LANGKAT, sumutpos.co– Dosen Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, pada Jumat (14/8/2026). Kegiatan ini berfokus pada pembuatan sumur bor dan sistem pompanisasi guna memulihkan sektor pengairan lahan pangan lokal pascabencana.
Program yang dipimpin oleh Delima Lailan Sari Nasution ini mengusung tema “Pembuatan Sumur Bor Dan Pompanisasi Sebagai Upaya Pemulihan Bencana Dalam Meningkatkan Sumber Pengairan Lahan Pangan Di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat”. Dalam pelaksanaannya, Delima didampingi oleh sejumlah anggota tim dari kalangan akademisi USU, yaitu Ainun Rohanah, STP., M.Si., Nazif Ichwan, STP., M.Si., Dr. Adian Rindang, STP., M.Si., dan Putri Chandra Ayu, STP., M.Si.
Selain tim dosen, program ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat petani setempat yang dikoordinasikan langsung oleh Ketua Kelompok Tani Desa Muka Paya, Mulyadi. Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi diskusi dan sosialisasi, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan unit serta pendampingan teknis penggunaan alat pompanisasi pada sumur bor yang telah dibangun.

Bantuan ini disambut baik oleh warga setempat. Pasalnya, Desa Muka Paya merupakan salah satu wilayah yang terdampak banjir besar pada November 2025 lalu hingga mengakibatkan gagal panen total. Kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mampu memangkas biaya operasional petani secara signifikan.
“Selama ini, untuk melakukan pengairan lahan sawah seluas satu hektare, kami harus mengeluarkan biaya hingga Rp5 juta atau sekitar Rp200 ribu per rante,” ujar Mulyadi.
Mulyadi menambahkan bahwa bantuan pompa berkapasitas besar dari USU ini menjadi solusi jangka panjang yang sangat mereka butuhkan. “Fasilitas sumur bor ini membuat kami optimistis bisa meningkatkan frekuensi tanam dari yang tadinya hanya dua kali setahun, kini menjadi tiga kali dalam setahun,” imbuhnya.
Ketua Tim Pengabdian USU, Delima Lailan Sari Nasution, menegaskan pentingnya program berbasis masyarakat seperti ini untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah pascabencana. Ia berharap program serupa dapat direplikasi di wilayah lain yang menghadapi kendala pengairan serupa.
“Partisipasi dan kesadaran dari semua pihak sangat diperlukan untuk mendukung keberlanjutan program-program pengabdian masyarakat di masa mendatang,” pungkas Delima. (adz)

