Home Blog Page 6357

Pelunasan BPIH Tahap II Dibuka Besok

Sejumlah jamaah haji asal Sumut saat akan bertolak ke Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang dari Asrama Haji Medan, beberapa waktu lalu.
Sejumlah jamaah haji asal Sumut saat akan bertolak ke Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang dari Asrama Haji Medan, tahun lalu.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Direktorat Jenderal (Ditjen) Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) membuka pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahap II pada Rabu (16/5) mendatang. Ini setelah pelunasan BPIH tahap I sudah ditutup pada 4 Mei 2018.

Total 188.956 (92.63%) jemaah yang sudah melakukan pelunasan. Masih terdapat 15.044 kuota haji yang belum terlunasi. Terdiri dari 13.532 kuota jemaah haji reguler dan 1.512 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD).

“Pelunasan BPIH 1439H/2018M tahap II dibuka dari 16 – 25 Mei mendatang,” terang Kasubdit Pendaftaran dan Pembatalan Haji Noer Aliya Fitra di Jakarta, Senin (14/5).

Menurut pria yang akrab disapa Nafit tersebut, pihaknya telah mengumumkan jemaah yang berhak melakukan pelunasan BPIH pada tahap II. Jadwal pelunasan sebagaimana tahap I, yaitu di Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH pada jam kerja.

“Sebelum melakukan pelunasan, jemaah haji diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk Tim Kesehatan Kab/kota untuk menentukan status istithaah kesehatan haji,” terang Nafit.

Jemaah yang dinilai tidak istithaah, tidak bisa melakukan pelunasan BPIH reguler. Pada tahap II ini, lanjut Nafis, pihaknya juga membuka peluang pelunasan bagi calon jemaah dalam status sebagai cadangan.

Ditjen PHU memberikan kesempatan jemaah yang memiliki nomor urut berikutnya (10% dari total kuota Indonesia) untuk melakukan pelunasan dengan status cadangan.

“Sebelum melunasi, jemaah status cadangan harus menandatangani pernyataan,” kata Nafit.

Surat pernyataan tersebut menegaskan keberadaannya sebagai jemaah dengan status cadangan dana baru bisa diberangkatkan bila masih terdapat sisa kuota setelah pelunasan tahap II selesai.

Jemaah cadangan juga tidak akan menuntut jika ternyata tidak bisa berangkat karena ternyata belum masuk dalam pengisian sisa kuota.

Selain jemaah reguler, pelunasan tahap II juga dibuka bagi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD). Sampai dengan penutupan pelunasan tahap I, belum ada satupun TPHD yang melunasi BPIH. Dia berharap, pelunasan TPHD selesai pada tahap II ini.

“Sebelum melunasi, TPHD harus menandatangani Surat Pernyataan dan Pakta Integritas TPHD,” tandasnya.

Pada pelunasan tahap II, lanjut Nafit, Ditjen PHU juga memberi kesempatan untuk penggabungan suami/istri dan anak kandung/orang tua, serta jemaah lansia dengan usia 75 tahun ke atas.

Namun, tidak semua pengajuan bisa diakomodir karena keterbatasan sisa kuota di masing-masing provinsi.

Total pengajuan penggabungan mencapai 26.433 jemaah. Padahal jumlah sisa kuota keseluruhan hanya 13.532 jemaah.

“Jemaah yang mendaftar terlebih dahulu, yang mendapat prioritas pengisian sisa kuota. Kami mohon maaf jika tidak semua pengajuan bisa diberangkatkan tahun ini karena keterbatasan sisa kuota,” tandasnya. (esy/jpnn/ala)

 

Jokowi Tak Ingin Dana Desa Kembali ke Jakarta

Presiden Joko Widodo.
Presiden Joko Widodo.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO -Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) mengenai Peningkatan Kapasitas Pemerintahan dan Penguatan Padat Karya Tunai dalam Upaya Pengentasan Kemiskinan di Desa, JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat pada Senin (14/5).

Dalam arahannya, Presiden yang beken disapa dengan panggilan Jokowi, menjelaskan untuk tahun ini pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp60 triliun.

“Kita ingat, tahun 2015 dana desa telah dikucurkan kurang lebih Rp20 triliun. Tahun 2016 kita telah kucurkan Rp47 triliun. Tahun 2017 Rp60 triliun. Tahun ini dikucurkan lagi Rp60 triliun,” kata Presiden.

Dengan jumlah tersebut, pada akhir 2018 nanti total dana desa yang dikucurkan pusat ke daerah sebesar Rp187 triliun.

Hal itu dilakukan pemerintah untuk mendorong perputaran uang di pedesaan. Namun, Presiden Joko Widodo berpesan agar dana tersebut tidak kembali lagi ke Ibu Kota.

“Yang dulu-dulu uang itu kalau sudah sampai ke daerah kesedot lagi ke Jakarta. Inilah yang kita harapkan agar jangan sampai Rp 187 triliun itu kesedot lagi masuk ke Jakarta,” ucap Jokowi.

Karenanya presiden berpesan kepada para kepala desa agar setiap proyek yang memanfaatkan dana desa mampu menyerap dan mendayagunakan komponen serta pekerja lokal di desa setempat.

“Yang paling penting, dalam bekerja gunakan seratus persen pekerja dari desa-desa yang ada proyek itu. Seratus persen! Sehingga yang kita bayar uangnya juga beredar ke orang-orang yang ada di desa,” pesannya.

Selain itu, mulai tahun ini pemerintah juga menggulirkan program padat karya tunai untuk menciptakan lapangan kerja di desa-desa. Dalam praktiknya, kegiatan tersebut mengutamakan sumber daya lokal, tenaga kerja lokal, dan teknologi setempat dalam mengerjakan proyek yang memanfaatkan dana desa.

Pemerintah berharap melalui program dana desa dan padat karya tunai, perekonomian dan lapangan pekerjaan di desa akan berangsur menjadi semakin baik.

Turut hadir mendampingi Presiden, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.(fat/jpnn/ala)

 

Jalan Berastagi-Kabanjahe Dilebarkan jadi 22 Meter

FOTO: SOLIDEO/SUMUT POS PENGUKURAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana, Sekdakab Kamperas Terkelin Purba dan Kepala Dinas PUPR, Paten Purba melakukan pengukuran dan pematokan di Desa Sumbul -simpang Ujung Aji Berastagi.
FOTO: SOLIDEO/SUMUT POS
PENGUKURAN: Bupati Karo Terkelin Brahmana, Sekdakab Kamperas Terkelin Purba dan Kepala Dinas PUPR, Paten Purba melakukan pengukuran dan pematokan di Desa Sumbul -simpang Ujung Aji Berastagi.

KARO, SUMUTPOS.CO -Rencana pelebaran Jalan Kabanjahe-Berastagi tahap II akan segera terealisasi. Bupati Karo Terkelin Brahmana, Sekdakab Kamperas Terkelin Purba dan Kepala Dinas PUPR, Paten Purba langsung turun melakukan pengukuran dan pematokan fisik jalan mulai dari Desa Sumbul (Sumber Mufakat)-simpang Ujung Aji Berastagi, Jumat (11/5).

Kegiatan ini sebagai tindak lanjut Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Medan untuk melakukan pengukuran dan pematokan fisik jalan yang akan diperlebar tahap II. “Pemkab karo diminta untuk segera melakukan pengukuran dan pematokan untuk pembangunan pelebaran jalan tahap II,” ujar Sekadakab Karo, Kamperas Terkelin Purba kepada Bupati Karo, Terkelin Brahmana saat meninjau titik lokasi pelebaran.

Dari dasar inilah, kata Kamperas, sehingga menginstruksikan kepada pelaksana teknis yakni Dinas PUPR dan Camat Berastagi agar menyiapkan alat ukur, patok, dan pilok cat untuk perdana pematokan. Hal ini juga sebagai tanda budaya malu bagi masyarakat jika ada yang belum mendukung program pemerintah.  “Selain itu, sesegera mungkin untuk melakukan pendataan terkait pagar dan rumah warga  yang terkena pelebaran jalan. Apa yang dibutuhkan supaya disiapkan, karena banyak masukan atau permintaan warga. Yang mana perbaikan pagar dan rumah yang terkena pelebaran mereka yang kerjakan. Untuk itu segera siapkan datanya, agar dilanjutkan anggarannya di PAPBD Karo agar dipercepat,” sebut Kamperas.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Paten Purba mengatakan, minggu depan akan melakukan pendataan. Begitu juga dengan Camat Berastagi Mirton Ketaren yang mengaku, masih ada kendala terkait rencana pelebaran jalan tahap II. Sosialisasi telah dilakukan kepada pemilik tanah dan rumah yang terkena pelebaran. Dari 200-an kepala keluarga yang terkena pelebaran jalan, ada 20 persen di Desa Raya yang belum setuju. “Sedangkan di Desa Rumah Berastagi juga demikian ada 20 persen warga yang belum setuju. Jadi dihitung-hitung semuanya berkisar 40 kepala keluarga yang belum setuju dengan alasan pemilik tanah tidak berdomisili di kedua desa tersebut,” terang Mirton.

Menanggapi hal itu, Bupati Karo, Terkelin Brahmana menegaskan kembali, agar para OPD merapatkan barisan dan segera berkoordinasi untuk mencari solusinya. “Saya mengharapkan para OPD berkoordinasi, apa yang menjadi kendala dan mencari solusinya. Supaya pembangunan yang merupakan target pemerintah di tahun 2018 ini lancar dan tak ada hambatan,” ujar Bupati.

Diketahui pengukuran pembangunan pelebaran jalan tahap II ini dengan panjang kurang lebih 3,5 kilometer mengikuti ukuran pada pembangunan tahap I Kabanjahe-Sumbul. Lebar jalan yang dibangun dari as (tengah) badan jalan masing-masing kiri-kanan selebar 11 meter yang akan dikorek. “Total lebar jalan 22 meter mengikuti ukuran pada pembangunan tahap I kemari,” ucap Bupati sambil meninjau 10 titik patok yang ditelah ditancapkan. (deo/han)

 

 

 

 

KPU dan Paslon Pilgubsu Sepakati Format Surat Suara

Foto: Pran/Sumut Pos KPU Sumut bersama perwakilan paslon menyepakati format baru kertas suara Pilgubsu di KPU Sumut, Senin (14/5).
Foto: Pran/Sumut Pos
KPU Sumut bersama perwakilan paslon menyepakati format baru kertas suara Pilgubsu di KPU Sumut, Senin (14/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara bersama perwakilan pasangan calon (paslon) menyepakati dummy atau format baku kertas suara Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018. Adapun pemenang lelang untuk pencetakan suara suara Pilgubsu, yakni PT Gramedia.

Kesepakatan ini terungkap saat KPU Sumut mengundang perwakilan paslon Pilgubsu nomor urut satu, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan perwakilan paslon nomor urut dua, Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) untuk menyosialisasikan specimen surat suara Pilgubsu di Kantor KPU Sumut Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Senin (14/5) sore.

Hadir Ketua KPU Sumut Mulia Banurea didampingi para Komisioner Benget Manahan Silitonga dan Iskandar Zulkarnain, Kassubag Humas dan Teknis KPU, Harry Dharma Putra, Anggota Badan Pengawas Pemilu Sumut Aulia Andri, pihak kepolisian dan perwakilan pemenang tender dari PT Gramedia.

Masing-masing perwakilan paslon juga diminta menandatangani berita acara kesepakatan specimen surat suara. Kemudian diikuti para komisioner KPU, perwakilan Bawaslu dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Menurut Komisioner KPU Sumut Benget Manahan Silitonga, setelah kesimpulan specimen surat suara ini disepakati bersama pihaknya akan segera mencetak dummy surat suara ke pihak PT Gramedia sebagai perusahaan pemenang tender.

“Dengan kata lain KPU akan membuat desain surat suara Pilgubsu 2018 sesuai kesepakatan kita hari ini dan mengirimkannya kepada pihak percetakan,” katanya.

Amatan Sumut Pos, tidak ada perubahan pada specimen surat suara yang disepakati dengan yang sebelumnya disampaikan KPU. Pada sisi depan terpampang wajah paslonsesuai nomor urut memakai kemeja putih, sebagaimana foto paslon yang terlihat pada alat peraga kampanye (APK). Begitupun pada sisi bagian belakang dari surat suara, yakni berlatarbelakang merah putih. Ukuran surat suara yang dicetak nanti berukuran 18×23 centimeter. Di mana terdiri dari bagian horizontal dan vertikal.

Rencananya KPU akan mencetak surat suara sebanyak jumlah DPT ditambah 2,5 persen per-TPS dan 2.000 lembar untuk antisipasi pemilihan suara ulang (PSU) dengan jumlah 9.291.800 lembar. Surat suara ini juga rencananya paling lama didistribusikan KPU pada awal Juni 2018. (prn/azw)

 

 

 

Kawan Djarot-Sihar Tampung Aspirasi Kaum Muda

DISKUSI: Ketua Umum Kawan Djarot-Sihar, Meryl Saragi saat memberikan kata sambutan Sunday Session Creative Entrepreneur 4.0.(Ist)
DISKUSI: Ketua Umum Kawan Djarot-Sihar, Meryl Saragi saat memberikan kata sambutan Sunday Session Creative Entrepreneur 4.0.(Ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Untuk mendukung industri kreatif di Sumut, Kawan Djarot-Sihar menggelar diskusi Creative Entrepreneur 4.0 melalui kegiatan Sunday Session di Northstar Public House di Jalan Darussalam Medan, Minggu (13/5) sore. Acara ini, bertujuan untuk menampung aspirasi kaum muda di Medan di bidang industri kreatif.

Acara Creative Entrepreneur 4.0, menghadiri pembicara seperti, Chris Angkasa dari Founder Clapham, Januardi Wijaya dari Founder Jandwee, Sarah Desideria dari Putri Indonesia Lingkungan Sumut 2016, Ghandy November dari Vlogger dan Content Creator serta Septian Bima dari Jenderal Medan Motor Custom. Kemudian, diskusi ini dimodertori oleh Lisa dari Kreative Koven.

Ketua Umum Kawan Djarot-Sihar, Meryl Saragi mengatakan di era digital ini, perkembangan industri sangat pesat terjadi karena didukung oleh percepatan dan kemajuan teknologi, utamanya di bidang industri kreatif.

“Seiring perkembangan ini maka banyak muncul anak-anak muda dan milenial yang menggunakan momentum ini untuk memulai usahanya di bidang industri kreatif dan menggunakan teknologi digital untuk meningkatkan akselerasi,” ucap Meryl kepada wartawan.

Creative Entrepreneur adalah tantangan bagi generasi milenials untuk tak sekadar jadi pengusaha. Tapi menjadi pengusaha kreatif yang mampu mengangkat barang dan jasa menjadi satu produk dengan nilai yang jauh lebih baik.

“Ini acara kawan Djarot-Sihar berkumpul, anak muda Sumatera Utara. Kita melakukan kegiatan dekat dengan anak muda melenial gitu. Pertama kita buat musik dari performance band. Ada juga stand up comedy dari Reza Kahar dan kita ada shering Session,” ungkap Meryl.

Ia tidak menampik dengan kegiatan ini, untuk menarik kaum muda memilih pasang calon nomor 2 itu, Djarot-Sihar pada Pilgub Sumut 2018 ini. Atas acara ini, bisa meningkatkan partisipasi pemilih dikalangan remaja di hari pencoblosan nantinya, 27 Juni 2018, mendatang.(gus/azw)

 

 

Super Hero Ajak Pilih Pemimpin Bermartabat

Hadir di Car Free Day, super hero anajk pilih pemimpin bermartabat di Lapangan Merdeka, Minggu (13/5).
Hadir di Car Free Day, super hero anajk pilih pemimpin bermartabat di Lapangan Merdeka, Minggu (13/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Laskar Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) menyajikan kegiatan  kreatif untuk menarik minat kalangan muda berpartisipasi pada Pilgubsu 27 Juni 2018 mendatang.

Diketahui, jumlah pemilih dari kalangan pemuda  sangat menentukan hasil Pilkada tersebut.

Untuk mewujudkan keinginan itu, sekelompok anak muda yang menamakan diri mereka Laskar Eramas berhasil mengundang animo masyarakat di acara Car Free Day di Lapangan Merdeka Medan, Minggu (13/5).

Mereka menggunakan kostum pahlawan Avenger yang sedang hits, seperti Antman, Ironman, Spiderman, Captain America hingga Black Panther.

Laskar Eramas berhasil mengumpulkan kalangan muda hingga yang  tua sekalipun, untuk datang berdiskusi dan berfoto bersama.

Setelah mereka  hadir bersama para Super Hero itu. Para Laskar Eramas bersosialisai kepada pengunjung tentang pentingnya  datang ke Tempat Pemilihan Suara  (TPS), pada bulan Juni nanti. Cara ini pun dinilai berhasil menarik animo masyarakat.

Sejak pukul 07.00 WIB pagi hadir di Lapangan Merdeka, para Super Hero kewalahan melayani pengunjung yang terus minta dilayani untuk berfoto, dengan berbagai varian pose.

Seorang anggota komunitas Laskar Eramas Reza, mengatakan ini merupakan langkah kreatif yang dilakukan kelompok mereka untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih pemimipin.

“Karena itu kami menggunakan cara ini untuk menarik minat masyarakat terutama generasi muda, agar nantinya mau mencoblos pemimpin bermartabat  pada 27 Juni nanti,” ungkapnya.

Dari sosialisasi dengan menggunakan Superhero ‘Bermartabat’ ini, Reza berharap akan mampu meningkatkan  partisipasi pemilih pemula untuk datang ke TPS.

Kehadiran superhero ini pun mendapat sambutan dari masyarakat yang berolahraga di tempat itu, seperti yang dirasakan Ardana. Menurutnya teknik sosialisasi  kreatif ini sudah tepat.

“Pemahaman tentang politik dibahas dengan cara yang lebih fresh dan milineal. Semoga akan banyak lagi relawan yang mengunakan cara kreatif seperti superhero bermartabat ini. Dengan begini sosialiasi politik terasa ringan dan tidak begitu berat,” ujarnya. (prn/azw)

Modus Baru: Teror Libatkan Anak-anak

Pengamat teroris, Hasibullah Satrawi.

 

Pengamat teroris, Hasibullah Satrawi.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pengamat teroris Hasibullah Satrawi mengatakan pelibatan perempuan dan anak itu menunjukkan suasana terdesak dan darurat.

“Sebenarnya dibaca dari penalaran mereka ini masuk dalam penalaran darurat barangkali karena secara normatif bahwa jihad itu wajib bagi kaum laki-lakinya, tapi karena kaum laki-lakinya tidak bisa jihad karena ditangkap, maka perempuannya pun dipersilakan berjihad,” kata Hasibullah saat dihubungi, Senin (14/5/2018).

Dia menyebut pelibatan perempuan dalam keadaan terdesak disampaikan oleh salah satu pimpinan mereka dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD), Aman Abdurrahman. Pelibatan anak-anak dalam aksi teror juga dinilai sebagai modus baru terorisme di Indonesia.

“Salah satu yang mengatakan sejauh yang saya tahu Aman Abdurrahman. Ini anak-anak terus terang di Indonesia baru, dengan menjadikan satu keluarga sebagai bomber. Kalau cuma kakak-beradik sebenarnya ada. Tapi yang kemudian satu keluarga, termasuk dengan anak-anaknya, ini baru di Indonesia,” urai Direktur Eksekutif Aliansi Indonesia Damai (Aida) itu.

Hasibullah menerangkan, jika benar baru kembali dari Suriah, keluarga ini benar-benar sudah terpapar paham radikal. Apalagi, seperti diketahui, dalam video-video yang beredar, ISIS kerap melatih anak-anak menjadi bomber.

“Salah satu penjelasan kalau ini benar dari Suriah, mungkin karena terpapar langsung terpapar di Suriah. Karena kita tahu, sebagaimana di video-video yang beredar itu Suriah anak-anak WNI di sana juga dilatih berperang. Jadi mereka mempersiapkan generasi khilafah/penerus karena mereka ingin menegakkan khilafah islamiyah,” jelasnya.

Hasibullah pun menduga ada keterkaitan antara pengeboman tiga gereja di Surabaya dan rusun Wonocolo, Sidoarjo. Sebab, selain kesamaan penggunaan satu keluarga, persiapan untuk melakukan pengeboman juga membutuhkan waktu tak sebentar.

“Sudah pasti ada jaringan, karena istilahnya dari besarnya ledakan pasti membutuhkan waktu yang lama dan ilmu yang mumpuni untuk merakit, membuat, belanja, belum lagi untuk memantapkan bombernya. Apalagi dalam bentuk keluarga, waduh itu bayangan saya cukup lama disiapkan, terutama untuk anak-anaknya karena lama di Suriah,” terang Hasibullah.

Dia mengakui pelaku pengeboman dengan modus satu keluarga agak sulit dideteksi. Dibutuhkan peran serta masyarakat untuk melaporkan kegiatan yang mencurigakan.

“Keluarga yang menjadi bomber, lebih sulit lagi karena proses deteksinya dari mana. Mau tidak mau deteksinya dari masyarakat, bisa petugas RT/RW atau pertemanan di masyarakat, termasuk anak-anaknya. karena berat mendeteksinya. Jadi ini semakin membutuhkan peran serta masyarakat secara dini untuk menangkap kesadaran dini,” jelas Hasibullah.

Kasus bom bunuh diri di tiga gereja ini diketahui melibatkan satu keluarga, yang terdiri atas ayah dan ibu beserta empat anaknya. Sang ayah, Dita Oepriarto, meledakkan diri di GPPS Jalan Arjuna.

Sementara itu, si ibu, Puji Kuswati, meledakkan diri bersama kedua putrinya berinisial FS dan PR di GKI Jalan Diponegoro.

Kemudian, dua anak laki-laki, Dita dan Puji, meledakkan diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel. YF dan FH bergerak secara terpisah dari orang tuanya dengan naik sepeda motor dan meledakkan diri.

Siaga I, Polisi Kerahkan 2/3 Kekuatan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PENJAGAAN_Polisi berjaga di depan Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Senin (14/5). Kepolisian setempat memperketat penjagaan Mapolda, Mapolrestabes dan tempat pemerintahan di Medan untuk meningkatkan keamanan, menyusul terjadinya peristiwa teror bom di surabaya dan sidoarjo.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PENJAGAAN_Polisi berjaga di depan Mapolrestabes Jalan HM Said Medan, Senin (14/5). Kepolisian setempat memperketat penjagaan Mapolda, Mapolrestabes dan tempat pemerintahan di Medan untuk meningkatkan keamanan, menyusul terjadinya peristiwa teror bom di surabaya dan sidoarjo.

SUMUTPOS.CO – Pascateror lima serangan bom dalam tempo 25 jam di wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, Polri memberlakukan status keamanan Siaga I. Polri meningkatkan kekuatan pengamanan sebanyak dua pertiga dari biasanya. Di Sumut, Poldasu melakukan pengamanan berlapis. Akses masuk markas dibuka hanya satu pintu.

“Dua pertiga kekuatan ditugaskan, kemudian kewaspadaan ditingkatkan juga, terhadap diri, kantor kepolisian, dan objek vital. Hal itu sesuai instruksi Kapolri ke kapolda tadi pagi,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/5).

Peningkatan kekuatan, lanjut Setyo, berlaku di semua satuan fungsi Polri. Dalam peningkatan pengamanan, ada anggota yang dibekali senjata, ada juga yang tidak dibekali senjata.

Polri menetapkan status Siaga I untuk meningkatkan keamanan pascateror di Jawa Timur. Status ini berlaku untuk anggota Polri di seluruh Indonesia. Dengan adanya Siaga I di internal Polri, setiap markas polisi dan tempat lain yang terkait, akan ditingkatkan pengawasannya. Mulai dari penambahan jumlah personel dan frekuensi patroli.

” Siaga I seluruh Indonesia khusus untuk Polri ya, baik internal maupun eksternal,” ucap Setyo dalam konferensi pers siang tadi. Sementara untuk kondisi sosial, masyarakat diminta tetap melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Setyo belum memaparkan hingga kapan status Siaga I itu diberlakukan. Pihaknya ingin menjaga situasi tetap kondusif. Status itu berlaku tentatif sampai terorisme mereda. “Kami lihat situasi karena menghadapi puasa dan Lebaran. Kami ingin menjaga situasi sekondusif mungkin,” tegas Setyo.

Instruksi Kapolri langsung ditindaklanjuti jajaran di bawahnya. Di Sumut misalnya, Kapoldasu Irjen Pol Paulus Waterpauw menyatakan, pihaknya telah menetapkan siaga satu di wilayah Sumut. Sebanyak 2/3 kekuatan yang ada di Polda dan jajarannya telah disiagakan.

Lima Bom: Pelaku Tiga Keluarga

Dita Supriyanto (sang ayah), bersama istri dan keempat anaknya, yang melakukan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5).
Dita Supriyanto (sang ayah), bersama istri dan keempat anaknya, yang melakukan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5).

SUMUTPOS.CO – Setelah bom bunuh diri yang meledak di tiga gereja, Minggu (13/5) pagi, disusul bom di Sidoarjo Minggu malam, bom bunuh diri kelima meledak di Mako Polrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi sekitar pukul 08.50 WIB.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut, 10 korban luka terdiri dari 4 anggota polisi, 6 dari masyarakat yang hendak meminta layanan di Mapolrestabes Surabaya. “Korban anggota kepolisian daerah Jatim sudah dirujuk ke RS Bhayangkara,” ujar Frans Barung.

Informasi yang didapat, benda yang diduga bom meledak di depan pos pintu penjagaan sisi Timur. Dari rekaman CCTV, benda tersebut diduga dibawa dua orang yang berboncengan. Saat itu keduanya mau masuk ke dalam Mapolrestabes Surabaya.

Di pos penjagaan tersebut ada empat orang anggota yang berjaga. Motor masuk melalui sisi kiri mobil Toyota Avanza hitam. Saat petugas hendak memeriksa motor, tiba-tiba ledakan terjadi. Selain polisi, ada juga masyarakat yang jadi korban.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menyebut, terduga pelaku bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) pagi, merupakan satu keluarga. Pelaku lima orang, salah satunya anak kecil, mengendarai dua sepeda motor. Empat pelaku tewas, sedang si anak masih selamat.

“Mereka satu keluarga lagi, lima orang, satunya anak kecil. Empat pelaku meninggal, si anak terlempar, masih selamat,” ungkap Kapolri saat menyampaikan keterangan pers, beberapa saat lalu.

Tidak ada korban jiwa dari pihak kepolisian. “Tapi ada yang terluka,” kata Tito. Polisi bisa dengan cepat melakukan identifikasi pelaku, karena sebenarnya mereka juga dalam proses pengejaran. “Mereka bagian dari kelompok Dita (Dita Oeprianto, otak pengeboman tiga gereja di Surabaya, red),” ujar Tito.

Dari Kartu Keluarga (KK) pelaku pengeboman yang ditemukan polisi, diketahui pelaku masih satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan tiga orang anak. Mereka adalah Tri Murtiono, 50, selaku kepala keluarga; Tri Ernawati, 43, istri Murtiono; Ais, putri Murtiono. Ketiganya ada di motor Honda Supra nopol L 3559 D yang berada paling depan saat masuk ke dalam Mapolrestabes Surabaya.

Sedangkan dua motor di belakang ditunggangi M. Daffa Amin Murdana, 18, dan M. Dary Satria, 14. Keduanya juga anak laki-laki dari Tri Murtiono dan Tri Ernawati. Mereka mengendarai Honda Beat L 6629 NN.

Belajar Merakit Bom Melalui Online

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Kapolda Jatim Irjen Mahfud Arifin saat mengunjungi Ruang Jenazah RS Bhayangkara.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Kapolda Jatim Irjen Mahfud Arifin saat mengunjungi Ruang Jenazah RS Bhayangkara.

SUMUTPOS.CO – Aksi keji melalui bom bunuh diri terjadi di sejumlah titik di Kota Surabaya, dilakukan oleh tiga keluarga. Dari mana mereka bisa merakit bom?

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, tiga keluarga yang terlibat aksi teror itu berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Surabaya. “Ini tiga keluarga, baik (yang) di Mapolrestabes, rusunawa, dan gereja, semuanya terkoneksi,” terang Tito usai memantau kondisi Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5) petang.

Tito menegaskan, pihaknya terus berupaya melakukan penangkapan. Tito memastikan bahwa sudah ada tujuh pelaku yang ditangkap dan satu orang ditembak mati. Soal bom, para pelaku belajar melalui online. “Mereka membuat bom dengan online training,” terangnya.

Oleh sebab itu, Polri berharap agar seluruh komponen memberi perhatian terhadap media-media sosial. Menurut Tito, banyak informasi dari website radikal, termasuk info-info soal tata cara merakit bom. Informasi itu, katanya banyak bersliweran di dunia maya. “Mereka banyak belajar dari online cara buat TATP (triacetone triperoxide),” jelas alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1987 tersebut.

Mengenai motif, Kapolri menjelaskan serangan dilakukan karena adanya instruksi dari ISIS sentral. “ISIS terdesak, kemudian memerintahkan sel lainnya untuk bergerak,” ungkap Kapolri.

“Kita tahu, selain serangan di Surabaya, juga ada serangan di Paris di hari Minggu yang lalu, pelakunya ditembak mati oleh polisi. Di tingkat lokal, saya menyampaikan diduga pembalasan dari kelompok JAD karena pemimpinnya, Aman Abdurrahman, yang ditahan dalam kasus pendanaan dan pelatihan paramiliter bersenjata di Aceh, kemudian yang bersangkutan divonis dan harusnya keluar bulan Agustus lalu kemudian ditangkap kembali karena diduga keras terkait dengan perencanaan, pendanaan, kasus bom Thamrin di Jakarta awal tahun 2016,” imbuh Kapolri.

Kepemimpinan Aman kemudian dialihkan kepada tokoh pimpinan JAD Jawa Timur yang bernama Zaenal Anshori. Zaenal beberapa minggu kemudian ditangkap oleh Mabes Polri dalam kaitan dengan pendanaan untuk memasukkan senjata api dari Filipina selatan ke Indonesia.

“Otomatis proses hukum yang bersangkutan dan itu membuat kelompok-kelompok jaringan JAD yang ada di Jawa Timur, termasuk yang ada di Surabaya ini, memanas dan ingin melakukan pembalasan,” terang Kapolri.

Kapolri pun kemudian mengungkap alasan JAD sel Jawa Timur tersebut menyerang Surabaya dan Sidoarjo. “Yang nanya kenapa aksinya di Surabaya, ya karena mereka menguasai daerah ini. Kenapa mereka melakukan ini, karena pimpinan mereka di Jawa Timur ditangkap, selain Aman Abdurrahman ditahan di Mako Brimob, juga karena instruksi dari ISIS sentral yang terdesak,” pungkasnya. (mag-01/bbs/mea)