Home Blog Page 6431

Ibu Iriana Diajak Nyanyi & Tari Tortor

KUNJUNGI PAUD: Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH dan Ketua TP PKK Provsu Hj Evi Diana Erry Nuradi, mengawali kunjungannya ke Sumut dengan mendatangi PAUD Toba Lestari, Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Toba Samosir, Selasa (17/04/2018).
KUNJUNGI PAUD: Ibu Negara Iriana Joko Widodo didampingi Wagubsu Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH dan Ketua TP PKK Provsu Hj Evi Diana Erry Nuradi, mengawali kunjungannya ke Sumut dengan mendatangi PAUD Toba Lestari, Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Toba Samosir, Selasa (17/04/2018).

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Ibu Negara Ny Hj Iriana Joko Widodo disambut hangat Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH bersama Ketua TP PKK Ny Hj Evi Diana Erry, saat tiba di Bandara Internasional Silangit, Tapanuli Utara (Taput), Selasa (17/4).

Ibu Iriana mengawali kunjungannya ke Sumatera Utara (Sumut) dengan mendatangi  Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Toba Lestari, Desa Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Toba Samosir, Selasa (17/4).  Iriana bersama rombongan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang terdiri dari istri para menteri itu, langsung disambut teriakan oleh pelajar PAUD.

Didampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu), Dr Hj Nurhajizah Marpaung SH MH dan Ketua TP PKK Provsu Hj Evi Diana Erry Nuradi, Iriana yang mengenakan busana blus putih dan selendang ulos itu menyalami anak-anak. Dia pun membagikan buku tulis dan tas ransel kepada para pelajar.

Suasana semakin meriah, saat Iriana diajak menyanyikan lagu batak berjudul Molo Huingoti Sude yang berarti Kalau Ku Ingat Semua. Meski tampak tidak terlalu hapal, Iriana coba untuk mengikuti alunan lagu.

Lagu berbahasa Batak Toba itu menceritakan kisah seorang ibu yang mendidik anaknya sejak lahir, menyusui, hingga anaknya sekolah. Lagu itu dinyanyikan untuk mengingatkan anak kepada orangtuanya.  “Itu memang lagu anak PAUD di sini. Sering dinyanyikan. Supaya makin sayang sama orangtua. Lagunya sedih kalau diresapi,” kata seorang undangan Nurlinda Boru Simanjuntak.

Setelah menyapa seluruh murid PAUD, Iriana diajak menari tortor.  Iriana yang didampingi Ketua TP PKK Hj Evi Diana Erry Nuradi tampak luwes menari tortor. Wajah ceria langsung terpancar dari wajah anak-anak.

Selain bantuan buku dan tas, OASE juga menyerahkan bantuan Alat Permainan Edukatif (APE) untuk Paud tersebut. Setelah menyerahkan bantuan, rombongan kemudian kembali melanjutkan perjalanan. Iring-iringan rombongan sempat terhenti beberapa saat. Ternyata Iriana membagikan buku kepada murid-murid sekolah dasar yang sudah berbaris untuk menyambutnya.

Eramas dan Djoss Sama-sama Pede

SUTAN SIREGAR/SUMUT POS PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kiri) bergandengan tangan usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (13/2) Pasangan Djarot dan Sihar mendapat nomor urut 2 dan Pasangan Edi Rahmayadi dan Musa Rajeckshah mendapat nomor urut 1 dalam Pilgub Sumut 2018.
SUTAN SIREGAR/SUMUT POS
PASLON_Kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumut yakni Edy Rahmayadi- Musa Rajeckshah (kanan) dan Djarot Saiful Hidayat- Sihar Sitorus (kiri) bergandengan tangan usai pencabutan nomor urut Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2018 di Hotel Grand Mercure Medan, Februari lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus (Djoss) sama-sama telah turun ke daerah-daerah di Sumut sejak 15 Februari lalu. Tim kampanye kedua pasangan calon sama-sama percya diri menyebut jagoannya disambut antusias oleh masyarakat sebagai calon pemimpin baru di Sumut.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan KPU, masa kampanye Pilkada serentak 2018 digelar sejak 15 Februari hingga 23 Juni 2018. Sedangkan untuk kampanye akbar atau pengerahan massa digelar sebanyak dua kali, dan KPU juga sudah menetapkan waktu pelaksanaannya. Yakni pada 22 April untuk pasangan Eramas, 29 April bagi pasangan Djoss di Kabupaten Asahan.

Sementara di putaran terakhir, tepat 23 Juni, kedua paslon secara bersamaan diperkenankan menghelat kampanye akbar pada zona Medan A dan zona Medan B. Di samping itu pada Mei mendatang KPU bakal menggelar debat kandidat untuk mendengarkan visi misi kedua paslon, yang turut disiarkan di berbagai stasiun televisi.

Selama dua bulan masa kampanye, tim pemenangan Eramas dan Djoss sama-sama yakin sosok yang mereka usung sangat disenangi masyarakat dan mampu membawa perubahan Sumut ke arah lebih baik.  “Sosok Pak Edy dan Ijeck (sapaan akrab Musa Rajekshah) membawa harapan baru bagi masyarakat Sumut. Keduanya punya kualitas dan kemampuan membawa perubahan Sumut yang sudah jauh tertinggal dari provinsi lain,” kata Wakil Ketua Tim Pemenangan Eramas, Irham Buana Nasution kepada Sumut Pos, Selasa (17/4).

Dia menjelaskan, hasil Pilgubsu 2018 sangat menentukan arah masa depan Provinsi Sumut. Sebab pihaknya mengklaim, saat ini merupakan masa transisi terbaik bagi Sumut untuk dapat mengimbangi pembangunan dari provinsi lain. “Kita sudah melihat bahwa dari sisi faktual, Sumut memiliki sedemikian banyak sumber daya baik alam, manusia dan sosial yang sesungguhnya cukup luas buat dikembangkan dan dipakai untuk sebesar-besar masyarakat Sumut,” katanya.

814.383 Orang Terancam Tak Memilih

SUTAN SIREGAR/SUMUT PO Warga mengantre saat mengurus pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Jalan Iskandar Muda Medan, Selasa (30/8). Menurut petugas permintaan pembuatan e-KTP dalam beberapa pekan terakhir mengalami peningkatan, dalam sehari mencapai 100 sampai 250 pemohon disebabkan adanya pemberian waktu tenggang oleh Menteri Dalam Negeri hingga akhir 30 September 2016 untuk pembuatan e-KTP.
Foto: Pran Hasibuan/Sumut Pos
Suasana rapat dengar pendapat Komisi A DPRD Sumut dengan KPU Sumut di gedung dewan, Selasa (17/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masalah kepemilikan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) masih jadi kendala utama di Pilgubsu 2018. Menurut data mutakhir dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut, sebanyak 814.383 warga Sumut dari jumlah daftar pemilih sementara (DPS) belum mempunyai kartu identitas elektronik. Jika hingga hari pencoblosan belum juga memiliki e-KTP, mereka terancam tak bisa menggunakan hak pilihnya.

Demikian terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi A DPRD Sumut dengan KPU Sumut, di ruang Komisi A, Selasa (17/4). Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea mengatakan, banyaknya warga yang belum melakukan perekaman e-KTP merupakan kerawanan dalam Pilgubsu. “Jumlah pemilih yang belum memiliki atau merekam e-KTP memang masih tinggi. Menurut data Disdukcapil Sumut, masih ada sekitar 1,5 juta penduduk yang belum punya e-KTP,” kata Mulia Banurea, saat memaparkan tantangan dan kerawanan Pilkada Serentak 2018 di Sumut.

Selain itu, katanya, kendala lain yakni soal pemutakhiran data pemilih yang belum optimal sejauh ini. Dimana sumber data belum akurat dan petugas pemutakhiran belum maksimal bekerja menjalankan tugas. Terutama di lembaga permasyarakatan dan rumah tahanan yang sulit didata. “Sesuai data di daftar pemilih sementara (DPS) kita, jumlah pemilih saat ini sebanyak 9.202.967 orang. Sementara untuk daftar pemilih non-KTP elektronik sebanyak 814.383 orang. Dan untuk pemutakhiran daftar pemilih (DP4) Pilkada Serentak 2018 ada sebanyak 10.537.925 orang,” ucapnya.

