103 Pekebun Sawit Asahan Dibekali Pemahaman ISPO, dari Legalitas Kebun hingga Kelestarian Lingkungan

Sebanyak 103 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara mengikuti Pelatihan Implementasi ISPO Program Pengembangan SDM Pekebun Kelapa Sawit yang berlangsung pada 22-27 Oktober 2026 di Medan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pekebun dalam mengelola usaha perkebunan sesuai prinsip kelapa sawit berkelanjutan. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama PT Iskol Agridaya Internasional.

Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan memahami persyaratan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sekaligus mengetahui langkah-langkah penerapannya dalam kegiatan perkebunan sehari-hari.

Ketua Panitia PT Iskol Agridaya Internasional Yuliana Kristiani Marcelita mengatakan bahwa penerapan ISPO memerlukan komitmen bersama dan pemahaman yang dapat dipraktikkan langsung oleh pekebun. Karena itu, pelatihan dirancang tidak hanya melalui penyampaian materi di kelas, tetapi juga dengan kegiatan kunjungan lapangan.

“ISPO merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan pertanian sawit secara berkelanjutan. Harapannya, dengan pelatihan ini yang tidak hanya terkait teori, tetapi juga ada kegiatan kunjungan lapangan, petani yang sudah mengikuti pelatihan dapat mulai menerapkan standar ISPO di tempatnya masing-masing,” ujar Yuliana.

Apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan juga disampaikan Siti Rubiyah, S.P selaku panitia pendamping dari Dinas Pertanian Kabupaten Asahan. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pekebun untuk menambah pengetahuan yang dapat diteruskan kepada rekan-rekan mereka di daerah asal.

“Kami berterima kasih kepada BPDP, Dirjen Perkebunan dan PT Iskol Agridaya Internasional sehingga para pekebun kelapa sawit kami bisa mendapatkan pelatihan Implementasi ISPO. Kepada para peserta, kami harap dapat mengikuti pelatihan dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Kemudian, peserta dimohon menyampaikan ilmu yang diterima kepada pekebun sawit di daerah masing-masing yang tidak mengikuti pelatihan ini,” tutur Siti.

Materi pelatihan meliputi prinsip dan kriteria ISPO, sistem serta prosedur sertifikasi, legalitas lahan dan usaha, praktik budidaya yang baik hingga pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan kegiatan perkebunan, kelengkapan administrasi, penguatan kelembagaan pekebun dan perbaikan usaha secara berkelanjutan.

Pengetahuan tersebut diharapkan membantu pekebun mengenali aspek pengelolaan kebun yang perlu dibenahi. Administrasi yang tertib dan dokumentasi kegiatan yang memadai, misalnya, dapat mempermudah pemantauan usaha sekaligus mendukung persiapan pemenuhan persyaratan sertifikasi. Disisi lain, penerapan praktik budidaya yang baik dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perkebunan.

Melalui pelatihan ini, manfaat yang diharapkan tidak berhenti pada 103 peserta. Para pekebun juga didorong untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada pekebun lain di Kabupaten Asahan sehingga pemahaman mengenai ISPO dapat meluas dan mendorong pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lebih tertib, bertanggung jawab dan berkelanjutan. (dmp)

Sebanyak 103 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara mengikuti Pelatihan Implementasi ISPO Program Pengembangan SDM Pekebun Kelapa Sawit yang berlangsung pada 22-27 Oktober 2026 di Medan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pekebun dalam mengelola usaha perkebunan sesuai prinsip kelapa sawit berkelanjutan. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama PT Iskol Agridaya Internasional.

Melalui pembekalan ini, peserta diharapkan memahami persyaratan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sekaligus mengetahui langkah-langkah penerapannya dalam kegiatan perkebunan sehari-hari.

Ketua Panitia PT Iskol Agridaya Internasional Yuliana Kristiani Marcelita mengatakan bahwa penerapan ISPO memerlukan komitmen bersama dan pemahaman yang dapat dipraktikkan langsung oleh pekebun. Karena itu, pelatihan dirancang tidak hanya melalui penyampaian materi di kelas, tetapi juga dengan kegiatan kunjungan lapangan.

“ISPO merupakan komitmen bersama untuk melaksanakan pertanian sawit secara berkelanjutan. Harapannya, dengan pelatihan ini yang tidak hanya terkait teori, tetapi juga ada kegiatan kunjungan lapangan, petani yang sudah mengikuti pelatihan dapat mulai menerapkan standar ISPO di tempatnya masing-masing,” ujar Yuliana.

Apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan juga disampaikan Siti Rubiyah, S.P selaku panitia pendamping dari Dinas Pertanian Kabupaten Asahan. Ia menilai kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pekebun untuk menambah pengetahuan yang dapat diteruskan kepada rekan-rekan mereka di daerah asal.

“Kami berterima kasih kepada BPDP, Dirjen Perkebunan dan PT Iskol Agridaya Internasional sehingga para pekebun kelapa sawit kami bisa mendapatkan pelatihan Implementasi ISPO. Kepada para peserta, kami harap dapat mengikuti pelatihan dan menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. Kemudian, peserta dimohon menyampaikan ilmu yang diterima kepada pekebun sawit di daerah masing-masing yang tidak mengikuti pelatihan ini,” tutur Siti.

Materi pelatihan meliputi prinsip dan kriteria ISPO, sistem serta prosedur sertifikasi, legalitas lahan dan usaha, praktik budidaya yang baik hingga pengelolaan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan kegiatan perkebunan, kelengkapan administrasi, penguatan kelembagaan pekebun dan perbaikan usaha secara berkelanjutan.

Pengetahuan tersebut diharapkan membantu pekebun mengenali aspek pengelolaan kebun yang perlu dibenahi. Administrasi yang tertib dan dokumentasi kegiatan yang memadai, misalnya, dapat mempermudah pemantauan usaha sekaligus mendukung persiapan pemenuhan persyaratan sertifikasi. Disisi lain, penerapan praktik budidaya yang baik dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perkebunan.

Melalui pelatihan ini, manfaat yang diharapkan tidak berhenti pada 103 peserta. Para pekebun juga didorong untuk membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada pekebun lain di Kabupaten Asahan sehingga pemahaman mengenai ISPO dapat meluas dan mendorong pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lebih tertib, bertanggung jawab dan berkelanjutan. (dmp)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru