LEWATI: Pemain PSMS Medan berusaha melewati kawalan pemain lawan saat laga ujicoba di Stadion Mini Kebun Bunga Medan, baru-baru ini.
Meski skuad PSMS Medan akhirnya memenangi laga keduanya kontra Persibat Batang dengan skor 1-0, Kamis (27/6) lalu, tapi Pelatih Abdul Rahman Gurning mengaku, tidak puas dengan kepemimpinan wasit selama pertandingan berlangsung.
Menurut Gurning, banyak keputusan wasit yang merugikan Ayam Kinantan. Dan dia menilai, kualitas wasit saat ini belum mengalami perubahan.
“Wasit pertandingan kemarin, sangat tidak memuaskan. Biasalah, sana-sini banyak kesalahan. Masih seperti dulu, fairplay belum diterapkan dengan baik. Kami mengimbau yang berwenang, menugaskan wasit yang kredibel. Agar jangan ada yang dirugikan. Kalau seandainya kami kalah, tak masalah. Asal netral (kepemimpinan wasitnya),” tutur Gurning, Jumat (28/6).
Saat dicecar apa saja keputusan wasit yang dirasa merugikan PSMS, Gurning enggan membeberkan. “Tidak perlulah item per item saya jabarkan kesalahannya. Yang kami takutkan, sudah main bagus, tapi keputusan wasit bisa membuat hasil akhir jadi berubah,” jelasnya.
Namun dia mengaku bersyukur bisa membawa Ayam Kinantan meraih kemenangan. “Alhamdulillah. Kami sudah menang 2 kali. Target pertama adalah musim ini lolos ke 8 besar. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” kata Gurning.
Dalam pertandingan tersebut, wasit Sunyoto asal Jawa Timur itu, mengeluarkan 5 kartu kuning. Dan 4 di antaranya untuk PSMS, yakni Mohammadou Al Hadji menit 54, Choirun Nasirin (78), Mamadou Lamarana Diallo (82), serta Aidun Sastra (84). Sementara satu lagi untuk tim tuan rumah Lucky Octavianto di menit 29.
Menanggapi kemenangan tim, Striker Aldino Herdianto mengaku senang. “Alhamdullilah. Saya secara pribadi bersyukur atas kemenangan 2 kali beruntun ini. Ini tentunya dari hasil kerja keras tim. Mudah-mudahan kami tidak jemawa, karena ini baru awal,” harapnya.
Dia juga menilai, kecanggungan di awal kompetisi sudah bisa dilalui dengan cukup baik. Karena itu, Aldino berharap, tren positif yang mereka dapatkan ini, bisa terus berlanjut di laga berikutnya. “Kami juga berharap, saat berlaga di kandang nanti, para supporter bisa memberikan dukungan penuh kepada tim. Karena kalau Stadion Teladan dipenuhi supporter, tetnu membuat motivasi kami bertambah. Semoga kami mampu mempertahankan hasil ini,” pungkasnya.
PSMS kini menatap laga selanjutnya melawan Cilegon United di Stadion Teladan, pada 2 Juli mendatang. Di klasemen sementara Wilayah Barat, PSMS menempati posisi kedua dengan mengumpulkan 6 poin. Ayam Kinantan hanya berbeda selisih gol dari PSCS Cilacap yang berada di puncak klasemen, dengan poin sama. (bbs/saz)
TERJATUH Luis Suarez bersama rekannya terjatuh saat merayakan gol. Minggu (30/6) dini hari nanti, Suarez diharapkan mampu membawa Uruguay ke semifinal Copa Amerika dengan mengalahkan Peru.
LAGA perempatfinal Copa America 2019 antara Uruguay bentrok Peru, bakal digelar di Arena Fonte Nova, Bahia, Minggu (30/6) dini hari WIB. Rekor duel yang berimbang dari kedua negara, diprediksi menjadikan laga akan berlangsung ketat.
Dari 17 pertandingan terakhir kedua kesebelasan, baik Uruguay maupun Peru, sama-sama mencatatkan 7 kemenangan serta 3 hasil lainnya berakhir imbang. Pada duel terakhir, Peru sanggup menjungkalkan kesebelasan tersukses Copa America itu dengan skor 2-1 di laga kualifikasi Piala Dunia 2018, Maret 2017 lalu.
Meski demikian, La Celeste mampu unggul dalam 4 dari 5 duel terakhir kontra Peru. Pertemuan terakhir di ajang Copa America pun dimenangkan pasukan Oscar Tabarez dengan skor 2-0 di babak semifinal edisi 2011. Luis Suarez memborong kedua gol dan Uruguay memenangkan Copa America 2011, usai membungkam Paraguay di babak final.
Masih diasuh Oscar Tabarez dan diperkuat Luis Suarez, Uruguay masih menjadi favorit turnamen edisi tahun ini. Mereka sukses menjadi juara Grup C usai mengalahkan juara bertahan Cili dengan skor 1-0 di matchday terakhir grup. Tandem Suarez, Edinson Cavani keluar menjadi pahlawan tim berkat gol tunggalnya.
Baik Suarez dan Cavani telah mencetak 2 gol dari 3 laga di fase grup. Keduanya juga menjadi 2 penyerang yang rajin melepaskan tembakan ke gawang lawannya. Suarez memiliki rata-rata 5,7 tembakan per laga, sementara Cavani di angka 4,3.
Sementara itu, Peru lolos ke babak perempatfinal sebagai satu dari 2 peringkat 3 terbaik turnamen, bersama Paraguay. Ini merupakan kelolosan keempat La Rojiblancos ke perempat final Copa America secara beruntun. Pada edisi 2011 dan 2015, Paolo Guerrero dan kawan-kawan mencapai babak semifinal.
Uruguay kemungkinan besar akan memperagakan serangan-serangan balik cepat seperti biasanya. Mereka menjadi tim terburuk dalam hal akurasi umpan (76,3 persen) di fase grup, tapi menjadi tim kedua terbaik setelah Brasil, yang memiliki jumlah tembakan per laga mencapai 17,7 kali, dan jumlah gol sebanyak 7.
Sementara Peru akan mengandalkan kecepatan sisi kedua sayap mereka. Ada sebanyak 44 persen serangan mereka berkutat di sayap kiri, posisi yang sering ditempat Luis Advincula. Catatan sebagai tim terbaik di fase grup dari persentase memenangkan duel udara (60,6 persen) situasi set-piece, diyakini akan mereka manfaatkan dengan baik.
Kedua tim akan sering memperagakan adu fisik, tapi kualitas pemain Peru tidak sebanding dengan Uruguay. Namun, kecepatan lini sayap pasukan Ricardo Gareca diprediksi akan menyulitkan Uruguay. Skor imbang di waktu normal sepertinya akan menjadi hasil dari duel ini. (tid/saz)
Fachril/sumut pos KUPAS: Pegiat lingkungan Wibi Nugraha bersama seorang anak mengupas kulit buah nipah untuk diolah menjadi jus, Jumat (28/6).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama ini buah nipah sering diabaikan masyarakat yang tinggal di dekat hutan nipah. Masyarakat cenderung lebih mengutamakan nira nipahnya daripada bagian nipah yang lain, termasuk buahnya. Namun bagi pegiat lingkungan, Wibi Nugraha, buah nipah mampu diolahnya menjadi jus untuk kesehatan dan dapat menghasilkan uang.
Di Kota Medan, ‘hutan’ nipah dapat di jumpai di kawasan Danau Siombak, Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan. Di kawasan seluas 3 ribu hektar itulah Wibi Nugraha dalam kesehariannya beraktivitasn
Siang itu, di saat mata hari tepat berada di atas kepala, Wibi sedang duduk di sebuah gubuk.
Pria berusia 40 tahun ini ternyata sedang mengolah buah nipah yang akan dijadikan jus untuk kesehatan.
“Buah nipah ini banyak khasiatnya, bisa diolah menjadi jus. Mungkin belum banyak orang yang tahu. Di Danau Siombak ini, ada sekitar 1000 hektar pohon nipah yang dapat menghasilkan perekonomian masyarakat setempat,” kata Wibi membuka cerita ketika disambangi Sumut Pos.
Dia mendapat ide mengolah buah nipah menjadi jus, dari masukan teman-temannya yang juga pegiat di dunia lingkangan. Dari situ, dia juga sering membaca artikel di internet tentang pemanfaatan buah nipah. Kemudian terbenak di pikirannya mengolah buah nipah dijadikan berbagai hasil untuk kesehatan, kerajinan dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Banyak manfaat pohon nipah ini. Daunnya bisa kita buat untuk atap, kerajinan seni dan buahnya bisa kita manfaatkan untuk jus kesehatan. Alhamdulillah, jus ini sudah banyak yang memesan, biasanya saya menjualnya dalam satu gelas seharga Rp5 ribu,” beber Wibi.
Pria yang sudah 2 kali juara konservasi di tingkat provinsi dan kabupaten ini mengaku, secara kesehatakan buah nipah ini sangat bekhasiat mengatasi sel kanker pada tubuh. Untuk itu, ia membuka lebar-lebar kawasan wisata Danau Siombak kepada masyarakat yang ingin menikmati jus buah nipah.
“Saya di sini bersama masyarakat memperdayakan buah nipah untuk dijual, kami bersedia menerima pesanan bagi masyarakat yang ingin membeli. Buah nipah kami manfaatkan untuk dijual sebagai sumber masukan buat saya dan masyarakat melestarikan Danau Siombak,” tutur Wibi.
Dengan sepuntung rokok di jarinya, bapak dua anak ini juga mengajak kepada masyarakat untuk menikmati keindahan hutan nipah Danau Siombak, sehingga panorama secara luas untuk para wisatawan dapat dirasakan ketika mengunjungi Danau Siombak. “Banyak potensi di Danau Siombak, selain memiliki nilai sejarah danau ini ada beberapa objek menarik seperti Kotta Cinna, gunung sampah, kunang – kunang malam serta keindahan danau dipadu dengan hutan nipah serta hutan mangrove,” sebut Wibi.
Harapannya, dengan adanya potensi alam yang menarik di Danau Siomnak, ia berharap pemerintah daerah untuk turut peduli mengembangkan wisata Danau Siombak. Sehingga, masyarakat dari Medan maupun luar Medan akan datang mengunjungi danau yang ia kelola. “Saya di sini hanya cinta dan peduli dengan Danau Siombak, saya lihat banyak potensi yang dapat memberikan penghasilan bagi masyarakat setempat. Misalnya, wisatawan bisa naik kapal dengan uang jasa bisa membantu penghasilan bagi masyarakat. Kami juga berharap pemerintah harus ikut andil mengembangkan danau ini,” pinta aktivis lingkungan ini.
Secara pelan-pelan, kata Wibi, ia telah membangun berbagai objek yang dapat dinikmati masyarakat seperti pondok santai, rumah baca, kerambah kepiting dan ikan tawar serta kerajinan. Itu semua ia perbuat dengan mengocek uang pribadi. “Masih banyak lagi program saya di Danau ini, saya berencana mau buat mushala terapung, makanya saya berharap ada dukungan dari pihak-pihak yang peduli dengan Danau Siombak,” cetusnya.
Apa itu Nipah? Nipah merupakan tumbuhan yang hidup di kawasan mangrove. Nama lain dari nipah adalah Nipah fritican, termasuk keluarga palem-paleman (Palma). Nipah umumnya tumbuh di belakang formasi hutan mangrove sepanjang sungai menuju muara.