Di hadapan Ketua Komisi A Nezar Djoeli selaku pimpinan RDP, Mulia juga menerangkan meski belum memiliki e-KTP warga tetap bisa menggunakan hak pilih dengan membawa surat keterangan (suket) dari Disdukcapil setempat. Pihaknya terus berupaya keras bersama Disdukcapil melakukan perekaman ke sekolah-sekolah, lapas, rutan dan rumah sakit sebelum hari pemungutan suara pada 27 Juni mendatang.

Disamping itu ia menyebut ada sejumlah daerah yang berpotensi terjadi konflik seperti Dairi, Palas, Paluta, dan Kepulauan Nias. Kemudian soal distribusi logistik ke daerah-daerah rawan bencana dan atau medan berat pada daerah dimaksud.

“Tantangan lainnya potensi pelanggaran netralitas ASN, Polri dan TNI. Penggunaan media sosial untuk black campaign atau hoax yang bisa memicu penyebaran kebencian dan konflik sosial. Lalu sulitnya merekrut petugas KPPS yang profesional mengakibatkan kurang cermat dan akurat pengisian formulir pemungutan dan penghitungan suara,” paparnya didampingi para Komisioner Yulhasni dan Benget Silitonga.

Yulhasni sebelumnya menerangkan, pihaknya belum ada terima laporan pemasangan alat peraga kampanye (APK) dari KPU setempat dan masing-masing paslon. Tanggung jawab atas pemeliharaan APK kata dia sepenuhnya ada pada masing-masing paslon. “Makanya kami blm bisa laporkan soal bahan kampanye dan APK ini. Dan itu tanggung jawab sepenuhnya oleh paslon. Kita hanya melelang untuk pencetakan lalu mendistribusikannya,” ucapnya.

SM Bertekad Balas Kekalahan

Youbel Sondakh
Youbel Sondakh

SUMUTPOS.CO – Satria Muda Pertamina kembali bersua dengan Pelita Jaya di final Indonesian Basketball League (IBL) 2017/2018. Game pertama partai pamungkas ulangan musim lalu ini akan digelar pada Kamis (19/4) di rumah Satria Muda,di Britama Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pelatih Satria Muda Youbel Sondakh menegaskan bahwa ia bertekad membalas kekalahan timnya tahun ini. Musim lalu, Satria Muda harus rela menjadi runner up setelah ditumbangkan di kandang oleh Pelita Jaya. Youbel emoh kejadian yang sama terulang lagi musim ini.

“Target tahun ini juara, biar tidurnya enak. Kami akan berikan 100 persen kemampuan yang ada. Mental dan segalanya sudah kami siapkan, tinggal tunggu mainnya aja,” kata Youbel, Selasa (17/4).

Youbel menuturkan, optimisme meraih gelar juara juga semakin besar setelah salah satu pemain andalan mereka, Vamiga Michel sudah bisa diturunkan setelah dihajar cedera sejak awal tahun.

“Kemungkinan (Vamiga, Red) akan kami mainkan setelah cedera. Kami tidak mau kalah lagi. Sudah terjun sampai babak final, kami mau juara,” kata Youbel. (kar/isa/jpc/don)

Adinda Larasati Pecahkan Rekor Nasional

Adinda Larasati memecahkan rekor nasional renang nomor 400 meter gaya bebas putri.
Adinda Larasati memecahkan rekor nasional renang nomor 400 meter gaya bebas putri.

SUMUTPOS.CO – Pemecahan rekor nasional terjadi di hari pertama Festival Akuatik Indonesia (FAI) 2018 cabang olahaga (cabor) renang. Atlet Jatim Adinda Larasati Dewi sukses membukukan catatan rekor baru pada nomor 400 meter gaya bebas putri.

Adinda tampil maksimal pada nomor andalannya tersebut. Ia berhasil menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 4 Menit 16,84 detik. Pencapaian Adinda sekaligus mematahkan rekor nasional 2017 milik Ressa Kania Dewi (4 menit 17,92 detik).

“Saya tidak menyangka bisa memecahkan Rekornas. Pagi bisa best time dan sore bisa memecahkan rekor. Alhamdulillah,” ucap Adinda.

