Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Wakaf Hijau dan Tobat Ekologis Nasional di UISU

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Moh. Jumhur Hidayat mencanangkan wakaf hijau dan tobat ekologis nasional di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Jalan Karya Wisata Medan Johor, Sabtu (5/9).

Pelaksanaan kegiatan diinisiasi Pengurus Yayasan Wakaf UISU dirangkai dengan seminar nasional dengan tema Ekosistem Syariah: Inisiasi wakaf hijau dan pengembangan ekosistem halal Sumut Menuju Indonesia Emas 2045 di Grand Inna Hotel Medan.

Secara simbolik, menteri juga menanam pohon sekaligus meresmikan Laboratorium Agroforestri di Fakultas Pertanian UISU sebagai pilot project wakaf hijau UISU dan gerakan tobat ekologis nasional. Turut mendampingi Ketua Umum Pengurus Yayasan Wakaf UISU Ir. Indra Gunawan. MP, Rektor UISU Prof. Dr. Safrida, SE. M.Si, Ketua Umum Aptisi M. Budi Djatmiko dan undangan lainnya.

Menteri Lingkungan Hidup mengatakan bahwa tobat nasional ekologis adalah bentuk pengakuan bahwa kita pernah salah dalam mengelola lingkungan. Untuk itu langkah selanjutnya adalah kampanye untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari. “Salah satunya pengelolaan sampah,”ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan membuat regulasi untuk mengatur dan mengelola sampah yang terus bertambah setiap hari. Untuk koorporasi, lanjutnya, pemerintah tidak melarang untuk mengambil manfaat dan keuntungan. “Tapi jangan sampai mencelakakan orang lain,” tegas menteri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kegiatan Dr. Dani Sintara, M.H menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan seminar nasional menghadirkan pembicara diantaranya Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Direktur Utama PT. Perhutani Tio Handoko dan Kepala LLDikti Wilayah I Saiful Anwar Matondang.

Pemateri lainnya adalah Direktur Infrastruktur Ekosistem Syari’ah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi), M. Budi Djadmiko, Ketua Umum Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (Apperti) Mansyur Ramly dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provsu Heri W Marpaung.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum Yayasan Wakaf UISU M. Idris, SH, MH berharap kolaborasi dan sinergi ini tidak hanya untuk pelestarian lingkungan tapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan peran perguruan tinggi khususnya PTS dalam mengimplementasikan kampus derdampak melalui tridharma perguruan tinggi.

“Yayasan Wakaf UISU yang juga bagian dari Apperti dan Aptisi, mengajak BP PTS dan PTS di Sumut untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan menuju Sustainable Development Goals (SDGs),”ujar M Idris didampingi Bendahara Umum Yayasan Wakaf UISU, Ir. Armansyah, MT serta panitia kegiatan M. Sholahuddin Nasution, SE, MHan, M. Taufik Nasution, S.H, M.H, Bagus Handoko, S.E, MM, T. Arief Hasan, S.Sos, MH, Zein Zukhri, S.Pd, Chairina, SSos, MSi, Irsan Diapari, SH, MH dan M. Afif Haris, Sked.

Pada kegiatan di Hotel Grand Inna Medan, Ketua Umum Aptisi M. Budi Djatmiko membacakan deklarasi taubat nasional ekologis dan pelantikan Pengurus Pusat Kajian Lingkungan Hidup UISU. Dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama antara 25 PTS di lingkungan LLDikti Wilayah I dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Menteri lingkungan hidup juga berkesempatan melihat langsung produk inovasi mahasiswa UISU. Diantaranya kompos limbah ternak sapi, pupuk organik catching, bawang goreng singkong, abon ampas, kaldu bubuk kulit udang, eco enzym, briket limbah sekam padi, deterjen cair dan sabun cuci piring serta pupuk organik padat.

Selain itu, ditempat yang sama juga digelar Musyawarah Kerja Apperti Sumut yang dihadiri seluruh pimpinan PTS di Sumut. (dmp)

Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Moh. Jumhur Hidayat mencanangkan wakaf hijau dan tobat ekologis nasional di Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) Jalan Karya Wisata Medan Johor, Sabtu (5/9).

Pelaksanaan kegiatan diinisiasi Pengurus Yayasan Wakaf UISU dirangkai dengan seminar nasional dengan tema Ekosistem Syariah: Inisiasi wakaf hijau dan pengembangan ekosistem halal Sumut Menuju Indonesia Emas 2045 di Grand Inna Hotel Medan.

Secara simbolik, menteri juga menanam pohon sekaligus meresmikan Laboratorium Agroforestri di Fakultas Pertanian UISU sebagai pilot project wakaf hijau UISU dan gerakan tobat ekologis nasional. Turut mendampingi Ketua Umum Pengurus Yayasan Wakaf UISU Ir. Indra Gunawan. MP, Rektor UISU Prof. Dr. Safrida, SE. M.Si, Ketua Umum Aptisi M. Budi Djatmiko dan undangan lainnya.

Menteri Lingkungan Hidup mengatakan bahwa tobat nasional ekologis adalah bentuk pengakuan bahwa kita pernah salah dalam mengelola lingkungan. Untuk itu langkah selanjutnya adalah kampanye untuk menjaga lingkungan agar tetap lestari. “Salah satunya pengelolaan sampah,”ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan membuat regulasi untuk mengatur dan mengelola sampah yang terus bertambah setiap hari. Untuk koorporasi, lanjutnya, pemerintah tidak melarang untuk mengambil manfaat dan keuntungan. “Tapi jangan sampai mencelakakan orang lain,” tegas menteri.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kegiatan Dr. Dani Sintara, M.H menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan seminar nasional menghadirkan pembicara diantaranya Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan, Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah, Direktur Utama PT. Perhutani Tio Handoko dan Kepala LLDikti Wilayah I Saiful Anwar Matondang.

Pemateri lainnya adalah Direktur Infrastruktur Ekosistem Syari’ah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Sutan Emir Hidayat, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi), M. Budi Djadmiko, Ketua Umum Aliansi Penyelenggara Perguruan Tinggi Indonesia (Apperti) Mansyur Ramly dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provsu Heri W Marpaung.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Umum Yayasan Wakaf UISU M. Idris, SH, MH berharap kolaborasi dan sinergi ini tidak hanya untuk pelestarian lingkungan tapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan peran perguruan tinggi khususnya PTS dalam mengimplementasikan kampus derdampak melalui tridharma perguruan tinggi.

“Yayasan Wakaf UISU yang juga bagian dari Apperti dan Aptisi, mengajak BP PTS dan PTS di Sumut untuk terlibat langsung dalam pelestarian lingkungan menuju Sustainable Development Goals (SDGs),”ujar M Idris didampingi Bendahara Umum Yayasan Wakaf UISU, Ir. Armansyah, MT serta panitia kegiatan M. Sholahuddin Nasution, SE, MHan, M. Taufik Nasution, S.H, M.H, Bagus Handoko, S.E, MM, T. Arief Hasan, S.Sos, MH, Zein Zukhri, S.Pd, Chairina, SSos, MSi, Irsan Diapari, SH, MH dan M. Afif Haris, Sked.

Pada kegiatan di Hotel Grand Inna Medan, Ketua Umum Aptisi M. Budi Djatmiko membacakan deklarasi taubat nasional ekologis dan pelantikan Pengurus Pusat Kajian Lingkungan Hidup UISU. Dilakukan juga penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama antara 25 PTS di lingkungan LLDikti Wilayah I dengan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

Menteri lingkungan hidup juga berkesempatan melihat langsung produk inovasi mahasiswa UISU. Diantaranya kompos limbah ternak sapi, pupuk organik catching, bawang goreng singkong, abon ampas, kaldu bubuk kulit udang, eco enzym, briket limbah sekam padi, deterjen cair dan sabun cuci piring serta pupuk organik padat.

Selain itu, ditempat yang sama juga digelar Musyawarah Kerja Apperti Sumut yang dihadiri seluruh pimpinan PTS di Sumut. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru