33 C
Medan
Sunday, July 14, 2024

Pacar Tak Datang, Minta Cepat Mati Pas Tiup Lilin Ultah

Elviana Ambarita, mahasiswi USU yang bunuh diri.
Elviana Ambarita, mahasiswi USU yang bunuh diri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat hari sebelum ditemukan tewas gantung diri, Elpiana Theresia br Ambarita (21), mengagetkan teman-temannya. Mahasiswi semester IV Fakultas Hukum USU itu, meminta cepat mati saat meniup lilin ulang tahunnya.

Perayaan ulang tahun itu tepat digelar Rabu (13/5) di kosnya. “Pas ulang tahun dia punya permintaan aneh. Katanya, dia pingin cepat mati, pas tiup lilin. Kami terkejut,” ujar Maria, teman kuliah Elpi. Sambungnya, permintaan aneh itu diucapkan Elpi karena pacarnya tak datang, juga tak mengucapkan selamat ulang tahun.
“Itulah kenang-kenangan kami terakhir, pacarnya namanya Yordi Simbolon, baru lulus jadi polisi. Kami tahu karena pernah datang kemari pakai pakaian dinas,” tambah Maria.
Diakuinya juga, saat ultah itu pula, Elpi sempat menelpon keluarganya dan meminta maaf kalau dirinya selama ini sering menyusahkan. “Ibunya pernah menelepon kami, karena Elpi menelpon sembari minta maaf karena sering buat susah. Memang kami kan dekat juga dengan keluarga Elpi,” tambah Sisca.
Teman-teman Elpi berharap agar pacar Elpi diperiksa. “Mintanya pacarnya itu diperiksa polisi biar semuanya jelas,” ujar teman-teman korban.
Sementara, rektorat Universitas Sumatera Utara (USU) menyesalkan peristiwa bunuh diri yang dialami mahasiswanya. Apalagi baru genap sepekan, peristiwa tragis seperti ini sudah kedua kalinya terjadi. Hal itu disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan dan Kealumnian USU, Raja Bongsu Hutagalung kepada Sumut Pos, Selasa (19/5).
Menurut Bongsu, peristiwa tersebut merupakan pukulan bagi segenap civitas akademika USU. Pasalnya kondisi USU saat ini ia nilai belum stabil, di mana belum memiliki rektor defenitif. Selaku pejabat yang membidangi kemahasiswaan dan kealumnian, Bongsu mengaku sedikitnya ada efek atas labilnya kondisi universitas terhadap mahasiswa.
Tidak hanya dari sisi lantaran belum memiliki rektor defenitif, juga persoalan internal lain di tubuh USU yang ia anggap berimbas pada perkembangan universitas, baik secara akademik maupun prestasi ditingkat lokal, nasional bahkan internasional. “Saya selalu katakan, persoalan USU harus diletakkan secara proporsional. Jangan korbankan mahasiswa karena keegoaan segelintir kelompok,” ucap pria yang kerap memakai peci hitam ini.

Elviana Ambarita, mahasiswi USU yang bunuh diri.
Elviana Ambarita, mahasiswi USU yang bunuh diri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Empat hari sebelum ditemukan tewas gantung diri, Elpiana Theresia br Ambarita (21), mengagetkan teman-temannya. Mahasiswi semester IV Fakultas Hukum USU itu, meminta cepat mati saat meniup lilin ulang tahunnya.

Perayaan ulang tahun itu tepat digelar Rabu (13/5) di kosnya. “Pas ulang tahun dia punya permintaan aneh. Katanya, dia pingin cepat mati, pas tiup lilin. Kami terkejut,” ujar Maria, teman kuliah Elpi. Sambungnya, permintaan aneh itu diucapkan Elpi karena pacarnya tak datang, juga tak mengucapkan selamat ulang tahun.
“Itulah kenang-kenangan kami terakhir, pacarnya namanya Yordi Simbolon, baru lulus jadi polisi. Kami tahu karena pernah datang kemari pakai pakaian dinas,” tambah Maria.
Diakuinya juga, saat ultah itu pula, Elpi sempat menelpon keluarganya dan meminta maaf kalau dirinya selama ini sering menyusahkan. “Ibunya pernah menelepon kami, karena Elpi menelpon sembari minta maaf karena sering buat susah. Memang kami kan dekat juga dengan keluarga Elpi,” tambah Sisca.
Teman-teman Elpi berharap agar pacar Elpi diperiksa. “Mintanya pacarnya itu diperiksa polisi biar semuanya jelas,” ujar teman-teman korban.
Sementara, rektorat Universitas Sumatera Utara (USU) menyesalkan peristiwa bunuh diri yang dialami mahasiswanya. Apalagi baru genap sepekan, peristiwa tragis seperti ini sudah kedua kalinya terjadi. Hal itu disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiwaan dan Kealumnian USU, Raja Bongsu Hutagalung kepada Sumut Pos, Selasa (19/5).
Menurut Bongsu, peristiwa tersebut merupakan pukulan bagi segenap civitas akademika USU. Pasalnya kondisi USU saat ini ia nilai belum stabil, di mana belum memiliki rektor defenitif. Selaku pejabat yang membidangi kemahasiswaan dan kealumnian, Bongsu mengaku sedikitnya ada efek atas labilnya kondisi universitas terhadap mahasiswa.
Tidak hanya dari sisi lantaran belum memiliki rektor defenitif, juga persoalan internal lain di tubuh USU yang ia anggap berimbas pada perkembangan universitas, baik secara akademik maupun prestasi ditingkat lokal, nasional bahkan internasional. “Saya selalu katakan, persoalan USU harus diletakkan secara proporsional. Jangan korbankan mahasiswa karena keegoaan segelintir kelompok,” ucap pria yang kerap memakai peci hitam ini.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/