Apa yang dicapai Adinda diharap menular ke atlet lainnya. “Semoga Adinda memberikan motivasi kepada perenang lainnya agar juga mampu memecahkan Rekornas juga,” harap Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin E Rahardjo.

Saat ini Bali masih merajai perolehan medali sementara dengan perolehan 9 emas 12 perak 6 perunggu. DKI Jakarta berada di posisi dua dengan kumpulan 9 emas 6 perak 11 perunggu.

I Gede Siman Sudartawa menyumbangkan medali untuk Jakarta pada nomor 50 meter gaya punggung putra. Nomor 50 meter gaya punggung putri juga disabet atlet Jakarta Anak Agung Istri Kania Ratih.

Perenang DKI Jakarta Gagarin Nathaniel Yus menjadi yang tercepat di nomor 100 meter gaya dada putra. Ia menyisihkan dua wakil Jabar Gerdi Zulfitranto dan Muhammad Fachri.

Tuan rumah Jatim menyusul di peringkat tiga dengan 9 emas 5 perak dan 11 perunggu. Jabar di posisi empat dengan 7 emas 6 perak dan 3 perunggu. Sementara Jawa Tengah di peringkat lima dengan 5 emas 3 perak dan 2 perunggu. (saf/jpc/don)

Pengalaman Hendra/Ahsan Dibutuhkan

Pasangan senior Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan.

SUMUTPOS.CO – Kejuaraan Asia 2018 yang bergulir di Wuhan, Tiongkok akan dilaksanakan pada 24-29 April 2018 pekan depan. Turnamen ini bakal menjadi tolok ukur PBSI untuk menentukan skuad yang akan turun di Piala Thomas dan Uber 2018.

Di sektor ganda putra, PBSI menurunkan hampir semua pemain terbaik mereka. Empat calon wakil yang dikirim adalah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, dan Berry Angriawan/Hardianto.

Ganda putra andalan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon tidak diikutkan karena Marcus baru saja melangsungkan pernikahan akhir pekan lalu.

Pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi mengatakan bahwa ia akan melakukan evaluasi di turnamen tersebut. “Turnamen ini jadi patokan akhir, tapi bukan penentu. Kalau penentu itu pasti, artinya siapa yang terbaik di sana itu pasti masuk tim. Kalau patokan ya bisa dilihat lagi,” ujarnya, Selasa (17/4).

Menurut Herry, penilaian untuk skuad Piala Thomas dan Uber 2018 sudah dilakukan dari awal tahun. Piala Thomas dan Uber 2018 sendiri akan berlangsung di Bangkok, Thailand pada 20-27 Mei nanti.

Pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dinilai PBSI masih bisa menjadi faktor-X di turnamen tersebut. Jam terbang Hendra/Ahsan diharapkan bisa menjadi pembeda.

“Sampai saat ini saya terus mempersiapkan Hendra/Ahsan, penampilan mereka cukup baik di Kejuaraan Asia Beregu 2018 lalu,” kata pelatih kepala ganda putra Herry Iman Pierngadi, Selasa (17/4).

Menurut Herry, sosok Hendra/Ahsan dapat dijadikan panutan untuk para atlet lainnya. “Dalam team event, pengalaman mereka sebagai senior memang penting untuk tim,” kata Herry.

Hendra/Ahsan, yang pernah menjadi jawara Asian Games 2014 lalu, kini tengah menjalani turnamen Malaysia International Challenge yang akan bergulir mulai 17-22 April.

Untuk diketahui, PBSI mengirim empat wakil ke Kejuaraan Asia 2018 yang bergulir pada 24-29 April mendatang.Keempat wakil adalah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Angga Pratama/Rian Agung Saputro, dan Berry Angriawan/Hardianto. Turnamen ini bakal menjadi tolok ukur PBSI untuk menentukan skuad yang akan turun di Piala Thomas dan Uber 2018.

Sementara pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon terpaksa absen karena Marcus baru melangsungkan pernikahan pada akhir pekan kemarin. (ce1/kar/isa/jpc/don)

Nizar dan Yuda Jadi Pembeda

Nizar Zulfikar (dua dari kiri) tampil gemilang bersama Samator adn dipanggil tim nasional voli untuk Asian Games.
Nizar Zulfikar (dua dari kiri) tampil gemilang bersama Samator adn dipanggil tim nasional voli untuk Asian Games.

SUMUTPOS.CO – Pergelaran Proliga 2018 sudah berakhir dua hari lalu. Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) beralih untuk mempersiapkan para atletnya menuju Asian Games 2018 pada Agustus nanti.

Pelatih tim voli putra Samsul Jais menyatakan, 18 pemain yang dipanggil untuk multievent terbesar se-Asia itu memiliki kualitas materi lebih bagus daripada tahun lalu, terutama pada sektor setter dan quicker. Masuknya Nizar Julfikar dan Yuda Mardiansyah membuat warna baru bagi skuad Merah Putih.

Samsul menilai, buruknya prestasi di SEA Games 2017 karena kehilangan sosok Nizar sebagai setter, alias pengatur serangan. Nizar kala itu tidak beegabung karena sedang menjalani pendidikan Sekolah Inspektur Kepolisian Sumber Sarjana.

Padahal, pemain 23 tahun itu menyabet best setter Proliga 2017 dengan catatan 446 kali memberikan umpan 393 di antaranya sukses menghasilkan spike.

”Nizar punya kualitas. Bola-bola cepat dan pelepasan open bagus. Dan juga usianya masih muda,” ungkap pelatih yang pernah membela timnas voli era 1989 hingga 1998 itu.

Sementara, Yuda disebut Jais merupakan quicker terbaik yang ada di dalam skuad. Selain membawa Samator juara Proliga 2018 dan Livoli 2017, pemain kelahiran Medan itu merupakan quicker terbaik sekaligus pemain muda terbaik Livoli 2017.

”Nilai plusnya, dia memiliki kemampuan kill blok dan pembacaan serangan lawan yang tidak pemain lain miliki,” terangnya.

Dengan adanya Nizar dan Yuda di badan tim, Jais yakin timnya bisa masuk babak delapan besar Asian Games 2018.

Korea Selatan, Tiongkok, Jepang, Iran, dan beberapa negara pecahan Uni Soviet disebutnya bakal menjadi pesaing kuat. Meski begitu, pelatih asal Palembang tersebut optimistis bisa menampilkan yang terbaik. (han/kar/JPC)

BKN Pertanyakan Pelantikan Kepsek jadi Kabid di Disdik Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO -Badan Kepegawaian Negara (BKN) Regional VI Medan mempertanyakan penunjukkan kepala sekolah menjadi Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumut, yang baru-baru ini dilantik Gubernur Tengku Erry Nuradi.

Menurut Kepala Kantor BKN Regional VI, Prastyono C Yulianto, seorang guru atau kepala SMA/SMK sederajat bisa menjabat eselon III atau pejabat administrator asal memenuhi syarat. Namun untuk bisa menjabat eselon III, guru atau kepala sekolah tersebut harus menjadi eselon IV terlebih dulu.

“Jadi guru tersebut harus diangkat sebagai kepala seksi dulu, setelah itu beberapa lama kemudian baru bisa diangkat menduduki eselon III. Jadi untuk mendapatkan (jabatan eselon III) itu harus berjenjang,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (17/4).

Ia menggambarkan, tidak bisa ujug-ujug seorang kepala sekolah atau guru ditempatkan sebagai kepala bidang, jika tak punya kemampuan memimpin. “Misalnya dia tidak pernah memimpin (jadi kepala seksi/kepala bidang), tiba-tiba menjabat di situ. Itu kan lucu juga namanya,” ujarnya.

Berkenaan kejadian di Disdik Sumut tersebut, Prastyono mengungkapkan bisa saja sebelumnya kepala sekolah itu pernah menjabat sebagai eselon IV saat SMA/SMK sederajat dibawah pemkab atau pemko. Makanya setelah masa peralihan ke provinsi, guru tersebut kembali ke dinas sebagai eselon III itu tidak menjadi masalah. Menurut dia harus dikroscek lebih lanjut tentang latar belakang kepangkatan dan golongan kepala sekolah itu waktu sebelumnya.

Diketahui, Gubsu Erry Nuradi sudah melantik 99 pejabat administrator (eselon III) di lingkungan Pemprovsu pada Senin (9/4). Salah satunya mengangkat dan mengukuhkan Amiruddin, sebagai Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Disdik Sumut. Amiruddin sebelumnya menjabat Kepala SMK Negeri 7 Medan.

Hinca: SK DPP Itu Instruksi, Harus Dijalankan

Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS TUNJUKKAN: Amiruddin menunjukkan surat PAW dari DPP Partai Demokrat untuk Parlaungan kepada dirinya, di Medan (12/4).
Foto: PRAN HASIBUAN/SUMUT POS
TUNJUKKAN: Amiruddin menunjukkan surat PAW dari DPP Partai Demokrat untuk Parlaungan kepada dirinya, di Medan (12/4).

SUMUTPOS.CO – Sekretaris Jendral DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan XIII angkat bicara mengenai lambatnya proses Pergantian Antar Waktu (PAW) anggota DPRD Medan dari Parlaungan Simangunsong ke Amiruddin. Saat ditanyai wartawan mengenai SK DPP Partai Demokrat No. 78/44K.DPPPD/II/2018 tanggal 9 Februari 2018 tentang PAW Anggota DPRD Medan Parlaungan Simangunsong ke Amiruddin, Hinca menerangkan Surat Keputusan DPP Partai Demokrat tentang PAW tersebut harus dijalankan.

“Surat DPP tentang PAW itu instruksi, namanya instruksi harus dijalankan,” kata Hinca melalui pesan singkat, Selasa (17/4).

Untuk itu dia meminta DPD Demokrat Sumut dan DPC Partai Demokrat Medan untuk menjalankan dan mengamankan instruksi tersebut. “Kalau DPC sudah mengirimkan surat ke DPRD, maka bola panasnya ada disana, di DPP sudah selesai,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPR RI itu mengaku belum mendapatkan informasi lebih jauh tentang belum berjalannya instruksi DPP tersebut. “Nanti akan saya cek,” bebernya.

Diketahui, adapun yang menjadi dasar dilaksanakan PAW Parlaungan Simangunsong kepada Amiruddin, sesuai surat pemberitahuan isi Mahkamah Partai No.049/DPP-PHPU/2014 tanggal 16 September 2014 tentang pokok perkara pemberhentian termohon (Parlaungan) dari keanggotaan Partai Demokrat dan menunjuk Amiruddin sebagai anggota terpilih DPRD Medan periode 2014-2019 mewakili Partai Demokrat untuk Dapil I Kota Medan.

Surat Pemberitahuan Isi Putusan Perkara (SPIP) Mahkamah Partai Demokrat itu, ditandatangani Hakim Ketua Mahkamah Partai Demokrat Amir Syamsudin dan Yosef B Badeoba selaku panitera, serta diterima langsung Amiruddin pada 17 November 2015. “Setelah SPIP diterbitkan, Komisi Pengawas Partai Demokrat juga menindaklanjuti dengan mengeluarkan surat No.32/KOMWAS.PD/XII/2015 perihal arahan lanjutan atas SPIP Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) dari Mahkamah Partai Demokrat. Dalam surat Komwas tersebut ada sembilan poin yang disampaikan,” kata Amiruddin kepada wartawan, Kamis (12/4) lalu.

Sesuai prosedur, terangnya, Parlaungan sudah melayangkan gugatan ke PN Medan dan telah dikeluarkan putusan bahwa permohonan keberatan itu tidak dapat diterima. Tak sampai disitu, Parlaungan juga sudah melayangkan kasasi ke Mahkamah Agung dan putusannya tertanggal 25 Juli 2016 menolak permohonan tersebut. “Berdasarkan proses hukum yang sudah inkrah itu, Ketum SBY dan Sekjend Hinca Panjaitan mengeluarkan SK DPP Partai Demokrat No.78/44K.DPP PD/II/2018 tanggal 9 Februari tentang PAW Parlaungan Simangunsong,” katanya.

Surat dari DPP juga telah diteruskan ke DPC Demokrat Medan, dan oleh Ketua DPC Burhanuddin Sitepu sudah menindaklanjuti dengan mengirimkan surat ke Ketua DPRD Medan No.008/DPC.PD/MDN/III/2018 tanggal 14 Maret 2018, perihal PAW Parlaungan kepada Drs Amiruddin sesuai dengan suara terbanyak berikutnya.

Edy-Ijeck Putra Daerah dan Komit Majukan Sumut

Pengurus LSM LIRA foto bersama usai rapat pimpinan nasional di Medan, kemarin (17/4). LIRA Sumut memutuskan untuk mendukung Eramas di Pilgubsu 2018.
Pengurus LSM LIRA foto bersama usai rapat pimpinan nasional di Medan, kemarin (17/4). LIRA Sumut memutuskan untuk mendukung Eramas di Pilgubsu 2018.

SUMUTPOS.CO – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut Edi Rahmayadi dan Musa Rajekshah (Eramas) dianggap sosok yang bersih, tidak terlibat kasus hukum dan memiliki visi menjadikan Sumatera Utara bangkit dari keterpurukan. Ini yang menjadi salah satu alasan bagi masyarakat, mengapa harus berjuang memenangkan pasangan Eramas pada Pilgubsu 2018.

Dukungan dari berbagai elemen masyarakat terus mengalir buat pasangan Eramas. Kali ini yang menyatakan dukungannya dan siap memenangkan pasangan ini di Pilgubsu 2018 adalah DPW Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumut.

Rizal Mahvi selaku Gubernur DPW LSM LIRA Sumut mengatakan, ada beberapa penilaian yang diambil oleh DPW LIRA dalam menentukan arah politiknya dalam mendukung pasangan Eramas, diantaranya yang berkaitan dengan sosok Edi Rahmayadi yang merupakan putra asli Sumatera Utara yang pernah sukses meniti karir militernya sebagai Pangkostrad. “Pak Edi rela melepaskan jabatan terhormatnya sebagai Pangkostrad demi keinginan memajukan Sumatera Utara dan ini baru pertama kalinya terjadi di Indonesia “ kata Rizal.

Sedangkan penilaian yang dihimpun DPW LIRA Sumut terhadap sosok Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck selaku calon Wakil Gubernur Sumut yang mendamping Edi Rahmayadi didasari kepada kemampuan manejemennya sebagai pengusaha muda yang sukses dan memeiliki kepedulian sosial terhadap masyarakat. “Bang Ijeck dikenal sebagai pengusaha sukses dengan puluhan ribu karyawan yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota di Sumatera Utara, juga dikenal karena sifat sosial dan kepeduliannya terhadap masyarakat menengah ke bawah. Banyak sekolah umum dan madrasah yang didirikannya untuk masyarkat kurang mampu tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun,” seru Rizal.

Sementara Presiden DPP Lumbung Informasi Rakyat, Olies Datau dan Sekretaris Jenderal Ir Budi Siswanto yang turut hadir memberi keterangan kepada wartawan mengatakan, penilaian mendasar organisasi LIRA mendukung pasangan Eramas adalah karena pasangan calon nomor urut 1 ini tidak sedang tersangkut kasus hukum. “Kami menyetujui keputusan LIRA Sumut mendukung pasangan calon ini karena mereka tidak terlibat kasus hukum. Dan ini akan menghilangkan trauma masyarakat Sumut yang tidak ingin mengalami nasib buruk untuk ketiga kalinya dimana dua Gubernur Sumut sebelumnya menjadi tahanan KPK sebelum berakhir masa jabatannya,“ urai Olies Datau

Sekretaris Jenderal DPP LIRA, Ir Budi Siswanto meminta semua kader LIRA Sumatera Utara untuk mematuhi keputusan yang sudah ditetapkan DPD Pemuda LIRA Sumut. “Keputusan mendukung pasangan Eramas adalah mutlak dan harus dipatuhi dan dijalankan oleh semua unsur pengurus dan anggota ditingkat Kabupaten dan Kota, Kecamatan hingga akar rumput termasuk sayap organisasi Lumbung Informasi Rakyat di semua tingkatan yang ada di Sumatera Utara “ tegasnya. (rel/adz)