Dosen Peternakan USU Sulap Limbah Jerami Jadi Pakan Fermentasi di Langkat

LANGKAT, sumutpos.co– Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program edukasi dan penerapan teknologi pakan di Desa Batu Malenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat pada Selasa, 25 Agustus 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak Untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan Dan Meningkatkan Nilai Kualitasnya” ini hadir sebagai solusi konkret atas permasalahan limbah pertanian pascapanen.

Program strategis ini diketuai Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng dengan beranggotakan sejumlah pakar peternakan USU lainnya, yaitu Dr. Ir. Nevy Diana Hanafi, SPt., M.Si., IPM, Dr. Ir. Ma’ruf Tafsin, M.Si., IPM, Dr. Usman Budi, S.Pt., M.Si, dan Delima Lailan Sari Nasution, S.TP., M.Sc. Kehadiran tim akademisi ini disambut antusias oleh ketua, sekretaris, dan anggota Kelompok Tani Berkat Tani, serta masyarakat Desa Batu Malenggang yang memadati lokasi penyuluhan.

Dalam pemaparannya, Ir. Achmad Sadeli menjelaskan, jerami padi merupakan sisa panen potensial yang selama ini belum dikelola secara optimal oleh petani. Praktik pembakaran jerami yang lazim dilakukan usai musim panen justru memicu pencemaran udara dan merusak lingkungan, padahal limbah tersebut dapat dialihkan menjadi pakan ternak alternatif, khususnya untuk sapi.

Namun, ia tidak menampik bahwa jerami padi memiliki kelemahan berupa tingginya serat kasar dan minimnya kandungan nutrisi. “Teknologi fermentasi yang kami terapkan di sini hadir untuk memecah serat kasar yang kaku tersebut sekaligus mendongkrak nilai gizinya, sehingga pakan menjadi lebih berkualitas, mudah dicerna, dan bernutrisi tinggi bagi ternak sapi milik warga,” ujar Ir. Achmad Sadeli di sela-sela pemaparannya.

Guna mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian USU juga menyerahkan bantuan stimulus berupa satu unit mesin mixer yang sekaligus berfungsi sebagai fermentor, tong penyimpanan, serta bahan baku penunjang seperti EM4, dedak padi, tepung jagung, molases, urea, dan premix. Melalui bantuan sarana produksi ini, masyarakat diharapkan dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dan memproduksi pakan secara mandiri.

Selain membawa dampak ekonomi dan lingkungan di tingkat lokal, program ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global. Inovasi ini secara langsung berkontribusi pada SDGs poin 2 mengenai Zero Hunger (tanpa kelaparan) mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi dan mencanangkan pertanian berkelanjutan, serta SDGs poin 15 mengenai Life on Land atau Ekosistem Daratan lewat aksi perlindungan alam dari polusi asap pembakaran. Melalui sinergi ini, Desa Batu Malenggang diharapkan mampu menjadi pelopor kawasan pertanian berkelanjutan berbasis nirlimbah atau zero waste. (adz)

LANGKAT, sumutpos.co– Tim Pengabdian Masyarakat dari Program Studi Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program edukasi dan penerapan teknologi pakan di Desa Batu Malenggang, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat pada Selasa, 25 Agustus 2025. Kegiatan yang mengusung tema “Pemanfaatan Jerami Padi Sebagai Pakan Ternak Untuk Mengurangi Pencemaran Lingkungan Dan Meningkatkan Nilai Kualitasnya” ini hadir sebagai solusi konkret atas permasalahan limbah pertanian pascapanen.

Program strategis ini diketuai Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng dengan beranggotakan sejumlah pakar peternakan USU lainnya, yaitu Dr. Ir. Nevy Diana Hanafi, SPt., M.Si., IPM, Dr. Ir. Ma’ruf Tafsin, M.Si., IPM, Dr. Usman Budi, S.Pt., M.Si, dan Delima Lailan Sari Nasution, S.TP., M.Sc. Kehadiran tim akademisi ini disambut antusias oleh ketua, sekretaris, dan anggota Kelompok Tani Berkat Tani, serta masyarakat Desa Batu Malenggang yang memadati lokasi penyuluhan.

Dalam pemaparannya, Ir. Achmad Sadeli menjelaskan, jerami padi merupakan sisa panen potensial yang selama ini belum dikelola secara optimal oleh petani. Praktik pembakaran jerami yang lazim dilakukan usai musim panen justru memicu pencemaran udara dan merusak lingkungan, padahal limbah tersebut dapat dialihkan menjadi pakan ternak alternatif, khususnya untuk sapi.

Namun, ia tidak menampik bahwa jerami padi memiliki kelemahan berupa tingginya serat kasar dan minimnya kandungan nutrisi. “Teknologi fermentasi yang kami terapkan di sini hadir untuk memecah serat kasar yang kaku tersebut sekaligus mendongkrak nilai gizinya, sehingga pakan menjadi lebih berkualitas, mudah dicerna, dan bernutrisi tinggi bagi ternak sapi milik warga,” ujar Ir. Achmad Sadeli di sela-sela pemaparannya.

Guna mendukung keberlanjutan program, tim pengabdian USU juga menyerahkan bantuan stimulus berupa satu unit mesin mixer yang sekaligus berfungsi sebagai fermentor, tong penyimpanan, serta bahan baku penunjang seperti EM4, dedak padi, tepung jagung, molases, urea, dan premix. Melalui bantuan sarana produksi ini, masyarakat diharapkan dapat langsung mempraktikkan ilmu yang didapat dan memproduksi pakan secara mandiri.

Selain membawa dampak ekonomi dan lingkungan di tingkat lokal, program ini juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) global. Inovasi ini secara langsung berkontribusi pada SDGs poin 2 mengenai Zero Hunger (tanpa kelaparan) mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan peningkatan gizi dan mencanangkan pertanian berkelanjutan, serta SDGs poin 15 mengenai Life on Land atau Ekosistem Daratan lewat aksi perlindungan alam dari polusi asap pembakaran. Melalui sinergi ini, Desa Batu Malenggang diharapkan mampu menjadi pelopor kawasan pertanian berkelanjutan berbasis nirlimbah atau zero waste. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru