25 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Curi Sepeda Motor, Residivis Ditembak Lagi

Tembak-Ilustrasi
Tembak-Ilustrasi

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pengalaman kena tembak, tampaknya tak membuat Sofyan Rangkuti alias Belong (34) jera berbuat kejahatan. Rabu (16/7) lalu, warga Wonosari Stabat itu kembali dibabak belurkan warga karena ketangkap mencuri sepeda motor.

Aksinya itu berlangsung saat Belong ketahuan mempreteli sepeda motor Suzuki Satria FU BK 5036 LP milik M. Ari warga SD 4 Kel. Stabat. Sekitar pukul 20.30, Ari kaget mendengar suara sepeda motornya ditukangi. Sebab, dia sebelumnya memarkirkannya di teras rumah dengan stang terkunci.

Dia sempat kaget melihat seorang pria coba membawa keretanya. Namun gagal karena cakram belakang digemboknya. Melihat orang keluar dari rumah sasaran, Belong langsung kabur. Namun dia ketangkul dan dihajar usai diteriaki Ari.

Beruntung polisi melintas dan nyawa Belong terselamatkan. Kanit Reskrim Polsek Stabat, Ipda R Sembiring mengaku, ”Pelaku ini memang spesialis curanmor Bang dan sudah berulang kali melakukan aksinya. Dia juga dikenal tak segan melukai korbannya. Aksi serupa yang dilakukan pelaku pada beberapa bulan terakhir ini sudah yang ke-4 kalinya,” jelasnya saat ditemui di RSU Insani, di ruang perawatan Belong.

Sambungnya, usai diserahkan warga, dilakukan pengembangan ke komplotan Belong. Polisi menelusuri ke Tanjungpura, tempat Belong menjual hasil curiannya. ”Ketika kita sampai ke daerah yang ditunjuk Belong sebagai rumah penadah di Tanjungpura tersebut, saat dalam perjalanan menuju rumah temannya tersebut, Belong lari. Sebelumnya kami juga melepaskan tembakan peringatan namun dicueki,” ujarnya, mengaku terpaksa menembak kaki Belong.

Namun, setelah satu kaki ditembak, Belong tetap berusaha kabur hingga kembali ditembak. Empat aksi teranyar Belong juga dibeber Ipda R Sembiring. Senin 14 Juli di depan Rumah Makan Berdikari, Kel. Perdamean Stabat, Supra Fit merah BK 3701 PAF milik giat Andreas Nainggolan (60) lenyap dari parkiran. Saat itu korban sedang makan. Namun, ada saksi yang sempat melihat Belong melarikan kereta tersebut. Namun saksi itu ketakutan karena Belong mengancamnya dengan parang.

Sebelumnya, Minggu 13 Juli 2014, K. Sihotang warga Lingkungan III Mesrah Perdamaian, kehilangan Supra 125 merah BK 6179 PAL yang diparkirkannya di depan rumah sepulangnya gereja. Anak korban, Flora br Sihotang sempat mengejar dan mengenali pencurinya adalah Belong. Namun, Flora terjatuh saat mengejar sehingga Belong berhasil kabur.

Lain lagi kisah Misran (27) warga Paya Mabar Stabat. Saat memanen sawit di ladang yang tak jauh dari rumah pada pagi sekitar poukul 08.00, dia memarkirkan keretanya dalam keadaan stang terkunci. Sekitar pukul 12.00. saat akan istirahat, Misran lemas melihat keretanya sudah tak ada. Dari warga dia mengetahui kalau pelaku pencurian adalah Belong.(zd/trg/bd)

Tembak-Ilustrasi
Tembak-Ilustrasi

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pengalaman kena tembak, tampaknya tak membuat Sofyan Rangkuti alias Belong (34) jera berbuat kejahatan. Rabu (16/7) lalu, warga Wonosari Stabat itu kembali dibabak belurkan warga karena ketangkap mencuri sepeda motor.

Aksinya itu berlangsung saat Belong ketahuan mempreteli sepeda motor Suzuki Satria FU BK 5036 LP milik M. Ari warga SD 4 Kel. Stabat. Sekitar pukul 20.30, Ari kaget mendengar suara sepeda motornya ditukangi. Sebab, dia sebelumnya memarkirkannya di teras rumah dengan stang terkunci.

Dia sempat kaget melihat seorang pria coba membawa keretanya. Namun gagal karena cakram belakang digemboknya. Melihat orang keluar dari rumah sasaran, Belong langsung kabur. Namun dia ketangkul dan dihajar usai diteriaki Ari.

Beruntung polisi melintas dan nyawa Belong terselamatkan. Kanit Reskrim Polsek Stabat, Ipda R Sembiring mengaku, ”Pelaku ini memang spesialis curanmor Bang dan sudah berulang kali melakukan aksinya. Dia juga dikenal tak segan melukai korbannya. Aksi serupa yang dilakukan pelaku pada beberapa bulan terakhir ini sudah yang ke-4 kalinya,” jelasnya saat ditemui di RSU Insani, di ruang perawatan Belong.

Sambungnya, usai diserahkan warga, dilakukan pengembangan ke komplotan Belong. Polisi menelusuri ke Tanjungpura, tempat Belong menjual hasil curiannya. ”Ketika kita sampai ke daerah yang ditunjuk Belong sebagai rumah penadah di Tanjungpura tersebut, saat dalam perjalanan menuju rumah temannya tersebut, Belong lari. Sebelumnya kami juga melepaskan tembakan peringatan namun dicueki,” ujarnya, mengaku terpaksa menembak kaki Belong.

Namun, setelah satu kaki ditembak, Belong tetap berusaha kabur hingga kembali ditembak. Empat aksi teranyar Belong juga dibeber Ipda R Sembiring. Senin 14 Juli di depan Rumah Makan Berdikari, Kel. Perdamean Stabat, Supra Fit merah BK 3701 PAF milik giat Andreas Nainggolan (60) lenyap dari parkiran. Saat itu korban sedang makan. Namun, ada saksi yang sempat melihat Belong melarikan kereta tersebut. Namun saksi itu ketakutan karena Belong mengancamnya dengan parang.

Sebelumnya, Minggu 13 Juli 2014, K. Sihotang warga Lingkungan III Mesrah Perdamaian, kehilangan Supra 125 merah BK 6179 PAL yang diparkirkannya di depan rumah sepulangnya gereja. Anak korban, Flora br Sihotang sempat mengejar dan mengenali pencurinya adalah Belong. Namun, Flora terjatuh saat mengejar sehingga Belong berhasil kabur.

Lain lagi kisah Misran (27) warga Paya Mabar Stabat. Saat memanen sawit di ladang yang tak jauh dari rumah pada pagi sekitar poukul 08.00, dia memarkirkan keretanya dalam keadaan stang terkunci. Sekitar pukul 12.00. saat akan istirahat, Misran lemas melihat keretanya sudah tak ada. Dari warga dia mengetahui kalau pelaku pencurian adalah Belong.(zd/trg/bd)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/