Home Blog Page 2575

BMKG Keluarkan Peringatan Dini, Cuaca Ekstrem, Waspada Banjir

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hal itu dikatakan Kepala BBMKG Wilayah 1 Medan, Darmawan melalui Prakirawan, Martha R Manurung kepada Sumut Pos di Medan, Kamis (23/6).

“Untuk tiga hari ke depan wilayah Medan dan sekitarnya diperkirakan masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan badai petir pada sore dan malam hari. Jadi, bagi masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan banjir,” ujarnya.

Dikatakannya, hujan ekstrem yang terjadi kemarin lebih disebabkan karena adanya konvergensi di wilayah Sumatera bagian utara khususnya Medan dan Deliserdang. Sehingga, potensi pertumbuhan awan hujan (kumulonimbus) cukup besar di wilayah Medan dan sekitarnya yang menyebabkan terjadinya hujan lebat disertai petir/angin kencang di wilayah tersebut. Ditambah lagi kondisi udara atas yang labil juga memicu pertumbuhan awan-awan hujan di wilayah Medan sekitarnya.”Namun curah hujan berkurang untuk Kota Medan, tetapi untuk wilayah Sumut lainnya seperti Deliserdang dan pegunungan masih berpotensi hujan lebat,” katanya.

Adapun, untuk kejadian banjir di Medan dan sekitarnya pada 22 Juni 2022 disebabkan oleh suhu muka laut mencapai 32 Celcius di wilayah Sumut Bagian Utara, sehingga asupan uap air cukup tinggi dari wilayah perairan tersebut khususnya yang mendukung pertumbuhan awan-awan hujan.

Kemudian, sambungnya, analisis angin terdapat gangguan cuaca berupa tekanan rendah di wilayah Samudera Hindia Barat Sumatera menyebabkan terjadinya konvergensi di wilayah Sumatera Bagian Utara, khususnya Medan dan Deliserdang serta didukung oleh masa udara yang labil.”Pertumbuhan awan-awan CB dimulai pada pukul 16.00 WIB mencapai puncaknya

pada pukul 19.00 WIB dan bertahan hingga dini hari,” pungkasnya.

Sementara itu, akibat tingginya intensitas curah hujan beberapa hari terakhir, Kawasan Industri Medan (KIM) digenangi banjir. Belum ada tenda-tanda PT KIM (Persero) mengatasi serangan banjir tersebut. Sebab, hingga Kamis (23/6) air masih mengenangi kawasan industri tersebut.

Sementara itu, sejak Rabu malam (22/6), hujan deras disertai petir mengguyur Kota Medan. Terpantau selama tiga jam hujan deras baru mereda sekitar pukul 22.00 WIB. Akibat hujan deras tersebut, volume Sungai Deli pun mulai naik. Warga Medan yang tinggal di pinggiran sungai juga mulai was-was kalau air akan masuk ke rumahnya.

Suliem, warga Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, mengaku was-was saat musim hujan dan hujan deras Sungai Deli mulai naik dan akan masuk ke rumahnya. Walau begitu, ia pun juga sudah terbiasa menghadapi situasi naiknya volume Sungai Deli. “Was-was iya, tapi kita kayak gini ya, sudah biasalah, mau cemana lagi, ya, kan. Ya, kalau air naik kita naikkan barangnya biar nggak terendam,” ujar Suliem.

Suliem mengharapkan agar saat menghadapi musim hujan, khususnya warga yang tinggal di pinggiran Sungai Deli agar diperhatikan oleh Wali Kota Medan. “Kalau bisa ditatalah, ya, supaya nggak banjir macam mana dibuat sama Wali Kota, karena rumah saya pun ada di ujung bawah,” harap Suliem.

Sama halnya dengan Murni, warga setempat yang menganggap biasa saat hujan dan volume Sungai Deli mulai naik. Ia pun bergegas mengemas perkakas yang perlu diselamatkan. “Tadi air sudah sampai masuk ke rumah (setinggi 1 meter). Ya, kayak gitulah keadaan kita, ditinggi-tinggikan ajalah. Sudah kodrat kami tinggal di sini, kalau ada duit mana mungkin kami tinggal di sini. Ya, was-was juga, tapi gitulah (sudah biasa).

Disebutkan Murni, tahun 2023 akan ada penataan bantaran Sungai Deli, dengan jarak 5 meter dari sungai akan ditata. Ia pun mengaku pasrah kalau ada penggusuran oleh Pemko Medan. “Tahun 2023 nanti nih ada penataan baru, kenak apalah ini, 5 meter dari sungai habislah ini,” ujar Murni.

Murni mengaku terkait penataan bantaran Sungai Deli yang disebutnya akan dilakukan penggusuran, pihak Pemkot Medan dan warga belum lebih dalam berembuk. Disebutnya, Pemkot Medan akan ganti untung dalam menggusur pemukiman warga yang ada di bantaran sungai yang membelah ibukota Provinsi Sumatera Utara tersebut.

Sementara itu, Kepala Lingkungan IX Erwin Surbakti menerangkan bahwa warga khusus tinggal di pinggir Sungai Deli telah diberikan edukasi terkait pertolongan pertama. Jika volume sungai mulai naik, warga akan bersiap-siap menyelamatkan perkakasnya dan berkumpul di pusat titik kumpul yang telah disediakan.

“Ya kalau banjir kita sudah ada bantuan, ya. Kalau air masuk ke rumah siap-siap masing-masing bersihkan. Kalau jalan ya ramai-ramai bersihkan. Mereka telah terbiasa dengan itu. Selama ini sampai tenggelam pun mereka terbiasa. Masyarakat itu sudah tahu (sudah diedukasi). Makanya, tidak ada sofa tidak ada barang yang berat-berat agar tidak susah mengangkatnya. Dan kami pun sudah siapkan titik kumpul khusus, di situ warga diungsikan dan diberi bantuan,” kata Erwin saat bertemu di Kantor Kelurahan Hamdan, Kamis sore (23/6). (dwi/mag-3/ila)

Kisruh PSMS, Poldasu Jadwalkan Panggilan Kedua Saksi

PSMS

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditreskrimum Polda Sumut) menjadwalkan pemanggilan kedua terhadap saksi, terkait kasus kekisruhan dualisme yang terjadi di tubuh Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya (PSMS), Kamis (23/6). Hal itu dibenarkan Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja kepada Sumut Pos di Medan.

“Sesuai jadwal siang hari ini (Kamis,red) akan dilakukan pemeriksaan. Penyidik sebelummya telah koordinasi, saat ini penyidik menunggu untuk mengambil keterangan,” ujar Tatan saat dikonfirmasi, Kamis (23/6) pagi.

Namun, Tatan enggan memberitahukan siapa saja yang dipanggil untuk diperiksa tersebut, apakah dari pihak pelapor atau terlapor. Sesuai amatan, hingga Kamis sore, pihak terlapor maupun pelapor yang terlibat dalam dualisme di manajemen PSMS tersebut tidak hadir.

Sebelumnya, Kekisruhan yang terjadi di manajemen Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya (PSMS) berbuntut panjang hingga ke jalur hukum.

Hal ini dibenarkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kabid Humas Polda Sumut), Kombes Pol Hadi Wahyudi. Kepada Sumut Pos di Medan, Senin (13/6), dia menuturkan, bahwa pengurus PSMS, atas nama Direktur Hukum PSMS, Bambang Abimanyu telah melaporkan Pengurus PSMS, atas nama JR dan FH.

Laporan tersebut, lanjutnya, terkait dugaan tindak pidana keterangan palsu dan pemalsuan surat. “Iya benar, Bambang Abimanyu telah membuat laporan ke Mapolda Sumut, dengan korban Arifuddin Maulana. Terlapor FH dan JR, mereka sudah diundang sebagai saksi, pada Jumat (10/6), tapi berhalangan hadir,” ujar Hadi.

Diketahui, kekisruhan hingga berujung ke jalur hukum ini, merupakan buntut dualisme PSMS dari konflik Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pembentukan manajemen baru PSMS beberapa waktu lalu. Dampaknya, hingga merembet ke arena Kongres PSSI 2022 di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, pada Senin, (30/5) lalu.

Pengurus kedua kubu bertolak ke Bandung untuk mengikuti Kongres PSSI. Namun, satu pihak tak diizinkan masuk. Bahkan harus menunggu di luar arena Kongres PSSI sampai tengah malam.

Sementara, PT Kinantan Medan Indonesia (KMI) yang menaungi PSMS untuk Liga 2 musim 2022/2023, diwakili oleh Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang dan Direktur Hukum PT KMI, Bambang Abimanyu. Sedangkan, kubu lainnya diwakili CEO PSMS, Kodrat Shah dan Sekretaris PSMS, Julius Raja.

Hingga akhirnya, manajemen dari pihak lainnya, yakni Bambang Abimanyu resmi melaporkan manajemen yang ada di kubu Kodrat Shah, Julius Raja dan Fityan Hamdi ke Polda Sumut. Keduanya dilaporkan pada 1 Juni 2022 kemarin. (dwi/ila)

Penerapan ETLE Efektif, Kepatuhan Masyarakat Medan Meningkat

Tertib: Sejumlah kendaraan yang tertib berhenti di marka jalan raya, di Jalan Balai Kota Medan, Rabu (22/6). Dewi/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Semenjak Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tahap II secara resmi diluncurkan pada Maret 2022 lalu, masyarakat Kota Medan semakin meningkat kepatuhan dan ketertibannya dalam berkendara.

Hal ini dikatakan Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Indra Darmawan Iriyanto melalui Kasi STNK Ditlantas Polda Sumut, Kompol Anggun Adhika Putra kepada Sumut Pos, saat ditemui di Kantor Ditlantas Polda Sumut, Jalan Putri Hijau, Medan, Rabu (22/6).

Salah satu lokasi kamera ETLE yang telah siap dioperasikan, kata Anggun, berada di Jalan Balai Kota, atau Simpang Lapangan Merdeka Medan, dengan menggunakan jenis kamera Check Point Cam.”Sebenarnya tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penerapan ETLE dinilai secara objektif, bisa dikarenakan masyarakat tertib dan petugas kepolisian lalu lintas yang aktif melakukan penilangan atau masyarakatnya cenderung melanggar atau polisinya yang kurang aktif melakukan penilsngan,” ujarnya.

Tetapi dengan penerapan ETLE ini, lanjutnya, memang masyarakat cenderung lebih disiplin dan patuh. Sebab sudah tidak bisa lagi tawar menawar. Bukti otentik langsung direkam oleh kamera ETLE beserta data si pemilik kendaraan dan pemberitahuan disertai dengan tagihan yang langsung dikirim ke alamat si pelanggar.

Selain itu, lanjut dia, bagi pemilik kendaraan yang belum melakukan pengurusan balik nama menjadi dorongan tersendiri untuk segera mengurusnya. Jika tidak maka akan terblokir secara otomatis, tidak bisa mengurus pajak, dan lain-lain, sehingga harus diurus terlebih dahulu agar blokirnya terbuka kembali.

“Nah ini mungkin yang menjadi sebab kepatuhan dari masyarakat, apalagi biaya tilangnya juga cukup mahal. Memang pelanggaran itu tetap ada, yakni di jalur lalu lintas yang belum dipasang ETLE,” paparnya.

Efek dari ETLE tersebut, kata Anggun, seperti pembayaran tilang dan balik nama, tentunya menjadi PAD bagi Kota Medan dan ini akan terus diterapkan secara bertahap. Nantinya juga akan diterapkan ETLE Mobile, yakni menggunakan perangkat kamera di kendaraan polisi atau menggunakan handphone, dengan cara cukup memfoto masyarakat yang melakukan pelanggaran.

Sehingga, sambungnya, tidak ada lagi transaksi antara polisi dengan masyarakat. Selain itu juga akan diterapkan ETLE statis, yakni dengan cara polisi lalu lintas aktif melakukan patroli. Ini akan diterapkan tidak hanya di Polda Sumut saja, tetapi juga di Polres-Polres agar capaiannya tidak hanya di Medan semata.

“Apalagi ETLE statis biayanya juga mahal dan bersumber dari dana APBN. Kameranya juga mahal, yakni kamera inteligen, dengan spesifikasinya wajah orang yang tidak menggunakan sabuk pengaman, TNKB pemiliknya siapa, dan pelanggaran-pelanggaran lainnya yang lebih detail,” ungkapnya.

Menurut Anggun, nanti ke depannya akan lebih berkembang, tergantung banyaknya pelanggaran yang ada dan lebih ke arah marka jalan. “Ini akan dilakukan secara bertahap,” ucapnya.

Dia menjelaskan, selama penerapan ETLE, kenfaraan yang tercapture bisa mencapai 500-600 unit per hari, tetapi tentunya akan di seleksi kembali, mana-mana saja kendaraan yang benar-benar melanggar. “Nah, ini hanya sebanyak 200-300 kendaraan saja yang terdeteksi benar-benar melanggar,” katanya.

Anggun menilai, penerapan ETLE mampu menjadi ‘shock therapy’ bagi pengendara, secara tidak langsung masyarakat telah menyosialisasikannya ke orang-orang yang dikenalnya. Ini menjadikan masyarakat dapat tertib dengan sendirinya.

n”Memang berbeda jauh dibandingkan yang dulu, yakni penilangan secara manual, sehingga sering terlibat cek-cok antara polisi dan masyarakat. Pelanggaran lalu lintas bukan malah berkurang, tetapi semakin meningkat. Inilah manfaat dari ETLE tersebut. Polisi lalu lintas juga saat ini jadi lebih fokus ke arah penertiban dan peraturan lalu lintas,” ujarnya.

Anggun merinci, pelanggaran-pelanggaran yang ditangkap kamera ETLE, di antaranya mampu mengcapture pelanggaran-pelanggaran di jalan raya, salah satunya tidak menggunakan sabuk pengaman, tidak menggunakan helm, dan menggunakan handphone saat berkendara. Kamera ini juga mampu menangkap tindak kriminalitas, karena kamera tersebut bekerja 1×24 jam.

“Kendaaraan yang melanggar akan teridentifikasi dan langsung dihubungkan dengan database Satlantas. Selain itu juga bermanfaat dalam hal identifikasi jika pengendara belum membayar pajak kendaraan,” pungkasnya. (dwi/ila)

Disdik Sumut Luruskan Pernyataan Gubsu Soal PPDB, Zonasi, Ada Plus dan Minus

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Utara, Lasro Marbun meluruskan pernyataan Gubernur Sumut, Edy Rahyamadi yang berkeinginan menghapus jalur zonasi pada pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2023.

“Saya bukan menanggapi, tapi memberikan penjelasan secara terperinci supaya biar clear di masyarakat. Karena, saya pembantu beliau. Kewajiban saya lah merincikan lebih lanjut, apa pemikiran dan apa pernyataan dari pimpinan,” ucap Lasro, Kamis (23/6).

Lasro menilai zonasi ada plus dan minus dalam pelaksanaan PPDB. Namun, tidak serta merta dihapus, Tapi, perlu ada kajian dilakukan Disdik Sumut melihat perkembangan, evaluasi dalam pelaksanaan PPDB tahun 2022 ini.

“Memang zonasi itu, ada minusnya dan ada plusnya. Kalau dia zonasi peserta didik masuk sekolah tertentu sangat heterogen, misalnya mohon maaf. Dia (Peserta Didik) nilai 6 karena rumahnya dekat 500 meter dari sekolah masuk. Andai dia nilai 9, karena jauh tidak masuk. Tapi, terlebih dulu dijaga oleh jarak tempat tinggal dan sekolah,” jelas Lasro.

Kemudian, di sisi lain, kata Lasro, untuk menghindari mobilitas atau jarak lebih jauh peserta didik dari rumah ke sekolah. Begitu juga, di Kota mobilitas dijaga untuk menghindari tertib sosial.”Maksud pak Gubernur, pernyataan zonasi itu, akan dikembangkan ke prestasi dilakukan,” tutur mantan Kadisdik DKI itu.

Lasro menjelaskan, tahun depan harus melihat dan dikaji pelaksanaan PPDB dengan melihat kesinambungan mana zonasi, mana prestasi secara ideal.

“Dengan demikian, memberikan kesempatan seperti saya orang kampung mau sekolah di SMAN 3 Medan. Jadi, punya kesempatan. Karena, sekolah yang bagus itu, ada di perkotaan,” ucap Lasro.

Atas hal itu, Lasro mengungkapkan pihaknya akan melakukan kajian untuk melihat keseimbangan antara zonasi dan prestasi. Dari kajian tersebut, Disdik Sumut akan memberikan masukan kepada Kementerian Pendidikan, Budaya dan Riset-Dikti.

“Hal ini, perlu kita seimbangkan dan perlu kita kaji. Nanti kita berikan masukan kepada Menteri Pendidikan dan Budaya Riset-Dikti, berapa memberikan kemudahan angka berapa persen dari kearifan lokal provinsi bersangkutan untuk SMA dan SMK,” kata Lasro.

Dengan itu, kata Lasro, keinginan Gubsu menghapuskan zonasi masih memerlukan proses panjang melalui kajian untuk menjadi masukan dan saran pelaksanaan PPDB ke depannya. “Tapi, tidak absolute untuk dimatikan (dihapuskan), tapi akan pertimbangan dan kajian-kajian serta masukkan kepada pak Menteri,” pungkas Lasro.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi berkeinginan pelaksanaan PPDB tahun 2023 tidak ada lagi melalui jalur zonasi, tapi jalur prestasi. Sehingga pelajar yang berprestasi dan pintar dapat bersaing dengan ketat di sekolah favorit dan bagus.

Gubernur Edy menilai keinginan menghapuskan jalur zonasi dikarenakan kouta jalur prestasi sangat kecil hanya 20 persen dibandingkan sisanya jalur zonasi.”Saya masih mengusulkan ke depan ini tidak ada lagi zonasi-zonasi. Jadi prestasi gitu, kita kan hanya dikasih 20 persen untuk jalur prestasi, yang lain zonasi ,” kata Gubernur Edy kepada wartawan di rumah dinas Gubernur Sumut, Kota Medan, Selasa (21/6).

Gubernur Edy mengatakan keinginan dirinya perlu terlebih dahulu dilakukan pengkajian dan dipelajari dari keseluruhan aspek pada pelaksanaan PPDB.

“Zonasi ini juga nanti harus kita pelajari, itukan harus kita siasati,” tutur Gubernur Edy.(gus/ila)

Satu Betor Tolak Revitalisasi Lapangan Merdeka

DEMO: Persatuan pengemudi becak motor (betor) yang tergabung dalam organisasi Solidaritas Angkutan Transportasi Umum Becak Bermotor (Satu Betor) menggelar demo di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (23/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persatuan pengemudi becak motor (betor) yang tergabung dalam organisasi Solidaritas Angkutan Transportasi Umum Becak Bermotor (Satu Betor) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Kamis (23/6).

Dalam aksi tersebut, Satu Betor menolak revitalisasi Lapangan Merdeka sebelum Bobby Nasution melakukan peremajaan betor.

Warga yang berdemonstrasi merasa dizolimi oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution karena belum ada kejelasan terkait peremajaan betor. Padahal, Satu Betor telah berulang kali mengajukan surat kepada Pemko Medan. Namun, Bobby Nasution dinilai belum merealisasikan janji-janjinya kepada para pengemudi betor pada aksi unjuk rasa sebelumnya 19 Desember tahun lalu.

Ketua DPP Satu Betor, Johan Merdeka dalam orasinya mengatakan, Wali Kota Medan Bobby Nasution belum menepati janji-janjinya terhadap para betor. “Dia (Bobby) berjanji memberikan bantuan kepada istri-istri abang betor. Kedua, Bobby juga berjanji agar menjadikan betor sebagai sarana angkutan wisatawan (ikon Kota Medan)” kata Johan Merdeka.

Disebutkan bahwa selama 18 tahun setelah betor diremajakan dan dijadikan ikon Kota Medan, Pemkot Medan terkesan tidak perduli. Padahal, ikon Kota Medan berupa bangunan bersejarah seperti Istana Maimun, Masjid Raya Medan Al Mashun, Rumah Tjong A Fie, Kantor Pos, dan lainnya begitu sangat diperhatikan.

Selain itu, Johan juga mengatakan bahwa dalam setiap tahunnya Pemko Medan menggelontorkan dana untuk peremajaan gedung bersejarah Kota Medan, sedangkan untuk betor serupiah pun tidak diberikan. Justru, Johan meminta untuk mengevaluasi dan mencopot Kepala Dinas Koperasi Medan yang dinilai menyepelekan surat dari Koperasi Satu Betor Sejahtera yang telah lama diajukan. “Delapan belas tahun betor yang merupakan ikon Kota Medan seperti tidak diperhatikan oleh Wali Kota. Satu rupiah pun tidak dikeluarkan, bagaimana untuk perbaikan betor ini?” lanjut Ketua DPP Satu Betor itu.

Adapun Wali Kota Medan Bobby Nasution tak seperti biasanya ketika ada aksi unjuk rasa ke kantornya ia langsung menjumpai massa dan memberikan sambutannya. Namun, kali ini ia tampak tak menemui massa Satu Betor, disebut-sebut bahwa Bobby tidak berada di kantor dan ada agenda di luar kota. Namun massa aksi tetap ingin berjumpa langsung dengan Bobby dan tetap berada di area luar gerbang Kantor Wali Kota.

Dari pantauan, beberapa pejabat kepala dinas tampak menemui bahkan bersalaman dengan peserta demo dan mempersilakan masuk. Namun karena bukan Bobby yang menemui pendemo, para pendemo menolak diperilakan masuku. “ Kalau nggak Wali Kota yang jumpai kami di sini kami tetap di sini. Jangan sampai mereka (pengunjuk rasa) marah. Pembohong kalian!” kata Johan berapi-api.

Adapun perwakilan Srikandi Satu Betor mengatakan, Bobby Nasution telah melupakan pendukungnya saat pemilihan Wali Kota Medan. Ia membeberkan tak akan mengerahkan massanya untuk memilih Bobby kembali saat Pilkada nanti. “Saya pendukung Bobby Nasution yang ada di Medan Utara, tapi tidak ada kejelasan apa-apa, kami dilupakan begitu saja. Mohon maaf, kalau seandainya Bapak Bobby mau naik lagi kami tidak akan mau, kami masyarakat sudah kecewa dibuatnya,” kata perwakilan Srikandi Satu Betor tersebut.

Hingga sekitar pukul 12.30 WIB aksi demo pun tampak mereda. Namun tidak ada sambutan dari pihak Pemko Medan, bahkan Sat Pol PP yang siap siaga di depan kantor Wali Kota pun perlahan mundur dan meninggalkan barisannya, beberapa pejabat juga tampak memasuki area dalam kantor. (mag-3/ila)

Pengumuman SBMPTN 2022, 3.916 Peserta Lulus Kuliah di Unimed

KAMPUS UNIMED: Gapura kampus Unimed. Saat ini 3.916 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) lulus masuk Universitas Negeri (Unimed) tahun 2022.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 3.916 peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) lulus masuk Universitas Negeri (Unimed) tahun 2022. Pengumuman disampaikan melalui laman https://pengumuman-sbmptn.ltmpt.ac.id dan sbmptn.unimed.ac.id, Kamis (23/6) sore, pukul 15.00 WIB.

Untuk peserta SBMPTN di Unimed berjumlah 25.619 peserta. Sedangkan, yang lulus berjumlah 3916 orang yang tersebar dalam 51 Program Studi S1. Lima Prodi favorit di Unimed jalur SBMPTN 2022 yang peminatnya tertinggi antara lain, yakni PGSD, Manajemen, Ilmu Komputer, Gizi dan PBK.

“Kami mengucapkan selamat atas kelulusan putra-putri terbaik bangsa, dan kami sangat senang anak Bapak/Ibu telah menjadi bagian dari keluarga besar Unimed. Kami sampaikan kepada kedua orang tua/wali untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan putra-putri Bapak/Ibu dapat lulus jalur SBMPTN ke Unimed,” sebut Rektor Unimed, Dr Syamsul Gultom, kemarin sore.

Lanjut Dr. Syamsul Gultom, bagi siswa yang belum diterima melalui jalur SBMPTN, masih ada kesempatan untuk bersaing kembali di jalur Seleksi Mandiri yang proses pendaftarannya akan ditutup pada 9 Juli 2022. “Percayalah, jika saudara yakin, tetap berusaha, dan serius dalam belajar, mudah-mudahan dapat lulus di Unimed jalur Mandiri,” kata Syamsul.

Sedangkan bagi yang telah dinyatakan lulus, Syamsul mengimbau untuk segera lah persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk daftar ulang dan lihat jadwal-jadwal penting untuk melakukan daftar ulang di website www.unimed.ac.id dan media sosial official Unimed.

“Agar tidak terlambat daftar ulangnya. Sekali lagi kami pimpinan Unimed mengucapkan selamat bergabung di kampus hijau Unimed, semoga saudara dapat sukses meniti karir yang gemilang melalui Unimed yang kita banggakan,” kata Syamsul.

Bagi siswa/i yang telah dinyatakan lulus jalur SBMPTN Tahun 2022 di Unimed diharapkan segera mempersiapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk registrasi ulang. Seluruh informasi tata cara registrasi mahasiswa baru dan persyaratan apa saja yang harus dipersiapkan dapat dilihat di laman www.unimed.ac.id. Registrasi ulang akan dilakukan secara online melalui laman bak.unimed.ac.id/registrasi. Civitas Unimed mengucapkan selamat bergabung bagi siswa/i yang telah dinyatakan lulus jalur SBMPTN Tahun 2021.

“Perlu kami sampaikan kepada semua mahasiswa Unimed bahwa perkuliahan semester ganjil 2022-2023 Insya Allah akan kita laksanakan secara luring dan memadukan daring. Keputusan akhirnya kita menunggu aturan dan pedoman sesuai keputusan Ditjen Dukti Kemdikbudristek. Semoga keputusannya adalah yang terbaik untuk kita semua warga Unimed,” pungkas Rektor.(gus/ila)

Perantau Lampung di Sumut Gelar HUT ke-5

MAKAN BERSAMA: Paguyuban Putra Lampung (PPL) Sumut makan bersama.

MEDAN, SUMTUPOS.CO – Paguyuban Putra Lampung (PPL) Sumatera Utara (Sumut) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 di Lapangan Futsal Jalan Bustaman Pasar 10 Tembung Percut Seituan, Deliserdang, Sumut, Rabu (21/6). Kegiatan yang dilakukan berupa silaturahim akbar dan temu ramah antar keluarga PPL.

Ujang Muryanto selaku Ketua Paguyuban Putra Lampung Sumatera Utara menyampaikan, peringatan hari jadi ke-5 PPL ini sekaligus momen melepas rindu seluruh perantauan asal Lampung yang ada di Sumut dan berkumpul di Medan dan sekitarnya. “Jadi tidak ada perbedaan di sini, siapapun dia, statusnya apa kita berkumpul untuk melepas rindu sekaligus silaturahim antarkeluarga agar lebih saling mengenal,” terang pria yang akrab disapa mas Ujang ini.

Mas Ujang menjelaskan, saat ini PPL beranggotakan sekitar 200 orang, dengan berbagai macam profesi dan pekerjaa di Sumatera Utara. “Jadi, Kegiatan PPL ini sekadar wadah kumpul-kumpul dan temu kangen sesuai dengan mottonya yaitu Membangun Persaudaraan dalam Kebersamaan tanpa Ada Perbedaan” dan alhamdulillah acara ini juga turut mengundang anak yatim piatu sebagai kegiatan sosial” tutur mas Ujang.

Mas Ujang juga membuka pintu bagi masyarakat asal Lampung yang berada di Sumut maupun di luar Sumut yang belum terdata boleh bergabung dalam PPL Sumut.

“Harapan kami PPL Sumut semakin besar, bagi perantau asal Lampung dipersilahkan untuk bergabung dengan kami dan PPL memiliki sekretariat di Jalan Letda Sujono/Jalan Pertiwi No 29 Medan Tembung,” pungkasnya. (zan)

Selami ALL, Harga Eksklusif Anggota Accor

SINGAPURA, SUMUTPOS.CO – Accor menawarkan kesempatan sempurna bagi para wisatawan untuk memesan penginapan favorit mereka dengan harga eksklusif untuk anggota di hotel-hotel yang berpartisipasi di sekitar Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, dan Maladewa.

Anggota ALL – Program loyalitas gaya hidup Accor – akan menikmati fasilitas dan diskon eksklusif untuk anggota sepanjang tahun saat memesan langsung melalui situs web resmi Accor,aplikasi ALL Accor, pusat panggilan, atau langsung melalui hotel dan resor kami.

Akses ke manfaat eksklusif termasuk pilihan untuk menukarkan pengalaman VIP “money can’t buy” di konser olahraga dan musik yang didambakan, seperti dua tiket kategori emas untuk menghadiri turnamen tenis Roland Garros, atau dua tiket baris VIP untuk menikmati konser Justin Bieber dengan 10,000 poin reward.

Anggota satu langkah lebih dekat untuk terbang gratis di tiap masa inap dengan menukarkan 2,000 KrisFlyer Miles dengan 4,000 poin reward, atau menukarkan satu malam menginap di ibis mana pun di Bangkok dengan setiap 1,000 poin.

Accor mengoperasikan hampir 370 hotel di 12 negara di Asia Tenggara, Jepang, Korea Selatan, dan Maladewa di bawah Raffles, Fairmont, SO/, Sofitel Legend, Sofitel, MGallery, Pullman, Swissôtel, Mövenpick, Grand Mercure, Peppers, Novotel,Mercure, ibis, ibis Stylesdan ibis Budgetbrands. Sebagai inspirasi, anggota dapat menikmati pengalaman menginap di Raffles Singapore yang legendaris dan tenggelam dalam pesona hotel warisan ini.

Pengalaman kuliner ikonik di La Dame Pic, OSTERIA BBR by Alain Ducasse, dan Long Bar akan menyenangkan para gourmet yang cerdas. Hotel megah ini adalah rumah bagi Raffles Butlers yang legendaris, yang menawarkan layanan magis yang tidak mencolok sepanjang waktu.

Sementara di Jepang, Pullman Tokyo Tamachi, terletak di salah satu kawasan bisnis terkini di kota ini. Menampilkan desain kontemporer, hotel ini menyambut para tamu dengan ruang yang mereka butuhkan untuk bersantai, bekerja, dan bermain.

Mereka yang mencari suasana menyenangkan dengan kalender acara yang semarak tidak perlu mencari yang lain selain SO/ Hua Hin di Thailand dengan suite imajinatifnya, restoran yang tak tertandingi, dan beragam aktivitas di tepi pantai. Di Vietnam, destinasi pegunungan yang indah di Vietnam Utara adalahYen Tu – Quang Ninh di mana pengunjung dapat menjelajahi Legacy Yen Tu – MGallery, dikenal dengan suasana uniknya yang semarak dan energi yang tenang dengan area sekitarnya yang menawarkan pemandangan indah dan pagoda kuno.

Pengunjung Kamboja sering datang untuk mencari kompleks candi Angkor di Siem Reap – situs warisan dunia yang dibangun pada awal abad ke-12 dan merupakan bangunan keagamaan terbesar di dunia. Terletak sempurna di dekat kuil Angkor dan pusat kota yang semarak adalah Raffles Hotel d’Angkor Siem Reap.

Pertama kali dibuka pada tahun 1932, hotel ini telah menyambut wisatawan yang cerdas ke pusat bersejarah Kamboja selama lebih dari delapan puluh tahun. Di Laos, tambal sulam warna-warni desa, kuil, dan budaya dapat ditemukan di Luang Prabang.

Sofitel Luang Prabang yang mewah yang awalnya dibangun sebagai kediaman Gubernur Prancis pada tahun 1900-an, dan merupakan hotel yang dilindungi UNESCO dengan hanya 25 suite, masing-masing denganoutdoorbathtub atau kolam renang di taman pribadi.

Kerry Healy, Chief Commercial Officer, Accor Southeast Asia, Japan & South Korea mengatakan,”Dengan senang kami memperkenalkan harga spesialanggota ini yang berlaku di seluruh wilayah melalui program loyalitas gaya hidup ALL – Accor Live Limitless.” “Dengan jaringan Accor yang berkembang di Asia Tenggara, Anggota ALL akan dimanjakan dengan pilihan dan manfaat dari berbagai brand hotel mulai dari mewah hingga ekonomi dalam satu program loyalitas dengan berbagai manfaat terluas, sambil menikmati diskon khusus,” ujarnya.

ALL adalah program loyalitas gaya hidup gratis Accor yang meliputi hotel, penghematan khusus , poin reward, dan hak istimewa. (rel/ram)

326 CPNS dan CP3K Nias Ikuti Orientasi Pengenalan Tugas

PEYAMPAIAN: Wakil Bupati Nias, Arota Lase memberi penyampaian kepala CPNS dan CPPPKdi Kantor Bupati Nias, Senin (20/6).

NIAS, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) melaksanakan orientasi pengenalan tugas tahap I dan II kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CP3K) Formasi Tahun 2021 yang digelar di Ruang Serba Guna, Lantai III Kantor Bupati Nias, Senin (20/6).

Kepala BKPSDM Kabupaten Efori Telaumbanua ST MSi dalam laporannya menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari kegiatan ini agar CPNS dan CPPPK memiliki wawasan serta pengetahuan tentang tugas, fungsi serta hak dan kewajiban sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Selain itu mereka juga wajib memahami nilai dasar, sikap dan perilaku ASN, melatih disiplin, tanggungjawab dan ketaatan terhadap segala peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Efori.

Lebih lanjut disampaikan orientasi pengenalan tugas ini diselenggarakan dalam dua tahap, yakni : tahap I adalah orientasi pengenalan tugas secara klasikal dan dilaksanakan selama dua hari kerja, tahap ke II adalah orientasi pengenalan tugas lapangan (magang) yang dilaksanakan selama tujuh hari kerja.

