25 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Diteriaki Istri Korban, Lima Perampok Bunuh Toke Grosir

Foto: Raja/PM Khairuddin, toke grosir, tewas ditikam perampok di rumahnya di Medan Labuhan, Rabu (6/10/2015).
Foto: Raja/PM
Khairuddin, toke grosir, tewas ditikam perampok di rumahnya di Medan Labuhan, Rabu (6/10/2015).

LABUHAN, SUMUTPOS.CO – Lima perampok bersebo menghabisi Khairuddin (72), pedagang grosir yang masuk ke rumahnya di Komplek TKBM Blok E, Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, Rabu (7/10) pukul 02.00 WIB.

Kondisi hujan yang begitu deras ternyata sangat dimanfaatkan oleh lima kawanan perampok yang mengunakan sebo dan senjata tajam untuk melakukan aksinya. Buktinya para kawanan perampok tersebut beraksi di komplek perumahan TKBM Blok E kel Sei Mati, Medan Labuhan, Rabu (7/10) sekira pukul 02.00 dini hari.

Saat kejadian, pasangan suami istri (pasutri), Khairuddin (72) dan Siti Halipah, bersama seorang anaknya, Reihan (10) tengah tidur lelap di dalam kamar. Hujan yang turun deras membuat 5 pria bersebo berhasil masuk ke rumah tanpa ketahuan, dengan cara merusak kunci.

Selanjutnya, dua pelaku menuju kamar, sedangan tiga pelaku lainnya memantau situasi di luar rumah korban.

Ketika dua pelaku masuk, Siti Halipah terbangun. Melihat kedua pelaku, Siti langsung keluar kamar dan menuju depan rumahnya untuk minta tolong. Namun saat Siti kembali bersama warga, Khairuddin ditemukan sudah tewas dengan luka tikaman.

Siti pun histeris, dan warga yang berusaha mencari para pelaku tak berhasil dikarenakan sudah melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor.

Petugas Polsek Labuhan yang mendapat kabar, turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Hampir dua jam, petugas tak menemukan benda-benda yang mencurigakan. Harta benda korban juga tidak sempat diambil pelaku.

Jasad Khairuddin dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Boy J Situmorang mengaku masih melakukan penyelidikan atas motif kematian korban. “Pasalnya tak ada harta korban dan benda-benda yang mencurigakan,” ujar Situmorang.

Kharuddin Suka Menolong
Tewasnya Khaiurddin sontak membuat warga penghuni komplek Perumahaan TKBM, ling 18 kel Sei Mati, Medan Labuhan, heboh. Sebab, pengusaha grosir itu dikenal suka menolong menolong sesame warga yang kesusahan.

“Kalau cerita korban punya musuh, kami tidak percaya. Soalnya korban bergaul dengan kami dan sangat baik,” ujar Rahmad, jiran tetangga.

Untuk mengungkap kasus tewasnya Khairuddin, petugas telah memeriksa 12 orang saksi. “Kita sekarang sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk kita lidik siapa pelaku maupun otak di belakang peristiwa pembunuhan tersebut, ” ucap Kanit reskrim polsek Medan Labuhan, Iptu Musa Alexander Sha.(cr2/pmg/han)

Foto: Raja/PM Khairuddin, toke grosir, tewas ditikam perampok di rumahnya di Medan Labuhan, Rabu (6/10/2015).
Foto: Raja/PM
Khairuddin, toke grosir, tewas ditikam perampok di rumahnya di Medan Labuhan, Rabu (6/10/2015).

LABUHAN, SUMUTPOS.CO – Lima perampok bersebo menghabisi Khairuddin (72), pedagang grosir yang masuk ke rumahnya di Komplek TKBM Blok E, Kelurahan Sei Mati, Medan Labuhan, Rabu (7/10) pukul 02.00 WIB.

Kondisi hujan yang begitu deras ternyata sangat dimanfaatkan oleh lima kawanan perampok yang mengunakan sebo dan senjata tajam untuk melakukan aksinya. Buktinya para kawanan perampok tersebut beraksi di komplek perumahan TKBM Blok E kel Sei Mati, Medan Labuhan, Rabu (7/10) sekira pukul 02.00 dini hari.

Saat kejadian, pasangan suami istri (pasutri), Khairuddin (72) dan Siti Halipah, bersama seorang anaknya, Reihan (10) tengah tidur lelap di dalam kamar. Hujan yang turun deras membuat 5 pria bersebo berhasil masuk ke rumah tanpa ketahuan, dengan cara merusak kunci.

Selanjutnya, dua pelaku menuju kamar, sedangan tiga pelaku lainnya memantau situasi di luar rumah korban.

Ketika dua pelaku masuk, Siti Halipah terbangun. Melihat kedua pelaku, Siti langsung keluar kamar dan menuju depan rumahnya untuk minta tolong. Namun saat Siti kembali bersama warga, Khairuddin ditemukan sudah tewas dengan luka tikaman.

Siti pun histeris, dan warga yang berusaha mencari para pelaku tak berhasil dikarenakan sudah melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor.

Petugas Polsek Labuhan yang mendapat kabar, turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Hampir dua jam, petugas tak menemukan benda-benda yang mencurigakan. Harta benda korban juga tidak sempat diambil pelaku.

Jasad Khairuddin dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum.

Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Boy J Situmorang mengaku masih melakukan penyelidikan atas motif kematian korban. “Pasalnya tak ada harta korban dan benda-benda yang mencurigakan,” ujar Situmorang.

Kharuddin Suka Menolong
Tewasnya Khaiurddin sontak membuat warga penghuni komplek Perumahaan TKBM, ling 18 kel Sei Mati, Medan Labuhan, heboh. Sebab, pengusaha grosir itu dikenal suka menolong menolong sesame warga yang kesusahan.

“Kalau cerita korban punya musuh, kami tidak percaya. Soalnya korban bergaul dengan kami dan sangat baik,” ujar Rahmad, jiran tetangga.

Untuk mengungkap kasus tewasnya Khairuddin, petugas telah memeriksa 12 orang saksi. “Kita sekarang sedang mengumpulkan keterangan dari para saksi untuk kita lidik siapa pelaku maupun otak di belakang peristiwa pembunuhan tersebut, ” ucap Kanit reskrim polsek Medan Labuhan, Iptu Musa Alexander Sha.(cr2/pmg/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/