Jelang Musda KAHMI Binjai, Nama Jiji dan Ronggur Masuk Bursa

BINJAI – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Binjai, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kader potensial yang dinilai layak mengisi jajaran kepengurusan.

Menariknya, keluarga besar HMI di Kota Binjai disebut tidak pernah kehabisan stok kader. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pemerintahan, legislatif, akademisi, aktivis hingga kalangan pendidik.

Komisioner KPU Kota Binjai, Robby Effendi, menyebut cukup banyak kader HMI yang memiliki kapasitas untuk diusulkan sebagai presidium KAHMI Binjai. Pernyataan itu disampaikannya saat ditanya wartawan terkait pelaksanaan Musda KAHMI Binjai yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (13/9/2026).

“Banyak lah kader HMI yang cocok jadi Pengurus KAHMI Binjai, dari semua kalangan ada untuk diusulkan presidium,” ungkap Robby, Kamis (3/9/2026).

Menurut Robby, dari unsur pemerintahan terdapat Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi yang dinilai memiliki kapasitas. Sementara dari unsur legislatif, ia menyebut nama Ronggur Simorangkir dan Azra’i. “Lihat ya, dari pemerintahan ada Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi. Kemudian unsur legislatif ada Ronggur Simorangkir dan Azra’i,” katanya.

Tak hanya itu, sejumlah nama dari kalangan akademisi juga disebut. Di antaranya Agus Purwanto dan Agustyanto. Sedangkan dari kalangan aktivis muda, terdapat Leriadi dan Novrizal.

Untuk kalangan pendidik, Robby menyebut nama Syamsul Agus dan Rizal Fahlevi sebagai bagian dari banyaknya kader potensial yang dimiliki keluarga besar HMI di Binjai. “Banyak lagi, bahkan banyak sekali jika saya sebut di sini. KAHMI gak pernah kehabisan stok kader,” tegasnya.

Robby mengaku sebenarnya tidak ingin terlalu jauh berkomentar mengenai bursa kepengurusan KAHMI Binjai. Namun, ia menyampaikan pandangannya karena mendapat pertanyaan dari wartawan.“Ini karena teman-teman wartawan bertanya. KAHMI tidak pernah kehabisan kader, banyak,” serunya.

Ia pun mendorong agar momentum Musda tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat konsolidasi seluruh potensi kader KAHMI di Kota Binjai.

Menurutnya, keberadaan KAHMI harus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, seluruh kekuatan keluarga besar KAHMI perlu dikonsolidasikan untuk menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi bergerak lebih progresif. “Ya, kita kan ber-KAHMI ini untuk menebar kebaikan dan kebermanfaatan untuk umat serta untuk semua,” ujarnya.

Robby berharap Musda KAHMI Binjai nantinya berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat kontribusi alumni HMI, tidak hanya bagi Kota Binjai, tetapi juga Sumatera Utara hingga tingkat nasional.

“Saya berdoa semoga semua berjalan baik dan lancar. Konsolidasi total untuk sumbangsih kemajuan Binjai dan Sumut serta nasional,” pungkasnya. (ted/ila)

BINJAI – Menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Binjai, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kader potensial yang dinilai layak mengisi jajaran kepengurusan.

Menariknya, keluarga besar HMI di Kota Binjai disebut tidak pernah kehabisan stok kader. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pemerintahan, legislatif, akademisi, aktivis hingga kalangan pendidik.

Komisioner KPU Kota Binjai, Robby Effendi, menyebut cukup banyak kader HMI yang memiliki kapasitas untuk diusulkan sebagai presidium KAHMI Binjai. Pernyataan itu disampaikannya saat ditanya wartawan terkait pelaksanaan Musda KAHMI Binjai yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (13/9/2026).

“Banyak lah kader HMI yang cocok jadi Pengurus KAHMI Binjai, dari semua kalangan ada untuk diusulkan presidium,” ungkap Robby, Kamis (3/9/2026).

Menurut Robby, dari unsur pemerintahan terdapat Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi yang dinilai memiliki kapasitas. Sementara dari unsur legislatif, ia menyebut nama Ronggur Simorangkir dan Azra’i. “Lihat ya, dari pemerintahan ada Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi. Kemudian unsur legislatif ada Ronggur Simorangkir dan Azra’i,” katanya.

Tak hanya itu, sejumlah nama dari kalangan akademisi juga disebut. Di antaranya Agus Purwanto dan Agustyanto. Sedangkan dari kalangan aktivis muda, terdapat Leriadi dan Novrizal.

Untuk kalangan pendidik, Robby menyebut nama Syamsul Agus dan Rizal Fahlevi sebagai bagian dari banyaknya kader potensial yang dimiliki keluarga besar HMI di Binjai. “Banyak lagi, bahkan banyak sekali jika saya sebut di sini. KAHMI gak pernah kehabisan stok kader,” tegasnya.

Robby mengaku sebenarnya tidak ingin terlalu jauh berkomentar mengenai bursa kepengurusan KAHMI Binjai. Namun, ia menyampaikan pandangannya karena mendapat pertanyaan dari wartawan.“Ini karena teman-teman wartawan bertanya. KAHMI tidak pernah kehabisan kader, banyak,” serunya.

Ia pun mendorong agar momentum Musda tidak sekadar menjadi agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat konsolidasi seluruh potensi kader KAHMI di Kota Binjai.

Menurutnya, keberadaan KAHMI harus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, seluruh kekuatan keluarga besar KAHMI perlu dikonsolidasikan untuk menghasilkan kepengurusan yang mampu membawa organisasi bergerak lebih progresif. “Ya, kita kan ber-KAHMI ini untuk menebar kebaikan dan kebermanfaatan untuk umat serta untuk semua,” ujarnya.

Robby berharap Musda KAHMI Binjai nantinya berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan yang mampu memperkuat kontribusi alumni HMI, tidak hanya bagi Kota Binjai, tetapi juga Sumatera Utara hingga tingkat nasional.

“Saya berdoa semoga semua berjalan baik dan lancar. Konsolidasi total untuk sumbangsih kemajuan Binjai dan Sumut serta nasional,” pungkasnya. (ted/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru