Home Blog Page 6383

PSMS v Barito Putera: Under Pressure

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SALAM_Coach PSMS Medan Djajang nurjaman (kanan) di dampingi Suhandi (kiri) memberi kan keterangan saat Conferensi Pers di Mess Kebun bunga Medan, Jumat (04/5) Hari ini Psms medan akan menjamu Barito putra dalam lanjutan Liga 1 indonesia di Stadion Teladan medan.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SALAM_Coach PSMS Medan Djajang Nurjaman (kanan) di dampingi Suhandi (kiri) memberikan keterangan saat conferensi pers di Mess Kebun Bunga Medan, Jumat (04/5). Hari ini PSMS Medan akan menjamu Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Teladan Medan.

SUMUTPOS.CO – PSMS kedatangan lawan yang sedang on fire pada laga lanjutan Liga 1. Adalah Barito Putera yang dimaksud, pada duel di Stadion Teladan, Sabtu (5/5) sore nanti.

Barito Putera saat ini berada di posisi kelima klasemen. Tim berjuluk Laskar Antasari itu sudah mengoleksi 10 poin. Teranyar Barito membungkam juara bertahan, Bhayangkara FC dengan skor 3-1 di pekan sebelumnya. Sementara PSMS terpuruk di posisi 16 klasemen dengan koleksi enam poin.

Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman pun menyadari ancaman itu kian nyata. Namun tuntutan menang membuat para pemain siap bangkit pasca kekalahan telak di markas Persela Lamongan.

“Minggu ketujuh kembali dihadapkan pada situasi yang cukup berat. Ini dirasakan saya sebagai pelatih dan pemain. Kembali bertanding dalam situasi yang kurang enak. Kembali kalah 1-4. Membuat kami secara mental sedikit tertekan. Under pressure. Apapun alasannya semua pendukung PSMS pasti berharap besok meraih kemenangan,” kata Djadjang, Jumat (4/5).

Djanur mengakui kualitas Barito Putera yang saat ini mampu menembus lima besar. Djanur akan melakukan beberapa upaya untuk menang. Salah satunya dengan merotasi pemain.

“Lawan ada di papan atas. Kekuatan merata di semua lini, tapi persoalan lawan semuanya memang tidak ada yang enteng. Persija, Perseru dan lain-lain pernah kami hadapi. Hasil pertandingan menunjukkan seperti itu. Semuanya berat. Tapi tuntutannya harus menang kalau ingin tetap bersaing dan menjauh dari zona degradasi. Sekuat tenaga akan berusaha untuk itu. Bekerja maksimal untuk komposisi yang siap. Sedikit melakukan rotasi karena hasil pertandingan sebelumnya tidak memuaskan,” kata pelatih berusia 60 tahun itu.

Pada laga ini PSMS dipastikan tak diperkuat penyerang asal Namibia, Sadney Urikhob. Tanpa Sadney, Wilfried Yessoh akan kembali mengambil alih posisi ujung tombak. Namun Yessoh diharapkan bisa membuka rekening golnya di laga ini. Sementara Frets yang sebelumnya diragukan kemungkinan bisa turun. Antoni Putro Nugroho juga kemungkinan bermain di posisi starter. Perubahan juga mungkin terjadi di sektor bek tengah menggantikan Roby dengan Roni Fatahillah. Selain itu sektor kiper juga bakal berubah dengan diturunkannya Ahmad Fauzi menggantikan Dhika Bhayangkara.

“Pasti saya lakukan terlalu riskan merotasi besar-besaran. Pelatih manapun tidak akan berani mengubah lima sampai empat pemain. Yang tidak main pekan lalu mungkin jadi starting. Perubahan tidak signifikan,” tambahnya.

Sementara itu di kubu lawan Barito siap menyulitkan PSMS. Laskar Antasari berharap bisa mencuri poin di markas PSMS. Seperti yang pernah mereka lakukan di markas Persebaya.

“Target saya selalu yang terbaik. Dalam pertandingan manapun saya tidak pernah mau bilang target saya satu atau tiga poin atau nol karena masih ada yang di atas. Yang jelas kami selalu siapkan yang terbaik di manapun kita bertanding tanpa melihat tempatnya,” kata Jacksen pada temu pers di Sekretariat PSMS, Jumat (4/5).

Pajero Maut Rengut 2 Nyawa, 3 Luka-luka

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS KECELAKAAN_Warga melihat kondisi sebuah mobil Mitsubhisi Pajero Sport bernomor polisi BK 1184 UY yang mengalami kecelakaan, di Jalan Setia Budi Medan, Jumat (4/5/). Kecelakaan yang terjadi pada Jumat dini hari dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan tiga orang kritis.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
KECELAKAAN_Warga melihat kondisi sebuah mobil Mitsubhisi Pajero Sport bernomor polisi BK 1184 UY yang mengalami kecelakaan, di Jalan Setia Budi Medan, Jumat (4/5/). Kecelakaan yang terjadi pada Jumat dini hari dan mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan tiga orang kritis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Mobil Mitsubishi Pajero Sport Dakkar berwarna putih dengan nomor polisi BK 1184 UY, mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Setia Budi Pasar 3, Tanjung Sari, Medan, Jumat (4/5) dini hari sekira pukul 01.30 WIB. Dalam peristiwa tersebut, dua penumpang Pajero tewas, dan 3 penumpang lainnya luka-luka.   Namun hingga berita ini diturunkan, data korban tewas dan luka-luka masih simpang siur. Kabar yang beredar, ada 4 korban tewas dan tiga luka-luka.

Sedangkan berdasarkan keterangan polisi Polsekta Sunggal, para korban di dalam mobil Pajero adalah, Frans Richardo Siahaan (26), mahasiswa yang pengemudi mobil Pajero Putih mengalami luka-luka. Di dalamnya menumpang, Eko (25) mahasiswa, tewas usai mengalami luka robek di kepala dievakuasi ke RSU H Adam Malik Medan, Rizki Lubis (23) mahasiswa, tewas usai mengalami luka mulut mengeluarkan darah, kaki kanan Patah dievakuasi ke RSU H Adam Malik Medan.

Kemudian, Arif Hasibuan, (24) mahasiswa alami luka tangan kiri patah, opname di RSU H Adam Malik Medan serta Fahri RW, (23) mahasiswa hanya mengalami luka ringan dan kembali ke rumah.

KA Listrik Menyusul

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS HAMPIR SELESAI_Pekerja melintas di jalur layang kereta api yang hampir rampung di Jalan Emas Medan, Kamis (6/7) Jalur rel ganda yang ditargetkan selesai akhir tahun 2017 tersebut diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
HAMPIR SELESAI_Pekerja melintas di jalur layang kereta api yang hampir rampung di Jalan Emas Medan, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Balai Tenik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara mewacanakan akan menghadirkan kereta api (KA) listrik. Meski wacana itu masih panjang, namun pihak PT PLN hendaknya bersiap untuk menyanggupi suplai listrik untuk itu.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai Tenik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara, Fakhrul Rivai Hasibuan mengatakan, rencana KA listrik memang masih butuh waktu yang lama. Namun mereka meminta PLN mempersipakan sejak dini untuk pasokan listrik KA. “Sekarang PLN sanggup tidak seperti di Jakarta. Untuk dalam waktu dekat ini, kita masih menggunakan kereta api diesel dulu. Dan 5 tahun ke depan masih menggunakan kereta api diesel. Ya masih panjang persiapanan. Tapi persiapan PLN harus dilakukan sejak sekarang untuk mendukung,” ungkap Fakhrul.

Sedangkan terkait jalur layang KA, pada tahap dua pembangunan fisik jalur layang kereta api akan dilakukan dengan rute Kota Medan-Binjai dengan jarak perlintas sepanjang 9 kilometer. Pekerjaan direncanakan pada tahun 2019 mendatang. “Tahap kedua itu, di Binjai dilakukan pembangunan setelah tahap pertama usai dikerjakan ini,” ungkap Fakhrul Rivai Hasibuan.

