Home Blog Page 5982

Kemenpar Promosikan Danau Toba di Yogyakarta

Foto: Olo Sirait/New Tapanuli Tampak Perkampungan Dusun Panamean memanjang di bibir pantai Danau Toba dan belum menikmati pembangunan. Di desa inilah Saulina tinggal.
Foto: Olo Sirait/New Tapanuli
Tampak Perkampungan Dusun Panamean memanjang di bibir pantai Danau Toba dan belum menikmati pembangunan. 

YOGYAKARTA,SUMUTPOS.CO – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) semakin gencar mempromosikan pariwisata Danau Toba. Selain ke luar negeri, terbaru juga digelar Misi Penjualan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba di Yogyakarta, Jumat-Minggu (7-9/9).

Asisten Deputi Bidang Pemasaran I Regional I Kemenpar Masruroh mengatakan, program ini diikuti oleh 25 sellers industri gabungan dari ASITA dan PHRI Sumatera Utara. Mereka menawarkan Destinasi Toba di hadapan 71 buyers industri dari Yogyakarta.

“Danau Toba sebagai destinasi prioritas akan terus kami promosikan sebagai destinasi pariwisata yang siap menyambut wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Untuk itu program ini juga kita gelar di Yogyakarta,” ujar Masruroh, Kamis (6/9).

Pogram tersebut dibagi menjadi dua bagian.

Yaitu di Hartono Mall dan Hotel Marriott Yogyakarta. Acara dimulai dari Opening Ceremony di Ground Floor Hartono Mall pada 7 September. Kegiatan ini dilakukan dimulai pukul 12.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Kemudian dilanjutkan dengan table top atau misi penjualan di Hotel Marriott Yogyakarta.

Selain itu, berbagai program menarik turut dihadirkan untuk mencuri minat pengunjung. Seperti lomba mewarnai bagi anak- anak, serta cooking class makanan khas Sumatera Utara. Ada juga Direct Selling di Hartono Mall mulai dari 7–9 September 2018.

“Kita juga siap seminar dan talkshow di salah satu TV lokal Yogyakarta. Selain itu kita juga hadirkan artis nasional yang berasal dari Sumatera Utara, Sammy Simorangkir yang akan mengisi acara pada hari Minggu 9 September 2018. Sekaligus sebagai puncak acaranya di ground floor Hartono Mall Yogyakarta,” katanya.

Semuanya dibalut dengan tampilan pavilion yang unil dan cantik. Nuansa Tanah Batak yang kental, akan diboyong ke Yogyakarta. Rumah tradisional Toba, Sigale-gale dan juga ornament seperti motif kain songket menjadi tampilannya. Tak lupa alat musik khas Sumatera Utara, seperti Gondang Sembilan.

“Kami ingin menampiLkan secara utuh kekayaan alam dan budaya yang ada di Danau Toba. Sehingga dapat semakin menarik minat wisatawan untuk datang ke Danau Toba,” ucapnya.

Terpisah Kepala Bidang Pemasaran Area I di Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, Alfin Merancia mengatakan, dipilihnya Yogyakarta bukan tanpa sebab. Yogyakarta merupakan salah satu pintu masuk utama wisman ke Indonesia. Selain itu Yogyakarta merupakan salah satu destinasi utama wisnus untuk berwisata.

“Untuk itu kami memilih Yogyakarta. Terlebih pamor Yogyakarta sebagai kota seni budaya juga telah mendunia. Yogyakarta merupakan salah satu destinasi utama wisman. Menjadikannya salah satu pintu utama wisman ke Indonesia. Selain itu sudah ada penerbangan langsung Yogyakarta-Medan. Sehingga wisatawan dari Yogyakarta semakin mudah mengunjungi Danau Toba,” sebutnya.

Tentu tidak dapat dipungkiri, Danau Toba sebagai aset pariwisata nasional telah memiliki citra yang mendunia. Danau Toba merupakan salah satu danau vulkanik terluas di dunia. Panjangnya mencapai 100 km dengan lebar 30 km. Danau Toba terbentuk akibat letusan sekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu. Bahkan tercatat dalam sejarah geologi dunia sebagai letusan Super Volcano.

“Dengan predikat dan citra yang sudah mendunia tersebut, maka Danau Toba sebagai destinasi telah memiliki positioning yang bagus untuk dipasarkan dan menjadi magnet yang kuat dalam menarik kunjungan wisatawan. Baik itu wisman maupun wisnus,” pungkasnya.

Menurut Menteri Pariwisata Arief upaya Pemerintah untuk mempromosikan dan mengembangkan Destinasi Danau Toba telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ini ditandai dengan peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumut.

Berdasarkan data BPS, jumlah tamu domestik di hotel bintang tahun 2016 meningkat 44,68% dari tahun sebelumnya. Bahkan di hotel non bintang meningkat tinggi, yaitu sebesar 248,19% dari tahun lalu. (bal/han)

Empat Pelajar Tewas Diterjang Banjir

Aditia Laoli/sumut pos TEMUKAN:Personel Polsek Gomo bersama warga menemukan jasad korban usai diterseret arus banjir bandang di aliran sungai Borofino.
Aditia Laoli/sumut pos
TEMUKAN:Personel Polsek Gomo bersama warga menemukan jasad korban usai diterseret arus banjir bandang di aliran sungai Borofino.

NIAS SELATAN,SUMUTPOS.CO – Empat pelajar ditemukan tewas setelah diterjang banjir bandang, saat menyeberangi anak sungai Borofino di Desa Balombaruzo, Kecamatan Idanotae, Kabupaten Nias Selatan.

Keempat pelajar itu, tiga di antaranya murid SD yakni Kristina Hulu (6), Putri Hulu (5), Robentor Tafona’o (8) dan seorang lagi pelajar SMP, Fiterman Hulu (13), keempatnya merupakan warga yang sama.

Peristiwa maut tersebut terjadi pada Senin (3/9), saat keempatnya pulang sekolah menuju rumah masing-masing dengan menyeberangi anak sungai Borofino. Jalan yang dilalui, merupakan jalan pintas menuju sekolah mereka, maupun pada saat pulang ke rumah.

Setiba di sungai, yang saat itu tengah hujan, para korban membuka sepatu karena jalan sudah berlumpur. Selanjutnya, para korban mencuci sepatu di tepi sungai.

Nahas, banjir bandang menghantam keempat pelajar tersebut saat mencuci sepatu mereka di aliran sungai.

Kabar tenggelamnya keempat korban pun sampai ketelinga warga dan keluarga, hingga Polsek Bawolato turun ke lokasi melakukan pencarian. Pada malam itu juga, secara bergiliran jasad para korban pun berhasil ditemukan sekitar 300 meter dari lokasi tempat korban terseret arus banjir bandang.

Selanjutnya, pada Rabu (5/9) sore, para korban dikebumikan setelah disemayamkan di rumah duka.

“Pulang sekolah mereka sebenarnya berlima bersama Restu Hulu (6). Namun Restu selamat yang terlebih dahulu menyeberang,”ungkap personel Polsek Bawolato, Briptu Mangatur Nadeak, setelah mendengarkan keterangan saksi Restu Hulu.

Dijelaskan Briptu Mangatur Nadeak dan Briptu Agus Rizal yang turun ke lokasi membantu melakukan pencarian korban diwawancarai Sumut Pos di Mapolsek Gomo, Pasar Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, menuturkan jika medan tempat hanyutnya para korban sangat sulit.

“Ke lokasi kami harus naik trail, itupun berjalan lagi sampai 7 kilometer, melewati lembah, gunung,”terang Agus Rizal diamini Mangatur Nadeak.

Sementara itu, Kapolsek Gomo Iptu Sunarman mengaku pihaknya mendapat informasi sekira pukul 14.00 WIB. “Kecamatan Idanotae ini termasuk wilayah hukum Polsek Gomo, dan saat informasi ada orang hanyut, saya langsung perintahkan anggota turun ke lokasi untk membantu pencarian”,pungkasnya. (mag-5/han)

KPU Sumut Sosialisasi Pelaporan Dana Kampanye

SOSIALISASI: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) menggelar sosialisasi pelaporan awal dana kampanye kepada calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumut, di Hotel Santika Medan, Jumat (7/9).
SOSIALISASI:
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) menggelar sosialisasi pelaporan awal dana kampanye kepada calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumut, di Hotel Santika Medan, Jumat (7/9).

SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) menggelar sosialisasi pelaporan awal dana kampanye kepada calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sumut, di Hotel Santika Medan, Jumat (7/9). Acara dirangkai pedoman teknis dan penggunaan aplikasi yang berkaitan dengan pelaporan dana kampanye Pemilu 2019.

Semua calon DPD RI berkewajiban melaporkan awal dana kampanye H-1 sebelum kampanye dimulai, 23 September 2018. Laporan itu nantinya berisi tentang dana yang sudah disiapkan untuk kampanye, baik yang berasal dari calon DPD, sumbangan-sumbangan perseorangan, korporasi atau kelompok masyarakat.

“Maka pada 22 September nanti mereka harus menyerahkan laporan awal dana kampanye. Sebagaimana dalam regulasi yang berlaku akan dikenakan sanksi berupa pembatalan kepesertaan sebagai peserta pemilu di wilayah tersebut,” kata Ketua KPU Sumut Mulia Banurea kepada wartawan usai kegiatan.

Dalam forum tersebut, Mulia menyampaikan ada tiga jenis laporan dana kampanye. Pertama laporan awal dana kampanye, laporan sumbangan dana kampanye dan laporan akhir dana kampanye.

“Meliputi laporan penerimaan dan pengeluaran dana kampanye yang harus dilaporkan ke KPU H+1 setelah berakhirnya masa kampanye (14 April 2019). Laporan akhir dana kampanye berupa penerimaan dan pengeluaran harus sudah dilaporkan kepada KPU,” katanya.

“Dasar acara kita adalah UU No.7 tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam PKPU No.24/2018 pasal 67 bahwa Laporan Dana Awal Kampanye merupakan kewajiban dalam Pemilu,” imbuhnya.

Di hadapan 18 penghubung (L/O) calon DPD, Mulia menyebutkan adapun batasan dana kampanye untuk calon perseorangan maksimal sebasar Rp 750 juta dan bila mendapat sponsor dari perusahaan maksimal sebesar Rp 1,5 miliar.

“Sosialisasi ini merupakan ikhtiar KPU untuk melayani calon DPD secara optimal sehingga ke depan tidak menimbulkan polemik,” katanya.

Komisioner KPU Sumut Divisi Hukum, Iskandar Zulkarnain dalam pemaparannya mengatakan kebijakan KPU terkait dana kampanye merupakan kewajiban pihaknya menyampaikan kepada semua peserta pemilu, baik calon presiden/wakil presiden, DPRD, DPD RI dan partai politik.

Berkenaan penggunaan aplikasi laporan dana kampanye, kata dia bertujuan pengaturan dana kampanye agar peserta pemilu dalam melaporkan dana kampanyenya bersifat secara legal, akuntabel dan transparan. “Peserta pemilu dilarang menerima dana sumbangan dari pihak asing, dilarang menerima sumbangan dana kampanye melebihi aturan yang ada. Ruang lingkup yang di terima paslon adalah untuk membiayai kampanyenya sesuai UU,” katanya. (prn/azw)

Desak Jalan Alternatif Langkat-Karo Dilanjutkan

ALAT BERAT: Warga sekitar proyek pembukaan jalan alternatif Karo-Langkat yang berada di Desa Telagah, menahan alat berat milik PT Akbar Perkasa Indonesia agar pengerjaan tetap dilanjutkan kembali.
ALAT BERAT:
Warga sekitar proyek pembukaan jalan alternatif Karo-Langkat yang berada di Desa Telagah, menahan alat berat milik PT Akbar Perkasa Indonesia agar pengerjaan tetap dilanjutkan kembali.

SUMUTPOS.CO – Pembangunan jalan tembus Langkat-Karo sepanjang 4,9 kilometer yang dihentikan karena tidak diijinkan pihak Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), direspon masyarakat dengan menahan alat berat agar tidak meninggalkan proyek.

Tujuan masyarakat dari penyanderaan alat berat itu, untuk mendesak Pemprov Sumut dan Pemerintah Pusat agar PT Akbar Perkasa Indonesia tetap melanjutkan pembukaan jalan alternatif Karo-Langkat tersebut.

“Kami akan menahan alat berat ini sampai pengerjaan dilanjutkan kembali,” kata Ferdinan Sitepu, warga Kabupaten Langkat dan Karo yang saat itu berkumpul di lokasi pembangunan jalan alternatif tersebut, Jumat (7/9).

Diakui masyarakat, jika alat berat ditarik oleh pemegang proyek tersebut, maka pembangunan jalan alternatif Karo-Langkat tidak dilanjutkan kembali dan tak terselesaikan. “Bisa saja bang, soalnya sampai saat ini pihak TNGL belum juga mengijinkan,” sebut Ferdinan, diamini masyarakat lainnya.

Masyarakat merasa heran, perihal pihak TNGL tidak memberikan ijin agar pembukaan jalan alternatif dibuka. “Dari tahun 70-an, jalan ini sudah ada, bahkan tahun 80 an jalan ini sudah di hotmix, tapi rusak. Sementara TNGL berdiri saja baru tahun 84, inikan aneh,” sebut masyarakat.

Padahal dengan diperbaikinya jalan ini, lanjut Ferdinan, membuat perekonomian masyarakat Karo dan Langkat, terbantu. Sebab, selama ini pendistribusian sayur dan pangan selama ini menempuh jarak sangat jauh. Dengan tembusnya jalan ini, otomatis dapat mengurangi biaya pengangkutan.

Terkait penyanderaan alat berat tersebut, dapat ditenangkan oleh Kepala Desa Telagah, Suranta Sitepu.

Suranta meminta agar masyarakat bersabar hingga Senin (10/9). Karena pihak Pemkab Langkat-Karo dan TNGL serta Kontraktor mencari solusi bersama di balai desa Kecamatan Sei Bingai.

Informasi yang dihimpun, pihak TNGL tidak mengijinkan pembangunan dikarenakan pihak Dinas Bina Marga terlambat mengurus perjanjian kerja sama izin masuk alat berat di kawasan TNGL. Alhasil, alat berat pelaksana pekerjaan tidak dapat beraktivitas melaksanakan proyek peningkatan struktur jalan ruas Namukur Bts Karo di Kabupaten Langkat.

Proyek dengan anggaran Rp 14.334.418.500. tersebut bersumber dari APBD Sumut tahun 2018 dengan masa pelaksaaan selama 180 hari kerja.

Masyarakat memberikan batas waktu seminggu menahan alat berat tersebut, dan meminta agar Dinas PU Pemprovsu untuk mengurus surat perjanjian tersebut. Sehingga pembukaan jalan alternatif Karo-Langkat dapat dilanjutkan kembali. (bam/han)

Angka Buta Aksara Deliserdang Rendah

batara/SUMUT POS DIABADIKAN: Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar bersama Bupati Deliserdang Ashari Tambunan diabadikan pada peringatan HAI tingakt Nasional 2018 di Deliserdang.
batara/SUMUT POS
DIABADIKAN: Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar bersama Bupati Deliserdang Ashari Tambunan diabadikan pada peringatan HAI tingakt Nasional 2018 di Deliserdang.

LUBUKPAKAM,SUMUTPOS.CO -Pelaksanaan Hari Aksara Internasional (HAI) Tingkat Nasional 2018 yang diselenggarakan selama tiga hari (6-9 September) di Kabupaten Deliserdang diawali dengan acara malam sekapur sirih festival literasi Indonesia dan pembukaan pameran, di panggung utama Lapangan Alun-alun Pemkab Deliserdang di Lubukpakam, Kamis (6/9).

Acara yang ditandai dengan pemukulan Bedug oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar bersama Bupati Deliserdang Ashari Tambunan dan Wabup Zainuddin Mars didampingi Kadis Perpustakaan Sumatera Utara Ferlin H Nainggolan, Sekdakab Darwin Zein, Kapolres Deli Serdang AKBP Eddy Suryantha Tarigan ,SIK, unsur FKPD Deli Serdang dan pimpinan OPD dan dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama,tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Selain pemukulan bedug, juga dimeriahkan dengan tarian melayu oleh anak-anak Deli Serdang,tari makinang,serampang dua belas,pembacaan kolaborasi pembacaan puisi,penampilan Duo Alfin serta ronggen bersama.

“Peringatan HAI 2018 yang diselenggarakan di Kabupaten Deliserdang memiliki arti yang sangat penting dan strategis dalam rangka mengkampanyekan kepada jajaran Pemerintah Kabupaten Kota di Indonesia untuk memotivasi percepatan penurunan angka buta aksara. Angka buta aksara secara Nasional masih terdapat kurang lebih 3,38 juta orang atau 2,07 persen. Jumlah tersebut tersebar di 11 provinsi (96 kabupaten/kota).”, kata Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar.

Dikabupaten Deliserdang sebut Harris, data yang ada masih terdapat angka buta aksara sebanyak 900 orang atau sekitar 0,18 persen.

Angka ini jauh dari rata-rata nasional. Karena itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan kepercayaan kepada Pemkab Deliserdang sebagai tuan rumah HAI Tingkat Nasional Tahun 2018, disamping itu juga dukungan Pemkab Deliserdang yang tinggi dalam implementasi program PAUD dan Dikmas.

Sementara itu, Bupati Deliserdang Ashari Tambunan menyampaikan selamat datang seluruh peserta dan undangan HAI dari seluruh Indonesia ke Kabupaten Deliserdang.

Dalam acara malam sekapur sirih festival literasi Indonesia ini,Bupati H Ashari Tambunan dan Wabup Zainuddin Mars bersama Dirjen PAUD dan Pendidikan Masyarakat Harris Iskandar memberikan penghargaan kepada tokoh literasi dan budayawan.(btr/han)

Umat Islam Diserukan Hindari Perpecahan

PRAN HASIBUAN/SUMUT POS Tabligh Akbar
PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
Tabligh Akbar

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Sedikitnya 10 ribu massa yang berasal dari berbagai majelis taklim, ormas Islam dan santri berbagai pesantren di Sumatera Utara memadati Lapangan Benteng Medan, untuk mengikuti Tabliq Akbar yang diadakan Jaringan Umat Islam Bersatu (JUB) Sumut, usai Salat Jumat (7/9).

Massa dengan antusias mengikuti dan mendengarkan tausiah yang disampaikan ustad-ustad kondang yang didatangkan dari Jakarta seperti, Ustad Solmed dan Ustad Fikri Haikal MZ serta dibarengi dengan lantunan-lantunan lagu religi yang dibawakan Hadad Alwi, serta diikuti 50-an kyai-kyai dan habaib pimpinan pesantren dari Jawa Timur, Malang, Banten, Jakarta dan Sumut.

Ketua Dewan Pembina Muzakarah Alim Ulama dan Tabliq Akbar, KH Syekh Ali Akbar Marbun menyatakan, kegiatan Tabliq Akbar umat Islam di Lapangan Benteng yang sebelumnya diawali dengan Muzakarah sekitar 300 alim ulama pimpinan pondok pesantren, cendikiawan, tokoh-tokoh ormas Islam serta para kyai dan habaib dari pulau Jawa dan Sumatera ini diadakan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 H.

Selain itu kata dia sebagai upaya untuk menghimpun buah pikiran dan meminta masukan dari para alim ulama dalam menyikapi situasi bangsa saat ini jelang memasuki tahun politik.

Dalam muzakarah alim ulama itu menghasilkan tiga buah rekomendasi yang dibacakan Sekretaris Panitia Muzakarah dan Tabliq Akbar, M Ikhyar Velayati Harahap, disaksikan para kyai, habaib dan alim ulama peserta muzakarah usai Ashar.

Adapun ketiga rekomendasi itu yakni; NKRI merupakan hasil ijtihad dari alim ulama, kyai dan habaib yang diperjuangkan melalui tetesan keringat dan darah. Kedua, pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika merupakan hasil ijtihad para alim ulama Indonesia yang harus dikawal untuk mewujudkan negara makmur, baldatun thayibatun warabbun ghaffur.

Ketiga, menyerukan kepada seluruh umat Islam di Indonesia untuk menjaga keutuhan NKRI dan menghindari adanya perpecahan umat dengan terus mengikuti arahan dan bimbingan para ulama.

Pada acara muzakarah, kata Ikhyar, sebelumnya diadakan diskusi secara paripurna dengan menghadirkan pembicara Ketua PBNU KH Dr Marsudi Syuhud, mantan Rektor dan Ketua Senat UIN Maliki Malang, Imam Suprayogo, Rektor UIN Sumut, Saidurrahman Harahap dan Ketua MUI Medan Muhammad Hatta yang dimoderatori ia sendiri.

Dalam muzakarah yang dihadiri Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution itu juga dilakukan pemberian ulos kepada para kyai dan habaib yang datang dari pulau jawa dan Jakarta, sebagai tanda ucapan selamat datang dan tanda ikatan silaturahmi. Penyematan ulos kepada para kyai dan habaib dilakukan oleh Direktur Utama PT Pelindo Bambang Eka Tjahyana, yang turut mendukung acara ini didampingi Syekh Ali Akbar Marbun, Ketua Panitia Aulia Hanif Parinduri dan Sekretaris Panitia M Ikhyar.

Kegiatan Tablig Akbar berakhir sekira pukul 16.00 WIB, dan jamaah membubarkan diri dengan tertib. Pada acara ini, pihak panitia juga menyediakan layanan medis dan keselamatan. Kegiatan juga mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian yang dibantu satuan dari Dandim 0201/BS. (prn/ila)

Sawit dan Karet Penggarap Ditebangi

BAMBANG/sumut pos TEBANGI:Kepala Balai Penegakan Hukum Kementerian LHK Sumut, Edwart Sembiring menebangi sawit penggarap.
BAMBANG/sumut pos
TEBANGI:Kepala Balai Penegakan Hukum Kementerian LHK Sumut, Edwart Sembiring menebangi sawit penggarap.

LANGKAT,SUMUTPOS.CO -Kementerian Lingkungan Hidup menebangi pohon kelapa sawit dan pohon karet milik para penggarap yang ditanami di Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, persisnya di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang dan Desa Timbanglawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Jumat (7/9).

Kepala Balai Penegakan Hukum Kementerian LHK Wilayah Sumut, Edwart Sembiring melakukan penindakan dan penertiban kelapa sawit dan karet yang tidak sesuai aturan. Penertiban dilakukan dengan cara memotong dan menebang pohon-pohon milik penggarap liar.

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melakukan penertiban tanaman kelapa sawit dan karet liar di Taman Nasional Gunung Leuser. Penertiban dilakukan dengan, menebang dan menumbangkan tanaman milik penggarap liar,” katanya.

Kali ini, ada 630 pohon yang ditanam di atas lahan 7 hektare secara liar tersebut ditebangi.

“Di Desa Sekoci jumlah pohon sawit dipotong ada 230 batang dari luasan lahan sekitar dua hektare. Sedangkan di Bahorok ada 400 pohon karet yang ditumbangkan dengan luas lahan mencapai lima hektare. Pohon kelapa sawit yang dipotong berusia tiga hingga lima tahun,”ujarnya.

Para petani penggarap tak bisa berbuat apa-apa. Mereka secara sukarela menyerahkan dan membiarkan tanamannya dihancurkan oleh petugas Balai TNGL.

Edwart Sembiring mengatakan, para penggarap akan diberikan hak kerja sama pengelolahan hutan penyangga di sekitar TNGL. Dimana para petani maupun penggarap harus memenuhi syarat menanam tanaman hutan, seperti durian, jengkol, mahoni, buah-bahan yang berkayu besar.

“Mereka tetap akan diberikan hak kerja sama itu. Dengan kerja sama ini diharapkan para petani dan penggarap dapat dan bisa sama-sama menjaga hutan,” pungkasnya.

Diketahui hutan Langkat terjadi eksploitasi dirambah menjadi tanaman sawit. Terutama kondisi kawasan hutan Mangrove di Kabupaten Langkat tergolong kritis dan memprihatinkan. Tepat pada hari Mangrove sedunia 26 Juli 2018, 80 persen hutan Mangrove telah memasang rusak tak dirawat, dirambah secara ilegal dan rata-rata dialihfungsikan jadi perkebunan sawit di Langkat.

Ketua Komunitas Rumah Bahari, Azhar Kasim yang bergerak sebagai pegiat Mangrove menjelaskan, kondisi hutan Mangrove luasan di Langkat kerusakan pesisir timur itu 80 persen rusak. Temuannya di beberapa lokasi, Mangrove dieksploitasi paksa oleh pengusaha-pengusaha, bahkan ada yang memakai nama oknum-oknum di pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.

Dijelaskannya, bahwa saat ini kawasan hutan Mangrove ada di sembilan Kecamatan, mulai dari jalur Sicanggang sampai Pematangjaya. Selama ini pemerintah terkesan membiarkan eksploitasi secara ilegal, tanpa penindakan secara hukum. Bahkan disinyalir ada oknum Dinas Kehutanan ikut memudahkan perambahan ilegal.

“Caranya pakai SK camat, macam-macam lah. Masalahnya penegakan hukum Dinas Kehutanan, gak jelas, karena oknum pengusaha mengklaim itu tanah dia. Penertiban bukan solusi penyelamatan hutan yang sudah dialihfungsikan. Pemkab sekadar buang-buang uang negara,” pungkasnya.(bam/han)

Hasyim: Tak Bisa Ditolerir..

ilustrasi
ilustrasi

SUMUTPOS.CO – Perusakan sejumlah kios di Pasar Pagi Polonia yang diduga dilakukan orang bayaran dikecam Komisi C DPRD Medan. Aksi yang seperti preman tersebut dinilai sudah tidak bisa ditolerir lagin
Anggota Komisi C DPRD Medan Hasyim mengaku geram dan mengecam aksi perusakan tersebut.

“Negara ini adalah negara hukum dan ada aturan yang harus diikuti. Jangan pakai hukum rimba di negara ini. Aksi para pelaku sudah jelas-jelas salah dan harus ditindak tegas karena sudah membuat para pedagang resah,” ungkapnya kemarin.

Hasyim juga mengaku, ia menerima video aksi premanisme yang merusak kios pedagang di pasar itu. Kata dia, dalam video tersebut jelas perusakan yang dilakukan dan ini dapat dijadikan sebagai bukti.

Dia memimnta kepada Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto untuk segera menindaklanjutinya dengan menangkap para pelaku perusakan tersebut. “Jangan hanya pelakunya ditangkap, polisi juga harus mengusut siapa dalang yang menyuruh melakukan perusakan. Selain itu, siapa yang diduga membayar mereka untuk melakukan perusakan,” cetusnya.

Menurut anggota dewan dari Fraksi PDI Perjuangan ini, apabila ada yang merasa lahan Pasar Pagi Polonia itu merupakan lahan pribadinya dipersilahkan melakukan gugatan ke pengadilan.

“Ada lembaga yang bisa memutuskan hal itu. Jadi, sampai nanti ada keputusan yang berkekuatan hukum tetap maka jangan ada eksekusi apalagi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Sebab, eksekusi bisa dilakukan berdasarkan putusan pengadilan,
bukan preman suruhan yang melakukan eksekusi,” sebut Ketua DPC PDIP Kota Medan itu.

Hasyim menambahkan, diminta kepada seluruh warga jangan menerapkan hukum rimba dan seolah tidak ada hukum yang mengatur di negara ini. Oleh karenanya, dapat menghormati hukum yang ada.”Kita akan mengawal kasus ini sampai seluruh pelaku ditangkap dan dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandas dia.

Sebelumnya, pedagang Pasar Pagi Polonia mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Medan lantaran lahan tempat mereka berjualan diklaim telah menjadi milik seseorang. Padahal, para pedagang telah berjualan di pasar tersebut sejak tahun 1971. Pengaduan itu disampaikan perwakilan pedagang, Jansen, Senin (27/8) lalu.

Jansen menceritakan para pedagang sejak dari kakek dan nenek mereka telah berjualan di Pasar Pagi sekitar tahun 1971 dan selama itu pula tidak ada satu orang pun yang mengaku atau mengklaim lahan pasar tersebut miliknya. “Bahkan, Lurah yang dulu tidak berani mengeluarkan surat untuk lahan pasar, apa lagi mengklaim lahan itu milik seseorang,” ujar Jansen.

Namun, sebut Ketua PK SBSI 92 Medan Polonia itu, sejak pergantian lurah, tiba-tiba ada orang yang mengklaim lahan pasar seluas 16×26 meter itu merupakan miliknya. “Bahkan, seminggu yang lalu dilakukan penggusuran terhadap pedagang secara sepihak,” tutur dia.

Anehnya, terang Jansen, Pasar Pagi itu awalnya terletak di Jalan Pekong dan berada di Petak E. Sementara di dalam surat yang diklaim milik sesorang itu tertulis Jalan Pekong I dan berada di Petak C. “Kalau memang punya seseorang, pasti di dalam surat tertulis nama orang. Sementara para tetangga dalam surat itu mengaku semua menyebutkan Pasar Pagi,” ucapnya.

Jansen mengaku, pihaknya sudah melaporkan persoalan itu ke Kecamatan dan Walikota Medan sebanyak tiga kali. Bahkan, penggusuran sepihak yang dilakukan oleh oknum juga telah dilaporkan ke Polrestabes Medan tertanggal 15 Agustus 2018 lalu. “Saya berharap dewan bisa membantu menyelesaikan persoalan ini,” tukasnya.

Ketua Komisi A DPRD Medan, Andi Lumbangaol sangat menyesalkan adanya pihak-pihak yang melakukan eksekusi sendiri sebelum adanya kepastian hukum yang tetap terhadap lahan tersebut. Kalaupun ada pengakuan seseorang yang mengklaim lahan tersebut adalah miliknya, janganlah langsung main eksekusi saja. Sebab, ada jalur hukum dan silahkan gugat biar pengadilan yang memutuskan.

“Itu namanya sudah perusakan. Polisi harus menyeret pelakunya maupun orang yang menyuruh melakukan eksekusi tersebut. Ini negara hukum dan hukum merupakan panglima di negeri ini,” tegasnya. (ris/ila)

Kabel Dipotong OTK, Kampak Tertinggal di Lokasi

Ilustrasi
Ilustrasi

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Listrik di wilayah Jalan Yos Sudarso Medan pada Sabtu dini hari (7/9) tiba-tiba padam. Hal ini akibat ulah orang tak dikenal (OTK) yang mencoba mencuri komponen listrik di gardu yang berada di depan SMA Methodis Medan.

Berdasarkaan informasi, pada Sabtu dini hari 03.08 WIB, operator 20 kV PLN Area Medan melaporkan penyulang GG5 trif indikasi OCI phasa T dan GFI. Sesaat kemudian petugas pelayanan teknik Medan Timur menuju ke gardu wilayah untuk melakukan pelacakan dan pemulihan secara estafet.

Kemudian, ditemukan kabel terpotong di gardu depan SMA Methodis tersebut. Manager Area Medan Lelan Hasibuan langsung turun langsung meninjau ke lokasi kejadian. Setelah mengetahui penyebab gangguan kemudian petugas Pelayanan Teknik melokalisir daerah padam dengan cara mengalihkan sebagian beban ke penyulang lain.

“Pukul 03.40WIB, Gardu wilayah dilepas, kemudian secara SOP dilanjutkan dengan mencoba sampai gardu wilayah pukul 03.42 dan berhasil. Pukul 03.50 Gardu Methodist dilepas dan Pukul 03.52 GG5 dimasukkan sampai Gardu Methosit, kondisi jaringan aman,” kata Manager PT PLN Area Medan, Lelan Hasibuan.

Selanjutnya, pukul 03.45 gardu puskesmas dilepas oleh yantek Medan Kota, pukul 03.55 WIB GG5 dimasukkan dr GH methodist ke puskesmas gagal dengan indikasi OCI phasa T dan GFI.“Sesaat kemudian, petugasi yantek M. Timur mendapat info dr sekuriti sekolah methodist ada ledakan di parit depan sekolah methosit. Pukul 03.56 gardu methosit dilepas kembali,” ujar Lelan.

Kemudian, lanjutnya, petugas mengarah ke lokasi sesuai laporan sekuriti dan pukul 04. 05 WIB, petugas menjumpai satu kabel sudah terpotong dan satu kabel saluran kabel tegangan menengah sudah tertancap kampak. “Jadi padamnya dilokasi itu akibat ulah orang tak dikebnal,” paparnya. Selanjutnya, kata Lelan, pukul 06.49 penyulang GU5 masuk ke busbar di Gardu wilayah.Pukul 06.51 WIB gardu wilayah arah ke gardu methodist dimasukkan dan aman.

Pukul 06.53 WIB gardu wilayah dimasukkan arah ke gardu BWI juga aman. Pukul 07. 15 WIB gardu BWI dimasukkan arah ke gardu UPB dengan catatan inc di UPB dilepas, namun gagal. “Ditemukan di gardu UPB kubikel 20 kv short akibat imbas pemotongan kabel oleh OTK di depan sekolah Methodist,” kata dia menjelaskan secara teknis. Selanjutnya, pukul 07.29 WIB, GU5 masuk sampai gardu BWI dan methodist setelah melepas GU5 arah UPB di gardu BWI.

etelah dilakukan pembongkaran kubikel yang short dan terganggu, petugas mengamankan peralatan. “Tepat pada pukul 12. 01 WIB, pekerjaan selesai dan pukul 12.15 WIB kondisi kelistrikan yang berimbas dari pemotongan kabel oleh OTK pulih keseluruhan. Jadi saat ini banyak OTK yang mencoba mengganggu dan mencuri jaringan/komponen listrik,” pungaksnya. (ila)

Promosikan Pariwisata Kota Medan

TINJAU: H Akhyar Nasution saat meninjau booth yang menyediakan berbagai promo tiket pesawat maupun kapal laut, paket liburan, dan perlengkapan traveling.
TINJAU: H Akhyar Nasution saat meninjau booth yang menyediakan berbagai promo tiket pesawat maupun kapal laut, paket liburan, dan perlengkapan traveling.

MEDAN,SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan HT Dzulmi Eldin, diwakili Wakil Wali Kota Medan H Akhyar Nasution, membuka event travel fair di satu mall Jalan Jawa Medan, Jumat (7/9). Kagiatan tersebut diharapkan menjadi ajang promosi pariwisata, baik di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), dan Indonesia.

Event yang merupakan pameran produk pariwisata domestik dan internasional ini, juga diharapkan mampu memberikan beragam informasi yang dibutuhkan para wisatawan, baik dalam dan mancanegara.

Apalagi, menurut Akhyar, aktivitas wisata merupakan sebuah kebutuhan dan sebagai gaya hidup masyarakat Indonesia. Karena itu, media sosial dan media massa juga diharapkan turut menyumbang perkembangan pariwisata Indonesia,dengan menyajikan informasi terkini sebagai sumber referensi wisatawan.

“Event travel fair selalu dimanfaatkan sebagai sumber informasi yang mengantar ke pintu gerbang pengalaman pertama para wisatawan untuk menikmati berbagai pesona wisata yang ditawarkan di Indonesia, maupun dunia,” tutur Akhyar.

Lebih lanjut Akhyar berharap, event ini mampu mewujudkan liburan impian kepada para pengunjung yang akan bisa mengantarkan mereka ke destinasi, baik di dalam maupun luar negeri. Apalagi acara ini diselenggarakan bukan hanya di Kota Medan, tentunya akan ada wisatawan yang berkunjung ke Kota Medan. “Event ini diharapkan dapat meningkatkan wisatawan lokal maupun mancanegara berkunjung ke Medan. Karena banyak potensi wisata yang ada di Ibu Kota Provinsi Sumut ini dapat dikunjungi,” jelasnya.

Menurut Akhyar, promosi ini juga menjadi motivasi bagi Pemko Medan untuk membenahi infrastruktur dan kawasan pariwisata yang ada di Kota Medan. “Dan bagi masyarakat Medan, juga harus siap menerima para pendatang dengan segala daya tariknya, khususnya ragam kuliner yang sudah terkenal kelezatannya,” harapnya.

“Jika kita terus konsisten untuk bekerja meningkatkan kesadaran wisata, baik bagi pemerintah maupun masyarakatnya, saya yakin wisata di Medan dan Sumut akan lebih berkembang,” imbuh Akhyar.

Pembukaan event travel fair tersebut ditandai dengan pemukulan gendang oleh Akhyar, bersama sejumlah panitia. Dalam event ini, terdapat banyak promo tiket pesawat maupun kapal laut, paket liburan, dan perlengkapan traveling. Kegiatan ini berlangsung pada 7-9 September 2018 di 4 kota besar Indonesia, yakni Jakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. (ris/saz)