Home Blog Page 6466

Barcelona vs AS Roma: Momok Messi

Pemain Barcelona, Lionel Messi.
Lionel Messi

BARCELONA, SUMUTPOS.CO – Barcelona akan lebih gampang ditaklukkan kalau Lionel Messi tidak bermain. Pesan itulah yang disampaikan entrenador Sevilla Vincenzo Montella kepada mantan klubnya AS Roma.

Montella sudah merasakan sendiri bagaimana kemenangan timnya dirampok Messi pada jornada ke-30 Minggu (1/4) lalu. Sebelum La Pulga bermain, Sevilla unggul 2-0. Lalu sekitar 30 menit di lapangan, Messi mencetak gol krusial yang membuat Barca bermain imbang 2-2.

Pada leg pertama perempat final Liga Champions antara Barca lawan Roma dini hari nanti (5/4) di Camp Nou, sangat kecil kemungkinan Messi absen. Maka yang bisa dilakukan adalah melimitasi pergerakan bapak tiga anak tersebut.

Winger AS Roma Stephan El Shaarawy dalam situs resmi UEFA kemarin (3/4), berkata timnya berstatus nonfavorit dalam pertemuan ini. Namun bukan berarti El Shaarawy dan Giallorossi akan menjadi bulan-bulanan Barca.

Salah satu yang akan dilakukan Daniele De Rossi dkk untuk memberi tekanan kepada Barca dengan memberikan pengawalan ketat kepada Messi. Pesan serupa sudah pernah digaungkan mantan rekan Messi di Chelsea, Cesc Fabregas, ketika timnya bertemu dengan Barca di babak 16 besar. Hasilnya ? Messi mencetak tiga gol dalam dua pertandingan lawan The Blues.

“Dia (Messi, red.) adalah pemain terbaik dalam setiap kesempatan yang dimilikinya. Karena itu, kami harus memutus pengaruh Messi sebanyak mungkin dalam permainan,” ucap mantan pemain AC Milan itu.

Bek Roma Kostas Manolas kepada Il Giornale kemarin berkata tak ada cara buat menghentikan Messi. Sebab ketika Messi dikurung, masih ada sepuluh pemain Barca lain yang sama berpotensinya dengan kapten timnas Argentina itu buat menjebol gawang Roma.

Manolas adalah bagian dari pembantaian yang dilakukan Barca ketika bertemu di fase grup Liga Champions 2015-2016 lalu. Pada matchday kelima grup E (24/11/2015), Barca menghajar Roma dengan skor 6-1 di Camp Nou. “Benar kata Pep Guardiola kalau tak ada jalan untuk membuatnya (Messi, red.) berhenti. Ketika kami kalah telak tiga tahun lalu, secara taktik kami melalukan kesalahan dengan menekan mereka terlalu tinggi sehingga Barca menemukan celah dengan mudah di area permainan kami,” kata bek 26 tahun itu.

Satu Unit Rumah di Amplas Terbakar

ilustrasi-kebakaran
ilustrasi-kebakaran

SUMUTPOS.CO – Satu unit rumah milik Mariati (48) yang berada di Jalan Balai Desa No 43 Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, terbakar, Selasa (3/4). Akibatnya salah seorang penghuni rumah, Rubini (51) warga Jalan Patumbak-Delitua, Gang Sempurna B, Pensuinan Desa Patumbak I Deliserdang, yang sedang menjahit di dalam rumah mengalami luka bakar pada kedua kakinya.

Berdasarkan informasi, saat kebakaran, Rubini tengah menjahit di ruang televisi dengan menggunakan mesin jahit listrik. Pada saat itu, penghuni lainnya bernama Yogi Setiawan (21) tengah menuangkan bensin dari jerigen ke dalam ember.

Namun, tiba-tiba saja bensin tersebut berapi dan membakar seluruh isi ruangan tempat Rubini menjahit. Selain itu, api juga menyambar dan membakar kosen pintu, jendela, mesin jahit dinamo, meja, televisi, kursi sofa dan bahan-bahan lainnya yang mudah terbakar.”Saya terkejut dan langsung menyelamatkan diri ke pintu belakang rumah. Tapi akibatnya kedua kaki saya mengalami luka bakar,” katanya.

Untuk memadamkan api, sebanyak 4 unit mobil pemadam kebakaran pun diturunkan. Akibat kejadian itu, kerugian materil ditaksir mencapai Rp50 juta.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yakin yang dikonfirmasi mengaku pihaknya telah memeriksa Rubini dan Yogi sebagai saksi dan melakukan olah TKP. Sedangkan korban, hanya mengalami luka bakar ringan sehingga tidak sampai dibawa ke rumah sakit.

“Dari hasil Penyelidikan dan Olah TKP dan keterangan saksi diduga api berasal dari hawa panasnya dinamo dari mesin jahit listrik dan kemudian menyambar bensin yang rentan dengan suhu panas tinggi di ruangan depan rumah tersebut,” ujarnya. (mag-1/ila)

 

Pedagang Pasar Marelan Polisikan P3TM

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PEDAGANG_Para pedagang berjualan di lapak dan kios yang di sediakan di Pasar Marelan di Jalan Marelan, Rengas Pulau Medan, Senin (26/3) Para pedagang sudah mulai mengisi lapak dan kios pasar Marelan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PEDAGANG_Para pedagang berjualan di lapak dan kios yang di sediakan di Pasar Marelan di Jalan Marelan, Rengas Pulau Medan, beberpa waktu lalu.

SUMUTPOS.CO – Para pedagang Pasar Marelan, P boru Nainggolan, Elfrida Panjaitan, Lestari Pardede dan Hotmida Sihombing melaporkan pengurus Persatuan Pedagang Pasar Tradisional Medan (P3TM) Marelan ke Mapolres Pelabuhan Belawan, Senin (3/4).

Dalam laporan dalam bentuk pengaduan masyarakat (Dumas), pedagang mengaku sudah membayar uang panjar lapak dan administrasi P3TM pendaftaran sebesar Rp100 ribu dan uang muka sebesar Rp3 juta. Namun hingga saat ini belum juga diberikan lapak jualan.

Setelah pembayaran, mereka diberi kuitansi pembayaran dan kartu kuning, namun lapak jualan belum juga mereka terima.”Kartu kuning ini digunakan untuk pengundian. Tapi, saat diundi nama kami tidak ada, jadi  sampai sekarang kami tidak punya lapak jualan,” kata Efrida Panjaitan.

Pedagang tidak dapat lapak jualan ini sudah berulangkali menemui petugas PD Pasar Medan, namun tidak mendapat tanggapan bahkan disuruh menemui pengurus P3TM untuk berkordinasi.”Selama ini kami dibola-bola oleh PD Pasar Medan dan P3TM. Oleh karena itu kami melapor agar semuanya menjadi jelas,” ujarnya.

Kanit Tipiter Iptu H Simanjuntak mengaku sudah menerima laporan pedagang dalam bentuk pengaduan masyarakat, pihaknya akan menyelidiki pengaduan tersebut. “Laporan baru diterima dan berbekal itu kami akan melakukan pendalaman dan jika nanti ditemukan unsur pidananya maka laporan ini akan kita tingkatkan sebagaimana laporan biasanya,” ujar Simanjuntak.

Terpisah, Ketua Gerbraksu, Saharudin mengatakan pihaknya mendampingi pedagang untuk mengadu ke polisi. Sebab, ia menilai para pedagang telah terzolimi tidak mendapatkan lapak jualan.

“Kita minta kepada polisi untuk mengusut kasus ini. Sebab, pedagang yang sudah membayar uang muka belum dapat tempat, indikasinya adanya penipuan yang dilakukan pihak P3TM. Ini harus segera disikapi dan diusut,” tegas Saharudin.

Ketua P3TM, Ali Geno mengatakan, pihaknya bukan tidak memberikan lapak kepada pedagang yang membuat laporan ke polisi. Namun, pihaknya sudah mempersiapkan lapak bagi pedagang yang belum mendapatkan. Hanya saja lapak yang sebagian belum rampung. “Kalau sudah rampung, semua kita berikan tempat. Bagaiman tempat belum siap tapi mau kita kasih ke pedagang. Kan kalau sudah siap pedagang langsung kita berikan tempat jualan,” katanya. (fac/ila)

Anggarkan Rp2,7 M untuk Jasa Pengamanan Kantor Gubsu

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS PENGAMANAN: Dua orang petugas pengamanan yang berstatus kontrak tampak berjaga di pintu masuk Kantor Gubsu, Jl. P Diponegoro Medan, Selasa (3/4). Pengamanan di kantor Gubsu kini tak dipegang oleh personil Satpol PP.
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
PENGAMANAN: Dua orang petugas pengamanan yang berstatus kontrak tampak berjaga di pintu masuk Kantor Gubsu, Jl. P Diponegoro Medan, Selasa (3/4). Pengamanan di kantor Gubsu kini tak dipegang oleh personil Satpol PP.

SUMUTPOS.CO – Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumut mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,7 miliar pada 2018 untuk jasa pengamanan di kantor Gubernur Sumut Jalan P Diponegoro Medan. Anggaran ini disiapkan untuk pihak ketiga karena Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lingkungan Setdaprovsu tidak bersedia melakukan pengamanan di pintu-pintu masuk kantor Gubsu.

“Mulai 1 April 2018 ini kita sudah pakai pihak ketiga untuk pengamanan di pintu masuk kantor Gubsu. Pemberlakukan ini baru terlaksana di April karena kemarin pemenang lelangnya lama baru didapat,” ujar Kepala Biro Umum Setdaprovsu melalui Kabag Umum Tati Hartina Sitompul didampingi Kasubbag Rumah Tangga, Masran kepada wartawan, Selasa (3/4).

Dari proses lelang tersebut, lanjut Tati, PT Mantap Sukses Cemerlang sebagai pemenang tender. Pihaknya pun menyerahkan ke perusahaan tersebut untuk jasa pengamanan di lingkungan kantor Gubsu. “Pqda 2017 sebenarnya kita sempat kbuat sistemnya pakai karcis lewat Satpol PP. Hanya saja di 2018, Satpol PP menolak. Jadinya 2018 ini kita lakukan sistem tender,” ucapnya.

Satpol PP sendiri menolak dengan alasan hanya melaksanakan tugas pengamanan peraturan daerah (perda). “Dengan ada yang menang jadi semuanya sudah kita serahkan ke perusahaan itu. Kebetulan jumlahnya saya kurang tahu,” sebut Tati.

Informasi yang diperoleh wartawan, proses tender atas jasa pengamanan di lingkungan kantor Gubsu diduga ada keterlibatan pimpinan di Biro Umum Setdaprovsu. Disinggung soal ini Tati  membantahnya. “Kalau itu saya kurang tahu. Sekarang sudah tidak bisa lagi seperti itu. Apalagi yang mengurusi lelang itu sudah ada panitia khususnya,” ucapnya.

Pemutihan Denda Dikira Pemutihan PBB

ISTIMEWA SOSIALISASI: Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu dan Kasubdit PBB dan BPHTB BPPRD Medan Ahmad Untung Lubis saat sosialisasi Perda di Kantor DPC Partai Demokrat Medan, pekan lalu.
ISTIMEWA
SOSIALISASI: Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu dan Kasubdit PBB dan BPHTB BPPRD Medan Ahmad Untung Lubis saat sosialisasi Perda di Kantor DPC Partai Demokrat Medan, pekan lalu.

SUMUTPOS.CO – Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) primadona bagi Pemko Medan. Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk membayar PBB masih jauh dari harapan. Karenanya, untuk mendorong kesadaran masyarakat, Wakil Ketua DPRD Medan Burhanuddin Sitepu menyosialisasikan Perda Nomor 3 Tahun 2011 kepada masyarakat Kota Medan di Kantor DPC Partai Demokrat Kota Medan, Kamis (29/3) lalu.

Dalam sosialisasi yang dihadiri Kasubdit PBB dan BPHTB Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Medan Ahmad Untung Lubis itu, terungkap kalau selama ini banyak masyarakat yang salah memahami tentang pemutihan denda PBB yang hampir setiap tahun dilaksanakan Pemko Medan. Sehingga banyak masyarakat yang sengaja menunda pembayaran PBB hingga dilakukan pemutihan.

Seperti yang disampaikan Arbi Salim. Dia mempertanyakan apa konsekwensi bagi masyarakat yang menunggak PBB hingga bertahun-tahun. Pasalnya, selama ini banyak masyarakat yang enggan membayar PBB hingga menunggu ada pemutihan dari pemerintah.

Dia juga mengeluhkan sikap aparatur pemerintahan di kelurahan dan di kecamatan, karena kerap mempersulit masyarakat yang belum membayar PBB. “Ketika kita belum membayar PBB, selalu aparatur pemerintahan di kelurahan dan kecamatan meminta bukti pembayaran PBB. Jika tidak ada, mereka tak mau melayani masyarakat,” ungkapnya lagi.

Sementara Dewi, warga Medan Marelan mempertanyakan, apakah dibenarkan kepala lingkungan mengutip uang PBB. Pasalnya, sering terjadi di lapangan, kepala lingkungan berperan dalam penagihan PBB kepada warganya. “Apakah ini dibenarkan? Karena praktiknya di lapangan, penagihan PBB diberikan kepada kepala lingkungan,” katanya.

Menyikapi pertanyaan masyarakat ini, Kasubdit PBB dan BPHTB Kota Medan Ahmad Untung Lubis menjelaskan, dalam undang-undang tidak dikenal kata pemutihan. Namun, untuk meringankan beban masyarakat dan merangsang agar masyarakat mau membayar PBB, Pemko Medan membuat kebijakan pemutihan denda tunggakan PBB. Diakuinya, banyak masyarakat yang salah kaprah menyikapi kebijakan pemutihan ini.

Kemendikbud Minta Penyelesaian Siswa ‘Siluman’

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS UNJUK RASA_Puluhan siswa SMA Negeri 2 Medan yang masuk tidak melalui sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) duduk di lantai dasar Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Selasa (16/1). Para siswa, meminta Pemerintah Provinsi Sumut memberikan solusi terhadap ratusan siswa yang masuk tidak melalui jalur PPDB agar dapat mengikuti proses di sekolah seperti siswa lainnya.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
UNJUK RASA_Puluhan siswa SMA Negeri 2 Medan yang masuk tidak melalui sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) duduk di lantai dasar Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Medan, Januari lalu.

SUMUTPOS.CO – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI mengirim surat balasan kepada Gubernur Sumut. Hal penyelesaian penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara ilegal atau ‘siluman’ di SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri 13 Medan.

Hal itu diketahui dari dengan nomor surat :16871/MPK.D/PD/2018 tertanggal 27 Maret 2018 ditanda tangani langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. Surat ini, membelas surat yang disampaikan Gubernur Sumut melalui Pemprov Umut dengan nomor surat: 420/859/2018 tanggal 30 Januari 2018.

Dalam surat disampaikan Kemendikbud ada 4 hal dalam penegasan terhadap PPDB SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri 13 Medan. Pertama, calon peserta didik di SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri 13 Medan yang dinyatakan tidak lulus PPDB Online pada tahun pelajaran 2017/2018 tidak dapat disebut sebagai siswa pada sekolah yang bersangkutan.

Kedua, memperhatikan perlunya penyelesaian masalah dimaksud, pemerintah daerah wajib menjamin terpenuhi hak peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan.

Ketiga, rencana pendirian sekolah terbuka sebagaimana dalam rangka upaya untuk pemenuhan hak anak untuk memperoleh layanan pendidikan dapat dilaksanakan oleh pemerintah daerag provinsi sesuai dengan kewenangan sebagaimana diatur dalam UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Sedangkan keempat, pemerintah daerah provinsi perlu mengawasi proses penyelenggaraan PPDB di satuan pendidikan agar pelaksanaan PPDB sesuai dengan kentutuan perundang-undang.

Menyikap hal itu, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumut Arsyad Lubis mengatakan, pihaknya akan mengikuti dan segera menjalani rekomendasi yang dikeluarkan Kemendikbud disampaikan dalam surat tersebut.

“Sudah dijelaskan oleh Pak Menteri dalam surat tersebut. Bahwa siswa itu, awalnya 180 siswa di SMA Negeri 2 Medan dikurangi 90 siswa dan di SMA Negeri 13 Medan masih 76 siswa. Diberikan perintah dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah melaksanakan program pembentukan sekolah terbuka,” ungkap Arsyad saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (3/4) sore.

Arsyad menjelaskan, program pembentukan sekolah terbuka dengan tujuan agar terbentuknya hak-hak dari siswa tersebut.”Mereka tidak boleh berada di SMA Negeri 2 Medan dan SMA Negeri 13 Medan. Karena, mereka tidak lulus PPDB Online. Tapi, dalam rangka mereka tetap bisa sekolah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan rekomendasi berdasarkan usul dari para siswa di samping pindah ke sekolah swasta dimungkin membentuk sekolah terbuka seperti yang ada di SMA Negeri 10 Bekasi, Jawa Barat,” jelasnya.

KAMMI Demo Tuntut Harga Pertalite Turun

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS DEMO_Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI berunjuk rasa memprotes kenaikan harga BBM jenis Pertalite di depan gedung DPRD Sumut, Selasa (4/3). Mereka memprotes kenaikan harga Pertalite karena dinilai akan berdampak dengan naiknya harga kebutuhan lain serta meminta pemerintah menjamin stok ketersediaan BBM jenis premium.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
DEMO_Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KAMMI berunjuk rasa memprotes kenaikan harga BBM jenis Pertalite di depan gedung DPRD Sumut, Selasa (4/3). Mereka memprotes kenaikan harga Pertalite karena dinilai akan berdampak dengan naiknya harga kebutuhan lain serta meminta pemerintah menjamin stok ketersediaan BBM jenis premium.

SUMUTPOS.CO – Puluhan massa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar aksi unjukrasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol QQMedan, Selasa (3/4). Mereka memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite serta menuntut agar harganya kembali diturunkan.

Dalam aksinya, massa yang sejak awal menggelar aksi di depan gerbang kantor dewan itu berusaha memaksa masuk ke dalam dan berunjukrasa di depan gedung utama, menyampaikan aspirasinya kepada para anggota legislatif. Meskipun begitu, sempat terjadi aksi dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan.

Menurut pengunjuk rasa, kebijakan menaikkan harga BBM jenis Pertalite tidak dibarengi dengan ketersediaan jenis premium sebagai bahan bakar utama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Sehingga mereka menilai, hal tersebut adalah akal-akalan pemerintah agar seolah Pertalite adalah pilihan utama warga.

“Kalau Premium mudah didapat, maka dapat dipastikan Pertalite akan sepi pembeli apalagi mengalami peningkatan penjualan hingga 195 persen. Langkanya Premium saat ini menjadi strategi pemerintah untuk meningkatkan penjualan Pertalite dan membuat seolah-olah masyarakat cinta akan Pertalite. Dan perlahan-lahan Premium akan dihapuskan di Indonesia ini,” ujar Ketua Umum KAMMI Medan Ari Aliansyah Siregar.

Karenanya, lanjut Ari, pihaknya menuntut agar Pertamina dapat menyalurkan kembali BBM jenis Premium ke seluruh Indonesia dengan tetap menjaidkan Pertalite sebagai bahan bakar pilihan bagi masyarakat. Penurunan harga tersebut menurut mereka agar mengembalikan gairah ekonomi dan menjaga inflasi. KAMMI juga mendesak pemerintah agar meminta maaf kepada masyarakat atas kebijakan menaikkan harga ini.

Selaian itu, KAMMI juga sempat menyampaikan aspirasinya, menuntut agar Dirut Pertamina dan Menteri ESDM diturunkan dari jabatannya. Sekaligus juga, mengkampanyekan wacana penggantian Presiden pada Pemilu 2019 karena telah membuat kebijakan yang dinilai tidak memihak kepada kepentingan rakyat banyak.

Menanggapi tuntutan tersebut, anggota Komisi B DPRD Sumut Richard Sidabutar, Lidiani Laser, Robi Mangga dan Robi Agusman Harahap menyampaikan bahwa pihaknya menerima aspirasi tersebut sekaligus mengapresiasi sikap kritis mahasiswa terhadap kebijakan pemerintah.

Pun begitu, mereka mengaku tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan terkait tuntutan menurunkan harga Pertalite. Sebab dalam orasinya, mahasiswa meminta dewan mengultimatum pemerintah pusat yang menaikkan harga BBM serta tuntutan lain.

“Semua tahu bahwa kebijakan ini berada di tangan pemerintah pusat. Namun kami sangat menghargai aspirasi teman-teman mahasiswa dan akan segera kita sampaikan ke pemerintah pusat. Aspirasi teman-teman hari ini juga akan kami laporkan ke Pimpinan DPRD. Laporan itu nanti ada tindaklanjutnya. Kami juga akan menjadwalkan pertemuan dengan Pertamina,” ujar Richard. (bal/ila)

 

Pasi Intel Kodim 0201/BS Naik Pangkat

SELAMAT : Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, SIP menyalam Pasi Intel Kodim 0201 BS, Mayor Prima Wahyudi sembari mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat, Senin (2/4).
SELAMAT : Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, SIP menyalam Pasi Intel Kodim 0201 BS, Mayor Prima Wahyudi sembari mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat, Senin (2/4).

SUMUTPOS.CO – Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kodim 0201 BS, Mayor Kav Prima Wahyudi naik pangkat. Sebelumnya, Prima berpangkat Kapten. Mayor Kav Prima merupakan satu dari 31 orang Perwira Menengah (Pamen) jajaran Kodam I/BB yang mendapat kenaikan pangkat.

Selain kenaikan pangkat, digelar juga serah terima jabatan (sertijab) Dandenarhanud Rudal 004/Wira Satya dari Mayor Arh Joko Sukoyo SSos kepada Mayor Arh Gede Henry Widyastana.

Kemudian, sertijab Dandenzipur 2/Prasada Sakti dari Mayor Czi Damai Adi Setiawan SIP kepada Mayor Czi Ridwan Sri Hananto SE, MM. Upacara dipimpin langsung Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo SIP, Senin (2/4) .

“Selamat datang dan selamat bertugas kepada Mayor Arh Gede Henry Widyastana dan Mayor Czi Ridwan Sri Hananto beserta istri. Diharapkan segera beradaptasi dengan situasi jabatan baru, kembangkan hasil yang telah dicapai  oleh pejabat lama dan lakukan evaluasi serta identifikasi permasalahan yang ada,” ujar  Pangdam I/BB Mayjen TNI Ibnu Triwidodo SIP dalam sambutannya.

“Untuk mendapatkan solusi terbaik guna keberhasilan tugas satuan dalam menghadapi tuntutan dan tantangan tugas dimasa  akan datang. Kembangkan kreatifitas dan inovasi dalam pembinaan satuan,” sambung Mayjen Ibnu di Gedung Balai Prajurit Makodam I/BB, Jalan Gatot Subroto Km 7,5 Medan.

Menurut Mayjen Ibnu, pergantian pimpinan pada suatu organisasi harus dimaknai sebagai suatu kebutuhan. Sekaligus tuntutan untuk dapat menghadirkan sebuah organisasi yang efektif.

“Kepada Danden Arhanud Rudal 004/WS harus mampu  membaca dan mengantisipasi kondisi tersebut dengan senantiasa mengasah, meningkatkan kemampuan dan keteram-pilan prajuritnya. Guna meningkatkan kesiapsiagaan operasional dalam rangka mendukung tugas pokok Kodam I/BB,” pesan Pangdam I/BB.

Selanjutnya kepada Dandenzipur 2/PS, Pangdam I/BB berpesan agar membangun secara terus menerus kesiapan operasional satuannya. Tentunya, dengan senantiasa menampilkan kinerja satuan yang baik dan mempersiapkan personel serta materil yang dimilikinya untuk menghadapi kontijensi yang terjadi.

Pangdam I/BB menyampaikan ucapkan selamat kepada 31 orang Pamen jajaran Kodam I/BB. Ke 31 pamen tersebut terdiri dari, 15 orang Kapten ke Mayor, 5 orang Mayor ke Letkol serta 11 orang Letkol ke Kolonel.

“Ini (kenaikan pangkat) merupakan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus diterima dengan rasa syukur. Juga merupakan penghargaan dari negara dan bangsa atas prestasi serta dedikasi yang telah ditunjukkan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab jabatan.  Karena kenaikan pangkat merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Tidak hanya di hadapan manusia, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Pangdam I/BB.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kasdam I/BB, Irdam I/BB, Asrendam I/BB, Para Staf Ahli Pangdam I/BB, Staf Khusus Pangdam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB dan Para Kabalakdam I/BB, Ketua Persit KCK PD I/BB, Wakil Ketua KCK PD I/BB beserta pengurus.(ala/ila)

 

 

 

 

Channing Tatum-Jenna Dewan Berpisah

WESTWOOD, CA - FEBRUARY 01: Actor Channing Tatum and actress Jenna Dewan-Tatum attend Universal Pictures' "Hail, Caesar!" premiere at Regency Village Theatre on February 1, 2016 in Westwood, California. (Photo by Todd Williamson/Getty Images)

 

SUMUTPOS.CO – Perpisahan memang bisa terjadi pada siapa saja. Termasuk selebriti dunia yang sering dianggap para penggemar sebagai pasangan serasi. Kabar perpisahan ini pun menghampiri aktor Channing Tatum.

Siapa yang menyangka kalau pasangan selebriti Channing Tatum dan Jenna Dewan akhirnya memutuskan untuk berpisah. Setelah hampir 9 tahun hidup bersama, aktor tampan Channing pun mengungkapkan kabar tersebut lewat akun Twitter pribadinya.

“Kami dengan penuh kasih memilih untuk berpisah sebagai pasangan,” tulis Channing, Senin (3/4). Ia pun mengungkapkan kalau mereka telah jatuh cinta bertahun-tahun yang lalu dan memiliki perjalanan yang menakjubkan bersama.

“Benar-benar tidak ada yang berubah tentang seberapa banyak kita mencintai satu sama lain, tetapi cinta adalah petualangan indah yang membawa kita pada jalur yang berbeda untuk saat ini,” lanjutnya.

Seperti diketahui, pasangan ini tersebut bertemu di film Step Up pada 2006. Tiga tahun berselang, keduanya memutuskan untuk menikah pada 2009 dan telah memiliki seorang putri yang kini berusia 5 tahun.

Dilansir dari People, Selasa (3/4), Channing dan Jenna baru-baru ini menghadiri Kids’ Choice Awards bersama-sama untuk mempromosikan film terbaru Channing Smallfoot.(ce1/ana/JPC/ram)

 

Luna Maya Kapan Menikah?

SUMUTPOS.CO – Aktris dan presenter Luna Maya masih belum memastikan kapan akan menikah dengan kekasih, Reino Barack.

Meski begitu, Luna Maya tak menampik bila dirinya juga ingin berumah tangga.

“Kalau ditanya enggak pengin nikah, saya akan bilang bohong. Naluri seseorang terutama perempuan itu sajar, maksudnya itu alami dan manusiawi banget,” kata Luna Maya saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (2/4).

“Semua orang punya keinginan itu (menikah-red). Tapi buatku semua orang punya jalan berbeda, jadi enggak bisa menyamakan idealnya orang menikah di umur sekian,” sambungnya.

Mengenai rencana pernikahannya dengan Reino, pemain film The Doll 2 ini mengaku belum membicarakan serius.

“Kalau untuk itu aku belum bisa menjawab, jalanin aja,” tukasnya.

Mantan kekasih Ariel Noah ini mengaku sudah terbiasa ditanya kapan naik ke pelaminan.

“Semua manusia di dunia ini punya jalannya masing-masing enggak bisa sama. Mungkin saya sedikit berbeda dari average yang ada, jadi mungkin orang nanya kapan, kapan kapan menikah? Tapi ya udah mungkin bisa tahun ini atau tahun depan, saya enggak tahu dan kalian juga enggak tahu. Jadi jangan khawatir,” lanjutnya.

Terkait rumor yang menyatakan dirinya akan segera menikah, pemilik mata indah ini memberikan penjelasan terkait gosip bakal segera menikah. Rumor tersebut tersebar usai beredar foto dirinya tengah memakai baju pengantin.

Luna Maya pun membeberkan kejadian sebenarnya agar tidak ada berita yang simpang siur. Menurutnya, foto dia mengenakan baju pengantin tersebut adalah untuk kebutuhan film. Saat ini dia memang membintangi film horor terbaru berjudul Sabrina(mg7/jpnn/ram)