Home Blog Page 4575

Pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang: Pelaksana Proyek Harus Berkapasitas

MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan, proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan. fachril/sumu tpos
MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan, proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan. fachril/sumu tpos
MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan,  proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan. fachril/sumu tpos
MELINTAS: Kendaraan melintas di atas Jembatan Titi Dua Sicanangan. Bulan depan, proyek pembangunan jembatan ini ditenderkan. fachril/sumu tpos

BELAWAN, SUMUTPOS.CO – Rencananya bulan depan pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang, Kecamatan Medan Belawan akan ditender. Harapan masyarakat proses tender yang akan berlangsung dilakukan secara terbuka dan pemenang proyek yang melaksanakan pembangunan harus memiliki kapasitas. Demikianlah ditegaskan Tokoh Masyarakat Medan Utara, Saharudin, Rabu (4/3).

Ia mengapresiasi proses tender yang segera dilasanakan Pemko Medan untuk membangun jembatan tersebut. Sebab, akan membuka akses jembatan yang selama ini menjadi penghambat bagi transportasi bagi masyarakat sekitar.

Harapannya, proses tender yang akan dilaksanakan dapat berjalan secara terbuka, siapapun pemenangnya dalam tender itu diharapkan dapat menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut sesuai bestek.

“Kita tidak ingin kejadian yang lama terulang lagi, makaya kita minta tendernya benar – benar dilaksanakan sesuai prosedur agar tidak menghasilkan pembangunan jembatan yang bobrok,” tegas Saharuddin.

Ketua Gerbraksu ini meminta kepada pelaksana tendar yang lama harus diperjelas seperti apa sanksi yang diberikan kepadanya oleh pemerintah dan penegak hukum.

“Kita lihat, sudah tiga kali tender pemenangnya orang yang sama. Jadi, kita tidak mau sampai ke empat kali terjadi. Makanya kita minta yang menang nanti memang mempunyai kapasitas dan dokumennya benar – benar sesuai kemampuannya. Jangan nanti karena ada titipan, jembatan itu terbengkalai lagi,” ungkap Saharuddin.

Sebelumnya, Plt Kadis PU Kota Medan, Zulfansyah mengatakan, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan masih melakukan appraisal (taksiran nilai property) terhadap sebagian lahan yang akan dibangun jembatan Titi Dua Sicanang Belawan tersebut.

“Sampai saat ini kita masih menunggu final appraisal-nya dari Dinas PKPPR, mereka masih hitung. Katanya paling lama akhir bulan ini appraisalnya selesai,” ucapnya.

Dikatakan Zulfansyah, lahan yang akan digunakan dalam pembangunan Jembatan Titi Dua Sicanang yang baru berada tepat di samping jembatan alternatif yang saat ini digunakan oleh masyarakat Sicanang.

Zulfansyah mengaku telah menemui masyarakat yang lahannya akan digunakan untuk pembangunan jembatan itu, masyarakat pun kooperatif dan saat ini hanya tinggal menunggu appraisalnya. Setelah appraisal nya selesai, pihak Pemko Medan pun akan segera membayar biaya pembebasan lah tersebut.

“Kalau akhir bulan (Maret) ini appraisalnya sudah selesai, maka paling lama awal bulan April sudah bisa kita tenderkan proyeknya. Proses tender sendiri memakan waktu sekitar 40 hari,” kata Zulfansyah.

Bila sudah ditenderkan, kata Zulfansyah, maka proses pengerjaan jembatan pun sudah bisa dilaksanakan. “Kalau tendernya selesai di pertengahan bulan Mei, maka paling lama akhir bulan Mei sudah bisa mulai dikerjakan.Waktu pengerjaannya kita targetkan 6 bulan, jadi target kita November 2020 ini sudah selesai dan sudah bisa langsung dipergunakan,” jelasnya.

Zulfansyah menerangkan, Pemko Medan sudah menganggarkan dana sebesar Rp15 miliar dari APBD Kota Medan untuk membangun jembatan yang telah dua kali ambruk tersebut.

“Anggarannya Rp15 miliar, memang itu tidak cukup untuk membangun sampai tuntas lengkap dengan pernak-pernik jembatan itu, tapi setidaknya nilai itu sudah bisa dipergunakan untuk membangun jembatan secara konstruksi hingga fungsinya kita pastikan layak untuk dilintasi. Jadi saat ini, kita memang sedang menunggu proses appraisalnya saja,” pungkasnya.

Seperti diketahui, sebelumnya jembatan Titi Dua Sicanang telah dianggarkan pada APBD Kota Medan Tahun 2017 dan dikerjakan oleh PT Jaya Star Utama dengan anggaran sekitar Rp8 miliar. Namun sebelum selesai, sekitar tanggal 6 November 2017 jembatan tersebut amblas. (fac/ila)

Siap Ikut Lelang Operator Bus BTS, Organda Minta Prioritaskan Pengusaha Lokal

Ketua DPC Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Medan, Mont Gomery Munthe.
Ketua DPC Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Kota Medan, Mont Gomery Munthe.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Organisasi Angkutan Darat Kota Medan siap berpartisipasi pada lelang operator bus dengan skema pembelian jasa layanan atau Buy The Service (BTS), yang diketahui dibuka dalam waktu dekat ini. Pemerintah Kota Medan diharap prioritaskan pengusaha lokal sebagai pemenang lelang nantinya.

“Antusias kawan-kawan mengikuti tahapan lelang bus BTS ini sebenarnya sangat besar. Cuma persyaratan dan ketentuan yang kita lihat banyak kali tercantum. Sulit juga kita dalam bersaing nantinya. Makanya butuh bantuan Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan untuk menjamin kita menang lelang itu,” kata Ketua Organda Kota Medan, Mont Gomery Munthe menjawab Sumut Pos, Kamis (5/3).

Diungkapkan dia, saat ini pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah dokumen yang diminta sesuai persyaratan lelang operator bus BTS. Termasuk, akan membentuk konsorsium sejumlah perusahaan transportasi darat. Namun ada sejumlah persyaratan pula, yang dirasa Organda Medan cukup sulit mereka penuhi.

“Salah satunya mengenai surat dukungan dari perbankan. Ini diantaranya yang memberatkan kita. Dan memang cukup banyak juga serba serbi persyaratan yang mesti kita penuhi. Kami harap kiranya hal-hal yang sulit dipenuhi ini dapat dipermudah oleh Dishub Medan. Sebab hasilnya nanti ditentukan oleh kementerian,” katanya.

Pihaknya sangat mendukung kemajuan Kota Medan sebagai kota megapolitan di bidang transportasi massa. Apalagi mengingat perkembangan zaman dan teknologi dewasa ini, instrumen transportasi sudah berkiblat dalam bentuk layanan aplikasi by gugdet.

“Sekarang ini sudah banyak transportasi online seperti Gojek, Grab, Gocar dan lainnya. Bagaimana kita mau menyaingi perusahaan-perusahaan itu dengan perkembangan zaman saat ini. Makanya seperti yang tadi saya katakan, jika pengusaha lokal tidak didukung pemda mengikuti perkembangan sekarang ini, ke depan kami juga sulit berkontribusi terhadap pembangunan,” katanya.

Diberitakan sebenarnya, wacana penerapan alat transportasi massal berupa bus BTS benar-benar akan segera terwujud di Kota Medan. Saat ini proses persiapan Bus BTS akan segera masuk ke tahap lelang operator. Pihak yang memenangkan lelang nantinya akan bertindak

sebagai operator bus BTS. Bagi pemenang lelang, wajib menyiapkan 81 bus di 5 koridor. “Ini mau masuk tahap lelang operator, agak sedikit mundur waktunya, tapi ini akan segera dilelang,” ucap Kadishub Medan, Iswar Lubis kepada Sumut Pos, Rabu (4/3).

Sedangkan proses lelangnya, lanjut Iswar, pihak Dishub Medan tidak akan ikut campur. Mereka yang mau ikut lelang langsung mendaftarkan diri ke Kementerian Perhubungan. “Kalau kita di dinas hanya memfasilitasi, bagaimana supaya Kota Medan ini bisa segera diterapkan Bus BTS ini,” katanya.

