Home Blog Page 6126

Daftar Haji 7 Tahun Lalu, Baru Berangkat Tahun Ini

Foto: Agusman/Sumut Pos CEK KESEHATAN: Iwan bersama istri dan kakak iparnya, menunggu giliran cek kesehatan di Asrama Haji Medan, Selasa (31/7).
Foto: Agusman/Sumut Pos
CEK KESEHATAN: Iwan bersama istri dan kakak iparnya, menunggu giliran cek kesehatan di Asrama Haji Medan, Selasa (31/7).

Menunaikan rukun Islam yang kelima, sudah menjadi impiannya. Untuk itu, ia mendaftar ikut haji 7 tahun lalu, persisnya tahun 2011 lalu. Tapi baru mendapat giliran berangkat tahun ini. Begitupun, ia tetap girang karena impiannya akhirnya akan terwujud.

————————–
Agusman, Medan
————————–

Iwan, pria 57 tahun ini dulu bekerja sebagai pegawai negeri sipil (sekarang ASN) di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut. Niatnya naik haji sudah muncul sejak lama. Namun baru tahun 2011 lalu, warga Jalan Jemadi, Kecamatan Medan Timur ini, mendaftarkan diri naik haji bersama istrinya Nani (58), dan kakak iparnya Lina (60).

“Waktu saya daftarkan haji pada 7 tahun yang lalu, saya masih bekerja di BKKBN. Saat itu anak kami pun tahu kami mendaftar,” kata pensiunan ASN ini, saat ditemui di Asrama Haji Medan, kemarin.

Ternyata, jadwal peserta naik haji sudah penuh hingga beberapa tahun ke depan. Ia dan istri serta kakak iparnya kebagian jadwal berangkat tahun 2018.

Kecewa? “Ah nggak… justru jadi kesempatan mempersiapkan mental sejak jauh-jauh hari,” cetusnya seraya tersenyum.

Tidak ada persiapan dan kiat khusus pada keberangkatan haji ini. Ia dan keluarganya telah menjalani bimbingan manasik haji selama 6 bulan. Mereka juga telaten menjaga kondisi kesehatan, jelang ibadah di tanah suci. “Penyakit bawaan tidak ada. Cuma kalau darah tinggi, semua orang pasti punya ya. Tapi mudah-mudahan sehatlah hingga pulang nanti,” harapnya.

Apa harapannya setelah ibadah haji? Iwan mengakui, seperti halnya jemaah haji lainnya, dia berharap dapat menunaikan rukun Islam yang kelima. “Dan menjadi haji yang mabrur. Selain itu tidak ada lagi,” katanya.

Dia berpesan agar teman-teman kerjanya yang muslim dapat mengikuti jejaknya menunaikan rukun Islam kelima. “Semoga teman-teman saya mengikuti jejak saya beribadah haji,” pungkasnya.

Jemaah kloter 10 asal Medan, akan berangkat ke tanah suci melalui bandara Kualanamu, pada Rabu (1/8). Iwan berserta keluarganya termasuk calhaj yang terbang hari ini. (man)

Api Obor Asian Games Singgah 15 Menit di Tiap Daerah

fOTO: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS KIRAB OBOR: Direktur Ticketing Asian Games 2018 Sarman Simanjorang, membawa obor Asian Games saat tiba di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (31/7/2018). Api obor Asian Games 2018 selanjutnya akan dibawa ke Parapat dan diarak di sana sebelum di bawa ke Pekanbaru dan kota lainnya di Pulau Sumatera.
fOTO: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KIRAB OBOR: Direktur Ticketing Asian Games 2018 Sarman Simanjorang, membawa obor Asian Games saat tiba di Bandara Kualanamu Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (31/7/2018). Api obor Asian Games 2018 selanjutnya akan dibawa ke Parapat dan diarak di sana sebelum di bawa ke Pekanbaru dan kota lainnya di Pulau Sumatera.

KUALANAMU, SUMUTPOS.CO – Api Obor Asian Games 2018 tiba di Bandara Internasional Kualanamu Kabupaten Deliserdang, Selasa (31/7) sore pukul 15.45 WIB. Kedatangan api obor Asian Games ini dibawa menggunakan pesawat Hercules A 13 41, milik TNI AU dari Provinsi Aceh melalui Bandara Internasional Sutan Iskandar Muda.

Kedatangan api obor Asian Games ini dikawal pasukan Danlanud, Paskas, panitia Inasgoc, maupun wartawan. Setibanya di bandara Kualanamu, api obor yang terletak di dalam tinder box (lentera) berwarna kuning keemasan langsung diserahkan dari panitia Inasgoc Sarman, kepada penerima pertama Komandan Pangkalan TNI AU Soewondo Kolonel Pnb Daan P Lengkey didampingi Kadispora Sumut Baharuddin Siagian, dan GM Angkasa Pura Bandara Kualanamu Arif Darmawan. Tinder Box kemudian dibawa menuju pintu luar kedatangan di lantai 1. Di sana, ratusan masyarakat dan awak media sudah menanti.

Begitu tiba di depan pintu luar kedatangan bandara, tinder box disambut dengan tarian persembahan etnis Melayu sekapur sirih yang dibawakan Lembaga Kesenian Morawa 88. Tinder box kemudian diserahkan kepada Bupati Deliserdang Anshari Tambunan sebagai perwakilan tuan rumah didampingi Ibu Hj Yunita Siregar.

Bupati Deliserdang Anshari Tambunan mengaku bangga, api obor Asian Games bisa menyinggahi daerahnya. “Tentu sangat bangga Kabupaten Deliserdang bisa disinggahi api obor Asian Games. Mudah-mudahan ini menjadi semangat kita bersama untuk memajukan olahraga Sumatera Utara maupun Deliserdang khususnya,” kata Ashari didampingi Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian.

Selanjutnya, api obor Asian Games akan dibawa ke Parapat, Kabupaten Simalungun. Menuju Parapat, sebagai lokasi utama kegiatan, api obor akan menyinggahi satu kabupaten dan dua kota di Sumut, yakni Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebingtinggi, dan Kota Pematangsiantar. Di setiap daerah, api obor hanya singgah selama 15 menit.

Saat tiba di Kota Tebingtinggi, api obor Asian Games ke 18 ini disambut Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo, Selasa malam (31/7) sekira pukul 19.00 WIB. Masyarakat Kota Lemang ini terlihat begitu antusias dan merasa bangga karena daerah mereka disinggahi api obor Asian Games.

Rombongan pembawa api obor Asian Games disambut dengan atraksi pencak silat yang diketuai Ernawati dan tarian sikapur sirih. Tampak hadir Sabar Simanjoran Ketua tim pembawa obor, Wakil Wali Kota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar, Wakapolres Kompol V Siagian, Ketua KONI Sumut Jhon Ismadi Lubis dan seluruh rombongan pembawa obor.

Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan mengucapkan terimakasih kasih kepada panitia besar yang mau menyinggahkan obor Asian Games sampai di Tebingtinggi. “Kita semua hadir di sini adalah untuk memberikan semangat atas pelaksanaan Asian Games, event ini hendaknya dijadikan persahabatan untuk membangun Indonesia kokoh. Mari kita mamfaatkan moment ini, mari kita tunjukkan prestasi atlet di Kota Tebingtinggi,” kata Umar.

Hari Ini dan Besok, Listrik Padam di Medan

Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo untuk kesiapan pasokan listrik jelang Idul Fitri.
Petugas teknisi PLN Area Medan mengecek trafo untuk kesiapan pasokan listrik jelang Idul Fitri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO PT PLN (Persero) Area Medan kembali melanjutkan pemeliharaan jaringan. Kali ini di wilayah Rayon Medan Selatan, Medan Johon dan Medan Timur. Pemeliharaan ini dilakukan dalam kurun dua hari sejak kemarin. Mulai besok, Rabu (1/8) hingga Kamis (2/8).

