Bambang/sumut pos
DIABADIKAN: Kalapas KlasIII Langkat Anton Setiawan bersama para pengajar Dinas Tenaga Kerja Langkatdiabadikan bersama narapidana pria yang mendapat kursus Elektronik.
Bambang/sumut pos DIABADIKAN: Kalapas KlasIII Langkat Anton Setiawan bersama para pengajar Dinas Tenaga Kerja Langkatdiabadikan bersama narapidana pria yang mendapat kursus Elektronik.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Lembaga Pemasyarakatan Klas III Langkat memberikan pelatihan dan pendidikan elektronik kepada para narapidana (Napi) pria selama sebulan penuh. Kursus tersebut diharapkan agar nantinya saat bebas berguna bagi masyarakat. Pemberian pelatihan dan pendidikan tersebut atas kerja sama Lapas Klas III Langkat dengan Dinas Tenagga Kerja (Disnaker) Kabupaten Langkat.
Kepala Lapas pria Klas III Langkat, Anton Setiawan menyatakan, kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, merupakan bagian kegiatan positif yang diperuntukkan kepada warga binaan. Dan diharapkan akan terus ada kegiatan-kegiatan positif lainnya dengan menggandeng berbagai instansi terkait. “Iya, kebetulan kali ini kita menggandeng Dinas Tenaga Kerja,” kata Anton Setiawan.
Dengan diberikannya berbagai pendidikan dan keterampilan positif, lanjut Anton, diharapkan para napi mempelajarinya dengan baik dan serius. “Sehingga ilmu atau bekal yang dipelajari selama menjalani hukuman dapat dipergunakan di tengah-tengah masyarakat,”katanya.
Sebab, tambah Anton, dengan terus diasanya ilmu dan pendidikan, ilmu yang didapat saat menjalani hukuman di Lapas dapat dipergunakan untuk mencari kerja atau membuka usaha, sehingga para napi yang sudah keluar tidak lagi terjerumus pada kegiatan ilegal dan melanggar hukum,” timpal Anton.
Anton juga berharap kepada masyarakat luas, jangan memandang rendah kepada para napi yang sudah keluar nantinya. “Mari kita gandeng mereka dan sama-sama kita mengarahkan kepada hal-hal yang positif, sehingga mereka merasa dihargai dan dihormati, serta enggan berbuat kegiatan yang dapat merugikan masyarakat dan diri mereka sendiri,” pinta Anton.
Pada kesèmpatan tersebut, antusias dari para napi pria untuk mengikuti pendidikan dasar elektronik seperti mensolder dan memperbaiki alat elektronik lain, serta pendidikan secara lisan yang diberikan para pendidik. (bam/han)
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Aksi penolakan Masyarakat Islam Peduli Perdamaian (MIPP) Kabupaten Langkat terkait rencana kedatangan Ustad Sugi Nur Raharja atau Gus Nur menghadiri Subuh Berjamaah dan Tabligh Akbar di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Perdamaian Stabat, sangat disesalkan Aliansi Masyarakat Langkat.
Drs H Raudin Purba MA, yang menjabat sebagai Wakil Sekretaris Alwasliyah Sumut mengatakan, Aliansi Masyarakat Langkat merasa kecewa dengan pernyataan sikap yang dilakukan MIPP tersebut. “Kedatangan kami untuk mengklarifikasi adanya pernyataan sikap tersebut. Untuk itu, kami dari Aliansi masyarakat Langkat, merasa kecewa kepada MIPP yang menurut kami tidak punya judul dan tidak punya Lembaga. Kembalilah ke jalan yang benar,” harap Raudin Purba, Rabu (7/11).
Sedangkan untuk orang-orang yang merasa keberatan atas kedatangan Gus Nur, sambung Raudin Purba, kami mengundang untuk sama-sama hadir dan duduk di panggung kehormatan. “Jangan buat isu yang tidak benar (Hoax). Inikan dakwah, masak mereka menolak kedatangan seorang Da’i dengan memasang spanduk dan menyebarkan selebaran, serta membuat surat kaleng yang ditujukan ke Masjid Nurul Huda dan Masjid Azizi,” ucap Raudin Purba.
Untuk itu, lanjutnya, kami selaku pemuda Langkat yang di dalamnya ada ormas Islam seperti FPI, DMI, GNPF, Laskar Melayu, Stabat Hijrah, Kokam dan lain sebagainya, tidak akan tinggal diam jika ada yang menghalangi Dakwah tersebut. “Kalau memang dakwah tersebut melanggar hukum, pastinya kita pertanggungjawabkan.
Karena menurut kami berdakwah itu adalah tugas kita sampai mati. Tidak pantas rasanya kita sebagai Umat Muslim melarang seorang Da’i untuk berdakwah. Bagaimana bumi Langkat ini menjadi Barokah bila kita melarang sebuah kebaikan,” bebernya.
Dikatakan Raudin Purba, kedatangan Ustadz Gus Nur bertujuan agar kita belajar lebih banyak banyak lagi dan kembali ke jalan yang benar.
“Kita bukan mengajak kemunkaran, tapi kita mengajak Amar ma’ruf nahi munkar (Perintah untuk mengajak atau menganjurkan hal-hal yang baik dan mencegah hal-hal yang buruk bagi masyarakat),” ungkapnya, seraya mengatakan, jika mereka menolak, artinya mereka apakah muslim yang taat. Ditempat yang sama, Ketua Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) Kabupaten Langkat, Ali Sadikin, juga berharap agar kegiatan dakwah tidak dihalang halangi.
“Harapan kami tentunya kegiatan Keagamaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan berharap tidak terjadi gesekan. Begitupun, kalau ada pihak pihak yang melarang, atau ada istilah ada orang mau Jual, kita tidak hanya membeli, tapi kami siap borong,” tegasnya.
Untuk itu, jelas Ali Sadikin, dalam kegiatan dakwah yang akan digelar Kamis (8/11), pihaknya siaga penuh untuk mengawal acara itu. Diberitakan sebelumnya, Masyarakat Islam Peduli Perdamaian Kabupaten Langkat, Selasa (6/11) siang, menyampaikan pernyataan sikap menolak rencana Tabligh Akbar Ustad Gus Nur yang akan digelar di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Perdamaian Stabat, serta Sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Azizi Tanjungpura.
Koordinator aksi, Ramlan meminta ulama atau ustad yang ingin menyampaikan dakwahnya di Bumi Langkat, agar ceramah agamanya dapat meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT, dan di harapkan dapat menciptakan kedamaian dan kesejukan di tengah tengah masyarakat.
“Kami tidak ingin dengan adanya penyampaian ceramah yang akan disampaikan oleh Gus Nur pada hari Kamis nanti di Mesjid Nurul Huda Kelurahan Perdamaian Stabat dan di Mesjid Azizi Tanjungpura, dapat menimbulkan perpecahan di tengah tengah masyarakat, karena sepengetahuan kami berdasarkan Video ceramah ceramah yang kami lihat dan kami dengar melalui Youtube, sangat membangkitkan emosi pendengarnya,” ucap Ramlan. (bam/han)
bambang/sumut pos
BERSAMA: Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH bersama Bupati terpilih Terbit Rencana PA SE usai pelantikan anggota BPD se-Langkat Hulu.
bambang/sumut pos BERSAMA: Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH bersama Bupati terpilih Terbit Rencana PA SE usai pelantikan anggota BPD se-Langkat Hulu.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu SH mengambil sumpah/janji anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) terpilih se-Langkat Hulu periode 2018-2024, di Lapangan Bola Kaki Polsek Kuala, Selasa (6/11).
Bupati Langkat pada arahan dan bimbingannya menegaskan, BPD dalam kedudukannya harus mempunyai visi dan misi yang sejalan dengan Kepala Desa (Kades), sehingga BPD tidak memiliki kapasitas yang dapat menjatuhkan Kades, yang sebelumnya telah dipilih secara demokratis oleh masyarakat.
“Namun, BPD harus tetap melakukan fungsinya, sebagai pengawas kinerja Kades, guna memastikan Kades melaksanakan pemerintahan Desa, sesuai dengan ketentuan Perdes yang sebelumnya telah disepakati bersama, dimana tujuanya sebagai aplikasi dari penjabaran visi dan misi Kades itu sendiri,” terangnya.
Sebab salah satu fungsi BPD, sambung Bupati, adalah membahas dan menyepakati rancangan Peraturan Desa (Perdes), dimulai dari penyiapan Perdes tentang RPJM -Des, RKP-Des, APB-des sampai dengan Perdes yang berkenaan dengan kebijakan-kebijakan strategis Desa, dalam mengembangkan segala potensi dan kearifan Desa, yang sebelumnya diambil melalui penyaringan berbagai aspirasi dari masyarakat. “Karena BPD dan Kades sama-sama memilki fungsi strategis dalam menyiapkan kebijakan pemerintahan Desa,” paparnya.
Selanjutnya, H Ngogesa mengucapkan terimakasih kepada BPD sebelumnya atas darma baktinya dan kerja kerasnya selama ini dalam membangun Desa, dan kepada seluruh pemerintah Desa dan panitia pengisian BPD periode 2018-2024.
“Masyarakat telah memberikan kepercayaannya kepada bapak/ibu semuanya, sebagai wakil mereka di Desa, untuk itu jagalah kepercayaan itu, dengan menjalankan tugas dengan amanah, sesuai dengan kewenangan dan fungsinya. Perlu diingat, amanah ini akan dipertanggungjawabkan di dunia dan di akhirat,” tegasnya mengingatkan.
Kadis PMD Langkat Drs Jaya Sitepu dalam laporannya, bahwa anggota BPD terpilih se Langkat Hulu yang diambl sumpah/janjinya berjumlah 614 orang, dengan rincian BPD keterwakilan perempuan sebanyak 100 orang dan BPD keterwakilan Dapil sebanyak 514 orang.
“Maksud dan tujuan pelaksanaan peresmian dan pengambilan sumpah/janji anggota BPD terpilih ini, dalam rangka melaksanakan ketentuan pasal 58 ayat 2 dan 3 UU No:6 tahun 2014 tentang Desa,” paparnya.
Camat Kuala H Romarlan Harahap SH selaku tuan rumah acara, mengucapkan selamat datang kepada Bupati Langkat dan Bupati Langkat terpilih serta kepada seluruh undangan, atas kehadirannya.
Turut hadir Sekdakab Langkat dr H Indra Salahudin Mkes MM, Bupati terpilih Terbit Rencana PA SE, ketua DPRD Langkat Surialam SE, unsur Forkopimda Langkat, para asisten dan staf ahli Bupati, para kepala OPD Pemkab Langkat, ketua KNPI Kabupaten Langkat, para Camat dan unsur Forkopim se Langkat Hulu, Kades dan anggota BPD priode 2018-2024 se Langkat Hulu. (bam/han)
DIABADIKAN:
Bupati Langkat Terpilih, Terbit Rencana Peranginangin (mengepal tangan) diabadikan bersama calon jamaah umroh yang akan diberangkatkan saat dilepas di Masjid Agung Binjai, Rabu (7/11)
DIABADIKAN: Bupati Langkat Terpilih, Terbit Rencana Peranginangin (mengepal tangan) diabadikan bersama calon jamaah umroh yang akan diberangkatkan saat dilepas di Masjid Agung Binjai, Rabu (7/11)
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 107 calon jamaah umroh dari Kabupaten Langkat dilepas keberangkatannya oleh Bupati Langkat terpilih Terbit Rencana Peranginangin SE di Masjid Agung Binjai pada pukul 08.00 WIB, Rabu (7/11).
Bupati Langkat Terpilih Terbit Rencana mengatakan, bulan Januari 2019 akan memberangkatkan sebanyak 82 orang untuk melaksanakan ibadah umroh. “Saat ini baru 26 orang saya berangkatkan menggunakan biaya pribadi saya, semua dari unsur bilal mayit dan penggali kubur,” ujarnya.
Terbit Rencana berpesan kepada ratusan calon jamaah umroh, bahwa keberangkatan ke tanah suci hendaknya dengan niat ikhlas dan hati yang tulus untuk beribadah. “Jangan pikirkan yang lain-lain di tanah suci Mekkah, lakukan ibadah sebanyak mungkin,” pesannya.
Ia juga mendoakan para jamaah umroh yang berangkat ke tanah suci, diberi kesehatan saat pergi hingga kembalinya nanti. “Saat berada di tanah suci Makkah, saya mohon ibu dan bapak mendoakan Kabupaten Langkat dan saya untuk memimpin Langkat ke depan berjalan sukses, dan tidak ada kendala dan hambatan,” pintanya.
Dikatakan Terbit Rencana, calon jamaah umroh pada pukul 14.05 WIB sudah terbang dengan pesawat dari Bandara Kualanamu menuju Jedah Arab Saudi dan turun di bandara King Abdul Azis. Sebab, pesawat tidak lagi mendarat di Madinah seperti biasa lagi.
Jadi nantinya, perjalanan dari Jedah menuju Madinah sekitar 6 jam naik bus dan ke Mekah sekitar 1 jam dari Jedah. “Ibu serta bapak akan berada di Makkah selama 7 hari dan 4 hari di Madinah untuk melaksanakan ibadah umroh. Saya minta semua calon jamaah umroh agar menjaga kesehatan dan saling membantu di antara jamaah kalau ada yang mengalami kesulitan,” ujarnya.
Ketua rombongan jamaah umroh Ustad Irfan Yusuf mengatakan, sebelumnya Bupati Lankat Terpilih Terbit Rencana sudah memberangkatkan sebanyak 132 orang ke tanah suci Mekah. “Dan hari ini (kemarin,Red), 26 orang dan bulan Januari 2019 nanti 82 orang lagi berangkat umroh dengan total semua 240 orang masyarakat yang mendapat rezeki umroh dari bupati langkat terpilih,” ujar Ustad yang akrab disapa Raul ini. (rel/ila)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Duel sengit antara PSMS Medan melawan Persib Bandung akan tersaji pada pekan ke-30 Liga 1, Jumat (9/11) di Bali.
Pelatih PSMS, Peter Butler telah menyiapkan strategi terbaik untuk menghadapi tuan rumah. Butler mengatakan Persib merupakan tim yang sulit dikalahkan. Namun, dia menegaskan PSMS akan bermain berani dan jelas tak ingin kehilangan poin.
Ya, PSMS Medan yang masih berada di dasar klasemen sangat butuh angka untuk lepas dari zona degradasi. Pun demikian, Persib yang bersaing untuk menggapai puncak dari PSM Makassar.
“Persib tim kuat, bagus organisasi. Saya tahu mereka bahaya sekali, bagus sekali, bagus kualitas,” ujarnya usai memimpin timnya latihan di Stadion Teladan, Selasa (6/11) sore.
Pelatih Inggris tersebut tahu kualitas tim rival musim ini karena telah bertemu Persib pada putaran I saat masih mengarsiteki Persipura.
Kini, meski Persib kurang beruntung karena harus bermain di tempat netral, Butler yakin timnya harus bisa bermain kompak untuk menang.
Selain itu, optimisme harus diusung Legimin Raharjo dkk agar pertandingan berakhir positif.
“Tim (Persib) dengan gaji besar sekali, semua hal-hal yang bisa jadi kualitas, mereka punya. Tapi kami tak takut. Kami harus bermain berani. Harus bisa semangat dan kerja keras yang sama saat mengalahkan Borneo untuk dibawa ke Bali dan coba dapat poin di sana,” jelasnya.
Butler menjelaskan PSMS tak bisa bermain fullteam karena beberapa pemain harus menjalani proses penyembuhan cedera dan akumulasi. “Kita kehilangan pemain dari akumulasi, cedera, tidak apa-apa, itu misfortune. Kita sudah bikin strategi,” jelasnya.
“Kita tahu ada enam pertandingan lagi. Lolos atau tidak lolos degradasi bukan keputusan dalam satu minggu depan. Mungkin di Persebaya, Makassar, Jayapura bisa dapat poin. Kita harus fokus, fight hingga akhir menit musim ini,” pungkasnya.(nin)
RIYADH, SUMUTPOS.CO – Duta Besar (Dubes) RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengungkapkan bahwa aparat intelijen di negeri tempatannya sempat menginterogasi Muhamad Rizieq Shihab (MRS) alias Habib Rizieq. Menurutnya, intelijen Arab Saudi dari Mabahis Ammah atau General Investigation Directorate (GID) alias Direktorat Penyelidik Umum membawa imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu dari tempat tinggalnya di Mekah menuju kantor polisi setempat, Senin (5/11) pukul 16.00.
Agus menuturkan, otoritas Arab Saudi tidak sekadar menginterogasi Habib Rizieq. “Untuk proses penyelidikan dan penyidikan MRS ditahan oleh pihak kepolisian wilayah Makah,” katanya melalui siaran pers KBRI Riyadh, Rabu (7/11).
Berdasar informasi yang dihimpun KBRI Riyadh, ada petugas keamanan Arab Saudi yang mendatangi tempat tinggal Rizieq pukul 08.00 waktu setempat. Petugas keamanan Arab Saudi mengaku menerima laporan warga yang melihat bendera mirip lambang kelompok ekstrem pada dinding bagian belakang rumah Rizieq.
“Pada saat tersebut sempat dilakukan pemeriksaan singkat terhadap MRS oleh kepolisian Mekah,” tutur Agus.
Urusan yang membelit Rizieq tak selesai di kantor polisi. Sebab, pria asal Petamburan, Tanah Abang itu dibawa ke kantor Mabahis Ammah.
Aparat intelijen Mabahis Ammah lantas memeriksa Rizieq. Setelah selesai menjalani pemeriksaan di Mabahis Ammah, Rizieq diserahkan kepada Kepolisian Sektor Mansyuriah, Kota Mekah pada Selasa (6/11) sekitar pukul 16.00.
Namun, otoritas Arab Saudi akhirnya melepas Rizieq setelah ada jaminan. “Pada pukul 20.00 waktu Saudi, dengan didampingi oleh staf KJRI, MRS dikeluarkan dari tahanan kepolisian Mekah dengan jaminan,” kata Agus.
Lebih lanjut Agus mengatakan, Arab Saudi melarang keras segala bentuk jargon, label, atribut dan lambang apa pun yang berbau terorisme dan ekstremisme seperti ISIS, Alqaedah dan Jemaah Islamiah. Bahkan, otoritas Arab Saudi juga memantau media sosial untuk menyisir simbol-simbol kelompok teroris.
“Pemantauan dalam medsos juga dipantau oleh pihak keamanan Arab Saudi dan pelanggaran IT adalah merupakan pidana berat jika bersentuhan dengan aroma terorisme,” kata dia. (tan/jpnn)
General Manager Device Bundling and Customization Strategy Telkomsel – Basuki Ebtayani, Vice President Sales and Marketing Area Sumatera Telkomsel – Erwin Tanjung, General Manager Sales and Marketing Management Sumatera Telkomsel – Jackson Sihombing, dan General Manager Sales Region Sumbagteng Telkomsel – Ihsan pada peluncuran Paket Bundling TAU LITE6 hari ini di GraPARI Sudirman Pekanbaru
General Manager Device Bundling and Customization Strategy Telkomsel – Basuki Ebtayani, Vice President Sales and Marketing Area Sumatera Telkomsel – Erwin Tanjung, General Manager Sales and Marketing Management Sumatera Telkomsel – Jackson Sihombing, dan General Manager Sales Region Sumbagteng Telkomsel – Ihsan pada peluncuran Paket Bundling TAU LITE6 hari ini di GraPARI Sudirman Pekanbaru
PEKANBARU, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka mengakselerasi perkembangan ekosistem digital di Indonesia yang berbasis pilar Device, Network, and Application (DNA), Telkomsel meluncurkan paket bundling “TAU LITE6” yang dapat diperoleh pelanggan baru khususnya pada smartphone android yang memiliki sticker Paket TAU LITE6 dan pelanggan lama yang mendapatkan SMS penawaran program dengan pembelian smartphone 4G dengan pilihan harga mulai dari Rp800 ribu.
Vice President Sales and Marketing Area Sumatera Erwin Tanjung mengatakan “Paket bundling TAU LITE6 merupakan perwujudan komitmen kami dalam membangun ekosistem digital yang lengkap. Tidak hanya terus menggelar jaringan broadband berkualitas hingga pelosok nusantara, kami juga memperluas penetrasi smartphone hingga ke pelosok wilayah yang telah ter-cover layanan 4G LTE, untuk memberikan kenyamanan penggunaan beragam aplikasi dan layanan digital berkualitas bagi pelanggan.”
Paket TAU LITE6 ini dapat diaktifkan pelanggan dengan cara menekan *363*88# dan Aplikasi MyTelkomsel untuk mendapatkan bonus kuota 6 GB perbulan, 100 menit Nelpon sesama Telkomsel, dan 500 SMS sesama Telkomsel hanya dengan harga paket senilai Rp.10,-. Untuk mendapatkan kesemua ini pelanggan diminta untuk melakukan pengisian pulsa sebesar Rp. 50Ribu per bulannya, dimana paket ini dapat berlaku selama 12 bulan.
Dalam paket “TAU LITE6”, Telkomsel menyediakan kuota data besar hingga 72 GB selama satu tahun dengan 6 GB perbulan, kesemua ini untuk mengakomodasi berbagai minat pelanggan dalam penggunaan layanan data, seperti bermain games, menyaksikan pertandingan olahraga, penggunaan media sosial Instagram dan Facebook, berselancar dengan layanan data maupun menonton film pilihan. Hal ini sesuai dengan visi Telkomsel sebagai sebuah telco digital company, yaitu menjadi penyedia layanan dan solusi gaya hidup digital mobile kelas dunia yang terpercaya.
Melengkapi kenyamanan pelanggan dalam penggunaan layanan data khususnya di wilayah yang masih belum termanfaatkan penuh jaringan 4G LTE, Telkomsel menggelar program apresiasi bagi mitra outlet device khususnya di Wilayah Sumatera dengan menghadirkan program MARION (MigrAsi & Racing bundlIng 4G smartphONe), program ini berlangsung mulai bulan November hingga akhir Desember 2018 yang hanya di khususkan untuk mitra outlet device yang ada di Sumatera seperti Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Batam, Tanjung Pinang, Palembang, Bengkulu, Pangkal Pinang, Jambi, dan Lampung.
Program MARION ini menggandeng lebih dari 255 mitra outlet device yang telah terdaftar, dimana outlet-outlet tersebut tersebar di lebih 87 kota dan kabupaten untuk membantu melakukan pendistribusian ke wilayah yang membutuhkan lebih banyak penetrasi smartphone 4G low cost. Program ini didukung juga oleh banyak mitra device, seperti Advan, VIVO, Samsung, dan lain sebagainya.
Di program MARION ini bagi mitra outlet terdaftar akan berkesempatan mendapatkan reward program racing, dimana setiap aktifasi New IMEI paket akan mendapatkan insentif dan berkesempatan untuk terpilih sebagai “The Best Mitra Outlet Device” yang melakukan penawaran dan aktifasi paket terbanyak dari pelanggan baru dan lama dengan hadiah total puluhan juta untuk se-Sumatera.
“Program MARION Sumatera menjadi salah satu wadah kami untuk memberikan apresiasi kepada mitra outlet device yang memberikan dukungan penuh kepada Telkomsel dalam meningkatkan penetrasi penggunaan smartphone. Kami berharap Program MARION dapat memberikan peningkatan terhadap awareness masyarakat Sumatera akan smartphone 4G serta merasakan langsung kecepatan jaringan 4G LTE Telkomsel,” kata Erwin menutup sambutannya.
Berkat sumber air dari kuil itu, Rustono berhasil membuat tempe dengan sempurna.
Berkat sumber air dari kuil itu, Rustono berhasil membuat tempe dengan sempurna.
Oleh: Dahlan Iskan
—-
Ujian Rustono akhirnya mencapai batas. Berkat sumber air dari kuil itu, Rustono berhasil membuat tempe dengan sempurna. Berikut laporan wartawan Disway, Dahlan Iskan, dari Jepang.
—–
Akhirnya Tsuruko Kuzumoto jadi wanita hebat itu. Di belakang lelaki sukses itu: Rustono. Anak desa asal Grobogan itu.
”Ayo kita ke kuil,’’ ujar Tsuruko pada suaminya itu. Suatu waktu. Setelah melihat tempe suaminya selalu gagal. Berminggu-minggu.
Padahal sudah membeli selimut listrik. Untuk menyelimuti bakal tempenya. Agar tidak terkena udara dingin di musim dingin.
Juga tetap saja gagal.
Biar pun terus konsultasi dengan ahli tempe: ibunya atau tetangga ibunya. Lewat sambungan telepon internasional.
Pengantin baru itu pun berangkat ke kuil. Naik sepeda. Menuju stasiun terdekat. Lalu naik kereta api. Sejauh 30 km. Ada stasiun di dekat kuil itu. Mereka membawa jirigen. Untuk mengambil air dari pancuran. Yang selalu mancur tanpa henti. Di komplek kuil itu.
Banyak orang antri ambil air di situ. Umumnya membawa botol. Tapi Rustono membawa jerigen. Agar bisa membawa pulang air lebih banyak.
Kalau jerigen itu harus sampai penuh akan lama mengisinya. Antrian di belakangnya akan panjang. Rustono mengisi dulu jirigen itu setengahnya. Lalu mundur. Ikut antri lagi di barisan paling belakang. Untuk mengisinya lagi. Sampai penuh.
Air dari kuil itulah yang dibawa pulang. Untuk membuat tempe.
Menggantikan air dari kran di rumahnya.
Ternyata kali ini tempenya jadi! Untuk pertama kalinya.
Berkat air dari kuil itu.
Yang sepenuhnya mengalir dari sumber di pegunungan.
Kesimpulannya: membuat tempe tidak bisa dengan air kran.
Memang, di Jepang, kita bisa langsung minum air dari kran. Tanpa harus direbus. Begitu bersihnya. Tapi kandungan zat pembersih air itu masalahnya. Membuat ragi tempe tidak bisa berkembang.
Sejak menggunakan air dari sumber itulah tempenya tidak pernah gagal.
Rustono berhasil membuat tempe. Tantangan berikutnya: bagaimana bisa menjual tempe itu. Untuk lidah orang Jepang. Yang belum mengenal tempe sama sekali.
Tiap hari Rustono mendatangi restoran di Kyoto. Menawarkan terus tempenya. Dari pintu ke pintu.
Tidak mudah membuat orang asing membukakan pintu. Untuk orang tidak dikenal. Apalagi berwajah asing.
Sudah bisa diduga: tidak ada yang mau menerimanya.
Rustono tidak putus asa. Tekadnya sudah terlalu bulat untuk jadi pengusaha.
Lebih banyak lagi restoran yang ia datangi. Tidak juga ada yang mau.
Mendatangi terus. Ditolak terus.
Setelah berhari-hari gagal, ia sampai pada putusan ini: memberikan tempenya begitu saja. Ke pemilik sebuah restoran.
Caranya: saat menemui pemilik restoran terakhir itu ia tidak bicara apa pun. Ia langsung pegang tangan pemilik restoran itu. Ia taruh tempenya di telapak tangannya. Lalu ia tinggal pergi.
Cara itu ia lakukan karena terpaksa. Kalau Rustono minta ijin dulu pasti ditolak. Biar pun itu untuk memberikan tempenya secara gratis.
Tapi optimisme Rustono tidak pernah padam. Ia bertekad mencari rumah di pegunungan. Dekat hutan. Yang ada sumber airnya. Agar tidak selalu ke kuil. Yang 30 km itu.
Rustono mencari lokasi. Membangun rumah sendiri. Ditukangi sendiri. Dengan dibantu istri. Yang ikut mengangkat kayu. Atau menaikkan kayu.
Ia akan tinggal di rumah baru itu. Di situ pula ia akan terus memproduksi tempe.
SUMUTPOS.CO – PSMS akan bertolak ke Bali, Jumat (9/11) untuk menghadapi laga lanjutan Liga 1 kontra Persib Bandung, di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Jumat (9/11).
Perbedaan kualitas disadari Pelatih PSMS, Peter Butler, namun itu tak menjadi alasan untuk gentar. Persib memang saat ini berada di jalur perebutan juara. Mereka saat ini berada di posisi kedua klasemen dan tertinggal lima poin dari PSM.
Butler mengatakan tim lawan skuad yang sulit dikalahkan. Namun, dia menegaskan PSMS akan bermain berani tak jelas tak ingin kehilangan poin.
Ya, PSMS Medan yang masih berada di dasar klasemen sangat butuh angka untuk lepas dari zona degradasi. Pun demikian, Persib yang bersaing untuk menggapai puncak dari PSM Makassar.
“Persib tim kuat, bagus organisasi. Saya tahu mereka bahaya sekali, bagus sekali, tim bagus kualitas,” ujarnya usai memimpin timnya latihan di Stadion Teladan, Selasa (6/11) sore.
Pelatih Inggris tersebut tahu kualitas tim rival musim ini karena telah bertemu Persib pada putaran I saat masih mengarsiteki Persipura.
Kini, meski Persib kurang beruntung karena harus bermain di tempat netral, Butler yakin timnya harus bisa bermain kompak untuk menang.
Namun berbekal kemenangan atas Borneo FC, PSMS sangat percaya diri. Butler mengatakan tak ada alasan untuk gentar.
“Tim (Persib) dengan gaji besar sekali, semua hal-hal yang bisa jadi kualitas, mereka punya. Tapi kami tak takut. Kami harus bermain berani. Harus bisa semangat dan kerja keras yang sama saat mengalahkan Borneo untuk dibawa ke Bali dan coba dapat poin di sana,” jelasnya.
Butler menjelaskan PSMS tak bisa bermain fullteam karena beberapa pemain harus menjalani proses penyembuhan cedera dan akumulasi. “Kita kehilangan pemain dari akumulasi, cedera, tidak apa-apa, itu misfortune. Kita sudah bikin strategi,” jelasnya.
