Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara diwakili Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag (wakil rektor IV) dan Managing Director MindlogicX Asia Sdn. Bhd YBhg. Datuk Ariff Farhan Doss menandatangani kerja sama internasional di Hotel Le Polonia Medan, Jumat (4/9).
Memorandum of Understanding (MoU) Mindlogicx Asia ini diharapkan dapat menjadi kerangka pengembangan kerja sama lebih lanjut. Diantaranya dalam bidang asesmen digital, kecerdasan artifisial, penjaminan mutu akademik, peningkatan kapasitas serta berbagai inisiatif transformasi pendidikan tinggi lainnya.
MindlogicX Asia berfokus pada pengembangan solusi berbasis teknologi untuk sektor pendidikan, khususnya dalam tranformasi asesmen dan ujian digital melalui IntelliEXAMS dan teknologi terkait.
Turut menyaksikan penandatanganan kerja sama internasional ini Kepala LLDikti Wilayah I Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A, Ph.D, Pengarah MindlogicX Asia Prof. Rihsya Manikam serta Pendiri dan Ketua MindlogicX Ltd Suresh Elangovan.
Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag mengatakan bahwa kerja sama ini mendukung upaya smart islamic university dan digitalisasi kampus dalam menggunakan teknologi IA. Kerja sama diharapkan lebih memudahkan dan efisiensi waktu dalam pelaksanaan ujian dan lainnya sehingga data akan tersimpan dengan baik. “Kita berharap UIN Sumatera Utara dengan kerja sama ini dapat menjadi pilot proyek terlebih dahulu dalam penerapan IA bersama MindlogicX Asia,” katanya.
Selain kerja sama yang ada di MoU, UIN Sumatera Utara juga berpeluang untuk melakukan kerja sama dibidang integrasi Sistem Informasi Akademik (Siakad). Yaitu mengembangkan jalur integrasi khusus agar hasil ujian digital dan analitik dari IntelliEXAMS dapat otomatis tersinkronisasi dengan portal akademik utama UIN Sumatera Utara. Mendukung kebutuhan integrasi pada evaluasi pilot.
Kemudian optimalisasi bank soal berbasis AI. Yaitu memanfaatkan fungsionalitas AI pada platform untuk menganalisis tingkat kesulitan (validitas dan reliabilitas) dari arsip bank soal UIN Sumatera Utara guna standarisasi kualitas ujian. Selanjutnya bidang publikasi riset bersama (joint case study) dimana menjadikan hasil implementasi pilot ini sebagai publikasi ilmiah atau materi studi kasus mengenai transformasi digital dan efektivitas AI di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, yang dapat dipublikasikan dengan persetujuan tertulis kedua belah pihak.
Wakil rektor menambahkan bahwa kerja sama ini juga dapat digunakan untuk ujian skala besar. “Dimana kita memperluas pemanfaatan platform asesmen setelah pilot terbukti sukses untuk ujian Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) jalur mandiri, tes sertifikasi kompetensi atau ujian standarisasi bahasa di Pusat Bahasa UIN Sumatera Utara,” terang Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag.
Wakil rektor juga menjelaskan bahwa ruang lingkup implementasi pilot dapat mencakup berbagai komponen berdasarkan kesepakatan para pihak. Seperti pembuatan dan pengelolaan ujian digital, penyusunan naskah soal, sistem pengiriman naskah soal serta pengelolaan bank soal dan pelaksanaan ujian secara aman.
Selanjutnya, kata Prof. Dr. H. Muzakkir, M.Ag, registrasi dan pengelolaan peserta, fungsi ujian daring atau luring (apabila relevan), evaluasi dan penilaian digital. Kemudian pengelolaan alur kerja ujian, fitur berbasis AI (apabila relevan), analitik dan pelaporan ujian, pengelolaan keamanan dan hak akses, pelatihan pengguna dan orientasi teknis serta evaluasi pasca-pilot. (dmp)

