MEDAN – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan mampu memproduksi sekitar 5 ton tempe setiap bulan melalui program Bimbingan Kegiatan Kerja (Bimker). Produk tersebut salah satunya disalurkan untuk mendukung kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasubsi Bimbingan Kegiatan Kerja Rutan Kelas I Medan, Irawadi Purba, mengatakan produksi tempe menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam pembinaan kemandirian warga binaan. Produksi harian disebut mencapai sekitar 307 batang.
“Produksi tempe ini menjadi salah satu kegiatan produktif yang kami kembangkan secara berkelanjutan. Dalam satu bulan, produksi dapat mencapai sekitar 5 ton,” ujarnya, Jumat (28/8).
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil produksi. Warga binaan juga mendapatkan pengalaman kerja sekaligus dilatih menerapkan kedisiplinan dan tanggung jawab selama mengikuti proses produksi.
Irawadi mengatakan proses pembuatan tempe dilakukan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kualitas. Produk tempe yang dihasilkan juga telah memiliki sertifikat halal.
Kepala Rutan Kelas I Medan Andi Surya, mengatakan program Bimker menjadi bagian dari pembinaan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat digunakan setelah menyelesaikan masa pidana.
“Kami terus mendorong agar pembinaan di Rutan Kelas I Medan tidak hanya berorientasi pada keterampilan, tetapi juga pada pembentukan kemandirian dan produktivitas warga binaan,” katanya.
Selain tempe, warga binaan juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan produksi lainnya, seperti pembuatan kerajinan tangan, sandal, tas, sandal hotel, roti, keripik pisang, keripik tempe, olahan teri hingga pengelolaan coffee shop.
Kegiatan Bimker tersebut juga memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hingga Juli 2026, penerimaan dari berbagai kegiatan usaha Bimker mencapai Rp24,5 juta dari target tahunan Rp36 juta.
Andi menjelaskan, penerimaan tersebut berasal dari akumulasi penjualan berbagai produk yang dihasilkan melalui Bimker dan bukan hanya dari produksi tempe. Menurutnya, capaian itu menunjukkan kegiatan pembinaan memiliki sisi produktif sekaligus memberikan manfaat bagi negara.
“Kami akan terus mendorong agar potensi dan keterampilan warga binaan dapat dikembangkan sehingga menghasilkan karya yang bernilai dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya. (man/ila)