“Kita tahu ada enam pertandingan lagi. Lolos atau tidak lolos degradasi bukan keputusan dalam satu minggu depan. Mungkin di Persebaya, Makassar, Jayapura bisa dapat poin. Kita harus fokus, fight hingga akhir menit musim ini,” bebernya.
Dari tiga pemain yang disebutkan akumulasi, Shohei Matsunaga ternyata masih bisa bermain. Pemain asal Jepang itu baru mengoleksi dua kartu kuning dan Butler salah kaprah. Ini menjadi berita bagus bagi PSMS karena top skor PSMS itu sangat dibutuhkan untuk mencuri poin dari lawan. (don)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO: Sejumlah elemen buruh di Sumut berunjuk rasa di depan kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Selasa (6/11). Massa menunut agar pemerintah merevisi kenaikan UMP buruh di Sumut menjadi 25%.
Demo buruh menuntuk kenaikan UMP 2019.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Aksi buruh menolak kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumatera Utara 2019 sebesar 8,03 persen kembali berlanjut, Selasa (6/11) siang. Namun aksi kali ini sempat diwarnai kericuhan.
Pasalnya, elemen buruh kesal karena terlalu lama menunggu kehadiran sang Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi. Bahkan, sangkin ngototnya ingin bertemu Edy, elemen buruh ‘mengejarnya’ hingga ke rumah dinas di Jalan Sudirman Medan.
Dua kali didemo, dua kali pula Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi tidak menemui buruh. Para buruh pun berang. Pemegang komando massa langsung mengarahkan buruh untuk masuk ke dalam kantor gubernur yang beada di Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Selasa (6/11).
“Seluruh massa maju satu langkah ke depan,” kata komando aksi dari pengeras suara. Massa pun maju selangkah. Kemudian komando kembali meminta buruh dari Aliansi Pekerja Buruh Daerah Sumatera Utara (APBD-SU) maju selangkah lagi.
Massa yang di barisan depan awalnya laki-laki, langsung berhadapan dengan barisan Polisi Wanita (Polwan). Komando pun memerintahkan, massa buruh perempuan pindah ke depan. Setelah rapi, massa maju lagi dan terlibat aksi saling dorong.
“Buka gerbangnya, kami mau jumpa gubernur kami,” teriak massa.
Situasi semakin memanas. Massa perempuan terhimpit di depan. Yang laki-laki langsung pindah ke depan. Begitupun di barisan Polisi. Mereka menambah pasukan di bagian luar gerbang.
Aksi saling dorong sempat berlangsung lama. Sebelum akhirnya, massa ditenangkan komando. Sempat juga terjadi perang mulut antara Polisi dan massa buruh. Komando aksi mencoba menenangkan. Barisan Polisi pun akhirnya sedikit mundur ke arah gerbang.
Dalam unjuk rasa itu, buruh menolak UMP Sumut yang naik hanya 8,03 persen. Bagi mereka, itu tidak manusiawi. Bahkan angkanya juga sampai dianalogikan seperti harga lontong sayur tanpa telur yang dimakan saat sarapan.
Seperti diketahui, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi telah menyetujui UMP 2019 naik 8,03 persen dari tahun 2018. UMP tahun 2018 sebesar Rp2.132.188,66 mengalami kenaikan menjadi Rp2.303.403.43 atau naik sekitar Rp171.214,75. Artinya perhari, kenaikan upah buruh hanya Rp5.700.
Erwin Manalu, pentolan SBSU 1992 mengambil alih komando. Dia langsung menghardik para polisi yang terkesan menghalangi massa unutk massa. “Abang-abang Polisi, jangan memporovokasi. Gaji kalian kami yang bayar. Jangan halang-halangi kami,” ungkapnnya.
Dia juga kesal dengan Gubsu yang terkesan tidak berani menemui massa. Sejak demo soal penolakan UMP yang dilakukan kemarin, Edy Rahmayadi memang belum menemui para buruh. “Wahai Edy, Anda baru disumpah menjadi gubernur. Dan Anda yang berambisi menjadi gubernur. Tapi Anda tidak gentleman. Anda hanya berkoak-koak. Tapi menghadapi rakyat Anda melarikan diri,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, para buruh pun meminta kepastian apakah Edy berani membuat kebijakan diluar PP Nomor 78 Tahun 2015 yang dijadi penentu UMP. Edy harus menggunakan hak diskresinya sebagai gubernur.
Massa menuntut UMP Sumut naik menjadi Rp2,9 juta. Angka itu keluar setelah elemen buruh melakukan kajian dan survey pasar soal Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Para buruh pun menduga, angka 8,03 persen hanya akal-akalan pemerintah. Termasuk, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi yang juga menyetujui dan menetapkannya di Sumut.
“Kami menduga dewan pengupahan adalah kartel. Ada dugaan bahwa ada mafia dalam pengupahan ini,” kata Amin Basri, salah satu perwakilan buruh dari Federasi Serikat Pekerja Industri (FSPI).
Dia juga menagih janji Gubsu Edy Rahmayadi semasa kampanye lalu, dimana siap memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan kaum buruh. “Kami menagih agar Gubsu berani keluar dari PP 78/2018 dan surat edaran Menaker yang menaikkan UMP sebesar 8,03 persen. Kekecewaan yang sama kami sampaikan kepada Kadisnaker Sumut, Depeda Sumut dan serikat buruh, yang mana patut kita duga ada kartel dan mafia upah murah di kantor Gubsu atas penetapan UMP 2019,” katanya.
Ia membeberkan, UMP DKI 2019 sudah ditetapkan senilai Rp3,9 juta, dan UMP Sumut sudah ditetapkan sebesar Rp2,3 juta lebih. “Kenapa Provinsi Sumut tidak melakukan survei KHL di 33 kabupaten/kota di Sumut. Survei yang kami lakukan berdasarkan catatan statistik yang kami peroleh, UMP bisa saja jumlahnya sebesar Rp2,9 juta. Ada pengunduran upah di Sumut. Sebab kalau pada 2005 UMP DKI dan Sumut hanya berkisar Rp430 ribu, tapi setelah 10 tahun kita jauh ketinggalan nilai UMP dengan DKI bahkan Riau dan Aceh. Bahwa ada kartel pengupahan di Sumut,” katanya.
Orator lainnya, seorang perempuan yang mengaku dari SBSI’92 Kabupaten Toba Samosir, meminta Gubsu berani menemui massa buruh untuk menyampaikan jawaban. Dia menyindir Edy Rahmayadi jangan hanya membutuhkan suara kaum buruh ketika mau dipilih waktu pilkada.
“Tolong keluhan kami juga ditanggapi pak. Pemimpin itu harus melayani. Tampung aspirasi kami. Saya dari Kabupaten Tobasa, satu hari tidak makan dan satu malam tidak tidur memperjuangkan kaum kecil di kabupaten saya. Kita minta Gubsu berani menemui massa buruh di Sumut. Kalau kemarin ada elemen nelayan yang diusir saat berorasi karena diduga bukan warga Sumut, kami semua elemen buruh merupakan warga Sumut,” teriaknya yang disambut tepuk tangan ratusan massa buruh.
Gagal bertemu Edy Rahmayadi di kantornya, buruh mengejarnya hingga ke rumah dinas di Jalan Sudirman. Sekira pukul 15.00 WIB, massa buruh di bawah pimpinan Natal Sidabutar (Sekjend Serbundo), Ahmadsyah atau Eben (Ketua GSBI Sumut) dan Amin Basri (Ketua FSPI Sumut), tiba di gerbang depan Rumah Dinas Gubsu. Mereka langsung berorasi.
Puluhan aparat dari Satpol PP Pemprov Sumut berjaga-jaga, berusaha mencegah agar buruh tidak memasuki areal rumah dinas. Di dalam pagar rumah dinas Gubsu, terlihat belasan mobil terparkir. “Gubernur tadi menerima kunjungan Wakil Gubernur Riau, sejak pukul 10, nggak tahu apakah masih berlangsung,” kata seorang petugas Satpol kepada wartawan.
Kabarnya, Edy Rahmayadi sempat bersedia menerima perwakilan dari sembilan elemen buruh yang melakukan aksi itu di rumah dinasnya. Namun, Edy bersedia berdialog jika massa buruh tidak bertahan dan berkumpul di jalan yang dapat mengakibatkan terganggunya arus lalu lintas di kawasan Jalan Sudirman.
Mendapat tawaran itu, sontak perwakilan buruh kecewa dan menolak mentah-mentah permintaan Gubsu itu. Pasalnya mereka merasa keinginan Edy tidak masuk akal. “Bagaimana mungkin kami meninggalkan rekan kami yang sedang berdialog di dalam (rumah dinas Gubsu). Kita satu koordinasi. Lagipula kalau tidak di jalan, kemana kami mau meletakkan kendaraan kami? Kecuali Pak Edy membuka pintu gerbangnya dan membiarkan kami masuk,” kata seorang buruh.
Para buruh sempat memilih bertahan di depan rumah dinas Gubernur hingga akhirnya memilih bubar dan mengaku akan melakukan aksi serupa dengan jumlah massa yang jauh lebih besar lagi.
Terpisah, Ketua Dewan Pengupahan Sumut, Maruli Silitonga mengatakan, memang tidak ada survei KHL yang dilakukan sebelum pembahasan dan penetapan UMP. Hal tersebut sesuai Permenaker 21/2016 tentang KHL, dimana KHL dihitung berdasarkan UMP tahun berjalan. “Sementara untuk rumusan dan perhitungannya sudah tertuang pada PP 78/2015 dan surat edaran Menaker sebesar 8,03 persen atas kenaikan UMP. Kami tidak mungkin keluar dari koridor peraturan perundang-undangan yang ada,” katanya.
Dirinya tidak ingin menanggapi sindirian atau tudingan elemen buruh soal adanya kartel atau mafia upah murah di Depeda Sumut. “Namanya aspirasi ya harus kita dengarlah, biarkan saja mereka menyampaikan apa yang mereka mau. Tapi yang jelas sekali lagi, kami tidak mungkin keluar dari koridor aturan main yang berlaku. Sebab kami juga bagian dari pemerintah. Mungkin karena ada persepsi yang berbeda atas peraturan tersebut, itu saja,” katanya. (pra/jpc/prn)