkasi Medan.
LEPAS: Calhaj kloter 22 saat dilepas dari Asrama Haji Medan, menuju ke Tanah Suci, Senin (5/8). Kloter 22 merupakan kloter terakhir pemberangkatan dari Embarkasi Medan.
Sutan siregar/sumut pos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemberangkatan calon jamaah haji (calhaj) Embarkasi Medan usai. Dari 22 kloter, tercatat 116 orang gagal berangkat. Besaran angka tersebut, dikarenakan sejumlah calhaj menunda keberangkatan, mulai dari kondisi kesehatan hingga meninggal dunian

Kepala Bidang (Kabid) Penerimaan dan Pemberangkatan, PPIH Embarkasi Medan, Farhan Indra menyampaikan, selanjutnya kuota 116 haji akan diserahkan ke Kementerian Agama RI.

“Untuk kuota itu akan kita serahkan ke pusat ya, karena kan setelah Embarkasi Medan, Embarkasi lainnya di Indonesia akan menyiapkan keberangkatannya ke Tanah Suci. Jadi bagi jamaah calon haji yang menunda ini akan diterbangkan tahun depan,” ujarnya kepada wartawan di Asrama Haji Medan, Senin (5/8).

Farhan menjelaskan, bahwa setiap calhaj yang sudah melunasi Biaya Penyelanggara Ibadah Haji (BPIH) wajib diterbangkan ke Tanah Suci. Ia pun menjelaskan ada beberapa jamaah yang dipastikan tidak akan berangkat. “Jadi ada 3 jamaah yang wafat setelah diterima asrama dan 3 juga yang wafat sebelum diterima asrama haji,” katanya.

Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Medan saat ini sudah memberangkatkan 98,16 persen calhaj dari 22 Kloter yang diterbangkatkan. “Artinya ada 8.652 (calhaj) sudah kita berangkatkan 8.652, ke Tanah Suci,” paparnya.

Farhan menjelaskan, beberapa evaluasi lainnya yang akan diperbaiki PPIH saat menanti kepulangan jemaah, seperti ketepatan waktu dan ketertiban. Tak lupa ia menyampaikan terima kasihnya atas kritikan membangun dari wartawan.

“Apa yang terjadi baik dengan pihak humas dan teman teman media sudah lah kita tutup. Kami menyampaikan maaf atas segala kekurangan selama ini. Untuk ke depannya kita buka lembaran baru. terimakasih atas pemberitaan tentang Haji selama ini,” pungkasnya.

Lepas Kloter Terakhir

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Sumatera Utara (Kemenag Sumut), Iwan Zulhami secara resmi melepas keberangkatan 346 orang calon jamaah haji (calhaj) kloter 22 yang merupakan kloter terakhir embarkasi Medan.

“Alhamdulillah, kloter 22 merupakan pemberangkatan terakhir embarkasi sudah kita lakukan. Sehingga sebanyak 8.652 (calhaj) sudah kita berangkatkan,” ucap Iwan Zulhami, seusai melepas kloter 22 di Asrama Haji Medan.

Artinya, lanjut Iwan, sudah 98,16 persen yang sudah diberangkatkan. Sedangkan sekitar 116 orang JCH harus menunda keberangkatan karena berbagai pertimbangan. “116 orang yang tidak berangkat tahun ini atau tunda karena ada yang sakit, meninggal, hamil dan lainnya,” urainya.

Penundaan ini, lanjut Iwan, sudah dilakukan sesuai prosedur, baik dari pihak kesehatan, Kementerian Agama maupun dari pihak penerbangan. “Insyaallah, kalau keadaan mereka sehat, serta mengajukan permohonan untuk berangkat pada tahun depan, maka tahun depan akan kita berangkatkan,” katanya.

Selain itu, Iwan juga menyampaikan untuk pelaksanaan ibadah haji tahun ini, dari keseluruhan jamaah yang diberangkat, 62 persen di antaranya merupakan jamaah dengan resiko tinggi atau lansia.

“Kita berharap agar mereka sehat di sana, bisa menjalankan semua rukun dan syarat haji dan kembali ke tanah air dengan sehat wal afiat,” pungkasnya. (man)

Dicecar Pertanyaan Soal Tak Mencalonkan di Pilkada 2020, Eldin Dijaga Ketat

file/sumut pos RAPAT: Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin saat menghadiri rapat Paripurna DPRD Medan, beberapa waktu lalu.
RAPAT: Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin saat menghadiri rapat Paripurna DPRD Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kabar tidak majunya kembali Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan 2020, langsung menggegerkan para partai politik (Parpol) dan menjadi perhatian publik. Eldin pun ‘pasang badan’ saat dicecar pertanyaan oleh awak media dengan mendapat pengawalan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

saat Eldin tiba di Gedung DPRD Medan sekitar pukul 15.00 WIB (kemarin,Red) de-ngan menggunakan Mobil Toyota Innova berwarna hitam, plat merah nopol BK 1, ia enggan menjawab pertanyaan wartawan yang sudah menunggunya. Kedatangan Eldin ke DPRD Medan guna melakukan penandatanganan nota kesepakatan KUA PPAS R-APBD Kota Medan tahun 2020.

Eldin langsung bergegas masuk ke ruang Transit DPRD Medan. Padahal, puluhan awak media ingin langsung menanyakan kebenaran kabar itu. Bukannya menjawab, Eldin justru terlihat menegur salah seorang wartawan yang disebut-sebut pertama kali memberitakan kabar tidak majunya kembali Eldin pada Pilkada Medan 2020.

“Apa? Kau aja pun yang buat ini,” ketus Eldin dengan nada kesal kepada wartawan tersebut sembari meninggalkan kerumunan wartawan.

Saat Sumut Pos terus mengejar dan mencecar pertanyaan akan kebenaran kabar serta alasan tidak majunya kembali Eldin pada Pilkada tahun depan, Eldin tetap bungkam dan memilih segera masuk ke ruang transit. “Jalan lah aku dulu ya, kasih lah jalan dulu,” pinta Eldin dibantu sejumlah petugas keamanan DPRD Medan.

Saat Eldin berada di dalam ruang transit dan melakukan penandatanganan, awak media semakin ramai menunggu di depan ruangan tersebut. Tanpa diduga, puluhan petugas keamanan DPRD Medan dibantu sejumlah petugas Satpol PP Kota Medan langsung merapatkan barisan di depan ruang transit. Sekitar 30 menit Eldin di dalam ruang transit, ia pun keluar dan langsung mendapatkan pengawalan ketat.

Pengawalan itu membuat awak media sangat kesulitan dalam melakukan wawancara langsung dengan Eldin, hingga terjadi aksi saling dorong antara wartawan dengan pihak petugas keamanan. Eldin pun terus berjalan dan kembali masuk ke dalam mobilnya tanpa menjawab kabar tersebut.

Saat salah seorang wartawan ingin tetap bertanya, petugas keamanan pun langsung menarik secara kasar salah seorang wartawan tersebut, hingga terjadi kericuhan dan hampir terjadi baku hantam.

Usai Eldin pergi, sejumlah wartawan pun tak terima atas perlakuan oknum-oknum petugas keamanan di DPRD Medan dan meminta mereka memberikan klarifikasi. Tak lama, sejumlah aparat keamanan DPRD Medan pun datang ke ruang wartawan DPRD Medan guna memberikan penjelasan dan melakukan permohonan maaf.

Sebelumnya, sekitar pukul 10.30 WIB, sebelum rapat pembahasan KUA PPAS R-APBD Kota Medan 2020, Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution juga enggan memberikan tanggapan atas pernyataan Dzulmi Eldin. Kepada Sumut Pos, Senin (5/8), Achyar justru menjawabnya dengan bercanda. “Gak usah lah itu saya tanggapi, Belanda masih jauh, Belanda masih jauh,” katanya dengan ramah.

Begitu pun dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Wiriya Alrahman. Saat Sumut Pos menanyakan perihal itu kepada Wiriya yang datang sekitar 10 menit sebelum kedatangan Eldin, Wiriya hanya tersenyum dan enggan menjawabnya.

Namun, saat Sumut Pos mencoba menanyakan akan kemungkinan majunya ia dalam pencalonan Wali Kota Medan dalam Pilkada Medan 2020, Wiriya pun langsung menjawabnya dengan tegas. “Gak ada itu. Tegas saya ucapkan, gak ada itu,” tegas Wiriya.

Sementara itu, Ketua Fraksi PAN Kota Medan, Bahrumsyah mengaku baru mengetahui Dzulmi Eldin tidak akan maju di Pilkada Medan dari pemberitaan media massa. Sebagai partai pengusung, ia merasa perlu mendapat konformasi langsung dari Dzulmi Eldin.”Secara resmi akan kita pertanyakan, karena PAN dulu ikut mengusung,” ujarnya, di gedung DPRD Medan, Senin (5/9).

Bahrum menilai, segala sesuatu masih mungkin akan terjadi. Sebab, proses tahapan hingga pendaftaran masih sangat panjang.”Orang mau maju itu, mundur dulu, biar kencang larinya. Bisa jadi kalau rakyat atau parpol menginginkan untuk maju lagi,” kata Ketua Komisi II DPRD Medan ini.

PAN, kata dia, belum ada melakukan pembahasan secara khusus untuk Pilkada Medan. Apalagi, 6 kursi DPRD Medan yang didapat oleh PAN belum dilantik. “Nanti kita akan kordinasi dulu dengan pimpinan partai, akan ada pendaftaran, dan penyaringan,” paparnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan, Hasyim mengatakan dirinya menghargai keputusan Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin yang tidak akan maju di Pilkada 2020. Menurutnya, setiap orang memiliki hak politik masing-masing yang tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Secara resmi Hasyim mengaku Dzulmi Eldin belum menyampaikan keputusan tersebut.”Kita juga tidak usah berpolemik dan berlebihan dengan pernyataan beliau (Eldin),” ucapnya di gedung DPRD Medan, Senin (5/8).

Dalam waktu dekat, kata dia, DPC PDIP akan membuka penjaringan dan penyaringan untuk Bakal Calon (Balon) Wali Kota Medan. Mengenai nama-nama Balon yang muncul ke permukaan, anggota Komisi III DPRD Medan itu menyambut baik. Sebab, semakin banyak pilihan akan semakin baik untuk proses demokrasi.”Penjaringan kan ada dari kader dan non kader, nama Bobby Nasution juga bagus,” papar Ketua DPC PDIP Medan ini.

Seperti diberitakan, Dzulmi Eldin membuat keputusan yang mengejutkan. Wali Kota Medan ini menyatakan tidak akan maju dalam Pilkada Medan 2020. Padahal, elektabilitasnya paling tinggi di antara para bakal calon wali kota yang sudah menyatakan diri siap maju. Alasan Eldin tidak maju karena ia ingin mendorong para generasi muda untuk maju Pilkada Medan. (map)

Investasi Pembangunan Danau Toba Mayoritas Masuk ke Pusat dan Daerah

Akhyar Nasution Wakil Wali Kota Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah tengah mengkebut pembangunan Danau Toba. Namun, sejauh ini belum ada investasi langsung dari Pemprovsu yang masuk dan terdata secara administrasi untuk pengembangan Danau Toba.

“Contoh seperti Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hotel, itu izinnya dari kabupaten terkait bukan di kita (pemprov),” kata Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan.

Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Sumut, Arif Trinugroho menjawab Sumut Pos, Senin (5/8).

Perizinan langsung yang ke pemprov, lanjut Arif, seperti urusan pajak air permukaan dimana melibatkan lebih dari satu kabupaten untuk operasionalnya di kawasan Danau Toba. “Kalau misalnya pakai air Danau Toba seperti izin air permukaan barulah sama kami,” ujarnya.

Sementara mengenai izin IPAl, UKL dan lain sebagainya yang bersifat teknis, bagi calon investor di kawasan Danau Toba bukan kewenangan dari pemerintah provinsi.

“Paling kalau mereka perlu genset yang memanfaatkan potensi Danau Toba, yang memang ada kegiatan melibatkan permukaan air bawah tanah, itu bisalah masuk dulu ke provinsi urusannya. Tapi di luar itu menjadi kewenangan kabupaten/kota terkait, apalagi urusan lingkungan hidup di sekitar lokasi operasional jado domain pemda,” terang mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Medan itu.

Arif menambahkan, mengenai pembangunan fisik yang juga memiliki nilai investasi bagi pengembangan destinasi wisata Danau Toba, domainnya ada di pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

“Ini dikarenakan Danau Toba sudah menjadi KSPN sehingga kewenangan pengembangan kawasan ada di pusat. Baik untuk infrastruktur fisik dan lainnya. Dan selebihnya sudah dihandle oleh BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba),” katanya.

Ia mencontohkan seperti PT Aquafarm Nusantara untuk rekomendasi perpanjangan izin air permukaannya, langsung mengurus ke pemerintah pusat. Selanjutnya untuk pendapatan asli daerah (PAD) bagi restoran, hotel, IMB, dan lainnya masuk langsung ke kas pemda terkait.

“Jadi bukan tidak ada PAD yang masuk ke kita untuk investasi yang telah dibangun pusat di KSPN Danau Toba. Dan kita patut berterimakasih kepada pemerintah pusat yang telah banyak membangun infrastruktur menuju maupun di kawasan Danau Toba,” pungkasnya.

Harus Perhatikan Travel Pattern

Sementara itu, Association Of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) mempunyai peran penting untuk mempromosikan dan mendatangkan wisatawan ke kawasan Danau Toba dengan paket wisata yang ditawarkan. Namun, hal itu harus didukung oleh semua pihak.

Hal ini diungkapkan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Association Of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Sumut, Solahuddin Nasution kepada Sumut Pos, Senin (5/8). Ia mengatakan, tugas pokok dan fungsi dari Asita adalah pada promosi, pemasaran dan penjualan paket-paket wisata.

“Selama ini pun dengan infrastruktur yang seadanya Asita tetap mempromosikan dan menjual paket-paket wisata Danau Toba kepada wisatawan secara luas,” jelas Solahuddin.

Dengan kehadiran Presiden Joko Widodo ke kawasan danau terbesar di Asian Tenggara itu, pekan lalu, Solahuddin menilai keseriusan Pemerintah Pusat untuk mengembangkan Danau Toba menjadi destinasi kelas dunia dan wajib dikunjungi Wisatawan Mancanegara (Wisman).

“Kita apresiasi kedatangan presiden ke Danau Toba. Bahkan sudah beberapa kali dalam tahun-tahun belakangan ini. Kita akui perhatian pemerintah pusat ke kawasan Tanau Toba akhir-akhir ini, cukup besar,” kata Solahuddin.

Solahuddin menjelaskan, dari segi promosi, Danau Toba sudah cukup dikenal. Namun belum bisa meningkatkan arus kunjungan wisatawan secara signifikan. Dengan itu, harus ada kontribusi bersama semua pihak terkait untuk mempromosikan Danau Toba kedepannya.

“Harapan kita dari kaca mata industri, pengembangan pariwisata Danau Toba harus memperhatikan travel pattern (pola-pola perjalanan) wisatawan yg sudah berjalan selama ini. Artinya mengikut kepada paket-paket wisata yang dijual biro perjalanan ke pasar mancanegara,” paparnya.

Menurutnya, sampai saat ini Danau Toba belum menjadi single destination. Oleh karena itu, maka pengembangan pariwisata Danau Toba harus juga memperhatikan pengembangan destinasi pariwisata di sekitarnya seperti kawasan Brastagi, Bukit Lawang, Medan dan sekitarnya.

“Paket perjalanan di Sumut umumnya berdasarkan pola perjalanan wisatawan : Medan – Parapat/Samosir – Brastagi via Simarjarunjung dan kembali ke Medan, kemudian Medan – Bukit Lawang/Tangkahan – Parapat/Samosir – Brastagi Medan. Maka rute ini harus disentuh dan dikembangkan baik dari segi infrastruktur, maupun atraksi dan amenitas lainnya. Sebaiknya tdk terpusat pada satu kawasan saja,” jelasnya.

Apa lagi, menurutnya, promosi Danau Toba dapat diakses melalui udara seperti Bandara Silangit Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) memberikan jangkau dekat dan efesien waktu untuk mengunjungi sejumlah objek wisata di Danau vulkanik terbesar di Dunia itu.

“Pengembangan di arah selatan Danau Toba sekarang ini seperti Silangit, Sipinsur, Huta Ginjang dan kawasan lainnya cukup positif untuk menambah variasi dan menperkaya travel pattern di Sumut. Tapi, travel pattern yang lama yang sudah dijual ke mancanegara tidak boleh dibiarkan, harus dikembangkan sejalan dengan pengembangan kawasan selatan Danau Toba,” pungkasnya. (prn/gus)

Wali Kota Siantar Kembali Diperiksa Poldasu, Masih Berstatus Saksi

idris/sumutpos DIPERIKSA: Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor usai diperiksa di Poldasu. Ia diperiksa terkait kasus OTT di KantorBPKAD Pematangsiantar.
DIPERIKSA: Wali Kota Siantar, Hefriansyah Noor usai diperiksa di Poldasu. Ia diperiksa terkait kasus OTT di KantorBPKAD Pematangsiantar.
Idris/sumutpos

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Pematang Siantar, Hefriansyah Noor kembali diperiksa penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumut, Senin (5/8). Hefriansyah diperiksa terkait kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pematangsiantar, beberapa waktu lalu.

Kepala Sub Bidang Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan pemeriksaan tersebut ketika dikonfirmasi. “Benar, yang bersangkutan tadi (kemarin, Red) dimintai keterangan oleh penyidik,” ujarnya.

Disebutkan MP Nainggolan, Hefriansyah sudah dua kali menjalankan pemeriksaan dalam kasus tersebut. Status yang bersangkutan masih saksi. “Masih saksi statusnya,” ucap dian

MP Nainggolan menuturkan, belum ada penahanan terhadap orang nomor satu di Pemko Pematang Siantar itu. Artinya, setelah menjalani pemeriksaan penyidik maka yang bersangkutan pulang. “Belum ada ditahan,” katanya.

Disinggung setelah pemeriksaan kedua kalinya ini akankah statusnya berubah, kata MP Nainggolan, bisa saja hal itu terjadi dan tergantung dari hasil penyidikan. “Semua itu tergantung penyidikan,” tuturnya.

Mengenai pemeriksaan selanjutnya, apakah Hefriansyah bakal diperiksa penyidik yang ketiga kali? MP Nainggolan belum bisa memastikan. “Saya belum tahu kalau masalah itu, nanti kita tanya ke penyidiknya lagi,” pungkas dia.

Sebelumnya, Direktorat Reskrimsus Polda Sumut melakukan pemeriksaan terhadap Hefriansyah Noor, Senin (29/7) lalu. Pemeriksaan tersebut dilakukan penyidik untuk mengembangkan penyidikan kasus OTT di Kantor BPKAD Pematang Siantar.

Sebelum Wali Kota, Polda Sumut terlebih dahulu melakukan pemeriksaan terhadap Sekda Pematang Siantar, Budi Utari, Selasa (23/7) lalu. Budi juga diperiksa sebagai saksi dalam kasus tersebut.

Sejauh ini, dalam kasus OTT itu, Polda Sumut baru menetapkan 2 orang tersangka. Keduanya masing-masing, Erni Zendrato (Bendahara BPKAD Pematang Siantar) dan Adiaksa Purba (Kepala Dinas BPKAD Pematang Siantar).

Keduanya ditahan atas dugaan praktik pungli, berupa pemotongan insentif pekerja pemungut pajak di kantor tersebut sebanyak 15 persen. (ris)

Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing Pengusaha Nasional

TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA | LOKASI: HOTEL LE POLONIA, RUMAH WALI KOTA MEDAN DAN KAVALERI PEMBUKAAN: Wakil Gubsu H Musa Rajekshah (kanan) memukul gong membuka Rakerda Diklatda HIPMI Sumut di Hotel Le Polonia.
LOKASI: HOTEL LE POLONIA, RUMAH WALI KOTA MEDAN DAN KAVALERI PEMBUKAAN: Wakil Gubsu H Musa Rajekshah (kanan) memukul gong membuka Rakerda Diklatda HIPMI Sumut di Hotel Le Polonia.
TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA |

Ketua Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP) HIPMI Bahlil Lahadalia mengungkapkan, HIPMI memiliki peran penting sebagai garda terdepan ekonomi bangsa.

UNGKAPAN ini disampaikan Bahlil Lahadalia pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan Pelatihan Daerah (Diklatda) HIPMI Sumut di Hotel Le Polonia Medan, pekan lalu.

Rakerda dan Diklatda HIPMI Sumut bertema: Meningkatkan Produktivitas dan Daya Saing Pengusaha Nasional ini dibuka Wakil Gubsu H Musa Rajekshah.

Acara juga dihadiri Ketua DPRD Sumut H Wagirin Arman, Kajati Sumut Fachruddin SH MH, Forkominda Sumut, Ketua Kadin Sumut H Ivan Iskandar Batubara, Ketua Panitia M Olko Olila Siba dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan ini, Bahlil Lahadalia juga membeberkan potret pertumbuhan perekonomian Indonesia sebesar 5,17 persen yang lebih banyak kontribusi sektor konsumsi.

Ia mengajak kader HIPMI yang berjiwa nasionalis terus berkiprah membuka lapangan kerja dengan menjadi entrepreneurship.

‘’Kita harus menularkan entrepreneurship diwilayah masing-masing,’’ ajaknya.

Wakil Gubsu H Musa Rajekshah juga mengapresiasi peran HIPMI untuk ikut serta membangun ekonomi Sumut.

Untuk itu, Wakil Gubsu mengajak HIPMI berperan sebagai agen penggerak perekonomian daerah termasuk dalam bidang pariwisata dan banyak peluang usaha lain di Sumut.

“HIPMI berperan sebagai agen penggerak perekonomian, sekaligus sebagai wadah pengusaha muda untuk ikut berkontribusi aktif dalam upaya meningkatkan kapasitas dan daya saing para pengusaha,” katanya.

Ketua Umum BPD HIPMI Sumut Mazz Reza Pranata memuji kesuksesan Wagub Sumut Musa Rajekshah. Sebab, pria yang kerap disapa Ijeck iitu merupakan potret nyata perpindahan pengusaha sukses menjadi politikus hebat.

Ia juga mengatakan, bahwa pihaknya terus mendorong Pemprovsu untuk membentuk Komite Ekonomi Daerah, dimana salah satu tujuannya adalah melahirkan pengusaha dari daerah.

Komite Ekonomi Daerah yang salah satu elemen didalamnya adalah pengusaha juga akan membantu pemerintah dalam merumuskan regulasi di bidang perekonomian.

Ia menegaskan bahwa HIPMI siap untuk membantu Gubsu dan Wakil Gubsu untuk mendongkrak ekonomi daerah. Ia sebut, saat ini komoditi andalan Sumut belum berubah hanya bertumpu pada sawit, karet dan kopi. (dmp)

Geliat FKUB Membina Kerukunan di Kota Medan yang Multi Kultural dan Religius

TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA | LOKASI: MEDAN DAN JAWA TENGAH FKUB MEDAN: Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin S MSi MH (7 kiri) didampingi Ketua FKUB Kota Medan Drs H Ilyas Halim MPd beserta pengurus dan undangan saat acara pelantikan.
LOKASI: MEDAN DAN JAWA TENGAH FKUB MEDAN: Wali Kota Medan Drs H Dzulmi Eldin S MSi MH (7 kiri) didampingi Ketua FKUB Kota Medan Drs H Ilyas Halim MPd beserta pengurus dan undangan saat acara pelantikan.
TEKS/FOTO: DEDDI MULIA PURBA/ISTIMEWA

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Medan menggelar beragam kegiatan dengan berbagai elemen masyarakat lintas agama di tahun 2019.

MELALUI kegiatan dialog, silaturahim, gotong royong, olahraga dan outbon kerukunan, FKUB Kota Medan memantapkan kerukunan umat beragama di Kota Medan yang merupakan salah satu kota metropolitan di Indonesia.

”Aqidah terjamin, silaturahim terjalin. Inilah yang kita harapkan dari berbagai kegiatan yang digelar FKUB Kota Medan periode 2017-2022,” kata Ketua FKUB Kota Medan Drs H Ilyas Halim MPd di Medan, kemarin.

Ilyas Halim menegaskan bahwa FKUB Kota Medan bertujuan merukunkan umat beragama. ”Setiap penganut agama berhak melaksanakan ajaran agamanya masing-masing. Diharapkan umat beragama mempelajari, mendalami dan mengamalkan ajaran agamanya,” kata ketua FKUB Kota Medan.

Ia menggariskan bahwa agama tidak ada mengajari umat untuk bertikai dan berkelahi. Bahkan semua agama menyuruh umat untuk saling menghargai dan menghormati.

Agama, terang Ilyas Halim, menuntun manusia agar tidak hidup kucar-kacir dan selalu membawa perdamaian. ”Agama membawa kedamaian dan ketenangan,” imbuhnya.

Ketua FKUB Kota Medan berharap terciptanya kerukunan di Medan berarti tercipta suasana yang aman, tentram dan damai. ”FKUB sudah melakukan perannya dengan menggelar 21 item kegiatan d8 tahun 2019. Kita sudah laksanakan 18 kegiatan,” sebutnya.

Dirincikan juga bahwa tugas utama FKUB Kota Medan adalah berdialog untuk mencairkan berbagai persoalan sehingga tercapai kerukunan di Medan yang multi kultural dan dikenal juga sebagai miniaturnya Indonesia.

”Semua suku dan agama ada di Medan sehingga perlu dijaga kerukunan. Yang perlu diwaspadai diantaranya adalah isu SARA,” katanya.

Ia juga mengungkapkan tiga kendala kerukunan yakni masalah intoleran, fanatisme dan kepentingan politik. Indonesia ini dibangun dengan Pancasila sehingga walau berbeda-beda tetapi tetap satu. ”Isu agama dan politik identitas bisa mencemari kerukunan,” sebutnya.

Ketua FKUB Kota Medan juga bersyukur karena selama ini komunikasi dengan Wali Kota Medan beserta instansi terkait dan komunikasi dengan masyarakat lintas agama dapat terjalin dengan sangat bagus. ”Sekecil apapun isu, kita cepat memberi reaksi sehingga dapat dihindari adanya benturan,” tegasnya.

Ilyas Halim mengimbau masyarakat untuk menjaga kerukunan di Kota Medan yang merupakan rumah kita bersama. ”Jika Medan ini masyarakatnya rukun, damai, nyaman dan tenang, rahmat Tuhan akan turun dan mudah kita memperoleh rezeki,” katanya.

Ketua FKUB Kota Medan menegaskan bahwa keragaman itu fakta, kerukunan itu indah. Kedamaian itu dambaan. Salam kerukunan,” ujarnya. (dmp)

Pencinta Ontel Ramaikan Karnaval Tebingtinggi Expo

TEBINGTINGGI – Komunitas pencinta sepeda ontel Pedati Kota Tebingtinggi bersama Vihara Avalokites Vara Sun See Tample, ikut berpartisipasi memeriahkan karnaval Tebingtinggi Expo tahun 2019 yang berlangsung tanggal 3-7 Agustus di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Sabtu (4/8).

Rombongan sepeda ontel yang dipimpin oleh Suhu Darma Surya ini bergabung dengan rombongan Kecamatan Tebingtinggi Kota, mereka menggunakan baju kebesaran ontelist seperti baju dari jawa dan baju dari negeri tirai bambu.

Suhu Darma Surya mengatakan, keikutsertaan mereka ingin memberikan sumbangsih dalam memeriahkan Karnaval Tebingtinggi Expo Tahun 2019. “Kita akan membuat suasana lebih ramai, karena ontel ini merupakan bagian dari Kota Tebingtinggi dan kebesaran Tebingtinggi,” bilangnya.

Tak terlepas dari itu, kegiatan kegiatan yang ada akan mengundang investor ke Tebingtinggi, terutama dalam mengembangkan pembangunan dunia usaha.

“Dengan adanya kegiatan ini, geliat ekonomi Tebingtinggi akan terus mengalami peningkatan. Kita berharap kegiatan seperti ini jangan putus dan harus terus berkesinambungan,” pinta Suhu Darma. (ian/han)

Pemkab Dairi Gratiskan Bus Sekolah

BUS SEKOLAH: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Sekda, Sebastianus Tinambunan melepas bus sekolah gratis rute Desa Lae Pinang-Sidikalang, Sabtu (3/8).
BUS SEKOLAH: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Sekda, Sebastianus Tinambunan melepas bus sekolah gratis rute Desa Lae Pinang-Sidikalang, Sabtu (3/8).

SIDIKALANG, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi mengoperasikan bus sekolah gratis bagi pelajar. Program ini dilakukan, dengan tujuan untuk meringankan beban orangtua dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi pelajar.

Plt Kabag Humas Pemkab Dairi, Palti Pandiangan mengatakan, program bus sekolah gratis telah dimulai sejak tanggal 17 Juli lalu, yang dioperasikan Dinas Perhubungan dengan melayani rute Desa Lae Pinang–Sidikalang.

Program yang sudah berjalan 15 hari itu, telah mengangkut pelajar lebih kurang 3.346 siswa atau rata-rata 223 orang tiap hari.

“Ke depan pengembangan dan penyesuaiannya akan kita lakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan,”kata Palti, Sabtu (3/8).

Menurut Bupati, lanjut Palti, program bus sekolah gratis untuk membantu meringankan beban orangtua, mengurangi pengggunaan kendaraan pribadi bagi pelajar. “Akibat kekurangan transportasi umum, pelajar terpaksa menggunakan sepeda motor ke sekolah, padahal belum cukup umur dan tidak memiliki surat ijin mengemudi (SIM) sehingga resikonya cukup tinggi,”imbuhnya.

Jefri Rajagukguk pelajar SMK Negeri 1 Sidikalang mengaku senang dioperasikanya bus sekolah gratis. Jefri menyebut, bus gratis sangat membantu pelajar dan orangtua.

Mewakili masyarakat Desa Lae Pinang yang juga orangtua siswa, Aldina boru Nababan menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Dairi yang telah mengoperasikan bus sekolah gratis, khususnya bagi pelajar Desa Lae Pinang. “Kami sangat bangga dan berharap program terus berlanjut,”, ucap Aldina. (mag-10/han)

Dipukuli, Bocah SD Disetubuhi Ayah Kandung

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Lamhot Kudadiri terpaksa dilapor ke polisi. Pasalnya, pria berusia 50 tahun ini tega menggagahi putri kandungnya berinisial IKK (9) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

PERISTIWA bejat itu terbongkar setelah korban mendatangi ibu kandungnya, Mellis Seventriana Simarmata di Pasar Sumbul. Korban mengadukan kelakuan pelaku kepada Mellis.

Diakui korban, ia kerap mendapat perlakuan kasar dari pelaku. Tubuhnya dipukuli menggunakan hanger (wadah menggantung pakaian).

Bahkan, pakaian korban dilucuti. Kemudian korban digagahi ayahnya sendiri.

Lakon menjijikkan itu dilakukan pelaku di rumahnya, Desa Sitinjo, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi.

Mendengar pengakuan anaknya, Mellis yang tinggal di Jalan PLTA Lae Pinagar, Desa Perjuangan, Kecamatan Sumbul terkejut bukan kepalang.

Hati Mellis semakin teriris ketika melihat bekas pukulan di tubuh korban. Ditemani suami barunya, Topan Handata (34), Mellis membuat pengaduan ke Mapolres Dairi.

Laporan korban diterima dengan nomor LP/194/VIII/2019/SU/DR/SPK tanggal 2 Agustus 2019.

Kasubbag Humas Polres Dairi, Ipda Donni Saleh membenarkan telah menerima laporan korban. “Kasus itu sedang didalami,” ungkapnya.(mag-10/ala)

Warga Sidimpuan Perkosa dan Sekap Remaja Putri

SIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Januar Hadi Harahap (32) harus merasakan dinginnya sel sementara Polres Sidimpuan. Pasalnya, warga Desa Simasom, Kecamatan Psp Angkola Julu, Padangsidimpuan ini telah mencabuli remaja putri berusia 14 tahun.

“Bukan itu saja, Hadi juga melakukan penyekapan kepada remaja putri berinisial M itu selama tiga hari,” kata Kapolres Sidimpuan AKBP Hilman Wijaya, Minggu (4/8).

Pelaku diamankan tidak jauh dari rumahnya, Sabtu (3/8) sekira pukul 16.00 WIB. Pelaku ditangkap berdasarkan laporan bernomor LP/348/VIII/2019/SU/PSP, tanggal 1 Agustus 2019.

“Usai keberadaannya diketahui, pelaku langsung diamankan,” ujarnya.

Kepada petugas, Hadi mengaku melakukan pemerkosaan dan penyekapan kepada M bermula saat siswi SMP itu sedang buang air ke sungai.

“Lokasi sungai dekat dengan rumah pelaku. Setelah M selesai buang air, pelaku mendatangi korban,” terang pria dengan melati dua dipundak ini.

Setelah itu, pelaku menarik korban ke dalam rumah kosong yang merupakan rumah milik keluarga pelaku.

“Ini dilakukan pelaku karena memang sudah direncanakan sejak melihat korban buang air di sungai dan hendak melakukan perbuatan senonoh kepada M,” terangnya.

Mengenai motif pelaku menyekap M, Hilman menyatakan agar pelaku bisa melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban.

Sampai akhirnya orangtua korban bersama Yayasan Burangir Timbul P Simanungkalit, kata Hilman, merasa keberatan atas tindakan pelaku dan membuat laporan ke Polres Sidimpuan.

“Saat diperiksa, kita juga mengetahui kalau pelaku sempat meminta uang tebusan kepada keluarga korban,” katanya.

Atas perbuatannya, sambung Hilman, pelaku akan dikenakan dengan pasal 81 Subs Pasal 82 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 32 tahun 2002 tentang perlindungan anak. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya.(bbs/trm/ala)