Home Blog Page 6344

Jukir Sayat Leher Pedagang

Marulak Tamba
Marulak Tamba

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Marulak Tamba (35) warga Jalan Selamat Gang Suka, Kecamatan Medan Amplas, harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, juru parkir (Jukir) ini ditangkap lantaran menganiaya Sudhiharto Djafar.

Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin mengatakan, peristiwa penganiayaan itu terjadi pada Senin (14/5) lalu. Saat itu, korban yang hendak berangkat ke pasar Simpang Limun berpapasan dengan pelaku.

Korban yang mengenal pelaku, ketika berpapasan mengingatkan agar pelaku dapat bersikap baik dan tidak mencuri lagi di seputaran pasar Simpang Limun. Namun ternyata pelaku tidak terima, dan nasihat itu justru membuatnya marah.

“Karena tak senang, lalu pelaku mengambil sebilah pisau carter dan mengayunkankannya ke arah leher korban. Alhasil akibat sabetan itu, leher korban pun terluka,” ungkapnya, Kamis (17/5).

Melihat korban telah berlumur darah,  pelaku langsung meninggalkan korban begitu saja. Sedangkan warga yang melihat kejadian itu langsung melarikan korban kerumah Sakit Umum Estomihi di Jalan Sisingamangaraja.

Tak terima dianiaya, usai mendapatkan perawatan korban pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Patumbak. Tak lama setelahnya, sekira pukul 14.00 WIB petugas menangkap Marulak Tamba.

Saat ditangkap, pelaku sedang berada disebuah rumah di Jalan Selamat Gang Suka. Kemudian pelaku dibawa ke Polsek Patumbak guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelaku disangkakan dengan pasal 351 ayat 3 KUHP dan ancaman hukuman diatas 5 tahun kurungan penjara,” pungkasnya.(mag-1/ala)

Diajak Berhubungan Sesama Jenis, ASN Habisi Nyawa Teman

Foto: ADI LAOLI/SUMUT POS PAPARKAN: Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan didampingi Waka Polres Nias Kompol Emanuel Harefa memaparkan kasus pembunuhan pasangan homo di Mapolres Nias, Rabu (16/5)
Foto: ADI LAOLI/SUMUT POS
PAPARKAN: Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan didampingi Waka Polres Nias Kompol Emanuel Harefa memaparkan kasus pembunuhan pasangan homo di Mapolres Nias, Rabu (16/5)

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Tidak terima diajak berhubungan sesama jenis, Arliman Jaya Sakti Hura (25) nekat menggorok leher Boy Peniel Mendrofa (27) hingga tewas. Belakangan terungkap, hubungan sesama jenis itu sebagai imbal perpanjangan jatuh tempo hutang pelaku kepada korban.

“Peristiwa tersebut terjadi di rumah pelaku. Tepatnya di Desa Idanotae, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, Kota Gunungsitoli,” ujar Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan SIK dalam konferensi persnya di Mapolres Nias, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Rabu (16/5).

Dijelaskan kapolres, Jumat (12/5) sekira pukul 20.00 WIB pelaku menghubungi korban agar datang kerumahnya. Pelaku berencana membicarakan hutang cicilan handphone yang dibeli secara kredit melalui korban.

Korban yang tinggal di Desa Hiliweto-Gido, Kabupaten Nias berangkat menuju tempat kejadian perkara (TKP) menggunakan sepeda motor.

“Karena tak punya uang untuk pembayaran cicilan, korban memberi kelonggaran waktu untuk pembayaran. Namun dengan syarat, korban meminta berhubungan badan (seks sesama jenis),” jelas kapolres.

“Mendengar permintaan korban, pelaku berpura-pura setuju lalu mengajak korban kesamping rumah dan keduanya saling berciuman,” sambungnya.

Tak lama berpagutan, pelaku yang masih berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) itu minta ijin kepada korban untuk minum air. Padahal, tujuan pelaku untuk mengambil pisau.

Saat kembali ke tempat korban, pelaku langsung menciumi leher korban dari belakang. Tiba-tiba pelaku mengambil pisau yang sudah diselipkan di kantong celananya dan langsung menggorok leher korban.

“Korban sempat meronta sambil berteriak minta tolong. Karena panik, pelaku langsung menutup mulut korban dengan tangan kiri,” jabar kapolres.

“Sementara, tangan kanan pelaku dimasukkan kedalam luka leher korban dan dengan sekuat tenaga menarik korban ke semak-semak (di bawah pohon coklat) dan membanting korban. Keduanya terjatuh ke tanah, sambil berguling-guling pelaku tetap menutup mulut korban hingga korban tidak bergerak lagi,” sambungnya.

Jual Sabu, Boru Sirait Nyusul Suami ke Penjara

Yusniar br Sirait diperiksa penyidik usai tertangkap.
Yusniar br Sirait diperiksa penyidik usai tertangkap.

KISARAN, SUMUTPOS.CO – Ketahuan jual sabu, Yusniar br Sirait (47) warga Dusun IV Desa Air Genting Kecamatan Air Batu bakal menyusul suaminya ke Lembaga Permasyarakatan (LP) Labuhan Ruku yang lebih dulu ditangkap pada tahun 2017 lalu.

Kasat Narkoba AKP Wilson Siregar, Kamis (17/5) di ruang kerjanya membenarkan penangkapan Yusniar. Tersangka dibekuk saat berada di dalam rumah.

Setelah dilakukan penggledahan didampingi Kepala lingkungan setempat, ditemukan barang bukti 54 plastik klip ukuran kecil berisi sabu dengan berat 8,14 gram, 5 bungkus plastik klip kosong, 1 skop terbuat dari pipet, timbangan elektrik, satu unit Handphone merek Samsung, 1 plastik assoy putih dan uang Rp200 ribu.

Kronologis penangkapan awalnya petugas terlebih dulu melakukan penyelidikan setelah menerima informasi kalau di daerah Air Genting ada seorang wanita yang berstatus IRT menjual narkoba.

“Setelah diselidiki, akhirnya kami menangkapnya,” ungkapnya.

Tersangka saat diinterogasi mengatakan, barang haram itu dipasoknya dari salah seorang pria warga Kota Tanjungbalai yang identitasnya belum diketahui.

“Tersangka merupakan istri dari tersangka Anto Eleng yang lebih dulu ditangkap polisi pada tahun 2017 lalu dan salah seorang anak dari tersangka juga saat ini mendekam di LP Pematangsiantar dalam kasus yang sama,” tambanya.(fm/ma/smg/ala)

Setubuhi Pacar, Remaja Singkil Dibekuk

Ilustrasi

ACEH, SUMUTPOS.CO – RE (19) warga Kecamatan Simpang Kanan, Aceh Singkil, terpaksa harus mendekam di balik sel tahanan Polres Aceh Singkil.

Ia ditangkap petugas Sat Reskrim karena menyetubuhi pacarnya, sebut saja Bunga (14), Rabu (16/5) sekira pukul 09.00 WIB.

Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil Iptu Agus Riwayanto Diputra mengatakan, penangkapan terhadap tersangka RE dilakukan berdasarkan laporan orang tua korban kepada polisi.

Berdasarkan laporan, RE melakukan perbuatan tak terpuji itu pada hari Rabu (16/5) sekira pukul 06.30 WIB di Kecamatan Simpang Kanan.

Kata kasat, perbuatan tersangka terungkap saat korban menceritakan perbuatan bejat RE kepada orang tuanya.

“Kemudian orang tua korban melaporkannya ke Polisi,” kata Kasat, Kamis (17/5).

Hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka, RE mengakui perbuatannya. Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor jenis Honda Vario yang digunakan tersangka dan sejumlah pakaian korban.

“Kita akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan melakukan gelar perkara untuk melengkapi Mindik dan kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan. Tersangka dan barang bukti saat ini diamankan di Mapolres,” tukasnya.(mag-2/ala)

Hutaginjang & Taman Sipinsur Masuk Titik Geosite

TRIADI WIBOWO/SUMUT POS_ Luasnya danau toba di lihat dari puncak Hutaginjang Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (22/3)
TRIADI WIBOWO/SUMUT POS_
Luasnya danau toba di lihat dari puncak Hutaginjang Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Selasa (22/3)

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) tak ingin Danau Toba gagal lagi diakui UNESCO. Karenanya, Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Hj Nurhajizah Marpaung terus berupaya menyatukan persepsi bersama seluruh pemerintah kabupaten se-kawasan Danau Toba, agar kesiapan menuju taman bumi (Geopark) benar-benar dilakukan bersama. Sehingga dalam beberapa bulan ke depan, semua faktor pendukung bisa disiapkan.

Kamis (17/5), Wagubsu Nurhajizah Marpaung bersama Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sabrina, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Wan Hidayati serta sejumlah pejabat lainnya melakukan simulasi persiapan Geopark Kaldera Toba (GKT) menjadi taman bumi yang diakui dunia. Mereka mengunjungi beberapa lokasi di kawasan Danau Toba yang menjadi lokasi penilaian Tim Assesor dari UNESCO.

“Ini memang masih simulasi, tetapi apapun ceritanya kita harus siap. Memang masih banyak yang belum selesai. Maka kami mohon disiapkan segala sesuatunya. Karena kita memang harus terus sinergi antara pusat dan daerah, tidak bisa hanya satu saja,” ujar Nurhajizah.

Dia juga menekankan pentingnya sosialisasi kepada generasi muda tentang pemahaman terhadap Geopark. Namun hal itu dapat dilakukan melalui ibu. Sehingga ketika ditanya soal Geopark, diharapkan masyarakat memahami serta dapat menjelaskan.

Sementara Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup, Sabrina memberikan masukan, agar panel (papan) informasi yang tersedia di titik-titik geosite dibuat dengan kalimat sederhana dan menampilkan bahasa yang mudah dimengerti. Karena tidak semua yang datang memahami istilah yang ilmiah. “Kecuali memang tidak ada bahasa lain yang bisa mewakili satu nama ilmiah,” sebutnya.

Beberapa titik geosite yang menjadi contoh kunjungan tersebut di antaranya Hutaginjang (Taput), Taman Sipinsur (Humbahas), Museum TB Silalahi dan Onan (Pasar) Balige (Tobasa). Seluruhnya merupakan bagian bukti kekayaan yang dimiliki Geopark Kaldera Toba, baik dari segi geologi, sejarah dan budaya serta faktor pendukung lainnya.

Karena itu, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur, Kemenko Kemaritiman Safri Burhanuddin menekankan pentingnya mengetahui secara umum, apa sebenarnya Geopark serta bagaimana menyiapkan diri agar mendapat pengakuan dari UNESCO. Mengingat pada beberapa tahun lalu, GKT belum diakui kalangan internasional, karena beberapa hal seperti ketidakselarasan antara pemerintah kabupaten se-kawasan.

“Bayangkan saja kalau Gunung Tambora itu, letusannya (1815) mampu merubah iklim di Indonesia. Gunung Toba yang meletus 74ribu tahun lalu, seratus kali lipat dahsyatnya dari Tambora. Inilah yang kita lihat sekarang ini,” sebutnya.

Safri pun menegaskan bahwa satu poin penting dari penilaian oleh UNESCO adalah kebersihan. Faktor tersebut menjadi satu keharusan dan mutlak harus dijaga oleh seluruh masyarakat.

Menyambut kedatangan rombongan, Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor mengatakan pihaknya mendukung upaya tersebut. Meskipun diakuinya masih ada beberapa yang perlu dibenahi, namun jajarannya terus berusaha membenahi kawasan tersebut. (bal)

Akses ke SMAN 21 Medan Terhalang Rumah dan Tanah Warga

SUMUTPOS.CO – Warga yang tinggal di Jalan Keramat Indah/Jermal XV, Menteng, Medan Denai, mengeluhkan akses ke SMAN 21 Medan terputus. Pasalnya, akses menuju ke sekolah tersebut yang melewati Jalan Keramat Indah terhalang rumah dan tanah warga sehingga harus mengambil jalan yang jauh jaraknya.

Salah seorang warga bernama Rizal berharap, agar akses jalan ke SMAN 21 itu bisa dibuat jalan tembus. “Dari tahun 2107, warga sudah berharap agar akses jalan menuju sekolah itu bisa tembus langsung, karena selama ini tidak bisa lantaran adanya tanah warga di tengah. Sehingga, warga yang hendak mengantarkan anaknya ke sekolah tersebut harus memutar jauh menuju Jalan Menteng atau sebaliknya dari area perkebunan kawasan Selambo,” ungkapnya, kemarin.

Lurah Menteng, M Pandapotan Ritonga menuturkan, akses Jalan Keramat Indah menuju SMAN 21 memang terputus akibat adanya lahan warga. “Kita sudah cek lahan tanah di tengah jalan itu memang ada yang memiliki, sehingga harus dilakukan pembebasan,” tuturnya.

Ia menyebutkan, persoalan ini sudah disampaikan warga ke DPRD Medan (Komisi A). Bahkan, telah dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) baru-baru ini.

Sementara, menyikapi permintaan warga, anggota Komisi A, Sabar Syamsurya Sitepu mengatakan, jika memang lahan tersebut bisa dilakukan pembebasan pihaknya akan segera menampung anggaran di Perubahan APBD Kota Medan 2018. Namun begitu, diharapkan kepada Pemko Medan untuk meneliti lebih dahulu apakah lahan yang telah berdiri rumah warga dan menghalangi akses jalan, milik warga atau negara.

“Kalau ternyata setelah diteliti milik negara, maka Pemko harus segera mengambil kembali. Akan tetapi, apabila memang milik warga maka harus membebaskannya demi kepentingan umum, apalagi untuk masalah pendidikan,” kata Sabar.

Diutarakan dia, persoalan tertutupnya akses jalan ke SMAN 21 ini sudah puluhan tahun sejak 1994 atau sekitar 24 tahun. “Kita harapkan Pemko Medan segera melakukan pembebasan atau ganti untung dan kita dukung di P-APBD 2018 untuk dimasukan karena hal ini menyangkut kepentingan masyarakat,” ucapnya.

Sabar menambahkan, dalam persoalan ini pihak Dinas PKP2R Kota Medan telah dipanggil untuk memproses lebih lanjut. Dengan begitu, anak-anak sekolah maupun orang tuanya yang hendak mengantarkan tidak jauh lagi untuk mengambil jalan. (ris/ila)

 

 

PSMS vs Sriwijaya: Putus Rekor Buruk

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Para pemain PSMS saling gendong usai bermain internal game pada sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga, Selasa (24/4).
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Para pemain PSMS saling gendong usai bermain internal game pada sesi latihan di Stadion Mini Kebun Bunga, beberapa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Sriwijaya FC kerap menjadi momok bagi PSMS Medan. Untuk itu Ayam Kinantan bertekad memupus rekor buruk itu saat bersua Laskar Wong Kito di Stadion Teladan, Jumat (18/5) malam nanti.

Masih teringat jelas bagaimana sulitnya PSMS menang atas Sriwijaya. Dua kali bersua di Piala Presiden, tim besutan Djadjang Nurdjaman selalu keok.

Pun dahulu, Sriwijaya sudah sulit ditumbangkan PSMS. Termasuk saat final Liga Indonesia 2007. Selangkah lagi merengkuh kejayaan, namun Sriwijaya yang saat itu juga dikomandoi Rahmad Darmawan memupus mimpi PSMS dengan skor 3-1.

Kini Rahmad datang lagi ke Medan. Tentunya dengan maksud kembali melukai PSMS yang saat ini posisinya tak stabil di klasemen dan terjerumus ke papan bawah dari delapan laga. Namun pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman tak mau hal itu terjadi lagi. Apalagi di kandang sendiri.

Menurutnya, Sriwijaya tim yang bagus dan selalu bermain konsisten. Sriwijaya mampu menaklukkan Bali United dengan skor 4-3 saat bertandang ke markas Bali United.

“Menurut saya Sriwijaya satu dari dua tim yang selalu tampil konsisten dalam laga kandang dan away, begitu juga dengan Persebaya,” ucap Djanur dalam sesi temu pers, Kamis (16/5) sore.

Pelatih asal Bandung juga mengatakan bahwa setiap pertandingan yang mereka jalani, timnya selalu bermain dengan perasaan tertekan “Mental kami selalu seperti ini, ada tekanan sendiri karena sebelumnya kalah lagi di away. Tapi semoga pemain bisa keluar dari tekanan ini” tuturnya.

Menghadapi skuat Laskar Wong Kito, PSMS akan berusaha sekuat mungkin agar dapat memenangkan pertandingan. Djanur mengatakan bahwa siapa pun lawan yang dihadapi saat di kandang, timnya harus dapat memenangkan pertandingan “Siapa pun lawannya, kalau di kandang wajib menang, kan ini rumah kita,” tuturnya.

Namun Djanur menggarisbawahi lini pertahanan yang harus meminimalisir kesalahan. Pasalnya hal itu akan dimanfaatkan Laskar Wong Kito yang punya barisan penyerang ganas seperti Dzalilov, Beto Goncalves dan Makan Konate. “Yang namanya Sriwijaya semua berbahaya. Orang bilang Beto Goncalves berbahaya? Saya pikir lebih berbahaya Dzalilov. Orang bilang Makan Konate harus diwaspadai? Malah lebih berbahaya Adam Alis. Makanya kami tidak bisa menaruh kewaspadaan kepada satu atau dua pemain saja,” katanya.

PTPN IV Fasilitasi 1.000 Pemudik

Sutan Siregar/SUMUT POS Sejumlah calon penumpang berada full booked ALS Jalan Sm. Raja Medan, Senin (21/7). H-7 Lebaran Idul fitri 1435 H, pemudik sudah mulai memadati terminal dan full booked untuk kembali kekampung halaman mereka masing-masing, diperkerikan puncak arus mudik Jumat (25/7) mencapai 460.887 bus yang disiapkan Dinas Perhubungan Kota Medan, hal tersebut untuk mengantisipasi pelonjakan pemudik
Sutan Siregar/SUMUT POS
Sejumlah calon penumpang memadati bus di Jalan Sisingamaraja Medan untuk mudik lebaran, tahun lalu.

SUMUTPOS.CO – Bagi masyarakat Kota Medan yang ingin pulang kampung ke  Lhokseumawe, Rantauprapat atau Padang Sidempuan, namun tak memiliki biaya, bisa mendaftarkan diri untuk mudik gratis alias tanpa biaya. Cukup datang ke Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara IV, Jalan Letjen Suprapto No. 2 Medan. Rencananya, PTPN IV akan menyediakan untuk 1.000 pemudik.

Program mudik gratis bersama ini akan dilaksanakan PTPN IV pada 9 – 10 Juni 2018. Para pendaftar mudik gratis, berangkat dari halaman Kantor Direksi Jalan Letjen Suprapto No. 2 Medan.

Program mudik gratis ini dalam rangka menyambut mudik Lebaran 2018. Kementerian BUMN menggelar program mudik gratis dengan menyediakan 200.000 kursi.  PTPN IV sebagai salah satu Anak Perusahaan BUMN Perkebunan juga berpartisipasi dalam program mudik gratis bersama dengan menyediakan bus eksekutif. “Tahun ini direncanakan diberangkatkan 1.000 pemudik,” kata Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PTPN IV Rizal H Damanik.

Dikatakan Rizal, Program mudik gratis bersama PTPN IV ini bertujuan untuk mengalihkan pemudik yang biasa menggunakan sepeda motor ke moda transportasi yang lebih nyaman dan aman. “Sekaligus untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang umumnya dari pengguna sepeda motor,” kata Rizal H Damanik.

PTPN IV akan menyediakan 25 armada bus eksekutif untuk mengangkut 1.000 peserta mudik gratis bersama PTPN IV.  “Rute dari Medan ke Lhokseumawe, dari Medan ke Rantauprapat dan dari Medan ke Padang Sidempuan dan titik kumpul di Kantor Direksi PTPN IV,” papar Rizal lagi.

Rizal menyebutkan, persiapan mudik gratis bersama PTPN IV ini dilakukan atas inisiatif dari Kementerian BUMN dalam rangka memastikan semua BUMN dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di saat mudik, dengan tagline *BUMN Hadir Untuk Negeri*

Project Manajer PKBL PTPN IV Riza Fahlevi Naim menjelaskan, masyarakat yang mengikuti program mudik gratis bersama PTPN IV akan menggunakan bus eksekutif yang memiliki standar pelayanan premium antara lain, reclining seat, AC, audio/ video dan masing-masing pemudik diberikan kaos, topi, goodybag serta tiket perjalanan gratis.

Ayo daftarkan diri Anda dan keluarga melalui program mudik gratis bersama PTPN IV ke PMO PKBL PTPN IV HP/ WA 0812 6448 1547 dengan melampirkan fotocopy KTP dan Kartu Keluarga mulai hari ini hingga 31 Mei 2018.

Ditanya Soal Kisruh Pasar Peringgan, Eldin Pilih Bungkam

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS BLOKIR_Puluhan pedagang tradisional dari Pasar Peringgan menggelar aksi di depan kantor Wali Kota Medan, Jl Kapten Maulana Lubis, Senin (7/5). Dalam aksinya, massa sempat memblokir jalan hingga menyebabkan kemacetan, Aksi ini digelar sebagai bentuk penolakan para pedagang atas pengalihan pengelolaan pasar kepada pihak swasta.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
BLOKIR_Puluhan pedagang tradisional dari Pasar Peringgan menggelar aksi di depan kantor Wali Kota Medan, Jl Kapten Maulana Lubis, Senin (7/5) lalu.

SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Dzulmi Eldin terkesan menutup diri soal kisruh pengelolaan Pasar Peringgan, yang hingga kini belum menuai kata sepakat. Dimana, pedagang tetap menolak dikelola pihak swasta (PT Parbens).

Saat ditemui usai peresmian Gerai Kedai Kita di Pusat Pasar, Kamis (17/5) siang, orang nomor satu di Pemko Medan ini memilih bungkam. Bahkan, Eldin menghindar dari awak media yang hendak mewawancarainya.

Padahal, awalnya Eldin sudah mau untuk diwawancarai ketika menuju dan hendak masuk ke dalam mobilnya. Namun, ketika dilontarkan pertanyaan bagaimana kisruh Pasar Peringgan, Eldin langsung menoleh meninggalkan wartawan dan masuk ke dalam mobilnya.

Tak jauh beda, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Rusdi Sinuraya yang juga berada di lokasi juga demikian. Rusdi enggan berkomentar banyak mengenai kisruh pengelolaan pasar tradisional tersebut. “Jangan saya lah,” ucapnya singkat.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi C DPRD Medan Boydo Panjaitan menyatakan, pengelolaan Pasar Peringgan yang diberikan kepada pihak ketiga disebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2014. Untuk itu, Pemko Medan harus membatalkan kerja sama dengan PT Parbens.

“Dalam perda tersebut sudah jelas bahwa pengelolaan pasar tradisional harus dikelola oleh BUMD, yakni PD Pasar. Kalau memang ternyata dikelola pihak ketiga atau swasta, untuk apa dibuat perda itu,” kata Boydo.

Diutarakan dia, sebelumnya persoalan yang sama pernah terjadi semasa dirinya menjabat Ketua Komisi C. Ketika itu, Pasar Peringgan dikelola oleh pihak ketika juga yaitu PT Triwira Roka Jaya.

“Selaku mantan Ketua Komisi C, saya merasa terhina dengan permasalahan Pasar Peringgan ini karena saya ikut memperjuangkan dan merekomendasikan pasar ini ditarik dari pihak ketiga. Namun kini seenaknya saja Pemko Medan menyerahkannya kembali ke pihak ketiga (PT Parbens),” cetusnya

Menurut Boydo, Pasar Peringgan merupakan aset yang sudah dipisahkan dari Pemko Medan ke PD Pasar. Jadi, Pemko Medan tidak bisa semena-mena lagi mengambil alih pengelolaannya. “Karena sudah menjadi aset PD Pasar, Pemko Medan tidak bisa seenaknya saja mengalihkan pengelolaannya ke pihak ketiga. Hal ini jelas sudah melanggar aturan dan perda,” ucapnya.

Ia menyebutkan, bila kondisi ini dibiarkan maka bukan tidak mungkin terjadi dengan pasar tradisional lainnya yang sudah dipisahkan asetnya dari Pemko Medan.

“Ini sudah tidak benar, kan gawat ketika PD Pasar sudah mengeluarkan surat kepada pedagang untuk menempati kios atau lapak. Akan tetapi, tiba-tiba Pemko Medan mengalihkan pengelolaannya kepada pihak ketiga. Ada apa ini sebenarnya, dan pasti ada tekanan. Hal ini jelas merugikan pedagang,” paparnya.

Ditambahkan Boydo, kalau memang dikelola swasta kenapa tidak ada kontes atau pelelangan untuk pengelolaan pasar tersebut. “Kok ujuk-ujuk langsung PT Parbens yang mengelola,” pungkasnya. (ris/ila)

 

 

Pelayanan BPJS Kian Ribet

Kantor BPJS dipadat warga yang akan melakukan pendaftaran kartu peserta BPJS, Rabu (11/2). F-Cecep Mulyana/Batam
Kantor BPJS dipadati warga yang akan melakukan pendaftaran kartu peserta BPJS, beberapa waktu lalu. F-Cecep Mulyana/Batam

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meraih predikat Wajar Tanpa Modifikasian (WTM). Predikat keempat kali berturut-turut tersebut diberikan akuntan publik yang mengauditnya.

Sayangnya, menurut Koordinator Nasional Masyarakat Peduli Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (MP BPJS), Hery Susanto, predikat itu tak seiring dengan peningkatan pelayanan yang diterima masyarakat. Dia mencontohkan dengan kejadian di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat, Kamis (17/5).

“Pagi tadi, saat hari pertama puasa, antrean panjang masih mengular. Mereka adalah peserta BPJS Kesehatan yang ingin merasakan layanan rawat jalan,” ujar Hery di Jakarta.

Seharusnya, menurut Hery, BPJS Kesehatan memprioritaskan pelayanan prima terhadap masyarakat yang menjadi peserta.

“Buat apa predikat bagus tapi masyarakat masih harus mengantre panjang untuk merasakan manfaatnya,” kritik dia.

Dia lantas mencontohkan dengan pasien thalassemia atau yang harus rutin kontrol di RS. Sejak beberapa bulan lalu, mereka diharuskan meminta surat rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama agar bisa dilayani di RS.

“Tiap tiga bulan harus meminta rujukan itu. Sebelumnya, hanya cukup sekali. Urusan administrasi begini, kan, terlalu bertele-tele, malah makin ribet. Akhirnya, malah menambah panjang antrean di RS,” katanya.

Apalagi, lanjut Hery, beberapa jenis obat yang harus dikonsumsi pasien penyakit berat sudah tidak ditanggung BPJS Kesehatan. Kebijakan tersebut diterapkan pasca tereksposenya defisit anggaran penyelenggara sistem jaminan sosial nasional (SJSN) bidang kesehatan itu.

“Kan, seharusnya enggak boleh begitu, karena sudah menjadi kewajiban negara untuk menjamin kesehatan warganya. Masalah nyawa jangan dihitung dengan duit. Ini harus jadi prioritas utama,” tuntasnya.(fri/jpnn/ala)