Manager PT PLN Area Medan, Lelan Hasibuan mengatakan, pemeliharaan yang dilakukan besok di Rayon Medan Selatan, yakni berdampak pada pemadaman di Jalan STM (sebagian), Jalan Alfalah, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Seksama Pajak Simpanglimun, Jalan Selamat, Jalan Garu I, Jalan Garu II dan Garu III. “Pemadaman mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB,” papar Lelan.

Kemudian, masih di hari yang sama, pemeliharaan jaringan juga dilakukan pada Rayon Johor. Sehingga, pemadaman terjadi di wilayah Jalan Karya Jaya, Jalan Abdi Sucipto, Jalan Karang Sari, Batalion Paskhas serta Komplek Malibu. “Di wilayah ini pemadaman dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB,” kata Lelan lagi.

Pemeliharaan juga dilakukan di Rayon Medan Timur. Di kawasan ini, pemadaman dilakukan di kawasan Jalan Bilal, Jalan Krakatau, Jalan Setia Jadi, Jalan Sidorukun, Jalan Madio Santoso serta Jalan Sidodame. “Di kawasan ini pemadaman dilakukan mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB,” bilang Lelan lagi.

Selanjutnya, kata Lelan, pemeliharaan dilakukan pada lusa, Kamis (2/8) di Rayon Medan Selatan kembali. Pada pemeliharaan ini, pemadaman dilakukan di kawasan Jalan Seksama, Jalan Selamat, Jalan Harapan Pasti, Jalan Bahagia By Pass, Jalan Saudara, Jalan Air Bersih, Jalan Sempurna, Jalan Turi, Jalan Bahagia, Jalan Pelajar, Jalan Jati II, Jati III, Jalan AR Hakim, Jalan Halat, Jalan Panglima Denai (sebagian), PTKI, Jalan Menteng Raya, Jalan Menteng II serta Jalan Pasar Merah. “Kembali lagi saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat yang terkena dampak pemadaman ini,” ucap Lelan. (ila)

Edy-Musa Dipesan Percepat Infrastruktur

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6) Berbagai lembaga survei menggelar hitung cepat (quick count) setelah pemungutan suara Pilkada Serentak 2018. Hasil sementara quick count Pilgub Sumatera Utara versi Indikator Politik mengunggulkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PERAYAAN_Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah memberikan salam kepada relawan yang hadir di posko pemenangan ERAMAS Jalan Ahmad Rivai Medan, Rabu (27/6). Pj Gubsu Wko Subowo memesankan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah untuk melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Sumut mengumumkan penetapan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut terpilih periode 2018-2023, hasil Pilkada Serentak 27 Juli lalu. Saat pengumuman Gubernur-Wakil Gubernur terpilih, pasangan Edy-Musa mendapat pesan agar melanjutkan percepatan pembangunan infrastruktur.

“Khususnya infrastruktur konektivitas seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, penyeberangan, kereta api dan sebagainya. Karena ini sudah terbukti mempelancar arus barang dan jasa,” kata Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Eko Subowo, usai pengumuman pasangan terpilih, dalam Rapat Paripurna DPRD Sumut, Selasa (31/7).

Atas nama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Eko juga menyampaikan selamat atas terpilihnya pasangan Edy-Musa untuk memimpin lima tahun ke depan untuk periode 2018-2023. Eko berharap agar Gubernur-Wakil Gubernur terpilih nantinya melayani seluruh masyarakat tanpa melihat mana yang memberikan dukungan dan mana yang tidak. Sebab setelah selesai Pilkada, tidak ada lagi pengkotak-kotakan antara memilih calon A atau calon B.

“Dan masyarakat pun harus mendukung sepenuhnya, Gubernur dan Wakil Gubernur nantinya. Baik yang memilih maupun tidak memilih. Intinya mendukung Pemprov Sumut yang akan dipimpin Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah untuk meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” sebut Pj Gubernur.

Pj Gubenrur ini juga meminta Edy-Musa memberi perhatian pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan, sesuai visi misi saat berkampanye, dengan tetap memperhatikan prioritas yang ada dan sesuai RPJM-Nasional.

Yakni percepatan pembangunan infrastruktur khususnya konektivitas seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, penyeberangan, kereta api dan sebagainya. Penekanan ini disampaikan setelah pihaknya menggelar rapat dengan tim pengendali inflasi daerah (TPID) Sumut di Jakarta beberapa waktu lalu. Menurutnya perbaikan infrastruktur dapat membawa perbaikan pada kelancaran arus logistik atau barang dan jasa. Hal itu pula yang menjadi satu faktor penekan laju inflasi di daerah, yang kini berada pada angka satu digit.

Atasi Banjir di Medan, Sungai Sikambing Segera Dikeruk

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS TINJAU: Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba, Kadis PU Medan Khairul Syahnan, pihak BWSS II, Pemprovsu dan warga sekitar saat meninjau Sungai Sikambing, di Jalan Tinta Ujung Kec. Medan Petisah, Senin (30/7) sore. 
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
TINJAU: Ketua Komite II DPD RI, Parlindungan Purba, Kadis PU Medan Khairul Syahnan, pihak BWSS II, Pemprovsu dan warga sekitar saat meninjau Sungai Sikambing, di Jalan Tinta Ujung Kec. Medan Petisah, Senin (30/7) sore.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Persoalan banjir yang selama ini ‘menghantui’ warga Kota Medan, akan segera teratasi. Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II berkomitmen segera melakukan pengerukan di sejumlah sungai yang melintasi wilayah Ibukota Provinsi Sumut.

Salah satu titik pengerukan yang akan dilakukan BWSS II dalam waktu dekat, yakni di Jalan Tinta Ujung, Kecamatan Medan Petisah, atau Sungai Sikambing.

Demikian terungkap paskapeninjauan ke lokasi Sungai Sikambing yang digagas Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba, Senin (30/7) sore. Parlindungan turut mengundang pihak BWS yang langsung dihadiri Kepala BWS Roy Panagom Pardede, Kepala Dinas PU Medan Khairul Syahnan, pihak Pemprovsu dan PT KAI, di rumah warga setempat, Mukhtar Panjaitan.

Menurut Parlindungan, ada lima kesepakatan yang terbangun dari pertemuan tersebut. Pertama, dalam empat hari (terhitung Selasa) pihak BWSS II akan mengadakan survey lapangan, tentang titik mana saja yang akan dinormalisasi. Kedua, dari Pemko Medan melalui pihak kecamatan dan kelurahan, bisa mengetahui alat berat dan hasil kerukan ditempatkan di mana. “Ada kesepakatan juga bahwa yang mengeruk adalah BWSS, tapi yang memindahkan hasil kerukan adalah Pemko Medan. Hal ketiga disepakati perlu membentuk komunitas peduli sungai,” katanya.

Hal keempat, sambung dia, soal kesepahaman bersama (MoU) yang didesak segera ditandatangani stakeholder terkait. Meski drafnya sudah ada, kata Parlindungan, bagaimana agar Dirjen Cipta Karya, Dirjen SDA, Gubernur Sumut dan Wali Kota Medan segera menyepakati penanganan sungai-sungai yang ada di Kota Medan.

“Dalam waktu dekat (Rabu ini, Red) saya akan ketemu Menteri PUPR, supaya dia segera datang menandatangani MoU tersebut. Sehingga, kalaupun ada yang dikerjakan Pemko Medan memiliki dasar hukum,” katanya.

Kemudian yang terakhir terkait dengan PT KAI, sebutnya, di mana saja yang bisa cepat diperbaiki dilakukan segera supaya tidak menghambat alur air. “Saya juga sudah bicara dengan Menhub dan Dirjen Kereta Api, dan mereka sudah tahu mengenai hal ini. Pertemuan ini sangat baik untuk mengatasi persoalan yang selama ini dirasakan warga Medan,” pungkasnya.

Kepala BWSS II, Roy Panagom Pardede mengakui sebelum melakukan survey lapangan pihaknya memang akui ada terjadi penyempitan di Sungai Sikambing. Di mana, akibat penyempitan sempadan sungai sampai rel kereta api itu, mengakibatkan efek pembendungan. “Kami juga lihat porsi sampah perlu ada penanganan. Air ini merupakan urusan bersama. Masyarakat harus merasa ini masalah bersama. Termasuk masalah kebersihan lingkungan sekitar sungai,” katanya.

Pihaknya menyebut, bisa saja melakukan normalisasi sungai sebagai antisipasi penanganan banjir di Kota Medan. Namun, hal tersebut urung dilakukan karena sulitnya mengakses sungai. Selain itu, sampah atau bekas kerukan sungai tidak tahu mau dibuang kemana.”Ada dua eskavator milik BWSS II. Tapi bagaimana mau masuk sampai ke bibir sungai,” katanya.

Rekomendasi Relokasi Pedagang Pasar Timah Dinilai Sarat Kepentingan

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASAR TIMAH: Suasana pasar timah beberapa waktu lalu. Para pedagang menolak untuk pindah dari lokasi pasar.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASAR TIMAH: Suasana pasar timah beberapa waktu lalu. Para pedagang menolak untuk pindah dari lokasi pasar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Medan yang juga Anggota Komisi III Hasyim, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk tidak menindaklanjuti rekomendasi yang dikeluarkan pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait relokasi Pasar Timah pada Senin (30/7). Sebab, ia menilai rekomondasi tersebut sarat kepentingan.

“Kemarin (Senin, 30/7) Komisi III menggelar RDP terkait Pasar Timah dengan pengembang dan perwakilan Pemko Medan. Namun yang anehnya kenapa pedagang sendiri tidak diundang dalam RDP itu, ada apa ini? Selain itu, saya juga tidak diundang padahal saya juga anggota Komisi III, apa ada kepentingan lain,” ungkap Hasyim.

Kehadiran pedagang Pasar Timah, menurut Hasyim, sangat penting. Begitu juga kehadiran Komisi III DPRD Medan harus mendengar pendapat dari kedua belah pihak. “Seharusnya Komisi III juga panggil pedagang. Jangan ambil keputusan yang didapat dari satu pihak. Kasih kesempatan pedagang memberikan pendapatnya, baru tentukan sikap. Terpenting, harus tinjau ke lapangan seperti apa lokasi relokasinya, baru tentukan sikap,” sebut Hasyim.

Menurut dia, upaya relokasi Pasar Timah adalah cacat hukum. Sebab, proses kasasi di Mahkamah Agung masih berjalan. “Dari awal, saya sudah katakana, hormati proses hukum. Selagi belum ada putusan hukum tetap. Apalagi tadi kuasa hukum pedagang bilang tanggal 6 Juli kemarin baru keluar surat dari PTUN yang menyatakan berkas lengkap dan dikirimkan ke MA. Jadi, dari mana jalannya sudah ada putusan hukum tetap seperti yang dikatakan pengembang itu,” katanya.

Hasyim melanjutkan, begitu juga izinnya mulai dari IMB, Amdal dan Amdal Lalin juga belum ada. “Itu cacat hukum, karena yang pakai lahan PT KAI juga tak ada IMB-nya. Jangan ada upaya relokasi selagi belum ada ketetapan hukumnya, hormati prosesnya dulu,” tegas Hasyim.

Sementara itu, kuasa hukum pedagang Pasar Timah, M Asril Siregar menyayangkan tindakan yang dilakukan Komisi III DPRD Medan. “Kenapa ada RDP yang digelar dua kali tapi tak sekalipun pedagang dipanggil. Harusnya kami dilibatkan, dengarkan suara kami. Jangan hanya ambil keputusan dari sebelah pihak,” kesal Asril.

Baru Dua Daerah di Sumut yang Memiliki Perda KTR

Foto: Istimewa YPI audiensi ke Pemprovsu mendukung Pergub Sumut soal KTR jadi Perda.
Foto: Istimewa
YPI beraudiensi ke ruangan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Senin (30/7), mendukung Pergub Sumut soal KTR jadi Perda.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) menyambut baik sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut yang akan menjadikan Peraturan Gubernur (Pergub) soal Kawasan Tanpa Rokok (KTR) menjadi peraturan daerah (Perda).

Ketua Badan Pembina YPI, Dr Edy Ikhsan, SH, mengapresiasi dukungan Sekdaprovsu dalam melahirkan Perda KTR. Katanya, Provinsi Sumut memerlukan Perda KTR  dalam kerangka penghormatan, perlindungan dan pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM).

“Konsumsi rokok menjadi masalah penting dan memiliki pengaruh signifikan terhadap kesehatan serta ekonomi rumah tangga bahkan negara. Apalagi dampaknya terhadap anak-anak cukup memprihatinkan dan YPI siap mengadvokasi bersama Pemprov Sumut,” katanya saat beraudiensi ke ruangan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), Senin (30/7).

Dia berharap, Pemprov Sumut tidak hanya serius pada pelarangan orang merokok, tetapi juga menyangkut persoalan maraknya iklan rokok pada media luar ruang yang masih banyak berdiri khususnya di jalan protokol.

Ketua Badan Pengurus YPI, Zahrin Piliang mengatakan, mereka sangat mendukung rencana Pemprov Sumut menjadikan Perda KTR. Menurutnya, saat ini baru dua daerah di Sumut yang memiliki Perda KTR. “Baru Kota Medan dan Kota Binjai yang memiliki Perda KTR. Untuk itu, rencana Pemprov Sumut untuk menjadikan Pergub tentang KTR menjadi Perda perlu dilakukan untuk mendukung sinergitas Perda KTR yang sudah ada di dua wilayah tadi serta mendukung daerah lain yang belum memiliki Perda KTR,” katanya.

Menurutnya, selama ini tindakan preventif tiap-tiap daerah melindungi masyarakat dari masalah rokok sudah ada, yakni dengan Perbup maupun Perwal namun implementasinya tidak begitu serius.

“Implementasinya masih lemah, perlu didukung dengan keberadaan Perda KTR. Sehingga dengan rencana Pemprov Sumut menerbitkan Perda KTR menjadi momentum agar larangan merokok di tempat umum semakin kuat,” ujarnya

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu) Dr Ir Hj R Sabrina MSi menyebut, perubahan  Pergub No 35 Tahun 2012 Tentang  KTR menjadi Perda, bertujuan untuk penguatan larangan merokok di sembarang tempat khususnya di gedung kantor Gubernur Sumut dan jajarannya.

“Kita berharap semua pihak mendukung. Saya minta kepada  Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) ikut mensosialisasikan dan mengadvokasi Pergub Sumut No 35 Tahun 2012 di lingkungan kerja Pemprov Sumut serta ke jajaran seperti UPT di daerah,” ungkap Sabrina.

Menurutnya, keberadaan Perda KTR tidak hanya sekadar mengatur larangan merokok di lingkungan kantor pemerintahan, saja melainkan juga di semua ruang publik. Perda KTR ini penting dibuat, mengingat sejauh ini baru tiga belas kabupaten/kota yang sudah memiliki regulasi KTR.

“Ke depan setidaknya 50 persen daerah di kabupten/kota sudah mempunyai regulasi KTR. Apalagi pendanaanya bisa mengunakan dana pajak rokok daerah, karena masalah kesehatan sudah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional,” ungkap Sabrina. (dvs/ila)

Sopir Taksi Online Tuding Vendor Bohongi Publik

Foto: Iqbal Harahap/Sumut Pos Demo sopir taksi online di Medan. Mereka menuduh vendor membohong mereka, Selasa (31/7).
Foto: Iqbal Harahap/Sumut Pos
Demo sopir taksi online di Medan. Mereka menuduh vendor membohong mereka, Selasa (31/7).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seraturan sopir taksi online (daring) menggelar unjukrasa di depan gedung DPRD Sumut, Selasa (31/7) siang. Selain menuding pihak vendor melakukan pembohongan publik, mereka juga meminta perlindungan kepada legislator agar unit yang digunakan tidak diambil paksa dengan cara curang.

Dalam aksinya, para sopir taksi daring meminta agar izin pengoperasian angkutan sewa (IPAS) dan kuota unit angkutan dari vendor PT TPI diperiksa. Mereka juga menuding perusahaan tersebut melakukan pembohongan publik terhadap para sopir, dengan iming-iming promosi melalui prioritas order, pemilikan mobil dan kesejahteraan. Bahkan dicurigai, vendor tersebut tidak memiliki izin operasi dan harus ditindak tegas jika benar.

“Selama ini PT TPI telah melakukan pembohongan publik dengan mempromosikan sopir PT TPI akan mendapatkan prioritas order, pemilikan mobil dan kesejahteraan. Namun kenyataannya, semua tidak benar,” ujar koordinator aksi, Ritonga dalam orasinya.

Saat ini, kata Ritonga, vendor tengah melakukan skema rental fee yang sangat tinggi kepada sopir. Sehingga, mayoritas sopir taksi online tak mampu mencapai target dan vendor tetap melakukan penarikan paksa unit mobil dari para sopir yang tidak sanggup memenuhi target skema dengan membebankannya pada uang jaminan dari setiap sopir.

“Untuk itu, kami meminta perlindungan dari kesemena-menaan PT TPI terhadap kami agar dapat dihentikan penarikan unit secara paksa hingga ada solusi yang fundamental,” tegasnya.

Selain itu, para sopir juga menuding perusahan dimaksud telah secara diam-diam menarik unit mobil dari sopir lama dan menyerahkannya kepada yang baru. Hal itu agar uang jaminan yang lama hangus termakan kewajiban rental fee, dan kontrak akan terbatalkan secara otomatis karena tergantikan oleh sopir baru yang diikat dengan perjanjian.

“Jika diperlukan, kami para sopir siap menitipkan unit kami dikantor DPRD atau di lembaga pemerintah hingga masalah ini selesai, untuk menghindari kecurangan vendor yang dapat mematikan unit melalui GPS dan mengambil paksa,” tambahnya.

Anggota DPRD Sumut Zeira Salim Ritonga dan Hanafiah Harahap yang menerima massa mengatakan, pihaknya akan menerima aspirasi dari para sopir taksi online tersebut. Selanjutnya tuntutan itu akan disampaikan dan dijadwalkan untuk dibahas dalam rapat di dewan.

“Akan kami bicarakan persoalan ini dengan memanggil pihak terkait. Oleh karena itu, kami minta sopir untuk sabar, kami akan jadwalkan agar permasalahan ini bisa kita selesaikan dan cari jalannya,” katanya. (bal/ila)

Nasabah Bakar Diri di Kantor Leasing Itu Akhirnya Tewas

Kantor Leasing Mandiri Tunas Finance, di Jalan Gagak Hitam Medan, lokasi nasabahnya bakar diri.
Kantor Leasing Mandiri Tunas Finance, di di Jalan Ringroad Gagak Hitam Medan, lokasi nasabahnya bakar diri.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Yos Agus Lumbanbatu, nasabah yang nekat melakukan pembakaran kantor leasing Mandiri Tunas Finance di Jalan Ringroad Pasar 2 Lingkungan IX, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Sumut.

Pelaku yang juga ikut terbakar ini, akhirnya tewas setelah sepekan lebih menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang dideritanya.

“Setelah menjalani perawatan medis, Yos tewas. Dia menderita luka bakar cukup serius di sekujur tubuhnya,” ungkap Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yasir Ahmadi kepada wartawan, Selasa (31/7).

Yasir menyebutkan, usai melakukan aksi bakar diri Yos sempat melarikan diri. Dia nekat bakar diri karena dia tidak senang mobilnya ditarik dan dilelang pihak leasing.

“Yos sempat diamankan di Jalan Letjen Jamin Ginting, Jumat (21/7) malam, saat dalam perjalanan menuju ke luar Kota Medan. Namun karena kondisinya mengenaskan, langsung kita larikan ke RSUP H Adam Malik. Belum bisa kita interogasi, karena fisiknya lemah. Dia mengalami luka bakar sekitar 60 persen,” bebernya.

Mantan Kapolsek Patumbak ini mengaku, pihaknya sudah memeriksa lima saksi terkait insiden pembakaran yang terjadi pada Jumat (21/7/2018) siang. Sementara korban-korban yang lain masih dirawat di Rumah Sakit Tere Margareth, belum bisa diambil keterangannya.

Diketahui, peristiwa pembakaran terjadi pada jam istirahat karena diduga tersangka tidak senang kendaraan ditarik leasing. Dalam peristiwa itu, beberapa karyawan Kabar menjadi korban hingga menderita luka bakar dan masih menjalani perawatan di RS Tere Margareth. (fir)

25 Universitas Terbaik di Indonesia, USU Peringkat 24

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Peringkat suatu universitas secara tidak langsung menjadi pertimbangan seseorang ketika memilih sebuah perguruan tinggi. Pemeringkatan yang dilakukan 4 International Colleges and Universities ( 4ICU) Uni Rank didasarkan pada tingkat kepopuleran situs perguruan tinggi di dunia.

Sebanyak 11.307 situs milik perguruan tinggi di dunia telah dinilai tingkat kepopulerannya oleh 4ICU. Perguruan-perguruan tinggi ini telah terakreditasi dan tersebar di 200 negara. Pemeringkatan tersebut berdasarkan pada algoritma dari lima web metrics berbeda dari empat search engine yang independen, yakni Moz Domain Authority, Alexa Global Rank, SimilarWeb Global Rank, Majestic Referring Domains, dan Majestic Trust Flow.

Universitas yang dinilai tersebut memenuhi beberapa kriteria yang telah ditentukan, di antaranya:

  1. Telah resmi diakui, berlisensi atau terakreditasi oleh kementerian pendidikan atau organisasi pendidikan tinggi yang berwenang.
  2. Memberikan gelar sarjana atau pascasarjana dalam empat tahun.
  3. Melakukan kegiatan pembelajaran secara umum dengan bertatap muka. Melalui situs resminya, www.4icu.go.id, baru-baru ini 4ICU merilis daftar perguruan tinggi terbaik, termasuk di Indonesia.

Dari 25 universitas terbaik di Indonesia versi 4ICU, Universitas Sumatera Utara (USU) berada di posisi ke-24. (kps/mela)

Berikut daftar 25 universitas terbaik di Indonesia versi 4ICU:

  1. Universitas Gadjah Mada
  2. Universitas Indonesia
  3. Universitas Sebelas Maret
  4. Universitas Diponegoro
  5. Institut Pertanian Bogor
  6. Universitas Brawijaya
  7. Universitas Airlangga
  8. Universitas Negeri Yogyakarta
  9. Institut Teknologi Bandung
  10. Universitas Pendidikan Indonesia
  11. Universitas Telkom
  12. Universitas Padjajaran
  13. Universitas Lampung
  14. Universitas Muhammadiyah Surakarta
  15. Universitas Negeri Malang
  16. Universitas Islam Indonesia
  17. Universitas Jember
  18. Universitas Gunadarma
  19. Universitas Narotama
  20. Universitas Negeri Semarang
  21. Universitas Ahmad Dahlan
  22. Institut Teknologi Sepuluh Nopember
  23. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  24. Universitas Sumatera Utara
  25. Universitas Bina Nusantara