Home Blog Page 6255

Hotman Paris Sumbang Rp100 Juta

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos PMI Medan dan BPBD Medan mencari korban hilang di sekitar Danau Toba.
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
PMI Medan dan BPBD Medan mencari korban hilang di sekitar Danau Toba.

SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumut, Riadil Akhir Lubis, mengatakan pihaknya membuka rekening khusus untuk menerima donasi terkait insiden tenggelamnya KM Sinar Bangun. “Silakan kalau ada masyarakat yang ingin memberikan donasi atau bantuan. Bisa dikirim ke BRI nomor rekening 005301-004-590-301 atas nama BPBD Sumut,” katanya.

Sejauh ini, kata dia, sudah terkumpul uang di rekening tersebut senilai Rp100.325.341. “Rp100 juta itu bantuan dari pengacara Hotman Paris. Melalui kesempatan ini saya ucapkan terimakasih atas bantuannya,” katanya.

Seluruh donasi itu, lanjut Riadil, akan dipergunakan untuk membantu korban atau proses evakuasi. “Hotman Paris minta bantuannya dibelikan pelampung. Itu akan kami beli dan dibagikan kepada seluruh pengusaha kapal. Uang donasi itu akan kami pergunakan sebaik mungkin, rekeningnya juga akan diaudit,” katanya.

Menyoal evaluasi terhadap moda transportasi danau di sana, diakuinya secara khusus sedang dalam tahap penyelidikan aparat penegak hukum. Saat ini fokus tim masih tahap pencarian korban dan bangkai kapal.

Mengenai pendataan jumlah korban, menurut dia masih perlu dievaluasi kembali sesuai arahan Kapolri dan Panglima TNI. Pertama sumbernya dari keluarga yang hilang. Terakhir Kamis kemarin, data korban yang divalidasi itu sekitar 184 orang oleh posko pengaduan Polres Simalungun,” katanya.

Ia menyebut sejak Jumat kemarin upaya pencarian korban semakin ditingkatkan mulai dari radius di perairan sampai kedalaman danau, yakni melalui teknologi hydros milik angkatan laut dan jumlah personil.

Untuk penyelamatan, sudah tersedia personil sebanyak 943 orang yang dikomandoi Basarnas, di mana setiap tim terdapat satu koordinator. “Termasuk 14 BPBD di Sumut kita turun ke sana memberi bantuan,” katanya.

Penjabat Gubernur Sumut, Eko Subowo, mengatakan hari ini akan meninjau langsung ke lokasi kejadian.  Pihaknya akan mengkaji secara mendalam semua persoalan yang ada, termasuk mencari solusi perbaikan ke depan. “Solusinya itu satu, harus ditaati standar pelayanan minimal untuk keselamatan. NSPK dari pusat. Norma, Standart, Prosedur dan Kriteria di bidang angkutan ASDP,” ucapnya kepada wartawan usai dilantik Mendagri Tjahjo Kumolo di Kantor Gubsu, Jumat (22/6).

Ia mencontohkan, kalau kondisi kapal sudah kelebihan muatan, jangan dipaksa penumpang untuk masuk sebab bisa membahayakan keselamatan. “Kita akan segera berkoordinasi dengan Kemenhub serta pemda setempat, mengingat Danau Toba merupakan destinasi wisata internasional,” tegasnya.

KM Sinar Bangun tenggelam pada Senin (18/6/2018) pukul 17.15 Wib. Kapal motor tersebut tenggelam setelah meninggalkan dermaga sejauh 500 meter. Pada saat peristiwa itu terjadi, cuaca dalam kondisi hujan deras disertai angin kencang dan petir. Ketinggian gelombang diperkirakan hingga mencapai 2 meter. (adi/esa/mag-1/prn/bbs/mea)

 

 

Pencarian Radius 20 Kilometer

Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos PMI Medan dan BPBD Medan mencari korban hilang di sekitar Danau Toba.
Foto: Triadi Wibowo/Sumut Pos
PMI Medan dan BPBD Medan mencari korban hilang di sekitar Danau Toba.

SUMUTPOS.CO – Pencarian korban hilang kapal tenggelam, masih nihil hingga hari kelima. Padahal tim SAR Gabungan sudah menurunkan jangkar, ROV, Scan Sonar dan Multibeam Side Scan Sonar. Total korban selamat masih 18 orang plus nakhoda kapal, 3 korban meninggal dunia, dan 184 korban lainnya masih hilang.

Kepala Kantor SAR Pencarian dan Pertolongan Medan, Budiawan, kemarin mengatakan, pencarian di permukaan Danau Toba diperluas hingga sejauh 10-20 kilometer. ”Kenapa itu dilakukan? Karena korban-korban yang mungkin timbul di permukaan akan terhampar ke bibir danau. Sehingga Tim SAR mencari hingga bagian kiri dan kanan bibir danau,” kata Budiawan, Jumat (22/6).

Budiawan menjelaskan, tim yang melakukan penyelaman telah menggunakan alat Scan Sonar dan Multibeam Side Scan Sonar yang didatangkan dari Disposal Mabes TNI AL di Jakarta. Penyelam juga dibantu Tim Pasukan Khusus Detasemen Jalamangkar (Denjaka), Batalyon Intai Amfibi (Taifib) dan Komando Pasukan Katak (Kopaska).

Menurut Budiawan, titik pencarian korban di hari ke-5 berbeda dengan titik koordinat pada pencarian sebelumnya. Hal itu setelah Basarnas berkoordinasi dengan Nakhoda KMP Sumut II, yang ada di lokasi saat kejadian terjadi. “Waktu itu KMP Sumut II berdekatan langsung dengan KM Sinar Bangun, dan sempat mengevakuasi beberapa korban. Titik koordinat yang disampaikan nakhoda berbeda sekitar 2 mil dari titik koordinat kita sebelumnya,” ujar Budiawan. (adi/esa/mag-1/prn/bbs/mea)

 

 

Misteri Kedalaman Danau Toba

Foto: Triadi/Sumut Pos Keluarga korban menunggu kabar di Dermaga Tiga Ras.
Foto: Triadi/Sumut Pos
Keluarga korban menunggu kabar di Dermaga Tiga Ras.

SUMUTPOS.CO – Lima hari sejak tenggelam, bangkai kapal kayu KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6) lalu, belum ditemukan. Kedalaman dasar danau menjadi kendala pencarian. Di peta, kedalaman Danau Toba hanya 500-550 meter. Tetapi alat canggih tak mampu mendeteksi hingga kedalaman 600 meter. Sementara sistem GPS memperlihatkan kedalaman danau mencapai 1.600-an meter. Lebih dalam 640 meter dari perkiraan terdalam tahun 2013 lalu: 960 meter. Berapa sebenarnya kedalaman Danau Toba?

Danlantamal I Laksamada Pertama TNI, Ali Triswanto, mengatakan alat yang digunakan Tim SAR Gabungan tidak mampu mendeteksi hingga kedalaman 600 meter. Gelombang sensor akustik yang ada di dalam alat, tak mampu menampilkan kontur dasar danau.

“Kita tadi sampai kedalaman 600 meter. Gelombang sensor akustik kita ternyata sudah tidak mampu menampilkan kontur dasar danau. Karena kedalamannya melebihi 600 meter,” kata Ali Triswanto usai turun dari kapal yang memuat alat canggih dari Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Jumat (22/6).

Kepala Unit Tanggap Darurat Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal), Mayor Laut Ari Wibowo, yang langsung memimpin operasi penggunaan yang dipasang di satu unit kapal kayu, memberikan sedikit informasi terkait hal kegunaan alat tersebut.

Multibeam Echosounder, merupakan alat yang dapat mendeteksi hingga kedalaman dari 400 meter hingga dengan 500 meter. Sedangkan Side Scan Sonar untuk mendeteksi kedalaman air.

“Nantinya hasil dari operasi akan diberikan kepada pihak Basarnas, untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya. Peralatan ini sudah dipergunakan untuk melakukan pencarian bencana lainnya, di antaranya di Balik Papan dan Pulau Seribu,” katanya singkat.

Kepala Basarnas Pusat Letjend M Syaugi, dalam konferensi pers Jumat (22/6)  juga mengatakan, pencarian korban dengan titik koordinat yang diduga tempat tenggelamnya KM Sinar Bangun, ternyata melebihi batas jarak yang diperkirakan.

“Sampai hari ini, korban belum bisa ditemukan karena kedalaman Danau Toba melebihi 300 meter. Di peta kedalaman air mencapai 500-550 meter, sehingga harus dibantu oleh TNI AL dan diberikan bantuan alat Multibeam Side Scan Sonar. Tapi peralatan milik angkatan laut ini hanya punya jangkauan hingga 600 meter. Mendekati lokasi yang diduga tenggelamnya KM Sinar Bangun, alat Multibeam Side Scan Sonar sudah tidak bisa mendeteksi lagi. Artinya kedalaman Danau Toba melebihi 600 meter,” katanya.

Begitupun, tim gabungan tidak menyerah. Tim tetap akan melakukan upaya pencarian para korban, dengan menurunkan alat yang lebih canggih. Yakni sejenis Multibeam Side Scan Sonar dengan jangkauan hingga kedalaman 2.000 meter. Alat ini milik Basarnas dari Pekanbaru. Alat ini akan digunakan untuk menyisir semua daerah yang diperkirakan titik koordinat bangkai kapal. “Sekarang ini belum bisa dipastikan titik pasti koordinat kapal dimana. Tapi perkiraan sudah diseser,” ujarnya.

Ditambah lagi helikopter hari ini (Sabtu) sudah berada di Danau Toba untuk melakukan pencarian para korban. “Kita sudah serius dan maksimal dalam operasi pencarian ini,” kata M Syaugi.

Kapal Terseret Angin, 1 ABK Hilang di Danau Toba

Jaifan Situmorang, ABK Kami Sianr Ramos Marisi yang selamat.
Jaifan Situmorang, ABK Kami Sianr Ramos Marisi yang selamat.

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Belum usai duka tenggelamnya KM Sinar Bangun, satu lagi kapal kayu penumpang dilaporkan terhempas angin dan gelombang tinggi, saat menuju pulang usai mengantar penumpang, di perairan Danau Toba, Jumat (22/6) malam sekira pukul 19.00 Wib.

Informasi dihimpun Sumut Pos, KM Sinar Ramos Marisi, kapal kayu KM Ramos Risma Marisi menabrak bambu di pinggir Danau Toba. Diketahui, kapal tersebut hendak mengantar penumpang rombongan pesta dari Pulau Sibandang-Tapanuli Utara ke Pelabuhan Nainggolan-Samosir, Jumat (22/6) sekira pukul 19.30 WIB.

Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, jika saat kapal tersebut pada saat mengantar penumpang tidak memiliki lampu. “Keterangan dari sana, KM Ramos Risma Marisi berlayar tanpa memiliki lampu penerangan. Pada saat menurunkan penumpang di Nainggolan, kapal menabrak bambu di pinggir danau,” ungkapnya.

Dengan kondisi kapal mati, nakhoda kapal, Ama Monang Lumbanraja, menyuruh anak buah kapal (ABK) Jaifan Situmorang dan Rahmat Dani, masuk ke dalam air untuk mengecek kondisi kapal. Saat itu, posisi kapal terdampar sampai ke pinggir danau.

“Mesin mereka kemudian mati. Cuaca juga sedang buruk,” kata Koordinator Basarnas Danau Toba Torang M Hutahaean.

Dua orang tersebut pun berusaha mendorong kapal ke tepi. Namun tiba-tiba arus kencang dan membawa kapal mereka ke tengah danau. Joifan dan Rahmat pun berupaya menyelamatkan diri.

Namun hanya Joifan Situmorang yang berhasil selamat sampai ke pinggir danau.

Pengakuan Joifan, rekannya Rahmat tidak bisa menyelamatkan diri karena kelelahan. Hingga kini, yang bersangkutan dinyatakan masih hilang dan masih dalam pencarian.

“Saat itu kapal berpenumpang 5 orang. Joifan Situmorang, Rahmat Dani, Sahat Simorangkir, Jolom Sipayung, dan Ama Monang Lumbanraja,” sebutnya.

“Untuk korban selamat sudah dibawa ke Puskesmas Nainggolan. Bangkai kapal sudah ditarik ke kawasan Nainggolan,” pungkasnya.

Informasinya, KM Ramos Risma Marisi dicarter sebesar Rp200 ribu oleh rombongan pesta, untuk mengantar mereka kembali dari Pulau Sibandang ke Nainggolan.

Kepala Kantor SAR Medan Budiawan membenarkan informasi tersebut. Dirinya menyebutkan kecelakaan terjadi sekira pukul 19.00 Wib. “Iyah benar, satu orang sedang dalam pencarian. Anggota kita sudah turun ke danau untuk melakukan penyisiran terhadap korban,” kata Budiawan, Jumat (22/6).

Disebutkan, hujan disertai angin mengguyur kawasan Danau Toba sejak sore hingga malam.

Terpisah, Kapos Sar Parapat, Torang menerangkan, bahwa Koordinat kapal tersebut 02. 24’N 98.54′ E radial dari Posko Tigaras ke LKP 170° dengan jarak sktar 70 kilometer. “Kondisi saat ini, bahwa cuaca hujan deras dan angin kencang,” tandasnya.

Malam itu juga, Koordinator Pos SAR Danau Toba berkoordinasi dengan Kapolsek Onanrunggu, menggerakkan kapal masyarakat untuk membantu pertolongan, yakti KM. Petrus & KM Horas Bunda. Kedua kapal segera bergerak menuju lokasi kejadian, untuk melaksanakan operasi SAR.

Namun melihat jauhnya lokasi musibah dari posko Onangrunggu, pencarian dinilai tidak efektif pada malam hari. Untuk itu, Tim Pos SAR Danau Toba  rencananya akan digerakkan hari ini, Sabtu (23/6) pukul 07.00 Wib. (mag-1/bal/mea)

Alat Canggih Tak Mampu Deteksi Kedalaman Danau Toba

Triadi Wibowo/Sumut Pos Petugas Basarnas usai pencarian korban kapal Sinar Bangun yang tenggelam di perairan danau Toba di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6)
Triadi Wibowo/Sumut Pos
Petugas Basarnas usai pencarian korban kapal Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba di Dermaga Tiga Ras, Kamis (21/6)

TIGARAS, SUMUTPOS.CO – Selama lima hari, ratusan Tim SAR gabungan dikerahkan mencari korban dan bangkai kapal kayu KM Sinar Bangun. Bahkan pada hari kelima, Jumat (22/6), tim telah menurunkan dua alat canggih plus penyelam andal, untuk mencari posisi badan kapal yang tenggelam di Danau Toba pada Senin (18/6) lalu. Namun posisi kapal belum juga ditemukan.

Dua alat canggih yang diturunkan kemarin adalah Multibeam Echosounder dan Side Scan Sinar. Namun, ke dua alat itu ternyata belum mampu mendeteksi bangkai kapal dan korban. Alat tersebut dipasangkan di unit kapal kayu yang tergabung di dalam Tim SAR Gabungan.

Multibeam Echosounder merupakan alat yang dapat mendeteksi hingga kedalaman 500 meter, sedangkan Side Scan Sonar untuk mendeteksi kedalaman air.

Danlantamal I Belawan Laksamada Pertama TNI Ali Triswanto mengaku alat tersebut tak mampu mendeteksi hingga kedalaman 600 meter. Katanya, gelombang sensor akustik yang ada di dalam alat tak mampu menampilkan kontur dasar danau.

“Kita tadi sampai kedalaman 600. Gelombang sensor akustik kita ternyata sudah tidak mampu menampilkan kontur dasar danau. Karena kedalaman danau ternyata melebihi 600 meter,” katanya usai turun dari kapal pendeteksi tersebut.

Sebelumnya, tim telah menurunkan 10 penyelam andal dari Jakarta. Namun, tetap belum mendapatkan tanda-tanda.

Kepala Basarnas Pusat Letjend M Syaugi, dalam konferensi pers Jumat (22/6)  juga mengatakan, pencarian korban dengan titik koordinat yang diduga tempat tenggelamnya KM Sinar Bangun, ternyata melebihi batas jarak yang diperkirakan.

“Sampai hari ini, korban belum bisa ditemukan karena kedalaman Danau Toba melebihi 300 meter. Di peta kedalaman air mencapai 500-550 meter, sehingga harus dibantu oleh TNI AL dan diberikan bantuan alat Multibeam Side Scan Sonar. Tapi peralatan milik angkatan laut ini hanya punya jangkauan hingga 600 meter. Mendekati lokasi yang diduga tenggelamnya KM Sinar Bangun, alat Multibeam Side Scan Sonar sudah tidak bisa mendeteksi lagi. Artinya kedalaman Danau Toba melebihi 600 meter,” katanya. (bbs/mea)

Mobil Ustaz Ade Darmawan Dirusak OTK

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mobil Ustaz Ade Darmawan diserang orang tidak dikenal saat melintas di Titi Kuning, Medan, Kamis (21/6). Penyerangan ini diduga kuat terkait dengan Pilkada Sumatera Utara 2018.

Ustaz Ade Darmawan adalah tokoh Sumut yang getol menuntut pasangan calon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Ijeck) untuk transparan dan berkomitmen menjadi pemimpin bersih. Dia juga yang membongkar dugaan umrah fiktif Edy.

Pengamat politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin menilai kasus ini harus secepatnya diusut aparat. Pasalnya, kental keterkaitannya dengan pertarungan pilkada.

“Penyerangan ini tujuannya untuk mengalahkan. Menjegal lawan politik dengan cara seperti ini sudah enggak betul,” ujar Ujang saat dihubungi, Jumat (22/6).

Dikatakannya, konflik dalam politik adalah hal yang biasa. Namun, menggunakan kekerasan fisik tetap tidak bisa dibenarkan.

Dia juga meyakini pihak di balik serangan itu pasti akan rugi sendiri. Pasalnya, masyarakat tidak suka cara berpolitik semacam itu.

“Jadi, sebenarnya aneh kalau masih ada kubu pasangan calon yang menggunakan cara kekerasan untuk memenangkan pilkada,” tutur Ujang.

Dihubungi terpisah, Ustaz Ade menjelaskan mobil yang biasa dia tumpangi itu diserang empat orang tak dikenal (OTK) sekira pukul 23.00 WIB. Kaca depan bagian penumpang bolong akibat penyerangan itu.

“Kami menduga motif penyerangan ini berkaitan dengan aktivitas saya. Tapi saya tetap akan istiqomah menuntut pemimpin berani jujur dan bersih karena ini terkait nasib 14 juta jiwa masyarakat Sumut,” ujar Ustaz Ade.

Saat penyerangan terjadi, mobil tersebut dikendarai oleh Ustaz Ali. Ketika itu dia baru saja mengantar Ustaz Ade pulang ke rumah dari posko tim pemenangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.

Terkait penyerangan itu, kata Ustaz Ade, pihaknya sudah berkonsultasi dengan kuasa hukum untuk membuat laporan ke kepolisian.

“Penyerangan itu tidak mengendurkan perjuangan kami. Kami ingin pemimpin Sumut selanjutnya bisa mewujudkan pemerintahan yang bersih dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Ustaz Ade. (dil/jpnn)

Setelah Debat Pilgubsu Usai

Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (dua kiri)-Musa Rajeckshah (kiri) disaksikan pasangan cagub-cawagub Sumut nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (dua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) berpelukan usai Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa (19/6/2018). Debat publik tersebut digelar dengan tema Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia.
Pasangan cagub-wagub Sumut nomor urut satu Edy Rahmayadi (dua kiri)-Musa Rajeckshah (kiri) disaksikan pasangan cagub-cawagub Sumut nomor urut dua Djarot Saiful Hidayat (dua kanan)-Sihar Sitorus (kanan) berpelukan usai Debat Publik Ketiga Pilgub Sumut, di Hotel Santika Dyandra, Medan, Selasa (19/6/2018). Debat publik tersebut digelar dengan tema Penegakan Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Oleh : Anwar Saragih

(Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Darma Agung Medan)

Rangkaian debat kandidat Pilgubsu yang diselenggarakan KPU Sumut telah usai. Tiga kali pula masyarakat telah menyaksikan calon pemimpinnya beradu argumen terkait visi misi, program dan paparan solusi untuk menyelesaikan ragam permasalahan mendesak 5 tahun mendatang.

Tak hanya itu, jadwal kampanye pun tinggal menghitung hari bahkan hitungan jam sebelum pemilihan. Artinya seluruh warga Sumut yang punya hak pilih sudah hampir punya pilihan yang akan mereka coblos pada hari H di tanggal 27 juni 2018 nanti.

Dua kandidat Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah yang merupakan paslon bernomor urut satu (1) didukung oleh Partai Golkar (memiliki 17 kursi), Partai Gerindra (13 kursi), Partai Hanura (10 kursi), PKS (9 kursi), PAN (6 kursi), Partai Nasdem (5 kursi) hingga Partai Demokrat (14 kursi) membuat total dukungan dukungan Edy-Ijeck mencapai 74 kursi.

Sementara, paslon nomor urut dua (2) Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus  didukung oleh PDI perjuangan yang memiliki 16 kursi dan PPP yang memiliki 4 kursi hingga PKPI dengan 3 kursi, akhirnya memutuskan mendukung pasangan ini pasca pasangan JR Saragih-Ance Selian Gagal maju di Pilgubsu. Total dukungan untuk Djarot-Sihar yaitu 23 kursi.

Sementara PKB yang memiliki 3 kursi menjadi satu-satu partai yang belum menentukan pilihannya hingga hari ini terkait Pilgubsu, apakah ke pasangan Edy-Ijeck atau ke pasangan Djarot-Sihar.

Ormas Dilarang Kenakan Atribut di Seputaran TPS

Kapolrestabes yang baru, Kombes Dadang Hartanto.
Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak di Indonesia 27 Juni mendatang, khusus di Sumut dan Medan tensi dan potensi gangguan keamanan meningkat. Ancaman gangguan mulai dari hari pemungutan hingga pengumuman suara diprediksi terjadi.

Kapolrestabes Medan, Kombes Dadang Hartanto bersama sejumlah pemangku kebijakan, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), organisasi masyarakat (Ormas) dan pendukung pasangan Cagubsu lantas membuat maklumat (Pemberitahuan bersanksi hukum).

Pertemuan digelar di Mapolrestabes Medan. Kombes Dadang mengeluarkan tiga maklumat bersama agar semua pihak bersama-sama menjaga kedamaian mulai dari pemungutan suara pasca pengumuman suara di Medan.

“Jadi hari ini kita menyampaikan maklumat. Rencana kita menunjukan perhatian untuk mengelola keamanan di Kota Medan yang ditujukan terhadap potensi kerawanan, seperti ancaman terhadap orang atau sekelompok orang yang melakukan intimidasi yang dilakukan siapapun itu baik dari luar maupun dari dalam kota Medan,” tegasnya, Kamis (21/6).

Poinnya, kata Kapolrestabes, agar semua pihak bersama-sama membangun komitmen terhadap masyarakat untuk menjaga Kota Medan tetap kondusif dalam menghadapi Pilkada 2018. Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar menerima secara legowo apa hasil Pilkada Sumut.

“Harapannya masyarakat sama-sama memahami walaupun terjadi ketidaksepahaman terkait hasil nanti di dalam Pilkada yang dapat nantinya memicu kerawanan, itu sebaiknya diarahkan kepada aturan hukum yang berlaku,” jelasnya.

Dalam maklumat itu, ada pesan kesepakatan dan imbauan agar kelompok masyarakat di wilayah hukum Polrestabes Medan lebih menjaga ketertiban.

Disamping itu, dalam maklumat tersebut Kombes Dadang menegaskan agar tidak ada atribut kelompok masyarakat melekat dan melakukan aktifitas di seputaran jalan menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Tujuannya adalah agar tidak ada persepsi aneh-aneh. Intinya kita minta agar pilkada damai dan mari kita bersama-sama menjaganya,” ungkapnya.(dvs/ala)

 

3 DPC PDIP Yakin Djoss Menang di Labuhanbatu Raya

KOMITMEN: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan diapit Ketua DPC PDIP Labusel H Zainal Harahap (kanan), Ketua DPC Labuhanbatu Pangonal Harahap (kiri) dan Ketua DPC Labura Agustinus Simamora (paling kiri) berkomitmen menangkan Djoss, di Gedung Nasional Jalan Ahmad Yani Rantauprapat, Kamis (21/6).
KOMITMEN: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Trimedya Panjaitan diapit Ketua DPC PDIP Labusel H Zainal Harahap (kanan), Ketua DPC Labuhanbatu Pangonal Harahap (kiri) dan Ketua DPC Labura Agustinus Simamora (paling kiri) berkomitmen menangkan Djoss, di Gedung Nasional Jalan Ahmad Yani Rantauprapat, Kamis (21/6).

RANTAUPRAPAT, SUMUTPOS.CO – Setelah libur lebaran, kader PDI Perjuangan siap ’perang’ menghadapi Pilgubsu 27 Juni yang sudah tinggal hitungan hari. Di masa injury time ini, “panglima perang” pemenangan Cagubsu-Cawagubsu nomor urut 2 (Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss)), Trimedya Panjaitan melakukan konsolidasi ke DPC-DPC, untuk memastikan kerja partai sampai di lini grass root yakni ranting (desa) benar-benar siap ’perang’.

Di H-6 Pilgubsu, Trimedya Panjaitan yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR RI, menghadiri hahal bihalal sekaligus memimpin rapat konsolidasi pemenangan Djoss 3 DPC PDIP se-Labuhanbatu Raya. Rapat digelar di Gedung Nasional Jalan Ahmad Yani, Rantauprapat dan dihadiri seribuan kader, Kamis (21/6).

Ketiga DPC tersebut masing-masing, DPC Labuhanbatu yang diketuai H Pangonal Harahap SE MSi yang juga Bupati Labuhanbatu. Kemudian, DPC Labuhanbatu Utara (Labura) diketuai Agustinus Simamora dan DPC Labuhanbatu Selatan (Labusel) diketuai H Zainal Harahap.

Pangonal Harahap sebagai Ketua DPC PDIP Labuhanbatu bertekad meraup 70 persen suara untuk Djoss. H Zainal Harahap berjanji memenangkan Djoss di Labusel minimal 55 persen suara.

Sedangkan Agustinus Simamora mengatakan, meski di Labura persaingan sangat ketat, tapi dia memastikan Djoss menang 51 persen. Mereka bertiga beserta Ketua-ketua PAC dan ranting sepakat, Djoss harus menang. Karena kemenangan itu adalah marwah partai.

Zainal Harahap mengaku sudah menyebarkan kader sampai di perbatasan wilayah Labusel. Bahkan dia membuat nonton bareng (nobar) debat ketiga Cagubsu berhadiah yang dihadiri 2.000 orang masyarakat.

Trimedya Panjaitan mengutus dr Farel Nababan, Anggota DPRD Sumut untuk mendukung pemenangan Djoss di Kecamatan yang ada di Labura. Sebab di daerah ini, Djoss dan paslon lain bersaing ketat.

Trimedya Panjaitan mengapresiasi kerja ketiga DPC dan mengagumi pola nonton bareng bersama masyarakat. Karena nobar bertujuan menunjukkan kepada masyarakat bagaimana visi-misi, kemampuan Djoss dalam berdebat.

“Dengan demikian, kita bisa meyakinkan masyarakat jagoan kita bisa segalanya dan paling mampu memimpin Sumut lima tahun ke depan. Debat tersebut juga bisa menaikkan rating Djoss, karena pada debat pertama dan kedua menaikkan rating calon kita,” kata Trimedya.

Hadirnya Trimedya di Labuhanbatu Raya, karena tiga Kabupaten ini termasuk penyangga suara kemenangan Djoss dengan DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang cukup signifikan.

Sekarang kata Trimedya, suara jumlah DPT paling besar adalah Medan dengan 1,5 juta pemilih, Deliserdang 1,1 juta dan Langkat 659.000 pemilih. Ketiga daerah ini harus dimenangkan Djoss, kemudian partai konsentrasi di Labuhanbatu Raya.

Sama seperti di pertemuan-pertemuan sebelumnya, Trimedya mengingatkan kader agar memastikan semua pemilih Djoss sudah mendapat formulir C6 sampai H-3.

Bila C6 belum dapat, arahkan warga membawa E-KTP agar bisa ikut mencoblos. Kemudian dipastikan juga tidak ada kecurangan di TPS. Misalnya, penyelenggara pemilu yang tidak netral.

“Jika ada ditemui indikasi money politics, seperti serangan fajar, segera laporkan ke panwas dan kepolisian. Karena kecurangan Pilkada bisa masuk ke ranah pidana umum. Kapolres Labuhanbatu sudah siap mengantisipasi money politics dan sudah mengerahkan anggotanya dari Polsek sampai Babinsa,” tegasnya.(adz/ala)

 

 

 

Korban KM Sinar Bangun Minta Ganti Kereta

Sandri Sianturi bersama Ibunya di kediamannya.
Sandri Sianturi bersama Ibunya di kediamannya.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Sandri Sianturi (22) warga Dusun I Desa Perdamaian, Tanjung Morawa B, Deliserdang, salah satu penumpang Kapal KM Sinar Bangun yang selamat meminta tanggung jawab.

Ini disampaikan ibunya, Dona Roslina Br Sitorus (62). Disampaikan, walaupun putranya selamat, namun Sandri masih sering mengalami pusing-pusing akibat benturan di kepala yang dialaminya .

“Informasi ada bantuan biaya perobatan sesuai jumlah biaya perobatan terhadap korban. Kami berharap dananya tidak menyimpang,” imbuhnya pada Kamis (21/6/2018) sore, sembari berharap biaya perobatan putranya diganti dengan dana bantuan dimaksud.

Sandri menambahkan, secara pribadi, dirinya berharap jika bantuan yang diterima bukan sekedar ganti biaya perobatan. Melainkan ditambahkan dengan ganti rugi material.

“Yah,saya juga sangat mengharapkan bantuan baik dari pihak KM Sinar Bangun ataupun Pemerintah. Karena dalam peristiwa tersebut saya sudah kehilangan kereta,” pinta Sandri. (asw/ras)