Fakhrul mengatakan, jalur layang kereta api tahap pertama itu, sepanjang 10,8 kilometer, dengan rute Stasiun Pulo Brayan-Stasiun Besar Medan-Mandala-Stasiun Bandar Khalipah-Stasiun Bandara Kualanamu Internasional Airport (KNIA), Kabupaten Deliserdang.

Ia mengungkapkan pasca pembangunan jalur layang tahap satu dan tahap dua, pihak Balai Tenik Perkeretaapian Wilayah Sumatera Utara akan menutup jalur bawah kereta api yang ada di Kota Medan. Hal ini untuk melancarkan aktivitas kendaraan bermotor dilalui perlintasan kereta api.”Tujuan pembangunan jembatan layang KA agar tidak terkemacetan (saat kereta api melintas). Harapan seperti itu,” tutur Fakhrul.

Kemudian, lanjutnya, jalur bawah itu dikordinasikan kepada Pemko Medan. Pemko Medan bisa membuat jalur bawah sudah ditutup untuk taman sebagai penghijau kota.”Tahap kedua selesai semua jalur KA akan menggunakan jalur atas dan jalur bawah semua clear (tidak ada lagi) dengan tujuan menghilangkan lintas sebidang itu berhasil di Kota Medan,” pungkasnya. (gus/ila)

 

 

 

Tim Eramas Minta KPU Taat Azas

Cawabgubsu Musa Rajekshah dan Cagubsu Edy Rahmayadi saat kampanye akbar perdana di Kabupaten Asahan, Minggu (22/4).
Cawabgubsu Musa Rajekshah dan Cagubsu Edy Rahmayadi saat kampanye akbar perdana di Kabupaten Asahan, Minggu (22/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Tim Pemenangan pasangan calon Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut taat azas. Hal ini berkaitan rencana KPU menggeser jadwal kampanye akbar terakhir pada 23 Juni mendatang.

“Kalau kita berpendapat, tentu sesuai dengan jadwal yang telah diputuskan sebelumnya. KPU harusnya taat azas terhadap apa yang telah mereka tetapkan,” tegas Wakil Ketua Tim Pemenangan Eramas, Sodrul Fuad Lubis kepada Sumut Pos, Jumat (4/5).

Hal itu ia sampaikan saat dimintai tanggapan soal rencana KPU merubah jadwal kampanye akbar atau rapat umum II paslon Pilgubsu. Perubahan jadwal ini atas masukan dari Polda Sumut setelah menelaah berita acara dan surat keputusan (SK) dari KPU.

“Perhitungannya kan sudah ada. Kenapa baru sekarang perhitungan itu berbeda lagi. Apalagi itukan sudah melalui rapat dan koordinasi bersama. Sudah KPU plenokan juga,” kata Sodrul.

Sodrul mengatakan, penetapan jadwal saat pleno juga tidak ada keluhan dari stakeholder terkait. Termasuk, perwakilan Polda Sumut yang hadir dalam rapat pembahasan tersebut. “Kan KPU yang merencanakan, tentu mereka sudah buat perhitungannya. Begitupun kepolisian yang saat itu diundang saat rapat. Kalau memang tidak setuju, ya maunya waktu itu juga disampaikan keberatan tersebut,” ujar Sodrul.

Tim Eramas Gerindra Berbagi dengan Abang Becak dan Kaum Duafa

Abang becak dan warga memberikan dukungan kepada Eramas dengan mengangkat satu jari sebagai simbol memilih nomor satu.
Abang becak dan warga memberikan dukungan kepada Eramas dengan mengangkat satu jari sebagai simbol memilih nomor satu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Tim Eramas Gerindra menggelar Jumat Berkah dengan berbagi  ribuan nasi bungkus kepada warga yang kurang mampu, mulai dari abang becak, kaum duafa dan masyarakat yang membutuhkan di beberapa titik Kota Medan,  Jumat (4/5).

Wakil Ketua Tim Kampanye Pasangan Calon Gubernur Sumut (Cagubsu) Edy Rahmayadi – H. Musa Rajeckshah, Sugiat Santoso mengatakan, program ini merupakan kegiatan yang dilakukan partai Gerindra secara rutin di setiap hari Jumat. “Program ini sudah berlangsung sejak lama. Sasaran kita ke kelompok kelompok dhuafa, abang becak dan masyarakat yang membutuhkan uluran bantuan,” ujar Sugiat.

Sugiat mengatakan, program ini bukannya hanya untuk pendukung Gerindra dan simpatisan Eramas, tapi ini program untuk semua masyarakat. “Siapapun mereka, tanpa mengenal latar belakang agama, suku, ras dan kelompok antar golongan, jika memang mereka membutuhkan bantuan, pasti akan kami bagikan dengan ikhlas dan sukarela,” kata Sugiat.

Pihaknya mengimbau kepada kaum dhuafa dan warga Medan yang ingin mendapatkan nasi bungkus dan minum, agar  segera mengunjungi Kantor DPD Gerindra Sumut di Jalan DI Pandjaitan, karena di setiap Jumatnya Gerindra Sumut melaksanakan program Jumat berkah dan saling berbagi antar sesama.

Sementara itu, Dhaniel Marpaung salah seorang abang becak mengaku sangat senang mendapat perhatian dari tim Eramas Gerindra.  “Saya sangat berharap agar program Jumat ini terus berlanjut karena sangat terasa manfaattnya bagi kami yang susah cari makan. Terimakasih Gerindra dan Eramas yang sudah peduli dengan kami para abang tukang becak,” ucap Dhaniel. (rel)

 

 

 

PD Pasar Abaikan DPRD Medan

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS SUASANA_Suasana dan kondisi pasar Bakti di Jalan A.R Hakim Medan, Senin (12/3) Pedagang pasar bakti menolak rencana PD Pasar untuk merevitalisasi pasar, karena pedagang merasa kondisi pasar masih layak dan bagus.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
SUASANA_Suasana dan kondisi pasar Bakti di Jalan A.R Hakim Medan. Pedagang pasar bakti menolak rencana PD Pasar untuk merevitalisasi pasar, karena pedagang merasa kondisi pasar masih layak dan bagus.

SUMUTPOS.CO – Sikap DPRD Kota Medan mendesak agar revitalisasi Pasar Inpres Bakti, tampaknya tidak ditanggapi PD Pasar. Mereka tetap mengabaikan DPRD Medan dengan ngotot merevitalisasi Pasar Bakti.

Hal itu dibuktikan dengan PD Pasar menggelar sosialisasi dengan mengundang seluruh pedagang, Jumat (4/5), di Wisma Umum , Jalan AR Hakim Medan. Dalam sosialisasi tersebut, Dirut PD Pasar Rusdi Sinuraya meyakinkan pedagang tentang penting revitalisasi ini. Dia juga menjamin pedagang sama sekali tidak akan dirugikan dalam revitalisasi ini.

Rusdi menegaskan, dalam proses penampungan maupun kembali ke tempat semula, pedagang sama sekali tidak akan dipungut bayaran. Dia mengatakan, Pemko Medan dengan persetujuan DPRD Medan telah mengalokasikan anggaran untuk revitalisasi pasar ini.

Pada tahun ini ada tiga pasar yang telah ditampung anggaran di APBD, yakni Pasar Jawa Belawan, Muara Takus, dan Pasar Inpres Bakti. Untuk, Pasar Jawa dan Muara sudah selesai sosialisasi dan para pedagang dapat menerima sosialisasi itu.”Kita berharap pedagang Pasar Bakti juga dapat mengerti dan menerima agar revitalisasi yang merupakan program pemeritah ini dapat berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa pedagang mempertanyakan apakah mereka juga akan mendapatkan kios, meja, beserta kunci. Selain itu mereka juga ingin ada jaminan hitam di atas putih.

Rusdi Sinuraya kembali menegaskan, pedagang tidak usah khawatir. Sebanyak 543 pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Bakti akan mendapat ruang dan tempat berjualan kembali. Dia juga menyatakan bersedia memberi jaminan hitam di atas putih.

Sebelumnya, Komisi C DPRD Medan menilai rencana peremajaan bangunan pasar tersebut dinilai tak mendesak atau tidak hal yang prioritas. Sebab, masih banyak pasar tradisional di Medan yang mendesak butuh perbaikan.”Banyak pasar di Medan yang kumuh dan menjadi hal prioritas. Oleh karenanya, Pemko Medan diminta agar mengkaji lagi rencana revitalisasi itu,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Medan Hendra DS.

Menurut dia, revitalisasi pasar itu dinilai tidak layak. Dengan begitu, anggaran yang akan dialokasikan tidak mubazir atau sia-sia “Patut dipertanyakan apa tujuan merevitalisasi pasar tersebut. Terkecuali, ada hal mendesak dan itu perlu dibahas lagi,” tegasnya. (prn/ila)

 

Dandenpom Membantah Penyerangan ke Kantor LBH Medan

Dandenpom 1/5 BB, Letkol CPM Sudarsono, memberikan klarifikasi terkait insiden di kantor LBH Medan, Jumat (4/5)
Dandenpom 1/5 BB, Letkol CPM Sudarsono, memberikan klarifikasi terkait insiden di kantor LBH Medan, Jumat (4/5)

SUMUTPOS.CO – Dandenpom 1/5 Letkol CPM Sudarsono memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi di Kantor LBH Medan, di Denpom 1/5 Jalan Letjen Suprapto, Jumat (4/5).

Ia mengatakan, kedatangan personel Denpom 1/5 ke Kantor LBH Medan bukan bertujuan untuk melakukan penyerangan, melainkan untuk melakukan klarifikasi berupa koordinasi tentang surat yang dikirimkan anggota LBH Aidil Aditya, Armada Sihite dan Marganda Sitorus.

Sudarsono menjelaskan, surat tersebut berisikan permintaan penjelasan tentang sejauh mana penanganan kasus kliennya atas nama Kelly Purnama Sari, dalam kasus asusila dan penganiayaan serta pengrusakan yang ditangani oleh penyidik Denpom 1/5.

“Karena sebelumnya telah dijelaskan oleh penyidik kepada Saudara Aditya Armada Sihite dan Marganda bahwa perkara tersebut sudah dalam tahap pemberkasan dan menunggu barang bukti dari pelapor (Kelly ) untuk dikirimkan ke Oditur Militer,” terangnya didampingi Kasimedtak Pendam 1/BB Mayor Inf Yamin Sohar.

Namun, sambung Sudarsono, penjelasan penyidik tersebut dirasa kurang meyakinkan oleh para penasehat hukum sehingga para penasehat hukum melayangkan surat bernomor 065/LBH/PP/IV/2018 tentang tindak lanjut dan penyelesaian yang berkeadilan secara tertulis, yang ditujukan pada Pangdam I/BB, Danpomdam I/BB, serta Dandenpom 1/5 dengan tembusan surat ditujukan pada presiden RI, menteri pertahanan, menkumham, Panglima TNI, KSAD dan pada Danpuspom AD.”Selanjutnya dengan surat itu, personel Denpom 1/5 datang ke LBH secara baik-baik meminta penjelasan serta klarifikasi,” paparnya.

Mengenai informasi adanya penyerangan di Kantor LBH Medan, Dandenpom 1/5 ini membantah bahwa pihaknya telah melakukan penyerangan apalagi melakukan kekerasan dan pemukulan seperti yang diberitakan beberapa media baik online maupun cetak yang ada di Kota Medan.

“Ini cuma masalah miss komunikasi antara pihak Denpom 1/5 dengan pihak LBH Medan. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu menyelesaikan masalah itu dengan secepatnya,” katanya.

Sebab, Sudarsono mengaku saat ini berkas perkara yang dilaporkan Kelly bersama penasehat hukumnya telah dikirim ke Oditur Militer I-02 Medan pada Jumat (4/5).

Selain itu, ia juga mengatakan, rencananya Sabtu (5/5) Direktur LBH Medan Surya Adinata bersama rekan-rekannya akan datang ke Denpom 1/5 untuk menyelesaikan masalah tersebut. (mag-1/ila)

 

 

 

 

Kuota Haji Sumut Tersisa 666

Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS Ratusan jemaah haji dari kloter 1 sampai dengan 5 tiba di Asrama haji embarkasi Medan Jalan AH Nasution, Kamis (7/9). Ratusan jemaah haji tersebut selanjutnya akan dipulangkan ke daerah masing-masing.
Foto: SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
Ratusan jemaah haji dari kloter 1 sampai dengan 5 tiba di Asrama haji embarkasi Medan Jalan AH Nasution, tahun lalu.

SUMUTPOS.CO – Pada akhir pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 2018 tahap I, Jumat (4/5) sekira pukul 16.00 WIB, terhitung 7.626 Calon Haji (Calhaj) Embarkasi Medan telah melunasi BPIH. Sisanya, ada 666 Calhaj belum melunasi BPIH. Hal itu disampaikan Kepala Seksi Dokumen dan Pendaftaran Haji Kanwil Kemenagsu, Eri Nofa saat.

“Kuota Sumatera Utara tahun 2018 masih sama dengan tahun 2017, berjumlah 8.292. Dengan begitu, sisa kuota ini akan diperuntukkan untuk Calhaj yang gagal melunasi di tahap pertama karena gangguan system. Bagi Calhaj yang sudah haji namun porsinya masuk, Calhaj penggabungan suami-isteri, orangtua-anak dan Calhaj Lanjut Usia, ” ujar Eri kepada  Sumut Pos, Jumat (4/5) sore.

Dikatakannya, atas peruntukan itu Calhaj bisa melakukan pelunasan BPIH di tahap II. Pelunasan BPIH tahap II itu akan dimulai 16 Mei 2018 sampai 25 Mei 2018. Bagi yang tidak melunasi, sama seperti yang tidak melunasi pada tahap I, masuk ke daftar tunggu untuk berangkat di tahun berikutnya. Oleh karena itu, bagi Calhaj penggabungan diingatkan Eri agar segera melakukan pengajuan.”Kalau alasan yang tidak melunasi bermacam-macam. Ada karena Calhaj meninggal dunia, tidak Istitoah (tidak mampu), sakit, menunda keberangkatan dan alasan lainnya. Biasanya, alasan tidak melunasi memang urgen, ”  kata Eri.

Sedangkan paling banyak yang tidak melunasi BPIH pada pelunasan tahap I, kata Eri,  yakni Medan dengan jumlah 289. Selain itu, daerah yang jumlah tidak melunasi BPIH di pelunasan tahap I adalah Deliserdang berjumlah 57, Labuhanbatu Utara berjumlah 51, Labuhanbatu Selatan berjumlah 43 dan Padang Lawas Utara berjumlah 40.”Namun daerah-daerah itu juga jumlah Calhaj yang melunasi BPIH besar. Karena memang jumlah Calhaj daerah-daerah itu besar, ” kata Eri.

Kasi Haji Kemenag Medan, Ahmad Qosbi Nasution mengatakan, ada 289 Calhaj asal Kota Medan yang tidak melakukan pelunasan BPIH di pelunasan BPIH tahap I. Hal itu karena ada yang belum istitoah, menunda keberangkatan dan meninggal dunia.

Selain itu, lanjut Qosbi, untuk Calhaj yang meninggal dunia dan hendak digantikan oleh Ahli Waris, sejauh ini ada 5 calhaj sedang dalam pengurusan. “Kalau cepat selesai, akan dapat melakukan pelunasan BPIH di pelunasan tahap II. Kalau paspor, kita sudah sampaikan ke KBIH untuk segera disiapkan. Paspor akan kita minta pada Calhaj saat pendaftaran ulang. Sejauh ini, sudah 1.000 lebih Calhaj kita melakukan daftar ulang, ” pungkas Qosbi. (ain/ila)

 

Dilapor Kekasih, Oknum TNI Ngamuk di Kantor LBH Medan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan segera menyurati Pangdam I Bukit Barisan dan Panglima TNI, terkait adanya aksi enam orang berambut cepak yang diketahui dari satuan Denpom 1/5 Medan, bersikap arogan terhadap seorang pengacara di LBH Medan.

S Direktur LBH Medan Surya Hadinata, Kamis (3/5/2018) mengatakan jika mereka tidak menduga bahwa kedatangan personil TNI-AD tersebut berakhir ricuh dengan anggotanya. Terlebih lagi diantara pelaku yang mengunakan seragam lengkap militer tersebut beberapa diantaranya perwira pertama.

Menurut Surya, dari apa yang disaksikannya, para pria dengan tampilan bertubuh tegap itu datang dan mengamuk setelah mereka mengetahui seorang wanita sebut saja bernama Bunga, mengadukan kasus penganiayaan yang dialaminya ke LBH Medan. Sedangkan pelakunya adalah oknum anggota TBI berinisial SS.

“Ada 6 orang oknum TNI yang datang kemari satu diantaranya berpakaian lengkap dan yang lainnya berpakain preman. Yang berpakaian lengkap itu Pasi Idik Denpom AR dan salahsatu temannya yang diketahui juga bernama Letnan R,” ucapnya.

Dijelaskannya juga, kedatangan mereka kemari mencari 3 anggota LBH yakni Aidil, Marganda, dan Armada.

Namun hanya Armada yang bertemu dengan mereka. Saat pertemuan itu, salahsatu dari keenam oknum aparat itu yang berpangkat perwira mendadak emosi. Selain mengamuk, oknum tersebut juga langsung melakukan penyerangan dengan berusaha memukul Armada. Namun tidak kena, lantaran Armada menghindar.

“Mereka mengamuk disini, dan mencari 3 anggota saya. Namun yang jumpa hanya Armada. Dan pada saat jumpa, mereka bercerita soal kasus Bunga. Dan entah kenapa tiba-tiba Letnan R memukul Armada. Namun untung saja Armada mengelak, hingga tak mengalami cedera,” terang pria berkacamata tersebut di ruangannya.

Atas perlakuan arogan itu, Surya mengaku sangat kecewa dan mendesak agar pihak Kodam I/BB meminta maaf. Di samping itu, Surya juga memastikan akan meneruskan aksi arogansi oknum aparat tersebut ke pimpinan para pelaku dalam hal ini Pangdam I Bukit Barisan dan Panglima TNI.

16 Rumah Terbakar Saat Hujan Deras

Warga berbincang di puing-puing sisa kebakaran.
Warga berbincang di puing-puing sisa kebakaran.

GUNUNG MERIAH, SUMUTPOS.CO – Hujan deras diikuti angin kencang serta diwarnai hidup matinya aliran listrik, menjadi petaka bagi warga Desa Pekan Gunung Meriah, Kec. Gunung Meriah, Deli Serdang.

Ketika warga memilih istirahat lebih awal, kobaran api malah mengamuk pada Kamis (3/5/2018) sekira pukul 00.05 Wib. Sedikitnya 16 unit rumah ludes.

Keheningan dinihari kemarin pecah setelah Robert Ginting (33) berteriak kebakaran. Dinginnya udara mendadak memacu keringat puluhan warga. ada yang berjuang menyelamatkan barang-barang berharga, ada juga yang bahu membahu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Di tengah guyuran hujan deras, mereka trus menyirami kobaran api. Namun bukannya padam, si jago merah malah semakin mengamuk. Satu per satu rumah warga dilahap.

Berselang beberapa puluh menit, warga mendapat bantuan tenaga. Bukan pemadam, melainkan personel Polsek Gunung Meriah. Mendapat laporan ada kebakaran, petugas yang tiba di lokasi langsung ikut berjibaku memadamkan api.

Sayang, bantuan tenaga petugas tetap tak mampu menghalau meluasnya kebakaran. Api baru bisa dipadamkan sekitar tiga jam kemudian, karena tak satu pun pemadam Pemkab Deliserdang datang ke lokasi. Atas musibah ini, sedikitnya 16 rumah rata dengan tanah.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Meriah, Aiptu Sahnun menyebutkan dugaan sementara penyebab kebakaran akibat korsleting listrik di rumah Robert Ginting. “Kita masih melakukan penyelidikan, korban jiwa tidak ada namun ekrugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar,” sebutnya. (man/ras)