Nantinya, pihak operator harus bisa menyediakan armada bus yang dibutuhkan, setidaknya di 5 koridor yang telah direncanakan. “Itu setidaknya harus ada 81 unit bus, mulai dari yang berukuran sedang sampai bus yang berukuran besar. Pemenang lelang wajib menyiapkan 81 busa di 5 koridor itu,” tegasnya. (prn/ila)

Dana Deposito Tak Bisa Ditarik, Puluhan Nasabah Minna Padi Mengadu ke DPRD Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan nasabah PT Minna Padi Aset Manajemen Kota Medan mengadukan nasib mereka kepada Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumatera Utara, Kamis (5/3). Deposito yang telah mereka tanamkan ke perusahaan tersebut tidak bisa ditarik lagi, pasca Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melikuidasi PT Minna Padi. Khusus di Medan, dana investasi yang tertanam di Minna Padi nilainya mencapai Rp1,2 triliunn

“Kami bingung kenapa dana yang kami masukkan di Minna Padi, yang tadinya sebagai deposito dengan ikatan 6-12 bulan, pokok dijamin 100 persen pengembalian ditambah bunga 10-11% per tahun, sekarang tidak bisa dikembalikan kepada kami secara utuh sesuai dengan perjanjian,” kata Chris, Leo dan Erick mewakili Aliansi Korban Minna Padi Medan kepada Anggota F-PDIP DPRD Sumut, Sugianto Makmur.

Mereka mengungkapkan, pertimbangan awal menempatkan dana ke Minna Padi karena perusahaan tersebut legal dan di bawah pengawasan OJK. “Kami percaya dan merasa aman karena (Minna Padi) di bawah pengawasan OJK dan memiliki Bank Kustodi,” kata Chris.

Para nasabah bahkan bertambah heran, akibat likuidasi tersebut dana mereka menjadi berkurang. Mereka pun mempertanyakan Minna Padi dilikuidasi disebabkan pelanggaran apa. Sebab hingga kini akses informasi tentang itu sangat tertutup dari PT Minna Padi Aset Manajemen.

“Kemudian apa sanksi OJK kepada Minna Padi? Kenapa kesalahan perusahaan justru merugikan nasabah/investor? Bukankah OJK beroperasi mendukung investor atau pengusaha kecil? Kami mengharapkan pengembalian dana kami secara utuh sesuai dengan perjanjian awal,” katanya.

Leo menambahkan, untuk di Medan diketahui paling besar dana investasi yang tertanam di Minna Padi nilainya mencapai Rp1,2 triliun. Sedangkan total nilai investasi se Indonesia mencapai Rp6-7 triliun. “Medan paling besar dari daerah lain di Indonesia yang dananya tak dapat dikembalikan dan jumlah nasabah terbesar (ribuan orang) Minna Padi,” ucapnya.

Adapun para nasabah yang berinvestasi di Minna Padi juga bervariasi. Namun khusus produk Minna Padi yang dilikuidasi OJK, baru diketahui nasabah pada 21 Oktober 2019. Sedangkan diketahui bahwa produk dimaksud telah suspend, sejak 9 Oktober 2019.

Sebelum berinvestasi, para nasabah dijanjikan mendapat pengembalian deposito berbentuk reksadana dari 10-11 persen. Dari pengaduan itu juga terungkap, ada nasabah yang baru bergabung satu hari setelah produk Minna Padi kena suspend.

“Kawan-kawan di Bandung dan Jakarta sudah berupaya menanyakan ke Minna Padi, namun hasilnya masih nihil. Makanya kami berpikir tidak perlu melakukan hal yang sama di Medan. Kami bermohon agar para wakil rakyat melalui Pak Sugianto Makmur dapat memfasilitasi permasalahan ini, sehingga dana kami dapat kembali. Minimal untuk pokoknya saja,” kata para nasabah.

Menyikapi aspirasi ini, Sugianto Makmur berjanji segera mengomunikasikan ke anggota Fraksi PDIP yang bertugas di Komisi C DPRD Sumut, sekaligus akan mengundang pihak-pihak terkait dalam rapat dengar pendapat.

“Pada prinsipnya saya siap membantu persoalan dan nasib yang sedang bapak dan ibu hadapi saat ini. Nanti saya akan sampaikan ke kawan-kawan fraksi yang di Komisi C, karena saya kebetulan tugas di Komisi B. Sehingga persoalan ini cepat mendapat solusi terbaik sesuai harapan bapak dan ibu,” katanya. (prn/ila)

Tingkatkan Keterampilan Mahasiswa, Akper Kesdam I/BB Medan Gelar Pelatihan BTCLS

BERSAMA: irektur Akper Kesdam I/Bukit Barisan Medan, Suharto, SKM, M.Kes, foto bersama peserta pelatihan BTCLS.
BERSAMA: irektur Akper Kesdam I/Bukit Barisan Medan, Suharto, SKM, M.Kes, foto bersama peserta pelatihan BTCLS.
BERSAMA: irektur Akper Kesdam I/Bukit Barisan Medan, Suharto, SKM, M.Kes, foto bersama peserta pelatihan BTCLS.
BERSAMA: irektur Akper Kesdam I/Bukit Barisan Medan, Suharto, SKM, M.Kes, foto bersama peserta pelatihan BTCLS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Selama lima hari penuh, yakni sejak tanggal 22 sampai 26 Februari 2020, Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan sukses menggelar pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS). Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Global Training Center (GTC) Jakarta. Sejak awal sampai berakhirnya pelatihan, 65 peserta tampak sangat antusias. Sebab, mereka mendapatkan pelajaran dari para profesional di bidang keperawatan kegawatdaruratan.

Pada hari pertama, Tim GTC telah memberikan berbagai materi, termasuk sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT). Mulai konsep dasar EKG, interpretasi EKG gangguan pembentukan/hantaran impuls listrik, acute coronary syndrom dan EKG pada iskemik dan infark miokardium hingga therapi electrik/DC shock plus AED (Automated External Defibrillator). Untuk hari kedua masuk ke pembahasan tentang bantuan hidup dasar dan AED, initial asesment dan trauma thorak, abdomen; serta airway dan breathing management. Dilanjutkan hari ketiga materi shock management, trauma kepala dan spinal, trauma muskuluskeletal dan cedera thermal.

“Untuk materi di hari keempat fokus pada keracunan dan gigitan binatang, triase dan transportasi pasien gawat darurat,” ungkap Ketua Panitia, Syaiful, S.Kep, Ns, MKM.

Sementara itu, Direktur Akper Kesdam I/Bukit Barisan Medan, Suharto, SKM, M.Kes menambahkan bahwa pelatihan BTCLS ini untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam penangananan sistem kegawatdaruratan jantung dan pernafasan serta penanganan trauma sesuai dengan lingkup kewenangan perawat. Hal ini sejalan dengan visi prodi Akper Kesdam I/BB Medan yaitu menjadi program studi Diploma III Keperawatan yang unggul berskala Nasional. (rel)

Luncurkan Aplikasi Optimalisasi Kartu Tani, Pemkab Dairi-BNI Jalin Kerja Sama

APLIKASI KARTU TANI: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri) bersama Pinca BNI Kabanjahe menunjukkan aplikasi kartu tani. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
APLIKASI KARTU TANI: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri) bersama Pinca BNI Kabanjahe menunjukkan aplikasi kartu tani. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
APLIKASI KARTU TANI: Bupati Dairi,  Eddy KA Berutu (kiri) bersama Pinca BNI Kabanjahe menunjukkan aplikasi kartu tani. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS
APLIKASI KARTU TANI: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu (kiri) bersama Pinca BNI Kabanjahe menunjukkan aplikasi kartu tani. RUDY SITANGGANG/SUMUT POS

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi dan Bank Nasional Indonesia (BNI) meluncurkan aplikasi pendukung optimalisasi kartu tani.

Peluncuran aplikasi dilakukan Bupati Eddy KA Berutu dengan Pimpinan Cabang (Pinca) BNI Kabanjahe, Togi Simamora di Kantor Bupati, Kamis (4/3).

Demikian disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Informasi Komunikasi dan Publikasi pada Dinas Infokom, Untung Roy Nahampun kepada wartawan, Kamis (5/3).

Diterangkan Untung, peluncuran aplikasi optimalisasi kartu tani sebagai tindaklanjut kunjungan Bupati ke Kantor Wilayah BNI Sumut, 30 Januari 2020 lalu, untuk percepatan kartu tani dan infrastruktur pendukung.

Dalam pertemuan itu, Bupati Eddy KA Berutu mengatakan, penerbitan kartu tani untuk memastikan fasilitas atau bantuan diberikan pemerintah tepat sasaran.

Kartu tani bisa mengidentifikasi dan verifikasi langsung melalui teknologi perbankan tentang hak petani mendapatkan pupuk subsidi sesuai kuota yang ditentukan. “Agar kartu tani bisa terlaksana dengan baik, kita terus membenahi sistem dan mengajak BNI membuat aplikasi untuk memudahkan monitoring dan evaluasi penyaluran pupuk bersubsidi,”terang Bupati Dairi.

Bupati Dairi juga menapresiasi BNI telah meluncurkan sistem digitalisasi untuk mendukung kartu tani.

Eddy berharap, dengan sistem ini penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran dilakukan distributor dan kios pengecer, sehingga dengan ketersedian pupuk yang memadai produktivitas pertanian kita meningkat dan ekonomi petani juga meningkat.

Pinca BNI Kabanjahe, Togi Simamora mengatakan, telah melakukan update proses perkembangan penerapan dan implementasi kartu tani sebagai upaya penerapan digitalisasi pertanian 4.0 yang telah dilakukan kerja sama dengan Pemkab Dairi.

Togi menyebut, ada beberapa hal yang telah diupdate terkait digitalisasi mulai dari dashboard (laporan) secara digital dan progres penerapan kartu tani yang telah dibagikan.

Togi menambahkan, kerjasama dengan Pemkab Dairi khususnya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan petani melalui kartu tani ini akan memberikan dampak signifikan bagi peningkatan kemampuan kapasitas petani di era digital 4.0 saat ini. (rud/han)

Desak PTPN 3 Bebaskan Lahan untuk Bandara Aek Nabara

DIABADIKAN: anggota DPR RI Komisi VI Dapil Sumut 2, Lamhot Sinaga diabadikan bersama Sekdakab Labuhanbatu di sela-sela Reses.
DIABADIKAN: anggota DPR RI Komisi VI Dapil Sumut 2, Lamhot Sinaga diabadikan bersama Sekdakab Labuhanbatu di sela-sela Reses.

Reses Anggota DPR RI di Labuhanbatu

DIABADIKAN: anggota DPR RI Komisi VI Dapil Sumut 2, Lamhot Sinaga diabadikan bersama Sekdakab Labuhanbatu di sela-sela Reses.
DIABADIKAN: anggota DPR RI Komisi VI Dapil Sumut 2, Lamhot Sinaga diabadikan bersama Sekdakab Labuhanbatu di sela-sela Reses.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Pihak manajemen PTPN3 didesak untuk segera membebaskan lahan pembangunan Bandara Aek Nabara, dan HGU seluas 16 hektare di Simpang Kompi untuk lokasi pembangunan kolam renang.

Hal itu disampaikan salah seorang anggota DPR RI Komisi VI Dapil Sumut 2, Lamhot Sinaga, dalam agenda Reses di Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (4/3).

Pada kunjungan kerja ini, Lamhot Sinaga juga akan menampung aspirasi dari pejabat Pemkab, Perbankan, dan BUMN sekaligus membahas tumbuhkembang UMKM serta penyaluran dana KUR dari Bank Sumut, BRI dan Mandiri.

Pertemuan yang berlangsung di ruang data dan karya Kantor Bupati tersebut, Sekda Labuhanbatu Ahmad Muflih menyampaikan beberapa masukan, di antaranya terkait kelangkaan pupuk, gas elpiji, serta BBM solar khususnya untuk daerah pantai, sebab hal tersebut menjadi persoalan serius untuk pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap kepada Pak Lamhot untuk membantu masyarakat Labuhanbatu memecahkan persoalan-persoalan ini, karena beliau adalah salah satu sandaran masyarakat Labuhanbatu untuk menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat, semoga melalui reses ini permasalahan tersebut bisa terselesaikan,” ujar Muflih.

