LABUSEL – Sebuah truk fuso milik Ekspedisi CV Roda Prima Medan bernomor polisi BK 8985 CF mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di kawasan Titi Kembar Marbau, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Truk yang mengangkut muatan pampers tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Medan menuju Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Berdasarkan keterangan sopir cadangan, Sanimin Sinaga, saat kejadian kendaraan dikemudikan oleh sopir lainnya.
Diduga truk mengalami rem blong saat melintasi kawasan jembatan. Untuk menghindari risiko yang lebih fatal, pengemudi membanting setir hingga kendaraan menghantam pembatas jembatan sebelum akhirnya terjun ke sungai.
“Saya saat itu tertidur di bangku kiri. Terbangun setelah truk terjun ke sungai dan kabin sudah dipenuhi air,” ujar Sanimin saat ditemui di lokasi.
Sanimin mengaku beruntung karena kaca pintu sebelah kiri dalam kondisi rusak dan tidak dapat ditutup. Celah tersebut menjadi jalan keluar sehingga ia berhasil menyelamatkan diri dari kabin truk yang telah terendam air.
Akibat kecelakaan itu, bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah setelah menghantam tembok pembatas jembatan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah warga di sekitar lokasi menyebut sebagian muatan pampers sempat diambil oleh beberapa orang sesaat setelah truk terjun ke sungai.
Petugas Satuan Lalu Lintas yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan, mengatur arus lalu lintas, serta mengamankan sebagian besar muatan truk guna mencegah barang berserakan maupun diambil oleh pihak yang tidak berhak.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak kepolisian. (fdh/azw)
LABUSEL – Sebuah truk fuso milik Ekspedisi CV Roda Prima Medan bernomor polisi BK 8985 CF mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di kawasan Titi Kembar Marbau, Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Truk yang mengangkut muatan pampers tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Medan menuju Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Berdasarkan keterangan sopir cadangan, Sanimin Sinaga, saat kejadian kendaraan dikemudikan oleh sopir lainnya.
Diduga truk mengalami rem blong saat melintasi kawasan jembatan. Untuk menghindari risiko yang lebih fatal, pengemudi membanting setir hingga kendaraan menghantam pembatas jembatan sebelum akhirnya terjun ke sungai.
“Saya saat itu tertidur di bangku kiri. Terbangun setelah truk terjun ke sungai dan kabin sudah dipenuhi air,” ujar Sanimin saat ditemui di lokasi.
Sanimin mengaku beruntung karena kaca pintu sebelah kiri dalam kondisi rusak dan tidak dapat ditutup. Celah tersebut menjadi jalan keluar sehingga ia berhasil menyelamatkan diri dari kabin truk yang telah terendam air.
Akibat kecelakaan itu, bagian depan kendaraan mengalami kerusakan cukup parah setelah menghantam tembok pembatas jembatan. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sejumlah warga di sekitar lokasi menyebut sebagian muatan pampers sempat diambil oleh beberapa orang sesaat setelah truk terjun ke sungai.
Petugas Satuan Lalu Lintas yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan, mengatur arus lalu lintas, serta mengamankan sebagian besar muatan truk guna mencegah barang berserakan maupun diambil oleh pihak yang tidak berhak.
Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan dan penyelidikan pihak kepolisian. (fdh/azw)