Home Blog Page 6283

Geger! Orok Ditemukan di Selokan

Seorang warga Jalan Bromo menemukan sesosok orok di dalam saluran pembuangan Air limbah warga, Jumat (8/6) pukul 11.00 WIB.
Seorang warga Jalan Bromo menemukan sesosok orok di dalam saluran pembuangan air limbah warga, Jumat (8/6) pukul 11.00 WIB.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga Jalan Bromo, Gang Setia Budi/Tentram, Lingkungan VII, Tegal Sari Mandala III, Medan Denai mendadak heboh. Seorang warga menemukan sesosok orok di dalam saluran pembuangan Air limbah warga, Jumat (8/6) pukul 11.00 WIB.

Temuan tersebut langsung dilaporkan warga Ke Polsek Medan Area. Petugas yang mendapatkan laporan langsung turun ke lokasi kejadian.

Lokasi itu pun sempat dikerumuni warga sekitar maupun pengguna jalan lainnya. Saat ditemukan, belum diketahi jenis kelamin orok tersebut.

Temuan itu pertama kali diketahui oleh Kepala Lingkungan VII Kelurahan Tegal Sari Mandala III, CH Dudung yang kebetulan sedang melintas.

“Saya tadi mau lewat. Kemudian gak sengaja melihat ke selokan. Saya lihat airnya kok warna merah. Terus saya dekati dan ternyata ada orok bayi,” sebutnya, kemarin (8/6).

Setelah memastikan, Dudung pun melaporkannya ke Mapolsek Medan Area. Amatan Sumut Pos, diduga darah dan orok tersebut berasal dari salah satu pipa pembuangan salah satu rumah warga.

Menurut warga, bayi itu diperkirakan hanya berumur beberapa bulan dalam kandungan. Karena terlihat masih belum sempurna.

“Paling masih beberapa bulan bayinya ini. Memang sudah berbentuk bayi dengan kedua tangan dan kaki. Tapi yang lainnya belum kelihatan seperti kemaluannya,” tutur warga lagi.

Meski begitu, warga mengaku tak mengetahui tentang adanya wanita hamil di kawasan ramai penduduk itu.

Tak lama, Kapolsek Medan Area Kompol Jesmi Girsang SIP bersama Kanit Reskrim Iptu P Hutagaol SH, tiba di lokasi.

Selanjutnya, personel membawa orok manusia tersebut ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan visum.

“Jenis kelaminnya belum jelas. Dibawa dulu ke rumah sakit guna proses visum,” sebut Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu P Hutagaol pada wartawan. (dvs)

 

Alasan Sakit, Penahanan Dosen USU Ditangguhkan

Himma Dewiana Lubis
Himma Dewiana Lubis

MEDAN, SUMUTPOS.CO  – Polda Sumut menangguhkan penahanan Dosen Ilmu Perpustakaan di Universitas Sumatera Utara (USU), Himma Dewiana Lubis. Tersangka kasus ujaran kebencian ini ditangguhkan dengan berbagai pertimbangan.

“Benar, penahanannya ditangguhkan mulai Kamis 7 Juni kemarin,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Jumat (8/6).

Nainggolan menyebutkan, penangguhan penahanan dikabulkan setelah dilakukan gelar perkara yang dihadiri semua peserta gelar.

“Semua peserta gelar berpendapt bahwa penangguhan boleh diberikan. Alasannya dia sakit kan, saya gak tau sakit apa. Tetapi setelah kita rilis kemaren sampai hari ini masih dirawat di RS Bhayangkara Medan,” terangnya.

Pertimbangan lainnya, Himma memiliki anak yang masih kecil. Tak hanya itu, karena Himma merupakan dosen USU, maka penyidik meyakini Himma tak akan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Kemudian dalam waktu dekat kan lebaran, anaknya ada. Dia tidak melarikan diri karena dia kan dosen. Jaminan pasti ada. Prosedur untuk itu pasti dipenuhi baru polisi berani memberikan penangguhan. Jaminan kayaknya tidak berbentuk uang,” jelasnya.

Menurut Nainggolan, yang mengajukan penangguhan penahanan merupakan keluarga dari Himma. Nainggolan membantah bila penangguhan penahanan itu dikabulkan lantaran ada permintaan dari Rektor USU, Runtung Sitepu.

“Dari pihak keluarga. Ini keluarganya menjamin. Tidak ada urusan rektor di situ. Ini yang menjamin keluarganya,” katanya.

Meski penangguhan penahanannya dikabulkan, namun kasus itu tetap akan diproses. Saat ini penyidik Polda Sumut tengah merampungkan pemberkasan untuk dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Ada jangka waktunya. Kasusnya masih berjalan. Kami percepat ini berkasnya supaya langsung dikirim ke JPU. Jadi jangka waktunya berkas itu yang menentukan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, tersangka Himma Dewiana Lubis ditangkap dari kediamannya di Jalan Melinjo II Kompleks Johor Permai, Medan Johor pada 19 Mei 2018.

Itu setelah ia memposting tulisan di media sosial yang menyebutkan kalau tiga ledakan bom gereja di Kota Surabaya hanyalah pengalihan isu.(mag-1/ala)

 

Dua Karyawan RM Cindelaras Gagal Nyabu

Foto: AGUSMAN/SUMUT POS R dan MZ
Foto: AGUSMAN/SUMUT POS
R dan MZ

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Niat dua karyawan rumah makan (RM) Ayam Penyet Cindelaras untuk nyabu di toilet gagal total. Pasalnya, sebelum pesta dimulai, keduanya dicokok petugas Unit Reskrim Polsek Medan Kota. Keduanya dibekuk di tempatnya bekerja, Jalan GM Panggabean, Medan Kota.

Kedua tersangka masing-masing berinisial, R warga Jalan Mawar, Kecamatan Medan Polonia dan MZ warga Jalan Secanggang, Stabat, Kabupaten Langkat.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota, Iptu Suhardiman mengatakan, dari kedua tersangka petugas mengamankan 1 paket sabu dan 1 unit sepeda motor.

“Dari pengakuan tersangka, narkotika sabu-sabu tersebut akan dikonsumsi didalam kamar mandi RM Cindelaras,” ungkapnya, Jumat (8/6).

Sebelum penangkapan dilakukan, personel Polsek Medan Kota telah mendapatkan informasi dari masyarakat. Informan menyebut, ada dua orang pria yang sedang mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio BK 6008 PJX melintas dari Jalan Turi menuju Jalan GM Panggabean sembari membawa sabu.

Saat keduanya distop dan diperiksa petugas, tiba-tiba salah seorang tersangka MZ membuang satu bungkus plastik kecil transparan.

“Saat diinterogasi MZ mengaku barang tersebut dibelinya dari seorang laki-laki seharga Rp50.000,” katanya.

Selanjutnya, keduanya bersama dengan barang bukti diamankan ke Mapolsek Medan Kota.

“Kasusnya akan dilimpahkan ke Satnarkoba Polrestabes Medan untuk proses penyidikan berikutnya,” pungkasnya.(mag-1/ala)

 

 

Kasek dan 7 Guru MAN Diduga Pungli Casis

Foto: Batara/Sumut Pos Kepala Sekolah (Kasek) MAN Lubukpakam Burhanuddin Harahap saat berada di Polres Deliserdang. Burhanuddin mendatangi Polres Deliserdang terkait adanya dugaan pungli terhadap calon siswa yang mendaftar di sekolah yang dipimpinnya.
Foto: Batara/Sumut Pos
Kepala Sekolah (Kasek) MAN Lubukpakam Burhanuddin Harahap saat berada di Polres Deliserdang. Burhanuddin mendatangi Polres Deliserdang terkait adanya dugaan pungli terhadap calon siswa yang mendaftar di sekolah yang dipimpinnya.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO -Kepala Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lubukpakam, dan tujuh guru menjalani pemeriksaan di Polres Deliserdang, Jumat (8/6). Tenaga pendidik ini dikabarkan diduga melakukan pungli terhadap calon siswa (casis) yang mendaftar.

Terkait pemeriksaan di Polres Deliserdang, Kepala Sekolah (Kasek) MAN Lubukpakam Burhanuddin Harahap membantah adanya operasi tangkap tangan (OTT) di sekolah yang dipimpinnya.  “Tidak ada OTT. Kedatangan kita kemari hanya untuk dimintai keterangan saja,”ucap Burhanuddin yang tidak memperinci kasus pemeriksaan terhadap dirinya.

Saat ditanya lebih lanjut tentang keterangan apa saja yang akan disampaikan kepada penyidik Satreskrim Polres Deliserdang, Burhanuddin tak mau berkomentar. “Tanya saja nanti ke komite sekolah. Aku tak mau berkomentar banyak dulu,” sebut Burhanuddin sambil bergegas menuju Masjid yang berada di Mapolres.

Tersiar kabar, sejumlah personel Satreskrim Polres Deliserdang datang menyaru sebagai orangtua siswa ke sekolah MAN Lubukpakam guna penyelidikan tentang dugaan pungutan sejumlah uang terhadap calon siswa. Ketujuh orang yang disebut-sebut sebagai guru maupun pegawai dibawa ke Mapolres Deliserdang untuk dimintai keterangannya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Deliserdang AKP Ruzi Gusman melalui Kanit III Unit Tipikor Ipda Arif ketika dikonfirmasi terkait pemeriksaan Kepala Sekolah maupun guru MAN Lubukpakam sempat dibantahnya jika hal itu tentang OTT.

Bahkan Ipda Arif sempat berang usai mendengar informasi tersebut.“Siapa yang bilang itu OTT. Kok kepintaran kali bilang seperti itu. Memangnya yang bilang itu sudah bisa penyidik?,” tegas Ipda Arif.

Arif sempat menjelaskan bila keberadaan Kepala Sekolah MAN Lubukpakam di Satreskrim Polres Deliserdang bukan terkait OTT. “Jadi kalau polisi memeriksa ataupun memanggil orang langsung dituding OTT. Jangan buat Polemik lah boss”, katanya.(btr/han)

 

Akademisi dan Aktivis Harap Sihar Benahi Lingkungan

Calon wakil gubernur Sumut, Sihar Sitorus bersama sejumlah narasumber lingkungan hidup dalam bincang bertajuk Dialog Lingkungan "Komitmen Cagubsu/Cawagubsu dalam penyelamatan Lingkungan" di Medan, Kamis malam (7/6/18)
Calon wakil gubernur Sumut, Sihar Sitorus bersama sejumlah narasumber lingkungan hidup dalam bincang bertajuk Dialog Lingkungan “Komitmen Cagubsu/Cawagubsu dalam penyelamatan Lingkungan” di Medan, Kamis malam (7/6/18)

 MEDAN, SUMUTPOS.CO – Akademisi dan aktivis  lingkungan berharap Sihar Sitorus membenahi lingkungan apabila terpilih di Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) nanti. Tugas tersebut harus dilakukan, karena kondisi lingkungan di Sumatera Utara (Sumut) sangat memprihatikan.

Di sela sela acara talk show Inews Dialog, Akademisi Universitas Sumatera Utara (USU) Jaya Arjuna mengatakan, bahwa tugas penyelamatan lingkungan harus dilakukan pemerintah secepatnya. Karena itu, apabila Calon Wakil Gubernur Cawagub Sumut (Cawagubsu) nomor urut dua tersebut terpilih maka hari pertama harus fokus pada program penyelenggara penyelamatan lingkungan.

Khususnya, untuk membuat program penanaman pohon buah seperti yang dilakukan USU saat ini.

“Dampaknya kan banyak, baik dari segi ekonomi maupun ekologi. Jadi kita berharap pemerintah ke depan harus lebih fokus pada perbaikan lingkungan,” jelasnya, Kamis (7/6) di Medan.

Jaya Arjuna mengatakan bahwa kerusakan lingkungan saat ini sangat banyak. Salah satu contohnya pengerukan pasir laut di Sumut yang berdampak pada gangguan ekologi dan terancamnya kehidupan warga di sekitar laut. Karena itu harus ada formula dalam penuntasan persoalan lingkungan.

Sementara aktivis lingkungan dari Jakarta, Frans Siahaan juga mengatakan hal yang sama. Saat ini menurut lulusan University of Massachusetts Amerika serikat tersebut, izin yang dikeluarkan pemerintah belum difungsikan sebagai instrumen untuk pengendalian dan penindakan atas pelanggaran yang dilakukan oleh pengembang. Karena itu pasangan Djoss yang saat ini  maju di Pemilihan Gubernur Pilgub Sumut memiliki tugas untuk menegakkan hukum atas sejumlah tindakan pelanggaran. Baik pelanggaran administrasi maupun pidana. “Serta memfungsikan ijin sebagai instrumen pengendalian dan penindakan. Karena ini belum terjadi,” paparnya.

Tugas lain menurut Frans adalah meninjau kembali seluruh izin yang ada. Sehingga penerima izin tidak lagi sesuka hati karena adanya tindakan dan pengawasan. “Jangan sembarangan lagi mengeluarkan izin, penindakan hukum terhadap pelaku kejahatan sektor kehutanan harus dilakukan,” paparnya.

Ijeck: Industri Rumahan Mampu Jangkau Pasar Luas

Cawagubsu Musa Rajekshah berbincang dengan pelaku olahan minyak kelapa, di Marindal, Deliserdang, Jumat (8/6).
Cawagubsu Musa Rajekshah berbincang dengan pelaku olahan minyak kelapa, di Marindal, Deliserdang, Jumat (8/6).

SUMUTPOS.CO – Banyaknya industri rumahan yang dijalankan oleh masyarakat, menarik perhatian calon Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah. Seperti saat berkunjung ke produsen pengolahan minyak kelapa, milik seorang warga di Perumahan Bumi Serdang Damai, Marindal, Deliserdang, Jumat (8/6).

Menurutnya, kegiatan seperti itu merupakan potensi dan hal yang baik. Dari banyaknya industri rumahan yang ada saat ini, menunjukkan masyarakat Sumut banyak yang memiliki kemampuan untuk berkarya dan menghasilkan produk dengan mandiri.

“Ini potensi yang baik ya, kalaulah hal semacam ini bisa dikembangkan, maka saya rasa akan lebih bagus lagi,” ujar pria yang akrab disapa Ijeck itu.

Untuk bisa membantu masyarakat mengembangkan usahanya, ia merasa nantinya dari pihak pemerintah wajib untuk ikut serta. Seperti memberikan penyuluhan-penyuluhan, dan menjadi penyambung masyarakat jika masih kesulitan dalam mendapatkan pangsa pasar yang baik.

“Karena seperti kata pemilik tadi, produk-produk ini sudah banyak digunakan di tempat-tempat terapi. Untuk itu kalau bisa produk yang dihasilkan masyarakat ini merambah pasar nasional, dan internasional,” ucap ayah empat anak ini.

Berdasarkan keterangan pemilik rumah Wiras, produk yang mereka buat bertipe herbal, dan berbahan dasar alami. Kali itu, mereka menunjukkan dua produk hasil karyanya kepada Ijeck, berupa minyak kelapa murni dan sabun.

“Kita ada minyak yang bisa digunakan untuk berbagai macam obat, dan juga sabun. Semuanya menggunakan bahan alami seperti minyak kelapa, minyak zaitun, kemudian minyak jarak. Nah ketiganya dicampur, tapi kita juga ada tambahan bahan lain yang masih alami,” ucapnya.

Alasan dirinya bersama sang suami membuat beberapa produk tersebut, agar masyarakat bisa mendapatkan produk yang berkualitas. Dan tentunya yang di dalamnya terkandung bahan-bahan alami, yang aman dan tidak berbahaya jika digunakan untuk tubuh.

“Dulunya saya kan pengguna body soap, tapi saya rasa sekarang sudah banyak menggunakan bahan-bahan yang tidak berguna bagi tubuh. Jadi saya banyak belajar sehingga bisa bikin sendiri dari bahan yang 100% alami,” katanya.

Ia mengaku senang Ijeck menyempatkan diri mampir untuk melihat beberapa hasil karyanya. Ia berharap, nantinya Cawagub Sumut yang berpasangan dengan Edy Rahmayadi tersebut, dapat mengemban amanah dengan baik. Dan juga tetap merangkul seluruh kalangan masyarakat Sumatera Utara.  “Mudah-mudahan beliau Istiqomah dan bisa melaksanakan apa yang seharusnya menjadi tanggung jawab seorang pemimpin,” pungkasnya. (rel)

Sihar Targetkan Taput-Labuhanbatu Punya Jalan Penghubung

Foto dari udara menggunakan drone memperlihatkan kondisi jalan dan pemukiman serta lahan pertanian warga di Tarutung, Tapanuli Utara, baru-baru ini.
Foto dari udara menggunakan drone memperlihatkan kondisi jalan dan pemukiman serta lahan pertanian warga di Tarutung, Tapanuli Utara, baru-baru ini.

 SUMUTPOS.CO – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumut Sihar Sitorus menargetkan, jalan provinsi penghubung Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Labuhanbatu dapat dilintasi dan dijangkau dengan baik. Target tersebut harus tercapai dalam dua tahun masa kerja seiring dengan pembenahan jalan provinsi lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Cawagub nomor urut dua tersebut saat menemui masyarakat di Pangaribuan. Wakil dari H Djarot Saiful Hidayat itu menuturkan, sangat banyak potensi daerah yang dapat dikembangkan dari berbagai kabupaten. Contohnya kawasan Taput meliputi Sipahutar, Pangaribuan dan Harga yang memiliki banyak produk pertanian. Namun tidak dapat dimaksimalkan akibat akses yang tidak baik.

“Contohnya nanas Sipahutar yang kualitasnya bagus dan tidak menyebabkan gatal. Rasanya manis dan mengandung air yang baik. Ini harus terus dikembangkan dan nantinya kita akan mendukung dengan membenahi jalur lintasan yang baik,” katanya.

Sihar juga mengatakan, saat ini ratusan kilometer jalan provinsi di Sumut tidak dapat dilalui dengan baik. Bahkan dia sendiri sudah merasakan banyaknya kerusakan jalan saat melintasi kawasan Pahae. “Saya dari Sidimpuan harus menempuh perjalanan yang cukup lama. Saya berangkat pukul 22.00 WIB dan tiba sekitar pukul tiga subuh. Ini harus segera diperbaiki,” jelasnya.

Lebih lanjut, calon yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut menambahkan, tujuan pasangan Djoss maju untuk membenahi Sumut. Karena itu, masyarakat harus memberikan dukungan karena kepentingan Djoss hanya untuk menjadikan Sumut hebat, yang Semua Urusan Mudah dan Transparan.(rel)

 

Hari Pertama, 31.628 Orang Mudik

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS MUDIK_Calon penumpang menunggu kereta api yang akan berangkat dari Medan menuju TJ Balai di Stasiun Kereta Api Medan, Jumat (8/6)
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
MUDIK_Calon penumpang menunggu kereta api yang akan berangkat dari Medan menuju TJ Balai di Stasiun Kereta Api Medan, Jumat (8/6)

SUMUTPOS.CO – HARI pertama digelarnya Operasi Ketupat Toba 2018, Polda Sumut mencatat, setidaknya terdapat 31.628 orang telah menjalani mudik melalui terminal, bandara udara, stasiun kereta api, dan pelabuhan. Angka tersebut terdiri dari jumlah keberangkatan 16.676 orang, dan kedatangan 14.952 orang.

“Terkait arus mudik, totalnya untuk di hari perdana Operasi Ketupat Toba digelar, ada terdapat sebanyak 31.628 orang,” kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Jumat (8/6).

Nainggolan memaparkan, jumlah keberangkatan di terminal bus, tercatat sebanyak 9.398 orang. Sedangkan jumlah kedatangan, angkanya mencapai 8.652 orang.

Sementara keberangkatan melalui pesawat terbang di bandara lanjutnya, tercatat ada sebanyak 3.063 orang. Begitupun untuk kedatangan menggunakan transportasi udara ini, sambung dia, angkanya mencapai 2.440 orang.

“Kemudian untuk kereta api, kita mencatat pada keberangkatan ada sebanyak 2.903 orang dan kedatangan 2.593 orang. Begitu pula untuk angkutan laut, tecatat keberangkatannya ada 1.312 orang dan kedatangan sebanyak 1.267 orang,” paparnya.

Selain itu, Nainggolan juga menjelaskan, dalam kegiatan Operasi Ketupat Toba ini, kepolisian telah mengeluarkan sebanyak 280 perkara untuk tilang, 202 perkara untuk teguran kepada pengendara.

Ia merincikan, pelanggran ini di dominasi oleh sepeda motor sebanyak 217 unit, lalu mobil penumpang 44 unit, mobil bus 6 unit, dan mobil barang 13 unit. “Untuk lakalantas ada 1 kejadian di wilayah Polres Belawan, dengan korban 1 orang luka berat dan 2 orang luka ringan,” jelasnya.

MP Nainggolan menambahkan, guna memberikan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan mudik Idul Fitri 2018, personel lalulintas di Operasi Ketupat Toba ini telah melaksanakan sejumlah kegiatan. Yakni berupa himbauan, penyuluhan dan tindakan preventif.

“Kegiatan ini dilakukan dengan pemasangan spanduk, banner, brosur, gerakan pengatur lalulintas, patroli, penjagaan serta pengawalan,” pungkasnya.

Erry : Sabrina Mungkin jadi Plh Gubsu

Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, atas nama Mendagri Tjahjo Kumolo resmi melantik Hj Sabrina menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jumat (8/6).
Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, atas nama Mendagri Tjahjo Kumolo resmi melantik Hj Sabrina menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jumat (8/6).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hj Sabrina resmi dilantik menjadi Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprovsu), di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Jumat (8/6). Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, atas nama Mendagri Tjahjo Kumolo.

Usai pelantikan Sekdaprovsu, Gubsu HT Erry Nuradi mengatakan,  Sabrina kemungkinan juga akan menjabat Pelaksana Harian (Plh) Gubernur Sumut, untuk mengisi kekosongan pimpinan di Pemprovsu usai berakhirnya masa jabatan HT Erry Nuradi pada 17 Juni 2018.

“Saat ini kita ‘kan akan memasuki masa libur dan cuti bersama. Agar tidak ada kekosongan pemerintahan, kemungkinan Ibu Sabrina akan jadi Plh Gubsu,” kata Erry Nuradi kepada wartawan.

Menurut kalender kerja pemerintah, Jumat (8/6) merupakan hari terakhir kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), sebelum memasuki masa libur Lebaran selama 12 hari. Artinya, berakhirnya masa jabatan HT Erry Nuradi 17 Juni 2018 masih dalam suasana cuti bersama.

“Untuk mengisi kekosongan kursi pimpinan, akan ditunjuk Plh sampai nanti ditetapkan penjabat (Pj) atau Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu oleh Menteri Dalam Negeri,” ucap Erry.

Terkait kemungkinan dirinya jadi Plh Gubsu, Hj Sabrina menyatakan, itu bisa saja terjadi sepanjang Pj atau Plt Gubsu belum ditetapkan. “Tapi sampai saat inni, penunjukkan saya masih sebagai sekda defenitif. Kita lihat saja bagaimana nanti perkembangannya,” katanya.

Sabrina menyatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 merupakan beban berat yang harus ditanggungnya. Ia harus berupaya maksimal agar pelaksanaan pesta demokrasi sukses bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan kabupaten/kota.

“Kami berharap pemilihan kepala daerah ini lancar, adil dan transparan. Tugas kita sebagai ASN melancarkan proses Pilkada, bukan mendukung ke sana ke mari pada pasangan calon kepala daerah. Meski pelaksanaan Pilkada itu tugas KPU, tapi pemerintah provinsi dan daerah wajib menyukseskannya,” katanya.

Sebelumnya, sempat beredar nama-nama calon Pejabat Gubsu, pengganti Erry Nuradi, sebelum hasil Pilgubsu 2018 ditetapkan. Antara lain Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Martuani Sormin, yang kemudian menuai pro kontra. Kemudian nama Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh, yang digadang menjadi Pj Gubsu. Namun hingga kemarin, Mendagri belum mengumumkan nama yang.

Banyak Jalan Alternatif Mudik di Tebingtinggi

SUMUTPOS.CO – Di wilayah Polres Tebingtinggi banyak jalan alternative terkait jalur mudik jelang perayaan Lebaran.

Kasubbag Humas Polres Tebingtinggi AKP MT Sagala didampingi Kasat Lantas AKP Enda Iwan Iskandar, Jumat (8/6) mengatakan, titik kemacetan di tebingtinggi diprediksi terjadi di Simpan Empat Jalan Sudirman dan Ahmad Yani Kota Tebingtinggi. Tetapi kemacetan diperkirakan baru akan terjadi pada tanggal tiga hari jelang lebaran. Begitu juga kemacetan yang terjadi di Jalan KL Yos Sudarso karena melintasi jalur perlintasan kereta api kondisi jalan sedikit berlobang.

Menurut MT Sagala, untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di jalan inti atau simpang empat Kota Tebingtinggi, pengguna jalan bisa melintasi Jalan Taman Bahagia, masuk jalan Prof HM Yamin baru menuju arah Jalan Imam Bonjol menuju Siantar, menuju Kisaran, harus melewati Jalan Soekarno Hatta.

Sedangkan apabila kemacetan terjadi di Jalan KL Yos Sudarso perlintasan rel kereta api, pengguna jalan bisa melintasi masuk Jalan Gunung Lauser, menuju Jalan Ir H Juanda, menuju Jalan AMD dan keluar ke Jalan Gatot Subroto baru menuju arah Pematang Siantar dan arah sebaliknya menuju Jalan Imam Bonjol untuk menuju ke Kisaran.

Dalam Ops Ketupat Toba 2018, Polres Tebingtinggi menyiapkan personil sebanyak 150 orang yang bertugas di Pos Pam seperti Pos Pam Simpan Beo, Pos pam Desa Binjai, Pospam Pabatu, Pos pembantu Stasiun Kereta api, Pos pembantu Wisata Sipisis.

Petugas Kepolisian yang bertugas juga turut mengamankan seperti sasaran stabilitas harga dan ketersediaan pangan, kelancaran dan keselamatan arus mudik serta balik. Potensi bencana alam dan gangguan kamtibmas lainnya sperti curat, curas, curanmor, copet serta pencurian di rumah-rumah kosong serta ancaman tindak pidana teroris. (prn/btr/deo/ian)