Menyikapi usulan itu, Lamhot Sinaga mengatakan, tiga persoalan tersebut bukan hanya permasalahan di Labuhanbatu saja, tetapi kerap menjadi persoalan nasional, sebagai jalan keluarnya, diharapkan kepada Dinas terkait untuk membuat catatan khusus berupa proposal untuk dibawa pada rapat kerja.

Di tempat dan waktu yang sama, Affan, selaku Kepala Unit BRI Kantor Cabang Rantauprapat menyampaikan, di Labuhanbatu BRI memiliki 13 Unit, hingga bulan Februari 2020 BRI telah menyalurkan Rp150 miliar kepada pelaku UKM dengan Plafon sebesar Rp50 juta rupiah, dan pada Oktober mendatang BRI memiliki target Rp170 M, untuk menjaga pertumbuhan perekonomian masyarakat.

“Dan untuk bina lingkungan, BRI sudah merealisasikan dana pembangunan parit di SD, pembangunan masjid, pembelian empat unit sepeda motor Kawasaki untuk Polres dan Kodim yang digunakan demi kebutuhan pengawasan saat Pemilu,” katanya.

Dalam kegiatan Reses tersebut, Sekda tidak sendiri, dia didampingi Asisten Pemerintahan Sarimpunan Ritonga, Asisten Administrasi Umum Zaid Harahap, para Kepala OPD, jajaran Camat, Kepala Desa/Lurah, pihak Perbankan, dan BUMN. (fdh/han)

Kapolres Labuhanbatu ke Bhabinkantibmas: Mampu Meredam Masalah di Masyarakat

ARAHAN: Kapolres Labuhanbatu memberi pengarahan kepada seluruh personel Bhabinkamtibmas.
ARAHAN: Kapolres Labuhanbatu memberi pengarahan kepada seluruh personel Bhabinkamtibmas.
ARAHAN: Kapolres Labuhanbatu memberi pengarahan kepada seluruh personel Bhabinkamtibmas.
ARAHAN: Kapolres Labuhanbatu memberi pengarahan kepada seluruh personel Bhabinkamtibmas.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 72 personel Bhabinkamtibmas dikumpulkan di AulaYan Piter Polres Labuhanbatu, Kamis (5/3).

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Agus Darojat dalam arahannya mengimbau agar seluruh Bhabinkamtibmas menjaga situasi keamanan yang kondusif di wilayahnya masing-masing.

“Sebagai ujung tombak di lapangan, peran bhabinkamtibmas diharapkan mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat,” kata Agus.

Dia juga berpesan, seorang personel Bhabinkamtibmas agar selalu ikut berperan aktif dan berkoordinasi dalam menangani permasalahan kamtibmas di masyarakat, khususnya di desa binaan.

“Jaga integritas Bhabinkamtibmas, karena Bhabinkamtibmas sangat diperlukan dalam pelaksanaan tugas dalam rangka memberikan rasa aman serta mewujudkan tertib sosial di masyarakat desa binaannya,” tambahnya.

Agus mengajak para Bhabinkamtibmas melaksanakan sesuai tupoksi sebagai anggota Bhabikamtibmas, dan tidak melanggar aturan. “Rejeki sudah ada yang atur,” imbuhnya.

Kata dia, anggota Bhabinkamtibmas harus mengetahui setiap kejadian yang ada di desa masing masing, guna memberikan informasi lebih cepat dan lakukan pendekatan dengan masyarakat.

Lebih lanjut, Kapolres mengingatkan agar Bhabinkamtibmas senantiasa hadir pada 3 kegiatan utama di masyarakat, yang selama ini menjadi pilar kerukunan desa. Yaitu melayat orang yang meninggal, bezuk warga yang sakit, dan datangi warga yang punya hajatan.(fdh/han)

Wujudkan Desa Nagur Bersinar, Kapolres Sergai Ajak Masyarakat Basmi Narkoba

ARAHAN: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang memberikan arahan kepada masyarakat Desa Nagur dalam mewujudkan Desa Nagur BERSINAR, Rabu (4/3).
ARAHAN: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang memberikan arahan kepada masyarakat Desa Nagur dalam mewujudkan Desa Nagur BERSINAR, Rabu (4/3).
ARAHAN: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang memberikan arahan kepada masyarakat Desa Nagur dalam mewujudkan Desa Nagur BERSINAR, Rabu (4/3).
ARAHAN: Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang memberikan arahan kepada masyarakat Desa Nagur dalam mewujudkan Desa Nagur BERSINAR, Rabu (4/3).