Adapun peserta orientasi pengenalan tugas ini berjumlah 326 orang, dengan kategori CPNS formasi tahun 2021 berjumlah 65 orang, CPPPK guru tahap I tahun 2021 berjumlah 135 orang, CPPPK guru tahap II tahun 2021 berjumlah 126 orang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Nias Arota Lase mengucapkan selamat kepada seluruh peserta orientasi pengenalan tugas yang telah dinyatakan lulus seleksi penerimaan CPNS dan calon P3K di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nias. “Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan perjanjian kerja merupakan bagian dari ASN sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN, memiliki peran strategis sebagai perencana, pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan tugas umum pemerintahan dan pembangunan Nasional,” tegas Wakil Bupati Nias

Melalui kegiatan ini, Arota Lase menekankan kepada seluruh peserta bahwa pada tahun 2022 ini, Pemkab Nias telah ditetapkan sebagai Laboratorium Sistem Merit Rintisan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah dalam penerapan manajemen sumber daya pemerintahan yang berbasis kinerja. “Saya mengharapkan komitmen penuh untuk mendukung suksesnya agenda ini, sejak dini seorang ASN harus dibekali dengan wawasan dan pengetahuan akan nilai dasar, sikap dan perilaku yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” ujar Arota.(adl/azw)

Menparekraf Kunjungi Maniamolo Fest, Sandiaga: Hilisimaetano, Desa Wisata Terbaik di Indonesia

BAJU ADAT: Menparekraf Sandiaga Uno memakai baju adat bangsawan Desa Hilimaetano setelah diberi Gelar Tuha Samaòndrò Luo oleh para Tokoh Hilimaetano, Rabu, (22/6).fajar/sumut pos.

NISEL, SUMUTPOS.CO – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi Maniamolo Fest di Desa Hilisimaetano, Nias Selatan (Nisel), Provinsi Sumatera Utara, Rabu (22/6).

Dalam kunjungan Menparekraf itu turut didampingi oleh Kapolda Sumatera Utara, yang mewakili Pangdam I/BB, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumut, Ketua Astra Finansial Medan, Kajari Gunungsitoli dan Teluk Dalam, Bupati Nias Selatan, Bupati dan Wakil Bupati Nias, Tokoh Masyarakat Firman Jaya Daeli, Danlanal Nias, dan beberapa staf dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Sandiaga Uno datang ke Maniamolo Fest melalui Bawa Goli (Pintu Gerbang) dan disambut tarian khas Nias Selatan bersama dengan Bupati Nias Selatan, Bupati Nias serta Kapolda Sumut diikuti para tokoh dan Si’ulu Si’ila di Maniamolo.

Usai disambut berbagai tari-tarian adat penyambut, acara dilanjutkan dengan pemaparan profile Desa Wisata Hilisimaetano yang disampaikan oleh Kepala Desa Hilisimaetano, Formil Dachi.

Setelah mendengarkan profile Desa Wisata Hilisimaetano, Sandiaga langsung mengunjungi berbagai stan yang menawarkan berbagai cenderamata khas Nias Selatan, kuliner, kemudian menyaksikan kegiatan sehari-hari masyarakat dan menyaksikan atraksi lompat batu dan Tarian Famadaya Harimo.

Usai disungguhkan baju kebesaran Nias Selatan dan diberi Gelar Tuha Samaòndrò Luo (seseorang yang memiliki kekuatan untuk membawa cahaya untuk Hilisimaetano, Nias Selatan, Kepualauan Nias).

Dalam sambutannya, Menparekraf RI menyampaikan bahwa Desa Wisata Hilisimaetano merupakan Desa Wisata Terbaik di Indonesia.

“Desa Wisata Hilisimaetano merupakan Desa Wisata terbaik di Indonesia,” kata Sandiaga.

Beliau juga menyampaikan bahwa Kementerian Parekraf bersama Astra Medan akan terus mendukung Desa Wisata Hilisimaetano dengan mengadakan berbagai pelatihan serta melengkapi berbagai kebutuhan lainnya.

“Kita bersama Astra akan terus mendukung pengembangan Desa Wisata Hilisimaetano dengan memberikan pelatihan-pelatihan serta mencukupi beberapa kebutuhan seperti Home Stay dan lainnya,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Sandiaga Uno mengucapkan selamat kepada Bupatii Nias Selatan, Dr Hilarius Duha yang telah berhasil mengembangkan perekonomian masyarakat melalui Desa Wisata Hilisimaetano.

Hilarius Duha menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menparekraf, Sandiaga Uno di Desa Wisata Hilisimaetano serta berharap agar Desa Wisata Hilisimaetano terus didukung agar menjadi objek wisata di Indonesia.

Usai menyampaikan hal itu, Menparekraf menandatangani prasti Desa Wisata Hilisimaetano dan menyerahkan beberapa bingkisan lainnya. (mag-8/azw)