Di tempat tersebut terdapat banyak endapan tanah yang berasal dari hulu sungai, sehingga habitat sungai menjadi subur dan berlumpur. Keadaan airnya juga relatif baik dibandingkan dengan hulu sungai, Tumbuhan Nipah banyak tumbuh di kawasan Indonesia dan tersebar dibeberapa Provunsi diantaranya Irian jaya (Papua), Sulawesi, Kalimantan, Jawa dan Sumatera.
Untuk sekarang ini tumbuhan Nipah masih dianggap tanaman liar, tapi dijaman moderen sekarang dengan ilmu dan pengetahuan pesat, kita harus terus berupaya berfikir kreatif dan inovatif sehingga dapat mengolah produk dari berbagai tumbuh-tumbuhan salah satunya Nipah. (fac)
Istimewa
KOALISI: Prabowo bersama petinggi parpol koalisi Adil dan Makmur saat temu pers, usai putusan MK, Kamis (27/6).
Istimewa KOALISI: Prabowo bersama petinggi parpol koalisi Adil dan Makmur saat temu pers, usai putusan MK, Kamis (27/6).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – USAI sengketa Pilpres 2019 diputus oleh Mahkamah Konstitusi (MK), Kamis (28/6) malam, kedua pihak menerima dan menghormati putusan majelis hakim. Begitu juga dengan tim pemenangan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden di tingkat daerah, khususnya Sumatera Utara.
Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Sumatera Utara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan, sikap mereka sama seperti yang sudah ditunjukkan Prabowo Subianto, dalam pernyataannya paskaputusan MK. “Sama seperti yang diarahkan Bapak Prabowo Subianto, kita harus hormati apapun keputusan MK. Bahwa MK sudah menetapkan yang terbaik, presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024, Bapak Jokowi dan Bapak Ma’ruf Amin,” kata Direktur Relawan BPP Sumut, Sugiat Santoso menjawab Sumut Pos, Jumat (28/6).
Pihaknya siap mendukung penuh kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf Amin untuk menjalankan roda pemerintahan dan program pembangunan hingga lima tahun mendatang. Di samping itu, berdasarkan informasi dari BPN Prabowo-Sandi, tidak lagi ada upaya hukum lain setelah keputusan MK. “Tidak, tidak. BPN malah jauh-jauh hari menyatakan sesuai arahan Pak Prabowo tetap melakukan jalur konstitusional. Dan jalur konstitusional yang terakhir itu adalah keputusan MK. Kita juga tidak mau berlama-lama dalam urusan politik. Artinya bagaimana ke depan program-program pembangunan Jokowi-Ma’ruf Amin kita kawal bersama dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Wakil Ketua Gerindra Sumut itu.
Rumor berkembang, usai jalur MK, persoalan dugaan kecurangan Pilpres 2019 akan dibawa tim kuasa hukum 02 ke Mahkamah Internasional? Sugiat mengatakan, sampai sekarang tidak ada pengarahan ke Prabowo untuk menempuh jalur tersebut. “Sikap Pak Prabowo kan jelas, menunjukkan bahwa beliau adalah negarawan sejati. Beliau mengakui keputusan MK dan paling penting dari semua yang Pak Prabowo sampaikan, adalah kepentingan masyarakat Indonesia bukan kepentingan kelompok ataupun segelintir golongan,” katanya.
Diketahui, Prabowo-Sandi memang mengakui hasil putusan MK namun dalam pernyataan sikap tidak ada mengucapkan selamat kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Apakah sikap Prabowo ini menunjukkan bahwa dia masih belum legowo sepenuhnya menerima kemenangan Jokowi untuk kali kedua, Sugiat menegaskan sepanjang pemahaman pihaknya tentang karakter Prabowo, asumsi tersebut tidak benar adanya seperti yang disebut sejumlah kalangan.
“Enggaklah. Bahkan di 2014 dia juga bersikap kesatria. Jadi gak perlu dibesar-besarkanlah kami pikir soal ini. Yang penting apa yang menjadi arahan beliau, bahwa sekarang kita harus kembali bersatu lagi. Tidak ada lagi 01, 02. Melakukan kerja-kerja nyata untuk kemakmuran seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Penasehat Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Utara Jokowi-Maruf Amin, Japorman Saragih menyebutkan, usai putusan MK kemarin malam, tidak ada lagi pengkotak-kotakan. Menurutnya, yang ada saat ini adalah masyarakat bersatu menuju Indonesia makmur dan sejahtera. “Di sini bukan kemenangan 01 atau 02, tapi kemenangan seluruh Bangsa Indonesia. Karena kita semua saudara,” kata Japorman kepada Sumut Pos, Jumat (28/6) siang.
Japorman yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara ini menegaskan, sudah saatnya kembali seluruh anak bangsa bersatu mendukung pemerintahan yang terpilih. “Kita harus bekerja untuk semua anak bangsa lebih baik lagi kedepannya,” sebut Japorman.
Di samping itu, ia berterima kasih kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara yang sudah memilih Paslon nomor urut 01 dan mengantar kembali Jokowi mempimpin Indonesia lima tahun ke depan. “Semua ini kerja keras bersama. Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat atas partisipasi pada pemilu 2019,” tandasnya. (prn/gus)
HOT SPOT:
Petugas BMKG Wilayah I Medan di Jalan Ngumban Surbakti Medan menunjukkan titik api (hot spot) di Riau, belum lama ini. Selama Juni 2019, BMKG juga mencatat sebanyak 735 gempa mengguncang Indonesia.
HOT SPOT:
Petugas BMKG Wilayah I Medan di Jalan Ngumban Surbakti Medan menunjukkan titik api (hot spot) di Riau, belum lama ini. Selama Juni 2019, BMKG juga mencatat sebanyak 735 gempa mengguncang Indonesia.
Juni, 735 Gempa Guncang Indonesia
NIAS, SUMUTPOS.CO – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,5 mengguncang Gunungsitoli, Pulau Nias, Sumatera Utara, Jumat (28/6) sekitar pukul 02.49 WIB. Guncangan gempa dirasakan cukup kuat oleh warga Nias, bahkan terasa hingga Kota Sibolga. Selama bulan Juni tahun ini, BMKG mencatat sebanyak 735 gempa mengguncang Indonesia. Aktivitas alam ini didominasi gempa dengan magnitudo kecil.
“SECARA umum jumlah aktivitas gempa bumi lebih banyak terjadi di wilayah Indonesia timur,” kata Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Daryono, dalam keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Jumat (28/6).
Untuk gempa Gunungsitoli kemarin sore, skala intensitas getaran yang dirasakan warga adalah III-IV MMI. Skala tersebut berarti getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah. “Meski hanya berlangsung beberapa detik, getaran juga menyebabkan pintu atau jendela berderik dan dinding berbunyi,” kata BMKG.
Episenter gempa berada di laut, sekitar 34 km arah timur laut Gunungsitoli. Sedangkan hiposenternya tercatat berada pada kedalaman 10 km. Warga Sibolga mengaku, gempa terasa menggoyang kuat meski hanya sekejap.
Daryono memaparkan, selama bulan Juni, gempa dengan magnitudo kecil kurang dari magnitudo 5,0 terjadi sebanyak 700 kali. Kemudian, gempa signifikan dengan magnitudo di atas 5,0 terjadi sebanyak 35 kali. “Jumlah gempa dirasakan terjadi sebanyak 65 kali dalam berbagai variasi magnitudo,” kata dia.
Sepanjang Juni 2019, BMKG juga mencatat sebanyak tiga kali gempa dengan kategori merusak. Pertama gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang terjadi di Kabupaten Sarmi, Papua pada 20 Juni 2019. “Gempa Sarmi merusak 50 bangunan rumah dan tiga gedung sekolah di distrik Ismari dan Sarmi Selatan,” kata Daryono.
Kemudian, gempa yang terjadi pada 24 Juni 2019 berkekuatan magnitudo 6,1 di wilayah Mamberamo Tengah, Papua, dan di Laut Banda dengan magnitudo 7,3. “Gempa Mamberamo raya merusak 36 rumah di Kampung Munukania. Gempa laut Banda merusak bangunan masjid di pulau Kei besar Kabupaten Maluku Tenggara,” kata Daryono.
Agustus Puncak Musim Kemarau
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia akan terjadi pada Agustus 2019. Pada periode Juli-September, sebagian besar wilayah memiliki curah hujan rendah dengan sifat hujan di bawah normal.
“Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi di bulan Agustus. Di beberapa wilayah, seperti Jawa Timur pun sudah 60 hari tanpa hujan sejak awal Juni,” ujar Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG, Dodo Gunawan, dalam konferensi pers info terkini terkait bencana alam di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (28/6).
Dodo menjelaskan, kondisi iklim kemarau di Jawa Timur sudah parah. Kekeringan serupa juga terjadi di Jawa Tengah dengan tidak mengalami hujan dalam satu bulan ini. Adapun di wilayah lain, lanjut dia, seperti Sumatera juga sudah memasuki musim kemarau. Akan tetapi, belum ada tanda-tanda adanya titik kebakaran hutan maupun lahan.
“Tahun ini memang puncak kemarau akan lebih parah dibandingkan 2018 ya karena ada el nino. Tahun lalu el nino enggak muncul,” kata Dodo.
Oleh karena itu, musim kemarau tahun 2019 akan terasa lebih kering dibandingkan 2018. Adapun untuk durasi kemarau tahun ini bervariasi. “Bervariasi, ada wilayah yang sudah kemarau mulai April, ada yang baru mulai Mei, Juni pun ada. Nanti Juli hampir semua daerah sudah mulai masuk dan puncak kemarau pada Agustus,” jelas Dodo.
Sumatera Potensi Karhutla
Terkait prediksi musim kemarau di Indonesia tahun ini, beberapa wilayah memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan ( karhutla).
Dodo Gunawan mengatakan, potensi terjadinya karhutla terdapat di Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Untuk sekarang dari pantauan kami titik panas karhutla belum banyak ya, walaupun per daerah seperti Riau kemarin terjadi karhutla pada Januari hingga Februari. Namun, dengan puncak musim kemarau di bulan Agustus, potensi karhutla di empat pulau tadi akan terjadi,” ujar Dodo
Dodo menambahkan, untuk saat ini, di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan NTT belum ada laporan yang menyatakan siaga kebakaran hutan. Namun, pada Agustus diprediksi terjadi seiring puncaknya musim hujan ditambah adanya el nino. “Puncak musim kemarau diprediksi akan terjadi di bulan Agustus. Di beberapa wilayah, seperti Jawa Timur bahkan sudah 60 hari tanpa hujan sejak awal Juni,” ujar Dodo.
Ia menjelaskan, kondisi iklim kemarau di Jawa Timur sudah parah. Kekeringan serupa juga terjadi di Jawa Tengah dengan tidak mengalami hujan dalam satu bulan ini.
Adapun di wilayah lain, lanjutnya, seperti Sumatera juga sudah memasuki musim kemarau namun belum ada tanda-tanda adanya titik kebakaran hutan maupun lahan. “Tahun ini memang puncak kemarau akan lebih parah dibandingkan 2018 ya karena ada el nino. Tahun lalu el nino enggak muncul,” paparnya kemudian.
Maka dari itu, seperti diungkapkan Dodo, musim kemarau tahun 2019 akan terasa lebih kering dibandingkan 2018. Adapun untuk durasi kemarau tahun ini bervariasi. “Bervariasi, ada wilayah yang sudah kemarau mulai April, ada yang baru mulai Mei, Juni pun ada. Nanti Juli hampir semua daerah sudah mulai masuk dan puncak kemarau pada Agustus,” jelasnya. (kps)
Istimewa
KOALISI: Prabowo bersama petinggi parpol koalisi Adil dan Makmur saat temu pers, usai putusan MK, Kamis (27/6).
Istimewa KOALISI: Prabowo bersama petinggi parpol koalisi Adil dan Makmur saat temu pers, usai putusan MK, Kamis (27/6).
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Parpol yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi resmi bubar. Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN) pun mulai merapat ke kubu Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Partai koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 menggelar rapat internal, Jumat (28/6). Pertemuan tertutup itu dipimpin langsung Prabowo Subianto.
Mereka membicarakan mengenai langkah politik ke depan. Termasuk mengenai Koalisi Adil Makmur.
Hadir oleh para sekretaris jenderal (Sekjen) parpol Koalisi Adil Makmur. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan, Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal, Sekretaris Jenderal Partai Berkarya Priyo Budi Santoso dan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno.
Dalam konfrensi pers tersebut, Ahmad Muzani mengatakan, salah satu poin yang dibicarakan dalam rapat adalah soal pembubaran Koalisi Adil Makmur. Karena tugas koalisi sudah selesai setekah Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menolak gugatan sengketa Pilpres 2019 oleh MK. “Sebagai koalisi tugas Koalisi Adil Makmur dianggap selesai, dan juga Badan Pemenangan Nasional juga selesai. Karena MK sudah memutuskan,” ujar Muzani.
Selanjutnya, Muzani menyerahkan kepada masing-masing partai untuk menentukan sikap politiknya. Karena Partai Gerindra tidak bisa mengintervensi masing-masing partai politik dalam menentukan langkahnya ke depan. “Menyerahkan kepada partai maisng-masing, karena tidak bisa intervensi. Masing-masing parpol dipersilakan memgambil langkah politik masing-masing,” katanya.
ýNamun demikian, Wakil Ketua MPR itu mengakatan, partai-partai yang masuk dalam Koalisi Adil Makmur akan terus menjalin komunikasi demi bangsa Indonesia. Karena semua mempunyai visi dan misi sama memajukan Indonesia. Komunikasi yang terus dibangun ini bisa dengan berkumpul bersama-sama membahas masalah negara. Bahkan forum kumpul bersama ini dinamakan dengan kaukus atau coffee morning. “Misalnya kerja sama di bidang parleman yang dimungkinkan harus bersatu dalam kepentingan bersama,” ungkapnya.
Terpisah Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan mengatakan, pada Agustus 2018 silam ýpartai berlogo bintang mercy ini memberikan mandat kepada Prabowo dan Sandiaga Uno menjadi pasangan capres dan cawapres. Setelah adanya putusan MK ini, Prabowo mengembalikan mandat kepada Partai Demokrat dan empat partai lainnya. “Tadi dikembalikan dan diserahkan kepada kami. Tentunya kami menerima kembali mandat itu,” ungkap Hinca.
Hinca mengibaratkan seperti pertandingan olahraga. Mendapatkan medali atau piala adalah sebuah cita-cita. Namun menyentuh garis finis adalah kewajiban dalam setiap pertanding. “Jadi malam ini garis finis itu telah kami sentuh, dan kami ucapkan terima kasih kepada semua pendukung untuk Prabowo-Sandi baik lewat lainnya atau yang lain,” ungkapnya.
Buka Peluang ke Jokowi
Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin menyatakan, partainya terbuka jika ada tawaran dari Jokowi-Ma’ruf untuk bergabung dalam pemerintahan. “Saya kira semua opsi terbuka, tanpa perlu kita memperlihatkan, mempertontonkan kerakusan pada kekuasaan,” kata Amir, Jumat (28/6).
Menurut Amir, arah partainya kedepan akan sangat tergantung pada keputusan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. Namun, SBY juga akan tetap berkomunikasi dengan para kader terlebih dulu sebelum mengambil keputusan. “Seperti biasanya memang keputusan strategis selalu ketua umum melibatkan dan mendengarkan kader utama Demokrat,” ucap Amir.
Amir mengatakan, pada dasarnya menjadi partai oposisi atau pun menjadi partai pendukung pemerintah sama saja bagi Partai Demokrat. Apalagi Demokrat sendiri sudah pernah sudah pernah merasakan berada di dua posisi itu. Demokrat berada di dalam pemerintahan saat 10 tahun Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono berkuasa. Namun, setelah SBY pensiun dan digantikan Jokowi, partai berlambang mercy itu memilih berada di luar pemerintahan. “Dimanapun, Demokrat selalu bisa menjalankan peranannya,” kata dia.
Senada dengan Partai Demokrat, PAN juga membuka peluang untuk merapat ke Jokowi. Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan mengatakan, partainya siap membantu mengawal kepemimpinan Presiden Joko Widodo hingga 2024. Bara menyatakan, visi partainya itu cocok dengan Jokowi. “Jadi kami beranggapan memang visi kami dengan Pak Jokowi cocok. Dan tentu saja yang menjadi urgen saat ini adalah kita harus mengobati bangsa ini dari luka-luka selama kampanye, selama persaingan pemilihan presiden tersebut,” ujar Bara di gedung DPR, Jumat (28/6).
Menurut Bara, arah politik PAN untuk mengawal dari dalam atau luar pemerintahan akan diputuskan dalam rapat kerja nasional (rakernas) yang akan digelar akhir Juli atau awal Agustus 2019 mendatang. Namun Bara menyampaikan kemungkinan PAN merapat ke kubu Jokowi cukup besar. Ia juga menyebut sang Ketum Zulkifli Hasan sudah menjalin komunikasi secara informal dengan parpol dalam Koalisi Jokowi.
“Secara informal sudah bertemu, di berbagai kesempatan di acara-acara nasional, seperti pelantikan Gubernur Maluku Utara, Pak Zul bertemu Pak Surya Paloh, Ketum NasDem. Jadi mungkin nanti ada lagi pertemuan-pertemuan seperti itu secara informal, itu kan biasa. Hubungan dengan Bu Mega sangat baik, dengan Pak OSO sangat (baik), dengan Pak Surya Paloh sangat dekat,” jelas Bara.
Saat ditanya apakah arah politik PAN akan terpengaruh dengan hasil pertemuan Prabowo Subianto dengan pimpinan partai koalisi siang ini, Bara menjawab dengan pernyataan Zulkifli bahwa koalisi otomatis bubar. Selanjutnya, menurut Bara, partai berhak menentukan langkah selanjutnya.
“Sehingga partai-partai ini dalam posisi menentukan langkah selanjutnya sesuai dengan kepentingan partai masing-masing. Hal itu dibicarakan beliau (Zulkifli) setelah melakukan pembicaraan dengan Pak Prabowo. Tidak akan (terpengaruh oleh hasil pertemuan siang ini), kami dalam posisi di mana koalisi sudah bubar, sudah selesai,” ucap Bara.
Terkait dengan seruan PKS agar partai koalisi Prabowo tetap menjadi oposisi, Bara mengaku partainya akan mempertimbangkan ajakan tersebut. Menurut Bara, fokus partainya saat ini adalah mengobati ‘luka’ pascapemilu. “Itu yang urgen bagi kita untuk mengobati itu semua. Supaya kita bersatu lagi dan kita move on sebagai bangsa. Caranya bagi PAN adalah dengan bergabung ke pemerintahan, ya, maka akan kami lakukan,” tegasnya.
Sementara bagi PKS, wacana jadi oposisi kritis terbuka tapi pintu opsi koalisi dengan pemerintah belum tertutup. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengajak parpol anggota Koalisi Adil Makmur pendukung Prabowo-Sandi untuk merapatkan barisan, merapatkan saf. Dia ingin sikap politik koalisi ini tetap konsisten.
“Saatnya kita merapikan saf untuk menjadi oposisi yang kritis dan konstruktif sebagai kekuatan penyeimbang. Selama kita istikamah membela rakyat, sama saja kebaikan yang didapat baik di dalam ataupun di luar pemerintahan,” ujar Mardani dalam keterangan pers tertulis, Jumat (28/6).
“Koalisi Adil Makmur sangat layak diteruskan menjadi kekuatan penyeimbang untuk mengawal agar pembangunan benar-benar ditujukan untuk kepentingan rakyat,” sambung Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini.
Sementara itu, Presiden PKS Sohibul Iman menyatakan belum ada keputusan untuk menjadi oposisi atau gabung ke koalisi Jokowi. Menurutnya, hal itu nanti ditentukan oleh Majelis Syuro PKS. “Kita lihat perkembangan yang ada secara politik dan yang kedua adalah bagaimana sikap dari majelis syuro itu yang akan menjadi … saya kan eksekutif, saya tidak bisa sendiri kecuali harus berdasarkan keputusan majelis syuro,” kata Sohibul.(jpg/dtc/bbs)
AGUSMAN/SUMUT POS PUTUSAN: Eks Kadis Bina Maarga Sergai, Darwin Sitepu saat menjalani sidang putusan, Jumat (28/6).
SERGAI, SUMUTPOS.CO – Eks Kepala Dinas (Kadis) Bina Marga Pemkab Serdang Bedagai (Sergai), Darwin Sitepu (43) pasrah saat divonis selama 4 tahun 10 bulan penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Dia dinyatakan terbukti melakukan korupsi kebocoran kas di Bendahara Pengeluaran pada Dinas Bina Marga Sergai sebesar Rp1.137.600.000.
“MENJATUHKAN hukuman pidana penjara kepada terdakwa selama 4 tahun 10 bulan dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan,” tegas majelis hakim yang diketuai oleh Syafril Batubara di Ruang Cakra I Pengadilan Tipikor Medan, Jumat (28/6).
Dalam putusannya, majelis hakim menyebut bahwa hal yang memberatkan, perbuatan terdakwa Darwin Sitepu tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi.
“Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa menyesali perbuatannya dan masih mempunyai tanggungan keluarga,” ujar hakim Syafril.
Perbuatan terdakwa Darwin Sitepu dinyatakan terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) juncto Pasal 18 dari Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.
Putusan itu lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ardiansyah Hasibuan dan Doni Irawan Harahap selama 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Menanggapi putusan tersebut, terdakwa Darwin yang didampingi penasehat hukumnya, Amri SH menyatakan pikir-pikir. Senada dengan JPU.
Sebenarnya, dalam kasus ini, terdakwa Samsir Muhammad Nasution (50) selaku mantan Bendahara Pengeluaran pada Dinas Bina Marga Pemkab Sergai juga turut mendengarkan putusan. Namun, penasehat hukum Samsir berhalangan hadir sehingga majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan.
“Tadi PH (penasehat hukum) Samsir sudah sempat datang, tapi mendadak orangtuanya sakit. Jadi izin tidak bisa mendampingi Samsir,” kata Jaksa Ardiansyah kepada wartawan usai persidangan.
Samsir sendiri dituntut selama 8 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 6 bulan kurungan. Selain itu, Samsir dituntut untuk membayar Uang Pengganti (UP) sebesar Rp1.137.600.000.
Dalam dakwaan JPU, bahwa Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas Bina Marga Kabupaten Serdang Bedagai Tahun Anggaran (TA) 2016 ditetapkan dana sebesar Rp116.115.273.412.
Saat menyusun dokumen pelaksanaan anggaran (RKA-SKPD) kegiatan administrasi proyek untuk pembayaran honorarium operasional senilai Rp1.341.682.000, terdakwa Darwin hanya memuat angka global tanpa ada rinciannya.
“Bahwa Samsir telah membuat dan menandatangani Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Darwin menerbitkan Surat Perintah Membayar (SPM- LS, SPM-GU, SPM-UP dan SPM-TU) untuk penerbitan SP2D atas beban pengeluaran DPA-SKPD,” jelas Ardiansyah dan Doni.
Sedangkan uang yang ditransfer Bendahara Umum Daerah ke rekening Dinas Bina Marga di Bank Sumut Cabang Sei Rampah, penarikannya dilakukan dengan cek yang ditandatangani oleh Darwin Sitepu dan dikelola oleh Bendahara Pengeluaran.
Dalam penggunaan uang oleh Bendahara Pengeluaran sebesar Rp1.442.602.144, sebagian dapat dipertanggangjawabkan dan sebagian lagi tidak memiliki bukti pertanggungjawaban.
“Terdakwa Darwin tidak melakukan pengawasan. Sehingga Samsir membuat dan menandatangani dokumen SPP disertai dengan penerbitan SPM tanpa melalui verifikasi dari Ramlah Tambunan selaku Pejabat Penatausahaan Keuangan (PPK),” ucap JPU.
Meski tanpa verifikasi PPK, Darwin menyetujui SPM yang dimaksud. Sehingga Bendahara Umum Daerah menerbitkan SP2D dan mentransfer uang atas beban DPA-SKPD ke rekening Dinas Bina Marga Sergai pada Bank Sumut Cabang Sei Rampah.
Dari jumlah Rp1.442.602.144 yang dicairkan Darwin dan Samsir, terdapat Rp1.155.450.000 tidak memiliki bukti pertanggungjawaban. Sebab, telah dipergunakan untuk keperluan lain di luar peruntukkannya.
“Akibat perbuatan kedua terdakwa, berdasarkan laporan hasil perhitungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terdapat kerugian negara sebesar Rp1.137.600.000,” tandas Doni.(man/ala)
AKSI: Tiga tersangka diamankan di Mapolres Padangsidimpuan karena nyabu di kamar mayat.
PADANGSIDIMPUAN, SUMUTPOS.CO – Dua pekerja Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padangsidimpuan dan seorang staf Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tapsel diamankan polisi dari dalam kamar mayat. Mereka diamankan karena tertangkap basah tengah mengkonsumsi sabu-sabu di sana.
Dua staf perawat RSUD Padangsidimpuan masing-masing, Raja Irin Nasution (28) warga Komplek Sidimpuan Baru, Kelurahan Silandit, Kota Padangsidimpuan dan Darusman Harahap (22) warga Kecamatan Angkola Barat, Tapsel.
Sedangkan Staf Bawaslu Tapsel, Ahmad Suryadi (22) warga Jalan Padangsidimpuan, Madina, Desa Pintupadang II, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapsel.
“Ketiganya diamankan Rabu 26 Juli kemarin sesuai laporan polisi Nomor: LP/61.A/ VI/2019/SU/PSP/Resnarkoba sekira pukul 14.00 WIB di ruangan instalasi jenazah RSUD Padangsidimpuan,” ujar Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Hilman Wijaya.
Dari ketiga tersangka, petugas mengamankan satu set alat hjsap sabu, sebuah kaca pirex berisi sabu-sabu seberat 1,58 gram.
Hilman mengatakan, pengungkapan tersebut tak lepas dari kontribusi masyarakat yang resah dengan ulah ketiganya yang nekat mengkonsumsi sabu-sabu di dalam kamar mayat.
“Jadi berdasarkan informasi dari masyarakat, ruangan instalasi mayat itu sering dijadikan sebagai tempat transaksi dan penyalahgunaan narkotika. Dari informasi itu tim Satres Narkoba turun dan benar ketiganya ada di dalam,” ungkapnya.
Ia menyayangkan kenapa bisa instalasi jenazah tersebut digunakan ketiganya untuk mengkonsumsi sabu. Memang, kebetulan Raja Irin Nasution itu staf pelaksana kamar instalasi jenazah.
“Makanya sekarang instalasinya sudah kita police line. Agak aneh juga kok bisa kamar mayat dimasuki mereka pakai sabu di sana. Kalau pemeriksaan tersangka pengakuan mereka baru kali itu pakai sabu,” ungkapnya.
Ditanya apakah polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap pihak rumahsakit, Hilman tak menampiknya.
“Ya pasti akan kita periksa otoritas rumahsakit, kok bisa kamar jenazah itu kecolongan dipakai untuk pakai sabu,” pungkas Hilman.(dvs/ala)
MALU: Tiga tersangka kebakaran pabrik mancis tertunduk malu saat dipaparkan di Mapolres Binjai, beberapa waktu lalu.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Binjai mengirimkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) tiga tersangka PT Kiat Unggul ke Kejaksaan Negeri, Rabu (26/6) lalu. SPDP terhadap ketiga tersangka dikirim secara terpisah.
ARTINYA, penyidik tidak mengirimkan SPDP mereka dalam satu nomor. Masing-masing, Indramawan (69) SPDP nomor : K/154/VI/2019. Burhan (37) SPDP nomor : K/155/VI/2019. Terakhir, Lismawarni (43) SPDP nomor 😕 K/156/VI/2019.
Kapolres Binjai, AKBP Nugroho Tri Nuryanto pernah membeberkan soal penyidik akan mengusut lisensi SNI terhadap mancis merek Toke yang diproduksi PT Kiat Unggul.
Selain mengusut soal lisensi, penyidik Satreskrim juga berencana akan mendalami bahan baku gas dan perizinan yang merugikan negara.
Disinggung soal ini, Siswanto menilai, tentu SPDP yang dikirim bakal digelar perkara nantinya bersama jaksa.
“Kalau kita di situ, kan ada beberapa pasal yang memberatkan di KUHP-nya. Itu yang diapakan,” kata Siswanto.
“Lalu dikaitkan dengan Undang-Undang lingkungan hidupnya. Baru ada ketenagakerjaannya. Tapikan, SPDP itu nanti minta gelar lagi. Ada petunjuk dari jaksa,” sambung mantan Kanit Intelkam Polres Binjai.
Dikonfirmasi, Kasi Intel Kejari Binjai, Erwin Nasution membenarkan adanya SPDP masuk dari penyidik Satreskrim Polres.
“Saat ini kita telah berkoordinasi di internal kita,” ujar dia.
Karena kasusnya sudah menjadi perhatian dan duka nasional, Erwin menegaskan, Korps Adhyaksa akan serius menangani perkara tersebut.
“Kasus ini sudah menjadi atensi pimpinan dan perhatian publik,” kata pria berkepala plontos ini.
Sayangnya, Erwin belum mengetahui siapa jaksa yang ditunjuk untuk menangani kasus ini. Karenanya, dia juga belum dapat berkomentar.
“Kita akan membentuk tim untuk menangani perkara tersebut,” ujarnya.
Sebelumnya, ketiga tersangka dijerat polisi dengan pasal berlapis. Sekadar mengingatkan, satu unit rumah yang dijadikan pabrik rumahan merakit mancis di Jalan Perintis Kemerdekaan, Pasar 4, Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat ludes terbakar, Jumat (21/6) sekira pukul 11.30 WIB. Sebanyak 30 orang menjadi korban dilaporkan meninggal dunia.
Karenanya, polisi disarankan untuk mendalami asal muasal bahan baku gas yang digunakan PT Kiat Unggul tersebut. Disebut-sebut, Indramawan acap kali menggunakan nama samaran untuk mengelabui pemerintah dalam hal pemungutan pajak dan retribusi usahanya.
Sebut saja pabrik induknya yang berlokasi di Jalan Medan-Binjai Km 15,7, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Indramawan menamai usahanya PT Aligas Jaya. Plang berlatar biru bertuliskan Dealer Elpiji Pertamina.
Boleh jadi, gas yang digunakan PT KU berasal dari gas subsidi. Kini pabrik induk yang di Sunggal pun sudah dipasang garis polisi.(ted/ala)
ist
ADMINISTRASI: Sejumlah warga saat mengurus administrasi di Kantor BPJS Kesehatan Medan, Jalan Karya Medan, belum lama ini.
ilustrasi
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tiga rumah sakit di Medan terancam diputus kontrak kerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Sebab, masa akreditasi ketiga rumah sakit tersebut segera berakhir.
Ketiga rumah sakit itu antara lain, RS Martha Friska (Yos Sudarso), RS Martha Friska Multatuli dan RS Methodist Susanna Wesley. Selain itu, Rumkit TK IV 01.07.02 Binjai juga terancam diputus kontraknya.
Kepala Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Cabang Medan Rahman Cahyo mengatakan, sampai sekarang belum ada rumah sakit tersebut yang diputus kontraknya. Artinya, masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk melayani pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).
“Masa akreditasi Rumkit Binjai memang akan habis, namun mereka telah memperpanjangnya dan sudah mendapat penetapan kelulusan dari KARS (Komite Akreditasi Rumah Sakit). Artinya, masih bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sedangkan 3 rumah sakit di Medan sampai saat ini juga demikian dan masih bekerja sama karena masa akreditasinya masih berlaku,” ujar Cahyo kepada Sumut Pos, Jumat (28/6).
Menurut dia, berdasarkan surat balasan Kementerian Kesehatan bahwasanya kalau rumah sakit yang menunggu putusan kelulusan atau sudah lulus dan menunggu surat akreditasinya, maka masih bisa bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Lain halnya apabila pihak rumah sakit tidak mengurus dan masa akreditasinya telah berakhir, maka tentu akan diputus kontraknya dalam melayani pasien BPJS Kesehatan.
“Untuk tiga rumah sakit di Medan sudah dapat jadwal survei akreditasi di bulan Juli 2019 ini. Ada yang sudah disurvei duluan dan ada yang menunggu jadwal survei. Tapi, yang jelas masih bekerja sama dan belum diputus kontraknya,” kata Cahyo.
Ditambahkan Cahyo, apabila lewat bulan Juli atau masuk Agustus ternyata ketiga rumah sakit di Medan belum ada mengurus akreditasi maka langsung diputus. “Kita belum bisa bilang ini diputus kontraknya atau tidak, karena ketiga rumah sakit tersebut sampai sekarang masih bekerja sama ini. Sedangkan Rumkit Binjai telah diperpanjang masa akreditasinya dan menunggu keputusan, sehingga masih tetap bekerja sama,” pungkasnya.
Menanggapi persoalan rumah sakit yang terancam diputus kontraknya dengan BPJS Kesehatan, Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Sumut, dr Azwan Hakmi Lubis berharap jangan sampai ada pemutusan langsung. Namun, jika ada sifatnya hanya berlaku untuk sementara saja. “Kita harapkan kalau pun diputus hanya sebentar. Jadi, bila akreditasinya sudah ada maka bisa lanjut lagi kerja sama),” ujarnya.
Kata Azwan, pada dasarnya rumah sakit di Medan maupun Sumut pada tahun ini memang akreditasinya akan kedarluarsa, sehingga sudah membuat usulan pengajuan untuk perpanjangan akreditasi. Namun, hal ini masih terkendala pada jadwal dari surveyor KARS. “Karena jadwal KARS agak terlambat lantaran ada kesibukan, mereka (rencananya) baru bisa datang pada akhir Juni ini,” ucapnya.
Untuk itu, Azwan menilai, habisnya masa masa berlaku akreditasi ini tidak sepenuhnya merupakan kesalahan dari manajemen rumah sakit. Melainkan, ada faktor dari penjadwalan dari tim KARS. “Kan sudah buat usulan, tapi dari surveyor akreditasinya yang belum datang,” tukasnya.
Diketahui, BPJS Kesehatan dikabarkan akan memutus kontrak terhadap 28 rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia. Pemutusan hubungan kerjasama karena masa akreditasinya telah berakhir pada Juni 2019 dan pihak rumah sakit tidak melakukan akreditasi ulang sebagai salah satu syarat kerja sama menjalani program JKN. Dari ke-28 rumah sakit di Indonesia, ternyata ada 3 rumah sakit di Medan dan 1 di Binjai. (ris/ila)