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Sergai, AKBP Robin Simatupang SH, MHum mengajak seluruh masyarakat Desa Nagur, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Sergai untuk ikut membasmi peredaran narkoba di desa tersebut.

Hal itu dikatakan Kapolres Sergai AKBP Robin saat mengunjungi Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin, dalam mewujudkan Desa Nagur BERSINAR (Bersih dari Narkoba).

“Mari bersama kita basmi peredaran narkoba di Desa ini, bila perlu masyarakat harus berani bersama perangkat Desa para menangkap para bandar dan pengedar narkoba di desa ini,”ajak Robin, Rabu(4/3).

Dijelaskan Robin, narkoba adalah musuh bangsa bersama yang dapat merusak generasi penerus bangsa. “Kita buat para penjahat narkoba ini tidak nyaman untuk mengedar narkoba di desa ini,” cetus Kapolres AKBP Robin di hadapan masyarakat Dusun 1 Desa Nagur.

Dalam menekan peredaran narkoba di desa tersebut, Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Nagur sekitarnya. Dengan kehadiran Kapolres Sergai bersama jajarannya menyapa masyarakat sekitar mendapat antusias dari masyarakat.

Kunjungannya kali ini Desa Nagur Kapolres Sergai bersama jajarannya, agar menjadi atensi membentuk Desa Nagur menjadikan Desa BERSINAR (Bersih dari Narkoba).

“Dulunya kampung ini disebut sebagai kampung narkoba, mari kita hilangkan julukan kampung narkoba pada Desa ini,”tandasnya.

Disamping itu, pemerintah bersama masyarakat Desa Nagur harus bersinergi dan berkomitmen dalam memberantas narkoba di Desa ini, bilang Kapolres.

“Kampung yang bersih dari narkoba sudah pasti masyarakatnya makmur dan sejahtera,” ucap Kapolres AKBP Robin Simatupang. (sur/han)

Promosikan Kopi Sidikalang ke Investor, Bupati Dairi akan Berangkat ke Amerika

Sekda Dairi, Leonardus Sihotang
Sekda Dairi, Leonardus Sihotang
Sekda Dairi, Leonardus Sihotang
Sekda Dairi, Leonardus Sihotang

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Dalam waktu dekat, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu berangkat ke United State Amerika (USA) selama dua hari, yakni 19-28 Maret 2020.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Leonardus Sihotang, keberangkatan bupati ke Amerika untuk memenuhi undangan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Kabupaten Dairi merupakan salah satu anggota APKASI, diimbau ikut dalam program Executive Learning and Network Development on Local Potency.

Diterangkan Leonardus, APKASI punya program rutin untuk peningkatan kapasitas dan mempromosikan potensi daerah masing-masing ke setiap negara yang dikunjungi. Sehingga, selain peningkatan kapasitas kepala daerah, Bupati akan memanfaatkan kesempatan itu untuk mempromosikan potensi dimiliki Kabupaten Dairi.

Di sana, Bupati akan promosikan potensi pariwisata dan hasil pertanian khususnya komoditas unggulan, yakni kopi.

Masih dijelaskan Leonardus, Bupati Dairi berkeinginan mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang. “Dengan promosi itu, kita harapkan investasi akan datang ke Dairi,” ujarnya. Sebelum berangkat, Bupati sudah minta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) mempersiapkan bahan yang akan ditawarkan kepada investor di Amerika.

Leonardus menuturkan, APKASI sudah menyusun jadwal pertemuan dengan sejumlah investor, agar kepala daerah yang ikut program bisa mempromosikan potensi dimiliki daerah masing-masing. Biaya perjalanan yang digunakan untuk program telah ditentukan panitia (APKASI) sebagai penyelenggara sebesar Rp 150 juta dan disetor ke panitia.

Ditanya apakah perjalanan itu hanya akan menghabiskan anggaran dan terkesan untuk jalan-jalan?, Leonardus menyebut, itu bukan sebatas menghabiskan anggaran dan jalan-jalan tetapi tujuanya untuk peningkatan kapasitas dan promosi potensi lokal.

Sekda menambahkan, kunjungan Bupati ke USA mendapat dua keuntungan, yakni peningkatan kapasitas serta mempromosikan potensi daerah yang dimiliki. (rud/han)

Makkah Tetap Ramai, Tak Terpengaruh Virus Corona

RAMAI: Suasana Tawaf masih ramai di sekitar Makkah.
RAMAI: Suasana Tawaf masih ramai di sekitar Makkah.
RAMAI: Suasana Tawaf masih ramai di sekitar Makkah.
RAMAI: Suasana Tawaf masih ramai di sekitar Makkah.

SUMUTPOS.CO – Pengusaha travel haji dan umrah yang ini tengah bermukim di Makkah, Muharom Ahmad, mengatakan, situasi Masjidil Haram masih tetap seperti biasa. Jamaah umrah yang kini tengah berada di Tanah Suci juga memadati area mataf (tempat tawaf).

“Tak ada yang berubah. Subuh tadi di tempat tawaf ramai para jamaah yang melakukan tawaf. Tak ada yang ganjil atau sepi,” kata Muharom Ahmad yang juga sekretaris Forum SATHU (Shilaturahim Asosiasi Travel Haji dan Umrah), melalui pembicaraan telepon dari Makkah, Kamis (5/3).

Muharom juga membantah tempat tawaf di sisi Ka’bah sepi setelah tersebar kabar ada paparan cirus vorona. Di media sosial banyak foto tersebar memperlihatkan suasana sepi tempat itu.

“Itu difoto jam berapa? Kalau difoto jam 2 siang ya jelas sepi karena suasana panas terik. Subuh tadi saya lihat langsung, biasa saja. Mataf tetap dipadati jamaah tawaf,” katanya.

Selain itu, menurut dia, di Makkah dan Arab Saudi pada umumnya juga tidak ada suasana kepanikan seperti di Indonesia. Di sana aktivitas warga berlangsung biasa.

“Di sana yang sibuk pemerintahnya yang memantau ketat kemungkinan masunya virus corona. Saya memang baca berita ada warga Saudi yang terpapar virus itu. Tapi, itu bukan warga yang ada di dalam negeri Saudi. Itu warga Saudi yang hendak pulang dari Iran melalui Bahrain. Di perbatasan Bahrain itulah dia ditemukan dan kemudian dirawat di sana. Orang dari Saudi sendiri belum ada. Kondisi di sini tenang. Warganya percaya pemerintahnya bertindak serius atasi ini,’’ ujarnya.

Bagaimana dengan soal jamaah umrah asing yang kini telah ada di Arab Saudi? Muharom mengatakan, setelah jamaah umrah asing dilarang datang ke Saudi, jamaah umrah asing yang kini ada di Tanah Suci secara bertahap dalam waktu tiga pekan akan dipulangkan. Setelah itu, hanya warga dan para mukimin Saudi yang akan tinggal.

“Saya perkirakan penutupan ini berlangsung hingga akhir musim umrah sekitar Juni mendatang. Tampaknya pada bulan Ramadhan depan sebagai puncak umrah juga Saudi belum akan buka akan adanya kedatangan jamaah umrah asing. Sepertinya yang ini akan terjadi,” katanya menegaskan.

Menurut dia, bagi Saudi pentupan kedatangan jamaah umrah asing saat ini cukup tepat. Pemerintah negara tersebut berupaya menunggu sampai suasana reda, terutama agar jamaah asing bisa datang melakukan ibadah di Tanah Suci pada waktu musim haji.

“Dan konsekuensinya nanti akan ada cek kesehatan tambahan. Soal bebas virus corona akan dijadikan syarat masuk ke Saudi Arabia sewaktu haji,” katanya. (rol/ram)