Damkar

Mesin Kapal Rusak Dihantam Gelombang di Perairan Aceh Singkil, 21 Penumpang KM Anugerah Jaya Dievakuasi

ACEH SINGKIL-Sebanyak 21 penumpang Kapal Motor (KM) Anugerah Jaya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami gangguan mesin di Perairan Aceh Singkil, Sabtu (26/9).

Proses evakuasi dilakukan personel Pos TNI AL (Posal) Aceh Singkil jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I bersama tim SAR gabungan. Operasi penyelamatan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, Satpolairud, Panglima Laut, KPLP hingga nelayan setempat.

Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Wahyu Kurniawan, mengatakan keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil koordinasi dan respons cepat seluruh unsur SAR setelah menerima laporan kapal mengalami kerusakan mesin di tengah pelayaran.

“Personel Posal Aceh Singkil bersama tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh 21 penumpang KM Anugerah Jaya yang mengalami gangguan mesin di perairan Aceh Singkil. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat,” ujar Wahyu Kurniawan dalam keterangannya, Minggu (27/9).

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi darurat KM Anugerah Jaya pertama kali diterima Posal Singkil pada pukul 19.10 WIB melalui grup WhatsApp (WAG) Satgas SAR.

Berdasarkan informasi yang diterima, KM Anugerah Jaya yang dinakhodai Abdul Khafi bertolak dari Pelabuhan Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, menuju kawasan Anak Laut, Aceh Singkil, sekitar pukul 15.50 WIB.

Kapal tersebut mengangkut 21 penumpang yang terdiri dari 15 orang dewasa dan enam anak-anak. Selain penumpang, kapal juga membawa muatan berupa 20 fiber ikan basah.

Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, kapal mengalami gangguan mesin ketika masih dalam perjalanan menuju Anak Laut.

Nakhoda bersama awak kapal kemudian berupaya melakukan perbaikan agar kapal dapat kembali melanjutkan pelayaran. Setelah dilakukan penanganan, mesin kapal sempat kembali berfungsi sehingga KM Anugerah Jaya dapat bergerak, meskipun hanya dengan kecepatan rendah.

Situasi kembali memburuk ketika kapal berada sekitar empat mil laut dari daratan. Kapal dihantam gelombang yang menyebabkan mesin kembali mengalami gangguan.

Upaya perbaikan kedua dilakukan untuk mengatasi kerusakan tersebut. Akan tetapi, mesin kapal tidak berhasil dihidupkan kembali sehingga pelayaran tidak dapat dilanjutkan secara normal.

Dalam kondisi tersebut, nakhoda akhirnya meminta bantuan untuk mengevakuasi seluruh penumpang menuju daratan guna menghindari risiko keselamatan yang lebih besar.

“Setelah upaya perbaikan mesin tidak berhasil, nakhoda meminta bantuan evakuasi menuju daratan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Posal Singkil segera berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melaksanakan pencarian dan penyelamatan,” kata Wahyu.

Menindaklanjuti laporan keadaan darurat tersebut, Posal Singkil langsung melakukan koordinasi dengan Basarnas, BPBD, Satpolairud, Panglima Laut, KPLP, serta nelayan di wilayah Aceh Singkil.

Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pengerahan personel dan sarana pendukung, sekaligus memastikan lokasi terakhir KM Anugerah Jaya yang mengalami gangguan mesin dapat diketahui.

Setelah menerima informasi posisi terakhir kapal, tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Pada pukul 20.00 WIB, tim SAR gabungan bertolak menuju titik lokasi kapal yang mengalami gangguan mesin. Hanya berselang lima menit, tepatnya pukul 20.05 WIB, tim berhasil menemukan KM Anugerah Jaya di perairan Aceh Singkil.

Setelah kapal ditemukan, proses evakuasi penumpang segera dilakukan. Sebanyak 16 penumpang dievakuasi menggunakan kapal jenis rigid hull inflatable boat (RHIB) milik KPLP.

Ke-16 penumpang tersebut dibawa menuju tangkahan atau dermaga Mak Jala di kawasan Pulau Sarok, Aceh Singkil.

Sementara itu, untuk memastikan kapal dapat dibawa menuju tempat yang aman, KM Anugerah Jaya ditarik oleh kapal nelayan menuju Pelabuhan Anak Laut.

Upaya penarikan kapal dilakukan bersamaan dengan proses penyelamatan penumpang, sehingga seluruh rangkaian operasi dapat berlangsung dengan melibatkan dukungan berbagai unsur di lapangan.

Keterlibatan nelayan setempat juga membantu proses penanganan kapal yang mengalami gangguan mesin tersebut hingga dapat diarahkan menuju pelabuhan.

Setelah melalui proses evakuasi dan penarikan kapal, KM Anugerah Jaya akhirnya tiba di Pelabuhan atau Dermaga Anak Laut, Aceh Singkil, pada pukul 22.15 WIB.

Pada tahap tersebut, lima penumpang lainnya berhasil dievakuasi sehingga seluruh 21 orang yang berada di atas kapal dapat dipastikan telah diselamatkan.

Dalam proses penyelamatan itu, seorang penumpang perempuan dilaporkan sempat mengalami pingsan. Penumpang tersebut kemudian segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang, termasuk enam anak-anak yang berada di dalam kapal, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Wahyu menyampaikan, seluruh rangkaian kegiatan pencarian dan penyelamatan berlangsung aman dan lancar berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat.

“Alhamdulillah, seluruh 21 penumpang, termasuk anak-anak, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Satu penumpang perempuan yang sempat pingsan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan operasi tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi antara TNI AL, instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di laut.

Menurutnya, koordinasi yang cepat dan keterlibatan berbagai unsur SAR sangat diperlukan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat, khususnya ketika kapal mengalami gangguan teknis di tengah kondisi perairan yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

“Kegiatan ini menunjukkan sinergi dan respons cepat TNI AL bersama unsur SAR serta masyarakat dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kondisi darurat di laut,” pungkas Wahyu.

Keberhasilan evakuasi KM Anugerah Jaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan unsur SAR dan dukungan masyarakat pesisir dalam penanganan kecelakaan maupun gangguan pelayaran di wilayah perairan Aceh Singkil.

Seluruh operasi dinyatakan selesai setelah 21 penumpang berhasil diselamatkan dan kapal tiba di Pelabuhan Anak Laut.(san/azw)

ACEH SINGKIL-Sebanyak 21 penumpang Kapal Motor (KM) Anugerah Jaya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami gangguan mesin di Perairan Aceh Singkil, Sabtu (26/9).

Proses evakuasi dilakukan personel Pos TNI AL (Posal) Aceh Singkil jajaran Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I bersama tim SAR gabungan. Operasi penyelamatan melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Basarnas, BPBD, Satpolairud, Panglima Laut, KPLP hingga nelayan setempat.

Kepala Dinas Penerangan Kodaeral I, Kolonel Wahyu Kurniawan, mengatakan keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil koordinasi dan respons cepat seluruh unsur SAR setelah menerima laporan kapal mengalami kerusakan mesin di tengah pelayaran.

“Personel Posal Aceh Singkil bersama tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seluruh 21 penumpang KM Anugerah Jaya yang mengalami gangguan mesin di perairan Aceh Singkil. Seluruh penumpang berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat,” ujar Wahyu Kurniawan dalam keterangannya, Minggu (27/9).

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi darurat KM Anugerah Jaya pertama kali diterima Posal Singkil pada pukul 19.10 WIB melalui grup WhatsApp (WAG) Satgas SAR.

Berdasarkan informasi yang diterima, KM Anugerah Jaya yang dinakhodai Abdul Khafi bertolak dari Pelabuhan Pulau Balai, Kecamatan Pulau Banyak, menuju kawasan Anak Laut, Aceh Singkil, sekitar pukul 15.50 WIB.

Kapal tersebut mengangkut 21 penumpang yang terdiri dari 15 orang dewasa dan enam anak-anak. Selain penumpang, kapal juga membawa muatan berupa 20 fiber ikan basah.

Namun, sekitar pukul 17.00 WIB, kapal mengalami gangguan mesin ketika masih dalam perjalanan menuju Anak Laut.

Nakhoda bersama awak kapal kemudian berupaya melakukan perbaikan agar kapal dapat kembali melanjutkan pelayaran. Setelah dilakukan penanganan, mesin kapal sempat kembali berfungsi sehingga KM Anugerah Jaya dapat bergerak, meskipun hanya dengan kecepatan rendah.

Situasi kembali memburuk ketika kapal berada sekitar empat mil laut dari daratan. Kapal dihantam gelombang yang menyebabkan mesin kembali mengalami gangguan.

Upaya perbaikan kedua dilakukan untuk mengatasi kerusakan tersebut. Akan tetapi, mesin kapal tidak berhasil dihidupkan kembali sehingga pelayaran tidak dapat dilanjutkan secara normal.

Dalam kondisi tersebut, nakhoda akhirnya meminta bantuan untuk mengevakuasi seluruh penumpang menuju daratan guna menghindari risiko keselamatan yang lebih besar.

“Setelah upaya perbaikan mesin tidak berhasil, nakhoda meminta bantuan evakuasi menuju daratan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Posal Singkil segera berkoordinasi dengan unsur terkait untuk melaksanakan pencarian dan penyelamatan,” kata Wahyu.

Menindaklanjuti laporan keadaan darurat tersebut, Posal Singkil langsung melakukan koordinasi dengan Basarnas, BPBD, Satpolairud, Panglima Laut, KPLP, serta nelayan di wilayah Aceh Singkil.

Koordinasi dilakukan untuk mempercepat pengerahan personel dan sarana pendukung, sekaligus memastikan lokasi terakhir KM Anugerah Jaya yang mengalami gangguan mesin dapat diketahui.

Setelah menerima informasi posisi terakhir kapal, tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi untuk melakukan pencarian dan evakuasi.

Pada pukul 20.00 WIB, tim SAR gabungan bertolak menuju titik lokasi kapal yang mengalami gangguan mesin. Hanya berselang lima menit, tepatnya pukul 20.05 WIB, tim berhasil menemukan KM Anugerah Jaya di perairan Aceh Singkil.

Setelah kapal ditemukan, proses evakuasi penumpang segera dilakukan. Sebanyak 16 penumpang dievakuasi menggunakan kapal jenis rigid hull inflatable boat (RHIB) milik KPLP.

Ke-16 penumpang tersebut dibawa menuju tangkahan atau dermaga Mak Jala di kawasan Pulau Sarok, Aceh Singkil.

Sementara itu, untuk memastikan kapal dapat dibawa menuju tempat yang aman, KM Anugerah Jaya ditarik oleh kapal nelayan menuju Pelabuhan Anak Laut.

Upaya penarikan kapal dilakukan bersamaan dengan proses penyelamatan penumpang, sehingga seluruh rangkaian operasi dapat berlangsung dengan melibatkan dukungan berbagai unsur di lapangan.

Keterlibatan nelayan setempat juga membantu proses penanganan kapal yang mengalami gangguan mesin tersebut hingga dapat diarahkan menuju pelabuhan.

Setelah melalui proses evakuasi dan penarikan kapal, KM Anugerah Jaya akhirnya tiba di Pelabuhan atau Dermaga Anak Laut, Aceh Singkil, pada pukul 22.15 WIB.

Pada tahap tersebut, lima penumpang lainnya berhasil dievakuasi sehingga seluruh 21 orang yang berada di atas kapal dapat dipastikan telah diselamatkan.

Dalam proses penyelamatan itu, seorang penumpang perempuan dilaporkan sempat mengalami pingsan. Penumpang tersebut kemudian segera dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penumpang, termasuk enam anak-anak yang berada di dalam kapal, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Wahyu menyampaikan, seluruh rangkaian kegiatan pencarian dan penyelamatan berlangsung aman dan lancar berkat kerja sama seluruh unsur yang terlibat.

“Alhamdulillah, seluruh 21 penumpang, termasuk anak-anak, berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Satu penumpang perempuan yang sempat pingsan langsung dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberhasilan operasi tersebut menjadi bukti pentingnya sinergi antara TNI AL, instansi terkait, dan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat di laut.

Menurutnya, koordinasi yang cepat dan keterlibatan berbagai unsur SAR sangat diperlukan untuk memberikan pertolongan kepada masyarakat, khususnya ketika kapal mengalami gangguan teknis di tengah kondisi perairan yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang.

“Kegiatan ini menunjukkan sinergi dan respons cepat TNI AL bersama unsur SAR serta masyarakat dalam memberikan pertolongan kepada masyarakat yang mengalami kondisi darurat di laut,” pungkas Wahyu.

Keberhasilan evakuasi KM Anugerah Jaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kesiapsiagaan unsur SAR dan dukungan masyarakat pesisir dalam penanganan kecelakaan maupun gangguan pelayaran di wilayah perairan Aceh Singkil.

Seluruh operasi dinyatakan selesai setelah 21 penumpang berhasil diselamatkan dan kapal tiba di Pelabuhan Anak Laut.(san/azw)

Artikel Terkait


Damkar

Terpopuler

Artikel Terbaru