Aksi Nyata STIM Sukma Medan Lestarikan Wisata Dua Warna Sibolangit

DELI SERDANG, SUMUTPOS– Dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di kawasan wisata Air Terjun Dua Warna, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (12/6/2026). Langkah nyata ini difokuskan untuk mendorong percepatan implementasi pariwisata berkelanjutan melalui aksi pelestarian lingkungan, edukasi, dan sinergi bersama masyarakat lokal.

Koordinator kegiatan, Dina Octavia, S.Sos., M.I.Kom. menegaskan, inisiatif ini merupakan wujud nyata dari pemenuhan Tridharma Perguruan Tinggi. Program diformulasikan untuk menjaga ekosistem hutan tropis sekaligus meningkatkan nilai ekonomi destinasi wisata tanpa merusak alam.

“Kegiatan ini penting untuk menjaga kelestarian Air Terjun Dua Warna sekaligus mendorong terwujudnya pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat sekitar,” ujar Dina dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, kemarin (21/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen Pariwisata diterjunkan langsung ke lapangan. Tim mahasiswa yang terdiri dari Zaki Bayhaki, Syahira Nur Alika, Rafiqa Putri Ramadhani, Dinda Maharani, dan Qori Ahmad Pasya memulai agenda dengan melakukan observasi menyeluruh terhadap kondisi fisik kawasan wisata, kebersihan lingkungan, serta kelayakan jalur trekking.

Guna memberikan kontribusi konkret, tim PKM melakukan serangkaian aksi strategis dengan mengumpulkan dan memilah sampah di sepanjang rute pendakian. Selain membersihkan jalur dari limbah, para mahasiswa juga memasang pita penunjuk rute demi meningkatkan aspek keselamatan wisatawan serta menempatkan spanduk edukatif di titik strategis untuk menggugah kesadaran pengunjung agar menjaga kebersihan.

Tim mahasiswa juga menggelar sesi wawancara mendalam bersama warga sekitar guna memetakan dampak pariwisata terhadap sosial ekonomi regional. Marita Br Ginting (50), warga setempat yang telah menetap selama setengah abad di kawasan tersebut mengungkapkan bahwa geliat pariwisata terbukti memberikan lompatan kemajuan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Sebagai puncak kegiatan, STIM Sukma Medan memfasilitasi forum diskusi dan sosialisasi interaktif. Agenda tersebut mempertemukan elemen pengelola objek wisata, pemandu jalan (tour guide), dan masyarakat lokal untuk menyamakan persepsi mengenai standardisasi kebersihan, jaminan keselamatan kerja, serta proteksi ekologi jangka panjang.

Melalui kemitraan strategis ini, manajemen STIM Sukma Medan berharap model kolaborasi antara sektor akademisi, regulator lokal, dan pelaku wisata dapat terus diperkuat. Sinergi yang solid diharapkan mampu mempertahankan reputasi Air Terjun Dua Warna sebagai destinasi alam unggulan di Sumatera Utara yang tetap lestari bagi generasi mendatang. (adz)

DELI SERDANG, SUMUTPOS– Dosen dan mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Sukma Medan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di kawasan wisata Air Terjun Dua Warna, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Jumat (12/6/2026). Langkah nyata ini difokuskan untuk mendorong percepatan implementasi pariwisata berkelanjutan melalui aksi pelestarian lingkungan, edukasi, dan sinergi bersama masyarakat lokal.

Koordinator kegiatan, Dina Octavia, S.Sos., M.I.Kom. menegaskan, inisiatif ini merupakan wujud nyata dari pemenuhan Tridharma Perguruan Tinggi. Program diformulasikan untuk menjaga ekosistem hutan tropis sekaligus meningkatkan nilai ekonomi destinasi wisata tanpa merusak alam.

“Kegiatan ini penting untuk menjaga kelestarian Air Terjun Dua Warna sekaligus mendorong terwujudnya pariwisata berkelanjutan yang memberikan manfaat bagi alam dan masyarakat sekitar,” ujar Dina dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sumut Pos, kemarin (21/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, sejumlah mahasiswa Program Studi Manajemen Pariwisata diterjunkan langsung ke lapangan. Tim mahasiswa yang terdiri dari Zaki Bayhaki, Syahira Nur Alika, Rafiqa Putri Ramadhani, Dinda Maharani, dan Qori Ahmad Pasya memulai agenda dengan melakukan observasi menyeluruh terhadap kondisi fisik kawasan wisata, kebersihan lingkungan, serta kelayakan jalur trekking.

Guna memberikan kontribusi konkret, tim PKM melakukan serangkaian aksi strategis dengan mengumpulkan dan memilah sampah di sepanjang rute pendakian. Selain membersihkan jalur dari limbah, para mahasiswa juga memasang pita penunjuk rute demi meningkatkan aspek keselamatan wisatawan serta menempatkan spanduk edukatif di titik strategis untuk menggugah kesadaran pengunjung agar menjaga kebersihan.

Tim mahasiswa juga menggelar sesi wawancara mendalam bersama warga sekitar guna memetakan dampak pariwisata terhadap sosial ekonomi regional. Marita Br Ginting (50), warga setempat yang telah menetap selama setengah abad di kawasan tersebut mengungkapkan bahwa geliat pariwisata terbukti memberikan lompatan kemajuan ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.

Sebagai puncak kegiatan, STIM Sukma Medan memfasilitasi forum diskusi dan sosialisasi interaktif. Agenda tersebut mempertemukan elemen pengelola objek wisata, pemandu jalan (tour guide), dan masyarakat lokal untuk menyamakan persepsi mengenai standardisasi kebersihan, jaminan keselamatan kerja, serta proteksi ekologi jangka panjang.

Melalui kemitraan strategis ini, manajemen STIM Sukma Medan berharap model kolaborasi antara sektor akademisi, regulator lokal, dan pelaku wisata dapat terus diperkuat. Sinergi yang solid diharapkan mampu mempertahankan reputasi Air Terjun Dua Warna sebagai destinasi alam unggulan di Sumatera Utara yang tetap lestari bagi generasi mendatang. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru