UMSU Kembangkan Desa Energi Hijau ‘Biogas Komunal dan Solar Dry Dome’ di Langkat

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) tahun 2026 di Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Program ini didanai melalui skema hibah pengabdian masyarakat.

PDB mengusung tema ‘Desa Bekiung Energi Hijau: Integrasi Biogas Komunal dan Solar Dry Dome untuk Penguatan Pangan Lokal Berbasis Rantai Nilai Agro-Peternakan. Program ini dilaksanakan berdasarkan pendanaan riset dan pengembangan dari Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026 kontrak utama nomor: 204/C3/DT.05.00/PM/2026 dan kontrak turunan nomor: 150/SPK/LL1/AL04.03/PM/2026 serta nomor 038/II.3-AU/UMSU-LP2M/C/2026.

Kegiatan sosialisasi, Ahad (21/6) dihadiri oleh pemerintah desa, pengurus BUMDes, kelompok peternak, tokoh masyarakat dan warga Desa Bekiung. Kehadiran tim UMSU disambut antusias oleh masyarakat yang berharap program tersebut dapat memberikan solusi bagi pengembangan potensi desa berbasis energi terbarukan.

Ketua Tim Pelaksana Program PDB UMSU Dr. Rimbawati, M.T hadir bersama anggota tim yaitu Dr. Khairul Umurani, MT, Assoc. Prof. Dr. Lila Bismala, dan Ajeng Inggit Anugerah, S.Pd, M.Kes. Dr. Rimbawati, M.T menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Desa Bekiung memiliki potensi besar di sektor agro-peternakan yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi alternatif sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ketua Tim Pelaksana Program PDB UMSU mengemukakan bahwa pemanfaatan limbah peternakan menjadi biogas komunal dapat menjadi solusi terhadap persoalan limbah sekaligus menyediakan sumber energi yang murah, ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bekiung dan BUMDes Bangun Mandiri. Supono, S.T selaku direktur BUMDes Bangun Mandiri mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Bekiung sebagai lokasi pelaksanaan Program Pemberdayaan Desa Binaan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran UMSU di Desa Bekiung. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat karena mampu mengoptimalkan potensi peternakan yang selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ungkap direktur.

Hermawan selaku sekretaris Desa Bekiung menyampaikan dukungan pemerintah desa terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tim UMSU. “Kami menyambut baik program ini dan siap berkolaborasi agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Hermawan berharap Desa Bekiung dapat menjadi contoh desa yang mampu memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung kemandirian energi dan ketahanan pangan masyarakat.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Khairul Umurani, M.T menjelaskan konsep pengembangan biogas komunal yang memanfaatkan limbah ternak sebagai bahan baku energi terbarukan. Menurutnya, teknologi tersebut memiliki manfaat ganda karena mampu menghasilkan energi sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

“Biogas merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang sangat potensial untuk dikembangkan di desa-desa berbasis peternakan. Selain menghasilkan energi bersih, residu dari proses biogas juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang bernilai ekonomis,” jelasnya.

Selain pengembangan biogas komunal, program ini juga memperkenalkan teknologi Solar Dry Dome. Yaitu sistem pengering berbasis energi matahari yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan hasil pertanian maupun peternakan. Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat rantai nilai produk lokal sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.

Keikutsertaan tim dalam program ini turut memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat. Khususnya dalam pengembangan model usaha dan penguatan kelembagaan desa, dalam mendukung aspek edukasi masyarakat terkait pemanfaatan teknologi tepat guna dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Melalui PDB ini, UMSU menargetkan Desa Bekiung dapat berkembang menjadi model desa energi hijau yang mampu mengintegrasikan energi terbarukan, penguatan pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi agro-peternakan. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes dan masyarakat.

Sinergi dalam mewujudkan pembangunan desa yang mandiri, produktif, inovatif dan berkelanjutan sesuai dengan agenda pembangunan nasional menuju ekonomi hijau. (dmp)

Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkuat komitmen dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) tahun 2026 di Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat. Program ini didanai melalui skema hibah pengabdian masyarakat.

PDB mengusung tema ‘Desa Bekiung Energi Hijau: Integrasi Biogas Komunal dan Solar Dry Dome untuk Penguatan Pangan Lokal Berbasis Rantai Nilai Agro-Peternakan. Program ini dilaksanakan berdasarkan pendanaan riset dan pengembangan dari Kemdiktisaintek tahun anggaran 2026 kontrak utama nomor: 204/C3/DT.05.00/PM/2026 dan kontrak turunan nomor: 150/SPK/LL1/AL04.03/PM/2026 serta nomor 038/II.3-AU/UMSU-LP2M/C/2026.

Kegiatan sosialisasi, Ahad (21/6) dihadiri oleh pemerintah desa, pengurus BUMDes, kelompok peternak, tokoh masyarakat dan warga Desa Bekiung. Kehadiran tim UMSU disambut antusias oleh masyarakat yang berharap program tersebut dapat memberikan solusi bagi pengembangan potensi desa berbasis energi terbarukan.

Ketua Tim Pelaksana Program PDB UMSU Dr. Rimbawati, M.T hadir bersama anggota tim yaitu Dr. Khairul Umurani, MT, Assoc. Prof. Dr. Lila Bismala, dan Ajeng Inggit Anugerah, S.Pd, M.Kes. Dr. Rimbawati, M.T menjelaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mentransfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.

“Desa Bekiung memiliki potensi besar di sektor agro-peternakan yang dapat dikembangkan menjadi sumber energi alternatif sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan,” ujarnya.

Ketua Tim Pelaksana Program PDB UMSU mengemukakan bahwa pemanfaatan limbah peternakan menjadi biogas komunal dapat menjadi solusi terhadap persoalan limbah sekaligus menyediakan sumber energi yang murah, ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Bekiung dan BUMDes Bangun Mandiri. Supono, S.T selaku direktur BUMDes Bangun Mandiri mengapresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Bekiung sebagai lokasi pelaksanaan Program Pemberdayaan Desa Binaan.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran UMSU di Desa Bekiung. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat karena mampu mengoptimalkan potensi peternakan yang selama ini menjadi salah satu sumber mata pencaharian warga. Kami berharap program ini dapat memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ungkap direktur.

Hermawan selaku sekretaris Desa Bekiung menyampaikan dukungan pemerintah desa terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan tim UMSU. “Kami menyambut baik program ini dan siap berkolaborasi agar setiap kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Hermawan berharap Desa Bekiung dapat menjadi contoh desa yang mampu memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung kemandirian energi dan ketahanan pangan masyarakat.

Pada sesi pemaparan materi, Dr. Khairul Umurani, M.T menjelaskan konsep pengembangan biogas komunal yang memanfaatkan limbah ternak sebagai bahan baku energi terbarukan. Menurutnya, teknologi tersebut memiliki manfaat ganda karena mampu menghasilkan energi sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.

“Biogas merupakan salah satu solusi energi terbarukan yang sangat potensial untuk dikembangkan di desa-desa berbasis peternakan. Selain menghasilkan energi bersih, residu dari proses biogas juga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang bernilai ekonomis,” jelasnya.

Selain pengembangan biogas komunal, program ini juga memperkenalkan teknologi Solar Dry Dome. Yaitu sistem pengering berbasis energi matahari yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas dan daya simpan hasil pertanian maupun peternakan. Teknologi ini diharapkan mampu memperkuat rantai nilai produk lokal sehingga memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar.

Keikutsertaan tim dalam program ini turut memperkuat aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat. Khususnya dalam pengembangan model usaha dan penguatan kelembagaan desa, dalam mendukung aspek edukasi masyarakat terkait pemanfaatan teknologi tepat guna dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

Melalui PDB ini, UMSU menargetkan Desa Bekiung dapat berkembang menjadi model desa energi hijau yang mampu mengintegrasikan energi terbarukan, penguatan pangan lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi agro-peternakan. Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, BUMDes dan masyarakat.

Sinergi dalam mewujudkan pembangunan desa yang mandiri, produktif, inovatif dan berkelanjutan sesuai dengan agenda pembangunan nasional menuju ekonomi hijau. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru