dr Faisal Respon Warga Miskin di Medan Deli Tak Dapat Bantuan, Minta Camat dan Kepling Fokus Data Perlinsos

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Fraksi Partai NasDem, dr Faisal Arbie M Biomed meminta Camat Medan Deli, Aidil Putra beserta seluruh jajarannya di kelurahan dan kepala lingkungan untuk fokus dalam melakukan pendataan Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos).

Pasalnya hingga saat ini, masih sangat banyak masyarakat miskin di Kecamatan Medan Deli yang belum mendapatkan bantuan karena belum terdaftar sebagai masyarakat tidak mampu.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai NasDem, dr Faisal Arbie M.Biomed saat menggelar Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 TA 2026 di Lapangan Taman Citra, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Minggu (26/7/2026) sore.

“Sampai saat ini masih banyak masyarakat miskin di Medan Deli yang tidak dapat bantuan, baik itu PKH dari Pemerintah Pusat, PKH Medan Makmur (Pemko Medan) dan bantuan sosial lainnya. Tolong Pak Camat fokus dalam pendataan perlinsosnya,” ucap dr Faisal Arbie pada kegiatan yang dihadiri Camat Medan Deli, Aidil Putra, Lurah Titipan, Irwan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Medan, Hendra Arjudanto, perwakilan Dinas Perhubungan Medan, Awal, Kepala Puskesmas Titipapan, dr Erfiyani, perwakilan RSUD Dr Pirngadi, Golden Purba, Dirut RSUD Bachtiar Djafar, dr M Mukhlis, serta perwakilan Disdukcapil Medan, Hasanul Basri Tanjung.

Dikatakan politisi Partai NasDem yang akrab disapa Arbie itu, dalam pendataan Perlinsos itu, setiap perangkat di Kecamatan, Kelurahan dan Kepala Lingkungan wajib mendata secara riil dan objektif.

“Data secara akurat, apa pekerjaannya, berapa penghasilannya, dan lain-lain. Nanti akan terlihat masyarakat ini masuk ke desil berapa, apakah masyarakat ini benar-benar berhak mendapatkan bantuan atau tidak,” ujarnya.

Menjawab hal itu, Camat Medan Deli, Aidil Putra, mengaku siap menurunkan seluruh jajarannya untuk melakukan pendataan perlinsos secara akurat. Ia pun bermohon kepada masyarakat agar dapat mendukung proses pendataan tersebut.

“Mohon kepada bapak/ibu agar nantinya kooperatif saat dilakukan pendaatan. Jawab dengan sejujurnya, nanti dari situ akan terlihat bapak/ibu masuk di desil berapa, apakah bapak/ibu berhak mendapatkan bantuan atau tidak,” katanya.

Sebelumnya pada kesempatan itu, sejumlah warga tidak mampu di Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli menyampaikan keluhannya terkait bansos yang tidak tepat sasaran.

“Tolong pak, saya tak pernah dapat bantuan. Padahal saya masyarakat nggak mampu pak. Setelah di cek, katanya saya masuk di desil 6. Padahal suami saya kerja serabutan, penghasilannya nggak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ini sebenarnya bagaimana pendataannya pak, siapa yang buat kami masuk ke desil 6 itu,” keluhnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi lainnya. Salah satunya,  masalah banyaknya LPJU yang padam.

“Di sini kalau malan gelap, lampu-lampu jalan mati. Tolong lah supaya dipasang lagi lampunya. Terutama di kawasan pekuburan Almarhum Razali Doyong, tolong diperhatikan lampu jalannya pak,” pintanya.

Menanggapi hal itu, dr Faisal meminta Dishub Medan agar segara memperbaiki seluruh LPJU yang mati di Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli.

“Tolong diperhatikan, saya minta agar lampu-lampu jalan ini segera dinyalakan kembali,” tandasnya.

Pada momentum itu, dr Faisal Arbie mengajak semua masyarakat untuk mengawal proses pembangunan Jembatan Kota Bangun yang seyoginyanya dibangun Pemko Medan pada tahun 2025 lalu.

“Jembatan Kota Bangun dijanjikan Pemko Medan untuk dibangun di tahun 2025 lalu.m, tapi belum terealisasi. InsyaAllah Jembatan Kota Bangun akan dibangun pada tahun ini. Mari sama-sama kita kawal. Alhamdulillah, anggarannya sudah saya kawal di DPRD Medan,” pungkasnya. (map/azw)

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan Fraksi Partai NasDem, dr Faisal Arbie M Biomed meminta Camat Medan Deli, Aidil Putra beserta seluruh jajarannya di kelurahan dan kepala lingkungan untuk fokus dalam melakukan pendataan Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos).

Pasalnya hingga saat ini, masih sangat banyak masyarakat miskin di Kecamatan Medan Deli yang belum mendapatkan bantuan karena belum terdaftar sebagai masyarakat tidak mampu.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai NasDem, dr Faisal Arbie M.Biomed saat menggelar Reses VI Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 TA 2026 di Lapangan Taman Citra, Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli, Minggu (26/7/2026) sore.

“Sampai saat ini masih banyak masyarakat miskin di Medan Deli yang tidak dapat bantuan, baik itu PKH dari Pemerintah Pusat, PKH Medan Makmur (Pemko Medan) dan bantuan sosial lainnya. Tolong Pak Camat fokus dalam pendataan perlinsosnya,” ucap dr Faisal Arbie pada kegiatan yang dihadiri Camat Medan Deli, Aidil Putra, Lurah Titipan, Irwan, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Medan, Hendra Arjudanto, perwakilan Dinas Perhubungan Medan, Awal, Kepala Puskesmas Titipapan, dr Erfiyani, perwakilan RSUD Dr Pirngadi, Golden Purba, Dirut RSUD Bachtiar Djafar, dr M Mukhlis, serta perwakilan Disdukcapil Medan, Hasanul Basri Tanjung.

Dikatakan politisi Partai NasDem yang akrab disapa Arbie itu, dalam pendataan Perlinsos itu, setiap perangkat di Kecamatan, Kelurahan dan Kepala Lingkungan wajib mendata secara riil dan objektif.

“Data secara akurat, apa pekerjaannya, berapa penghasilannya, dan lain-lain. Nanti akan terlihat masyarakat ini masuk ke desil berapa, apakah masyarakat ini benar-benar berhak mendapatkan bantuan atau tidak,” ujarnya.

Menjawab hal itu, Camat Medan Deli, Aidil Putra, mengaku siap menurunkan seluruh jajarannya untuk melakukan pendataan perlinsos secara akurat. Ia pun bermohon kepada masyarakat agar dapat mendukung proses pendataan tersebut.

“Mohon kepada bapak/ibu agar nantinya kooperatif saat dilakukan pendaatan. Jawab dengan sejujurnya, nanti dari situ akan terlihat bapak/ibu masuk di desil berapa, apakah bapak/ibu berhak mendapatkan bantuan atau tidak,” katanya.

Sebelumnya pada kesempatan itu, sejumlah warga tidak mampu di Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli menyampaikan keluhannya terkait bansos yang tidak tepat sasaran.

“Tolong pak, saya tak pernah dapat bantuan. Padahal saya masyarakat nggak mampu pak. Setelah di cek, katanya saya masuk di desil 6. Padahal suami saya kerja serabutan, penghasilannya nggak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Ini sebenarnya bagaimana pendataannya pak, siapa yang buat kami masuk ke desil 6 itu,” keluhnya.

Pada kesempatan itu, sejumlah masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi lainnya. Salah satunya,  masalah banyaknya LPJU yang padam.

“Di sini kalau malan gelap, lampu-lampu jalan mati. Tolong lah supaya dipasang lagi lampunya. Terutama di kawasan pekuburan Almarhum Razali Doyong, tolong diperhatikan lampu jalannya pak,” pintanya.

Menanggapi hal itu, dr Faisal meminta Dishub Medan agar segara memperbaiki seluruh LPJU yang mati di Kelurahan Titipapan, Kecamatan Medan Deli.

“Tolong diperhatikan, saya minta agar lampu-lampu jalan ini segera dinyalakan kembali,” tandasnya.

Pada momentum itu, dr Faisal Arbie mengajak semua masyarakat untuk mengawal proses pembangunan Jembatan Kota Bangun yang seyoginyanya dibangun Pemko Medan pada tahun 2025 lalu.

“Jembatan Kota Bangun dijanjikan Pemko Medan untuk dibangun di tahun 2025 lalu.m, tapi belum terealisasi. InsyaAllah Jembatan Kota Bangun akan dibangun pada tahun ini. Mari sama-sama kita kawal. Alhamdulillah, anggarannya sudah saya kawal di DPRD Medan,” pungkasnya. (map/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru