Home Blog Page 6377

Cuti Bersama Lebaran Tetap 7 Hari

Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengumumkan cuti bersama Lebaran tetap 7 hari, Senin (7/5).

 

Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani mengumumkan cuti bersama Lebaran tetap 7 hari, Senin (7/5).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) akhirnya memutuskan jumlah hari cuti bersama Lebaran 2018. Yaitu tetap berdasarkan kepada Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri yang ditandatangani 18 April 2018.

Diharapkan pelaksanaan cuti bersama Idul Fitri 1439 Hijriyah bisa berjalan dengan baik bagi masyarakat bisa memperoleh kenyamanan saat mudik, dan dunia usaha tetap kondusif. Dalam SKB yang ditandatangani Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Agama tersebut, diputuskan cuti bersama sebanyak tujuh hari, yakni 11- 14 Juni, dan 18-20 Juni 2018.

Menko PMK Puan Maharani menyampaikan, dalam menindaklanjuti SKB tiga menteri tersebut, pemerintah mendengarkan berbagai aspirasi baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun keamanan dan ketertiban. Dia mengatakan, jika dalam berdasarkan aspek sosial, pemerintah mempertimbangkan banyak hal seperti kemacetan arus mudik Lebaran 2018, serta waktu berkumpul bersama keluarga.

“Sementara dari aspek ekonomi, pemerintah juga telah mendengarkan aspirasi dan membahas bersama pihak lain, seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), KADIN, Bursa Efek Indonesia agar tetap dapat menciptakan kondisi perekonomian yang tetap kondusif,” ujarnya dalam jumpa pers penjelasan tindak lanjut SKB tiga Menteri tentang cuti bersama Idul Fitri 1439 H, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (7/5).

Acara jumpa pers tersebut menjadi istimewa, karena dihadiri oleh tujuh menteri. Selain Menko PMK Puan Maharani, hadir juga Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri PANRB Asman Abnur, Menaker Hanif Dhakiri, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila F. Moelok, Menteri Sosial Idrus Marham. Selain itu, hadir juga perwakilan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perwakilan Bank Indonesia, serta pimpinan Polri.

Menko Puan mengatakan, pasca penetapan SKB tersebut, pemerintah telah melakukan serangkaian proses pembahasan, pertimbangan, dan mendengar aspirasi masyarakat. Ada delapan kebijakan yang harus dilakukan terkait penambahan cuti bersama lebaran tahun ini.

Yessoh Diyakini Tajam

Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos Wilfried Yessoh diyakini semakin tajam setelah membuka tabungan golnya.
Foto: Sutan Siregar/Sumut Pos
Wilfried Yessoh diyakini semakin tajam setelah membuka tabungan golnya.

SUMUTPOS.CO – Wilfried Yessoh sudah lega. Dia telah membuka keran golnya saat bersua Barito Putera di Stadion Teladan, Sabtu (5/5). Striker asal Pantaigading itu pun diyakini akan terus mencetak gol untuk PSMS.

Sebelumnya Yessoh sempat dicadangkan saat bersua Persela. Ketika itu Djanur mempercayakan pos striker utama kepada Sadney Urikhob. Namun pada laga kontra Barito, Yessoh kembali menjadi starter dan akhirnya mampu menjawab kepercayaan Djanur setelah tidak mencetak gol di lima laga sebelumnya (lawan Perseru absen).

Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman mengatakan sejak awal dia yakin Yessoh akan menjanjikan dan gol yang ditunggu akan segera datang. Alasan itu yang membuatnya yakin terus memasang Yessoh sebagai starter meski kritikan terus datang.

“Yessoh bukan hanya mencetak gol tapi juga sangat menjanjikan hari ini. Pergerakannya, kecepatannya. Dia menunjukkan dia tidak jelek-jelek amat. Bukan karena cetak gol,” kata Djanur.

Djanur yakin gol itu akan membuka keran gol berikutnya. Apalagi gol itu akan membuatnya lebih percaya diri. “Dia berhasil memecah puasa gol, dan membuat permanan tim menjadi lebih percaya diri. Dibandingkan striker lawan, saya kira dia lebih baik, hanya perlu dipoles sedikit saja,” ucap Djanur.

Selain itu Djanur juga membuat terobosan dengan memasang Legimin Raharjo dan Dilshod Sharofetdinov untuk pertama kalinya sebagai duet gelandang jangkar. Hasilnya cukup baik.

Pada laga itu Legimin terlihat cukup rajin membantu pertahanan. Beberapa kali dia menghalau bola hingga ke kotak penalti. Sejauh ini Legimin hanya menjadi pelapis dari Dilshod. Namun ternyata kehadiran Legimin di lapangan justru membuat lini tengah lebih solid.

“Dilshod ternyata agak liar sering maju ke depan. Sehingga pos di lini belakang dua stoper agak lowong. Sementara dalam latihan Legimin menunjukkan lebih sabar. Itu yang saya butuhkan hari ini sehingga ketika hilang bola kita masih aman,” tambahnya.

PSMS selanjutnya akan bertandang ke markas PS Tira di Bantul pada 11 Mei mendatang. Ini merupakan laga away keempat PSMS. Dari tiga laga away sebelumnya PSMS tak membawa satupun poin. (don)

Air PDAM di Sunggal Terganggu

Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sunggal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Beberapa kawasan di wilayah pelayananan Cabang Sunggal mengalami gangguan pelayanan pada hari ini, Selasa (8/5). Hal ini dikarenakan Cabang Sunggal melakukan pemeliharaan jaringan perpipaan dengan mengganti Flange Gate Valve 300 mm di lokasi depan kantor cabang sunggal.

Informasi ini disampaikan Kepala Sekretaris Perusahaan PDAM Tirtanadi Jumirin melalui siaran persnya kepada wartawan, Senin (7/5).

“Ada Flange Gate valve 300 mm di depan Kantor Cabang Sungal yang mengalami kerusakan karena faktor usia, sehingga aliran air tidak lancar. Untuk kelancaran pendistribusian air maka Flange Gate Valve 300 mm tersebut harus diganti,” kata Jumirin.

Penggantian Flange Gate Valve 300 mm tersebut dilaksanakan pada Selasa malam Rabu (8/5) mulai pukul 21.00 WIB dan diperkirakan selesai dinihari Rabu (9/5) pukul 04.00 WIB. Adapun wilayah yang mengalami gangguan air baik dari segi kualitas, kuantitas maupun kontinutas yaitu Perumahan Sri Gunting sekitarnya, Perumahan Suka Maju sekitarnya, Jalan Sunggal dan Jalan Sei Mencirim sekitarnya.

“Pekerjaan akan selesai pada dinihari Rabu (9/5) namun karena pengisian pipa dan pemerataan tekanan memerlukan waktu lama maka pendistribusian air di wilayah tersebut di atas baru akan normal pada sore hari Rabu (9/5),” ucap Jumirin.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan kami, pelanggan kami yang mengalami gangguan air dapat menyampaikannya keluhannya ke Cabang Sunggal atau  melalui Halo Tirtanadi ke nomor 1500922,” tutup Jumirin.(adz)

Tower Kominfo Karo Terancam Roboh

Foto: Solideo/Sumut Pos Kondisi tower milik Dinas Kominfo Karo di depan kantor PKK Karo, yang kawat penahannya sudah banyak putus.
Foto: Solideo/Sumut Pos
Kondisi tower milik Dinas Kominfo Karo di depan kantor PKK Karo, yang kawat penahannya sudah banyak putus.

KABANJAHE, SUMUTPOS.CO -Tower milik Dinas Kominfo Karo di depan kantor PKK Karo, tepatnya di Jalan Veteran Kabanjahe, dinilai mengancam keselamatan warga. Pasalnya, kawat penahan tower yang menjulang tinggi tersebut sudah banyak putus. Padahal, tower tersebut berdiri di lokasi taman Kota Kabanjahe yang saban hari dipakai warga untuk berolahraga dan nongkrong.

Saat meninjau lokasi, Bupati Karo Terkelin Brahmana juga mengakui jika tower tersebut sudah sangat tak layak dan membahayakan bagi warga. “Lihat sendiri kawat penyangga tower ini sudah banyak yang putus. Ngerinya, kawat penahannya tinggal satu yang tersisa. Ini jelas mengancam keselamatan jiwa orang lain yang sedang santai, berolahraga dan melintas di seputaran taman ini,” tegas Terkelin di hadapan Kadis Pertanian Sarjana Purba,  Kalak BPBD Karo Martin Sitepu , Kepala Bappeda Ir Nasib Sinaturi, Plt Kadis Kominfo Jhonson Tarigan yang ikut ke lokasi, Senen (7/5).

Karena itu, sebelum musibah terjadi, Terkelin meminta OPD terkait segera mencari solusi dan memperbaiki tower tersebut. “Sebelum terjadi musibah lebih bagus kita cegah. Segera cari solusi dan  perbaiki, jika perlu pindahkan karena di lokasi taman ini keberadaan tower ini tidak layak lagi ataupun  tidak cocok dan merusak pandangan mata, “pintanya.

Plt Kadis Kominfo  Kabupaten Karo Jhonson Tarigan mengakui bahwa   tower ini adalah alat milik Kominfo, dulunya alat ini  memiliki fungsi yang sangat banyak. Juga dapat digunakan untuk menginstal atau memberikan dukungan dalam jaringan internet,  dan  antena radio amatir atau antena lainnya.

“Tapi sekarang tower ini tidak berfungsi lagi, oleh sebab itu kedepan saya akan pastikan tower ini  segera akan saya pindahkan, lokasinya nanti setelah saya dengan instansi terkait rapat.Mudah-mudahan setelah pak Bupati menyorot keberadaan tower ini , maka kami kominfo akan melaksanakan petunjuk pimpinan tersebut, demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar yang sedang berada di lokasi,”tandasnya. (deo/han)

 

Pengembangan Danau Toba untuk Kelestarian Alam

Keindahan Danau Toba.
Keindahan Danau Toba.

MEDAN, SUMUTPOS.CO –Pengembangan kawasan Danau Toba sangat penting untuk melindungi kelestarian alamnya, melestarikan kebudayaan dan kesenian di sekitar Danau Toba, serta status tanah di sekitarnya.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH  ketika membuka seminar nasional “Pengembangan dan Pembangunan Kawasan Danau Toba” di ruang Hermina Centre Universitas Darma Agung (UDA), Sabtu (5/5).

Dikatakan Wagubsu Nurhajizah, penyiapan pembangunan dan pengembangan kawasan Danau Toba juga berkaitan dengan sumber daya manusia di daerah yang berkaitan dengan layanan pariwisata  Danau Toba. Maka proyeksi penguatan sumber daya manusia harus terus menerus dilaksanakan.

“Juga diperlukan sinergi dikalangan masyarakat, pemerintah, tenaga kerja, dan pengelola usaha ke arah profesionalisme,” ujarnya.

Wagubsu menambahkan, zaman kini sudah sangat berubah. Komunikasi, koordinasi dan kepedulian  adalah cara yang baik untuk menjadikan daerah ini berdaya saing dan sejahtera.  “Semua orang harus berkontribusi sesuai kemampuannya. Jangan berpangku tangan, Danau Toba kita adalah warisan Tuhan. Sangat indah dan kita tinggal menjaganya,” ujarnya.

Nurhajizah juga menyampaikan, saat ini Pemprovsu sedang mengupayakan pembangunan 50 titik lokasi wisata di sekitar Danau Toba. Sebanyak 25 titik di antaranya sudah bisa dikunjungi. “Dengan  banyaknya lokasi  ini diharapkan pengunjung tidak hanya sekedar  datang kemudian pulang dalam sehari, tapi bisa menghabiskan lebih banyak waktu di Danau Toba karena itu buka hati, dan buka diri. Supaya menyatu dengan pemerintah dalam membangun Sumut,” katanya.

Ada satu lagi yang terpenting menurut Wagubsu, yaitu mengajak semua pihak untuk mensukseskan kehadiran asesor untuk kawasan Geopark Kaldera Toba di akhir Juni ini. Semua  pihak bisa bekerjasama, sehingga Danau Toba dapat menjadi salah satu  UNESCO Global Geoparks (UGG).

Sementara itu, Rektor Universitas Darma Agung Dr Jaminuddin Marbun SH MHum mengharapkan  seminar nasional ini bisa menghasilkan resume  yang baik untuk disampaikan ke Pemprovsu,  maupun semua pihak yang berkepentingan.

Jumlah WP Badan Lapor SPT Tahunan di Sumut I Tumbuh 1,5 Persen

Wajib pajak sedang melapor SPT Tahunan di Kanwil DJP Sumatera Utara I, belum lama ini.
Wajib pajak sedang melapor SPT Tahunan di Kanwil DJP Sumatera Utara I, belum lama ini.

SUMUTPOS.CO – Tanggal 30 April 2018 merupakan batas akhir pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Badan Tahun Pajak 2017. Jumlah Wajib Pajak Badan Terdaftar di Kanwil DJP Sumatera Utara I yang melaporkan SPT Tahunan tumbuh sebesar 1,5 persen dibandingkan tahun lalu. Hal ini menunjukkan peningkatan kepatuhan Wajib Pajak Badan dalam melaporkan SPT Tahunan tepat waktu. Tercatat sebanyak 16.229 Wajib Pajak Badan telah melaporkan SPT Tahunan, sementara tahun lalu hanya mencapai 15.997 Wajib Pajak.

Dengan demikian, Wajib Pajak Badan yang telah melaporkan SPT Tahunannya berhasil mencapai 47,67% dari total 34.045 Wajib Pajak Badan Terdaftar di Kanwil DJP Sumatera Utara I. Adapun wilayah kerja Kanwil DJP Sumatera Utara I meliputi Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Langkat, dan Kabupaten Deli Serdang.

Meningkatnya kepatuhan Wajib Pajak tersebut tidak terlepas dari kemudahan pelaporan yang disediakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Wajib Pajak tidak harus datang ke kantor pajak untuk melaporkan SPT. Dimana saja dan kapan saja, Wajib Pajak dapat melaporkan SPT melalui e-Filing di laman DJP Online pada tautan https://djponline.pajak.go.id.

Sebagai bentuk edukasi dan pelayanan, maka sejak bulan Januari lalu, Kanwil DJP Sumatera Utara I beserta 9 (sembilan) Kantor Pelayanan Pajak (KPP) secara intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menyampaikan SPT Tahunan PPh Badan sebelum 30 April 2018 untuk menghindari sanksi keterlambatan lapor. KPP bahkan membuka Kelas Pajak e-Filing secara gratis.

Bagi Wajib Pajak Badan dan Orang Pribadi yang belum melaporkan SPT Tahunan, Kanwil DJP Sumatera Utara I menghimbau untuk tetap melaporkan SPT Tahunannya melalui e-Filing. Besarnya sanksi administrasi berupa denda atas keterlambatan pelaporan SPT Tahunan bagi Wajib Pajak Badan adalah sebesar Rp 1 juta, sedangkan untuk Wajib Pajak Orang Pribadi sebesar Rp 100 ribu. Apabila membutuhkan informasi atau penjelasan mengenai pengisian dan pelaporan SPT tahunan, Wajib Pajak dapat mengakses situs resmi DJP pada www.pajak.go.id, menghubungi Kring Pajak di 1-500-200, atau mengunjungi KPP tempat terdaftar. Setiap pelayanan yang diberikan tidak dipungut biaya. (rel/ram)

Bawang Merah Masih Mahal

FILE/SUMUT POS Pedagang menunggu pembeli di Pasar Petisah Medan, Selasa (10/5). Dampak sulitnya pasokan, harga bawang merah meroket dari Rp25 ribu menjadi Rp40 ribu/kilogramnya.
FILE/SUMUT POS
Pedagang menunggu pembeli di Pasar Petisah Medan, beberapa waktu lalu. Dua pekan menjelang bulan Ramadan harga bawang merah masih mahal.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Dua pekan menjelang bulan Ramadan harga komoditi pangan, terpantau masih tergolong mahal dan ada penurunan harga. Diharapkan, pemerintah dapat menjaga kestabilan harga pangan saat bulan puasa hingga Lebaran nantinya.

“Saya melihat tren perkembangan harga pangan di masyarakat belakangan ini khususnya menjelang Ramadhan banyak yang mengalami penurunan. Meskipun di beberapa jenis komoditas tertentu harganya masih bertahan mahal. Akan tetapi jika ditarik garis dari satu atau dua bulan lalu, harganya cenderung mengalami penurunan,” ungkap Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (7/2) siang.

Gunawan mengungkapkan pemantauan harga dilakukan pihaknya, harga komiditi pangan turun seperti cabai merah, saat ini harganya berkisaran Rp32 ribu hingga Rp34 ribu perkilogramnya. Dari posisi sebelumnya yang sempat Rp40 ribuan.

“Walaupun saya menilai harga cabai merah saat ini juga terbilang lebih mahal dibandingkan harga normalnya di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per Kg,” jelas Gunawan.

Kemudian, harga bawang merah, yang kecenderungannya juga naik belakangan ini. Sejauh ini bawang merah di jual dikisaran harga Rp34 hingga Rp36 ribu perkilogram. Dari posisi sebelumnya yang juga di bawah Rp30 ribuan.

“Selanjutnya ada beras yang harganya juga masih bertahan mahal. Untuk harga beras premium ke super itu masih dikisaran Rp10 ribu hingga Rp12.500 per kg,” ungkap Gunawan.

Namun, Gunawan mengatakan selebihnya, harga bahan pangan pokok kebanyakan mengalami penurunan. Jadi sejumlah komoditas tersebut yang naik. Itupun, kenaikannya terbilang masih sangat terbatas.

“Tentu bukan berarti kita tidak berbuat apa apa menjelang Ramadan ini. Potensi kenaikan konsumsinya itu bisa lebih dari 30-50 persen untuk semua jenis bahan pangan pokok,” tutur Gunawan.

Untuk itu, kenaikan lonjakannya perlu diwaspadai. Konsumsi yang tinggi itu sangat berpeluang memicu terjadinya kenaikan harga. Walaupun bukan berati harga bakalan naik dalam waktu dekat ini.

“Namun semuanya harus diiringi dengan kerja keras, agar masyarakat terlindungi dari fluktuasi harga yang merugikan selama perayaan keagamaan nanti,” tandasnya.(gus/ram)

800 APK Pilgubsu Ilegal Ditertibkan

LAUNCHING: Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea dan Ketua KPU Medan, Herdensi Adenin bersama tim masing-masing paslon gubernur melaunching APK di Jalan Marelan Raya Pasar I, Medan, Senin (26/3)
LAUNCHING: Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea dan Ketua KPU Medan, Herdensi Adenin bersama tim masing-masing paslon gubernur melaunching APK di Jalan Marelan Raya Pasar I, Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Medan, Hendri Sitinjak mengatakan, ada sekitar 800-an alat peraga kampanye (APK) ilegal pasangan calon (paslon) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 yang tersebar di Kota Medan.

Sesuai PKPU 4/2017, jelas Hendri, sebuah APK dikatakan ilegal jika pemasangannya tidak sesuai dengan lokasi yang telah ditentukan oleh KPU.

“Dan sesuai dengan PKPU 4/2017 itu, penurunan APK ilegal dilakukan Panwas berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP),” kata Hendri.

“Karena masih banyak APK ilegal, kami bersama dengan Panwas Kecamatan akan terus melakukan koordinasi dengan pihak Satpol PP Kota Medan. Jadi kami tidak bisa sendirian menurunkan APK-APK ilegal tersebut,” sambungnya.

Sementara Sekretaris Satpol PP Kota Medan, Rakhmat Harahap mengatakan, masih banyak APK ilegal di Kota Medan karena terbatasnya alat dan personel dalam melakukan penertiban.

“Kalau APK-APK ilegal yang mudah terjangkau kita akan terus lakukan penertiban bersama pihak Panwas. Bahkan karena jumlah personel yang terbatas kami meminta bantuan dari pihak kecamatan,” ucapnya.

“Namun untuk APK-APK ukuran besar kita masih terkendala dengan jumlah alat. Karena untuk menurunkannya kita pinjam alat (mobil potong pohon) dari Dinas Kebersihan dan itu terbatas,” tukasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Muhammad Husni, mengatakan, alat berat jenis craine yang ingin dipinjam oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) Pilgubsu sudah tersedia

“Kalau mau pinjam crainse saat ini sudah bisa,” ujar Husni, kemarin.

Husni mengatakan, beberapa waktu lalu craine milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) dipergunakan untuk kegiatan operasional sehari-hari. “Tinggal koordinasi saja untuk pemakaian,” tuturnya.

Dengan begitu, tidak ada alasan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) lagi untuk tidak menertibkan APK bermasalah.(bbs/azw)

 

Ijeck Marga Lubis, Istri Boru Pulungan

Ijeck Lubis dan istri bermarga Pulungan mengenakan pakaian adat Mandailing.
Ijeck Lubis dan istri bermarga Pulungan mengenakan pakaian adat Mandailing.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Musa Rajekshah bersama sang istri Sri Ayu Mihari, mendapatkan penghormatan dari masyarakat suku Mandailing berupa pemberian marga. Acara tersebut digelar di Medan Club, Jalan RA Kartini Medan, Minggu (6/5).

Para tokoh masyarakat dan pemangku adat menyematkan Marga Lubis kepada Ijeck (sapaan Musa Rajekshah), sementara istrinya, telah resmi menyandang Marga Pulungan.

Menurut Pengetua Adat Afifuddin Lubis, ada tiga faktor yang membuat seseorang diberikan marga. Pertama dari segi keturunan atau genealogis, kedua karena perkawinan, dan yang ketiga adalah penghormatan dan penghargaan.

“Nah faktor ketiga ini lah yang melatar-belakangi pak Ijeck diberikan Marga Lubis,” ujar pria yang dijuluki Mangaraja Ihutan Soripada tersebut.

Tak hanya resmi secara adat, keduanya pun telah sah secara tertulis, melalui surat keputusan yang disetujui oleh pemangku adat dan masyarakat Mandailing. Pada proses pemberian marga kali itu, Ijeck dan Ayu pun diupah-upah, dan desematkan ulos. Afifuddin mengatakan, melalui prosesi tersebut diharapkan pihak yang diberi marga mendapat keselamatan.

“Seperti yang kita lihat tadi, pak Ijeck diberikan ulos atau disebut Digobakkon ulos, yang artinya simbolis asi untuk melindungi, dan memberikan spirit,” katanya.

Usai menjalani prosesi pemberian marga, Ijeck mengatakan sebelumnya ia mengaku memang telah dekat dengan masyarakat Mandailing, terutama keluarga Lubis. Untuk itu, tak aneh rasanya jika ia saat ini diberi marga Lubis, terlebih kedekatan tersebut telah terjalin sejak ia masih remaja.

Sementara Ijeck sangat senang dengan penabalan marga Lubis ini.

“Berawal saat dulu datang ke Kota Nopan yang mayoritas bermarga Lubis, kali itu saya dibawa oleh ayah saya ke sana, sampai sekarang pun kekeluargaan kami masih terasa,” timpal Ijeck.

Ijeck menambahkan, melalui prosesi ini, secara tidak langsung akan menambah keluarga bagi dirinya.

“Saya cukup senang, dengan bertambahnya keluarga, pastinya akan menambah rezeki,” pungkas pasangan Edy Rahmayadi di Pilgubsu. (rel/azw)

 

Djarot Harapkan Bangun Bendung Sei Wampu

Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat mengunjungi Bendungan Sei Wampu di Langkat.
Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat mengunjungi Bendungan Sei Wampu di Langkat.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Calon Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Djarot Saiful Hidayat mengharapkan adanya sinerji dari instansi terkait untuk mempercepat proses pembangunan Bendungan Sei Wampu di Langkat. Hal itu disampaikannya saat meninjau proyek Nasional bersama Anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan Soejono.

Djarot mengatakan, untuk memaksimalkan proses percepatan pembangunan dan pemanfaatan bendungan Sei Wampu, perlu sinergi antara Kementerian PUPR, Kementerian Pertanian, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten. Utamanya dalam hal pengawasan agar jangan ada areal persawahan dialihfungsi untuk peruntukan lain, seperti lahan sawit atau perumahan.

“Nah, kalau sampai lahan persawahan dialihfungsi, inikan tidak sejalan dengan tujuan dibangunnya bendungan. Tidak sejalan dengan tujuan swasembada pangan,” ujar Djarot, Jumat (4/5).

Calon Gubernur Sumut nomor urut 2 ini juga meminta agar petani tidak mengalih fungsi lahan persawahan miliknya maka perlu ada intervensi, baik reward maupun punishment. Membuat sebuah regulasi dalam peraturan daerah yang tidak memperbolehkan alih fungsi lahan sesuka hati. Namun di balik itu, pemerintah juga harus siap memberikan jaminan harga dan memberi reward semacam membebaskan PBB bagi petani yang tetap mempertahankan lahan persawahannya.

Persoalan selama ini katanya, kehidupan petani padi banyak yang tidak sejahtera, hal itu dikarenakan kurangnya kepedulian dari pemerintah. Seharusnya, pemerintah hadir gunakan melakukan pendampingan seperti dalam budidaya, hingga paska panen.

“Pemerintah harus memberikan jaminan harga, sehingga petani tetap mempertahankan lahan persawahannya,” ujarnya.

Untuk diketahui, proyek pembangunan bendungan Sei Wampu dikerjakan oleh dua KSO, yakni PT Adhi Karya dan PT Nindya Karya.

Bambang, Enginering PT Adhi Karya menjelaskan, Bendungan Sei Wampu senilai Rp270 miliar. Progres sampai tanggal 25 April 2018, 45 persen.

Target sampai akhir 2018 selesai 75 persen. Pembangunan bendungan Sei Wampu didanai APBN secara multiyears. Sisanya masuk tahun anggaran 2019.

“Itu masih bendungan, belum termasuk jaringan irigasi,” terang Bambang.

Juhendra Sirait, PPK Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera Utara, menjelaskan bendungan ini didesain dengan memanfaatkan sungai Sei Wampu, untuk mengairi areal persawahan seluas kurang lebih 11.000 ha di Kabupaten Langkat. Terutama mengairi lahan persawahan yang mengandalkan tadah hujan.

Bendungan ini memiliki dua jaringan, kanan dan kiri. Jaringan kiri ditujukan untuk mengairi persawahan seluas 3.000 ha. Sementara saluran kanan mengairi lebih kurang 7.000 ha. “Seluruhnya di Kabupaten Langkat,” terangnya.(bal/azw)