Menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Plt Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi Bambang Sudaryono meminta kepada Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian, Penanggulangan dan Penanganan Pangan (P3P) untuk mewaspadai dan mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) hewan ternak.
Pemerintah tengah menggiatkan produksi vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) dalam negeri berdasarkan stereotipe virus yang beredar di Indonesia. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan PMK Wiku Adisasmito mengatakan, produksi vaksin PMK dalam negeri melibatkan pemerintah, melalui Kementerian Pertanian, dan peran swasta yang memiliki kapasitas produksi vaksin sebanyak 2 juta dosis di 2022.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Binjai sudah melakukan vaksinasi untuk menghindari sapi ternak terhindar dari wabah penyakit mulut dan kuku. Pemerintah Kota Binjai juga menargetkan sebanyak 2.500 ekor sapi yang akan menerima vaksinasi di kota rambutan.
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) meyakini, wabah ini akan mencapai nol kasus baru di seluruh Indonesia mulai akhir tahun 2022. Saat ini sudah 6 provinsi dinyatakan bebas dari temuan kasus baru PMK.
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah mewabah pada hewan ternak Indonesia tidak akan menimbulkan penyakit pada tubuh manusia. PMK bukan zoonosis, karena penyakit ini tak menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak panik merespons wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tengah terjadi pada hewan-hewan ternak di Indonesia. Kepala Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan Kementerian Pertanian (Kementan), Junaidi mengatakan, PMK bisa dikendalikan dan tidak membahayakan manusia.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian terus menggencarkan distribusi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) ke seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk menekan tingkat penyebaran wabah.
Jajaran Polsek Bandar Khalifah, Resor Tebingtinggi, memantau penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi di sejumlah peternakan wilayah Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Sergai, Jumat (22/7).
Kali ini personel Polsek Bandar Khalifah melakukan pantauan sekaligus sosialisasi penyebaran PMK pada kalangan peternak sapi di Desa Seiberong, Bandar Tengah, Kecamatan Bandar Khalfah, Kabupaten Sergai.
Meningdaklanjuti program pemerintah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Bhabinkamtibmas Polsek Teluk Mengkudu mengimbau warga untuk melakukan vaksin terhadap hewan ternaknya, Sabtu (16/7).
Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi didampingi Waka Polres Kompol Asrul Robert Sembiring melaksanakan launching vaksinasi hewan ternak agar terhindar dari wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kelurahan Karya Jaya, Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Kamis (14/7).
Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak kaki empat terus meluas di Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, hingga Rabu, 13 Juli 2022, terdapat 14.927 ekor ternak yang terpapar PMK.
Untuk memutus rantai penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) para ternak, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus melakukan berbagai langkah. Di antaranya, bekerja sama dengan pihak TNI, Polri dan lainnya melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk perbatasan Sumut.
Bhabinkamtibmas Polsek Firdaus, Aiptu Erwinsyah Putra melakukan penyemprotan disinpektan di kandang hewan ternak warga, Rabu(13/7).
“Pelaksanaan penyemprotan disinfektan ini dalam rangka pencegahan wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) pada hewan ternak, sehingga nantinya hewan ternak dalam kondisi sehat,” ungkap Kapolsek Firdaus AKP Idha Khalik.
Kementerian Agama (Kemenag) menerbitkan surat edaran tentang pelaksanaan salat Idul Adha sekaligus penyembelihan hewan kurban. Salah satu ketentuannya, penyembelihan hewan kurban dianjurkan dilakukan di rumah potong hewan (RPH).
Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sudah mewabah di 19 provinsi, termasuk Sumatera Utara. Masalah tersebut dibahas dalam rapat terbatas (ratas) kabinet yang dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (23/6) kemarin. Ada beberapa hal yang dihasilkan. Antara lain, penanganan akan dilakukan dengan konsep seperti penanganan Covid-19.
Perkembangan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) per hari ini sudah menyebar ke 19 Provinsi dan 213 Kabupaten/ Kota. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk penanganan Penyakit PMK. Namun demikian, seiring dengan meluasnya kasus ke berbagai daerah, Pemerintah mengambil langkah cepat yang lebih massif dengan membentuk Satgas Penanganan PMK, yang akan mengkoordinasikan berbagai upaya pengendalian dan penanggulangan penyakit PMK, terutama yang terkait dengan penyediaan vaksin dan obat, serta pelaksanaan vaksinasi. Demikian juga terkait dengan pengaturan lalulintas ternak dan pencegahan penyebaran penyakit antar wilayah, serta penerapan prosedur Biosafety dan Biosecurity dalam rangka pencegahan dan pengamanan penyakit hewan
Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak, memicu anjloknya harga jual ternak sapi di wilayah Sumatera Utara. Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Afifi Lubis mengatakan, terjadi penurunan harga jual sapi sampai 30 persen.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) kembali menegaskan, akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap transaksi jual beli hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Pengawasan ini dilakukan untuk menjamin, hewan kurban yang disembelih benar-benar sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Wali Kota Medan, Bobby Nasution mengaku akan segera melakukan pengawasan ketat atau monitoring terhadap perkembangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan kaki empat. Apalagi menjelang perayaan Idul Adha pada Juli mendatang, Bobby mengatakan, Pemko Medan akan semakin meningkatkan pengawasannya terhadap pasokan daging sapi yang masuk ke Kota Medan.
Wabah penularan penyakit kuku dan mulut (PMK) yang menimpa hewan ternak kaki empat di Sumatera Utara (Sumut) terus membaik. Dari total jumlah hewan yang terinfeksi di seluruh kabupaten/kota sebanyak 6.048 ekor, 1.776 ekor diantaranya dinyatakan segera sembuh dan menunggu proses inkubasi sebelum dilepaskan.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahyamadi diminta untuk berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk membentuk dan membangun check point untuk melakukan pencegahan dan penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak di Sumut.
Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (Ketapang) Kota Tebingtinggi, Marimbun Marpaung menyatakan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi tidak menular kepada manusia.