Home Blog Page 6254

RSUP Adam Malik Bersiap Raih Akreditasi JCI

Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik
Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik

SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik tak mau berdiam diri dengan fasilitas dan pelayanan yang ada. Saat ini rumah sakit milik pemerintah pusat itu terus membenahi infrastrukturnya. Hal itu guna menargetkan meraih akreditasi Joint Commission International (JCI) pada Agustus 2018.

Standar akreditasi merupakan standard yang dibuat agar pelayanan kesehatan rumah sakit berfokus kepada pasien dan diterapkan sesuai dengan budaya setempat untuk peningkatan mutu pelayanan secara berkesinambungan. Standar disini dimaksudkan sebagai suatu tingkat kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan pasien yang diharapkan.

Direktur Utama RSUP H Adam Malik  dr Bambang Prabowo MKes menerangkan saat ini tim JCI yang berasal dari Amerika tengah bersiap datang untuk melakukan pemantauan di rumah sakit Tipe A itu. Tim tadi akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap layanan dan infrastruktur di ruma sakit itu.

Dia menuturkan, hal yang perlu dibenahi dan tengah berjalan saat ini ada pembangunan infrastruktur rumahsakit. “Kendala JCI memang ada, terutama dalam hal infrastruktur. Apalagi RS Adam Malik bangunannya sudah sejak 90an kan, jadi sudah lama dan perlu banyak perbaikan,” katanya usai halal bihalal karyawan RSUP H Adam Malik Jumat (22/6).

Ia mengatakan, tim surveyor JCI akan melakukan survei RSUP H Adam Malik pada 26-30 Agustus 2018.”Nanti perbedaan sebelum dan sesudah tercapainya JCI itu adalah soal pelayanan yang terstandar. Kita sudah terstandar, tetapi berbeda karena inikan standar internasional. Jadi pelayanan kita secara otomatis harus diperbaiki dan terakreditasi,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, perbaikan infrastruktur sudah mencapai 80 persen. JCI memiliki standar infrastuktur yang tinggi, misalnya, ruang operasi harus lengkap dan perbaikan ruang lainnya.”RS Adam Malik merupakan pusat rujukan nasional wilayah barat maka pelayananya harus terakreditasi internasional. Karena persyaratan menjadi pusat rujukan adalah akreditasi dan yang mendunia adalah JCI,” terangnya.

Kata Bambang, sumber daya manusia (SDM) di RS vertikal yang langsung diawasi Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI itu juga siap menghadapi akreditasi JCI. Sebagai RS pendidikan, pihaknya juga terus membangun kolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (FK USU). Hal ini menjadi salah satu syarat JCI.”Jika ada instruksi atau masukan yang diberikan surveyor pada saat penilaian, kita akan evaluasi dan terus memperbaiki infrastruktur di RS Adam Malik,” tutupnya.

Namun begitu, lanjutnya, rumahsakit ini sebenarnya sudah menjalankan pelayanan sesuai standar akreditasi JCI. “Begitupun kita tetap akan mengukuti arahan dari surveyor manakala ada standar lain yang harus kami benahi dan perbaiki,” pungkasnya. (dvs/ila)

 

 

Intelijen Kejatisu Backup Pilgub

Foto: PARLINDUNGAN/SUMUT POS BERI KETERANGAN: Asintel Kejatisu Leo Simanjuntak memasikan intelijen kejaksaan akan membackup jalannya Pilgubsu 2018.
Foto: PARLINDUNGAN/SUMUT POS
BERI KETERANGAN: Asintel Kejatisu Leo Simanjuntak memasikan intelijen kejaksaan akan membackup jalannya Pilgubsu 2018.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Asintel Kejatisu), Leo Simanjuntak mengajak masyarakat dewasa berpolitik. Khususnya dalam menghadapi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018.

“Kami dari jajaran intelelijen akan membackup pelaksanaan Pilgub nanti tanggal 27 Juni 2018,” ujar Leo saat bertemu awak Media di ruang kerjanya, Rabu (21/6) lalu.

Leo mengajak masyarakat memilih kepala daerah dengan hati. Leo menegaskan, upaya-upaya intelijen akan terus dilakukan untuk mencegah setiap hambatan-hambatan yang mencoba mengganggu pelaksanaan Pilgub.

Dikatakannya, intelijen kejaksaan sebagai salah satu intelijen penegakkan hukum yang masuk dalam Undang-undang Intelijen Negara, akan sekuat tenaga mengidentifikasi dan mencoba meneliti hal-hal yang mencoba mengganggu.

“Kami rasa Pilgub Sumut akan berjalan dengan baik dan tenang. Calon dan seluruh masyarakat sudah lebih dewasa. Sumut ini barometer daerah yang tidak gampang terprovokasi,” tambahnya.

Disinggung soal panasnya suhu politik mengingat hanya ada 2 paslon, disebut Leo itu tidak menjadi ukuran.

Dikatakan Leo, tensi yang muncul masih sebatas karena saling menonjolkan kekuatan masing-masing.

“Kami harap, masyarakat mulai tertib. Masa pencabutan poster dan atribut pada waktu yang telah ditentukan KPU dan Bawaslu. Jangan marah-marah pada petugas nanti, jangan cepat emosi. Ini momentum kita untuk selanjutnya lebih baik lagi,” tandasnya.(ain/ala)

 

 

Gemuja dan Waja Dukung Djoss

Foto: BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS DEKLARASI: Gemuja dan Waja deklarasi mendukung Djoss di Posko Pemenangan Djoss di Medan.
Foto: BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS
DEKLARASI: Gemuja dan Waja deklarasi mendukung Djoss di Posko Pemenangan Djoss di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2, Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) kembali mendapatkan dukungan dari kelompok masyarakat suku Jawa. Dukungan itu disampaikan langsung ke Posko Pemenangan Djoss se-Sumatera Utara di Jalan Dr Cipto, Medan, Kamis (21/6) sore.

Dukung itu, berasal dari Generasi Muda Jawa (Gemuja) dan Wanita Jawa (Waja) Sumatera Utara. Mereka mengklaim memiliki massa mencapai 30 ribu orang.

Kemudian, mereka mendeklarasikan dukungan dan juga menolak politik uang, intimidasi dan berita hoax.

“Kami dengan tegas menyatakan menolak politik uang, menolak intimidasi dan menyatakan seluruh pengurus dan anggota akan memilih Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus pada 27 Juni 2018 mendatang,” kata Ketua Umum Gemuja, Sutiyono.

Senada disampaikan Ketua Waja Sumatera Utara, Sri Suseni Handayani. Ia mengatakan, mereka mendukung pasangan Djoss karena menilai pasangan ini menjadi jawaban bagi berbagai permasalahan rakyat yang terjadi di Sumatera Utara.

“Kartu Sehat dan Kartu Pintar hanya bisa kita dapat kalau Djoss menang. Inilah program yang tepat bagi kita,” ujarnya.

Munculnya dukungan ini disambut oleh Ketua Posko Relawan Djoss, Ricky Sitorus. Ia mengatakan, dukungan ini menjadi pertanda baik bagi mereka. Sebab mereka mengidentifikasi kelompok ini merupakan kelompok yang masuk dalam golongan swing voter dalam berbagai hasil survey lembaga survey.

“Kemarin ada survey dari Indo Barometer yang menyebut kelompok yang tidak mau memberikan pilihan dan merahasiakan pilihannya ada sekitar 20 persen. Nah, kami mencoba menelusuri dan hasilnya kami mendapat informasi mereka berasal dari kelompok-kelompok saudara kita suku Jawa. Munculnya dukungan ini kami rasa akan mengubah peta hasil survey tersebut karena mereka sudah menyatakan dukungannya,” sebutnya.

Ricky mengatakan, Djarot Syaiful Hidayat dan Sihar Sitorus sangat fokus serta sangat serius ingin mengabdi untuk membenahi Sumatera Utara.

Mereka berharap para pendukung ini akan semakin menggaungkan keseriusan ditengah masyarakat. Sehingga mereka semakin dikenal dan dapat diterima.

“Pak Djarot sangat serius ingin mengabdi di Sumut, beliau ingin berbuat kepada warga Sumut. Tidak benar kalau masih ada yang mengatakan dia hanya pencari kerja disini,” pungkasnya.(gus/ala)

 

 

 

LSI Prediksi Eramas Ungguli Djoss

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SURVEY_Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar memaparkan hasil survei Pilkada Sumut 2018 di Santika dyandra hotel Medan, Jumat (22/6). Hasil survei LSI Denny JA yang dilakukan pada April - Juni 2018 terhadap 1.000 responden tersebut adalah pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah unggul 45.5 persen dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus mendapat dukungan 34.7 persen sedangkan 19.8 persen belum menentukan pilihan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SURVEY_Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Rully Akbar memaparkan hasil survei Pilkada Sumut 2018 di Santika dyandra hotel Medan, Jumat (22/6). Hasil survei LSI Denny JA yang dilakukan pada April – Juni 2018 terhadap 1.000 responden tersebut adalah pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah unggul 45.5 persen dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus mendapat dukungan 34.7 persen sedangkan 19.8 persen belum menentukan pilihan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, kembali melakukan survei opini publik untuk Pilkada Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018. Survei dilakukan Jumat (8/6) hingga Selasa (12/6).

Survei dilakukan secara tatap muka terhadap 1000 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei  3,16%.

Hasilnya, pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (Eramas), konsisten unggul terhadap pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss). Hal itu disampaikan Peneliti Senior LSI Denny JA, Rully Akbar pada Wartawan di Medan, Jumat (22/6).

“Untuk simulasi dukungan terhadap calon Gubernur, Edy Rahmayadi juga menggungguli Djarot Saiful Hidayat. Pada pertanyaan terbuka, Edy Rahmayadi mendapat dukungan 39,8%, sedang Djarot Saiful Hidayat mendapat dukungan 24,3%,” katanya.

Begitu juga pada simulasi tertutup, Edy Rahmayadi unggul dengan perolehan dukungan sebesar 45,7%. Sedangkan Djarot Saiful Hidayat mendapat dukungan 33,8%.

“Untuk simulasi dukungan terhadap calon Wakil Gubernur, Musa Rajeckshah juga mengungguli Sihar Sitorus. Pada pertanyaan terbuka, Musa Rajeckshah mendapat dukungan 34,2%, sedangkan Sihar Sitorus mendapat dukungan 26,7%,” kata Rully.

Pada simulasi tertutup, Musa Rajeckshah unggul dengan perolehan dukungan sebesar 40,3%. Sedangkan Sihar Sitorus mendapat dukungan 30,5%.

“Bila disimulasikan secara berpasangan, pasangan Eramas mendapat dukungan 45,5%, mengungguli pasangan Djoss yang mendapat dukungan 34,7%,” tuturnya.

Dari hasil tracking survey, menunjukkan konsistensi kenaikan pasangan Eramas sejak April 2018 dari 43,3% menjadi 45,5% di bulan Juni 2018.

Sedangkan untuk pasangan Djoss juga mengalami kenaikan dari 33,3% bulan April 2018, menjadi 34,7% di bulan Juni 2018.

“Dari simulasi breakdown berdasarkan gender dan usia, rata-rata diatas >40% memilih Eramas. Begitupula dengan simulasi breakdown berdasarkan latar belakang pendidikan dan pendapatan, rata-rata diatas >40% memilih Eramas,” katanya.

“Hanya pemilih berlatar belakang pendapatan dibawah 999 ribu dengan Base 20,3%, pemilih Eramas bersaing dengan pemilih Djoss,” sambung Rully.

Kenapa Eramas masih unggul? Rully menemukan 2 alasan. Pertama, Eramas unggul telak di suku Jawa, Melayu dan pemilih Muslim.

Pada segmen pemilih bersuku Jawa dengan base 33,5%, pasangan Eramas unggul telak 64,2%. Sedangkan Djoss 17,9%.

Pada pemilih Melayu dengan base 4,8%, Eramas unggul 79,3% dan Djoss 3,4%. Selain itu, pasangan Eramas juga unggul telak di basis pemilih beragama Islam dengan base 64,7% yaitu sebesar 65,2%.

“Alasan kedua, Eramas konsisten unggul di 8 Dapil. Yakni Dapil 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 dan 12. Sedangkan Djoss hanya di 4 Dapil, yaitu Dapil 8, 9, 10 dan 11,” tambahnya.

Dengan sisa waktu kurang dari 1 minggu menuju pencoblosan 27 Juni 2018, Rully menyebut hasil survei ini sangat kecil peluangnya untuk berubah.

Ada dua kesimpulan LSI Denny JA. Pertama; pasangan Eramas bisa memenangkan Pilgub Sumatera Utara jika swing voters 33,5% tidak mayoritas dikuasai oleh pasangan Djoss.

Kedua; jika Eramas tidak bisa mengaktifkan partisipasi pemilih di semua wilayah basisnya, dan Djoss dapat memaksimalkan partisipasi pemilih di basisnya.

“Tidak bisa money politik mengubah pilihan orang lain secara kuat. Menjadi pelumas saja bagi orang yang sudah mendukung. Misalnya orang yang mendukung saya, dikasih uang transport sehingga memperkuat untuk milih saya. Memang pengaruh money politik, besar. Namun ketika kita tanyakan lebih dalam, apakah mau merubah pilihan, ternyata di bawah 5%,” tandas Rully.(ain/ala)

Erry Menangis

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjabat tangan Penjabat Gubernur Sumut, Eko Subowo.
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menjabat tangan Penjabat Gubernur Sumut, Eko Subowo.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –  Suasana haru menyelimuti seisi Kantor Gubernur Sumut, usai Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo melantik Penjabat Gubernur Sumut, Eko Subowo. Mantan Gubsu HT Erry Nuradi tak kuasa menahan airmata, acara salam perpisahan mantan Gubsu dan Wagubsu, di pintu utama Kantor Gubsu, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Jumat (22/6) pagi.

Prosesi pelepasan pasangan kepala daerah ini membuat tangis haru seluruh pejabat eselon dan aparatur sipil negara (ASN) Pemprovsu yang hadir hari itu, pecah. Erry bersama istri Evi Diana Sitorus, berkali-kali menitikkan air mata, sepanjang berjalan dari pintu utama menuju mobil.

Sepanjang berjalan melewati barisan pejabat struktural dan ASN, juga seraya diiringi lagu Kemesraan, Erry dan wakilnya Nurhajizah Marpaung, turut didampingi Pj Gubsu Eko Subowo serta istri dan Sekdaprovsu Hj R Sabrina.

“Terima kasih ya,” kata Erry yang menyalami para awak media sebelum masuk ke mobil.

Berbeda dengan reaksi Nurhazijah yang juga didampingi suami tercinta, lebih tegar meski tampak diselimuti perasaan haru. “Sukses ya untuk kita semua, sehat-sehat ya,” timpal Nurhazijah. Sebelum meninggalkan lokasi, Erry dan Eko berjabat tangan dengan erat.

Sekdaprovsu Sabrina saat memberikan kata sambutan, berharap mantan pimpinannya itu beserta keluarga tetap diberikan kesehatan dan berbuat untuk Sumut. “Bapak selama ini tidak pernah marah. Kami tahu itu bukan berarti kerja kami baik. Kami doakan bapak agar tetap sehat. Terima kasih atas arahannya selama ini,” katanya.

Eko Subowo berharap Erry dan Nurhazijah tetap mau berkontribusi untuk kemajuan Sumut meski sudah tidak menjabat lagi. “Bantu kami, pintu saya selalu terbuka lebar untuk kehadiran bapak. Saya pikir semua juga demikian,” katanya.

Erry sendiri berharap penggantinya nanti dapat membawa Sumut ke arah yang lebih baik. Ia juga mengungkapkan seluruh pejabat dan ASN di lingkungan Pemprovsu untuk mendukung kerja Pj Gubsu selama dipercaya menjabat di posisi tersebut.

Erry merupakan Wakil Gubsu sejak 16 Juni 2013, mendampingi Gatot Pujo Nugroho yang menjabat sebagai gubernur. Namun sejak Gatot terjerat pusaran korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dan ditahan, posisi gubernur diambil alih Erry Nuradi pada 25 Mei 2016. Untuk mengisi posisi Wagubsu, Nurhazijah Marpaung dari Partai Hanura terpilih menempati jabatan dimaksud.

Edy Minta Masyarakat Ikut Kawal Suara

Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajeckshah (kanan) menyapa simpatisannya pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa (19/6/2018). Debat publik tersebut digelar dengan tema Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (kiri)-Musa Rajeckshah (kanan) menyapa simpatisannya pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa (19/6/2018). Debat publik tersebut digelar dengan tema Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia.

SUMUTPOS.CO – CALON Gubernur Sumut Nomor urut 1, Edy Rahmayadi Edy mengajak masyarakat untuk ikut aktif dan mengawasi pelaksanaan pilkada pada 27 Juni 2018. Sebab, dalam situasi seperti ini,  semua harus turun mengawal. “Jangan kita lepas begitu saja, tapi kita awasi. Setelah mencoblos, mari kita kawal suara itu di TPS hingga KPU,” imbaunya, Jumat (22/6).

Tak hanya itu, Edy juga menyatakan pentingnya netralitas aparat pemerintah dalam berdemokrasi. Sebab, esensi demokrasi adalah fairplay. Sebab, Mantan Pangkostrad itu merasakan ada proses demokrasi yang tidak dijalankan secara benar dalam proses Pilgubsu 2018.”Esensi demokrasi adalah fairplay.  Sangat disesalkan ada aparat pemerintah yang harusnya mengawal demokrasi justru sebaliknya, menghancurkan demokrasi tersebut. Itu artinya juga menghancurkan berjalannya kehidupan pembangunan di NKRI,” kata Edy Rahmayadi.

Sebagai mantan tentara dengan jabatan terakhir Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), ucapan Edy soal indikasi ketidaknetralan ini, tidak bisa dipandang sebelah mata.”Banyak kejanggalan yang dilakukan oleh petugas-petugas yang seharusnya mengawal demokrasi dan pembangunan. Kami mengetahui itu secara terang dan jelas,” kata Edy.

Edy mengingatkan agar semua pihak menjunjung tinggi demokrasi, UU dan nilai nilai agama dalam proses suksesi kepemimpinan di Sumut. “Pemimpin yang berkualitas, lahir dari proses yang berintegritas. Jangan berharap janji politik tentang pemerintahan bersih terwujud, jika dalam prosesnya tidak benar,” katanya.(rel)

 

Djoss Janji Siapkan Rumah untuk Buruh

Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara nomor urut dua, Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut 2018 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa malam (19/6/2018).
Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sumatera Utara nomor urut dua, Djarot Syaiful Hidayat- Sihar Sitorus pada Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut 2018 di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa malam (19/6/2018).

SUMUTPOS.CO – PASANGAN Haji Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus atau yang akrab disapa Djoss berjanji menyiapkan rumah layak huni dan terjangkau bagi buruh. Janji tersebut disampaikan dalam opening statement debat publik ketiga, Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) di Hotel Santika Dyandra Medan, beberapa waktu lalu.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumut nomor urut dua Sihar Sitorus yang mengatakan bahwa para buruh harus mendapat pemondokan yang layak huni serta terjangkau. “Para buruh bersiaplah, kita bangunkan perumahan terjangkau, dan juga Rumah Sehat untuk lansia terlantar,” katanya.

Janji Djoss tersebut disampaikan dalam debat publik ketiga setelah melihat kondisi dan nasib buruh di Sumut yang masih banyak belum memiliki rumah. Di sisi lain, pemondokan untuk buruh sangat penting karena buruh merupakan tenaga kerja yang berkontribusi untuk pembangunan ekonomi di daerah.

Sihar mengatakan bahwa buruh merupakan salah satu sektor yang harus mendapatkan perhatian yang serius. Terlebih selama ini banyak tenaga kerja di daerah yang belum dilindungi dan mendapat hak hak yang layak.

Di sisi lain, dengan mensejahterakan para tenaga kerja, maka sudah masuk pada program mensejahterakan masyarakat secara umum. Sementara untuk Rumah sehat bagi masyarakat lanjut usia (Lansia) diberikan dengan melihat banyaknya orang tua terlantar dan tidak mendapat perlakuan perawatan yang layak. Seperti baru-baru ini kasus salah seorang nenek di Binjai yang sudah pasrah dengan penyakitnya dan terbaring di salah satu gubuk di jalan Gunung Jaya Wijaya.

Menanggapi paparan tersebut, salah seorang buruh yang dikonfirmasi wartawan, Parlin Lumban Gaol (34), mengatakan bahwa janji untuk memberikan hunian layak dan terjangkau untuk buruh tersebut sangat tepat. Karena banyak kasus buruh di Sumut yang tidak mendapat hunian layak dan hanya tinggal apa adanya tanpa ada yang mempedulikan.

Di sisi lain, menurut Parlin yang pernah menjadi salah satu pekerja atau karyawan di salah satu perusahaan media nasional dan di-PHK tanpa pesangon, sangat penting memberikan pemondokan dan perhatian serius bagi para buruh.

Dari paparan opening statement tersebut, para buruh juga diharapkan dapat menentukan pilihan yang tepat. Karena hanya pasangan nomor urut dua itu yang maju dan diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang menjanjikan kehidupan yang layak bagi warga Sumut, khususnya buruh. (bal)

 

 

Ferry Tomok-Ajibata Makin Sibuk

SUMUTPOS.CO – Tiga hari pascapenghentian sementara aktivitas kapal di kawasan Danau Toba, anggota OPS (Organisasi Perkapalan Simanindo) di Simanindo mengeluh. Pemilik kapal bingung karena waktu penutupan pelayaran tidak diketahui hingga kapan.

Hanya dua kapal RoRo (Roll On Roll Out) atau kapal ferry milik swasta, OTB Sitanggang yang beroperasi. Yakni jurusan Tomok – Ajibata PP. Akibatnya, penyeberangan via Tomok padat melambat.

Ketua Ulubalang Kabupaten Samosir, Kapro Sidabutar, menyampaikan keprihatinannya atas musibah ini. Ia mengakui, penghentian sementara operasi kapal-kapal kayu membuat jadwal ferry Tomok semakin sibuk.

“Saya turut prihatin atas peristiwa yang menimpa penumpang KM Sinar Bangun. Harapan saya agar pemerintah lebih ketat memberikan ijin, dan turut mengawasi kapal bermotor di Samosir,” tuturnya.

Di pihak lain, pedagang makanan dan minuman serta penginapan di sekitar Kecamatan Simanindo, panen karena penjualannya meningkat tiga kali lipat dibanding hari biasa.

“Lumayanlah pendapatan kami. Walau sebenarnya kita tidak menginginkan peristiwa ini, kami tetap melayani petugas dan keluarga korban dengan baik “sebut ibu Malau, Jumat (22/6).

Di pihak lain, anggota DPRD Sumut, Nezar Djoeli mendesak pemerintah agar mengevaluasi seluruh pihak yang terlibat dalam kasus tenggelamnya KMI Sinar Bangun, di perairan Danau Toba Senin (18/6) lalu. Begitu juga dengan pengelola kapal Roro, yang sesuai video beredar, tidak memberi penyelamatan maksimal pada penumpang yang membutuhkan bantuan.

“Dari video yang ditayangkan, kita melihat tidak banyak yang bisa dibantu oleh awak dan pengelola kapal Roro yang melintas di dekat lokasi tenggelamnya kapal tersebut,” ujar Nezar, Jumat (22/6).

Menurutnya, hal itu karena fasilitas penyelamatan di kapal ferry belum maksimal. Akhirnya hanya beberapa orang saja yang berhasil diselamatkan.

“Kita lihat dari video rekaman itu, banyak korban yang ditinggalkan di danau terkatung-katung,” katanya.

Untuk itu, Ketua Komisi A DPRD Sumut ini meminta agar aparat penegak hukum mengusut tuntas persoalan ini. Apakah menghukum yang bersangkutan sesuai aturan perundang-undangan atau mencabut lisensi kenahkodaan yang ada.

“Kepada nahkoda kita berharap ada evaluasi. Dan kalau fasilitas keamanan dan penyelamatan tidak sesuai dengan standar keselamatan, kita minta juga pengelola terutama Direktur PT PSU sebagai pihak yang mengelola KMP Sumut I dan II (Kapal Roro) dievaluasi, diminta pertanggungjawaban,” sebutnya.

Untuk tindak lanjut, pihaknya berencana mendorong agar DPRD Sumut memanggil instansi terkait untuk melihat sejauh mana tingkat pengawasan yang diberikan. Terutama Dishub Sumut yang harusnya memberikan pengawasan melekat kepada operasional penyeberangan di Danau Toba.

Anggota DPRD Sumut Juliski Simorangkir (Dapil Tapanuli) menyarankan, agar pemerintah menyiagakan kapal patroli khusus di beberapa titik kawasan Danau Toba, guna memantau dan mengawasi setiap jalur penyeberangan kapal penumpang maupun barang.

Sehingga jika terjadi kecelakaan, dapat diketahui dengan cepat dan diberi bantuan penyelamatan secara cepat. “Seharusnya seluruh kapal penyeberangan di Danau Toba dilengkapi peralatan canggih seperti alat komunikasi penghubung ke pusat kendali atau pos penyelamat yang bertugas mengawasi jalur-jalur penyeberangan. Terlebih Danau Toba merupakan tujuan wisata internasional. Selain itu, kapal yang beroperasi harus laik jalan, tidak sekedar bisa menyeberang tanpa ada standar seperti uji KIR.   (gus/bal/mag-08/mag-01)

 

220 Kapal Wajib Berizin, Manifest, dan Life Jacket

Foto: Istimewa Kapal KM Sinar Bangun (lebih tinggi dari kapal lainnya atap hijau) ketika difoto pada Senin (18/6), oleh salah satu pengunjung, sebelum menyeberang ke Tigaras. Tampak puluhan sepeda motor berbaris untuk disusun ke lambung kapal.
Foto: Istimewa
Kapal KM Sinar Bangun (lebih tinggi dari kapal lainnya atap hijau) ketika difoto pada Senin (18/6), oleh salah satu pengunjung, sebelum menyeberang ke Tigaras. Tampak puluhan sepeda motor berbaris untuk disusun ke lambung kapal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, seluruh Kapal Motor yang beroperasi di Perairan Danau Toba, Sumut, untuk mengikuti standar operasi pelayaran yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan. Hal ini untuk mencegah terulangnya kejadian kapal karam seperti dialami Kapal Motor (KM) Sinar Bangun, Senin (22/6) lalu.

“Menurut informasi, jumlah kapal motor yang beroperasi di Danau Toba saat ini sebanyak 220 unit kapal motor. Belum bisa dimastikan berapa yang layak berlayar dan SOP pelayaran yang diterapkan ratusan kapal tersebut,” kata Budi Karya kepada wartawan, usai meninjau pembangunan jalur sebidang kereta api di jalan Bilal, Medan, Jumat (22/6) sore.

Budi mengatakan, kejadian KM Sinar Bangun menjadi pelajaran besar bagi semua pihak, agar tidak bermain-main dengan keselamatan penumpang. “Standar operasional pelayaran yakni harus memiliki fasilitas seperti life jacket, manifes, kapal layak beroperasi, tidak mengangkut muatan berlebih, serta nakhoda memiliki surat izin pelayaran (SIP),” tegasnya.

Langkah penertiban peraturan tersebut, Kemenhub memberhentikan sementara operasional kapal-kapal di Danau Toba. “Kemenhub akan membuat ketentuan untuk mengatur ulang angkutan penyeberangan yang ada di Danau Toba,” ucap Budi Karya.

Pengaturan ulang ketentuan itu akan dilakukan Kemenhub pada Sabtu (23/6) hari ini, melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi Sumut, Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir, Dinas Perhubungan Kabupaten Simalungun, dan seluruh pengelolaan kapal di Danau Toba.

“Besok (hari ini, Red) seluruh kapal ditetapkan untuk memiliki manifes, memiliki izin beroperasi, menggunakan life jacket. Peraturan ini akan diberlakukan dalam satu atau dua hari. Akan kita lihat berfungsi atau tidak di bawah Dishub Provinsi. Karena, izin operasional ada di bawah Dishub Provinsi,” jelas Budi Karya.

Untuk sementara, Kemenhub akan membentuk tim pengawas Kapal Motor di Danau Toba. Pengawasannya bersifat vertikal bagian Pemprvcsu.

Tentang kelaikan KM Sinar Bangun, menurutnya, jelas tidak memenuhi standar pelayaran. “Kapal lain, akan kita periksa semuanya,” kata Budi.

Solusi jangka pendek, Kemenhub akan memberikan bantuan berupa life jacket sebanyak 5.000 unit kepada pengelola kapal motor yang berlayar di Danau Toba. Sebab selama ini belum semua kapal motor menyediakan life jacket.

“Catatan penekanan, prosedur keselamatan adalah keharusan. Oleh karena, kami meminta kepada Dishub Provinsi dan Dishub Kabupaten untuk memperbaiki tata pelaksanaan dari proses pemberian izin kapal,” jelas Budi.

Pemeriksaan uji KIR kapal wajib dilakukan setiap 6 bulan, dengan melihat kelayakan teknis kapal beroperasi. Selanjutnya, Kemenhub akan memberikan pendidikan kepada seluruh Nakhoda di Danau Toba.

“Nakhoda adalah pimpinan dalam perjalanan. Ia harus tahu persis apa harus dilaksanakan, memahani tata laksana pelabuhan, pendaftaran penumpang, dan manifest, serta tidak melampaui batas,” tuturnya.

Kemenhub akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelayaran di Danau Toba, sehingga tercipta kesadaran pihak pengelola kapal untuk melakukan pelayaran sesuai prosedur. (gus/bal/mag-08/mag-01)

 

 

Keluarga Korban Diajak Ikut Tim SAR

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos Warga melihat petugas menyiapkan alat deteksi bawah laut untuk mengetahui posisi bangkai kapal.
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
Warga melihat petugas menyiapkan alat deteksi bawah laut untuk mengetahui posisi bangkai kapal.

TIGARAS, SUMUTPOS.CO –  Di hari kelima tenggelamnya kapal KM Sinar Bangun, pihak Basarnas mengikutsertakan perwakilan keluarga korban untuk ikut mencari.

Kepala Basarnas M Syaugi memerintahkan secara langsung kepada Kepala Posko SAR Gabungan, untuk membawa perwakilan keluarga korban ikut bergabung dan melihat secara langsung upaya pencarian Tim SAR Gabungan di perairan Danau Toba, dengan menggunakan KMP Sumut I, Jumat (22/6), sekira pukul 12.12 WIB.

Dengan dipandu oleh Kepala Basarnas Parapat Torang M Hutahean, sekira Pukul 12.30 WIB, para keluarga korban tersebut pun berangkat dari Pelabuhan Tigaras untuk mengikuti perjalanan Tim SAR Gabungan.

Di dalam perjalanan, para keluarga korban yang ikut mendapatkan penjelasan secara terperinci tentang prosesi pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Misalnya, penjelasan mengenai pencarian menggunakan peralatan canggih yang dipaparkan oleh Kepala Basarnas Parapat.

KMP Sumut I yang mengangkut para keluarga korban dari jarak 700 meter mengikuti perjalan kapal kayu yang sudah terpasang peralatan canggih yang sengaja didatangkan dari TNI AL Jakarta untuk membantu Tim SAR. Di atas kapal kayu itu sendiri tampak M Syaugi sebagai Kepala Basarnas Pusat dan Bupati Simalungun hadir langsung dalam melakukan pencarian.

Sementara itu, Kepala BPBD Labusel Khairil Harahap mengatakan, sesuai data yang mereka himpun, ada empat warganya hilang dan menjadi korban.“Sesuai data kita, ada warga Labusel yang hilang dan ada juga yang sudah ditemukan. Kita masih turut melakukan pencarian,” kata Khairil Harahap.

Warga Labusel yang hilang atas nama Ayu Safitri, Sri Hendrayani, Beben dan Nisa Hastari. Sedangkan korban yang selamat yakni Riko Sijabat dan Toni.

Sedangkan Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Labuhanbatu juga turut membantu Tim Basarnas mencari korban tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba Tigaras.

Kepala BPBD Labuhanbatu H Sofyan Hasibuan, mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan salah seorang warganya atas nama Herman Surianto warga Desa N7 Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu.

Salah satu keluarga korban, Suar (55), warga Desa Sei Semujur Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara mengatakan, anaknya yang menjadi korban, Ipan Rahmat Sahputra (20), hingga saat ini belum ditemukan. “Sejak Senin malam hingga Rabu saya di sini, ke Tigaras dan ke Raya, untuk memastikan keberadaan anak saya. Saya sudah pasrah. Saya berharap petugas pencari dapat segera menemukan kapal serta penumpang KM Sinar Bangun,” harapnya.