Home Blog Page 6243

0 Polandia v Kolombia 3: Lewandowski Tak Berdaya

Robert Lewadownski mendapat pelukan dari rekan setimnya di Munchen, James Rodriguez.
Robert Lewadownski mendapat pelukan dari rekan setimnya di Munchen, James Rodriguez.

SUMUTPOS.CO – Polandia harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2018. Itu setelah Robert Lewandowski dkk dibungkam Kolombia dengan skor 0-3 di Kazan Arena, Senin (25/6) dini hari. Ini merupakan kekalahan kedua Polandia dari dua laga Piala Dunia.

Striker sekaligus kapten tim, Robert Lewandowski, jengkel dengan hasil ini dan sadar Polandia bukan tim yang cukup bagus untuk tampil di Piala Dunia. “Kami telah berjuang. Saya melakukan semua yang saya bisa, tetapi perjuangan saja tidak cukup untuk memenangi laga Piala Dunia. Kami juga perlu kualitas dan kami hanya memiliki sedikit kualitas,” ucap dia dilansir ESPN.

Sementara Pelatih Polandia Adam Nawalka mengatakan timnya kesulitan menembus pertahanan lawan. Label Lewandowski sebagai top skor Liga Jerman juga tak banyak membantu.

“Kami sudah mengerahkan semua kemampuan, tetapi kemudian banyak sekali ruang untuk pemain Kolombia dan mereka memanfaatkannya sehingga mereka menang,” bebernya.

Sebaliknya Kolombia memang tampil percaya diri dan lebih baik dari laga sebelumnya. Di laga ini, Kolombia memang melakukan beberapa revisi strategi demi membidik kemenangan perdana. Perubahan paling menonjol adalah kembalinya pemain bernomor 10, James Rodriguez, ke jajaran starter. Saat kalah dari Jepang, James masuk sebagai pengganti, sedangkan Jose Izquierdo yang dipasang sebagai starter.

Sementara itu, Yerry Mina saat Kolombia kalah 1-2 dari Jepang tidak dimainkan sebagai starter, kali ini menjadi andalan utama di lini belakang. Dia menggantikan posisi Oscar Murillo untuk berduet dengan Davinson Sanchez.

Dua perubahan yang dilakukan pelatih Jose Pekerman terbukti ampuh. Setelah beberapa kali coba menembus pertahanan Polandia sepanjang babak pertama, kebuntuan akhirnya pecah lima menit jelang babak pertama berakhir.

Bola umpan kaki kiri James yang sempat memantul bek Polandia, langsung disambar Mina dengan sundulan. Kiper Polandia, Wojciech Szczesny, tak mampu menghalangi bola masuk ke gawangnya. Gol itu lahir dari shot on target pertama Kolombia di laga ini.

Selepas unggul 1-0 pada babak pertama, Kolombia semakin di atas angin. Pada paruh kedua, mereka mampu memanfaatkan permainan terbuka Polandia. Memang, demi menghindari kekalahan, mau tidak mau Polandia wajib tampil lebih menyerang.

2 Jepang v Senegal 2: Honda Asia Tersubur

Keisuke Honda menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat bersua Senegal.

SUMUTPOS.CO – Hasil imbang mengakhiri bentrokan Jepang melawan Senegal di babak penyisihan grup H Piala Dunia 2018. Tampil di Stadion Ekaterinburg Arena, Minggu (24/6) malam WIB, kedua tim harus puas imbang 2-2. Gol Keisuke Honda menyelamatkan Samurai Biru dari kekalahan lewat golnya menit ke-78.

Gol tersebut juga merupakan yang ke-37 atas nama dirinya dan membuat mantan pemain AC Milan tersebut menyamai catatan Hiromi Hara sebagai pencetak gol terbanyak keempat untuk tim nasional Jepang.

Empat gol Honda di Piala Dunia juga berhasil membuat ia menjadi top skor Asia di Piala Dunia. Honda sukses mencetak empat gol dari sembilan penampilannya di Piala Dunia bersama Jepang

Pada laga itu Senegal unggul lebih dulu lewat gol Sadio Mane di menit ke-11. Berawal dari sepakan Youssouf Sabaly, bola kemudian ditunju oleh Eiji Kawashima. Sayangnya si kulit bundar malah membentur kaki Mane sehingga berbalik masuk ke mulut gawang Jepang.

Berbagai cara dilakukan Tim Samurai Biru untuk menyamakan kedudukan. Mereka yang sempat tertekan, akhirnya bisa mengimbangi permainan cepat Senegal dan gol yang ditunggu tercipta pada menit 34.

Berawal dari pergerakan lincah Yuto Nagatomo, bola kemudian jatuh ke kaki Takashi Inui. Tanpa ragu sang pemain langsung melepaskan tembakan yang gagal diblokir kiper Senegal, Khadim Ndiaye. Skor 1-1 menutup babak pertama.

Selepas jeda, keadaan tidak berubah. Jual beli serangan terus diperlihatkan kedua kubu dan sejumlah peluang menghiasi jalannya pertandingan ini.

Setelah menunggu cukup lama, Senegal akhirnya unggul lagi di pertengahan babak kedua. Tepatnya menit 71, Moussa Wague sukses mencatatkan namanya pada papan skor usai memaksimalkan umpan pemberian Mbaye Niang.

Sayangnya keunggulan tersebut tak mampu dipertahankan oleh Senegal. Sebab pada menit 78, sekor berubah 2-2 berkat sepakan Keisuke Honda. Sang pemain mencetak gol hanya empat menit setelah masuk lapangan menggantikan Shinji Kagawa.

Dengan hasil imbang ini, kedua tim sama-sama gagal memastikan tiket ke babak 16 besar. Mereka memiliki empat poin, masih bisa dikejar oleh Polandia atau Kolombia.

Kapten Senegal, Sadio Mane mengakui bahwa Jepang bermain menjanjikan serta mampu membuat Senegal kereportan sepanjang laga tersebut “Jujur saja, saya sama sekali tidak meremehkan tim Jepang. Mereka menciptakan banyak peluang dan mencetak dua gol. Mereka benar-benar membuat kami kerepotan sepanjang pertandingan tadi,” ucap Mane, seperti dilaporkan oleh Soccerway.

“Sekarang kami memiliki pertandingan penentuan minggu depan dan kami kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin agar lolos, dan itulah satu-satunya hal yang harus kami lakukan nanti,” tuntas pemain berusia 26 tahun tersebut. (bbs/don)

Mantan Bupati Tapteng Ditahan

Sukran Jamilan Tanjung, mantan Bupati Tapteng.
Sukran Jamilan Tanjung, mantan Bupati Tapteng.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah melalui penyidikan beberapa jam, Penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut, akhirnya menahan mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Sukran Jamilan Tanjung, Senin (25/6) malam.

“Ya benar. Sudah kita tahan,” ungkap Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Senin (25/6) malam.

Sebelumnya, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengakui sedang memeriksa Sukran setelah dua kali mangkir dipanggil sebagai tersangka.

“Dia (Sukran Jamilan Tanjung) datang hari ini dan sedang kita periksa,” kata Kombes Pol Andi Rian kepada wartawan, Senin (25/6) siang.

Namun, Andi Rian belum bisa memastikan soal penahanan yang akan dilakukan. Sebab, pemeriksaan sedang berlangsung dan keputusan itu merupakan kewenangan penyidik.

Namun, Andi Rian tidak menampik adanya kemungkinan jika mantan Bupati Tapteng tersebut bisa dilakukan penahanan.

Apalagi, yang bersangkutan selama ini terkesan tidak kooperatif. Karena dua kali mangkir dari panggilan penyidik dalam status sebagai tersangka.

“Untuk penahanan bisa saja, tapi itu kewenangan penyidik. Kita tunggulah hasil pemeriksaan,” imbuhnya.

Seperti diketahui, penyidik telah dua kali melakukan panggilan sebagai tersangka terhadap Sukran dan Amirsyah Tanjung, Jumat (8/6) lalu. Namun yang bersangkutan mangkir dengan berbagai alasan.

Mantan Bupati Tapteng itu dilaporkan oleh Joshua Marudutua Habeahan pada 30 April 2018. Laporan diterima dengan nomor LP 546/IV/2018/SPKT III.

Dalam pengaduan tersebut, Amirsyah Tanjung dan Sukran Jamilan Tanjung berstatus terlapor.

Korban dan terlapor pernah bertemu membahas soal pengerjaan proyek konstruksi senilai Rp5 miliar.

Sukran yang menjabat sebagai bupati, memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi kepada korban.

Uang yang diminta Sukran melalui Amirsyah kepada Joshua sebesar Rp450 juta, merupakan mahar proyek pembangunan konstruksi.

Joshua berharap bisa diberikan proyek tersebut. Namun hingga kasus ini bergulir, proyek tidak kunjung terealisasi.(mag-1/ala)

 

 

 

Eks Kadis Perdagangan Sergai Ditangkap

Foto: Parlindungan/Sumut Pos Tersangka Aliman Saragih diapit Petugas Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai dipimpin Kajari Serdang Bedagai, Jabal Nur dan Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian.
Foto: Parlindungan/Sumut Pos
Tersangka Aliman Saragih diapit Petugas Kejaksaan Negeri Serdang Bedagai dipimpin Kajari Serdang Bedagai, Jabal Nur dan Kasi Penkum Kejatisu Sumanggar Siagian.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama setahun, eks Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Serdang Bedagai dibekuk. Ir Aliman Saragih diciduk dari rumahnya, Jalan Selambo, Nomor 38 A, Medan Amplas, Minggu (24/6) malam.

“Tersangka ditangkap karena terlibat dalam kasus korupsi pembangunan Pasar Warung Serba Ada (Waserda) di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai tahun Anggaran 2008,” ujar Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Sumanggar Siagian SH, Senin (25/6).

Awalnya tim intelijen mendapat informasi tersangka sedang pulang ke rumahnya dalam rangka libur lebaran. Berbekal informasi tersebut, tim intelijen dipimpin Asintel Kejatisu Leo Simanjuntak melakukan pengintaian selama 3 hari. Alhasil, tersangka berhasil diringkus sekira pukul 20.45 WIB.

“Tersangka ini menghabiskan waktu mengajar di dua universitas swasta di Jakarta setelah pensiun dini 2015 lalu. Jadi dia (tersangka) ini mengajar sebagai dosen di Universitas Timbul Nusantara di Jakarta Selatan dan STIE Kusuma Negara di Jakarta Timur,” beber Sumanggar.

Kenapa penangkapan tersangka selama ini terkendala? Sumanggar menyebut karena ada pergantian pimpinan di Kejari Serdangbedagai.

Selain itu, tersangka tinggal berpindah-pindah rumah kost di Jakarta. Namun ketika ditanya lebih rinci soal hal tersebut, Sumanggar tidak menjelaskan.

Terpisah, Kajari Serdang Bedagai Jabalnur menambahkan, tersangka terlibat kasus korupsi pembangunan pasar Waserda di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdangbedagai. Proyek itu menggunakan anggaran sebesar Rp.3.300.000.000,- yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2008  dengan kerugian negara Rp.361.585.915,92.

“Salah seorang kabid di Dinas Dinas Perdagangan dan Koperasi Sergai, yang juga menjadi PPK telah diputus pidana dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara,” tutur Jabalnur, Senin (25/6).

“Sedangkan Aliman Saragih sendiri, menjabat sebagai KPA yang juga sebagai Kadis Perdagangan dan Koperasi Sergai 2005 sampai dengan 2010,” sambungnya.

Soal kendala penangkapan tersangka, keterangan Sumanggar berbeda dengan Jabalnur. Jabalnur mengaku karena pihaknya kekurangan personel.

Oleh karena itu, pihaknya meminta bantuan Intelijen Kejatisu untuk menangkap tersangka.

Ir Aliman Saragih terancam dipidana karena melanggar Pasal 2 Juncto Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU RI Tahun 1999, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi.

Pantauan sejumlah awak media di kantor Kejatisu hingga Senin (25/6) dinihari, setelah diperiksa tersangka langsung dibawa petugas untuk dititipkan ke Rutan Tanjunggusta Medan.(ain/ala)

Tamin Sukardi Diduga Jual Aset Negara

Tamin Sukardi
Tamin Sukardi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Surat keterangan (Suket) ahli waris yang diajukan oleh Titin Kurniati CS, tidak ada tercatat (Terdaftar) dalam buku register di Pemerintahan Desa Helvetia.

Itu terungkap dalam sidang lanjutan penjualan tanah aset negara seluas 106 hektare oleh Tamin Sukardi. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Senin (25/6).

Dalam persidang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Salman SH MH dari Kejagung menghadirkan 4 orang saksi. Keempatnya masing-masing, Kepala Desa Helvetia Agus Sailin, Notaris Ika Asnika Lukman, Kepala Desa Sampali Sri Astuti dan Sekretaris Dewan Pertimbangan Pengurus Alwasliyah Pusat Ismail Efendi.

“Saya telah memeriksa buku register dan mencari surat keterangan waris sesuai nomor yang tertera dalam surat panggilan jaksa kepada saya, tapi saya tidak menemukan surat itu,” jelas Kepala Desa Helvetia, Agus Sailin.

Agus mengatakan, segala surat masuk ataupun keluar akan tercatat dalam buku register tersebut.

“Saya memang tidak pernah melihat surat keterangan itu. Sampai sekarang belum ditemukan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Desa Sampali Sri Astuti mengaku, sebagian nama dari ahli waris yang menggugat tanah seluas 106 hektare di Desa Helvetia merupakan warga Desa Sampali.

Sri mengaku dirinya pernah didatangi Endang yang merupakan anak terdakwa, Tasman Aminoto. Namun tidak pernah membicarakan soal tanah eks HGU PTPN 2.

“Begitu juga dengan bapak Tamin Sukardi, saya hanya sebatas kenal. Saya biasa minta diskon menginap di hotel milik Tamin Sukardi,” tutur Sri.

“Apakah kepala desa bisa menandatangani surat pernyataan atau surat keterangan waris di luar dari apa yang diajukan warga di luar dari desanya?” tanya JPU kepada Sri disela-sela keterangannya.

Sri mengaku tidak bisa. Dijelaskannya, bila warga Sampali harusnya mengajukan ke Sampali. Begitu juga, bila warga Desa Helvetia mengajukan ke Desa Helvetia.

“Lalu bagaimana soal adanya surat yang dikeluarkan Sudarsono, padahal Sudarsono saat itu menjabat sebagai Plt Kepala Desa Sampali?” tanya JPU lagi.

Dikatakan Sri, Plt bahkan Sekretaris Desa berwenang mengerjakan tugas Kepala Desa bila Kepala Desa berhalangan.

Sedangkan, Sekretaris Dewan Pertimbangan Pengurus Alwasliyah Pusat Ismail Efendi mengaku, pihaknya telah membeli tanah seluas 32 hektare di Pasar IV Desa Helvetia Labuhan Deli pada tahun 2004.

Pengikatnya disebut Ismail, ganti rugi kepada masyarakat sebanyak 16 orang dengan harga Rp30 juta per orang.

Dua Warga Aceh Bawa 3 Kg Sabu

Foto: Batara/Sumut Pos Dua warga Aceh perlihatkan 3 kg sabu yang dibawanya di KNIA, Senin (25/6).
Foto: Batara/Sumut Pos
Dua warga Aceh perlihatkan 3 kg sabu yang dibawanya di KNIA, Senin (25/6).

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Muhammad (34) dan Anwar (27) ditangkap petugas Avsec Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Senin (25/6). Kedua warga Bireun, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam itu membawa 3 kg sabu. Keduanya merupakan calon penumpang maskapai Citilink dengan tujuan Makassar.

Sabu disimpan dalam tas ransel berwarna hitam dan terdeteksi melalui mesin X Ray. Saat ditemukan, sabu terbungkus di dalam gulungan celana panjang lee.

Petugas kemudian meminta kepada kedua tersangka membongkar barang bawaannya. Dihadapan petugas, keduanya tak dapat mengelak saat ditanyai.

Selain mengamankan tiga bungkus sabu, petugas juga mengamankan uang Rp1,4 juta, 2 unit HP, 2 tas ransel dan 2 tiket pesawat rute Kualanamu-Makassar.

Kepada petugas, keduanya mengaku mendapat upah Rp15 juta apabila berhasil mengantarkan sabu ke Makassar. Muhammad mengaku, sabu diterimanya dari seseorang di Supermarket Yuki Simpang Raya, Medan.

Lantas keduanya menerima uang Rp5 juta sebagai uang jalan dan dua tiket pesawat.

“Kami tak kenal si pemberi kami hanya berhubungan dengan telepone dan disuruh antar ke Makassar,” terang Muhammad sembari mengaku kesehariannya bekerja sebagai kuli bangunan.

Muhammad sendiri mengaku terpaksa menjadi kurir karena membutuhkan uang. Sebab, pendapatannya sebagai kuli bangunan tak cukup menutupi kebutuhannya.

Sementara, Manager Humas KNIA Wisnu Budi Setyanto mengatakan, pihaknya mengamankan kedua tersangka saat memasuki Pemeriksaan SCP I lantai 2 Terminal Bandara Kualanamu.

“Lantas kedua pelaku kami serahkan ke Kepolisian Satnarkoba Polres Deliserdang untuk penyidikan lebih lanjut,” katanya.(btr/ala)

 

 

Kuasai Aset Negara, PT MJB Langgar UU

Sutrisno Pangaribuan, ST
Sutrisno Pangaribuan, ST

SUMUTPOS.CO – Perusahaan depo kontainer yang dikelola PT Mitra Jaya Bahari (MJB) dinilai melanggar undang-undang karena menguasai aset negara. PT MJB tersebut membuka akses pintu gerbang di Jalan Tol Belmera hingga menyebabkan kemacetan arus jalan tol di lokasi tersebut.

Hal ini mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRDSU). Anggota DPRDSU, Sutrisno Pangaribuan mengatakan, pengelolaan jalan tol adalah hak otoritas dari PT Jasa Marga. Oleh karena itu, kepada perusahaan yang telah membuka pintu gerbang untuk akses keluar dan masuk truk melalui jalan tol telah menyalahi.

Dengan demikian, ia meminta kepada PT Jasa Marga selaku pemilik kewenangan harus tegas menutup kembali pintu perusahaan depo kontainer.”Itu salah, karena melanggar undang – undang, jangan ini dibiarkan terus. Kita minta PT Jasa Marga harus tegas dan segera menutup kembali akses yang mengganggu perlintas tol,” tegas Sutrisno, Senin (25/6).

Dikatakan Sekretaris Komisi D DPRDSU ini, pihaknya meminta jangan adan pihak lain yang mengintervensi otoritas kewenangan dari PT Jasa Marga, apalagi dirinya mendengar adanya diskresi dari Polres Pelabuhan Belawan dan penghadangan dari Muspika Kecamatan Medan Belawan.

“Polisi tugasnya mengatur lalu lintas, bukan mencampuri kewenangan PT Jasa Marga. Begitu juga dengan pihak kecamatan Medan Belawan, jangan menganggap itu wilayah mereka, itu adalah tanggung jawab PT Jasa Marga. Jadi kita minta pihak yang tidak mengerti jangan sesat berpikir,” kata Sutrisno.

Ditegaskan Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRDSU ini, pihaknya akan segera menyikapi permasalahan perusahaan yang dianggap melanggar aturan itu, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil pihak – pihak yang terlibat.

“Kita akan lakukan pertemuan dan panggil pihak perusahaan, PT Jasa Marga dan beberapa instansi lainnya, masalah ini akan segera kita tindaklanjuti untuk mengatasi masalah itu,” ungkap Sutrisno.

Sementara itu, Manager Lalu Lintas PT Jasa Marga, Irfansyah mengatakan, dirinya sudah melakukan gugatan, untuk penutupan sedang mereka lakukan koordinasi dengan Wali Kota Medan.”Rencananya hari ini saya mau ke Jakarta, untuk menindaklanjuti gugatan ke pangadilan,” kata Irfansyah.

Perlu dijelaskan,  dampak dari dibukanya pintu gerbang ilegal yang menyerobot aset negara yang sudah berlangsung selama 2 bulan mengganggu proses perlintasan kendaraan menggunanakan akses Tol Belawan. (fac/ila)

Sky Bridge Segera Dibangun Lagi

Triadi wibowo/Sumut Pos_ SKY BRIDGE_Kondisi sky bride yang berada di Jalan Stasiun besar Medan, Jumat (9/3) Sky Bridge tersebut terkesan terbengkalai karna tidak kunjung di operasikan.
Triadi wibowo/Sumut Pos_
SKY BRIDGE_Kondisi sky bride yang berada di Jalan Stasiun besar Medan, Jumat (9/3) Sky Bridge tersebut terkesan terbengkalai karna tidak kunjung di operasikan.

SUMUTPOS.CO – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara akan kembali berkoordinasi dengan Pemerintahan Kota (Pemko) Medan untuk membahas kelanjutan pembangunan fisik Sky Bridge di Jalan Stasiun Kereta Api, Medan.

General Manajer Humas PT KAI Divre I Sumut Sapto Hartoyo mengatakan, pihak PT KAI dan Pemko Medan sudah melakukan pertemuan beberapa kali untuk membahas jembatan penghubung dari Lapangan Merdeka Medan ke Stasiun Besar Medan.

“Habis Lebaran ini, kami kordinasi lagi dengan Pemko Medan. Pada intinya, Sky Bridge sudah diatur soal parkirnya semua masuk ke Lapangan Merdeka untuk roda dan roda empat,” ucap Sapto saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (25/6) siang.

Sapto mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan tata parkir sesuai dengan fungsi Sky Bridge tersebut. Sebab, untuk mempermudah proses perpakiran di areal stasiun kereta api terbesar di Sumatera Utara ini.”Untuk sementara Sky Bridge belum bisa digunakan, karena masih rusak. Nanti setelah kita, ada sepekatan, ada penadatangan kerja sama. Kita akan membuat lokasi atas,” tutur Sapto.

Pembangunan Sky Bridge sudah bertahun-tahun dikerjakan dengan menelan anggaran APBD Kota Medan sebesar Rp35 miliar. Namun pengerjaan belum selesai dan belum bisa digunakan secara fungsi. Malah, keberadaan jembatan itu sebagai pembangunan fisik sudah tampak berhancuran.

“Intinya, Pemko Medan akan kembali memperbaiki kembali. Setelah ada kesepakatan, tapi bahwa jalur yang masuk ke stasiun Kereta Api akan kita buka. Untuk memperbaiki sudah disiapkan Pemko Medan dananya,” jelas Sapto.

Dalam pertemuan nanti, Sapto menjelaskan, selain membahas soal pembangunan kembali Sky Bridge. Juga dibahas soal hak diterima Pemko Medan dan hak yang diterima oleh pihak PT KAI atas retribusi yang didapatkan dari jembatan tersebut.”Kita sudah beberapa kali pertemuan, habis lebaran kita bahas keseluruhan semua dengan Pemko Medan selaku mengerjai Sky Bridge itu,” pungkasnya.(gus/ila)

 

 

 

Pemudik KA Naik 9 Persen

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MUDIK_Calon penumpang menunggu kereta api yang akan berangkat dari Medan menuju TJ Balai di Stasiun Kereta Api Medan, Jumat (8/6)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MUDIK_Calon penumpang menunggu kereta api yang akan berangkat dari Medan menuju TJ Balai di Stasiun Kereta Api Medan, Jumat (8/6)

SUMUTPOS.CO – Arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1439 yang menggunakan kereta api (KA) mencapai 279.313 orang. Data tersebut merupakan pemudik yang berangkat dan tiba dari Stasiun Besar Kota Medan, sejak 5 hingga 24 Juni 2018. Dibanding tahun lalu, jumlah pemudik tersebut naik 9 persen.

General Manajer Humas PT , Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumut Sapto Hartoyo mengatakan, angka pemudik itu naik 9 persen dari data arus mudik dan arus balik tahun 2017, lalu sebanyak 255.426 orang.”Untuk hari Minggu (24/6) kemarin, lonjak penumpang masih terjadi dengan jumlah penumpang di Stasiun Medan, berjumlah 17.770 orang,” ungkap Sapto saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (25/6) siang.

Ia mengungkapkan untuk perjalanan mudik, kebanyakan dengan tujuan Kota Tanjungbalai dan Kota Pematangsiantar dan sebaliknya saat arus balik Lebaran 2018 ini. Sementara itu, Kereta Api dari Medan tujuan Kota Binjai banyak dimintai masyarakat.

“Pada 19 Juni 2018, penumpang KA Medan-Binjai mencapai 10 ribu penumpang. Karena, KA Medan-Binjai menjadi kereta api wisata, untuk menghabisi liburan Lebaran bersama keluarga dengan naik kereta api,” jelas Sapto. (gus/ila)

Masyarakat Sumut Lebih Minati Implan

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Temazaro Zega memberikan pengarahan kepada ASN dalam acara Halal Bihalal di lingkungan BKKBN Wilayah Sumut, Jalan Krakatau, Medan, Senin (25/6).
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Temazaro Zega memberikan pengarahan kepada ASN dalam acara Halal Bihalal di lingkungan BKKBN Wilayah Sumut, Jalan Krakatau, Medan, Senin (25/6).

SUMUTPOS.CO – Pengguna Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Sumut masih rendah, baru 40 persen. Hal ini lantaran ketersediaan alat kontrasepsi (Alkon) seperti IUD dan implan masih dalam proses pengadaan, yakni masih 15 persen.

Karenanya, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) perwakilan Sumatera Utara (Sumut) menargetkan agar masyarakat pengguna MKJP di Sumut bisa terpenuhi seratus persen hingga berakhirnya 2018.

“Jumlah pengadaan suntik dan pil KB cukup banyak, namun masyarakat Sumut lebih meminati implan. Tapi tidak bisa terburu-buru dalam proses pengadaannya, agar tidak terjadi kesalahan dalam prosedur dan administrasinya yang tidak kita inginkan. Kita berharap pada November mendatang, implan sudah masuk pengadaannya ke Sumut,” kata Kepala BKKBN Perwakilan Sumut, Temazaro Zega kepada wartawan usai acara Halalbihalal di lingkungan BKKBN Sumut, Jalan Krakatau, Medan, Senin (25/6).

Pihaknya juga menargetkan peserta Keluarga Berencana (KB) baru dan aktif, serta pembinaan kelompok-kelompok kegiatan di bawah program-program ketahanan keluarga sebagai pemenuhan kebutuhan KB. “Ini adalah pencapaian program kita untuk akhir tahun ini, sebagai tujuan kita di dalam membangun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menargetkan dua pertiga (2/3) kabupaten/ kota selesai menyusun grand design kependudukan. Sehingga di tahun berikutnya dapat dilakukan seratus persen.

Disinggung terkait kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan wilayah kerjanya, Temazaro mengaku, hingga saat ini sudah cukup bagus, meski belum seluruhnya mencapai 100 persen.

Namun, pihaknya menekankan kepada seluruh jajaran pimpinan di BKKBN Wilayah Sumut, agar menjadi teladan yang dapat dicontoh oleh bawahannya, serta melakukan pengawasan yang ketat.

“Karena Pemerintah Pusat juga memperhatikan kinerja ASN di BKKBN Wilayah Sumut ini, sehingga tidak bisa main-main dalam bekerja. Harus bekerja penuh, bekerja keras dan cerdas,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dalam acara Halalbihalal tersebut, ia berharap, hubungan silaturahim sesama pegawai semakin erat dan dapat memberikan energi yang besar agar semakin bersemangat dalam bekerja dan menjalankan fungsi pokoknya sebagai ASN, apalagi sudah menjalani cuti bersama. “Sehingga dapat mengejar dan berlari cepat dalam mencapai target program yang diberikan Pemerintah Pusat,” harapnya. (dvs)